Pendaftaran Dibuka,  Berikut Syarat KASKUS Half Marathon di Kudus

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork menjelaskan tentang perlombaan KASKUS Half Marathon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan KASKUS Half Marathon baru dilaksanakan Minggu (24/9/2017) bulan depan. Meski begitu, pendaftaran untuk mengikuti kegiatan sudah dibuka oleh panitia, baik secara online maupun offline.

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, pendaftaran secara online dibuka sejak 8 Agustus lalu hingga 10 September 2017 dengan alamat www.kaskuskudushalfmarathon.com.  Sedangkan untuk pendaftaran secara offline, dimulai 25-27 Agustus 2017, 1-3 September 2017 dan  8-10 September 2017.

“Pendaftaran secara offline dapat langsung ke kantor Bupati Kudus mulai jam 12.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Bagi warga Kudus bisa langsung ke kantor Bupati,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7 Semarang, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, publikasi kegiatan baru mulai dikerjakan hari ini. Meski demikian, tercatat sekitar 500 pendaftar lomba dari taget 3.100 peserta sudah mendaftar. Mereka melakukan pendaftaram setelah melihat dan mendaftar dari KASKUS .

Baca Juga : Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Mengenai biaya pendaftaran, kata dia, untuk half marathon Rp 125 ribu, 10 Kilometer Rp 100 ribu dan 5 Kilometer Rp 75 ribu. Sedang untuk yang Kids fun run 1 kilometer Rp 75 ribu. Biaya pendaftaran tersebut, akan dikembalikan bentuk kaos peserta, nomor dada dengan timing chip, race guide, tas peserta, dan produk dari sponsor.

Sementara itu disinggung mengenai biaya, Ronny menyebutkan, total hadiah mencapai Rp 84 juta. Dengan rincian juara Half Marathon Rp 12 juta, runner up Rp 8 juta, dan peringkat tiga Rp 4 juta.

Kemudian untuk Marathon 10 kilometer, juara mendapat Rp 6 juta, runner up Rp 4 juta dan peringkat tiga Rp 2 juta. Kemudian untuk Marathon 5 kilometer, juaranya Rp 3 juta, runner up Rp 2 juta dan peringkat tiga Rp 1 juta.

“Sedangkan untuk yang Kids Fun Run 1 kilometer. Tidak ada hadiahnya lantaran itu untuk hiburan untuk  anak bersama dengan keluarga,”ujarnya.

Sementara itu, Darditio Santoso, Even Organizer (EO) kegiatan dari DND Production mengatakan, kalau rute lari dimulai dari Simpang Tujuh Kudus dan ke utara lewat Oasis kemudian ke timur hingga perempatan UMK  dan diteruskan ke utara hingga ke Perusahaan Air Minum Cleo dan tembus ke Kantor Kecamatan Bae dan kembali ke Simpang Tujuh.

Sedangkan untuk syaratnya berusia minimal 15 tahun dan maksimal 90 tahun. Sedang Kids fun run 1 kilometer minimal tiga tahun maskimal 12 tahun. Cut off time, Marathon 3,5 jam, 10 Kilometer 2 jam dan 5 Kilometer 1,5 dan Kids fun run 1 jam. 

“Selain itu, peserta harus dalam keadaan sehat dan berlari di jalur yang disediakan panitia, ” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Bupati Kudus Musthofa (tengah) saat press conference di Crystal Palace lt 7, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten Kudus bakal memasuki hari jadi ke 468 pada September mendatang. Untuk memeriahkan hari jadi tersebut, KASKUS menggelar acara KASKUS Kudus Half Marathon dalam sejumlah kriteria.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, KASKUS Kudus Half Marathon ini bakal digelar Minggu (24/9/2017). Kegiatan tersebut, terselenggara dari kerjasama antara Pemkab Kudus dengan komunitas online, KASKUS.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan KASKUS. Ini merupakan mimpi saya setelah menjabat hampir 10 tahun di Kudus, yang akhirnya terwujud,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7, Crowne Hotel, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, perayaan ulang tahun ke-468 ini memiliki tujuan untuk menunjukkan perkembangan Kota Kretek kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya kegiatan Marathon juga menjadi promosi Kabupaten Kudus, mulai dari kuliner, wisata, budaya, dan juga keindahan alam. 

Sementara itu, Ronny W. sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, dalam perlombaan nanti, terdapat empat kategori yang dolombakan dalam acara tersebut. Yaitu, Half Marathon (21 K) 10 kilometer, 5 kilometer dan Kids fun run 1 kilometer.

Dijelaskan, pihak KASKUS memilih Kudus, karena memenuhi sejumlah kriteria dalam perlombaan marathon. Selain jalannya yang sudah mulus, pemandangan alamnya juga dianggap indah dengan background Gunung Muria. 

“KASKUS ini kan dari Sabang sampai Merauke, setelah sebelumnya kami membuat acara lari di Jakarta, kami juga membuat di wilayah lain. Apalagi, pengakses KASKUS juga banyak dari Semarang dan sekitarnya, termasuk Kudus,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Ini Ucapan dan Harapan Pimpinan DPRD untuk HUT ke 467 Kudus

iklan-e

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus merayakan hari jadinya yang ke 467 tahun hari ini. Ada ucapan dari harapan yang disampaikan pimpinan DPRD Kudus terkait momen tersebut.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, ada banyak perubahan di Kudus. Terutama pada kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini. ”Baik itu dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, dan pembangunan lain, semua sudah meningkat dengan baik,” katanya, Jumat (23/9/2016).

Terutama dari segi pemerintahan. Menurut Masan, kesadaran aparat pemerintah sendiri, juga meningkat. Termasuk untuk mengedepankan pelayanan yang baik kepada seluruh masyarakat.

”Bahwa melayani masyarakat adalah salah satu prioritas bagi semua pihak. Dan aparat pemerintah, sudah melakukannya sebaik mungkin. Namun memang perlu ditingkatkan terus soal pelayanan ini,” terangnya.

Salah satu contoh yang diharapkan bisa terus meningkat pelayanannya adalah bidang kesehatan. Dari mulai tingkat puskesmas hingga ke tingkat atas. ”Semua harus ditingkatkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan sebaik-baiknya,” katanya.

Masan mengatakan bahwa ke depannya kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif juga bisa ditingkatkan. Sehingga bisa menjadi partner yang baik dalam menjalankan pemerintahan yang ada. ”Karena kalau kedua belah pihak bersinergi, maka saya yakin Kudus akan lebih maju lagi ke depannya,” tegasnya.

Tujuan pemerintah untuk makin menyejahterakan masyarakat, menurut Masan, akan semakin mudah dicapai, kalau kemudian mendapat dukungan dari semua pihak. Sinergitas antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, akan memperkuat hal itu. ”Dengan begitu, masyarakat akan semakin sejahtera,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan pimpinan DPRD Kudus lainnya. Yakni Ilwani, Nurhudi, dan Dhedy Prayogo. Menurut Ilwani, apa yang sudah dicapai Kudus saat ini, haruslah dipertahankan.

”Kudus kan, sudah banyak perubahan, sudah maju dari berbagai sektor. Itu yang kemudian harus ditingkatkan ke depannya. Sektor yang belum tergarap dengan baik, namun dengan potensi yang besar, harus juga ditingkatkan lagi pengembangannya,” terangnya.

Ilwani juga mengatakan bahwa masyarakat juga harus mendukung penuh upaya yang dilakukan pemerintah, dalam menjalankan roda pemerintah. Karena tanpa dukungan masyarakat, maka apa yang diinginkan supaya kabupaten ini semakin maju, akan sulit dilaksanakan.

”Karena semua hal itu, tidak hanya pemerintah saja yang harus turun tangan. Namun peran serta masyarakat juga penting. Kalau saling bersinergi, maka saya yakin jika kemudian Kudus akan bisa semakin baik ke depannya,” jelasnya.

Editor: Merie

 

Juara Karnaval Budaya Diumumkan Pada Pembukaan Kudus Expo

Peserta karnaval budaya HUT Kudus ke-466 (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peserta karnaval budaya HUT Kudus ke-466 (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pengumuman Juara lomba karnaval budaya HUT Kudus ke-466 yang diselenggarakan Sabtu malam lalu, hingga kini masih belum dapat diumumkan. Rencananya, pengumuman akan dilakukan pada pembukaan Kudus Expo yang diselenggarakan pada 16 Oktober besok.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda Kudus Budi Rakhmat. Menurutnya pengumuman pemenang lomba karnaval budaya baru akan dilakukan pada pembukaan expo dalam rangka Hari Jadi Kudus ke 466.

“Insya Allah pengumuman akan dibacakan pada pembukaan expo. Rencananya akan diumumkan pada pada malam hari, waktu pembukaan acara,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam kegiatan karnaval budaya, terdapat jumlah peserta sekitar 30 kelompok. Untuk setiap kelompoknya terdiri dari 20 hingga 40 anggota. “Semuanya dinilai dan baru akan diumumkan pada pembukaan expo. Untuk expo sendiri, bakal berlangsung selama enam hari, yakni pada 16 hingga 21 Oktober. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Peserta Karnaval Budaya HUT Kudus Deg-degan Tunggu Pengumuman Juara

Peserta karnaval budaya HUT Kudus ke-466 (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peserta karnaval budaya HUT Kudus ke-466 (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para peserta karnaval budaya HUT Kudus ke-466, saat ini masih gelisah menunggu hasil pengumuman juara. Karena  hingga saat ini, juara karnaval budaya tersebut belum diumumkan.

Seperti halnya yang dialami SMP 2 Kudus. Pihak sekolah menanti adanya pengumuman lomba tersebut sedari mengikuti karnaval budaya yang berlangsung beberapa hari lalu.

“Kami masih menunggu hasil pengumumannya. Siapa saja yang bakal menang dalam kegiatan tersebut,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Menurutnya, pihaknya tidak mengetahui kapan pengumuman akan diberikan. Pihak sekolah hanya menunggu pengumuman dan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

“Mudah mudahan bisa menang, itu yang diharapkan. Namun, kalau tidak menang, ya tidak menjadi masalah,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Pawai Kendaraan HUT Kudus Akan Bikin Macet, Perhatikan Rutenya

Pawai kendaraan akan dilakuikan di Kabupaten Kudus untuk meramaikan Hari Jadi ke-466 Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pawai kendaraan akan dilakuikan di Kabupaten Kudus untuk meramaikan Hari Jadi ke-466 Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Bagi yang ingin menghabiskan akhir pekan di Kabupaten Kudus pekan ini, memang perlu bersabar. Pasalnya, ada banyak agenda yang kemudian bisa membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Setelah karnaval budaya yang berlangsung Sabtu (10/10/2015) malam tadi, siang ini giliran pawai kendaraan yang akan digelar. Tepatnya mulai pukul 11.00 WIB.

Pawai ini akan mengambil rute di sejumlah ruas jalan di Kudus. Dan bagi yang kemudian akan berkendara di di jalur-jalur Kudus, perhatikan benar rute yang akan ditempuh peserta pawai.

Waktu pawai akan dimulai pukul 11.00 WIB. Ada sejumlah titik atau lokasi yang akan menjadi tempat berkumpulnya peserta pawai. Jalur-jalur utama akan dipenuhi dengan peserta pawai.

Sepanjang jalan dari Perempatan Pura Kencing hingga ke Alun-alun Kudus, akan menjadi tempat berkumpulnya kendaraan yang akan mengikuti pawai. Sehingga jalur utama masuk Kudus ini akan sangat padat sekali.

Peserta pawai kemudian akan berjalan ke arah Alun-alun Kudus untuk mengikuti pembukaan dan start, yang rencananya akan diberangkatkan Bupati Kudus H Musthofa.

Dari alun-alun, rute yang ditempuh peserta adalah Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Raya Kudus-Pati hingga ke jalan kampus STAIN. Kemudian berbelok ke arah jalur kampus STAIN ke utara sampai ke Balai Desa Gondangmanis, Bae.

Lantas, peserta akan konvoi menuju ke Dukuh Karangpanas hingga ke Simpang Tiga Cendono. Dilanjutkan sampai ke Tugu Dawe, yang kemudian berbelok ke kiri untuk menuju ke garis finish.

Garis finish sendiri adalah di lapangan Dawe. Di sinilah seluruh peserta akan berkumpul menjadi satu. Sehingga bisa dipastikan, hari ini jalur utama Kudus hingga jalur menuju ke arah Colo, Dawe, akan sangat padat. Sehingga disarankan, untuk bisa menghindari rute-rute tersebut. (MERIE)

Pawai Kendaraan HUT Kudus Digelar Siang Ini

Pawai kendaraan akan dilakuikan di Kabupaten Kudus untuk meramaikan Hari Jadi ke-466 Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pawai kendaraan akan dilakuikan di Kabupaten Kudus untuk meramaikan Hari Jadi ke-466 Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Rangkaian kegiatan HUT ke 466 Kudus masih terus berlangsung. Setelah malam tadi digelar karnaval budaya bertajuk ”Gusjigang” pada Sabtu (10/10/2015), maka pada Minggu (11/10/2015) siang ini, giliran pawai kendaraan yang digelar.

Aneka kendaraan hias akan menjadi peserta pawai. Sehingga dipastikan jalan-jalan utama di Kabupaten Kudus akan macet akibat adanya kegiatan ini.

Beberapa perusahaan, lembaga, instansi, ataupun pihak swasta, serta masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Kudus, diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ketua panitia pawai kendaraan Adi Sumarno yang juga kepala Bidang Kominfo pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus mengatakan jika pawai kendaraan ini memang salah satu rangkaian acara HUT Kudus.

”Ini hanya satu dari sekian banyak rangkaian kegiatan HUT Kudus. Kami memang ditunjuk menjadi leading sector dalam pawai kendaraan ini. Dan kami targetkan ratusan kendaraan akan mengikuti kegiatan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (11/10/2015).

Yang akan mengikuti pawai kendaraan ini, bukan hanya kendaraan roda dua saja. Melainkan juga kendaraan roda empat. Nantinya masing-masing peserta akan menghias kendaraan yang dipakai untuk pawai.

Jadi, akan dipastikan jika pawai kendaraan ini akan berlangsung sangat meriah. Dan tentunya akan membuat jalan-jalan yang ada di Kabupaten Kudus kembali macet. (MERIE)

Asisten II : Kirab Budaya atau Carnival Tak Masalah, Semuanya Sudah Diatur

Budi Rakhmat Asisten II Sekda Kudus. (MuriaNesCom/Faisol Hadi)

Budi Rakhmat Asisten II Sekda Kudus. (MuriaNesCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kebingunan peserta Kirab Budaya dalam rangka hari jadi Kudus ke 466 antara budaya dengan modern Carnival. Nampaknya tidak menjadi kendala yang berarti bagi panitia. Sebab panitia mempersilakan peserta untuk memilih.

Asisten II Sekda Kudus Budi Rakhmat mengatakan, pihak panitia tidak masalah apakah peserta bakal menggunakan tema tradisional ataupun modern. Sebab bagi panitia hal itu menambah suasana perayaan lebih ramai.

”Tidak masalah, akan lebih meriah jika semacam itu. Lagian ini juga untuk masyarakat Kudus, jadi lebih semarak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, panitia pusat juga sudah membagi tugas dalam rangkaian hari jadi Kudus. Untuk kirab tersendiri langsung diambil alih Dunas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus. Termasuk juga membagi peserta kelompok mana saja yang modern dan tradisional.

Hanya, kepala Disbudpar Kudus Sunardi masih bungkam mengenai hal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak punya hak angka suara soal hari jadi Kudus.
”Wah saya tidak berani bicara banyak. Itu kewenangan di pak asisten, jadi mohon maaf belum bisa jawab,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kirab Budaya Hari Jadi Kudus Digelar Malam Hari

Budi Rakhmat Asisten II Sekda Kudus. (MuriaNesCom/Faisol Hadi)

Budi Rakhmat Asisten II Sekda Kudus. (MuriaNesCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kegiatan Kirab Budaya dalam rangka hari jadi Kudus ke 466, bakal diselenggarakan pada 10 Oktober mendatang. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan kirab tahun ini diselenggarakan malam hari.

Hal itu diungkapkan Asisten II Sekda Kudus Budi Rakhmat. Menurutnya, panitia sengaja mengambil waktu malam hari tanpa alasan. Melainkan waktu malam hari diprediksi bakal lebih meriah.

”Caranya kan malam jadi peserta tidak kepanasan. Selain itu, dari rombongan peserta juga menggunakan unsur lampu, jadi terlihat lebih menarik,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, peserta lebih memilih diselenggarakan malam hari sehingga diperkirakan semakin banyak yang ikut. Yakni mencapai 40 kelompok dengan tiap kelompok 30 sampai dengan 40 orang. Jumlah personel yang banyak tersebut tentu membuat waktu panjang untuk menempuh perjalanan.

Terlebih, acara kirab dilangsungkan sekitar pukul 19.00 WIB. Agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan waktu salat.

Mengenai rute, bakal dimulai dari Simpang Tujuh bagian selatan menuju pendapa. Kemudian para peserta terus menuju lokasi finish yang terdapat di SMP 3 Kudus atau sekitar polres Kudus. (FAISOL HADI/TITIS W)

Rayakan Hari Jadi Kudus dengan Kirab Budaya atau Carnival?

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rangkaian acara hari jadi Kudus ke 466, masih belum berakhir. Rencananya sebentar lagi bakal ada agenda Kirab Budaya yang bertemakan Gusjigang. Hanya dalam kemeriahan tersebut membingungkan para peserta, lantaran ada dua putusan. Yakni antara Kirab Budaya dengan Carnival.

Seperti halnya yang diutarakan dari UPT Kecamatan Jati Supriyadi Santoso. Menurutnya, sebagai perancang kirab asal Jati, pihaknya masih bingung mengenai aturan Kirab Budaya.

”Hasil rapat masih belum jelas. Masih bingung antara Kirab Budaya Gusjigang ataukah yang modern dengan bentuk Carnival,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika melihat dari tema yang diangkat, seharusnya tema kirab adalah murni dari budaya. Bukan hanya budaya umum saja, melainkan juga budaya dan adat Kudus secara keseluruhan.

Selain itu, jika dilakukan Carnival, maka waktu yang tersedia juga semakin mepet. Sebab pelaksanaannya 10 Oktober mendatang, sehingga persiapannya dikhawatirkan kurang matang.

”Kalau Carnival juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)