Pesta Rakyat Jateng Digelar di Jepara, Tingkat Hunian Hotel Meningkat

Wisatawan menikmati suasana di salah satu hotel di kawasan Bandengan, Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jepara Dodi Iskandar mengatakan, pihaknya mencatat telah terjadi peningkatan tingkat hunian hotel sejak Kamis-Sabtu (24-26/8/2017).

PHRI berpendapat, kenaikan tingkat hunian hotel karena adanya perhelatan akbar, Pesta Jateng 2017. Tidak heran jika tamu yang datang berasal  dari sejumlah kota dan kabupaten di provinsi ini. Baik itu dari kalangan pemerintahan, maupun dari warga biasa.

Dodi menyontohkan peningkatan okupansi mencapai 100 persen di Hotel D’Season. “Sebanyak 60 persen merupakan wisatawan yang mungkin sengaja berlibur di saat momen pesta rakyat tersebut. Sementara itu sisanya sebanyak 40 persen adalah pemesan kamar dari dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jateng,” kata Dodi yang juga manajer hotel tersebut.

Meski terjadi kenaikan tingkat hunian hotel, bukan berarti tidak ada kamar. Dirinya memantau, ada beberapa kamar sejumah hotel yang masih tersedia di wilayah Bandengan. Wisatawan biasanya melakukan reservasi lebih dulu. PHRI memprediksi banyak pengunjung yang datang langsung, atau tanpa reservasi lebih dulu.

Pesta Rakyat Jateng 2017 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah dimulai pagi ini. Gelaran tersebut akan dibuka langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sekadar informasi, Kabupaten Jepara terpilih sebagai tempat penyelenggaraan hari jadi Jawa Tengah sejak 25-27/8/2017. Penyelenggara telah menyiapkan empat lokasi kegiatan, yaitu Alun-alun Jepara ; Alun-alun Jepara II; Gedung Wanita Jepara; dan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Safin Hotel Pati Raih Penghargaan Traveloka Awards 2017


Director of Sales and Marketing Safin Hotel David L Sanur menunjukkan penghargaan dari Traveloka Awards 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Safin Hotel Pati berhasil meraih penghargaan Traveloka Awards 2017 kategori Premium di bidang cleanliness. Penghargaan itu diberikan di Hotel Alila Solo, Kamis (3/8/2017).

Director of Sales and Marketing Safin Hotel David L Sanur mengatakan, Safin Hotel merupakan satu-satunya hotel di kawasan pantai utara Jawa (pantura) yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Sementara 18 hotel lainnya merupakan hotel yang terletak di kota-kota besar di Jawa Tengah.

“Ada 19 hotel di Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan dalam ajang Traveloka Awards 2017. Kami bangga karena Safin Hotel menjadi satu-satunya representasi hotel di wilayah pantura yang mendapatkan penghargaan,” ujar David, Sabtu (5/8/2017).

Penghargaan sendiri diberikan berdasarkan ulasan dari pengguna aplikasi Traveloka selama periode Januari hingga Desember 2016. Pengguna aplikasi yang memberikan predikat terbaik itu yang menjadi parameter bagi manajemen Traveloka untuk memberikan penghargaan.

Dalam ajang tersebut, Traveloka memberikan penghargaan dalam tiga kategori, yaitu Prestige, Premium, dan Value. Prestige didedikasikan untuk hotel yang sudah memberikan pengalaman menginap eksklusif.

Premium untuk hotel yang dianggap memberi pengalaman menginap terbaik dengan kenyamanan maksimal. Sementara value didasarkan pada pengalaman menginap berkualitas dengan harga terbaik.

“Kami senang bisa ikut membawa nama baik Kabupaten Pati. Selama ini, hotel di kawasan pantura masih dianggap sebelah mata. Ini kami bisa membuktikan untuk memberikan yang terbaik di dunia perhotelan,” pungkas David.

Editor : Akrom Hazami

Resmikan Hotel Bintang 3, Bupati Grobogan Berharap Bisa Berdampak pada Sektor Pariwisata

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni didaulat untuk menggunting pita saat soft opening hotel Front One Purwodadi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus) 

Bupati Grobogan Sri Sumarni didaulat untuk menggunting pita saat soft opening hotel Front One Purwodadi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan apresiasi dan penghargaan yang cukup tinggi seiring munculnya hotel bintang tiga di kota Purwodadi. Sebab, munculnya hotel yang representatif diyakini akan membawa dampak positif dalam bidang pariwisata.

“Saya salut dengan adanya pendirian hotel selevel bintang 3 di sebuah kota kecil seperti Purwodadi. Harapan saya, kehadiran hotel ini bisa membawa dampak positif, khususnya bagi bidang pariwisata,” kata Sri Sumarni saat menghadiri acara soft opening Hotel Front One Purwodadi, Kamis (26/1/2017).

D isamping itu, keberadaan hotel di satu sisi juga akan menekan angka pengangguran. Sebab, ada cukup banyak tenaga kerja lokal yang terserap jadi karyawan.

Selain itu, hadirnya hotel akan membuat gairah baru bagi pelaku usaha kecil. Seperti pembuat oleh-oleh khas Grobogan yang nantinya akan dibutuhkan para tamu hotel.

“Satu hal lagi, keberadaan hotel ini juga berkontribusi  dalam peningkatan pendapatan asli daerah. Seperti dari pajak hotel dan restoran serta retribusi jasa usaha,” katanya.

Menurut Sri, selama ini masih ada sebagian masyarakat yang berpandangan bahwa hotel dikonotasikan sebagai tempat untuk kegiatan negatif. Oleh karena itu, manajemen Hotel Front One diminta harus menjadi teladan dan dapat meluruskan fungsi hotel sebagaimana mestinya.

Dalam kesempatan itu, Sri menegaskan, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pemilik modal untuk berinvestasi di Kabupaten Grobogan. Ia menjanjikan akan memberikan kemudahan perizinan bagi para investor sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Selain bupati, sejumlah pejabat ikut hadir pula dalam soft opening hotel di Jalan Gajah Mada itu. Antara lain, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Kapolres AKBP Agusman Gurning, Kajari Edi Handojo, dan Kepala BPPT Nur Ikhsan.

Hotel yang dibuat dengan konsep minimalis terdiri dari tiga lantai dan memiliki 40 kamar. Selain itu, berbagai fasilitas juga terdapat dalam hotel yang pengelolaan manajemennya di bawah naungan Azana Hotels & Resorts tersebut. Seperti kolam renang mini untuk tamu hotel.

“Kita ada restoran dan ruang pertemuan berkapasitas 200 kursi. Hal ini tentunya jadi pilihan bagi tamu yang ingin bikin acara bisnis atau gathering sosial. Selain itu, areal parkir yang luas memungkinkan kami menerima tamu dalam jumlah banyak,” ungkap CEO Azana Hotels & Resort Dicky Sumarsono didampingi General Manager Hotel Front One Purwodadi Bagus Saputro saat jumpa pers.

Editor : Akrom Hazami

Hotel di Cepu dan Blora Kian Menggeliat

Jajaran BPC PHRI Blora berfoto bersama di pendapa pemkab setempat. (Humas Setda Protokol Blora)

Jajaran BPC PHRI Blora berfoto bersama di pendapa pemkab setempat. (Humas Setda Protokol Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Heri Kristanto,Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Blora yang baru menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan teman-teman untuk mengelola BPC PHRI Kabupaten Blora selama 5 tahun mendatang.

Ia merasa tersanjung karena telah dipercaya untuk mengemban jabatan ini. Pria asli Solo ini juga berharap dapat memaksimalkan keadministrasian PHRI.

Pria yang telah mengepakkan sayapnya di ranah perhotelan, seperti Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, Sahid Group dan Aerowisata Garuda Indonesia ini menceritakan pengalamannya saat pertama kali melanglang buana di Kota Minyak pertama di Indonesia, yakni Cepu.

“Cepu, pada saat pertama saya datangi, nampak seperti terlena oleh proyek migas yang tidak longlast. Untung, Cepu dapat berbelok arah di sektor lain seperti perhotelan,” katanya.

Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan keadaan dahulu, Cepu kini sudah penuh oleh hotel, dari hotel bintang 5 hingga ‘bintang kejora’. Sehingga Cepu pada khususnya dan Blora pada umunya harus berubah, karena bisnis hotel maupun restoran ini tidak hanya bergantung dari satu market migas saja, melainkan banyak market.

Ia memberi contoh Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu. “Jika bandar udara tersebut dapat dipoles dan dioperasikan secara maksimal, para pengusaha pun tentunya tak akan risau,” imbuhnya.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, memaparkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Bidang Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) mengenai apa yang dapat ‘menjual’ dari potensi wisata yang ada di Blora.

“Seperti misalnya Locotour, yang diminati para bule, juga Sumur Tua Sambong yang juga berpotensi. Jika ada investor yang mau mengelola pasti akan menarik, terlebih jika dikemas untuk tempat wisata anak-anak,” katanya.

Potensi lain menurutnya, jika jalan Semarang-Blora bagus dan telah tetap menjadi jalur tengah, ini akan dapat menjadi jalan alternatif untuk pergi ke Bali. “Jika terealisasi, para pengusaha dapat mendirikan rumah makan besar untuk para wisatawan transit di Blora dan PHRI dapat berkecimpung di sini,” imbuhnya

Editor : Akrom Hazami

Video – Hotel di Jepara Siapkan Hiburan di Malam Tahun Baru

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun di ruang publik ada larangan pementasan sejumlah hiburan pada malam pergantian tahun baru, namun di sejumlah hotel di Kabupaten Jepara ternyata telah menyiapkan sejumlah hiburan menyambut pergantian tahun. Mereka menyiapkan hiburan seperti live musik, dance, dan stand up comedy serta hiburan lainnya.

“Kalau di sini, kami menyiapkan hiburan live musik dan stand up comedy saat malam tahun baru,” ujar Executive Marketing Palm Beach Awang Budiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya, hampir setiap tahun mayoritas hotel memang menyediakan hiburan malam. Hal itu sebagai bentuk pemberian pelayanan terbaik bagi para tamu yang menginap di hotel maupun bagi masyarakat yang ingin menikmati momen spesial di tahun baru.

“Kami juga menyediakan tarif tersendiri bagi yang tidak menginap di hotel, ada paket untuk dua orang atau satu pasang,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengemukakan, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, di Hotel Palm Beach sendiri, ketika pesta pergantian tahun tidak begitu banyak. Hal itu terkait dengan lokasi yang di gunakan memang di area pantai dan lahan yang tidak begitu luas.

“Paling sekitar 200 sampai 300 orang saja, ya cukup nyaman jika untuk menikmati momen spesial pergantian tahun dengan hiburan-hiburan yang disediakan,” imbuhnya.

Selain Palm Beach, beberapa hotel lain juga menggelar hiburan malam tahun baru, seperti D’Season Bandengan Jepara serta hotel lainnya. Di ruang yang cukup privat, mereka memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan berbagai promo dengan menampilkan sejumlah hiburan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Ini Alasan Pembangunan Safin Hotel di Pati

Owner The Safin Hotel Pati Saiful Arifin (baju putih). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Owner The Safin Hotel Pati Saiful Arifin (baju putih). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Banyak kalangan yang bertanya, apa alasan hotel berbintang tiga The Safin Hotel dibangun di Pati yang notabene kota kecil. Berikut alasan yang dikemukakan langsung oleh pemilik The Safin Hotel, Saiful Arifin.

Ia mengaku, kemajuan industri di Pati yang dinilai proinvestasi mendorong semangat pengusaha hotel di Jakarta dan Bali untuk menanamkan investasi di Bumi Mina Tani ini.
“Kita lihat, dunia industri di Pati semakin pesat, terutama industri perikanan di Juwana yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat,” ujar Arifin kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Karena itu, ia optimistis bisa mengembangkan hotel bergedung paling tinggi di wilayah pantura timur itu dengan baik. “Kami optimistis bisa maju dan berkembang di Pati. Doakan saja,” imbuhnya.

Ditanya soal harga yang ditawarkan, Arifin membuka harga promotion rate Rp 299 ribu sudah termasuk breakfast dan buffet untuk dua orang. “Ini Promotion Rate. Kami akan memberlakukan harga standar memasuki tahun baru nanti,” tukasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Warga Panjunan Minta KPPT Pati Tidak Keluarkan Izin Pendirian Hotel

Sejumlah warga membentangkan spanduk penolakan pendirian hotel baru yang dianggap dijadikan tempat mesum, Jumat (5/6/2015). Mereka meminta KPPT Pati agar tidak mengeluarkan izin pendirian hotel. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Warga Desa Panjunan RT 14 RW 2 meminta Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pati agar tidak mengeluarkan izin pendirian hotel di wilayah tersebut.

Lanjutkan membaca

Polisi Tak Berhak Melakukan Penutupan Hotel Mustika

Hotel Mustika di Desa Pelang, Kecamatan Mayong Jepara. Keberadaannya di tengah pemukiman warga yang dekat dengan tempat ibadah dan sekolah cukup merisaukan warga. (MURIA NEWS / IKA NIKMAH)

JEPARA – Keberadaan Hotel Mustika yang terletak di Desa Pelang, Kecamatan Mayong, mendapat keluhan dari warga setempat. Selain karena tempatnya yang berada di dekat tempat ibadah dan sekolah, warga juga khawatir hotel digunakan sebagai tempat negatif. 

Lanjutkan membaca

Warga Desa Pelang Protes Keberadaan Hotel Mustika

Hotel Mustika di Desa Pelang, Kecamatan Mayong Jepara. Keberadaannya di tengah pemukiman warga yang dekat dengan tempat ibadah dan sekolah cukup merisaukan warga. (MURIA NEWS / IKA NIKMAH)

JEPARA – Jumat (29/5/2015), sejumlah warga dan perangkat Desa Pelang yang disampingi pihak kepolisian Polsek Mayong mengadakan rembug desa mengenai keberadaan Hotel Mustika. Hotel yang terletak di kawasan pemukiman penduduk yang dekat dengan tempat ibadah dan sekolah dikhawatirkan akan membawa pengaruh negatif.

Lanjutkan membaca