Hari Koperasi, Pemkab Kudus Gelar Sepeda Santai dan Beri Apresiasi Koperasi Berprestasi

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus)

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus).

MuriaNewsCom, Kudus – Peringatan Hari Koperasi ke-69 di Kudus tahun ini berlangsung istimewa. Pada puncak peringatan Hari Koperasi yang digelar pada Minggu (28/8/2016), Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperinkop UMKM) Kabupaten Kudus menggelar Pit-pitan Bareng Kang Mus. Bupati Kudus H Musthofa melepas sekitar 12 ribu peserta sepeda santai di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Even yang juga merupakan rangkaian peringatan HUT Replubik Indonesia ke-71 tersebut tidak hanya diikuti warga Kudus. Banyak peserta yang datang dari luar kota, misalnya Jepara, Demak, Pati, dan Semarang. ”Untuk seluruh peserta, terutama bagi peserta yang datang dari luar kota Kudus, jangan ragu, bapak ibu yang datang ke Kudus, anggaplah Kudus kota anda sendiri. Setelah acara selesai, semua diperbolehkan masuk ke pendopo (Kabupaten Kudus),” kata Musthofa dalam sambutannya sesaat sebelum melepas peserta dari garis start.

Menurut Bupati H Musthofa, acara ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai ajang rekreasi warga Kudus dan sekitarnya. Momentum Hari Koperasi ini merupakan hari kebesaran bagi seluruh insan koperasi, mulai dari pengelola hingga nasabah koperasi. Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh warga untuk senantiasa koperasi di Kudus menjadi sumber inspirasi. Masyarakat bisa sehat jika didukung juga perekonomian yang sehat. ”Mari kita tetap sehat dan semangat untuk bekerja,” ucapnya.

 Acara sepeda santai ini juga menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Kudus. Peserta melintasi jalan-jalan protokol, mulai dari Alun-alun Simpang Tujuh, Pertigaan Pentol, Gondang Manis, Jalan Lingkar Utara, Panjang, Peganjaran, Prambatan Lor, Menara Kudus, Kali Gelis dan kembali ke alun-alun. Banyak hadiah yang disediakan panitia dalam kegiatan ini. Selain satu unit mobil sebagai hadiah utama, juga ada hadiah-hadiah menarik, antara lain sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, dispenser, kipas angin, speaker aktif, kompor gas, dan tabungan.

Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto menyampaikan terima kasih atas tingginya antusiasime warga mengikuti even ini. ”Selain berkesempatan membawa pulang hadiah, even bersepeda ini juga untuk ajang refreshing setelah disibukkan dalam rutinitas kerja,” ujarnya.

Selain acara sepeda santai, rangkaian Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016 di Kabupaten Kudus juga digelar apel di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (28/7). Bertindak selaku pimpinan apel adalah Bupati Kudus H Musthofa yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan forkopinda. Serta diikuti pengurus koperasi serta perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kudus.

Dalam amanatnya, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, koperasi merupakan kata kunci untuk menstabilkan perekonomian di Kudus. ”Saya tidak ingin koperasi yang ada hanya sekadar jargon. Tetapi harus ada menfaat nyata sebagai soko guru perekonomian nasional,” kata Bupati Musthofa.

Peran pengelolan koperasi sangat penting. Tidak kalah penting daripada yang lain. Karenanya harus benar-benar bisa menggiatkan perekonomian dan menstabilkan suasana politik perekonomian. Dengan muara akhirnya bagi peningkatan kesejahteraan bersama antara pengurus dengan seluruh anggotanya.

Bupati yang juga aktivis ekonomi kerakyatan ini menyorot soal kesehatan koperasi. Ada banyak koperasi yang tercatat pada Dinas Perinkop UMKM. Tetapi belum bisa memastikan bahwa seluruhnya dalam kondisi yang sehat.

”Saya akan bentuk bidang baru pada Dinas Perinkop UMKM, yaitu bidang pengawasan tingkat kesehatan koperasi. Mungkin ini nanti menjadi satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

Pada apel Hari Koperasi ini, Bupati juga mengukuhkan pengurus Forum UMKM Kabupaten Kudus. Dengan telah terbentuknya Forum UMKM Kabupaten Kudus ini, bupati berharap adanya sinergi dan kolaborasi yang baik antara Forum UMKM dengan lembaga lain. Seperti kerja sama dengan koperasi serta SKPD Pemkab Kudus untuk bersama-sama mengangkat perekonomian nasional.

”Dan saya akan konsisten membimbing. Karena semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam perekonomian nasional ini,” pungkasnya.

Di akhir apel diserahkan penghargaan bagi koperasi yang berperstasi. Selain itu, juga pemberian santunan bagi anak yatim/piatu untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di Hari Koperasi tahun ini.

Editor : Ali Muntoha

Ini Aspek Kekurangan Koperasi di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peringatan Hari Koperasi bukan hanya bertujuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan koperasi. Tetapi juga untuk mengubah image masyarakat terhadap koperasi yang masih dianggap sebagai badan usaha yang kurang efektif dan belum mampu mengangkat kesejahteraan anggota.

”Koperasi juga masih dipandang sebagai badan usaha yang hanya menguntungkan para pengurus saja. Meski kondisi ini tidak mencerminkan keadaan koperasi secara keseluruhan, harus diakui koperasi masih memiliki kekurangan. Utamanya terkait sumberdaya, manajemen dan akses pasar,” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016.

Dia mengingatkan bahwa ekonomi kerakyatan sebagai pilar penting bangsa. Tetapi strategi pembangunan perekonomian nasional yang kita terapkan belum serta merta mendasarkan pada perekonomian yang berbasis kerakyatan. Dengan kata lain, masih condong pada ekonomi yang berbasis pasar dan usaha besar lainnya. Implikasinya perlindungan dan keberpihakan terhadap koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih rendah.

”Untuk itulah melalui Peringatan Hari Koperasi mari kita jadikan momentum pembakar semangat revitalisasi. Mewujudkan terwujudnya koperasi sebagai ekonomi kerakyatan, yaitu dari, oleh dan untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Kegiatan apel pencanangan dilanjutkan jalan sehat berhadiah ini diikuti SKPD se Kabupaten, perwakilan gerakan Koperasi serta masyarakat umum. Tidak hanya puluhan door prize, pada kesempatan ini juga menyediakan berbagai macam makanan tradisional tempo dulu.

Ada Gempol Pleret, Cendol, Bubur, Gobet, Gethuk Kincau dan Tiwul. Makanan disediakan gratis untuk seluruh peserta usai melakukan jalan sehat. Lebih menariknya lagi makanan ini dibuat sendiri oleh  pengusaha makanan binaan koperasi.

Editor: Supriyadi