Dinas Pertanian Kudus Sumringah, Hasil Panen MT I Sangat Memuaskan

Seorang petani sedang memikul padi hasil panen ke bahu jalan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang petani sedang memikul padi hasil panen ke bahu jalan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Hasil panen pada Masa Tanam (MT) I tahun ini terbilang sangat memuaskan. Hal itu terlihat dari jumlah panen yang melampaui target yang diterapkan.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Edy Suprayitno mengatakan, pada MT I, hasil panen memang lebih tinggi dari target, yakni mencapai 99.861 Gabah Kering Panen (GKP). Padahal target yang dipatok dinas kala itu hanya 77.233 ton GKP.

”Hasil itu juga dipengaruhi produktifitas padi tiap hektarenya yang melebihi target. Semula target kami per hektare hanya 6,86 ton tapi realisasi 8,05 ton per hektare (117,37%),” katanya.

Tak hanya itu, pada MT I ini, target lahan yang semula hanya 17.000 hektare juga jauh lebih banyak. Bahkan mencapai 19.144 hektare atau meningkat 112,61%. Begitu pula dengan luas panen yang memiliki target target 11.261 ha, dan realisasi 12.405 ha(110,16%).

”Padahal, MT I itu dimulai pada bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016. Hanya, ada beberapa daerah ada yang baru panen di bulan April lantaran tanam yang tidak serentak,” ungkapnya .

Editor: Supriyadi

Hebat! Petani Pati Berhasil Panen Padi Merah Organik 9 Ton per Hektare

Wakil Bupati Pati Budiyono bersama dengan Dandim 0718 Pati Letkol Inf Heri Setiono memanen padi merah organik di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakil Bupati Pati Budiyono bersama dengan Dandim 0718 Pati Letkol Inf Heri Setiono memanen padi merah organik di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani padi “Mustika” berhasil memanen padi merah organik sebanyak lebih dari sembilan ton gabah kering yang ditanam dalam lahan satu hektare di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo. Panen itu dilakukan Kamis (14/1/2016).

Panen itu terbilang sangat luar biasa, karena panen dengan sistem konvensional menggunakan bahan kimia hanya mampu panen 4,5 ton setiap hektarenya. Namun, dengan penanaman dengan metode System of Rice Intensification (SRI), petani tersebut berhasil memanen padi dua kali lipat dari sistem penanaman konvensional.

Wakil Bupati Pati Budiyono saat ditemui MuriaNewsCom mengaku terkejut dengan hasil panen yang dilakukan petani Mustika. Pasalnya, satu hektare sawah biasanya hanya mampu memanen 4,5 ton gabah kering.

”Kami benar-benar memberikan apresiasi. Bukan hanya soal panennya yang melimpah dan luar biasa, tetapi kualitasnya juga organik yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia,” tutur Budiyono.

Ia berharap agar petani Mustika bisa mengajarkan metode penanaman dengan sistem SRI organik kepada petani lainnya yang ada di Pati. ”Selama ini, Pati memang dikenal sebagai lumbung padinya Indonesia. Pati juga dikenal sebagai pioner ketahanan pangan Indonesia. Kami berharap petani Mustika bisa mengenalkan model penanaman itu kepada petani lainnya,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Harusnya Beras di Kudus Melimpah karena Hasil Panen Padi Lampaui Target

Petani menggarap sawahnya di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petani menggarap sawahnya di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Target panen padi selama 2015, yakni sejumlah 159.000 ton, dipastikan tercapai. Bahkan, Pemkab Kudus malahan memastikan kalau target tersebut bakal melebihi hingga akhir tahun ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kudus Budi Santoso. Menurutnya, panen padi tahun ini tergolong baik, sehingga hingga akhir tahun bakal melampaui dari target.

“Hingga kini, kami sudah panen dengan jumlah 166.400 ton. Meski demikian, kami akan memenuhi target tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Hal itu diyakini, lantaran sekarang di beberapa daerah masih mengalami panen. Seperti halnya di Tenggeles, Gondoharum, Jekulo, Jati dan beberapa daerah lainnya. Sehingga kalau dijumpai akan mencapai target.

Dia menambahkan, lahan yang sedang dipanen saat ini sekitar 1.000 hektare. Sehingga pasti akan mendapatkan jumlah yang jauh lebih banyak lagi dari target.

Target tiap tahun selalu cenderung naik. Seperti halnya di 2014 lalu, Kudus ditargetkan sekitar 127 ribu ton saja. Sedangkan di 2016 mendatang. Target juga kembali dinaikkan menjadi 169 ribu ton.

Selama 2015 nantinya, Kudus memiliki luasan tanam sebesar 26.559 hektare. Jumlah tersebut meliputi dari MT I, MT II dan MT III. Pilihan hektare tersebut juga tersebar di sembilan kecamatan di Kudus.

Dengan luasan tersebut, kata dia, paling banyak menanam padi pada MT I dan MT III. Hal itu dibuktikan memasuki pada MT II ini, petani yang menanam padi hanyalah seluas 14 ribuan hektare saja. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)