Bupati Pati Masuk 10 Kepala Daerah Berprestasi di Indonesia

Bupati Pati Haryanto (kanan) menerima penghargaan dari Menkopolhukam RI wiranto (tengah) di Sidoarjo, Selasa (25/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto ditetapkan sebagai satu di antara sepuluh kepala daerah berprestasi di Indonesia. Penghargaan itu diterima Haryanto dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXI di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (25/4/2017).

Selain Haryanto, sembilan kepala daerah berprestasi yang meraih penghargaan, antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih, dan Walikota Gorontalo Marten Taha.

Selanjutnya, Walikota Sukabumi Mohamad Muraz, Walikota Makassar Danny Pomanto, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Kesepuluh kepala daerah tersebut dinilai memiliki kinerja terbaik dalam memajukan daerahnya, sehingga patut mendapatkan penghargaan.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) RI Wiranto. Dia menuturkan, penghargaan itu diberikan untuk memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil membangun daerahnya.

Selain itu, penghargaan diharapkan bisa memotivasi bagi kepala daerah di seluruh Indonesia untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik. “Kalau sudah ditetapkan sebagai kapala daerah terbaik, dia berarti sudah berhasil memimpin daerahnya, sehingga kontribusinya sangat besar untuk masyarakat,” ucap Wiranto.

Haryanto sendiri mengaku penghargaan itu bukan capaian yang utama. Menurutnya, ada hal yang lebih penting dari sekadar penghargaan, yaitu kesejahteraan masyarakat Pati.

“Kalau mendapat penghargaan itu bonus, tapi esensinya adalah bagaimana kita sebagai pemimpin daerah mesti berpikir dan bekerja keras untuk membangun daerah demi kesejahteraan rakyat. Pati maju dan rakyat sejahtera itu sudah membuat saya senang,” tandas Haryanto.

Editor : Kholistiono

DPRD Pati Minta Mendagri Tak Melantik Paslon Terpilih Secara Serentak

Wakil III DPRD Pati Joni Kurnianto (kanan) menerima surat penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pati di Aula KPU Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk tidak melakukan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih secara serentak. Pasalnya, pelantikan serentak di seluruh Indonesia dianggap kurang efektif.

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, masa jabatan Bupati Pati Haryanto periode 2012-2017 berakhir pada 7 Agustus. Sementara sejumlah bupati di daerah lain ada yang masa jabatannya berakhir lebih dari 7 Agustus 2017.

“Kalau pelantikan dilakukan secara serentak, imbasnya akan ada pelaksana tugas (Plt) atau penanggungjawab (Pj). Hal itu akan membuat pemerintahan menjadi tidak efektif,” ujar Joni kepada MuriaNewsCom, Senin (10/4/2017).

Karena itu, Joni mengusulkan kepada Mendagri melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk melantik paslon terpilih sesuai akhir masa jabatan. Pelantikan serentak dianggap tidak efektif, karena akan memunculkan pejabat sementara yang dinilai belum tentu mahir memimpin daerah.

“Kami dengar, kalau enggak salah di Aceh, ada bupati yang masa jabatannya akhir November 2017. Kalau dilakukan pelantikan secara serentak, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati yang mestinya dilakukan akhir masa jabatan pada Agustus akan ditunda,” ucap Joni.

Menurutnya, tertundanya pelantikan paslon terpilih karena menunggu pelantikan serentak akan mengganggu kinerja pemerintahan yang berimbas pada masyarakat. Pasalnya, sejumlah program yang sudah siapkan paslon terpilih akan terhambat karena menunggu pelantikan serentak.

Editor : Kholistiono

 

Haryanto Ingin Hubungannya dengan Arifin Tidak Seperti Budiyono

Bupati Pati Haryanto saat memberikan keterangan kepada awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto kembali terpilih menjadi Bupati Pati periode 2017-2022. Pengalaman kurang harmonisnya saat memimpin Pati bersama wakilnya, Budiyono tidak ia harapkan pada kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.

“Kita harus bersama-sama membangun Pati menjadi lebih baik. Semoga kejadian yang lalu tidak terulang kembali. Sebab, kejadian masa lalu berakhir dengan suasana pemerintahan yang tidak diinginkan,” ucap Haryanto, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, hubungannya dengan Budiyono dulu terganggu karena ada orang-orang yang ingin membuat suasana kisruh dan memecah belah. Hal yang dianggap tidak baik tersebut diharapkan tidak kembali terulang kembali.

“Bupati dan wakilnya itu mestinya bersatu padu, karena fungsinya memimpin dan menyejahterakan rakyat. Tidak perlu saling mencari kesalahan orang lain, tidak boleh cari menangnya sendiri. Bagaimana daerahnya bisa maju kalau kita terprovokasi dengan politik yang tidak benar,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hubungan Haryanto dan Budiyono memang kurang harmonis. Haryanto sempat mengungkapkan kekesalannya pada wakilnya, Budiyono saat mengikuti kampanye terbuka di Stadion Joyokusumo. Dalam orasinya, dia menyebut Budiyono menjadi biang keributan.

Pengalaman tersebut yang membuat Haryanto sejak awal meminta Saiful Arifin untuk tidak seperti Budiyono. Hubungan Bupati dan wakilnya diharapkan bisa saling melengkapi kekurangan demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pati.

Menanggapi hal itu, Saiful Arifin malah tersenyum. “Jangan sampai lah seperti itu. Saya tidak berharap kejadian yang lalu terulang lagi. Niat saya terjun di politik karena ingin pulang kampung kelahiran, bangun Pati biar seperti kota-kota maju lainnya,” tutur Arifin singkat.

Editor : Kholistiono

Mengintip Hubungan Haryanto dan Saiful Arifin Pascapilkada Pati

Haryanto dan Saiful Arifin, seusai ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pilkada Pati 2017 sudah berakhir dengan kemenangan pasangan calon tunggal, Haryanto dan Saiful Arifin. Keduanya ditetapkan KPU Pati sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih, Jumat (8/4/2017).

Sejumlah rumor beredar, hubungan keduanya akan seperti hubungan Haryanto dan wakilnya dulu, Budiyono yang terlibat dalam ketidaksepahaman. Namun, rumor itu ditepis Haryanto sendiri.

“Tidak ada indikasi. Namun, kami memang berharap, Bupati dan Wakil Bupati Pati itu jadi satu. Harapannya bersama-sama sampai berakhirnya lima tahun ke depan,” ucap Haryanto, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, hubungan yang tidak baik berawal dari orang-orang ingin memecah belah. Haryanto menilai, mereka biasanya “menggosok-gosok” salah satu di antara keduanya dengan tujuan memecah belah.

“Saya yakin Pak Arifin tidak begitu. Jangan sampai kinerja kita membangun Pati menjadi terganggu, karena saling curiga, saling tidak percaya. Kalau saya ada kekurangan, dilengkapi Pak Arifin. Sebaliknya, kalau Pak Arifin ada kekurangan, saya yang melengkapi. Kalau ada yang mencoba menggosok-gosok hubungan kita, biarkan saja,” tutur Haryanto.

Menjawab hal tersebut, Saiful Arifin mengaku akan fokus membantu Haryanto dalam membangun Kabupaten Pati menjadi lebih baik. Dia sadar betul posisinya sebagai wakil, sehingga akan mendampingi dan menjalankan tugas sesuai fungsinya.

“Kita ini mesti positif thinking. Pati ini memiliki potensi luar biasa yang bisa menyejahterakan masyarakat, mulai pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga industri. Kalau yang dipikir negatif-negatif terus, kapan Pati bisa maju? Karenanya, saya akan fokus untuk melakukan pembangunan Pati menjadi lebih baik,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati Diminta Tak Ditunda

Paslon terpilih, Haryanto dan Saiful Arifin menerima surat keputusan penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pati di Aula KPU Pati, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto dan Saiful Arifin akhirnya resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih, setelah ditetapkan KPU Pati melalui surat keputusan Nomor 20/Kpts/KPU.Kab.012.329311/2017, Jumat (7/4/2017).

Keduanya ditetapkan, setelah berhasil meraih 74,51 persen suara pada Pilkada Pati dengan calon tunggal pada 15 Februari 2017 lalu. Penetapan dari jadwal semula sempat tertunda, karena ada gugatan dari masyarakat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan hasil Pilkada.

“Sesuai PKPU Nomor 11 Tahun 2015, penetapan dilakukan paling lambat tiga hari setelah ada amar putusan dari MK. Saat ini, tugas kami sudah selesai. Selanjutnya, untuk pelantikan diserahkan ke Gubernur dan Mendagri,” ujar Ketua KPU Pati Much Nasich.

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto yang hadir dalam penetapan tersebut mengatakan, pihak legislatif akan segera melakukan rapat terkait dengan penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih pada Sabtu (8/4/2017) besok. Dia berharap, pelantikan paslon terpilih sesuai dengan aturan dan tidak ditunda.

“Besok, kami akan menggelar rapat. Setelah itu, paling lambat Senin, berkas akan dikirim ke Gubernur Jawa Tengah dan Selasa, dikirim ke Mendagri. Sebagai pimpinan DPRD, kami meminta agar pelantikan bisa sesuai aturan, jangan diundur-undur,” kata Joni.

Sementara itu, Haryanto mengaku sudah lega setelah mengikuti proses panjang dalam tahapan Pilkada Pati. Kendati diwarnai berbagai persoalan, tetapi dia sudah lega karena sudah mencapai titik akhir setelah putusan dari MK.

“Penetapan sempat tertunda selama 24 hari, karena ada gugatan ke MK. Keputusan MK menunjukkan bahwa Pilkada Pati berjalan sesuai aturan, tidak ada kecurangan atau manipulasi seperti yang dituduhkan. Saat ini, kami mulai fokus untuk membangun Pati menjadi lebih baik,” ucap Haryanto.

Editor : Kholistiono

Haryanto-Arifin Setujui Desain Surat Suara Pilkada Pati

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin menyetujui desain dan bentuk surat suara yang akan digunakan pemilih pada pilkada, 15 Februari 2017 mendatang. Persetujuan itu dilakukan di Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, Sabtu (31/12/2016).

Ketua KPU Pati Much Nasich mengatakan, paslon tunggal diundang untuk menyetujui surat suara, sebelum dicetak. Persetujuan itu dilakukan dalam bentuk tanda tangan yang tertuang dalam master surat suara. Ada tiga master surat suara yang ditandatangani sebagai dasar untuk mencetak.

“Surat suara yang akan dicetak sebanyak daftar pemilih tetap (DPT), ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT. Di Pati, DPT ada 1.034.256 orang. Jadi, jumlah surat suara yang akan dicetak rencananya ada sekitar 1.060.112 surat suara,” ujar Nasich.

Selain surat suara, seluruh kebutuhan terkait dengan pemungutan suara dijadwalkan selesai pada 15 Januari 2017. Di antaranya, segel, hologram, dan formulir-formulir yang dibutuhkan pada pemungutan suara. Semua kebutuhan pemungutan suara akan dikirim ke tingkat kecamatan, tujuh hari sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Nanti, kita butuh waktu beberapa hari setelah 15 Januari untuk melakukan penyortiran dan pengepakan. Surat suara ada di Surabaya, karena ini pakai e-katalog yang menentukan KPU RI. Jadi, kita tinggal mengomunikasikan dengan penyedia, desain kita kirimkan, dicetak, kita minta persetujuan,” imbuhnya.

Haryanto sendiri sudah menyetujui desain kartu suara yang disodorkan KPU Pati. Desain kartu itulah yang nantinya akan digunakan secara resmi pada Pilkada 2017. Desain tersebut diharapkan bisa dipahami masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.

“Saya manut, sesuai dengan besarnya, panjangnya, sudah kita sepakati. Ada satu pasangan, satu lagi kotak kosong atau tidak bergambar, di situ sudah dijelaskan. Kami berharap, masyarakat nanti bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani,” kata Haryanto.

Bentuk desain sudah dianggap sesuai dengan mekanisme dan tata naskah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Haryanto menyebut tidak ada rekayasa dalam pembuatan desain surat suara. Dia juga tidak berani menghendaki desain surat suara, karena semuanya mendasarkan pada PKPU.

Editor : Kholistiono

Selama Haryanto Memimpin, Kemiskinan dan Pengangguran di Pati Turun Drastis

Calon Bupati Pati, Haryanto saat bertemu dengan tim sukses di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati, Haryanto saat bertemu dengan tim sukses di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati Pati Haryanto selama ini dikenal sebagai sosok tokoh pemimpin yang menuai segudang prestasi selama menjabat sebagai Bupati Pati periode 2012-2017. Tak hanya mendapatkan banyak penghargaan tingkat nasional, Haryanto juga berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat Pati.

Pertumbuhan ekonomi di Pati mampu berada di atas rata-rata, yakni 5,98 persen. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang hanya 5,4 persen dan nasional hanya 5,1 persen.

Selain itu, angka kemiskinan di Pati yang awalnya 14 persen, perlahan turun menjadi 10 persen. Sedangkan angka pengangguran yang semula mencapai 13 persen, saat ini turun drastis di angka 6,3 persen. Sejumlah parameter tersebut cukup menjadi bukti keberhasilan Haryanto dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Pati.

Belum lagi, program pembangunan di bidang infrastruktur yang hampir menyentuh semua daerah. Berbagai jalan yang semula dikeluhkan masyarakat, saat ini banyak diperbaiki. Haryanto sadar, infrastruktur yang baik akan menopang jalannya roda perekonomian.

“Program yang saya buat untuk menata infrastruktur sudah bisa dinikmati masyarakat. Ini adalah wujud keseriusan saya selama memimpin Pati sejak 2012, bukan sekadar janji. Irigasi dan normalisasi Sungai Juwana yang menghabiskan APBN senilai Rp 27,5 miliar juga bisa dirasakan masyarakat. Belum lagi, pembangunan jembatan Sampang berkonstruksi baja sudah terealisasi dan bisa dinikmati masyarakat,” ujar Haryanto.

Menurutnya, infrastruktur yang memadahi membuat investor berdatangan untuk menanamkan investasinya di Pati. Dengan hadirnya investor, lapangan kerja akan dibuka selebar-lebarnya yang pada akhirnya bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Di kawasan Pati selatan, misalnya. Haryanto berhasil menarik investor untuk membangun pabrik jagung yang siap menampung hasil pertanian jagung dari petani di Pati dan sekitarnya. Ada juga industri perikanan berskala besar di Jalan Pati-Juwana yang keberadaannya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Kita tidak membedakan wilayah Pati utara atau selatan. Semua pembangunan dilakukan secara merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Kebetulan saya mencalon diri lagi, kami akan pertajam visi dan misi untuk memajukan Pati di berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan sebagainya,” tuturnya.

Selama kepemimpinannya, berbagai pasar tradisional yang dinilai sudah tidak layak dibangun agar lebih representatif. Keberadaan pasar tradisional yang reprentatif diharapkan mampu mendongkrak perekonomian pedagang pasar, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pati.

Belum lagi potensi di bidang pertanian. Haryanto pernah menerima penghargaan tingkat ketiga nasional. Penghargaan danaraksa juga pernah diterima dari Presiden, karena keberhasilannya mengatur keuangan dan manajemen keuangan dengan kinerja yang tinggi.

“Semua itu wujud peran saya sebagai kepala daerah yang konsisten melaksanakan visi dan misi. Saya berharap, pada 2017-2022 nanti menambah satu misi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan pembangunan yang berkelanjutan,” imbuh pria asal Desa Raci, Kecamatan Batangan yang lahir pada 8 April 1964 ini.

Editor : Kholistiono

Hari Ibu, Haryanto-Arifin Dapat Dukungan Penuh dari Ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Pati

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mendapatkan dukungan penuh dari ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Pati, bertepatan dengan Hari Ibu. Dukungan itu diberikan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (22/12/2016).

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Pati, Hj Maria Ulfa mengatakan, seluruh anggota Muslimat NU di Kabupaten Pati sudah sepakat untuk mengusung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017. Dia menilai, Haryanto sudah berhasil memimpin Pati sejak ditetapkan sebagai Bupati Pati pada 2012.

Karena itu, dia meminta agar Haryanto kembali melanjutkan perjuangannya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Pati. Terlebih, Haryanto selama ini dikenal bisa merangkul semua golongan sehingga dianggap sangat layak kembali pemimpin Pati lima tahun ke depan.

“Di mata Muslimat NU, Pak Haryanto sebagai bapaknya warga Pati bisa membawa organisasi Muslimat NU dengan baik. Begitu juga dengan organisasi-organisasi lainnya juga dirangkul. Ibu-ibu Muslimat NU sendiri sudah merasakan kepemimpinan Haryanto yang baik. Beliau pantas menjadi pemimpin Kabupaten Pati hingga 2022 nanti,” ungkap Ulfa.

Menanggapi dukungan secara penuh dari Muslimat NU pada Hari Ibu, Haryanto mengaku terkejut. Pria kelahiran Desa Raci, Kecamatan Batangan ini baru menyadari bila agenda pertemuannya dengan ibu-ibu Muslimat NU bertepatan dengan Hari Ibu.

“Tidak menyangka kalau pertemuan ini bertepatan dengan Hari Ibu. Terima kasih kepada segenap pengurus dan jajaran Muslimat NU yang sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan saya bersama Pak Saiful Arifin untuk memberikan dukungan dan motivasi dalam rangka Pemilukada 2017,” kata Haryanto.

Dia berharap, Muslimat NU di Pati ke depan bisa bekerja sama, baik di bidang keorganisasian masyarakat maupun bidang kegiatan lainnya. Selama ini, dukungan dari berbagai elemen masyarakat diakui terus mengalir. Karena itu, Haryanto mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang sudah mendukung untuk kemajuan Pati yang lebih baik.

Editor : Kholistiono

Panwaslu Sebut Haryanto Tak Terbukti Kampanye di SMPN 7 Pati

 Sutiyo (kanan), relawan kotak kosong saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sutiyo (kanan), relawan kotak kosong saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Laporan relawan kotak kosong terkait dengan dugaan kampanye yang dilakukan Calon Bupati Pati Haryanto di SMPN 7 Pati, ditolak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati. Hal itu disebabkan laporan bernomor 07/LP/Pilkada/XI/2016 tidak terbukti.

Ketua Panwaslu Pati, Achwan mengatakan, laporan dugaan kampanye di SMPN 7 Pati tidak terbukti. “Dari hasil pemanggilan pelapor, terlapor dan para saksi, calon bupati tidak terbukti melakukan kampanye di SMPN 7 Pati. Sebab, dia hanya bernyanyi. Itupun kedatangannya terlambat,” ujar Achwan kepada MuriaNewsCom, Senin (19/12/2016).

Selain itu, tidak ada barang bukti yang menunjukkan Cabup berkampanye di SMPN 7 Pati. Lagipula, saksi pertama dari siswa SMPN 7 Pati yang disodorkan pelapor masih belum cukup umur.

Begitu juga saksi kedua yang merupakan orang tua saksi pertama, tidak hadir di lokasi sehingga tidak masuk kategori sebagai saksi. “Saksi kedua bukan saksi, karena bukan orang yang mendengar, melihat atau mengalami secara langsung kejadian. Dia hanya mendengar dari keterangan anaknya,” tuturnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Panwaslu menyatakan tidak menindaklanjuti laporan Sutiyo, Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati yang merupakan warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus. Tercatat, Sutiyo sudah beberapa kali melaporkan pasangan calon tunggal Haryanto-Arifin, tetapi selalu ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sutiyo yang merupakan relawan kotak kosong melaporkan Haryanto terkait dengan dugaan kampanye di SMPN 7 Pati. Dia menilai, kedatangan Haryanto di SMPN 7 Pati merupakan pelanggaran pemilu.

Sutiyo juga melaporkan Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty atas dugaan memberikan fasilitasi kepada Haryanto, sehingga dianggap tidak netral. Namun, tudingan itu ditepis Anita. Haryanto disebut datang dengan kapasitas sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati dan Pembina PMR, serta tidak ada kegiatan kampanye lantaran semua audiens merupakan siswa SMP yang belum bisa menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari 2017.

Editor : Kholistiono

Doa Sesepuh NU untuk Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Arifin

Cabup Pati Haryanto bersama dengan sesepuh PCNU Pati, KH Mujib Sholeh (tengah) dan KH Aniq Muhammadun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup Pati Haryanto bersama dengan sesepuh PCNU Pati, KH Mujib Sholeh (tengah) dan KH Aniq Muhammadun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati, Haryanto akan mengikuti pesta demokrasi pada 15 Februari 2017 sebagai Calon Bupati Pati. Bersama pengusaha muda Saiful Arifin yang maju sebagai cawabup, Haryanto akan fokus pada program pembangunan, pembukaan lepangan kerja yang akan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan beragam program prorakyat lainnya.

Niat baik Haryanto untuk memimpin Kabupaten Pati mendapatkan restu dari para sesepuh, kiai dan ulama NU. Namun, sesepuh NU mewanti-wanti kepada Haryanto untuk tidak membeda-bedakan rakyatnya bila terpilih sebagai bupati. Hal ini disampaikan Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh.

“Sebagai orangtua, jika Haryanto dan Saiful Arifin terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati supaya benar-benar bisa memimpin rakyat Pati dengan adil. Dia bupatinya orang Pati, bukan bupatinya orang yang memilihnya. Yang memilih atau tidak, tetap rakyatnya,” pesan Mbah Mujib yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati.

Dia juga berpesan kepada Haryanto untuk memberikan pelayanan publik yang baik, bebas dari pungutan liar (pungli). Bila pelayanan publik baik dan bersih, rakyatnya juga dinilai akan senang dengan pemerintah. Karena itu, Kiai Mujib berdoa supaya Haryanto bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Selama ini, Haryanto disebut sebagai pemimpin yang sering turun ke bawah, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Berbeda dengan pemimpin yang dulu, Kiai Mujib menyebut jarang terjun ke bawah untuk membaur dengan masyarakat.

“Yang kita rasakan selama ini, beliau sering ke bawah, serap aspirasi secara langsung. Lain yang dulu, jarang ke bawah. Kami berharap Pak Haryanto bisa diterima masyarakat, meski tidak seratus persen. Bagaimanapun, beliau juga punya kelemahan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Rois Syuriah PCNU Pati KH Muhammad Aniq Muhammadun juga meminta kepada Haryanto supaya tidak pilih kasih bila menjadi bupati. Setelah jadi bupati, semua warga Pati adalah rakyatnya, sehingga tidak ada kelompok pendukung atau nonpendukung.

Editor : Kholistiono

Kepala SMPN 7 Pati Tepis Tudingan Jika Haryanto Kampanye di Sekolah

 Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty (kiri) saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty (kiri) saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kehadiran Calon Bupati Pati Haryanto pada acara Ultah SMPN 7 Pati, 10 Desember 2016 lalu dipersoalkan relawan kotak kosong. Kehadiran cabup di institusi pendidikan dianggap menyalahi aturan, karena diduga menjadi ajang kampanye.

Namun, tudingan itu ditepis Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty. “Tidak ada tendensi apa-apa. Pak Haryanto kami undang, kapasitasnya sebagai Pembina PMR dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati,” ungkap Anita kepada MuriaNewsCom, usai menghadiri pemeriksaan dari Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016).

Selain itu, kata Anita, audiens dalam kegiatan Ultah SMPN 7 Pati merupakan murid SMPN 7 Pati sehingga bukan pemilih. Karena itu, dia tidak habis pikir bila ada pihak-pihak yang menuding Haryanto melakukan kampanye di SMPN 7 Pati.

“Itu kegiatan pencanangan komitmen sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Hari Jadi SMPN 7 Pati ke-31 kita canangkan untuk menuju Adiwiyata. Kami undang Pak Haryanto sebagai Pembina PMR dan Ketua PMI. Sebab, untuk menuju Adiwiyata Nasional, perlu proses dari tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” imbuh Anita.

Kehadiran Haryanto juga diakui hanya sebatas makan dan bernyanyi. Terlebih, kedatangan Haryanto pada saat acara akan selesai. Hal itu yang membuat Anita menyayangkan sikap sejumlah pihak yang menuding kegiatan tersebut sebagai aktivitas kampanye.

Sebelumnya, Sutiyo, Ketua Relawan Kotak Kosong yang merupakan warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus melaporkan Haryanto kepada Panwaslu. Sutiyo mempersoalkan kedatangan Haryanto ke SMPN 7 Pati, lantaran dianggap sebagai pelanggaran pemilu.

“Kehadiran Pak Haryanto difasilitasi Kepala SMPN 7 Pati, sehingga Kepala SMPN 7 Pati juga telah melakukan pelanggaran. Sebagai pegawai negeri sipil (PNS), mestinya bersikap netral,” ucap Sutiyo.

Namun, Anggota Panwaslu Pati Ahmadi memastikan bila laporan dari Sutiyo bakal ditolak. Pasalnya, kedua saksi yang disodorkan Sutiyo tidak memenuhi syarat. Saksi pertama merupakan anak di bawah umur, sedangkan saksi kedua tidak berada di lokasi dan hanya mendengar cerita dari saksi pertama.

Editor : Kholistiono

Ini Pesan Para Ulama di Pati untuk Cabup-Cawabup Haryanto dan Saiful Arifin

Calon Bupati Pati Haryanto menghadiri pertemuan dengan para kiai dan ulama se-Kabupaten Pati di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto menghadiri pertemuan dengan para kiai dan ulama se-Kabupaten Pati di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin bertemu dengan para ulama dan kiai se-Kabupaten Pati untuk silaturahmi di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016).

Haryanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ajang untuk silaturahmi dan meminta wejangan yang mencerahkan. “Kalau meluangkan waktu satu per satu, memakan waktu cukup lama. Sehingga pertemuan ini menjadi momentum bagi saya untuk meminta pencerahan, bagaimana keberlangsungan Pati lima tahun ke depan, setelah saya bersama Pak Saiful Arifin terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati,” kata Haryanto.

Pengasuh Ponpes Salaf Mamba’ul Ulum, KH Aniq Muhammadun memberikan pesan kepada Haryanto-Arifin supaya bisa menjalankan tugas dengan baik dan melayani masyarakat dengan adil, bila terpilih menjadi Bupati. Selain itu, Haryanto diharapkan tidak pilih kasih dengan kelompok pendukung ketika sudah menjadi bupati.

“Ketika beliau terpilih, bisa menjalankan tugas dengan baik, melayani masyarakat dengan adil, tidak ada pilih kasih dengan kelompok pendukung atau nonpendukung. Dengan begitu, masyarakat Pati akan tentram, kondusif dan sejahtera,” pesan KH Aniq.

Menurutnya, pemimpin yang adil bisa membuat rakyatnya hidup damai. Berbeda bila pemimpinnya tidak adil, gejolak sudah dipastikan ada karena masyarakat tidak puas. Ketidakpuasan biasanya diluapkan dalam berbagai hal, seperti aksi demonstrasi, protes, dan lain sebagainya.

Usai memberikan wejangan kepada Haryanto, para ulama dan kiai menggelar doa bersama. Mereka berharap, pilkada dengan satu pasangan calon yang akan dihelat pada 15 Februari 2017 di Pati bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.

Editor : Kholistiono

Ikuti Geritan Berselawat, Haryanto-Arifin Ajak Warga Pati Teladani Nabi Muhammad

 Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Saiful Arifin ikut berselawat bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf di Desa Geritan, Pati, Senin (12/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Saiful Arifin ikut berselawat bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf di Desa Geritan, Pati, Senin (12/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mengikuti “Geritan Berselawat” dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Desa Geritan, Kecamatan Pati, Senin (12/12/2016) malam. Bersama KH Makhrus Ali, keduanya berselawat bersama warga yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Usai berselawat yang diiringi grup rebana Al Ittihad, Haryanto memberikan sambutan kepada warga. Dia mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari peringatan Maulud Nabi. Sebab, Maulud Nabi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW.

“Maulud Nabi menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan meningkatkan upaya meneladani Rasulullah. Beliau yang mengantarkan umat dunia dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah yang penuh dirahmati Allah. Sejarah panjang Nabi Muhammad mengajarkan Islam yang dipenuhi banyak rintangan bisa menjadi pembelajaran akan arti perjuangan,” ujar Haryanto.

Dalam konteks kepemimpinan, kata Haryanto, Nabi Muhammad menjadi teladan bagi umat Muslim di dunia. Karena itu, dia mengajak kepada warga Pati untuk selalu berupaya meneladani Nabi Muhammad dalam setiap aspek kehidupan. “Dengan maulud Nabi, semoga kita semua diberikan kecintaan, kedamaian dan ketentraman,” kata Haryanto.

Sementara itu, Saiful Arifin lebih memaknai Maulud Nabi sebagai momentum untuk meneladani Rasulullah SAW di bidang kewirausahaan. Menurutnya, Rasulullah Saw memberikan contoh kepada umat Muslim dalam berdagang, di antaranya harus jujur dan bertanggung jawab.

“Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam berdagang. Dua aspek penting itu yang bisa mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dalam berdagang,” ucap Arifin.

Di tempat terpisah, Habib Ali mengatakan, umat Muslim mestinya tidak hanya sekadar cinta kepada Nabi Muhammad, tetapi juga bisa mencontoh dan meneladani Al Mustofa Muhammad SAW. Dia juga mengajak kepada warga Pati untuk mulai merubah sikap, sedikit demi sedikit meniru dan meneladani Rasulullah SAW.

“Akhlak Rasulullah itu Alquranul Karim, selalu tersenyum saat ketemu dengan orang. Umat Muslim harus banyak tersenyum. Sebab, Nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin,” ajak Habib Ali.

Editor : Kholistiono

Begini Perjalanan Karier Haryanto-Arifin, Cabup dan Cawabup Pati yang Kisahnya Bikin Kamu Tercengang

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin dinilai sebagai dua tokoh yang ideal untuk memimpin rakyat Pati. Kedua tokoh ini memulai karier dan perjuangan hidup dari nol, hingga menjadi tokoh sukses.

Haryanto, misalnya. Calon petahana ini merintis karier dari Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Growong, Sekretaris Camat Juwana, Camat Sukolilo, Camat Trangkil, Camat Juwana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda), hingga terpilih menjadi Bupati Pati periode 2012-2017. Pengalaman birokrasinya dari nol dinilai bisa menjadi bekal untuk memimpin Pati menjadi lebih baik.

Begitu juga Saiful Arifin. Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini merintis karier dari nol. Menjadi anak yatim pada usia tujuh tahun karena ayahnya meninggal dunia, justru membuat Arifin semakin tegar menghadapi hidup.

Pernah menjadi tukang tambal ban, Arifin kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Merintis karier sebagai staf toko penjualan VCD di Pasar Raya Jakarta, menyisihkan gajinya, dan nekat membuka toko voucher-ponsel secara kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti, usaha Arifin merambah ke distributor telekomunikasi, perhotelan, peternakan, perikanan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya lihat, dua tokoh paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati ini semuanya berangkat dari nol. Mungkin sulit mencari figur seperti ini. Haryanto berpengalaman di bidang birokrasi dan Arifin berpengalaman di bidang wirausaha. Saya pikir, kolaborasi keduanya akan membawa Pati lebih baik. Apalagi, keduanya berangkat dari orang-orang prihatin yang lantas besar karena kegigihannya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho, Sabtu (10/12/2016).

Secara terpisah, Arifin mengaku akan memadukan kedua pengalaman antara birokrasi dan kewirausahaan tersebut untuk membangun Pati yang lebih baik. Bahkan, dia berharap Pati sebagai ibu kota karesidenan bisa menjadi pusat yang menyatukan kawasan pantura timur.

“Saya ingin mewakafkan sebagian hidup saya untuk rakyat Pati bersama Pak Haryanto. Kita tidak antikritik, kami terima saran dan masukan yang membangun. Namun, kami juga butuh solusi dan pemikiran bersama-sama. Mari dipikir bareng-bareng untuk memajukan dan menyejahterakan warga Pati,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono

Timses Haryanto-Arifin Optimis Bisa Raih Suara 90 Persen di Tambakromo, Kayen dan Sukolilo

Timses Haryanto-Arifin di Kecamatan Tambakromo siap meraih suara mutlak saat mengikuti pengukuhan timses di Gedung Haji Tambakromo, Kamis (8/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Timses Haryanto-Arifin di Kecamatan Tambakromo siap meraih suara mutlak saat mengikuti pengukuhan timses di Gedung Haji Tambakromo, Kamis (8/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim Sukses Haryanto-Saiful Arifin optimis bisa meraih suara sebanyak 90 persen di tiga kecamatan yang ada di Pati selatan, seperti Kecamatan Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo. Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, Ali Badrudin dalam agenda konsolidasi dan pengukuhan timses Haryanto-Arifin tingkat desa di Gedung Haji Tambakromo, Kamis (8/12/2016).

“Delapan partai politik dan satu relawan dari Laskar Pelangi sudah mulai digerakkan. Target kami bisa meraih suara sebanyak 90 persen di seluruh Kabupaten Pati, termasuk di Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo. Untuk mendapatkan hasil itu, kita harus solid, gotong royong dan bahu membahu mengusung Haryanto-Arifin,” ujar Ali.

Salah satu alasan yang membuat Ali yakin bisa meraih suara 90 persen, antara lain sepak terjang kepemimpinan Haryanto yang sudah membuat Kabupaten Pati maju di berbagai bidang, termasuk infrastruktur. Sebelum kepemimpinan Haryanto, Ali menyebut Pati masih tertinggal dengan daerah lain.

Namun, Pati berhasil menjadi daerah yang perlahan merangkak menuju kemajuan dan menerima berbagai penghargaan dari Kementerian RI, setelah Haryanto memimpin. Selain itu, Haryanto juga dikenal dekat dengan rakyat. Karena itu, Ali yakin rakyat Pati mendukung Haryanto-Arifin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022.

Koordinator Timses Haryanto-Arifin Kecamatan Tambakromo, Susanto juga mengaku yakin bisa meraih 90 persen suara di Kecamatan Tambakromo, kendati selama ini daerah tersebut dikabarkan sebagai basis penolak rencana pendirian pabrik semen. “Masyarakat sudah pandai. Kami yakin, warga di Kecamatan Tambakromo sudah bisa memilih yang terbaik. Setelah pengukuhan, kami akan turun ke bawah untuk menyosialisasikan Haryanto-Arifin,” ucap Susanto.

Hal yang sama dikatakan Suyono, Koordinator Timses Haryanto-Arifin Kecamatan Kayen. Pati selatan selama kepemimpinan Haryanto diakui mengalami kemajuan. Hal itu yang membuat ia yakin bisa meraih suara mutlak di Kecamatan Kayen.

Editor : Kholistiono

Orasi Politik Saiful Arifin Ingin Pati Dilalui Kereta Api dan Punya Jalan Tol

Cawabup Pati Saiful Arifin (kiri) bersama dua pimpinan parpol, usai menyampaikan orasi politik di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cawabup Pati Saiful Arifin (kiri) bersama dua pimpinan parpol, usai menyampaikan orasi politik di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyampaikan orasi politik pada agenda konsolidasi dan pengukuhan tim sukses Haryanto-Arifin tingkat desa se-kecamatan Pati di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam.

Dalam orasinya, Arifin bersama dengan Haryanto ingin memajukan Kabupaten Pati seperti kota-kota besar di Jawa bagian selatan. Bila di daerah-daerah selatan terdapat jalan tol dan kereta api, Arifin juga ingin Pati dan jalur pantura lainnya dilalui kereta, serta memiliki jalan tol.

Pasalnya, orang-orang yang akan berkunjung ke kawasan pantura dihadapkan pada banjir rob di Semarang dan kemacetan. Dengan adanya jalur kereta dan jalan tol, orang akan semakin mudah berkunjung ke kawasan pantura. Imbasnya, perekonomian akan maju yang pada akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat.

“Jangan sampai Pati ketinggalan dengan daerah-daerah di selatan yang ada jalan tol, kereta api. Kenapa lewatnya selatan? Ini harus kita perjuangkan supaya Pati, termasuk jalur pantura juga dilalui kereta, serta punya jalan tol,” ujar Arifin.

Pengusaha muda yang mulai akrab disapa Kang Arifin ini, jauh-jauh hari membangun hotel berbintang tiga di Pati, The Safin Hotel juga bukan tanpa alasan. Meski pariwisata di Pati selama ini belum menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar kota, tetapi keberadaan Safin Hotel diharapkan bisa menarik minat pejabat untuk menginap di Pati saat melakukan kunjungan di Pati.

Sebab, pejabat selama ini menginap di hotel-hotel berbintang di Semarang, usai melakukan kunjungan di Pati. Akibatnya, mereka membeli oleh-oleh dan suvenir di Semarang. Kunjungan di Pati pun tidak memberikan multiplier effect ekonomi, karena harus menginap di luar Pati dan membeli oleh-oleh dari luar Pati pula.

“Kalau ada pejabat atau pengunjung yang datang ke Pati dan nginepnya di Pati, pasti akan beli oleh-oleh di Pati, seperti Batik Bakaran, kerajinan kuningan Juwana, Bandeng Juwana, dan lain sebagainya. Pastinya juga cari kuliner khas Pati, kayak Nasi Gandul. Itu tujuan saya mendirikan Safin Hotel di Pati, memang untuk memberikan multiplier effect, mendorong perputaran ekonomi terjadi di Pati,” kata Arifin yang disambut tepuk tangan audiens.

Putra daerah asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini juga dikenal sebagai pengusaha muda dengan kekayaan sekitar Rp 154 miliar. Mengawali hidup dengan prihatin, pernah menjadi tukang tambal ban, hingga merintis bisnis dari nol, dia berjanji akan mendatangkan investor ke Pati untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Pati. Dengan gagasan revolusioner khas pemuda pula, Arifin ingin Pati menjadi daerah maju seperti kota-kota besar di Indonesia.

Editor : Kholistiono

Kukuhkan 29 Koordinator Timses di Kecamatan Pati, Ini Orasi Politik Haryanto

Haryanto mengukuhkan 29 koordinator timses di Kecamatan Pati di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto mengukuhkan 29 koordinator timses di Kecamatan Pati di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mengukuhkan 29 koordinator tim sukses yang tersebar di 29 desa atau kelurahan di Kecamatan Pati. Pengukuhan dilakukan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Nomor 230, Pati, Rabu (7/12/2016) malam.

“Mesin partai sudah digerakkan. Relawan nonpartai yang membantu juga banyak sekali. Langkah selanjutnya, setelah mereka dikukuhkan supaya bisa berkonsolidasi dengan tokoh-tokoh dan semua lapisan masyarakat di tingkat desa,” kata Haryanto.

Sebelum pengukuhan, Haryanto sempat menyampaikan orasi politik yang cukup mengesankan. Dia mengaku sudah berupaya membangun dan menyejahterakan masyarakat Pati selama menjabat sebagai bupati, meski ketidaksempurnaan pasti ada. Karena itu, dia berjanji akan melengkapi ketidaksempurnaan selama memimpin pada periode selanjutnya.

“Kalau tidak suka dengan yang berkumis, ya coblos yang tidak punya kumis. Kalau tidak suka dengan yang tidak berkumis, ya coblos yang berkumis. Saya memang tidak sempurna, tapi saya upayakan yang terbaik. Saat ini, kita tanggalkan warnanya apa. Mari kita bersama-sama bangun Pati dengan baik,” ujar Haryanto.

Selama kepimpinannya, Haryanto mengklaim angka pengangguran dan kemiskinan di Pati menurun. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan lapangan pekerjaan dan memberikan pelatihan keterampilan bagi warga Pati, seperti tata rias, menjahit, perbengkelan, menyetir, tata boga, dan beragam life skill lainnya.

“Selama memimpin pada periode lalu, saya memang membuka peluang selebar-lebarnya investasi di Pati. Dampaknya luar biasa, ribuan tenaga kerja asal Pati diserap di berbagai perusahaan yang datang di Pati, seperti pabrik pengalengan ikan hingga PT Dua Putra. Investasi saya buka lebar dengan syarat, utamakan tenaga kerja diserap dari masyarakat Pati,” imbuh Haryanto.

Menurutnya, pembangunan di Pati selama ini sudah diupayakan dengan baik. Karena itu, dia memohon doa restu kepada warga Pati supaya diberikan kesempatan untuk kembali memimpin Pati lima tahun ke depan. Kesejahteraan rakyat menjadi dasar bagi Haryanto untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Pati.

Secara bertahap, pengukuhan koordinator timses masing-masing desa akan dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Pati. Mereka diharapkan dapat bergerak dengan baik, sehingga perolehan suara pada 15 Februari 2017 bisa maksimal.

Editor : Kholistiono

Ribuan PKL di Pati Sepakat Dukung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan pedagang kaki lima (PKL) di Pati menyatakan sepakat untuk mendukung pasangan Haryanto-Saiful Arifin pada pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Hal itu ditegaskan Koordinator PKL Kota Pati, Arwani di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016).

Ada sejumlah alasan yang membuat PKL di Pati mendukung Haryanto-Arifin. Salah satunya, petahana Haryanto selama ini mendukung kepentingan PKL dan bisa bersinergi dengan baik. Karena itu, mereka berharap Haryanto bisa kembali memimpin Pati hingga 2022 ke depan.

“Pak Haryanto selama ini bisa bersinergi dengan baik. Dukungan ini mengalir secara murni dari suara rakyat yang berjualan di Pati, tidak ada manipulasi. Kami tulus, ikhlas dan jujur untuk menyatakan dukungan kepada Haryanto-Arifin. Kemenangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati adalah cita-cita kami,” ucap Arwani.

Karena itu, dia berharap agar Haryanto bisa amanah dalam memimpin Pati lima tahun ke depan. Kesepakatan para PKL di Pati untuk mendukung Haryanto-Arifin diakui bukan tanpa alasan, tetapi mendasarkan pada fakta kepemimpinan Haryanto selama menjabat sebagai bupati. “Kami yakin Haryanto-Arifin bisa memberikan yang terbaik kepada warga Pati,” imbuhnya.

Menanggapi dukungan itu, Haryanto mengaku akan berupaya mengemban amanah dari rakyat. Ke depan, dia berjanji akan melakukan terobosan yang lebih baik untuk para PKL dan rakyat Pati. “Lebih-lebih, calon wakil saya ini dari pengusaha yang merintis dari nol. Kita siap dampingi PKL dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pati,” ujar Haryanto.

Selama ini, Haryanto menilai ada pihak-pihak yang menghembuskan isu PKL akan digusur usai pilkada. Padahal, isu tersebut diakui tidak benar. Selama ini, dia melindungi PKL dan pelaku UMKM di Pati.

Buktinya, Haryanto mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan UMKM selama dua tahun berturut-turut atas kiprah dan kepeduliannya pada koperasi dan UMKM di Pati. “Alhamdulillah, sudah banyak masyarakat Pati dari berbagai kalangan yang menyatakan dukungannya, mulai dari petani, PKL, pengusaha, pedagang, dan semua elemen rakyat. Kami akan emban amanah itu dengan baik,” tuturnya.

Senada dengan itu, Saiful Arifin akan mendukung eksistensi PKL di Pati. Bahkan, saat ini dia menyediakan dokar di Safin Hotel kepada tamu yang ingin berburu kuliner khas Pati di berbagai warung PKL. Hal itu menjadi upaya untuk memutar perekonomian berbasis rakyat yang mandiri di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Para Pengusaha di Pati Tegaskan Dukung Haryanto-Saiful Arifin

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Industri Kuningan (APIK) Juwana dan Pati Inspirations Club (PIC) dengan tegas menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin. Dukungan itu ditegaskan, Selasa (29/11/2016).

Suwarso Subur, salah satu pengusaha kuningan asal Juwana mengatakan, semua pengusaha yang tergabung dalam komunitasnya menyatakan dukungan, karena alasan kredibilitas dan kepemimpinan petahana yang dinilai berhasil memajukan Kabupaten Pati. Mereka mengaku ikut bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin.

“Dukungan dari masyarakat terus mengalir. Kami juga merasa bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin, karena kerjanya dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat Pati sudah nyata. Tidak ada kata lain, selain lanjutkan,” kata Subur.

Tak hanya pengusaha, dukungan juga diakui mengalir dari para karyawan yang bekerja di tempat kerja para pengusaha. Karena itu, para pengusaha merasa punya beban moral untuk berjuang memenangkan Haryanto-Arifin.

Menurutnya, Haryanto banyak menuai prestasi selama memimpin hingga mengantarkan Pati ke panggung nasional. Kendati begitu, dia tidak menampik bila ada kekurangan selama memimpin. Namun, kekurangan dianggap sesuatu yang wajar dan bisa dibenahi pada periode selanjutnya.

Menanggapi dukungan dari para pengusaha, Haryanto mengaku akan mengemban amanah berupa dukungan itu dengan baik. Selain para pengusaha kuningan, Haryanto mengaku juga mendapatkan dukungan dari para pengusaha kapal, perikanan, nelayan, hingga petani.

Sementara itu, Saiful Arifin merasa perlu berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal terkait dengan perolehan suara pada pilkada yang dihelat pada 15 Februari 2017, kendati hanya diikuti calon tunggal.

Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Trangkil ini mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Pati yang sudah memberikan kepercayaan kepada pasangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati hingga 2022 mendatang.

Editor : Kholistiono

Haryanto Serahkan Santunan untuk Korban Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung di Gabus Pati

Ketua PMI Pati Haryanto (tiga dari kanan) menyerahkan santunan kepada korban rumah roboh akibat angin puting belitung di Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua PMI Pati Haryanto (tiga dari kanan) menyerahkan santunan kepada korban rumah roboh akibat angin puting belitung di Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan deras disertai angin kencang sering terjadi di wilayah Kabupaten Pati, akhir-akhir ini. Kali ini, bencana angin puting beliung menimpa rumah milik Trimurwati (60) warga Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Rabu (23/11/2016).

Akibat kejadian tersebut, rumah Trimurwati roboh total hingga menimpa semua perabotan rumahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Trimurwati mengatakan, rumah roboh terjadi pada sore hari ketika ada hujan dan angin kencang. Rumahnya yang hanya terbuat dari kayu tidak dapat menahan kencangnya angin hingga akhirnya roboh.

“Saat itu, angin kencang sekali hingga rumah saya miring dan nyaris roboh. Sebelum itu, saya bergegas berlari ke rumah tetangga. Tidak lama setelah itu, rumah saya roboh,” ungkap Trimurwati, Jumat (25/11/2016).

Mengetahui musibah tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Pati langsung turun ke lapangan dan memberikan bantuan yang diserahkan Ketua PMI Pati, Haryanto. Bantuan tersebut berupa uang tunai dan sembako yang diharapkan dapat meringankan beban korban rumah roboh.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu siaga menghadapi cuaca yang saat ini berlangsung cukup ekstrem dan tidak menentu. Masyarakat mesti aktif bergotong royong bila ada bencana yang melanda, baik banjir, longsor, maupun angin puting beliung,” kata Haryanto yang saat ini mencalonkan diri sebagai Bupati Pati periode 2017-2022.

Dia juga berharap, kejadian tersebut bisa memacu semangat gotong royong antara warga yang membutuhkan. Dengan begitu, jiwa sosial antarmasyarakat bisa semakin terpupuk.

Selain memberikan bantuan, Haryanto juga memberikan motivasi kepada korban bencana. Ia meminta agar korban bisa sabar menghadapi cobaan tersebut.

Editor : Kholistiono

Parpol Pengusung Haryanto-Arifin yang Membelot Bakal Dikenakan Sanksi Politik

Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Parpol pengusung pasangan Cabup dan Cawabup Pati Haryanto dan Saiful Arifin yang menyimpang dari ketentuan tim sukses bakal dikenakan sanksi politik. Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar, Adjie Sudarmaji yang juga Ketua Tim Sukses Haryanto-Arifin, Selasa (22/11/2016).

“Kami parpol pengusung sudah berkomitmen untuk saling bersinergi, saling membantu dan mengingatkan agar tidak ada elemen parpol yang kendor. Kalau ada parpol yang menyimpang dari ketentuan, tentu akan ada sanksi politik tersendiri,” ujar Adjie.

Sanksi politik dianggap sebagai sesuatu yang wajar, mengingat komitmen parpol untuk pasangan calon sudah diinstruksikan dari pusat. Karena itu, setiap parpol pengusung diharapkan dapat mengamankan suara paslon secara penuh sesuai dengan target.

“Sanksi politik bagi parpol pengusung yang menyimpang akan dilakukan, karena rekomendasi dari masing-masing pimpinan partai di tingkat pusat sudah dipercayakan kepada kader parpol di tingkat pimpinan cabang. Kalau ada parpol pengusung yang menyimpang, sudah otomatis akan dikenakan sanksi politik,” ucap Adjie.

Seperti diketahui sebelumnya, delapan partai politik menyatakan dukungannya untuk paslon Haryanto-Saiful Arifin. Rekomendasi delapan parpol jatuh pada petahana, lantaran petahana memiliki elektabilitas yang tinggi dalam berbagai survei lembaga independen.

Kedelapan parpol tersebut, yaitu Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PKS, PKB, dan Hanura. Semuanya memiliki 46 kursi di DPRD Pati. Sedangkan Nasdem yang menjadi satu-satunya oposisi hanya memiliki empat kursi sehingga tidak bisa mengusung paslon. Akibatnya, rakyat Pati dihadapkan pada pilihan Haryanto-Arifin dan kotak kosong.

Editor : Kholistiono

 

Haryanto Mulai Gerakkan Mesin Partai untuk Tumbangkan Kotak Kosong

Calon Bupati Pati Haryanto (berdiri) dalam rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Kantor Haryanto-Arifin, Jalan Diponegoro, Pati, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto (berdiri) dalam rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Kantor Haryanto-Arifin, Jalan Diponegoro, Pati, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati Pati Haryanto sudah mulai menggerakkan mesin partai pada pesta demokrasi di Pilkada Pati 2017. Hal itu diungkap Haryanto, usai menggelar rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (21/11/2016).

“Sore ini, kami mulai menggerakkan mesin partai pengusung. Kami koordinasikan dengan relawan yang sudah kita bentuk. Harapannya, perolehan suara yang ada di wilayah masing-masing bisa maksimal,” kata Haryanto.

Dia berharap, Tim Sukses dan relawan yang tersebar di lima dapil bisa bersatu padu, tidak ada yang saling menjagakan, apalagi menyalahkan satu sama lain. Pasalnya, mereka bekerja dalam satu tim pemenangan agar perolehan suara bisa maksimal.

“Hari ini, kita berkoordinasi dengan dapil IV/Jakenan. Secara berturut-turut, kami akan berkoordinasi dengan empat dapil lainnya, yakni Tayu, Juwana, Pati, dan Kayen. Kami optimis mesin partai dan relawan bisa bergerak dengan baik,” imbuhnya.

Ketua Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, Adjie Sudarmaji menegaskan, delapan partai politik pengusung harus saling bersinergi, bahu membahu mengamankan suara pasangan Haryanto-Arifin. Dia memperingatkan agar tidak ada elemen parpol yang kendor dalam pesta demokrasi Pilkada Pati 2017.

“Secara bertahap, kami akan undang seluruh elemen partai dan relawan di tingkat kecamatan masing-masing. Nanti akan bergulir, dari Dapil Jakenan, Tayu, Juwana, Pati dan dapil Kayen. Kami optimis bisa memenangkan pasangan Haryanto-Arifin,” ucap Adjie.

Editor : Kholistiono

Cabup Pati Haryanto Santuni Keluarga Korban Kapal Tabrakan di Perairan Tuban

Calon Bupati Pati Haryanto menyerahkan santuan dan dukungan moral kepada keluarga nahkoda KM Mulya Jati di Dukuh Ngerang, Desa Trimulyo, Juwana, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto menyerahkan santuan dan dukungan moral kepada keluarga nahkoda KM Mulya Jati di Dukuh Ngerang, Desa Trimulyo, Juwana, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan laut antara kapal berbendera Vietnam MV Thaison 4 dengan KM Mulya Jati di wilayah perairan Tuban, Sabtu (19/11/2016), menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Sebagian besar awak kapal berasal dari Pati, Rembang, Kudus, Batang, dan Pekalongan.

Kapal Mulya Jati berangkat dari Pelabuhan Juwana pada Jumat (18/11/2016) sekitar pukul 18.30 WIB, sebelum akhirnya tertabrak kapal MV Thaison dan menyebabkan Kapal Mulya Jati karam. Dikabarkan, ada 27 orang yang berada di dalam kapal, kendati manifes Kantor Syahbandar Kelas III Juwana mengantongi 40 orang nama yang dilaporkan pemilik kapal sebelum berangkat melaut.

12 orang dinyatakan selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 12 orang lainnya masih dalam proses pencarian Tim SAR. Di rumah duka nahkoda kapal KM Mulya Jati, Purwono, Dukuh Ngerang, Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, keluarga dirundung kesedihan mendalam berharap agar Purwono segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Musani, kakak ipar korban menuturkan, keluarga dari nahkoda KM Mulya Jati itu bergantian berjaga di Tuban untuk mengetahui perkembangan di sana. Keluarga sangat berharap, Purwono selamat dalam tragedi kecelakaan laut tersebut.

Sementara itu, istri korban, Haryanti (23) terlihat masih tidak percaya dengan tragedi yang menimpa suaminya. Anak Haryanti yang masih kecil, Nafis selalu berada di samping sang ibu. Satu harapan mereka, Purwono, tulang punggung keluarganya kembali dengan selamat.

Calon Bupati Pati Haryanto mendatangi rumah duka. Bersama dengan Tim Sukses, Haryanto menyerahkan santunan berupa uang tunai kepada keluarga korban. Santunan tersebut diharapkan bisa membantu keluarga korban.

Tak sekadar memberikan santunan, Haryanto memberikan dukungan moral agar keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Haryanto berharap, proses pencarian segera membuahkan hasil dan membawa pulang korban dalam keadaan selamat.

“Kami berharap, ada kabar baik dari hasil pencarian Tim SAR. Kami merasa sangat prihatin. Apalagi, masih ada enam warga Pati yang saat ini masih dalam proses pencarian. Semoga pencarian segera membuahkan hasil,” tandas Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) ini.

Editor : Kholistiono

Haryanto Imbau Warga NU di Pati Bersatu dan Guyub Rukun

Haryanto (tiga dari kiri) berdoa bersama dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (tiga dari kiri) berdoa bersama dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Haryanto mengimbau kepada warga NU di Kabupaten Pati bisa bersatu padu dan guyub rukun membentuk satu organisasi yang kuat dalam platform Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Hal itu disampaikan Haryanto, usai menghadiri Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016).

“Dalam pendidikan ini, kami berharap agar menjadi bekal bagi kader penggerak NU di berbagai ranting dan wilayah kecamatan untuk bersatu padu, jangan sampai terkena hasutan-hasutan, ajaran-ajaran yang berpotensi memecah belah umat,” kata Haryanto.

Menurutnya, NU merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia yang punya peran strategis untuk menangkal paham radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI. Karena itu, kebesaran NU tersebut jangan sampai dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah kesatuan umat NU dalam bingkai NKRI.

“Kalau organisasi sudah besar, bukan berarti tanpa pendidikan dan pelatihan. Sebab, pendidikan sangat diperlukan agar NU selalu berkembang, maju, dan berada dalam rel Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Saking besarnya NU, banyak orang-orang dari luar negeri yang belajar NU di Indonesia kemudian membuka NU cabang di berbagai negara,” kata Haryanto.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pati Ali Munfaat menuturkan, pendidikan kader penggerak NU di Bermi merupakan tindak lanjut dari pelatihan di tingkat cabang yang dikembangkan di masing-masing kecamatan. PKPNU bertujuan untuk membekali kader-kader NU agar ke depan menjadi pengurus yang militan dan bisa mengatur keorganisasian NU supaya tidak terpecah belah.

“Kita tahu, gelombang radikalisme sudah masuk cukup lama di Indonesia. NU bertugas tidak hanya menghalau paham radikalisme di Indonesia, tetapi juga internal NU sendiri. Karenanya, PKPNU diharapkan menjadi bekal yang baik bagi kader penggerak NU,” imbuh Ali.

Dalam PKPNU, peserta digembleng selama lima hari. Dua hari dilakukan di tingkat kecamatan, sedangkan tiga hari dilakukan di tingkat kabupaten. Mereka mendapatkan bekal olah jasmani, rohani, akal, hati, dan fisik.

Editor : Kholistiono

Haryanto Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Bumiayu Pati

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Haryanto meninjau lokasi rumah yang roboh tertimpa pohon jati di Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Haryanto meninjau lokasi rumah yang roboh tertimpa pohon jati di Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan lebat disertai angin ribut melanda hampir semua daerah di Kabupaten Pati, Selasa (15/11/2016) sore. Di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, satu rumah roboh tertimpa pohon jati akibat dihantam angin puting beliung.

Selain rumah berukuran 6×10 meter roboh, istri dan anak Rabun yang menghuni rumah tersebut dilarikan ke RSUD Soewondo Pati karena mengalami luka-luka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam tragedi bencana alam tersebut.

“Pak Rabun, pemilik rumah selamat, sedangkan anak dan istrinya dilarikan ke RSUD. Dari tiga kambing ternaknya yang luka-luka, satu di antaranya mati. Pada saat kejadian, angin gemuruh sangat kencang, tiba-tiba pohon jati runtuh dan menimpa rumah Pak Rabun,” ujar Kepala Desa Bumiayu, Karyadi, Rabu (16/11/2016).

Pascabencana, sejumlah warga berdatangan untuk membantu korban. Salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati yang datang menyalurkan sumbangan berupa sembako dan uang tunai yang diberikan kepada pemilik rumah.

 

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Haryanto meninjau lokasi rumah yang roboh tertimpa pohon jati di Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Haryanto meninjau lokasi rumah yang roboh tertimpa pohon jati di Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

Bantuan tersebut diserahkan Ketua PMI Kabupaten Pati, Haryanto. “Bantuan ini kami serahkan untuk meringankan beban warga yang menjadi korban bencana angin puting beliung. Sembako diberikan untuk menyambung hidup keluarga, sedangkan uang tunai yang diberikan diharapkan bisa membantu korban untuk mendirikan rumah kembali,” kata Haryanto.

Haryanto juga menyalurkan bantuan uang tunai agar bisa dibelikan kambing ternak. Pasalnya, satu kambing milik Rabun yang mati merupakan salah satu investasi dan tabungan untuk keluarga.

Tak hanya itu, istri dan anak yang dirawat di RSUD Soewondo akibat tertimpa reruntuhan rumah dibebaskan dari biaya pengobatan. Dia berharap, Rabun dan keluarganya diberikan ketabahan. “Kami sudah tanggung semua biaya pengobatan korban di RSUD Soewondo. Kami berharap agar beliau diberikan ketabahan,” kata Haryanto.

Editor : Kholistiono