Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Bupati Grobogan Sri Sumarni bangkit dari tempat duduknya saat ada pemeran Presiden RI pertama Soekarno lewat di depan panggung kehormatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan karnaval hari kedua dalam rangka memeriahkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, berlangsung meriah, Selasa (22/8/2017). Karnaval kali ini, totalnya ada 55 rombongan yang ambil bagian dengan jumlah peserta lebih 5.000 orang.

Pemberangkatan peserta karnaval dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni dari depan panggung kehormatan yang berada di depan Kantor BPPKAD. Terlihat pula, Ketua DPRD Agus Siswanto, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, Kapolres AKBP Agusman Gurning, Kajari Edi Handojo dan pimpinan FKPD lainnya, Sekda Moh Sumarsono serta para pejabat.

Dari pantauan dilapangan, Sri Sumarni dan para pejabat terlihat cukup terhibur dengan acara karnaval itu. Berulangkali, Sri dan pejabat terlihat melambaikan tangan pada rombongan peserta yang melintas didepan panggung kehormatan. Sesekali, para pejabat ini juga tampak tertawa ketika melihat tingkah lucu dari peserta karnaval.

Ditengah acara, Sri Sumarni sempat dikejutkan dengan salah seorang peserta karnaval yang berpenampilan seperti Presiden RI pertama Soekarno. Munculnya ‘proklamator’ RI diatas sebuah mobil jip warna merah hati itu langsung mendapat apresiasi tersendiri dari Sri Sumarni.

Begitu melintas di depan panggung kehormatan, Sri Sumarni langsung berdiri dari tempat duduknya untuk memberikan hormat dan bepekik ‘Merdeka’ pada orang yang memerankan salah satu tokoh idolanya itu. “Hebat. Merdeka,” kata Sri sampil mengepalkan tangan kanannya.

Orang yang berperan sebagai Soekarno itu berada dalam rombongan karnaval pegawai Setda Grobogan. Pemeran Pahlawan Nasional itu ternyata adalah Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Grobogan Daru Wisakti.

Sehari sebelumnya, juga sudah dilangsungkan acara karnaval untuk lembaga pendidikan tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Pada karnaval hari pertama totalnya ada 86 lembaga pendidikan ambil bagian dengan umlah peserta sekitar 9.000 orang.

Editor: Supriyadi

Pejabat di Grobogan Terpukau Kisah Perjuangan Kapten Roesdijat di Malam Tirakatan

Salah satu tokoh masyarakat Grobogan Kolonel (purn) Iwan Supardji menyampaikan kisah perjuangan Kapten Roesdijat pada malam tirakatan di pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang puncak peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI hari ini, para pejabat dilingkup Pemkab Grobogan menggelar malam tirakatan di pendapa kabupaten, Rabu (16/8/2017) malam.

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi para pimpinan FKPD dan para pejabat hadir dalam acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu.

Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat, ormas dan veteran ikut pula menghadiri malam tirakatan. Acara diawali dengan laporan dari Kepala Kemenag Grobogan Hambali selaku ketua panitia malam tirakatan.

Dalam kesempatan itu, para undangan berkesempatan mendengarkan cerita mengenai kisah perjuangan mengusir penjajah di wilayah Grobogan. Cerita perjuangan itu disampaikan salah satu tokoh masyarakat, yakni Kolonel (purn) Iwan Supardji yang pernah menjabat jadi Dandim 0717/Purwodadi.

“Kali ini saya ingin menyampaikan kisah perjuangan mengusir penjajah di Grobogan yang dilakukan Kapten Roesdijat. Beliau ini adalah orang asli Grobogan yang gigih dalam mengusir penjajah,” katanya.

Meski namanya tidak dikenal luas seperti pahlawan besar lainnya, namun Kapten Roesdijat yang lahir di Desa Katong sempat punya kisah heroik sekitar tahun 1947 – 1948. Yakni, saat berlangsung agresi militer Belanda kedua.

Pada saat itu, Kapten Roesdijat bersama rekan-rekannya berjuang sekuat tenaga untuk mengusir penjajah yang masuk di wilayah Grobogan. Khususnya, di Kecamatan Toroh.

Dalam peristiwa itu, Kapten Roesdijat yang lahir tahun 1917 akhirnya gugur dan kemudian dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Katong, Kecamatan Toroh.

“Sebagai salah satu bentuk penghargaan, Pemkab Grobogan mengabadikan namanya sebagai nama jalan,” jelas Iwan.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni dalam sambutannya mengajak seluruh peserta tirakatan dan masyarakat luas untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan tersebut. Sebab, melalui kemerdekaan itulah Bangsa Indonesia bisa terbebas dari penderitaan penjajah.

Dia menyatakan, memaknai suatu peringatan ulang tahun, seyogyanya digunakan untuk melakukan refleksi diri, merenung dan instrospeksi apa yang telah diperbuat selama satu tahun terakhi. Untuk selanjutnya semua pihak diminta merancang dan menyusun langkah-langkah perbaikan di berbagai bidang.

Editor : Ali Muntoha

Digembleng Satu Bulan, Anggota Paskibraka Grobogan Siap Jalankan Tugas

Anggota Paskibraka menjalani prosesi mencium bendera merah putih usai acara pengukuhan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pelajar yang terpilih sebagai anggota Paskibraka dikukuhkan keberadaannya di pendapa kabupaten, Kamis (10/8/2017). Sebelum dikukuhkan, para pelajar ini sudah digembleng latihan keras sekitar satu bulan lamanya.

Acara pengukuhan dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi sejumlah pejabat terkait. Terlihat pula Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, dan perwakilan FKPD lainnya. 

Sejumlah pejabat terkait serta para orang tua siswa yang tergabung dalam Paskibraka juga ikut diundang dalam acara pengukuhan tersebut.

Jumlah anggota Paskibra ada 71 orang yang berasal dari 22 sekolah tingkatan SMA yang tersebar di beberapa kecamatan. Mereka yang terpilih ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu.

Pembina paskibraka berasal dari beragam instansi. Yakni, dari disporabudpar, dinas pendidikan, kodim 0717 Purwodadi dan Polres Grobogan. Selain itu, sejumlah mantan anggota paskibraka tahun sebelumnya juga ikut dilibatkan dalam kegiatan latihan.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kesempatan itu mengatakan, menjadi anggota paskibra merupakan kebanggan tersendiri buat para pelajar. Sebab, mereka dipilih berdasarkan seleksi dari sekolah di seluruh kabupaten.

”Mereka yang masuk jadi Paskibra ini sudah pilihan. Adapun tugas mereka juga isimewa karena bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI. Oleh sebab itu, laksanakan tugas sebaik mungkin,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Ibu-Ibu Ramaikan Lomba Panjat Pinang di Wergu Wetan Kudus

Peserta mengikuti lomba panjat pinang di Wergu Wetan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peserta mengikuti lomba panjat pinang di Wergu Wetan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah ibu di Kelurahan Wergu Wetan, RT 4 RW 05, Kudus, ternyata jago memanjat pinang. Layaknya para lelaki, mereka juga menahan berat rekan setim lainnya untuk mencapai puncak.

Sarmini (42), satu peserta mengatakan, dia sangat senang ikut lomba tersebut.”Ini adalah tantangan kami, kami juga bisa memanjat Pucang meskipun kami adalah perempuan,” katanya saat istirahat memanjat.

Pinang yang dipanjat setinggi sembilan meter. Mereka tetap antusias biar berhasil meraih hadiah di puncak.

Rohadi, salah seorang warga di lokasi tak henti-hentinya tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi panjat pinang yang diikuti para ibu. “Ini baru pertama semacam ini. Kalau laki laki yang melakukan sudah terlalu sering. Sebab di sini rutin ada pucang,” katanya.

Tidak hanya dirinya, namun puluhan warga juga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung gaya ibu menaklukkan pinang. “Mudah-mudahan dapat dilakukan tiap tahun. Sebab meskipun baru awal ini sangat ramai. Dan warga sangat antusias menyaksikannya,” ungkapnya.

Dia juga berharap tahun depan dapat diikuti seluruh perempuan. “Meski terlambat, namun ini juga dalam rangka kemerdekaan Indonesia. Jadi pertanyaan harus dilakukan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Bendera 1.000 Meter Diarak Keliling Kampung di Pecangaan Jepara

arak

Warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, mengarak bendera. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Kemerdekaan.

Layaknya upacara kemerdekaan, warga di desa tersebut juga mengibarkan bendera. Namun, bedanya dengan lokasi lainnya, warga setempat mengibarkan bendera raksasa sepanjang 1.000 meter.

Dalam kegiatan yang dilakukan IPNU IPPNU Ranting Kaliombo beserta dukungan pihak desa, membutuhkan persiapan yang lumayan lama untuk dapat merentangkan dan mengibarkan bendera itu.

Aqshol Amri, kepala Desa Kaliombo,  mengatakan kalau pihaknya mendukung penuh aksi para warganya. Terlebih, hal itu merupakan hal yang positif dan banyak bermanfaat.

“Sebagai perangkat desa tentunya sangat senang warga dapat aktif semacam ini. Sebab, ini dapat menyatukan masyarakat, baik dari anak anak hingga dewasa.

Menurutnya, pengibaran bendera tersebut dikibarkan di sepanjang jalan desa setempat. Sebelum dikibarkan, anggota IPNU  IPPNU  melakukan teaterikal terlebih dahulu, barulah bendera diarak keliling kampung.

“Dalam arak-arakan tersebut masyarakatlah, masyarakat sekitar turut serta dalam membawa bendera. Terlebih sumber dana bendera juga dari swadaya masyarakat,” ujarnya.

Semua warga turut andil dalam pengibaran itu. Wajah bahagia dan senang terpancar saat memegangi bendera untuk diarak keliling kampung, sebelum akhirnya dilibatkan mengelilingi desa.

Warga Desa sekaligus pengurus IPNU, Sholihin mengatakan kalau kegiatan itu diupayakan secara tahunan. Dan tahun sebelumnya sudah diawali dengan pengibaran bendera sepanjang 500 meter

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bocah 5 Tahun Paksa Ayahnya Nonton Upacara Hari Kemerdekaan di Kudus

lihat upacara

Kegiatan upacara Hari Kemerdekaan di Alun-alun Kudus, membuat warga berduyun-duyun melihatnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus –   S Suci Rahayu A (5), bocah asal Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, sangat senang melihat upacara Hari Kemerdekaan RI, di Alun-alun Kudus, Rabu (17/8/2016).

Saking senangnya, Suci memaksa ayahnya, Sugeng Rahmadi (43), sejak pagi hari. “Anak saya dari pagi tadi sudah ribut, minta nonton upacara di Simpang Tujuh. Akhirnya tadi sekitar jam 09.00 WIB berangkat untuk melihat upacara,” kata Sugeng ditemui di lokasi upacara.

Sugeng bercerita jika anaknya sering membicarakan tentang paskibraka. Bahkan, di usianya yang masih belia, Suci sudah mempunyai cita-cita jadi anggota paskibraka.

Dia menduga jika Suci tertarik jadi paskibraka karena sang kakak. Diketahui, kakak Suci menjadi anggota pengibar bendera di sekolahnya.

Beberapa kali Suci juga ikut melihat kakaknya melakukan latihan paskibra. Dari situlah, keinginannya menjadi seperti kakak. Atau bahkan lebih tinggi lagi, muncul dari diri Suci.

Warga tampak berbondong-bondong menonton upacara bendera di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Mereka memanfaatkan prosesi tersebut sebagai tontonan, atau wisata dadakan. Karena, upacara berlangsung menarik, dan tidak seperti upacara biasa.

Editor : Akrom Hazami

Asyiknya Menikmati Liburan di Pantai Jepara

pantai 1

Wisatawan menikmati hari liburnya di Pantai Tirta Samudra Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peringatan hari kemerdekaan RI ke-71 ini, banyak kegiatan yang digelar baik oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Selain banyak yang menggelar berbagai lomba, ternyata banyak pula yang memanfaatkan momen 17 Agustus ini dengan berwisata.

Atik Priscilia asal Kabupaten Demak misalnya, ia mengaku memanfaatkan hari kemerdekaan yang juga tanggal merah dengan berlibur ke pantai Tirta Samudra, Bandengan Jepara.

“Berangkat pagi dari Demak. Ya berlibur memanfaatkan hari libur 17 Agustus,” ujar Atik kepada MuriaNewsCom, Rabu (17/8/2016).

Dia yang berwisata bersama pacarnya tersebut mengaku tak mengikuti kegiatan upacara hari kemerdekaan. Alasannya, di tempat di bekerja tidak ada agenda upacara.

“Tidak ada upacara, jadi libur langsung berangkat berwisata. Lumayan buat refreshing karena jarang-jarang ada waktu libur seperti ini,” katanya.

Pengunjung lain asal Semarang, Amirul mengaku sengaja ke pantai Tirta Samudra untuk menikmati masa libur. Dirinya yang datang bersama teman sekolahnya itu mengaku tak mengikuti upacara penurunan bendera.

“Tadi pagi sudah ikut upacara, tapi sore hari tidak ikut. Soalnya yang ikut penurunan bendera sebagian siswa yang dipilih,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Polwan Cantik Ini Kaget Ditunjuk jadi Inspektur Upacara HUT RI

rahma e

AKP Rahmawati Tumulo saat melaksanakan tugas sebagai inspektur upacara Hari Kemerdekaan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada hal yang unik saat upacara Hari Kemerdekaan di Simpang Tujuh Kudus, Rabu (17/8/2016) pagi. Jika dilihat, inspektur upacara dipimpin oleh seorang polisi wanita (polwan).

Dia adalah AKP Rahmawati Tumulo, yang juga Kapolsek Kota. Menjadi inspektur upacara, merupakan hal yang harus dilakukan dalam upacara pengibaran bendera tahun ini. Dia mengaku bangga, dengan apa yang sudah dilakukan.

“Awalnya kaget, ditunjuk bapak Kapolres sebagai inspektur upacara. Namun kemudian harus siap, dan Alhamdulilah bisa melakukannya dengan baik,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu.

Menurutnya, sebagai seorang polisi wanita, dia sangat senang dapat dipercaya memimpin jalannya upacara. Untuk itulah dia mulai merancang jadwal latihan upacara secara mandiri sebelum latihan gladi.

Dia mengatakan pengalaman itu tidak akan dilupakan, sebab hal itu menjadi pengalaman yang baru bagi mantan Kasat Binmas di Polres Kudus.

“Saya latihan secara mandiri selama enam hari. Kemudian, gladi hanya sekali saja sebelum hari H. Tapi sudah berjalan lancar,” ujarnya.

Bagi dia, baik itu laki laki maupun wanita tidak ada persoalan terkait hal itu.  Yang jelas, harus memiliki kemauan yang keras serta usaha yang tekun, maka dapat mencapai yang diinginkan.

“Yang penting harus yakin dan usaha yang keras. Baik laki laki dan perempuan akan mampu mencapainya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, menjadi pemimpin upacara biasanya diajukan oleh laki laki. Terlebih saat upacara Hari Kemerdekaan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Hore, Warga Binaan Lapas Blora Bisa Lomba Agustusan

 

Penyerahan sumbangan alat olahraga ke Lapas Blora. (Humas Protokol Blora)

Penyerahan sumbangan alat olahraga ke Lapas Blora. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Blora bisa mengadakan lomba Agustusan, pada momen Hari Kemerdekaan RI ini.

Setelah sebelumnya, mereka mendapatkan sumbangan peduli kesehatan dari Forum Pemuda Blora (FPB) Sport, Selasa (16/8/2016).

Kepala Lapas Blora Fajar Nurcahyono mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar FPB Sport atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih, bantuan ini akan langsung kami pakai saat lomba 17an antar warga binaan lapas,” ungkapnya dikutip dari akun FB Humas Protokol Blora.

FPB Sport memberikan bantuan alat olahraga berupa 4 buah peralatan catur dan 2 buah bola voli ke warga binaan lapas.

Bantuan diserahkan oleh Ketua FPB Sport Prasetyo Nugroho. “Sengaja kami memberikan alat olahraga agar warga binaan lapas tetap sehat, selalu berpikir jernih dan positif,” ujar Prasetyo.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Sekolah di Kudus Dipastikan Adakan Upacara Semua

pemkab upacara 1

Upacara 17 Agustus diadakan di Alun-alun Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Pada 17 Agustus ini, seluruh sekolah di Kudus dipastikan menyelenggarakan upacara. Hal itu dilakukan, lantaran upacara merupakan salah satu bentuk nasionalisme.

“Kalau untuk sekolah itu wajib, jadi semua sekolah pasti melakukan upacara bendera,” kata Kepala Kesbangpol Djati Sholechah, kepada MuriaNewsCom, Rabu.

Menurutnya, rasa cinta kepada negara juga harus ditunjukkan. Tidak hanya dengan ucapan, tapi dengan perbuatan.

“Kalau ada sekolah yang tidak menyelengarakan upacara, lebih baik tidak usah di Indonesia.,” ungkapnya.

Dia berpesan, jika sampai ada yang tidak melakukan upacara, maka dapat dilaporkan kepadanya. Setelah itu, pihak Kesbang akan melakukan tindakan.

“Kan banyak juga dari warga yang melakukan upacara. Hal itu adalah bukti mencintai negaranya yakni Indonesia,” imbuhnya

Dalam upacara bendera yang digelar di Simpang Tujuh, Rabu (17/8/2016) pagi, dipimpin Kapolsek Kota, AKP Rahmawati T.

Editor : Akrom Hazami

 

Upacara Bendera di Alun-alun Kudus jadi Wisata Dadakan

upacara 1

Warga berdesakan untuk menonton upacara Hari Kemerdekaan di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga berbondong-bondong menonton upacara bendera di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Rabu (17/8/2016).

Mereka memanfaatkan prosesi tersebut sebagai tontonan, atau wisata dadakan. Karena, upacara berlangsung menarik, dan tidak seperti upacara biasa.

Sugeng Rahmadi (43) warga Kedungdowo mengatakan, dia datang dari Kaliwungu untuk menyaksikan kemeriahan upacara 17 Agustus di Simpang Tujuh.

“Sudah tiap tahun menyaksikan upacara semacam ini. Jadi pas 17 Agustus pasti menyempatkan diri untuk melihatnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia sangat menyukai upacara tersebut. Tampak, ratusan warga juga memadati kawasan Simpang Tujuh di bagian barat.

Bahkan, pemandangan berdesak-desakan juga terlihat dari pengunjung untuk melihat dari depan dan tidak lupa mengabadikan gambar.

Editor : Akrom Hazami

 

Foto-Foto Seribu Bendera Dikibarkan di Laut Jepara

bendera 3

Aksi pengibaran bendera merah putih di atas laut Teluk Awur, Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Banyak kegiatan pengibaran bendera merah putih di Hari Kemerdekaan, di Indonesia. Ada yang unik, dan ada pula yang seperti pada umumnya.

 

Aksi pengibaran bendera merah putih di atas laut Teluk Awur, Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aksi pengibaran bendera merah putih di Teluk Awur, Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

Di Jepara, kegiatan pengibaran unik yaitu seribu bendera merah putih dikibarkan di atas permukaan laut Teluk Awur Jepara. Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-71 RI, Rabu (17/8/2016).

 

bendera 1

Aksi pengibaran bendera merah putih di atas laut Teluk Awur, Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Keren, Seribu Bendera Dikibarkan di atas Laut Teluk Awur Jepara 

 

 

Keren, Seribu Bendera Dikibarkan di atas Laut Teluk Awur Jepara

bendera 1

Aksi pengibaran bendera merah putih di atas laut Teluk Awur, Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seribu bendera merah putih dikibarkan di atas permukaan laut Teluk Awur Jepara. Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-71 RI, Rabu (17/8/2016).

Pengibar bendera tersebut adalah para pemuda yang tergabung dalam komunitas dan kelompok pecinta alam. Sedikitnya ada 500 peserta yang terlibat langsung dalam pengibaran bendera tersebut.

Sekitar pukul 07.00 WIB, satu persatu bendera dikibarkan dengan penuh antusias. Usai dikibarkan semua, sekitar pukul 08.30 WIB dilanjutkan dengan upacara bendera.

Upacara dilaksanakan oleh peserta bekerjasama dengan gerakan pramuka. Selain itu, aparat keamanan juga dilibatkan baik dari TNI maupun Polri melalui perwakilannya.

Salah satu panitia, Edy Puspono mengatakan, pengibaran bendera sengaja dilakukan di atas laut. Itu lantaran terinspirasi dari mayoritas peserta yang merupakan aktifis dan pecinta alam.

“Ingin melakukan kegiatan yang langsung berinteraksi dengan alam. Dipilih di laut karena di daratan mungkin sudah biasa,” ujar Edy kepada MuriaNewsCom.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Uang Jutaan Rupiah Menanti Warga Dersalam

 

Kepala Desa Dersalam saat mengikuti karnaval (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Dersalam saat mengikuti karnaval (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke- 70 yang digelar Pemerintah Desa Dersalam, Kecamatan Bae berlangsung sangat meriah. Untuk mengapresiasi hal itu, Pemdes telah menyediakan hadiah jutaan rupiah kepada peserta.

Salah satu panitia karnaval HUT RI ke-70 Desa Dersalam Heri Wahyu Muriotomo mengatakan, jika pihak panitia akan memberikan hadiah yang bakal diserahkan pada malam puncak peringatan HUT RI, bebarengan dengan hiburan rakyat, yakni kesenian ketoprak.

Untuk bisa mendapatkan hadiah tersebut, katanya, pihaknya sebelumnya telah mengimbau kepada peserta karnaval untuk bisa tampil dengan maksimal. Bukan hanya itu, peserta juga bisa menampilkan beragam kreasi menarik.

”Setiap RW sudah diminta mengkondisikan warganya untuk bisa tampil kompak serta membuat sebuah kreasi menarik yang diwujudkan dalam replika atau hal lainnya. Dari penampilan tersebut, panitia kemudian memberikan penilaian,” katanya.

Dirinya berharap, kegiatan seperti ini bisa makin merekatkan komunikasi antarwarga. Sehingga, desa bisa semakin maju, dengan adanya kebersamaan. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Warga Dersalam Rela “Gosong”, Demi Lihat Kadesnya Panas-panasan

Warga dersalam saat menyaksikan karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 70. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga dersalam saat menyaksikan karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 70. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Meriahnya karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-70 yang berlangsung di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, mengundang antusiasme warga untuk menyaksikan secara dekat.

Bahkan, untuk bisa menyaksikan secara dekat, warga harus rela berada di bawah panasnya terik matahari. Warga semakin bersemangat ketika melihat kepala desanya juga rela untuk berpanas-panasan untuk mengikuti karnaval.

”Saya bangga melihat kades ini. Sebab dia mau panas-panasan ikut karnaval, mulai dari start sampai dengan finish. Kami juga tak menghiraukan panasnya matahari, karena acara ini sangat menarik,” kata Sumarti, salah satu warga Dersalam.

Menurutnya, acara karnaval kali ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, antusiasme warga untuk ikut serta dalam karnaval semakin meningkat.

“Saya baru merasakan bahwa acara karnaval di tahun ini bisa meriah dibanding dengan yang lalu. Saya juga rela untuk mengikuti peserta karnaval dengan jalan kaki,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/K

Peringati HUT RI, Desa Margoyoso Jepara Gelar Kirab Kemerdekaan

Kirab Budaya dalam rangka Peringatan HUT RI ke-70 di Desa Margoyoso, Jepara. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Kirab Budaya dalam rangka Peringatan HUT RI ke-70 di Desa Margoyoso, Jepara. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

JEPARA – Hampir sepekan perayaan kemerdekaan RI, namun antusiasme warga di sejumlah daerah masih sangat terasa. Hari ini,Minggu (23/8/2015) Desa Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara menggelar acara kirab kemerdekaan yang diikuti oleh masyarakat perwakilan dari 20 RT.

Tahun lalu acara serupa juga digelar oleh masyarakat yang diagendakan oleh Karang Taruna Desa Margoyoso. Ahmad Faiz, Ketua Karang Taruna mengatakan, agenda tersebut merupakan agenda tahunan yang digadang oleh karang taruna desa bekerjasama dengan pemerintah desa, IPNU, IPPNU, dan ikatan remaja (ikrar).”Ada lebih dari 1.000 peserta yang mengikuti acara tahun ini,” ujarnya.

Dalam acara ini, sejumlah warga berjalan menyusuri desa dengan start di Kantor Balai Desa melewati jalur utama Kudus Jepara, diteruskan ke gang – gang kecil desa dan berakhir kembali di Kantor Balai Desa.

Acara yang berlangsung dari pukul 7.00 WIB  hingga siang ini, sempat memadati jalan utama kota karena banyaknya sepeda hias, mobil dan arak-arakan yang ikut serta. Peserta, selain perwakilan dari masyarakat desa ditingkat RT juga diikuti oleh siswa-siswi dari perwakilan sekolah mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

‘Polisi’ Cilik Bikin Heboh Ngembalrejo Kudus. Ini Penampakannya

Tampak peserta karnnaval anak-anak mengenakan seragam polisi saat karnaval di Ngembalrejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tampak peserta karnnaval anak-anak mengenakan seragam polisi saat karnaval di Ngembalrejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ada ‘polisi’ cilik yang bikin heboh saat karnaval di Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, Sabtu (22/8/2015). Pemerannya adalah seorang anak-anak yang mengenakan seragam polisi.

Itulah salah satu gambaran ramainya karnaval. Dari pantauan, ada sekitar 35 instansi yang ada di Desa Ngembalrejo, kecamatan Bae, ikut meramaikan karnaval HUT ke-70 RI. Instansi tersebut mulai dari taman kanak-kanak (TK), SD, MI, MTs, MAN ,SMA serta perguruan tinggi STAIN Kudus.

Ketua panitia HUT RI Ngembalrejo Rifan mengatakan, dalam kemeriahan karnaval ini pihaknya mengikutsertakan sebanyak 35 intansi. Selain itu dari RT, RW dan tokoh masyarakat juga ikut serta.

Acara yang dimulai dari lapangan Ngembalrejo dan finis di Rumah Makan Bambu Wulung Dukuh Boto Kidul ini diharapkan dapat memberikan rasa kebersamaan terhadap instansi tersebut.

“Sebenarnya inti sari dari karnaval ini ialah bagaimana kita bisa mengakrabkan semua instansi tersebut. Sehinggga ke depannya bisa tercipta suasana yang kondusif,” imbuhnya.  (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

 

Ada Karnaval, Jalan Sepanjang Alun-alun Blora Hingga Gor Mustika Macet

Sejumlah peserta karnaval saat melakukan atraksi (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah peserta karnaval saat melakukan atraksi (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Sejak pagi tadi, Kota Blora diramaikan dengan pawai pembangunan dan Festival Barong Nusantara, dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-70. Jumlah peserta yang mencapai ribuan dan penonton yang membludak, sontak membuat jalanan yang dilalui peserta pawai menjadi macet.

Untuk rute yang dilalui peserta pawai adalah dari Alun-alun Blora, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani dan finish di GOR Mustika. ”Mecet memang, dan saya terpaksa harus memutar dari jalan yang biasa saya lalui, ujar Taufiq, salah satu pengguna jalan, Rabu (19/8/2015).

Terkait hal ini, pihak Satlantas Polres Blora, sudah melakukan antisipasi kamacetan, dengan mengalihkan jalur.

”Kami sudah mengantisipasi kemacetan dengan mengalihkan arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan dan pengguna jalan tidak terhalangi dengan kegiatan karnaval pembangunan,” ujar Kasatlantas Polres Blora AKP Eko Pujiono.

Ia katakan, untuk pengalihan dari arah timur menuju arah Purwadadi, para pengedara bisa mengambil arah dari Perempatan Bangkle belok kiri, hingga arah Pelem menuju Banjarejo.Sedangkan untuk arah tujuan ke Rembang, dari Perempatan Bangkle belok kanan. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Momen Puncak Hari Kemerdekaan jadi Ajang Umbar Janji Ketua DPRD Blora di Depan Rakyat

Tampak suasana kegiatan puncak Hari Kemerdekaan di Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 yang digelar Pemkab Blora pada Selasa malam (18/8/2015) di Alun-alun menjadi ajang janji politik pimpinan DPRD.

Sebab dalam sambutannya semalam, Ketua DPRD Blora Bambang Susilo menjanjikan bahwa lembaga yang dipimpinnya tersebut akan segera menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan 2015 dan melanjutkan dengan pembahasan RABPD 2016.

“Pembangunan di Kabupaten Blora harus tetap berjalan dan terus berjalan. Maka dari itu dengan momen semangat kemerdekaan ini, kami kalangan DPRD bertekad segera menetapkan APBD Perubahan 2015 tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun. Setelah APBD Perubahan 2015 selesai dibahas, akan kami lanjutkan dengan pembahasan Rancangan APBD 2016,” kata Bambang.

Mendengar janji DPRD tersebut, Plt Bupati Ihwan Sudrajat yang juga staf ahli gubernur ini menyambut baik upaya Bambang Susilo dan kawan-kawan dewan agar mempercepat penetapan APBD-P 2015 dan pembahasan RAPBD 2016.

“Saya senang, Pak Bambang Susilo secara tegas berkomitmen bahwa teman-teman dewan segera menyelesaikan pembahasan sampai penetapan APBD-P 2015. Kami akan mengawal hal ini, sampai pembahasan APBD 2016 juga dilakukan. Semoga ini akan menjadi kado manis untuk Blora agar pembangunan bisa segera berlanjut,” ungkap Ihwan. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

 

Pemuda Trangkil Hadiahkan Bambu Runcing untuk Veteran

Pemuda Karang Taruna Wijaya Kusuma Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati, beri penghargaan kepada tokoh Veteran sebagai ungkapan terima kasih telah turut berjuang untuk kemerdekaan. (Istimewa)

Pemuda Karang Taruna Wijaya Kusuma Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati, beri penghargaan kepada tokoh Veteran sebagai ungkapan terima kasih telah turut berjuang untuk kemerdekaan. (Istimewa)

 

PATI – Senin, 17 Agustus 2015 Karang Taruna Wijaya Kusuma Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati, mengadakan pawai kemerdekaan dengan melibatkan sekitar 150 peserta anak-anak, pelajar, dan pemuda.

Salah satu panitia Haris Rubiyanto mengatakan, peserta pawai berkumpul di halaman balai desa Trangkil pukul 15.00 WIB. Pawai dibuka oleh Kepada Desa Trangkil, Siti Damisih.

Sebelum pemberangkatan pawai, dalam rangka peringatan kemerdekaan, Karang Taruna Desa Trangkil memberikan kenang-kenangan berupa miniatur bambu runcing dan bendera merah putih kepada salah satu tokoh veteran, yang dahulu pernah menjadi Tentara Pelajar. Yakni H L. Soekarno yang berasal dari desa setempat.

”Pemberian miniatur tersebut sebagai wujud terimakasih generasi saat ini, atas perjuangan para pejuang-pejuang kemerdekaan,” ungkapnya.

Setelah pemberian kenang-kenangan tersebut, peserta berkeliling desa dengan memakai atribut merah putih, poster bertuliskan “sekali MERDEKA tetap MERDEKA”, disertai figuran tokoh Pangeran Diponegoro dan kuda tunggangannya, Soekarno, dan Soedirman.

Selain itu ada pengeras suara yang mengumandangkan suara Proklamasi dan lagu Kemerdekaan di sepanjang jalan. Rute pawai berkisar di ruas jalan desa sepanjang 3 km. Start dari balai desa kembali ke balai desa.

”Dengan adanya pawai, diharapkan mampu menghadirkan semangat Proklamasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di sekolah atau di kantor-kantor pemerintah,” harapnya. (TITIS W)

Parpol di Grobogan Diminta Berpartisipasi Pada Karnaval HUT RI

Suasana rapat yang digelar di Kantor KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rapat yang digelar di Kantor KPU Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain membahas soal kampanye, rakor yang dilangsungkan di Aula Kantor KPU Grobogan siang tadi juga menyinggung kegiatan karnaval. Dimana, pihak KPU mengajak semua pimpinan parpol untuk ikut kegiatan karnaval yang dilangsungkan Kamis (20/8) mendatang mulai pukul 13.00 WIB.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif mengungkapkan, menindaklanjuti surat dari panitia HUT ke-70 Kemerdekaan RI, pihaknya akan berpartisipasi mengikuti kegiatan karnaval, yang dibarengkan untuk kategori SMA, instansi dan umum. Pada karnaval nanti, KPU mendapatkan nomor urut 08.

Mengingat kegiatan itu melibatkan banyak orang, maka ajang itu bisa dijadikan sebagai sarana sosialisasi untuk meningkatkan pendidikan pemilih. Selain itu, melalui karnaval  bisa dipakai sebagai sarana menjalin kebersamaan dan kedekatan penyelenggara pemilu dengan parpol serta masyarakat.

“Partai politik yang ikut karnaval nanti kita tempatkan dibarisan setelah rombongan dari KPU. Adapun urutan barisan sesuai nomor urut masing-masing parpol,” terangnya.

Menurutnya, dalam karnaval nanti pihaknya melarang peserta untuk menampilkan hal apapun yang berkaitan dengan kampanye masing-masing pasangan calon peserta pilkada.

Kemudian, peserta juga dilarang menampilkan parade yang sifatnya provokatif dan bisa memancing tindakan kerusuhan serta tidak menampilkan atribut yang mengandung unsur SARA.

“Parpol hanya diperbolehkan membawa simbol atau gambar parpolnya masing-masing. Kami berharap, semua parpol bisa berpartisipasi dalam acara ini,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Awas,Jangan Terlena! Atribut PKI Bisa Muncul di Karnaval Peringatan HUT RI di Rembang

 Suko Mardiono, PJs Bupati Rembang saat memberikan arahan dalam di Resepsi HUT Kemerdekaan RI di Pendopo museum Kartini Rembang, Senin (17/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Suko Mardiono, PJs Bupati Rembang saat memberikan arahan dalam di Resepsi HUT Kemerdekaan RI di Pendopo museum Kartini Rembang, Senin (17/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bakal memperketat pengawasan dan mengantisipasi munculnya atribut kampanye seperti yang terjadi di Pamekasan Madura belum lama ini. Sebab dalam waktu dekat atau tepatnya pada 23 Agustus 2015, Pemkab setempat bakal menggelar karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 dan Hari Jadi ke-274 Kabupaten Rembang.

Suko Mardiono, Penjabat Sementara (PJs) Bupati Rembang meminta kepada masyarakat untuk sensitif dan responsif terhadap gejala-gejala yang terjadi di sekitarnya. PJs Bupati mengingatkan, saat karnaval menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan di Pamekasan Madura terdapat atribut dari partai yang sudah dilarang di bumi NKRI, yakni atribut PKI. Untuk itu dia meminta panitia kegiatan agar mengetatkan seleksi peserta.

“Kami minta kepada semua pihak jangan lalai, jangan terlena terhadap gerakan-gerakan tersebut yang nanti kalau kita biarkan akan menganggu kenyamanan dan ketenangan kita. Kami minta panitia untuk lebih teliti dalam menyeleksi peserta karnaval, jangan sampai ada peserta karnaval yang nantinya menorehkan cerita buruk kepada kita semua khususnya masyarakat Rembang,” ujar Suko Mardiono, Selasa (18/8/2015).

Hal senada juga diungkapkan oleh Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Wawan Indaryanto. Dia meminta kepada semua pihak agar tidak lengah dan disusupi peristiwa seperti yang terjadi di Pamekasan. Dia mengaku akan mengencangkan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi di Rembang. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

‘Banyak Uang dari Kotak Kas’ Pemda Jepara Berceceran Saat Karnaval

Peserta karnaval tampak mengikuti kegiatan, Selasa (18/8). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Peserta karnaval tampak mengikuti kegiatan, Selasa (18/8). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar karnaval. Ini masih dalam rangkaian kemeriahan HUT ke-70 RI.

Semua instansi Pemkab Jepara, baik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD dan instansi sekolah turut mengikuti karnaval ini.

Semuanya berdandan unik sesuai tema tugas dan wewenang dari instansi masing-masing. Misalnya, DPPKAD menampilkan kreasinya dengan membuat miniatur kotak kas penyimpanan uang daerah, Humas dengan miniatur tugasnya seperti peralatan siaran radio dan kehumasan, dan yang lainnya.

Acara ini digelar dengan berjalan kaki mulai dari depan kompleks Pendapa Kabupaten Jepara ke arah selatan sampai tugu Kartini, kemudian ke arah timur menyisir jalan Pemuda hingga di panggung kehormatan untuk dinilai.

Sejak acara ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, ribuan penonton memadati jalur yang digunakan untuk karnaval baik di jalan Kartini maupun di jalan pemuda. Tak hanya orang dewasa dan pemuda, tapi juga anak-anak yang turut ingin melihat langsung acara ini.

“Sudah nunggu di sini sejak tadi, ingin lihat acara karnaval,” kata salah seorang warga Demaan, Via kepada MuriaNewsCom, Selasa (18/8/2015). (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Inilah Pernyataan Tobat Napi Rutan Blora yang Mengharukan

Narapidana saat mendapatkan remisi bebas dari Rutan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Narapidana saat mendapatkan remisi bebas dari Rutan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Dua narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Blora bebas karena dapat remisi Hari Kemerdekaan RI. Mereka merupakan narapidana kasus pencurian dan kekerasan. Mereka adalah Nurhadi dari Jember dan Joko Wanto dari Sumbawa. Kedua ditangkap setelah melakukan aksi di wilayah Blora.

Joko Wanto, penerima remisi bebas mengungkapkan rasa senang dan gembiranya mendapat remisi bebas pada hari Kemerdekaan RI ini.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Yang membuat saya masuk rumah tahanan ini,” kata Joko, Senin (17/8).

Dia senang sekali. Bahkan, dia akan berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan dan memulai kehidupan baru dengan masyarakat sekitar. ”Tentunya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,” terangnya.

Diketahui, sebanyak 37 narapidana yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Blora mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Dari 85 narapidana yang diusulkan, 37 narapidana mendapatkan remisi. Dari 37 narapidana sudah mendapat remisi 2 di antaranya mendapat remisi bebas. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Datang ke Rutan, Plt Bupati Blora Bakar Handphone Napi

Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat saat melakukan pembakaran hanphone milik napi yang berhasil dirazia (MuriaNewsCom/Priyo)

Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat saat melakukan pembakaran hanphone milik napi yang berhasil dirazia (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Sebanyak 16 handphone milik narapidana yang terjaring razia petugas rumah tahanan (rutan) Blora dimusnahkan. Pemusnahan handphone dengan cara dibakar ini, bertepatan dengan pemberian remisi terhadap 37 napi dan dilakukan langsung oleh Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat.

”Ada 16 handphone milik narapidana yang terjaring razia selama 7 bulan, mulai Januari hingga Juli. Bertepatan dengan hari kemerdekaan ini, kami kumpulkan menjadi satu untuk di musnakan,” ujar Kepala Rutan Blora Andi M. Syarif,Senin(17/8/2015).

Pemusnahan yang dilakukan oleh Plt Blora ini, disaksikan unsur Muspida Kabupaten Blora. Pemusnahan tersebut, katanya, berkaitn dengan adanya aturan yang melarang narapidana membawa handphone.

“Pelarangan membawa handphone, harus harus ditaati napi. Karena dikawatirkan alat komunikasi itu bisa digunakan sebagai alat untuk melarikan diri, misalnya dengan menghubungi orang yang berada di luar rutan.” ungkapnya

Selain itu, ponsel tersebut dikhawatirkan digunakan untuk sarana transaksi jual beli narkoba dengan orang luar rutan dan penipuan, bahkan hal-hal lain yang memicu kriminalitas.

”Kami tidak menginginkan hal itu terjadi di rutan, jadi untuk mengantisipasi hal tersebut kami lakukan pemusnahan handphone dengan di saksikan oleh para Muspida,” katanya.

Pihaknya berharap dengan pemusnahan ini nantinya para narapidana bisa mentaati peraturan yan sudah ada dan bisa tertib. Sehingga, kedepan bisa membawa perubahan pada diri napi selama berada didalam rutan. (PRIYO/KHOLISTIONO)