Pesta Rakyat Jateng 2017 Mampu Sedot 40 ribu Pengunjung

Pertunjukan dari salah satu kontingen parade seni budaya dalam Pesta Rakyat Jawa Tengah 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Semarang – Rangkaian Pesta Rakyat yang dipusatkan di Kabupaten Jepara, dalam rangka HUT ke-67 Provinsi Jateng, berlangsung sukses. Perhelatan yang dilangsungkan selama tiga hari sejak Jumat (25/8/2017) hingga Minggu (27/8/2017) itu mampu menyedot sekitar 40 ribu pengunjung.

”Pesta Rakyat Jateng dalam rangka mangayubagya ulang tahun ke-67 Provinsi Jateng, animo dan antusias masyarakat Jepara begitu tinggi. Sehingga diperkirakan total partisipasi masyarakat dan pengunjung kurang lebih 40 ribu orang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono.

Penyelenggaraan Pesta Rakyat di Jepara,imbuhnya, menorehkan beberapa catatan istimewa. Antara lain adanya keguyuban dan saling kerja sama di antara masyarakat selama event berlangsung, dan tingginya geliat kewirausahaan yang akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap penyelenggaraan pesta rakyat dari tahun ke tahun semakin semarak dan lebih utama dapat bermanfaat sebagai ajang promosi potensi wilayah sekaligus ajang sinergitas antarkabupaten/ kota,” ujarnya.

Dalam pesta rakyat itu akan digelar Pameran Produk Kriya Dekranasda, UMKM Food Festival dan Kuliner, Pameran Peningkatan Produk Industri Agro, Pojok Konsultasi Bisnis, Parade Band, Lomba Nyanyi, Lomba Fotografi, Pameran Digital Kreatif Media, Festival Olahraga Rekreasi Daerah.

Pada 25 Agustus malam, juga ada Pertunjukan Seni Budaya Jawa Tengah yang diikuti seluruh kabupaten/ kota.

Ada juga Pesta Obor, Dekranasda Carnival, Gowes Jelajah Jepara, Festival Kupat/ Lepet/ Jajanan Pesisir, Ketoprak Kontemporer, Bumi Kartini Night Run, Penjualan Sembako Murah, Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk Disabilitas.

Ada pula band dengan dimeriahkan artis nasional Kunto Aji and Friend. Kemudian festival, job fair, orkes melayu dan lainnya juga bakal menyemarakkan. Serta penampilan dari Shaggydog.

Editor : Ali Muntoha

Sehari Jelang Pesta Rakyat, Lapak PKL di Kota Jepara Ditertibkan

Jelang Pesta Rakyat Jateng di Jepara petugas Satpol PP menertibkan lapak PKL yang membandel. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sehari jelang Pesta Rakyat Jateng yang diadakan di Bumi Kartini, puluhan lapak pedagang kaki lima di areal Pasar Jepara Satu dan Shoping Centre Jepara ditertibkan petugas Satpol PP. Selain alasan tersebut, penyitaan lapak tersebut dilakukan karena pedagang kecil tersebut membandel, tidak membersihkan tempat berdagang mereka. 

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Anwar Sadat mengatakan lapak yang disita kebanyakan ditinggalkan oleh pemiliknya. Hal itu lantaran, kebanyakan pedagang beroperasi pada malam hari. Ketika pagi tiba, seharusnya seluruh properti yang dimiliki harusnya telah dibereskan. 

“Hal itu membuat pemandangan terlihat semrawut. Kami menemukan sekitar 15 lapak  (di areal SCJ) yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Saat dilakukan penyitaan, kebanyakan pedagang tidak berada ditempat,” ujarnya, Kamis (24/8/2017). 

Ia menyebut, pemilik lapak bisa mengambil properti miliknya setelah tiga hari disita oleh petugas Satpol PP Jepara. 

Sadat membenarkan, bahwa areal Pasar Jepara satu dan SCJ merupakan venue yang nantinya dilewati, dalam agenda Pesta Rakyat Jateng. Namun demikian, kedepan dua lokasi itu akan menjadi areal yang bersih dari PKL.

“Ke depan akan digalakan bulan bersih Pedagang Kaki Lima di areal tersebut. Begitu ada lapak yang ditinggal oleh pemiliknya, maka akan diangkut oleh petugas kita. Sebab kita sudah sering memperingatkan pedagang di lokasi tersebut,” urai dia. 

Editor: Supriyadi

HUT ke-67 Jateng Dipusatkan di Jepara

Salah satu kebudayaan Perang Obor di Desa Tegal Sambi Jepara yang kini masih digelar saat acara tertentu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara akan menjadi tempat terselenggaranya ajang bertajuk Pesta rakyat Jawa Tengah 2017. Perhelatan yang digelar mulai Jumat-Minggu (25-27) Agustus itu digelar dalam memperingati HUT Provinsi Jateng ke 67.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengaku siap menjadi penyelenggara event akbar itu. “Dalam perayaan HUT Jateng Kabupaten Jepara mendapatkan sampur berupa tempat. Namun kita tidak diam diri dalam menyukseskan ajang ini, kita siapkan pengamanan. Juga kami minta masyarakat ikut berpartisipasi dalam ajang ini,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Menurutnya, pesta tersebut tidak hanya diikuti oleh kabupaten Jepara saja. Seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah juga turut ambil bagian. Oleh karena itu ia meminta warganya menunjukan keramahan dan senyum khas Jepara. 

Rangkaian acara yang akan ditampilkan di antaranya, parade seni budaya 35 kabupaten dan kota se Jawa Tengah, Ketoprak Kontemporer yang pemainnya adalah pejabat termasuk Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng dan sebagainya.

Adapula penampilan penyanyi nasional Kunto Aji dan Band Shaggydog. Selain itu adapula Job Fair yang menyediakan puluhan lowongan kerja.

Editor: Supriyadi

Ganjar Ajak Keroyok Kemiskinan di Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani deklarasi antiradikalisme dan terorisme usai upacara HUT ke-67 Provinsi Jateng, Selasa (15/8/2017). (Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Jateng untuk lebih serius menurunkan angka kemiskinan. Pasalnya, jumlah warga miskin di provinsi ini masih sangat banyak, dan angkanya jauh lebih tinggi dari angka nasional.

“Saya sampaikan di pidato saya tadi, kemiskinan masih tinggi, mesti dikeroyok bersama-sama,” kata Ganjar usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Pancasila (Simpang Lima) Semarang, Selasa (15/8/2017).

Angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada pada angka 13,19 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 10,70 persen. Ganjar mengaku, kondisi ini menjadi perhatian serius.

Karena, meski tiap tahunnya angka kemiskinan selalu mengalami penurunan namun angkanya masih belum terlalu signifikan.

Menurutnya, peran serta dan partisipasi kabupaten/ kota sangat penting untuk mengoptimalkan penurunan kemiskinan. Karena data yang ada selama ini selalu berubah dan berbeda-beda.

”Sehingga perlu keberanian melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki kekurangan yang ada di birokrasi, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain kemiskinan, masih ada beberapa hal yang harus terus didorong dan dioptimalkan. Di antaranya pemberantasan pungli, peningkatan integritas, dan antikorupsi.

Karenanya, pemerintah harus mau berhijrah menjadi pemerintah yang responsif dan cepat merespon persoalan yang ada di masyarakat. “Inilah perbaikan yang sebenarnya kita harapkan dan masyarakat menunggu itu,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

HUT Jateng ke-67, Pemkab Pati Diminta Tak Pelit Layani Masyarakat

Pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Pati sedang mengikuti upacara HUT Jateng ke-67, Selasa (15/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Pemkab Pati melaksanakan kegiatan upacara untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-67 di halaman Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (15/8/2017).

Upacara tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Pati, dan Organisasi Perangkat Derah (OPD). Mereka terlihat khidmat saat mengikuti upacara bendera.

“Di sini hanya upacara yang dihadiri pejabat Pati saja. Sebab, upacara HUT Pemrov Jateng kali ini dipusatkan di Jepara. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pati Haryono.

Dalam HUT kali ini, pemkab di seluruh Jawa Tengah mendapatkan tugas dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mengutamakan pelayanan masyarakat yang lebih mudah, murah dan ramah. Sebab, tugas pemerintah memang melayani masyarakat dengan baik.

“Yang dilihat masyarakat itu layanannya. Soal infrastruktur dan yang ada fisik-fisiknya itu gampang kalau ada duitnya. Maka, problemnya saat ini bagaimana melayani masyarakat sesuai deklarasi revolusi mental,” tuturnya membacakan amanat Ganjar.

Ganjar juga menekankan kepada setiap pemda untuk melakukan pembenahan di bidang pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemda terkait dengan masalah di bidang pendidikan dan kesehatan.

Tak hanya itu, pemda bersama dengan aparat dan masyarakat diminta untuk benar-benar melawan radikalisme-terorisme. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai upaya, salah satunya deteksi dini terhadap paham radikal yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan pembangunan masyarakat.

Editor : Ali Muntoha

Rangkaian HUT Jateng, Selasa Besok Simpanglima Semarang Ditutup

Rangkaian pesta rakyat yang bakal memeriahkan HUT Jateng 2017. (Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Anda yang berada di Kota Semarang, Selasa (15/8/2017) besok disarankan untuk tidak melintas di kawasan Simpanglima Semarang, atau lebih baik memilih jalan alternatif. Pasalnya, jalan di kawasan tersebut akan ditutup total sejak pagi hari, karena digunakan untuk upacara Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah.

Jalan akan ditutup mulai pukul 06.30 WIB hingga rangkaian upacara peringatan rampung digelar.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng Dadang Somantri mengatakan, dengan penutupan itu, maka arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran, kawasan Kampung Kali, Jalan Erlangga, Jalan Pandanaran II, dan sekitarnya.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kawasan Simpanglima ditutup sebentar untuk upacara bendera Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah. Kami mohon pengguna jalan mencari jalur alternatif lain di sekitar Simpanglima. Penutupan kawasan Simpanglima juga akan dilakukan pada Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Kamis 17 Agustus,” katanya dikutip dari jatengprov.go.id, Senin (14/8/2017).

Menurut dia, pada Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah tersebut, seluruh peserta kembali mengenakan pakaian adat, seperti yang biasa digunakan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tanggal 15. Namun, pakaian yang digunakan kaum pria pada upacara kali itu adalah beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop.

Pakaian tersebut merupakan pakaian khas Jawa Tengah yang berasal dari kaum bangsawan dan keluarga keraton Surakarta. “Untuk wanita juga menggunakan pakaian kebaya khas Jawa Tengah dengan kain jarik dan selop,” ujarnya.

Ia menyatakan, puncak peringatan HUT akan digelar pesta rakyat yang dipusatkan di Alun-alun Jepara. Dalam pesta rakyat itu akan digelar mulai dari Pameran Produk Kriya Dekranasda, UMKM Food Festival dan Kuliner, Pameran Peningkatan Produk Industri Agro, Pojok Konsultasi Bisnis, Parade Band, Lomba Nyanyi, Lomba Fotografi, Pameran Digital Kreatif Media, Festival Olahraga Rekreasi Daerah.

“Pada 25 Agustus malam, juga akan ada Pertunjukan Seni Budaya Jawa Tengah yang diikuti seluruh kabupaten/ kota. Silakan datang ke alun-alun, dan nikmati ragam seni dan budaya yang ada di provinsi ini,” jelas Dadang.

Pada 26 Agustus akan dilangsungkan Pesta Obor, Dekranasda Carnival, Gowes Jelajah Jepara, Festival Kupat/ Lepet/ Jajanan Pesisir, Ketoprak Kontemporer, Bumi Kartini Night Run, Penjualan Sembako Murah, Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk Disabilitas.

Ada pula band dengan dimeriahkan artis nasional Kunto Aji and Friend. Kemudian festival, job fair, orkes melayu dan lainnya juga bakal menyemarakkan. Pesta rakyat sendiri akan ditutup dengan penampilan dari Shaggydog.

“Selama 25-27 Agustus itu juga, disediakan makan gratis di dapur umum yang berada di sekitar alun-alun. Sama seperti namanya, pesta rakyat, kegiatan ini diselenggarakan untuk masyarakat Jawa Tengah, termasuk warga Jepara. Ayo catat tanggalnya, dan ikuti kegiatannya untuk bersama memeriahkan Hari Jadi Jawa Tengah,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoh