Mengintip Hubungan Haryanto dan Saiful Arifin Pascapilkada Pati

Haryanto dan Saiful Arifin, seusai ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pilkada Pati 2017 sudah berakhir dengan kemenangan pasangan calon tunggal, Haryanto dan Saiful Arifin. Keduanya ditetapkan KPU Pati sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih, Jumat (8/4/2017).

Sejumlah rumor beredar, hubungan keduanya akan seperti hubungan Haryanto dan wakilnya dulu, Budiyono yang terlibat dalam ketidaksepahaman. Namun, rumor itu ditepis Haryanto sendiri.

“Tidak ada indikasi. Namun, kami memang berharap, Bupati dan Wakil Bupati Pati itu jadi satu. Harapannya bersama-sama sampai berakhirnya lima tahun ke depan,” ucap Haryanto, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, hubungan yang tidak baik berawal dari orang-orang ingin memecah belah. Haryanto menilai, mereka biasanya “menggosok-gosok” salah satu di antara keduanya dengan tujuan memecah belah.

“Saya yakin Pak Arifin tidak begitu. Jangan sampai kinerja kita membangun Pati menjadi terganggu, karena saling curiga, saling tidak percaya. Kalau saya ada kekurangan, dilengkapi Pak Arifin. Sebaliknya, kalau Pak Arifin ada kekurangan, saya yang melengkapi. Kalau ada yang mencoba menggosok-gosok hubungan kita, biarkan saja,” tutur Haryanto.

Menjawab hal tersebut, Saiful Arifin mengaku akan fokus membantu Haryanto dalam membangun Kabupaten Pati menjadi lebih baik. Dia sadar betul posisinya sebagai wakil, sehingga akan mendampingi dan menjalankan tugas sesuai fungsinya.

“Kita ini mesti positif thinking. Pati ini memiliki potensi luar biasa yang bisa menyejahterakan masyarakat, mulai pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga industri. Kalau yang dipikir negatif-negatif terus, kapan Pati bisa maju? Karenanya, saya akan fokus untuk melakukan pembangunan Pati menjadi lebih baik,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati Dijadwalkan pada 8 Maret 2017

Paslon tunggal Pilkada Pati Haryanto-Saiful Arifin berjalan bersama, usai mengikuti agenda penajaman visi-misi di Kantor DPRD Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menjadwalkan penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Arifin pada 8-10 Maret 2017 mendatang.

Penetapan itu segera dilakukan, menyusul hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU, paslon Haryanto-Arifin mendapatkan 519.675 suara dan kotak kosong 177.762 suara. Artinya, Haryanto-Arifin telah memenangkan Pilkada Pati 2017.

“Kalau tidak ada sengketa perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK), penetapan paslon terpilih dijadwalkan pada 8-10 Maret 2017,” ujar Komisioner KPU Pati Supriyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (27/2/2017).

Setelah penetapan calon terpilih dan penyampaian pengusulan pengangkatan, tugas KPU dalam pilkada serentak akan selesai. Selanjutnya, paslon akan dilantik setelah jabatan petahana, Haryanto sebagai Bupati Pati 2012-2017 selesai pada 7 Agustus 2017.

Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 164 A ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2016, pelantikan secara serentak dilaksanakan pada akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode sebelumnya yang paling akhir. Karena itu, kemungkinan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih dilakukan setelah 7 Agustus 2017.

“Pelantikan itu tergantung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebab, tugas kami sudah berakhir setelah penetapan paslon terpilih,” imbuh Supri.

Saat dikonfirmasi, Saiful Arifin mengaku belum mendapatkan pemberitahuan terkait dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. “Saya malah belum tahu. Kemungkinan Agustus 2017. Saya ikut saja pada aturan dan mekanisme dari Mendagri atau Gubernur,” tutur Arifin.

Editor : Kholistiono

Ini Hasil Rekapitulasi Surat Suara Pilkada Pati, Haryanto-Arifin Unggul atas Kotak Kosong

KPU Pati menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Pati di Aula KPU Pati, Kamis (23/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rekapitulasi surat suara pada Pilkada Pati sudah selesai dilakukan. Hasil rekapitulasi diumumkan melalui rapat pleno penghitungan suara hasil Pilkada Pati di Aula KPU Pati, Kamis (23/2/2017).

Dari hasil rekapitulasi, pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin memperoleh 519.675 suara, unggul atas kotak kosong yang mendapatkan 177.762 suara. Sebelumnya, melalui perhitungan entri data formulir C1, Haryanto-Arifin mendapatkan 519.627 suara dan kotak kosong 177.771 suara.

Artinya, ada sejumlah selisih suara antara penghitungan real count entri data formulir C1 dan rekapitulasi yang dilakukan secara manual. Haryanto-Arifin mendapatkan selisih suara 48 lebih banyak dari perhitungan entri data formulir C1, sedangkan suara kotak kosong mendapatkan sembilan selisih suara lebih sedikit.

Sementara itu, jumlah suara sah terhitung ada 697.437 dan suara tidak sah 14.984. Jumlah keseluruhan suara dalam Pilada mencapai 712.421 suara. Adapun tingkat partisipasi mencapai 68,9 persen atau 712.421 suara.

Ketua KPU Pati Much Nasich mengatakan, tingkat partisipasi Pilkada Pati masih berada di bawah target 77,5 persen. Meski demikian, pihaknya mengaku cukup puas mengingat banyak warga Pati yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) berdomisili di luar Pati sehingga tidak menggunakan hak pilihnya.

“Target nasional sebetulnya akan tercapai bila data formulir C6 yang tidak dibagikan dan dikembalikan ke KPU dengan alasan meninggal dunia, merantau, tidak ditemui dan dikeluarkan dari DPT,” kata Nasich.

Sementara itu, saksi paslon Haryanto-Arifin, Hendro Jatmiko mengaku, perhitungan awal saat KPU melakukan input data C1 memang ada perbedaan perolehan suara dibanding hasil rekapitulasi manual. Perbedaan itu ada di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), antara lain Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Desa Maitan, Kecamatan Kayen, dan Desa Sidoarum, Kecamatan Jakenan.

Kendati begitu, ia menerima hasil rekapitulasi manual yang dilakukan di tingkat kabupaten dan tidak keberatan. “Perbedaan sudah bisa diselesaikan dengan membuka C1 plano,” tandas Hendro.

Editor : Kholistiono

Surat Suara Mulai Direkapitulasi di Berbagai Kecamatan di Pati

Salah seorang PPK melakukan rekapitulasi surat suara Pilkada Pati di Kantor Kecamatan Pati, Jumat (17/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Surat suara hasil pencoblosan Pilkada Pati yang berlangsung Rabu (15/2/2017), mulai direkapitulasi sejak Jumat (17/2/2017). Dijadwalkan, rekapitulasi surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan selesai pada Rabu (22/2/2017).

Proses rekapitulasi di tingkat kecamatan tersebut berlangsung terbuka. Namun, hanya pihak yang berkepentingan saja yang diperbolehkan memasuki area rekapitulasi suara.

“Rekapitulasi dilakukan untuk menghitung hasil pemungutan suara secara manual. Tujuannya untuk memastikan hasil pencoblosan, mulai dari jumlah pemilih untuk paslon, kotak kosong, suara tidak sah, angka golput, hingga jumlah partisipasi masyarakat,” ujar Ketua PPK Pati, Kastono.

Ada perbedaan proses rekapitulasi antara pilkada lalu dengan sekarang. Bila awalnya rekapitulasi dimulai per tempat pemungutan suara (TPS) dan PPK tinggal merekap, saat ini proses rekapitulasi hanya dilakukan di tingkat kecamatan.

Praktisi Hukum Sebut Hasil Pilkada Pati Tidak Bisa Digugat, Ini Alasannya

Sementara itu, perhitungan suara tingkat PPS menggunakan formulir C1 diserahkan KPU Pati untuk dilakukan entri data. Karena itu, hasil penghitungan KPU menggunakan formulir C1 bisa saja diralat bila ada perbedaan dengan hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Kami diberikan waktu hingga 22 Februari 2017 untuk rekapitulasi per TPS dan 27 Februari 2017 untuk rekapitulasi per desa atau kelurahan. Hasil rekapitulasi tersebut akan diserahkan ke KPU Pati,” tandas Kastono.

Editor : Kholistiono

Praktisi Hukum Sebut Hasil Pilkada Pati Tidak Bisa Digugat, Ini Alasannya

Proses penghitungan suara di TPS 02 Desa Winong, Kecamatan Pati pada Rabu (15/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Praktisi hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Advokasi Nasional, Maskuri menilai, hasil Pilkada Pati tidak bisa digugat. Hal itu disebabkan tidak ada pihak yang memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Secara de facto, hasil Pilkada Pati sudah bersifat final. Sebab, tidak ada pihak yang punya legal standing untuk mengajukan gugatan ke MK, mengingat tidak ada satu lembaga pemantau yang terdaftar atau terakreditasi di KPU Pati sebagai pemantau pilkada,” ujar Maskuri, Jumat (17/2/2017).

Sesuai dengan Peraturan MK Nomor 4 Tahun 2015, pihak penggugat yang punya legal standing adalah paslon itu sendiri dan lembaga pemantau pilkada. Pun, persoalan selisih suara yang dapat digugat ke MK ada ketentuan prosentasenya.

Pilkada Pati Jadi Acuan untuk Membuat UU Penyelenggaraan Pemilu

Dalam Pilkada Pati 2017, kata Maskuri, tidak ada satu pihak yang punya legal standing untuk mengajukan gugatan ke MK. Hal itu yang membuat dirinya berani memastikan bila hasil dari Pilkada Pati tidak bisa digugat.

“Kecuali, kemarin ada pihak yang punya legal standing sebagai pemantau pilkada dan terdaftar di KPU Pati. Itupun, selisih suara, apabila dipersoalkan, biasanya tidak lebih dari dua persen yang diajukan ke MK,” tuturnya.

Hal itu juga berlaku untuk Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati (AKDPP) yang selama ini mengawal suara kotak kosong. AKDPP dinilai tidak bisa mengajukan gugatan, lantaran tidak punya legal standing atau tidak memenuhi syarat secara hukum.

Editor : Kholistiono

Pilkada Pati Jadi Acuan untuk Membuat UU Penyelenggaraan Pemilu

Suasana pemungutan suara di RSUD Soewondo Pati, Rabu (15/2/2017) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan pemerintah pusat dalam pesta demokrasi Pilkada Pati 2017. Fenomena kotak kosong di Pati yang sempat menjadi “bola salju” akan dijadikan acuan untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu.

Hal itu disampaikan Pimpinan Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas, Jumat (17/2/2017). Menurutnya, fenomena gerakan relawan kotak kosong yang ikut mengkampanyekan dan meramaikan Pilkada Pati belum ada sebelumnya. Gerakan itu juga belum terakomodasi dalam UU.

Kondisi tersebut yang akan dijadikan Bawaslu sebagai acuan untuk membahas RUU Penyelenggaraan Pemilu dengan DPR RI. “Gerakan masyarakat yang ikut mengkampanyekan kolom kosong merupakan hal baru di Indonesia. Warga yang memilih kotak kosong juga terbilang cukup banyak. Fenomena ini perlu menjadi bahan untuk merancang RUU Penyelenggaraan Pemilu,” ucap Endang.

Pada saat pelaksanaan pilkada, pihaknya sudah melakukan supervisi di Kabupaten Pati. Langkah supervisi dilakukan, karena Bawaslu telah melakukan pemetaan yang hasilnya menunjukkan Pilkada Pati rawan konflik.

Salah satu indikasinya, antara lain Pilkada Pati hanya diikuti satu paslon, tetapi gelombang masyarakat yang mengkampanyekan kotak kosong cukup tinggi. Terlebih, sejumlah laporan menunjukkan adanya aksi saling lapor antara kubu timses paslon dan relawan kotak kosong. Sementara eksistensi kotak kosong belum diatur dalam UU.

Uniknya, gerakan kotak kosong di Pati tidak ditemukan di sejumlah daerah lain yang menyelenggarakan pilkada dengan calon tunggal. Di daerah lain, penyelenggaraan calon tunggal berlangsung aman dan tanpa gejolak sosial.

“Di Pati sudah sangat cukup dijadikan sebagai acuan untuk membahas RUU Penyelenggaraan Pemilu. Selain berbeda dengan daerah lain yang mengikuti pilkada calon tunggal, fenomena ini belum ada pada pelaksanaan pemilu pada 2015 lalu,” tandas Endang.

Editor : Kholistiono

Terpengaruh Berita Hoax, Ini Klarifikasi Mendagri yang Sebut Kotak Kosong Menang di Pilkada Pati

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo (Foto/Humas Kemendagri)

MuriaNewsCom, Pati – Publik di Kabupaten Pati dikejutkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo terkait dengan kemenangan kotak kosong pada Pilkada Pati yang dimuat di sejumlah media. Namun, Tjahjo akhirnya memberikan klarifikasi.

“Sudah diklarifikasi. Pasangan calon tunggal yang menang. Itu pemberitaan awal yang menunjukkan kotak kosong saja bisa mencapai suara banyak. Berita online juga ada yang sebutkan, ternyata hoax bahwa berita tersebut salah,” ujar Tjahjo, Kamis (16/2/2017).

Tjahjo juga menegaskan, pernyataannya tersebut pada saat perhitungan sementara. Meski belum ada keputusan KPU yang menunjukkan pasangan calon tunggal menang mutlak dari kotak kosong, tetapi pernyataan itu disampaikan pada awal perhitungan sementara.

“Kalau ada berita klarifikasi saya, saya kirim. Ada tim Kemendagri yang memantau TPS-TPS di Pati memposting TPS yang pemilih kotak kosong besar pilihannya. Itu baru penghitungan awal,” ucap Tjahjo.

Mendagri RI Nyatakan Kemenangan Kotak Kosong, Ketua PDIP Pati Bereaksi Keras


Karena itu, pihaknya berharap kepada semua pihak untuk memaklumi bila ada kesalahpahaman dalam mengartikan pernyataan tersebut. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengutamakan kondusivitas pascapilkada.

Dari hasil hitung TPS (form C1) KPU Kabupaten Pati, paslon tunggal Haryanto dan Saiful Arifin mendapatkan 74,52 persen suara dan kotak kosong memperoleh 25,48 persen suara. Data tersebut diperoleh dari proses entri data model C1 yang belum ditetapkan KPU secara final.

Editor : Kholistiono

Timses Haryanto-Arifin Nyatakan Siap Hadapi Gugatan Hasil Pilkada Pati

Juru bicara Timses Harfin, Joni Kurnianto menyatakan kesiapannya bila ada gugatan terkait hasil Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Juru bicara tim pemenangan Haryanto-Saiful Arifin, Joni Kurnianto menyatakan kesiapannya menghadapi gugatan hasil Pilkada Pati 2017. Hal itu disampaikan Joni, Kamis (16/2/2017), menyusul wacana yang menyebutkan adanya gugatan pascapilkada.

“Sesuai dengan hasil hitung TPS (form C1) Kabupaten Pati, paslon Haryanto-Arifin menang dengan perolehan suara 74,52 persen. Meski begitu, kalau nanti ada gugatan terkait hasil pilkada, kami sudah menyiapkannya,” ujar Joni.

Ketua DPC Partai Demokrat Pati ini juga sudah menyiapkan tim advokasi untuk mengantisipasi bila ada sejumlah pihak yang mempersoalkan hasil pilkada. Pasalnya, paslon Haryanto-Arifin selama ini sudah melakukan mekanisme dan tahapan pilkada sesuai dengan aturan.

Mendagri RI Nyatakan Kemenangan Kotak Kosong, Ketua PDIP Pati Bereaksi Keras

“Kami ikut mengawal, paslon Haryanto-Arifin sudah mengikuti tahapan pilkada sesuai dengan aturan, dari penjaringan di tingkat partai hingga pemungutan suara. Meski sudah sesuai aturan, kalau ada pihak-pihak yang ingin menggugat, kami siap mengawal,” ucap Joni.

Dia sadar, Haryanto-Arifin mendapatkan perlawanan dari relawan kotak kosong sejak ditetapkannya sebagai paslon tunggal. Karena itu, pihaknya bersama delapan partai politik yang mengusung Haryanto-Arifin akan mengawalnya hingga lima tahun ke depan.

KPU Pati Umumkan Haryanto-Arifin Raih Suara 74,52 Persen dan Kotak Kosong 25,48 Persen

“Kami itu kan tidak sok-sokan, berjalan sesuai aturan. Waktu kampanye kemarin, juga biasa-biasa saja. Kenapa? Kami mengutamakan kondusivitas Kabupaten Pati. Tapi, kalau masih ada pihak-pihak yang mencoba menguggat hasil pilkada, kami siapkan tim advokasi,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

KPU Pati Umumkan Haryanto-Arifin Raih Suara 74,52 Persen dan Kotak Kosong 25,48 Persen

Suasana proses entri data model C1 yang dilakukan KPU Pati di Hotel New Merdeka Pati, Kamis (16/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati akhirnya mengumumkan hasil Pilkada Pati, setelah melakukan proses input dan scaning data di Hotel New Merdeka, Pati, Kamis (16/2/2017).

Pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin mendapatkan 519.588 suara sah atau 74,52 persen, sedangkan kotak kosong memperoleh 177.682 suara atau 25,48 persen. Dari total pemilih sebanyak 1.035.660 orang, pengguna hak pilih sebanyak 711.412 atau 61,8 persen.

Dari total pengguna hak pilih sebanyak 711.398 orang, 696.475 suara dinyatakan sah dan 15.186 suara dinyatakan tidak sah. Data tersebut berdasarkan hasil hitung TPS (form C1) Kabupaten Pati yang berakhir pada Kamis (16/2/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kami diberikan waktu selama lima hari untuk menyelesaikan proses input data dan scanning. Namun, kami berhasil menyelesaikan proses tersebut selama kurang dari dua hari,” ucap Komisioner KPU Pati, Jukari.

Dia menuturkan, KPU Pati tidak berani mengumumkan hasil perolehan suara dari hasil quick count melalui informasi cepat dari masing-masing TPS. Hal itu didasarkan pada instruksi KPU RI yang memerintahkan KPUD untuk mengumumkan data hasil pilkada berdasarkan entri data model C1.

Mendagri RI Nyatakan Kemenangan Kotak Kosong, Ketua PDIP Pati Bereaksi Keras

Juru Bicara Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto mengaku sangat bersyukur dengan perolehan 74,52 persen pada Pilkada Pati. Kendati perolehan kotak kosong diakui cukup tinggi yang mencapai 25,48 persen, tetapi hal itu dianggap wajar dan menjadi bagian dari demokrasi.

“Artinya, masyarakat Pati ingin Pak Haryanto dan Saiful Arifin memimpin Kabupaten Pati lima tahun ke depan. Ini kemenangan bersama, kemenangan rakyat Pati. Meski didukung delapan partai dengan kerja maksimal, peran dan dukungan masyarakat secara langsung sangat berpengaruh pada perolehan suara,” tandas Joni.

Editor : Kholistiono

Mendagri RI Nyatakan Kemenangan Kotak Kosong, Ketua PDIP Pati Bereaksi Keras

Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin saat berorasi pada kampanye Haryanto-Arifin beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin bereaksi keras terhadap sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo yang memberikan statemen kemenangan kotak kosong pada Pilkada Pati di sejumlah media. Hal itu disampaikan Ali, Kamis (16/2/2017).

Ketua Tim Pemenangan Haryanto-Arifin itu mengatakan, Mendagri semestinya lebih berhati-hati dalam memberikan statemen tentang pilkada. Informasi kemenangan pilkada, kata Ali, mesti didasarkan pada data, bukan laporan dari pihak yang tidak jelas.

“Pak Mendagri harus hati-hati dalam memberikan statemen. Pilkada itu rawan gesekan sosial. Kalau statemennya itu tidak berdasarkan data, itu justru bisa memperkeruh suasana. Padahal, pemerintah mestinya bisa menjaga kondusivitas,” ungkap Ali.

Ali sendiri memastikan bila Haryanto-Arifin meraih 75,61 persen. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI, paslon yang mendapatkan suara sah sebanyak 50 persen plus satu akan terpilih menjadi pasangan bupati dan wakil bupati.

“PDIP punya saksi di masing-masing TPS. Dari data real count yang kami buat, pasangan Haryanto-Arifin meraih suara 75,61 persen. Kalau Pak Mendagri bilang seperti itu, kami sangat menyayangkannya,” imbuh Ali.

Real Count, Haryanto-Arifin Dipastikan Menang Pilkada Pati


Sementara itu, Komisioner KPU Pati Jukari menuturkan, Haryanto-Arifin mendapatkan suara 74,52 persen dan kotak kosong 25,48 persen. Perhitungan tersebut didasarkan pada real count, setelah melakukan input data dan proses scan dengan pengguna hak pilih sebanyak 711.412 orang.

Sebelumnya, Mendagri memberikan statemen kemenangan kotak kosong dalam Pilkada Pati. “Ada yang menarik, kotak kosong menang, dan itu di daerah padat penduduk, padat pemilih, hampir 1,5 juta, di Pati. Padahal partai yang mendukung banyak, tapi yang menang tetap kotak kosong,” kata Tjahjo seperti dikutip dari detik.com.

Sontak, pernyataan Mendagri tersebut menuai reaksi keras dari Tim Pemenangan Haryanto-Arifin. Juru Bicara Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto melontarkan kekecewaannya pada Mendagri. Sebagai representasi pemerintah, statemen Tjahjo dianggap bisa membuat gaduh pascapilkada.

Editor : Kholistiono

Real Count, Haryanto-Arifin Dipastikan Menang Pilkada Pati

Suasana rekapitulasi dan entri data yang dilakukan KPU Pati di Hotel New Merdeka Pati, Rabu (15/2/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan calon tunggal Haryanto dan Saiful Arifin dipastikan menang dalam pesta demokrasi di Pati yang berlangsung Rabu (15/2/2017) kemarin. Ada tiga sumber real count yang dihimpun MuriaNewsCom, Kamis (16/2/2017).

Hingga berita ini turun, Haryanto-Arifin dinyatakan menang dalam perhitungan yang dihimpun MuriaNewsCom dari data Kodim 0718/Pati. Paslon Harfin meraih 75,76 persen atau 407.222 suara, sedangkan kotak kosong mendapatkan 24,24 persen atau 130.313 suara.

Sementara itu, real count yang dilakukan Tim Pemenangan Haryanto-Arifin menunjukkan, Harfin meraih 74,9 persen dan kotak kosong 25,1 persen. Dalam hitungan real count yang diterima MuriaNewsCom pada Kamis (16/2/2017) pukul 10.33 WIB, Harfin mendapatkan 488.140 suara dan kotak kosong 163.148 suara.

Quick Count Pilkada Pati, Haryanto-Arifin 74,5 Persen, Kotak Kosong 25,5 Persen

Hampir sama dengan real count yang dilakukan Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, data yang dihimpun dari KPU Pati, Harfin meraih 74,57 persen atau 490.714 suara dan kotak kosong 25,43 persen atau 167.331 suara. Data tersebut dihitung dari prosentase total suara sebanyak 94,73 persen.
Melihat real count dan perhitungan dari KPU tersebut, Juru Bicara Timses Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto memastikan paslon Harfin memenangkan Pilkada Pati 2017. Haryanto dan Saiful Arifin dipastikan akan menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022.

Editor : Kholistiono

Quick Count Pilkada Pati, Haryanto-Arifin 74,5 Persen, Kotak Kosong 25,5 Persen

Hasil perolehan suara smentara Pilkada Pati versi tim pemenangan Haryanto-Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin mendapatkan perolehan suara sementara sebanyak 74,5 persen, sedangkan kotak kosong memperoleh 25,5 persen.

Perolehan suara tersebut dihitung berdasarkan perhitungan cepat (quick count) Timses Haryanto-Arifin pada Rabu (15/2/2017) pukul 20.50 WIB.

Dari perhitungan suara sah sebanyak 561.540, paslon Haryanto-Arifin mendapatkan 418.410 suara, sedangkan kotak kosong 143.130 suara. Kendati kotak kosong memenangkan perolehan suara di beberapa TPS, tetapi quick count yang dihitung secara acak di seluruh Kabupaten Pati menunjukkan kemenangan Haryanto-Arifin sebanyak 74,5 persen.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, perolehan suara Haryanto-Arifin di TPS 07, Desa Raci, Kecamatan Batangan, TPS di mana Haryanto mencoblos bersama keluarganya, yakni 431 suara dari total 438 suara. Enam suara dinyatakan tidak sah, sedangkan satu suara untuk kotak kosong.

Di kampung halaman Saiful Arifin, TPS 01 Desa Mojoagung yang berdekatan dengan rumah Arifin, kotak kosong mendapatkan 78 suara dan Haryanto-Arifin mendapatkan 262 suara.

Artinya, 29 persen warga memilih kotak kosong di TPS 01 Desa Mojoagung, kampung halaman Saiful Arifin. Sementara itu, perolehan suara Haryanto-Arifin di TPS di mana Haryanto mencoblos memperoleh kemenangan mutlak, yakni 99,8 persen.

Editor : Kholistiono

Tidak Bisa Mencoblos, Saiful Arifin Pilih Bersantai di Desa Mojoagung Pati

Cawabup Pati Saiful Arifin menerima tamu di rumahnya, Desa Mojoagung, Trangkil pada saat pemungutan suara Pilkada Pati berlangsung, Rabu (15/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memilih untuk beristirahat di kampungnya, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Pati, Rabu (15/2/2017).

Dia terpaksa tidak bisa menggunakan hak pilihnya, karena ber-KTP Jakarta. Karena itu, pria yang akrab disapa Mas Arifin ini beristirahat di kampung halamannya, menemui para tamu yang sejak malam berdatangan.

“Di rumah saja, istirahat sama keluarga. KTP saya Jakarta, sehingga tidak bisa menggunakan hak pilih. Hari ini, tamu berdatangan sejak pagi. Semalam juga datang, ada acara ngaji Alquran,” ucap Arifin.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, rumah Arifin di Mojoagung tampak tenang. Sejumlah tamu yang datang bercakap-cakap di teras rumah, gazebo, hingga ruang tamu.

Bareng Istri dan Anak, Haryanto Nyoblos di TPS 7 Desa Raci

Personel pengamanan melekat dari Polres Pati juga bersiaga menggunakan seragam sipil. Sementara itu, istri Arifin terlihat melayani tamu perempuan yang datang dan menyuguhkan jamuan ala kadarnya.

Menjelang perhitungan suara, Arifin berharap perolehan suara bisa maksimal. Dia juga berdoa supaya diberikan kesempatan untuk ikut membantu Haryanto membangun Kabupaten Pati menjadi lebih baik.

Editor : Kholistiono

Bareng Istri dan Anak, Haryanto Nyoblos di TPS 7 Desa Raci

Vera, Haryanto dan Musus (dari kiri) menggunakan hak pilihnya di TPS 07 Desa Raci, Batangan, Pati, Rabu (15/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati Pati Haryanto menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 07 Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, Rabu (15/2/2017).

Tidak sendirian, Haryanto ditemani dengan istri dan anaknya, Musus dan Vera Haryanto. Keduanya berangkat ke TPS bersama, diiringi selawat Nabi Muhammad dan rebana pemuda setempat.

Lokasi TPS berada sekitar seratus meter sebelah timur rumah Haryanto. Sebelum berangkat, Haryanto berdiri di teras rumah, menggelar doa bersama dan melantunkan selawat Nabi selama kurang lebih sepuluh menit.

“Bahagia sekali bisa ikut mencoblos, menggunakan hak pilih bersama keluarga. Semoga dilancarkan dan mendapatkan barokah dengan selawat,” ujar Musus, istri Haryanto.

Sementara itu, Vera, putri sulung Haryanto berharap, ayahnya bila terpilih nanti bisa membawa perubahan untuk Kabupaten Pati. Dia juga berharap, ayahnya bisa memimpin dan menyejahterakan masyarakat Pati selama lima tahun ke depan.

Usai menggunakan hak pilih di TPS 07, Haryanto beristirahat di rumah. Dia bersama keluarga duduk-duduk menyambut tamu yang berdatangan sejak pagi. Beberapa warga sekitar datang, memberikan selamat dan berbincang dengan tamu-tamu lainnya.

Editor : Kholistiono

Begini Suasana di Rumah Haryanto di Desa Raci Pati Jelang Pemungutan Suara

Haryanto bersama warga berselawat sebelum mencoblos di TPS Desa Raci, Batangan, Pati (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kondisi rumah Calon Bupati Pati Haryanto di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati dipenuhi penduduk setempat, sebelum Haryanto dan keluarga berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (15/2/2017).

Kapolsek Batangan AKP Herry Marcell sempat meninjau rumah Haryanto bersama sejumlah personel keamanan. Beberapa warga tampak duduk di kursi depan rumah yang disediakan Haryanto. Beberapa di antaranya terlihat berbincang-bincang ringan di gazebo bagian halaman rumah.

Rumiatun (38), warga Desa Raci RT 2 RW 3 mengatakan, dia bersama ibu-ibu duduk di kursi yang disediakan di depan rumah untuk memeriahkan dan mendukung Haryanto sebagai Bupati Pati. Di matanya, Haryanto sosok tetangga yang ramah dan mudah bergaul dengan tetangganya.

“Rumah saya sekitar 300 meter dari rumah Pak Haryanto. Beliau sosok yang ramah, sumeh, mudah bergaul dengan tetangganya. Peduli sama rakyat kecil. Kami warga Desa Raci mendukung Pak Haryanto menjadi Bupati Pati,” ucap Rumiatun.

Sementara itu, Haryanto tampak duduk santai di ruang tamu, menyambut tamu-tamu yang datang dan menyatakan dukungannya. Sebelum menggunakan hak pilihnya, Haryanto didampingi kiai terlihat berdoa. TPS yang digunakan Haryanto untuk mencoblos berada seratus meter di sebelah timur rumahnya.

Editor : Kholistiono

Hari Ibu, Haryanto-Arifin Dapat Dukungan Penuh dari Ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Pati

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mendapatkan dukungan penuh dari ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Pati, bertepatan dengan Hari Ibu. Dukungan itu diberikan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (22/12/2016).

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Pati, Hj Maria Ulfa mengatakan, seluruh anggota Muslimat NU di Kabupaten Pati sudah sepakat untuk mengusung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017. Dia menilai, Haryanto sudah berhasil memimpin Pati sejak ditetapkan sebagai Bupati Pati pada 2012.

Karena itu, dia meminta agar Haryanto kembali melanjutkan perjuangannya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Pati. Terlebih, Haryanto selama ini dikenal bisa merangkul semua golongan sehingga dianggap sangat layak kembali pemimpin Pati lima tahun ke depan.

“Di mata Muslimat NU, Pak Haryanto sebagai bapaknya warga Pati bisa membawa organisasi Muslimat NU dengan baik. Begitu juga dengan organisasi-organisasi lainnya juga dirangkul. Ibu-ibu Muslimat NU sendiri sudah merasakan kepemimpinan Haryanto yang baik. Beliau pantas menjadi pemimpin Kabupaten Pati hingga 2022 nanti,” ungkap Ulfa.

Menanggapi dukungan secara penuh dari Muslimat NU pada Hari Ibu, Haryanto mengaku terkejut. Pria kelahiran Desa Raci, Kecamatan Batangan ini baru menyadari bila agenda pertemuannya dengan ibu-ibu Muslimat NU bertepatan dengan Hari Ibu.

“Tidak menyangka kalau pertemuan ini bertepatan dengan Hari Ibu. Terima kasih kepada segenap pengurus dan jajaran Muslimat NU yang sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan saya bersama Pak Saiful Arifin untuk memberikan dukungan dan motivasi dalam rangka Pemilukada 2017,” kata Haryanto.

Dia berharap, Muslimat NU di Pati ke depan bisa bekerja sama, baik di bidang keorganisasian masyarakat maupun bidang kegiatan lainnya. Selama ini, dukungan dari berbagai elemen masyarakat diakui terus mengalir. Karena itu, Haryanto mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang sudah mendukung untuk kemajuan Pati yang lebih baik.

Editor : Kholistiono

Doa Sesepuh NU untuk Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Arifin

Cabup Pati Haryanto bersama dengan sesepuh PCNU Pati, KH Mujib Sholeh (tengah) dan KH Aniq Muhammadun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup Pati Haryanto bersama dengan sesepuh PCNU Pati, KH Mujib Sholeh (tengah) dan KH Aniq Muhammadun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati, Haryanto akan mengikuti pesta demokrasi pada 15 Februari 2017 sebagai Calon Bupati Pati. Bersama pengusaha muda Saiful Arifin yang maju sebagai cawabup, Haryanto akan fokus pada program pembangunan, pembukaan lepangan kerja yang akan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan beragam program prorakyat lainnya.

Niat baik Haryanto untuk memimpin Kabupaten Pati mendapatkan restu dari para sesepuh, kiai dan ulama NU. Namun, sesepuh NU mewanti-wanti kepada Haryanto untuk tidak membeda-bedakan rakyatnya bila terpilih sebagai bupati. Hal ini disampaikan Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh.

“Sebagai orangtua, jika Haryanto dan Saiful Arifin terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati supaya benar-benar bisa memimpin rakyat Pati dengan adil. Dia bupatinya orang Pati, bukan bupatinya orang yang memilihnya. Yang memilih atau tidak, tetap rakyatnya,” pesan Mbah Mujib yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati.

Dia juga berpesan kepada Haryanto untuk memberikan pelayanan publik yang baik, bebas dari pungutan liar (pungli). Bila pelayanan publik baik dan bersih, rakyatnya juga dinilai akan senang dengan pemerintah. Karena itu, Kiai Mujib berdoa supaya Haryanto bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Selama ini, Haryanto disebut sebagai pemimpin yang sering turun ke bawah, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Berbeda dengan pemimpin yang dulu, Kiai Mujib menyebut jarang terjun ke bawah untuk membaur dengan masyarakat.

“Yang kita rasakan selama ini, beliau sering ke bawah, serap aspirasi secara langsung. Lain yang dulu, jarang ke bawah. Kami berharap Pak Haryanto bisa diterima masyarakat, meski tidak seratus persen. Bagaimanapun, beliau juga punya kelemahan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Rois Syuriah PCNU Pati KH Muhammad Aniq Muhammadun juga meminta kepada Haryanto supaya tidak pilih kasih bila menjadi bupati. Setelah jadi bupati, semua warga Pati adalah rakyatnya, sehingga tidak ada kelompok pendukung atau nonpendukung.

Editor : Kholistiono

Kader Nasdem Laporkan Dugaan Pelanggaran Alat Peraga Kampanye Tim Haryanto-Arifin

Rakijan (kanan), kader Nasdem menunjukkan foto dugaan pelanggaran alat peraga kampanye yang menjadi bukti pelaporan di Kantor Panwaslu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rakijan (kanan), kader Nasdem menunjukkan foto dugaan pelanggaran alat peraga kampanye yang menjadi bukti pelaporan di Kantor Panwaslu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Relawan yang tergabung dalam pendukung kotak kosong tidak henti-hentinya mencari celah kesalahan pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin. Kendati selalu ditolak, mereka terus melaporkan calon tunggal kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati.

Terakhir, laporan dilayangkan Rakijan, warga Desa Sidoharjo yang merupakan kader Partai Nasdem. Kali ini, pihak yang dilaporkan Rakijan adalah Tim Kampanye Haryanto-Arifin karena diduga melakukan pelanggaran alat peraga kampanye (APK) di sejumlah tempat.

Dalam laporannya, Rakijan menyertakan barang bukti berupa print out foto atau gambar atribut kampanye di sejumlah tempat yang diduga melanggar aturan. Ada enam foto yang disertakan dalam laporan tersebut, yakni atribut kampanye yang terpajang di tembok RSUD Soewondo, Pasar Gembong, Pasar Trangkil, Pasar Pragola, SMPN 1 Gembong, dan Kantor Kecamatan Gembong.

“Pemasangan atribut kampanye yang kami laporkan kepada Panwas telah melanggar aturan-aturan kampanye. Karena itu, atribut tersebut harus diturunkan dan dipasang di tempat yang diizinkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati,” ujar Rakijan.

Menanggapi laporan yang diadukan pada Kamis (15/12/2016) tersebut, anggota Panwaslu Pati Ahmadi mengaku akan segera menindaklanjuti. “Kami akan kaji laporannya. Setelah itu, kami akan segera tindak lanjuti,” kata Ahmadi, Sabtu (17/12/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, Nasdem merupakan satu-satunya partai yang tidak mengusung paslon Haryanto-Arifin pada pesta demokrasi 15 Februari 2017 mendatang. Dengan empat kursi di DPRD Pati, Nasdem disebut-sebut bersama relawan kotak kosong menggalang “kekuatan” untuk pemenangan kotak kosong.

Editor : Kholistiono

Ini Pesan Para Ulama di Pati untuk Cabup-Cawabup Haryanto dan Saiful Arifin

Calon Bupati Pati Haryanto menghadiri pertemuan dengan para kiai dan ulama se-Kabupaten Pati di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto menghadiri pertemuan dengan para kiai dan ulama se-Kabupaten Pati di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin bertemu dengan para ulama dan kiai se-Kabupaten Pati untuk silaturahmi di Ponpes Ihyaul Ulum, Wedarijaksa, Jumat (16/12/2016).

Haryanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ajang untuk silaturahmi dan meminta wejangan yang mencerahkan. “Kalau meluangkan waktu satu per satu, memakan waktu cukup lama. Sehingga pertemuan ini menjadi momentum bagi saya untuk meminta pencerahan, bagaimana keberlangsungan Pati lima tahun ke depan, setelah saya bersama Pak Saiful Arifin terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati,” kata Haryanto.

Pengasuh Ponpes Salaf Mamba’ul Ulum, KH Aniq Muhammadun memberikan pesan kepada Haryanto-Arifin supaya bisa menjalankan tugas dengan baik dan melayani masyarakat dengan adil, bila terpilih menjadi Bupati. Selain itu, Haryanto diharapkan tidak pilih kasih dengan kelompok pendukung ketika sudah menjadi bupati.

“Ketika beliau terpilih, bisa menjalankan tugas dengan baik, melayani masyarakat dengan adil, tidak ada pilih kasih dengan kelompok pendukung atau nonpendukung. Dengan begitu, masyarakat Pati akan tentram, kondusif dan sejahtera,” pesan KH Aniq.

Menurutnya, pemimpin yang adil bisa membuat rakyatnya hidup damai. Berbeda bila pemimpinnya tidak adil, gejolak sudah dipastikan ada karena masyarakat tidak puas. Ketidakpuasan biasanya diluapkan dalam berbagai hal, seperti aksi demonstrasi, protes, dan lain sebagainya.

Usai memberikan wejangan kepada Haryanto, para ulama dan kiai menggelar doa bersama. Mereka berharap, pilkada dengan satu pasangan calon yang akan dihelat pada 15 Februari 2017 di Pati bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.

Editor : Kholistiono

Begini Perjalanan Karier Haryanto-Arifin, Cabup dan Cawabup Pati yang Kisahnya Bikin Kamu Tercengang

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin dinilai sebagai dua tokoh yang ideal untuk memimpin rakyat Pati. Kedua tokoh ini memulai karier dan perjuangan hidup dari nol, hingga menjadi tokoh sukses.

Haryanto, misalnya. Calon petahana ini merintis karier dari Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Growong, Sekretaris Camat Juwana, Camat Sukolilo, Camat Trangkil, Camat Juwana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda), hingga terpilih menjadi Bupati Pati periode 2012-2017. Pengalaman birokrasinya dari nol dinilai bisa menjadi bekal untuk memimpin Pati menjadi lebih baik.

Begitu juga Saiful Arifin. Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini merintis karier dari nol. Menjadi anak yatim pada usia tujuh tahun karena ayahnya meninggal dunia, justru membuat Arifin semakin tegar menghadapi hidup.

Pernah menjadi tukang tambal ban, Arifin kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Merintis karier sebagai staf toko penjualan VCD di Pasar Raya Jakarta, menyisihkan gajinya, dan nekat membuka toko voucher-ponsel secara kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti, usaha Arifin merambah ke distributor telekomunikasi, perhotelan, peternakan, perikanan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya lihat, dua tokoh paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati ini semuanya berangkat dari nol. Mungkin sulit mencari figur seperti ini. Haryanto berpengalaman di bidang birokrasi dan Arifin berpengalaman di bidang wirausaha. Saya pikir, kolaborasi keduanya akan membawa Pati lebih baik. Apalagi, keduanya berangkat dari orang-orang prihatin yang lantas besar karena kegigihannya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho, Sabtu (10/12/2016).

Secara terpisah, Arifin mengaku akan memadukan kedua pengalaman antara birokrasi dan kewirausahaan tersebut untuk membangun Pati yang lebih baik. Bahkan, dia berharap Pati sebagai ibu kota karesidenan bisa menjadi pusat yang menyatukan kawasan pantura timur.

“Saya ingin mewakafkan sebagian hidup saya untuk rakyat Pati bersama Pak Haryanto. Kita tidak antikritik, kami terima saran dan masukan yang membangun. Namun, kami juga butuh solusi dan pemikiran bersama-sama. Mari dipikir bareng-bareng untuk memajukan dan menyejahterakan warga Pati,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono

Ribuan PKL di Pati Sepakat Dukung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan pedagang kaki lima (PKL) di Pati menyatakan sepakat untuk mendukung pasangan Haryanto-Saiful Arifin pada pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Hal itu ditegaskan Koordinator PKL Kota Pati, Arwani di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016).

Ada sejumlah alasan yang membuat PKL di Pati mendukung Haryanto-Arifin. Salah satunya, petahana Haryanto selama ini mendukung kepentingan PKL dan bisa bersinergi dengan baik. Karena itu, mereka berharap Haryanto bisa kembali memimpin Pati hingga 2022 ke depan.

“Pak Haryanto selama ini bisa bersinergi dengan baik. Dukungan ini mengalir secara murni dari suara rakyat yang berjualan di Pati, tidak ada manipulasi. Kami tulus, ikhlas dan jujur untuk menyatakan dukungan kepada Haryanto-Arifin. Kemenangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati adalah cita-cita kami,” ucap Arwani.

Karena itu, dia berharap agar Haryanto bisa amanah dalam memimpin Pati lima tahun ke depan. Kesepakatan para PKL di Pati untuk mendukung Haryanto-Arifin diakui bukan tanpa alasan, tetapi mendasarkan pada fakta kepemimpinan Haryanto selama menjabat sebagai bupati. “Kami yakin Haryanto-Arifin bisa memberikan yang terbaik kepada warga Pati,” imbuhnya.

Menanggapi dukungan itu, Haryanto mengaku akan berupaya mengemban amanah dari rakyat. Ke depan, dia berjanji akan melakukan terobosan yang lebih baik untuk para PKL dan rakyat Pati. “Lebih-lebih, calon wakil saya ini dari pengusaha yang merintis dari nol. Kita siap dampingi PKL dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pati,” ujar Haryanto.

Selama ini, Haryanto menilai ada pihak-pihak yang menghembuskan isu PKL akan digusur usai pilkada. Padahal, isu tersebut diakui tidak benar. Selama ini, dia melindungi PKL dan pelaku UMKM di Pati.

Buktinya, Haryanto mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan UMKM selama dua tahun berturut-turut atas kiprah dan kepeduliannya pada koperasi dan UMKM di Pati. “Alhamdulillah, sudah banyak masyarakat Pati dari berbagai kalangan yang menyatakan dukungannya, mulai dari petani, PKL, pengusaha, pedagang, dan semua elemen rakyat. Kami akan emban amanah itu dengan baik,” tuturnya.

Senada dengan itu, Saiful Arifin akan mendukung eksistensi PKL di Pati. Bahkan, saat ini dia menyediakan dokar di Safin Hotel kepada tamu yang ingin berburu kuliner khas Pati di berbagai warung PKL. Hal itu menjadi upaya untuk memutar perekonomian berbasis rakyat yang mandiri di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Para Pengusaha di Pati Tegaskan Dukung Haryanto-Saiful Arifin

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Industri Kuningan (APIK) Juwana dan Pati Inspirations Club (PIC) dengan tegas menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin. Dukungan itu ditegaskan, Selasa (29/11/2016).

Suwarso Subur, salah satu pengusaha kuningan asal Juwana mengatakan, semua pengusaha yang tergabung dalam komunitasnya menyatakan dukungan, karena alasan kredibilitas dan kepemimpinan petahana yang dinilai berhasil memajukan Kabupaten Pati. Mereka mengaku ikut bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin.

“Dukungan dari masyarakat terus mengalir. Kami juga merasa bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin, karena kerjanya dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat Pati sudah nyata. Tidak ada kata lain, selain lanjutkan,” kata Subur.

Tak hanya pengusaha, dukungan juga diakui mengalir dari para karyawan yang bekerja di tempat kerja para pengusaha. Karena itu, para pengusaha merasa punya beban moral untuk berjuang memenangkan Haryanto-Arifin.

Menurutnya, Haryanto banyak menuai prestasi selama memimpin hingga mengantarkan Pati ke panggung nasional. Kendati begitu, dia tidak menampik bila ada kekurangan selama memimpin. Namun, kekurangan dianggap sesuatu yang wajar dan bisa dibenahi pada periode selanjutnya.

Menanggapi dukungan dari para pengusaha, Haryanto mengaku akan mengemban amanah berupa dukungan itu dengan baik. Selain para pengusaha kuningan, Haryanto mengaku juga mendapatkan dukungan dari para pengusaha kapal, perikanan, nelayan, hingga petani.

Sementara itu, Saiful Arifin merasa perlu berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal terkait dengan perolehan suara pada pilkada yang dihelat pada 15 Februari 2017, kendati hanya diikuti calon tunggal.

Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Trangkil ini mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Pati yang sudah memberikan kepercayaan kepada pasangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati hingga 2022 mendatang.

Editor : Kholistiono

Panwaskab Pati Tolak Laporan Timses Haryanto-Arifin soal Dugaan Pelanggaran Relawan Kotak Kosong

Anggota Panwaslu Kabupaten Pati menunjukkan status laporan dari Tim Sukses Haryanto-Arifin yang dinyatakan tidak bisa dilanjutkan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Panwaslu Kabupaten Pati menunjukkan status laporan dari Tim Sukses Haryanto-Arifin yang dinyatakan tidak bisa dilanjutkan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati menolak dua laporan tim sukses Haryanto-Arifin, Sutrisno, terkait dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono yang dianggap memfasilitasi relawan kotak kosong. Dua laporan tersebut dinilai tidak memenuhi unsur pidana pemilihan.

“Ada dua laporan yang kita kaji bersama pihak kepolisian dan kejaksaan. Pertama, laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Budiyono karena meminjamkan mobil dinasnya untuk kepentingan relawan kotak kosong. Kedua, laporan dugaan penggunaan fasilitas pemerintah untuk kampanye kotak kosong dengan disposisi Budiyono,” ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Pati, Achwan, Kamis (24/11/2016).

Dari hasil kajian bersama, Panwas akhirnya menyatakan bahwa dua laporan dari Timses Haryanto-Arifin tidak ditindaklanjuti. Alasannya, kedua laporan tidak memenuhi unsur pidana pemilu.

“Memang ada larangan pejabat daerah membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon. Namun, laporan itu tidak memenuhi unsur pidana pemilu. Sebab, unsur menguntungkan atau merugikan terhadap paslon belum bisa dinilai saat ini. Unsur material belum bisa dibuktikan apakah kegiatan sosialiasi kotak kosong di Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo itu menguntungkan atau merugikan salah satu paslon,” kata Achwan.

Dalam aturan pemilu, lanjut Achwan, memang ada larangan untuk tidak menggunakan fasilitas pemerintah yang digunakan untuk kampanye. Namun, regulasi yang mengatur kotak kosong tidak ada sehingga dianggap menjadi kelemahan bagi panwas, karena tidak punya dasar hukum yang menjadi pijakan untuk mengatur sosialiasi atau kampanye kotak kosong.

Terlebih, aktivitas relawan kotak kosong di Gedung Kesenian dinilai panwas bukan masuk kegiatan kampanye, tetapi sosialiasi. Dalam PKPU disebutkan, kampanye merupakan kegiatan menyampaikan visi, misi dan program atau informasi lainnya untuk meyakinkan pemilih.

Kampanye dilakukan tim kampanye yang terdaftar di KPU, sedangkan relawan kotak kosong tidak terdaftar di KPU. Dengan dasar itu, panwas menyatakan laporan Tim Sukses Haryanto-Arifin tidak bisa dilanjutkan.

“Kaitannya mobil dinas, sekali lagi, memang ada larangan kampanye menggunakan fasilitas pemerintah. Namun, apa yang dilakukan relawan kotak kosong menggunakan mobil dinas Plt Bupati Pati Budiyono tidak untuk kegiatan kampanye, sehingga tidak masuk unsur pidana pemilu,” tandas Achwan.

Editor : Kholistiono

Haryanto Mulai Gerakkan Mesin Partai untuk Tumbangkan Kotak Kosong

Calon Bupati Pati Haryanto (berdiri) dalam rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Kantor Haryanto-Arifin, Jalan Diponegoro, Pati, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto (berdiri) dalam rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Kantor Haryanto-Arifin, Jalan Diponegoro, Pati, Selasa (22/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati Pati Haryanto sudah mulai menggerakkan mesin partai pada pesta demokrasi di Pilkada Pati 2017. Hal itu diungkap Haryanto, usai menggelar rapat koordinasi dengan tim sukses dan relawan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (21/11/2016).

“Sore ini, kami mulai menggerakkan mesin partai pengusung. Kami koordinasikan dengan relawan yang sudah kita bentuk. Harapannya, perolehan suara yang ada di wilayah masing-masing bisa maksimal,” kata Haryanto.

Dia berharap, Tim Sukses dan relawan yang tersebar di lima dapil bisa bersatu padu, tidak ada yang saling menjagakan, apalagi menyalahkan satu sama lain. Pasalnya, mereka bekerja dalam satu tim pemenangan agar perolehan suara bisa maksimal.

“Hari ini, kita berkoordinasi dengan dapil IV/Jakenan. Secara berturut-turut, kami akan berkoordinasi dengan empat dapil lainnya, yakni Tayu, Juwana, Pati, dan Kayen. Kami optimis mesin partai dan relawan bisa bergerak dengan baik,” imbuhnya.

Ketua Tim Pemenangan Haryanto-Arifin, Adjie Sudarmaji menegaskan, delapan partai politik pengusung harus saling bersinergi, bahu membahu mengamankan suara pasangan Haryanto-Arifin. Dia memperingatkan agar tidak ada elemen parpol yang kendor dalam pesta demokrasi Pilkada Pati 2017.

“Secara bertahap, kami akan undang seluruh elemen partai dan relawan di tingkat kecamatan masing-masing. Nanti akan bergulir, dari Dapil Jakenan, Tayu, Juwana, Pati dan dapil Kayen. Kami optimis bisa memenangkan pasangan Haryanto-Arifin,” ucap Adjie.

Editor : Kholistiono

Kekayaan Cawabup Pati Saiful Arifin Capai Rp 154 Miliar

 Calon Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesuai dengan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Calon Bupati Pati Haryanto adalah Rp 4.632.015.756, sedangkan Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mencapai Rp 154.110.063.135. LHKPN wajib diserahkan kepada KPK sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU Kabupaten Pati Umi Nadliroh mengatakan, LHKPN wajib dilakukan cabup dan cawabup sebagai syarat pencalonan. Pelaporan harta kekayaan diharapkan bisa melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

“Saat ini, KPK sedang memeriksa laporan kekayaan paslon, tidak hanya dari Pati, tetapi juga semua paslon di seluruh Indonesia. Setelah diperiksa, hasilnya akan dikembalikan kepada masing-masing paslon. Kekayaan bisa berupa aset atau harta, seperti jumlah uang di rekening, tanah, bangunan, hingga kendaraan,” ujar Umi, Sabtu (19/11/2016).

Secara terpisah, Fungsional Deputi Bidang Pencegahan KPK, Kunto Ariawan menuturkan, mekanisme pelaporan harta kekayaan wajib dilakukan secara jujur dan apa adanya. Hal itu menjadi upaya untuk melakukan pencegahan terhadap korupsi, sekaligus mewujudkan penyelenggara yang memiliki komitmen untuk mencegah korupsi.

Ditanya soal itu, Saiful Arifin mengaku, kekayaan sebanyak itu diperoleh dari usaha keras membangun bisnis dari nol. Karenanya, tidak heran bila kekayaan Arifin mencapai nilai yang fantastis, karena memiliki aset dari bisnis perhotelan, perikanan, jaringan telekomunikasi, hingga budidaya ayam.

“Sebagai putra daerah asli Pati, saya ingin pulang ke tanah kelahiran untuk ikut membangun Pati dan mengabdi kepada masyarakat. Kalau mau, tanpa ikut mencalonkan diri dalam pilkada, hidup saya sudah nyaman dan mapan. Tapi, ini panggilan hati untuk pulang ke tanah kelahiran dan ikut membangun Pati bersama-sama masyarakat,” ucap Arifin.

Editor : Kholistiono