Hari Kemerdekaan, 8 Narapidana Rutan Purwodadi Bebas

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan SK Remisi pada perwakilan narapidana Rutan Purwodadi, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak delapan narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Purwodadi mendapat remisi bebas di Hari Kemerdekaan, Kamis (17/8/2017). Kedelapan napi tersebut dibebaskan setelah menerima remisi II yang langsung habis masa pidananya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Purwodadi Heri Dwi Siswanto mengungkapkan, untuk narapidana penerima remisi keseluruhan ada 88 orang. Rincianya, 78 orang dapat remisi umum 17 Agustus dan 2 orang dapat remisi PP 99/ tipikor.

Kemudian, 8 orang menerima remisi II yang langsung habis masa pidananya dan berkah mendapat kebebasan.

”Jumlah penguhuni Rutan Purwodadi saat ini ada 224 orang. Terdiri 145 narapidana dan 79 tahanan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta semua warga binaan yang terdiri dari tahanan dan narapidana agar tidak merasa rendah diri dengan kondisi yang dialami. Ia pu berharap status penghuni rutan yang pernah melekat bisa dijadikan pelajaran berharga.

”Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, selepas keluar dari sini jangan sampai diulangi lagi kesalahan serupa,” kata Sri Sumarni saat acara penyerahan remisi, seusai upacara bendera di Alun-alun Purwodadi, Kamis (17/8/2016).

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga mengapresiasi pihak rutan yang menyediakan beragam pelatihan ketrampilan buat warga binaan. Diharapkan, dengan pelatihan itu para warga binaan nantinya bisa mengaplikasikan sebagai lahan pekerjaan selepas menjalani masa hukuman.

Editor: Supriyadi

Ratusan Narapidana di Lapas Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 3 Orang Dibebaskan

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono menyerahkan remisi secara simbolik kepada perwakilan narapidana, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 184 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mendapatkan remisi hari kemerdekaan. Remisi itu diberikan dalam upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais mengatakan, ada 184 narapidana yang mendapatkan remisi umum pertama. Mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan sebagian.

Sementara tiga orang mendapatkan remisi umum kedua, sehingga dibebaskan. Untuk remisi tambahan dari donor darah sebanyak 31 orang.

“Remisi donor darah ini setengah dari remisi umum pertama. Jadi, kalau misalnya remisi umum pertama dapat dua bulan, maka yang remisi donor darah ini dapat sebulan,” ujar Irwan.

Dari ratusan narapidana yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan, remisi terbanyak mendapat tujuh bulan 15 hari, sedangkan remisi paling rendah satu bulan. Di Lapas Pati, ada dua orang narapidana korupsi dari Rembang.

Kedua narapidana korupsi tersebut tidak mendapatkan remisi hari kemerdekaan. “Kalau narapidana korupsi itu wewenangnya pusat. Beda dengan narapidana umum yang masih wewenang tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Saat ini, Lapas Pati dihuni lebih dari 300 narapidana. Tahanan sebanyak 117 orang, narapidana 258 orang, tahanan kasus narkotika 12 orang, narapidana kasus narkotika 61 orang, narapidana kasus korupsi dua orang, dan narapidana kasus terorisme satu orang.

Editor: Supriyadi

Lahir Normal, 3 Bayi di Kudus Lahir di Hari Kemerdekaan

Petugas RSUD Kudus menggendong seorang bayi yang lahir 17 Agustus 2017. (MuriaNewsCom/Faisol hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya tiga bayi di RSUD Kudus lahir bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, hari ini, 17 Agustus 2017. Satu di antara bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan dua sisanya berjenis kelamin perempuan.

Direktur  RSUD Kudus, dokter Aziz Achyar menyebutkan, ketiga bayi yang lahir di Hari Kemerdekaan tersebut semuanya lahir dengan normal. Ketiganya juga sehat tanpa kelainan.

”Hingga siang ini, tiga bayi sudah lahir normal. Dua diantaranya adalah perempuan dan satu lagi laki-laki. Tak ada kelainan semuanya sehat,” katanya 

Aziz menjelaskan, bayi pertama yang lahir adalah bayi dari ibu Rubiah (36) asal Mejobo.  Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan lahir normal pada pukul 08.40 WIB. Bayi selanjutnya adalah bayi dari ibu Lia Kurniawati (27) asal Gebog. Bayi tersebut juga lahir normal dengan jenis kelamin perempuan dengan normal pada jam 10.50 WIB.

Sedangkan bayi ketiga adalah anak dari ibu Eka Yuli Astuti (23) warga Mejobo. Sama dengan kedua bayi lainya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini juga lahir normal dan lahir sekitar pukul 11.30 WIB.

Kepada MuriaNewsCom, Eka Yuli Astuti mengaku, tidak menyangka sama sekali anaknya akan lahir pada hari yang bersejarah ini. Apalagi, berdasarkan dari konsultasi bidan, Hari Perkiraan Lahir (HPL) sang anak jatuh pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu.

”Ini merupakan anak pertama saya dengan suami saya. Alhamdulillah laki-laki.  Berhubung lahir pada hari kemerdekaan dan momen upacara, kami juga berharap anak kami jadi orang yang selamat, dan juga istimewa bagi keluarga dan negara,” ungkap dia.

Disinggung terkait nama, Eka mengaku sudah menyiapkan nama, yakni M Rafasya Fauzan. Nama tersebut dipilih oleh orang tua dengan keinginan yang istimewa, yaitu sebagai bayi yang berkedudukan tinggi.

”Tidak ada nama khusus yang berkaitan dengan Hari Kemerdekaan. Nama M Rafasya Fauzan sudah kami siapkan sejak awal. Maknanya supaya dia bisa jadi anak yang berkedudukan tinggi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Drama Kolosal Perjuangan Semarakkan Peringatan Hari Kemerdekaan di Grobogan

Sejumlah pemain drama kolosal perjuangan menghibur peserta upacara dan masyarakat saat upacara Hari Kemerdekaan, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, puluhan anggota Kodim 0717 Purwodadi menggelar drama kolosal yang mengangkat kisah perjuangan dalam mengusir penjajah, Kamis (17/8/2017).

Acara yang digelar sebelum upacara bendera di alun-alun Purwodadi itu berlangsung meriah dan jadi hiburan warga sekitar.

Drama kolosal yang dimainkan mengangkat kisah perjuangan pahlawan wanita Nyi Ageng Serang saat bahu membahu bersama masyarakat mengusir penjajah Belanda. Beberapa adegan pertempuran diperagakan dalam drama kolosal yang juga melibatkan para mahasiswa dan pelajar tersebut.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengapresiasi adanya pertunjukkan drama kolosal tersebut. Kebetulan, sosok yang diangkat dalam tema tersebut merupakan pahlawan kelahiran Purwodadi, Grobogan. Yakni, Nyi Ageng Serang yang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi.

”Saya berharap lewat drama itu masyarakat dapat meneladani pengorbanan dan perjuangan pahlawan bangsa tersebut. Caranya, dengan terus berjuang dengan gigih dalam mewujudkan cita-cita bangsa,” kata Sri Sumarni yang bertindak jadi irup dalam upacara tersebut.

Editor: Supriyadi

Ada ‘Pejuang’ Cantik Layani Nasabah BRI Kudus

Pegawai BRI Kudus mengenakan pakaian pahlawan saat melayani nasabah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak cara dilakukan untuk menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain sejumlah perlombaan yang banyak digelar, ada pula yang memeriahkan dengan cara lain.

Seperti halnya yang dilakukan karyawan BRI Kudus, Rabu (16/8/2017). Mereka mengenakan atribut para pejuang. Tak hanya petugas teller yang melayani nasabah saja, tapi semua karyawan.

Manager Operasional BRI Kudus Subchan Efendi mengatakan, keputusan untuk memeriahkan dengan cara ini sebelumnya hanya direncanakan untuk bagian teller saja, karena langsung melayani nasabah. Namun, setelah ditimbang timbang, akhirnya diputuskan untuk semuanya karyawan.

“Ini untuk merayakan Kemerdekaan RI, jadi diputuskan semuanya mengenakan seragam yang bertema pejuang atau kemerdekaan. Pakaian semacam ini akan dikenakan dua hari, yaitu pada 16 Agustus dan 18 Agustus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, para karyawan dibebaskan berkreasi mengenakan pakaian kemerdekaan. Hingga akhirnya kreativitas muncul, seperti pakaian putih berhasduk merah-putih, lengkap dengan topi pejuang dan pin merah-putih.

Selain itu, ada pula sejumlah karyawan yang mengenakan pakaian adat Jawa, dengan pertimbangan pejuang juga banyak yang muncul dari Jawa. Dengan nuansa baru tersebut, membuat suasana pelayanan tampak berbeda dan memberikan hal yang baru bagi nasabah yang datang.

“Ada sekitar 100 karyawan di cabang Kudus. Namun kami juga menerapkan hal yang sama bagi kantor-kantor kas di tiap kecamatan di Kudus, untuk berpakaian pejuang. Bahkan saya juga mengenakan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Digembleng Satu Bulan, Anggota Paskibraka Grobogan Siap Jalankan Tugas

Anggota Paskibraka menjalani prosesi mencium bendera merah putih usai acara pengukuhan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pelajar yang terpilih sebagai anggota Paskibraka dikukuhkan keberadaannya di pendapa kabupaten, Kamis (10/8/2017). Sebelum dikukuhkan, para pelajar ini sudah digembleng latihan keras sekitar satu bulan lamanya.

Acara pengukuhan dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi sejumlah pejabat terkait. Terlihat pula Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, dan perwakilan FKPD lainnya. 

Sejumlah pejabat terkait serta para orang tua siswa yang tergabung dalam Paskibraka juga ikut diundang dalam acara pengukuhan tersebut.

Jumlah anggota Paskibra ada 71 orang yang berasal dari 22 sekolah tingkatan SMA yang tersebar di beberapa kecamatan. Mereka yang terpilih ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu.

Pembina paskibraka berasal dari beragam instansi. Yakni, dari disporabudpar, dinas pendidikan, kodim 0717 Purwodadi dan Polres Grobogan. Selain itu, sejumlah mantan anggota paskibraka tahun sebelumnya juga ikut dilibatkan dalam kegiatan latihan.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam kesempatan itu mengatakan, menjadi anggota paskibra merupakan kebanggan tersendiri buat para pelajar. Sebab, mereka dipilih berdasarkan seleksi dari sekolah di seluruh kabupaten.

”Mereka yang masuk jadi Paskibra ini sudah pilihan. Adapun tugas mereka juga isimewa karena bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI. Oleh sebab itu, laksanakan tugas sebaik mungkin,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Peringatan Kemerdekaan RI di Grobogan Bakal Semarak, Ini Agendanya

Bupati Grobogan Sri Sumarni melepas karnaval kemerdekaan tahun 2016 lalu. Pada perayaan kali ini Grobogan juga akan kembali menggelar karnaval. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam kegiatan bakal digelar Pemkab Grobogan dalam rangka memeringati HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017. Selain upacara resmi, peringatan momen penting ini juga disemarakkan dengan serangkaian lomba, pameran, pengajian dan hiburan.

Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid menyatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan lomba K3 antar SD, SMP dan SMA pada pekan pertama hingga kedua bulan Agustus ini. Kemudian ada lomba gapura antarse-Kecamatan Purwodadi.

Selanjutnya, ada kegiatan jalan sehat yang akan dilangsungkan Sabtu 12 Agustus. Tiga rangkaian acara akan dilaksanakan pada Rabu 16 Agustus. Yakni, mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, tirakatan, dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan.

Sehari berikutnya, ada lima kegiatan sekaligus yang dilaksanakan. Masing-masing, upacara bendera, pemberian remisi, serenade, upacara penurunan bendera dan resepsi.

Kegiatan karnaval masih diadakan pada tahun ini. Jadwalnya, 21 Agustus untuk kelompok PAUD, TK, SD, dan SMP. Sehari berikutnya, karnaval untuk kelompok SMA, instansi swasta  maupun pemerintahan serta masyarakat umum.

“Setelah karnaval hari kedua, malam harinya ada pagelaran wayang kulit di halaman pendapa kabupaten. Dalangnya Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta,” jelas Nursyahid.

Selepas wayang kulit, masih ada dua kegiatan lagi yang disiapkan. Yakni, Grobogan Bersholawat yang dijadwalkan akhir Agustus dan Grobogan Expo pada pertengahan September.

Editor : Ali Muntoha