Unik, Ternyata Seni Barongan Kudus Mampu Tangkal Korupsi

Seniman Barongan memainkan aksinya saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Alun-alun Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seniman Barongan memainkan aksinya saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Alun-alun Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Atraksi Seni Barongan meramaikan aksi Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilakukan oleh Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) di Alun-alun Simpang Tujuh, Jumat (9/12/2016).

Barongan yang dihadirkan ada dua buah. Keduanya dimainkan sebelum aksi dilakukan dan setelah aksi ditutup.

Sekretaris KMKB Selamet Machmudi mengatakan, aksi Barongan bukanlah tanpa alasan. Melainkan itu sebagai bentuk upaya tolak balak bagi Kudus. Biar Kudus terbebas dari korupsi.

“Jadi korupsi itukan sebuah malapetaka di Kudus. Maka dari itu harus dihilangkan supaya Masyarakat Kudus tidak mendapatkan malapetaka,” katanya di lokasi aksi.

Menurut dia, bahaya korupsi bukanlah main-main. Melainkan dengan adanya korupsi semua warga di Kudus menjadi korban ketidakadilan. Untuk itulah diminta penegak hukum dapat bertindak agar kesejahteraan masyarakat kembali.

Diyakini, kasus korupsi di Kudus masih tetap ada meskipun hingga kini masih belum ada yang terungkap.  “Ini merupakan momen yang pas dilakukan aksi. Apalagi, ini juga memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Jadi saya yakin di daerah lain juga menyuarakan hal yang sama,” imbuhnya.

Aksi yang dilakukan KMKB membuat perhatian bagi pengguna jalan. Apalagi aksi yang membawa seni Barongan, membuat warga yang melintas tertarik.

Editor : Akrom Hazami

Peringati Hari Anti Korupsi, KMKB Tuntut Kudus Bersih

Pengunjuk rasa menyuarakan Kudus bersih dari korupsi di Alun-alun setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengunjuk rasa menyuarakan Kudus bersih dari korupsi di Alun-alun setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) melakukan aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Mereka menuntut Kudus bersih dari korupsi.

Ketua KMKB Sururi Mujib, mengatakan, pihaknya mengingatkan pemerintah setempat menyelenggarakan pemerintahan yang bersih. Hal itu mereka lakukan demi wujud komitmen dan konsistensi menjaga agar pemerintah tetap bersih dan bagus.

“Kami meminta kepada semua penyelenggara pemerintahan, baik itu pemkab, dewan, maupun penegak hukum dari polisi, jaksa, hakim dan pengacara serta lainnya dapat berkomitmen melaksanakan amanat UU no 28 tahun 1999,” kata Sururi dalam aksi, di Alun-alun Kudus, Jumat (9/12/2016).

Selain itu juga, KMKB meminta supaya tak ada praktik pungutan liar (pungli) di semua instansi pelayanan public. Tujuannya demi tercapainya kesejahteraan rakyat di Kudus. Segala bentuk penyelewengan juga diminta untuk segera ditangani dan diproses menurut aturan yang berlaku.

Sekertaris KMKB Selamet Machmudi menambahkan, korupsi di Kudus sebenarnya dilakukan secara terstruktur. Yakni mulai dari penganggaran di tingkat dewan, sampai dengan tingkat SKPD selaku pengerjaan proyek. Melihat hal itu, masyarakat menduga mulai pembahasan sudah terjadi korupsi.

“Seperti halnya progam aspirasi dewan, itu menghabiskan biaya yang amat banyak, yang seharusnya dapat diperuntukan pada hal yang lebih membutuhkan supaya anggaran juga lebih efisien,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami