Haryanto-Arifin Setujui Desain Surat Suara Pilkada Pati

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin menyetujui desain dan bentuk surat suara yang akan digunakan pemilih pada pilkada, 15 Februari 2017 mendatang. Persetujuan itu dilakukan di Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, Sabtu (31/12/2016).

Ketua KPU Pati Much Nasich mengatakan, paslon tunggal diundang untuk menyetujui surat suara, sebelum dicetak. Persetujuan itu dilakukan dalam bentuk tanda tangan yang tertuang dalam master surat suara. Ada tiga master surat suara yang ditandatangani sebagai dasar untuk mencetak.

“Surat suara yang akan dicetak sebanyak daftar pemilih tetap (DPT), ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT. Di Pati, DPT ada 1.034.256 orang. Jadi, jumlah surat suara yang akan dicetak rencananya ada sekitar 1.060.112 surat suara,” ujar Nasich.

Selain surat suara, seluruh kebutuhan terkait dengan pemungutan suara dijadwalkan selesai pada 15 Januari 2017. Di antaranya, segel, hologram, dan formulir-formulir yang dibutuhkan pada pemungutan suara. Semua kebutuhan pemungutan suara akan dikirim ke tingkat kecamatan, tujuh hari sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Nanti, kita butuh waktu beberapa hari setelah 15 Januari untuk melakukan penyortiran dan pengepakan. Surat suara ada di Surabaya, karena ini pakai e-katalog yang menentukan KPU RI. Jadi, kita tinggal mengomunikasikan dengan penyedia, desain kita kirimkan, dicetak, kita minta persetujuan,” imbuhnya.

Haryanto sendiri sudah menyetujui desain kartu suara yang disodorkan KPU Pati. Desain kartu itulah yang nantinya akan digunakan secara resmi pada Pilkada 2017. Desain tersebut diharapkan bisa dipahami masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.

“Saya manut, sesuai dengan besarnya, panjangnya, sudah kita sepakati. Ada satu pasangan, satu lagi kotak kosong atau tidak bergambar, di situ sudah dijelaskan. Kami berharap, masyarakat nanti bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani,” kata Haryanto.

Bentuk desain sudah dianggap sesuai dengan mekanisme dan tata naskah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Haryanto menyebut tidak ada rekayasa dalam pembuatan desain surat suara. Dia juga tidak berani menghendaki desain surat suara, karena semuanya mendasarkan pada PKPU.

Editor : Kholistiono

Para Pengusaha di Pati Tegaskan Dukung Haryanto-Saiful Arifin

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon Haryanto-Saiful Arifin bersama dengan pengusaha kuningan dan para pengusaha lainnya berfoto bersama, usai melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Industri Kuningan (APIK) Juwana dan Pati Inspirations Club (PIC) dengan tegas menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin. Dukungan itu ditegaskan, Selasa (29/11/2016).

Suwarso Subur, salah satu pengusaha kuningan asal Juwana mengatakan, semua pengusaha yang tergabung dalam komunitasnya menyatakan dukungan, karena alasan kredibilitas dan kepemimpinan petahana yang dinilai berhasil memajukan Kabupaten Pati. Mereka mengaku ikut bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin.

“Dukungan dari masyarakat terus mengalir. Kami juga merasa bertanggung jawab untuk memenangkan Haryanto-Arifin, karena kerjanya dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat Pati sudah nyata. Tidak ada kata lain, selain lanjutkan,” kata Subur.

Tak hanya pengusaha, dukungan juga diakui mengalir dari para karyawan yang bekerja di tempat kerja para pengusaha. Karena itu, para pengusaha merasa punya beban moral untuk berjuang memenangkan Haryanto-Arifin.

Menurutnya, Haryanto banyak menuai prestasi selama memimpin hingga mengantarkan Pati ke panggung nasional. Kendati begitu, dia tidak menampik bila ada kekurangan selama memimpin. Namun, kekurangan dianggap sesuatu yang wajar dan bisa dibenahi pada periode selanjutnya.

Menanggapi dukungan dari para pengusaha, Haryanto mengaku akan mengemban amanah berupa dukungan itu dengan baik. Selain para pengusaha kuningan, Haryanto mengaku juga mendapatkan dukungan dari para pengusaha kapal, perikanan, nelayan, hingga petani.

Sementara itu, Saiful Arifin merasa perlu berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal terkait dengan perolehan suara pada pilkada yang dihelat pada 15 Februari 2017, kendati hanya diikuti calon tunggal.

Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Trangkil ini mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Pati yang sudah memberikan kepercayaan kepada pasangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati hingga 2022 mendatang.

Editor : Kholistiono

Warga Rembang Diminta Tak Ikut-ikutan Terlibat di Pilkada Pati

 Poster gambar Haryanto-Saiful Arifin yang ditempel di Jalan Rembang-Blora (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Poster gambar Haryanto-Saiful Arifin yang ditempel di Jalan Rembang-Blora (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang Minanus Suud meminta warga Rembang untuk tidak terlibat aktif pada Pilkada Pati 2017. Apalagi, sampai membawa aroma politik pilkada tersebut ke daerah Rembang.

Hal tersebut, menyusul adanya poster-poster bergambar tokoh yang digadang-gadang maju pada Pilkada Pati 2017. Poster-poster ini terlihat ditempel di beberapa pohon di pinggir Jalan Rembang-Blora Km 7.

“Masyarakat Rembang nggak usah ikut-ikutan hanyut dalam suasana politik pada Pilkada Pati. Kita hormati saja mereka menggelar hajatan demokrasi itu. Kalau misalkan ada yang menempel gambar-gambar bakal calon bupati dan wakil bupati di wilayah Rembang, biarkan nanti Satpol PP yang bertindak untuk melepas,” ujarnya.

Menurutnya, pemasangan poster-poster tersebut di Rembang, sebagai salah satu strategi untuk mengenalkan bakal calon kepada warga yang melintas di Jalan Rembang-Blora atau sebaliknya. Namun demikian, hal seperti itu menurutnya memang kurang tepat.

“Tidak usah diperpanjang. Nantinya juga akan dilepas Satpol PP. Sebab Pilkada Pati itu kan ruang lingkupnya di Pati saja. Selain itu, penempelan poster kampanye di wilayah lain juga tidak ada aturannya secara jelas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Poster Pasangan Haryanto-Saiful Arifin ‘Nyasar’ di Rembang

Poster gambar Haryanto dan Saiful Arifin yang bertuliskan “Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022” terpasang di beberapa pohon di ruas Jalan Rembang-Blora. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Poster gambar Haryanto dan Saiful Arifin yang bertuliskan “Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022” terpasang di beberapa pohon di ruas Jalan Rembang-Blora. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Poster bergambar Haryanto-Saiful Arifin, yang bertuliskan Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022 tertempel di beberapa pohon di Jalan Rembang-Blora Km 7, Desa Kedungrejo, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Untuk diketahui, Haryanto-Saiful Arifin merupakan sosok yang digadang-gadang berpasangan dalam Pilkada Pati 2017. Poster-poster seperti ini, untuk di wilayah Kabupaten Pati terlihat terpasang di berbagai tempat strategis.

Namun demikian, masyarakat Rembang mengaku heran dengan adanya poster-poster tersebut terpasang di wilayah Rembang. Bahkan, penempelan poster-poster tersebut dinilai salah sasaran. Sebab, wilayahnya sudah berbeda dengan Pati.

Rohmat (45) salah seorang warga Desa Kedungrejo mengatakan, poster-poster gambar Haryanto-Saiful Arifin sudah terpasang sekitar satu bulan lalu. “Kalau jumlahnya puluhan, dan memang yang terlihat banyak ini terpasang di Jalan Rembang-Blora,” ujarnya.

Misbah, warga Sulang menyatakan, penempelan poster-poster yang bergambar pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut dinilai tidak tepat jika dipasang di Rembang. Sebab, Rembang masa pilkadanya sudah rampung.

“Kecuali ini adalah pemilihan gubernur, jadi poster bakal calon atau calon bisa dipasang di Rembang, sebab memang wilayahnya se-Jawa Tengah. Kalau ini kan, ruang lingkup pilkadanya hanya Pati, jadi harusnya pemasangan poster seperti ini cukup di wilayah Pati saja,” katanya.

Editor : Kholistiono