Spiderman, Batman, dan Superman Ikut Upacara Bendera di Borobudur

Tampak peserta upacara dengan kostum superhero di Borobudur, Magelang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Magelang – Ada yang unik dari perhelatan upacara HUT RI di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (17/8/2017). Karena sejumlah peserta upacara, mengenakan kostum superhero seperti Spiderman, Batman, Superman, tokoh pewayangan, dan lainnya.

Dari sejumlah sumber, sebelum upacara dilakukan, terlebih dulu diadakan prosesi peringatan berupa kirab mulai dari jalan Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur menuju Limanjawi Art House, lokasi tempat kumpul Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) 15.

Koordinator Acara, Umar Chusaeni mengatakan, pihaknya memang mengusung tema keanekaragaman seni tradisi. “Kita juga mengajak seniman kontemporer modern yang mengenakan kostum superhero,” kata Umar Chusaeni dikutip dari detikcom.

Masih kata Umar, keberadaan peserta upacara mengenakan kostum superhero guna melambangkan tokoh yang ngayomi. Biasanya tokoh tersebut membela pihak yang benar dan lemah. “Indonesia membutuhkan superhero-superhero seperti ini,” ungkapnya.

Kegiatan merupakan wujud kepedulian seniman nilai tradisi, serta bentuk menyambut kemerdekaan RI. Pihaknya juga ingin memberikan suasana berbeda yang menyenanangkan dalam upacara kali ini. Kendati demikian, pihaknya tetap memegang erat nilai sakral Hari Kemerdekaan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Uniknya Upacara HUT RI di Atas Air di Kampung Laut Cilacap

Kegiatan upacara di atas air Laguna Segara Anakan di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Cilacap – Ada beragam cara dilakukan warga merayakan HUT ke 72 RI. Seperti yang dilakukan oleh ratusan warga Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Mereka menggelar upacara di tengah Laguna Segara Anakan, Kamis (17/8/2017).

Uniknya, karena pelaksanaan upacara di Kecamatan Kampung Laut berbeda dengan di wilayah lain. Upacara dilakukan di atas air.

Di halaman kantor kecamatan pelaksanaan peringatan detik-detik proklamasi dilaksanakan. Baik inspektur upacara,komandan upacara, tiang bendera, maupun peserta upacara berada di atas perahu-perahu yang berjajar di atas sungai, terkecuali undangan utama.

Camat Kampung Laut Nurindra Wahyu memulai upacara, dengan diantar menggunakan perahu diantar satpol PP menuju mimbar utama yang terdiri dari 2 perahu dijadikan satu. Komandan upacara juga bersiap berdiri di atas mimbar yang disangga 2 perahu. Tiang bendera yang berdiri tegak di antara mimbar inspektur dan komandan juga di atas 2 perahu yang disatukan. Sesaat kemudian ketika pengibaran bendera pasukan Paskibraka menuju tiang bendera juga diantar perahu.

Ketika momen pengibaran bendera menjadi detik-detik yang ditunggu semua peserta, karena mereka akan merasa gembira tatkala bendera merah putih mencapai puncak tiang diiringi lagu Indonesia Raya. Pekik merdeka berkali-kali diteriakan oleh peserta. Tampak para peserta terdiri dari PNS kecamatan,guru,siswa SD hingga SMA, KNPI, LSM, juga warga masyarakat beserta keluarganya. Ada pula yang berdiri di atas perahu dengan mengibar-ngibarkan bendera merah putih.

Menurut keterangan Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu, kegiatan upacara di laut karena warga setempat hidup di tengah laut. “Kita ingin mengunggulkan laut karena kita hidup dari laut, masyarakat kita juga banyak berkecimpung di laut makanya tidak ada salahnya jika kita melaksanakan upacara di tengah laut,” kata Nurindra.

Pelaksanaan upacara di tengah Segara Anakan sudah kali kelima. Kegiatan ini awal mula dilakukan pada tahun 2013 yang diikuti oleh empat desa yang ada di Kampung Laut, instansi, tokoh masyarakat, lembaga serta Himpunan Seluruh Nelayan Indonesian (HSNI). Di Kecamatan ini setidaknya ada 25 pulau yang hanya 5 pulau di antaranya yang dihuni warga.

Editor : Akrom Hazami

Cantiknya Gedung Juang 45 Pati Usai Dipercantik dengan Payung Merah Putih Melayang

Suasana Gedung Juang 45 Pati dengan payung merah dan putih saat digunakan untuk upacara Hari Veteran Nasional, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gedung Juang 45 di Jalan P Sudirman Pati dilengkapi dengan hiasan payung melayang berwarna merah dan putih. Pemandangan itu pun menyedot perhatian pengunjung.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah mengatakan, puluhan payung berwarna merah dan putih dipasang untuk menyambut HUT ke-72 RI. Sebab, Gedung Juang 45 menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan dari Pati dalam melawan kolonialisme.

“Gedung Juang 45 menjadi saksi bisu perjuangan para pendahulu kita saat melawan kolonialisme Belanda. Semangat para pahlawan itu yang kami sebarkan kepada masyarakat melalui simbol payung merah dan putih,” ujar Letkol Inf Andri, Kamis (10/8/2017).

Selain itu, payung memiliki makna mengayomi. Tanpa disadari, kata dia, setiap hidup masyarakat Indonesia diayomi oleh merah putih yang menjadi simbol bangsa Indonesia.

Payung yang mengayomi itu akan semakin kuat dan berjaya bila setiap warga bahu-membahu dalam semangat persatuan. “Ini juga menjadi simbol bagi anggota TNI untuk selalu siap kapan pun bila sewaktu-waktu terjadi pada NKRI,” tuturnya.

Semangat merah putih juga bisa dilakukan dalam berbagai ekspresi, baik dari ucapan maupun visual. Melalui payung berwarna merah dan putih yang cukup unik itu, dia ingin ikut menyemarakkan HUT RI.

Agus Armanto, salah satu pengunjung asal Pati mengatakan, upaya yang dilakukan Kodim 0718/Pati cukup menarik dan memiliki nilai seni.  Payung itu masih tetap terlihat bagus meski pada malam hari.

Gedung Juang 45 sendiri saat ini menjadi kawasan destinasi wisata malam dengan belasan penjual yang menjajakan aneka kuliner, dari makanan khas Pati maupun minuman. “Menjadi semakin semarak saat nongkrong di sana,” tandas Agus.

Editor : Akrom Hazami

 

Markas TNI di Pati Dihiasi Ornamen Merah Putih

Markas Koramil 12/Margorejo yang dipasangi ornamen merah putih. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Semua markas anggota TNI AD di berbagai wilayah di Kabupaten Pati dihiasi dengan jumbai dan umbul-umbul merah putih. Salah satunya di Markas Koramil 12/Margorejo.

Jumbai merah putih terlihat menghiasi bagian atas markas yang terletak di Jalan Pati-Kudus Km 4 tersebut. Sementara bagian depan dipasang umbul-umbul yang melekat pada bambu yang dicat warna putih.

Danramil 12/Margorejo Kapten Inf Sriyanto mengatakan, ornamen merah putih yang dipasang di kawasan markas tersebut untuk menyambut peringatan HUT ke-72 RI pada 17 Agustus 2017 mendatang. Menurutnya, ornamen merah putih tak hanya sebagai hiasan saja, tetapi untuk memberikan daya semangat yang lebih untuk mencintai NKRI.

“Bagi kami, ornamen merah putih bukan hanya formalitas saja. Ia memberikan satu kekuatan tersendiri bagi kami dan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan memberi yang terbaik kepada NKRI,” ujar Kapten Inf Sriyanto, Kamis (3/8/2017).

Selain itu, pemasangan ornamen merah putih merupakan perintah dari Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. Dia memerintahkan agar seluruh markas TNI di berbagai kecamatan di Pati dihiasi dengan ornamen merah putih.

“Kami sengaja memerintahkan kepada semua Koramil di Pati untuk memasang ornamen merah putih dalam rangka menyambut HUT RI ke-72. Tujuannya untuk memberikan contoh kepada masyarakat dan meningkatkan jiwa patriotisme sehingga bisa mewarisi semangat jiwa proklamasi,” kata Andri.

Ia menambahkan, generasi penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Setiap orang juga harus berani karena benar, karena bendera merah putih memiliki arti berani dan suci.

Saat ini, berbagai gangguan kerap mengancam NKRI dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat Pati untuk ikut menyemarakkan HUT RI ke-71 dengan semangat merah putih tanpa melihat suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Editor : Akrom Hazami