Ini Aspek Kekurangan Koperasi di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peringatan Hari Koperasi bukan hanya bertujuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan koperasi. Tetapi juga untuk mengubah image masyarakat terhadap koperasi yang masih dianggap sebagai badan usaha yang kurang efektif dan belum mampu mengangkat kesejahteraan anggota.

”Koperasi juga masih dipandang sebagai badan usaha yang hanya menguntungkan para pengurus saja. Meski kondisi ini tidak mencerminkan keadaan koperasi secara keseluruhan, harus diakui koperasi masih memiliki kekurangan. Utamanya terkait sumberdaya, manajemen dan akses pasar,” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016.

Dia mengingatkan bahwa ekonomi kerakyatan sebagai pilar penting bangsa. Tetapi strategi pembangunan perekonomian nasional yang kita terapkan belum serta merta mendasarkan pada perekonomian yang berbasis kerakyatan. Dengan kata lain, masih condong pada ekonomi yang berbasis pasar dan usaha besar lainnya. Implikasinya perlindungan dan keberpihakan terhadap koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih rendah.

”Untuk itulah melalui Peringatan Hari Koperasi mari kita jadikan momentum pembakar semangat revitalisasi. Mewujudkan terwujudnya koperasi sebagai ekonomi kerakyatan, yaitu dari, oleh dan untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Kegiatan apel pencanangan dilanjutkan jalan sehat berhadiah ini diikuti SKPD se Kabupaten, perwakilan gerakan Koperasi serta masyarakat umum. Tidak hanya puluhan door prize, pada kesempatan ini juga menyediakan berbagai macam makanan tradisional tempo dulu.

Ada Gempol Pleret, Cendol, Bubur, Gobet, Gethuk Kincau dan Tiwul. Makanan disediakan gratis untuk seluruh peserta usai melakukan jalan sehat. Lebih menariknya lagi makanan ini dibuat sendiri oleh  pengusaha makanan binaan koperasi.

Editor: Supriyadi