TBS Akan Terus Pertahankan Kitab Kuning

Salah satu kegiatan di Harlah TBS Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu kegiatan di Harlah TBS Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Panitia Harlah Madarasah Taswiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus ke-90 Mba Utomo mengatakan, TBS akan terus berkomitmen mempertahan pendidikan salafnya. “Baik itu kitab kuning, syi’iran (tembang jawa/pujian) dan sebagianya,” katanya.

Dia berharap sistem pendidikannya akan memberikan pengetahuan agama yang lebih matang. Sehingga pendidikan modern yang berada di sekolah dapat diimbangi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, acara harlah dihadiri 400 undangan dari berbagai kalangan. Baik itu dari Kementerian Agama, NU, Lembaga Pendidikan Maarif, guru tingkat MI, MTs, MA, dan sekolah non formalnya. Seperti halnya RTQ, MIQ, dan madarasah diniyah Putri.

“Acara ini juga dihadiri oleh tokoh madrasah ini seperti halnya KH Choirozyad TA sebagai Ketua Yayasan TBS, KH M Ulin Nuha Arwani, KH M Ulil Albab Arwani dan sebagainya,” ungkapnya.

Dengan adanya acara yang bertajuk “Membumikan Pendidikan Salafiyah dalam Melahirkan Generasi Muslim Ahlussunnah Wal Jamaah yang Humanis , Cerdas dan Santun” tersebut, maka pihak TBS berkeyakinan akan bisa membimbing siswanya untuk bisa menjadi penyeimbang ilmu.

Editor : Akrom Hazami

Santri TBS Kudus Pawai Keliling Kota

Santri TBS melakukan pawai di salah satu sudut di Kabupaten Kudus

Santri TBS melakukan pawai di salah satu sudut di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-90  dengan beragam kegiatan. Baik dilakukan para siswa (santri) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tasnawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA).

Beragam kegiatan yang digelar. Mulai dari khatam Alquran, tahlil umum, ziarah ke makam pendiri dan guru, serta khusus untuk MI TBS, juga menggelar pawai (kirab) keliling Kota Kudus, Minggu (27/3/2016).

“Pawai ini diikuti oleh seluruh santri MI TBS. Namun ada juga para alumni yang tergabung dalam Ikatan Siswa Abituren (Iksab) Cabang Yogyakarta yang datang sendiri ingin ikut menyemarakkan pawai,’’ terang kepala MI TBS Kudus, Salim S.Ag. M.Pd, pada rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Dia mengemukakan, pawai ini dalam rangka mengakrabkan antara santri satu dengan lainnya dengan kegiatan yang santai tepat di peringatan Harlah. ‘’Terbukti, para santri sangat antusias mengikuti pawai ini,’’ ungkapnya.

Antusiasme para siswa itu ditunjukkan dengan beragam penampilan yang diperankan dalam pawai tersebut. Mulai dari yang mengenakan baju ulama muslim, busana daerah, polisi, tentara, dan juga ada yang membawa seragam pendekar silat Pagar Nusa.

“Dari beragam busana yang ditampilan itu, ada makna yang hendak disampaikan kepada masyarakat luas, yakni tentang keragaman yang menjadi cirri (penanda) dari lahirnya bangsa Indonesia,’’ tuturnya diamini perwakilan TBS lainnya, Maulana Malikuddin, Mbar Tomo, dan Chirzil Ala.

Selain itu, pawai ini sekaligus untuk menyapa masyarakat secara langsung, karena para santri TBS ini merata hampir dari semua desa yang ada di Kabupaten Kudus. ‘’Jadi, ini sebagai wujud terima kasih TBS atas kepercayaannya memasukkan putranya belajar di sini,’’ paparnya.

Pihak madarasah pun berterima kasih atas terselenggaranya pawai yang berjalan dengan lancar. “Terima kasih atas bantuan aparat kepolisian yang telah membantu pengamanan dan juga para wali santri yang telah membantu kegiatan pawai ini. Termasuk, mobil untuk pawai juga difasilitasi oleh para wali santri,’’ jelasnya.

Sementara itu, pawai tersebut melewati pertigaan dari madrasah TBS ke barat melalui Polytron, perempatan Jember, Jembatan Tambak Lulang, Kantor DPRD Kudus, Perempatan Jalur Lingkar Desa Jepang, Pasar Brayung, dan Pasar Brayung.

Selanjutnya melalui pertigaan Desa Tenggeles, Karang Bener, melalui depan Kampus Universitas Muria Kudus (UMK), perempatan Peganjaran, pertigaan Desa Gribig, dan finish kembali menuju madrasah TBS.

Editor : Akrom Hazami