Ini Nih Tempat Baru yang Keren Buat Swafoto di Jepara

Puluhan payung melayang warna-warni di Perumahan Griya Jepara Asri yang membuat suasana perumahan semakin syahdu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Beragam cara dilakukan warga Jepara dalam memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Satu di antaranya dengan menghias kampung.

Hal itu pula yang dilakukan warga Perumahan Griya Jepara Asri, Kelurahan Mulyoharjo RT/RW 8/4, Kecamatan Jepara. Mereka menghias areal jalan permukiman dengan payung warna-warni melayang.

Suasana semakin syahdu jika malam tiba, puluhan payung tersebut akan berpendar karena di bawahnya telah diletakan bohlam kecil.

Arif Sasongko warga setempat mengungkapkan, ide hiasan payung tersebut muncul secara spontan dari obrolan penduduk perumahan itu. Lantaran di kampung tersebut akan diadakan penilaian lomba antargang, menyambut ulang tahun Indonesia.

“Kemarin hasil ngobrol-ngobrol dengan warga kampung, kami akhirnya sepakat menambah ornamen payung yang diberi penerangan lampu. Jadi kalau malam hari nampak indah,” katanya, Rabu (16/8/2017) pagi.

Menurutnya, setelah obrolan tersebut warga kemudian beriur sesuai kemampuan mereka. Iuran itu dipergunakan untuk membeli payung sejumlah 45 buah secara bertahap dan aksesoris penunjang lain.

Arif mengatakan, dari panjang jalan perumahan sekitar 700 meter, baru lebih kurang 50 meter yang telah diberi payung plus lampu kecil. Sementara sisanya, baru dihias dengan payung melayang saja.

“Rencananya sisa (jalan) nanti akan dipasang payung dan diberi lampu. Untuk sementara baru segini saja,” tuturnya. 

Ia mengungkapkan, setelah penjurian lomba antargang payung-payung itu tak lantas dibredel. “Rencana dipertahankan, kalau ada yang mau foto-foto di gang ini juga silakan,” ujarnya sambil menyungging senyum. 

Editor : Ali Muntoha

Sepak Bola Bapak-bapak Berdaster di Winong Undang Gelak Tawa Penonton

Bapak-bapak yang mengenakan daster mengikuti Hari Kemerdekaan dengan sepak bola di Desa Winong, Kecamatan Winong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bapak-bapak yang mengenakan daster mengikuti Hari Kemerdekaan dengan sepak bola di Desa Winong, Kecamatan Winong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sepak bola bapak-bapak berdaster yang digelar warga Desa Winong RT 1 RW 3, Kecamatan Winong, Pati menuai gelak tawa pengunjung yang hadir. Tak hanya warga, sejumlah pengendara yang melintas menyempatkan diri untuk berhenti dan menonton.

Tak sekadar berdaster, bapak-bapak juga diminta untuk berjoget saat musik dangdut terdengar. Setelah musik dangdut berhenti, mereka kembali melanjutkan sepak bola, demikian seterusnya.

“Sepintas, kegiatan ini tidak ada relevansinya dengan kemerdekaan RI. Tapi, acara ini sebetulnya menjadi obat warga yang setiap hari harus bekerja dalam rutinitas. Selain itu, simpul persaudaraan, persatuan dan kesatuan diharapkan bisa terpupuk melalui kegiatan ini,” kata Ketua Panitia Ajik Suraji kepada MuriaNewsCom.

Kegiatan tersebut juga menggandeng mahasiswa dari Universitas Muria Kudus (UMK) yang kebetulan tengah KKN di desa tersebut. Selain lomba sepak bola bagi bapak-bapak berdaster, warga juga menggelar balap karung berdaster, lomba balap kelereng dalam sendok, makan kerupuk, memasukkan pensil dalam botol, dan memecahkan air dalam plastik dengan mata tertutup. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Meriahkan HUT RI, Bapak-bapak di Winong Ikuti Pertandingan Sepak Bola Menggunakan Daster

Bapak-bapak mengenakan daster dalam pertandingan sepak bola di Desa Winong, Kecamatan Winong, untuk memeriahkan HUT RI  (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bapak-bapak mengenakan daster dalam pertandingan sepak bola di Desa Winong, Kecamatan Winong, untuk memeriahkan HUT RI (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah bapak di Desa Winong, Kecamatan Winong,Pati mengikuti lomba sepak bola dengan mengenakan daster. Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Seperti halnya pemain sepak bola profesional, beberapa pemain yang berhasil menjebol gawang lawan melakukan selebrasi bersama teman-teman satu timnya. Sontak, kegiatan tersebut mengundang tawa warga yang menontonnya.

Selain memperingati HUT RI, kegiatan tersebut menjadi wahana bagi warga sekitar untuk melepaskan penat di tengah rutinitas kerja sehari-hari. “Ini bukan hanya seremonial memperingati HUT RI, tetapi juga diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan,” ujar Ketua Panitia Ajik Sutaji kepada MuriaNewsCom.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. “Hiburan itu juga penting. Jadi, event ini memiliki tiga makna sekaligus, yakni peringatan Hari Kemerdekaan, hiburan, dan dari aspek sosial bisa merekatkan,” tandasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bupati Kudus Musthofa Potong Tumpeng Ditengah Kerumunan Warga

Bupati Kudus H Musthofa saat memotong tumpeng di depan pendapa kabupaten. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa saat memotong tumpeng di depan pendapa kabupaten. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke 70 pemkab Kudus menggelar tasyakuran di pendapa Sabtu sore (16/8/2015). Acara dihadiri seribuan warga dari berbagai unsur PNS, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para relawan diawali dengan qotmil Quran dari para santri Yanbu’ul Quran.

Ada yang istimewa pada tasyakuran peringatan HUT tahun ini. Pada tahun sebelumnya hanya dihadiri puluhan orang, namun pada HUT kali ini ribuan warga turut hadir. Selain itu potong tumpeng oleh Bupati Kudus H Musthofa yang biasanya seremonial di depan para tamu undangan, kali ini dilaksanakan di tengah-tengah kerumunan warga tepatnya di depan kuncungan pendapa.
Bupati dalam sambutannya menyatakan dalam tasyakuran kali ini dirinya ingin berbaur dengan warga. Dimaksudkan agar tidak ada jarak antara pimpinan dan masyarakat.

”Kami mengajak untuk memaknai kemerdekaan ini dengan bekerja dan berkarya dengan kesungguhan demi kemajuan Kudus. Hargai perjuangan dan jasa para pahlawan yang telah membuat negeri ini terbebas dari penjajah 70 tahun lalu, dengan semangat dan kerja keras membangun demi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Sebagai rangkaian peringatan HUT akan diadakan renungan suci di TMP pada tengah malam (16/8/2015) pukul 00.00 wib dan esok hari (17/8/2015) dilaksanakan upacara detik-detik proklamasi yang dipusatkan di lapangan Alun-alun Simpang tujuh Kudus. (TITIS W)

Peringati HUT RI FPTI Gelar Kompetisi Sekaligus Cari Atlet Baru

Salah satu peserta kompetisi panjat tebing KU tingkat SD sedang unjuk kemampuannya. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu peserta kompetisi panjat tebing KU tingkat SD sedang unjuk kemampuannya. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Dalam rangka memeriahkan HUT Ke 70 kemerdekaan RI, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Blora bekerja sama dengan KONI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menggelar kompetisi panjat tebing kelompok usia (KU) tingkat SD se Kabupaten Blora. Kejuaraan yang di gelar kembali setelah lama vakum ini, menarik perhatian para guru olahraga SD untuk mengikut sertakan peserta didiknya.

”Kompetisi panjat tebing KU ini digelar dalam rangka untuk ikut memeriahkan hari kemerdekaan RI ke 70,” jelas Ketua Panitia Zahari Purnama, Minggu (16/8/2015).

Menurutnya, selain untuk memeriahkan HUT Kemerdakaan RI kompetisi ini juga untuk mencari bibit atlet panjat tebing Kabupaten Blora. ”Jadi dengan memperingati hari kemerdekaan sekaligus kami jadikan pencariaan bibit atlet panjat tebing di wilayah Blora,” ungkapnya.

Dari hasil komepetisi panjat tebing Ku SD kategori Lead Spider Kids Putri ini juara diraih oleh Nabila dari SDLB Jepon. Juara dua diraih Risky dari SD Ngliron II dan juara tiga diraih oleh Deva dari SD Tunjungan I. Sedangkan di kategori Lead Spider Kids Putra juara diraih Ahmad Hafid Robiatur dari SD Andongrejo II, juara dua Ahmad Anang Huasin dari SD Temengeng II dan juara tiga diraih oleh Riko SD Kamolan I. Bagi pemenang diberikan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam. (PRIYO/TITIS W)

Lomba Mancing Jadi Tradisi Baru Sambut Hari Kemerdekaan

Salah satu warga mengikuti lomba mancing di Desa Payang, Kecamatan Pati, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah satu warga mengikuti lomba mancing di Desa Payang, Kecamatan Pati, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Lomba memancing ikan di kolam atau sungai menjadi salah satu tradisi baru warga Pati untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, Warga Desa Payang, Kecamatan Pati yang menggelar lomba mancing untuk memperingati Hari Kemerdekaan, Minggu (16/8/2015).

Kegiatan tersebut disambut warga dengan gegap gempita. Sedikitnya 2.000 peserta dari berbagai daerah ikut lomba menangkap ikan dengan kail tersebut.
”Saya ikut lomba mancing di Payang, karena hobi. Meskipun rumah saya jauh, tapi ini untuk menyalurkan hobi. Terlebih, acara ini sebagai salah satu agenda untuk memperingati Hari Kemerdekaan,” ujar Suwadi, warga Desa Kalimulyo, Kecamatan Jakenan.

Ia mengatakan, lomba mancing merupakan tradisi baru untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan yang selama ini dirayakan dengan panjat pinang, balap karung, dan sebagainya.

”Setahu saya, lomba mancing mulai digemari warga Pati tak lebih setahun yang lalu. Sekarang ini, hobi tersebut dijadikan ajang untuk merayakan Kemerdekaan RI,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

140 Penari Drama Kolosal Palagan Ambarawa Siap Pentas Besok

Sejumlah pemeran saat melakukan gladi bersih drama tari kolosal di Alun-Alun Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah pemeran saat melakukan gladi bersih drama tari kolosal di Alun-Alun Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Untuk menyemarakan HUT Ke 70 Kemerdekaan RI besok, Kodim 0721/Blora bersama Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) melakukan gladi bersih drama kolosal Palagan Ambarawa yang dipentaskan sebelum upacara 17 Agustus 2015. Hingga H-1 pelaksanaan, para pemeran masih melakukan pematangan drama tari kolosal perang palagan ambarawa ini.

”Persiapan hingga hari ini sudah 95 persen, tinggal keserasian kostum dan peralatan saja. Namun untuk besok semua kru sudah siap untuk menampilkan drama kolosal Palagan Ambarawa besok pagi,” jelas koordinator umum dan penggagas ide Mayor Kav Burhanuddin St, Minggu (16/8/2015).

Menurutnya, tujuan drama tari kolosal Palagan Ambarawa ini agar sebelum melakukan pengibaran bendera merah putih, peserta upacara lebih khidmat dan bisa memaknai arti kemerdekaan yang sudah 70 tahun.

”Nantinya drama dipentaskan oleh 140 personel, yang terdiri personel Kodim 0721/Blora, 410 Alugoro, dan sejumlah siswa dari masing-masing sekolah juga turut berperan,” ungkapnya.

Mengambil kolosal perang Palagan Ambarawa dikarenakan mengangkat sosok Jendral Sudirman yang sederhana dan bersahaja. Selain itu sosok beliau juga patut dicontoh yang berjuang demi bangsa Indonesia.

”Mengingat baru kali pertama diselenggarakan, semoga kegiatan ini bisa dijadikan agenda rutin oleh pemerintah sebelum melakukan pengibaran bendera merah putih,” harapnya. (PRIYO/TITIS W)

Ingin Lihat Kolosal Jendral Sudirman, Saksikan di Dua Tempat Ini

Ratusan petugas yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP hingga pelajar tingkat SMP, dan juga SMA gladi bersih di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mempersiapkan pertunjukkan pentas kolosal sejarah Jendral Sudirman untuk 17 Agustus besok. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ratusan petugas yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP hingga pelajar tingkat SMP, dan juga SMA gladi bersih di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mempersiapkan pertunjukkan pentas kolosal sejarah Jendral Sudirman untuk 17 Agustus besok. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Pementasan kolosal jenderal sudirman dapat dinikmati oleh masyarakat umum, khususnya di Kudus. Masyarakat dapat melihat pementasan di dua tempat, yaitu di Alun-alun simpang tujuh dan di Jati.

Hal itu diutarakan Wagiman sutrisno, Kasi Pengembangan Sumber Daya Pemuda pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Menurutnya, pementasan dalam peran yang sama bakal dipentaskan di dua tempat di lokasi yang berbeda.

”Kami bakal menegaskan di simpang tujuh dengan jumlah pemain yang mencapai ratusan pemeran. Sedangkan yang kedua diperankan di Jati,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, yang membedakan pementasan kolosal di simpang tujuh dengan di Jati hanya pada jumlah pemainnya. Jika di simpang tujuh berjumlah 123 pemain, namun di Jati hanya berjumlah 22 pemkab saja yang diambil dari siswa SMA.

Meski lebih simpel dalam hal jumlah pemain, namun dipastikan tidak akan kalah menarik. Batunya masyarakat yang tidak dapat menyaksikan pementasan di simpang tujuh dapat langsung melihatnya di Jati. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ratusan Petugas Siap Pentas Kolosal Sejarah Jendral Sudirman

Ratusan petugas yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP hingga pelajar tingkat SMP, dan juga SMA gladi bersih di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mempersiapkan pertunjukkan pentas kolosal sejarah Jendral Sudirman untuk 17 Agustus besok. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ratusan petugas yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP hingga pelajar tingkat SMP, dan juga SMA gladi bersih di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mempersiapkan pertunjukkan pentas kolosal sejarah Jendral Sudirman untuk 17 Agustus besok. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Ratusan petugas sudah bersiap menyuguhkanya dalam aksi teatrikal. Para pemeran dirancang khusus guna memerankan gambaran tentang perjuangan jenderal Sudirman dalam merebut kemerdekaan.

Perancang teatrikal Etik Dwi A. mengatakan, dalam merancang konsep pementasan tersebut membutuhkan waktu hingga tiga hari lamanya, meski demikian tidak memerlukan waktu lama dalam melatih para pemeran agar siap mementaskan pertunjukkan tersebut.

”Latihannya membutuhkan waktu empat hari. Saya kira sudah siap dalam mementaskan besok (Senin, 17/8/2015) di Alun alun Simpang Tujuh ini,” katanya kepada MuriaNewsCom usai gladi bersih, Minggu (16/8/2015).

Dalam memerankan naskah sekitar 15 menit itu, dibutuhkan jumlah pemain mencapai 123 orang, jumlah tersebut diambil dari berbagai kalangan, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP hingga pelajar tingkat SMP, dan juga tingkat SMA.

Menurutnya, pementasan itu sengaja dipentaskan guna mengenang jasa jenderal yang membantu kemerdekaan Indonesia. Dan meski baru kali pertama dibuat, namun pemeran nampak antusias dalam memerankan pementasan bersejarah itu.

”Kendalanya mengoptimalan, karena pemeran yang banyak sehingga harus mengompakkan para pemain. Namun saya lihat mereka sudah siap,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Lomba Gendong Istri, Undang Gelak Tawa Penonton

Beberapa pasutri uji kekompakannya mengikuti lomba keseimbangan balon yang mengundang gelak tawa para penonton lomba. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Beberapa pasutri uji kekompakannya mengikuti lomba keseimbangan balon yang mengundang gelak tawa para penonton lomba. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

 

JEPARA – Berbagai lomba digelar dalam rangka HUT Ke 70 Kemerdekaan RI diselenggarakan di Dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015), berlangsung sangat meriah. Tak heran jika banyak warga dusun dan desa tetangga datang dan menyaksikan aneka perlombaan tersebut.

Dan yang tak ingin dilewatkan adalah kemeriahan lomba gendong istri. Aksi malu-malu kucing pun mengundang tawa para penikmat lomba. Karena itu, Heri Purwanto selaku Kamituo Dukuh Sentul, Desa Bategede, berharap tahun depan bisa menggelar HUT dengan acara yang lebih menarik.

”Tahun depan kami berniat menggelar lomba seperti ini lagi. Tapi konsepnya berbeda. Harapannya supaya lebih meriah,” tandasnya.

Heri menambahkan, selain lomba lari menggendong istri, panitia juga menyediakan lomba-lomba menarik. Di antaranya, lomba tarik tambang perempuan, lomba bakiak perempuan, voli bapak-bapak berdaster, makan kerupuk, pensil botol, panjat pinang, dan masih banyak lainnya.

”Ini sekadar untuk memperingati hari kemerdekaan. Semoga saja tahun depan lebih meriah,” imbuhnya. (SUPRIYADI)

Peringati Hari Kemerdekaan, Puluhan Pasutri di Bategede Jepara “Mesra-mesraan” di Lapangan

Beberapa pasangan suami istri mengikuti lomba lari menggendong istri dalam memeriahkan HUT Ke 70 Kemerdekaan RI di dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Beberapa pasangan suami istri mengikuti lomba lari menggendong istri dalam memeriahkan HUT Ke 70 Kemerdekaan RI di dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015). (MuriaNewsCom/Supriyadi)

 

JEPARA – Puluhan pasangan suami istri (Pasutri) harus diuji kekompakannya saat memperingati HUT RI ke-70 di lapangan voli dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015). Ini terjadi lantaran lomba yang diikuti mengharuskan para peserta berinteraksi langsung dengan pasangan masing-masing.

”Ada beberapa lomba yang hanya bisa diikuti oleh pasangan suami istri. Salah satunya lomba lari dengan menggendong istri masing-masing,” kata Kamituo Dukuh Sentul, Desa Bategede, Heri Purwanto.

Ia mengatakan, selain melatih kekompakan, lomba ini juga untuk melihat seberapa jauh pasutri para peserta lomba memotivasi pasangan masing-masing. Apalagi, di zaman sekarang ini banyak pasangan suami/istri yang kurang harmonis karena masalah sepele.

”Karena itu, selain lomba lari sambil menggendong istri, lomba keseimbangan balon juga diperuntukkan untuk pasutri. Harapannya mereka bisa tambah harmonis,” ujarnya. (SUPRIYADI)

Heboh, Puluhan Bapak-bapak Berdaster Ramaikan HUT RI ke-70 di Bategede

Aksi kocak bapak-bapak berjilbab bermain voli di Dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015) dalam rangka merayakan HUT ke 70 Kemerdekaan RI. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Aksi kocak bapak-bapak berjilbab bermain voli di Dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015) dalam rangka merayakan HUT ke 70 Kemerdekaan RI. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

 

JEPARA – Warga desa Bategede, Kecamatan Nalumsari dihebohkan aksi kocak bapak-bapak berjilbab di Lapangan Voli Dukuh Sentul, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Minggu (16/8/2015). Mereka dipaksa saling tampel untuk mempertahankan si kulit bundar dalam acara HUT RI ke-70.

”Aksinya kocak, bapak-bapak dipaksa mengenakan daster dan didandani ala ibu-ibu saat bermain voli. Selain itu tingkahnya juga seperti ibu2,”kata Eni salah satu warga setempat.

Ia menyebutkan, voli berdaster ini memang baru pertama kali digelar. Meski begitu antusias warga sangat tinggi. Selain karena hari kemerdekaan, asksi bapak-bapak yang tak lazim berhasil memikat perhatian.

”Sebenarnya, saya ingin melihat aksi suami saya. Sudah dari tadi pagi minta didandani ternyata sangat seru,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sukamto. Ia mengaku menyempatkan diri untuk menikmati voli berdaster.

”Kebetulan hari ini hari libur. Jadi ya menyempatkan diri melihat. Sayangnya saya telat saat mendaftar akhirnya hanya jadi penonton,” tandasnya. (SUPRIYADI)

Pelajar SMA Lomba Gerak Jalan, Sekda dan Wabub Blora Memeriahkan

Tim Pemda saat mengikuti gerak jalan untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke 70 di lima rute jalan. (MuriaNewsCom/Priyo)

Tim Pemda saat mengikuti gerak jalan untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke 70 di lima rute jalan. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 70 Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dindikpora) mengadakan lomba gerak jalan tingkat SD, SMP, SMA, instansi dan umum. Dalam gerak jalan di hari kedua ini, yang dilombakan adalah tingkat SMA dan umum. Kali ini sekda dan wakil bupati ikut serta memeriahkan lomba tersebut.

”Sebagai warga negara Indonesia sudah patutunya kami juga ikut menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Sutikno Slamet, Kamis (6/8/2015).

Menurutnya, dengan kegiatan yang dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke 70 ini mengambil tema ”Dengan Semangat Proklamasi Kita Sukseskan Gerakan Nasional Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka”.

”Semoga dengan tema ini nantinya bisa menjadikan perubahan untuk Indonesia dan khususnya wilayah Blora,” ungkapnya.

Selain itu, kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini semua masyarakat umum, pelajar, dan semua instansi bisa memahami makna dari hari kemerdekaan. Sehingga membawa girah semangat kemerdekaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perannya.

”Diharapkan semua bisa lebih maju, lebih inovatif serta semakin berkembang. Khususnya wilayah Blora,” harapnya. (PRIYO/TITIS W)