Wilayah Rembang Disebut Cocok untuk Investasi, Ini Alasannya

Peringatan Hari Buruh Internasional di halaman Dinas PMPTSTK Rembang, Senin (1/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Rembang Saikul Rosyidi mengatakan, bahwa Rembang merupakan wilayah yang cocok untuk berinvestasi.

Hal itu diungkapkan saat acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, yang berlansung di halaman Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (Dinas PMPTSTK) Rembang, Senin (1/5/2017).

“Tren sekarang, rata-rata perusahaan besar tengah melirik daerah pinggiran seperti halnya Rembang. Sebab, di situ UMK-nya kecil. Dengan adanya tren itu, kita juga mendukung serta akan bisa mengkomunikasikan dengan baik kepada pihak terkait,” kata Saikul.

Sementara itu, ia juga mengungkapkan, bahwa kondisi investasi di Rembang selama ini masih kondusif. Baik dari segi sosial dan sebagainya.”Serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah yang ada di Rembang sangat kondusif,” ungkapnya.

Di sisi lain, pria yang kini menjadi sebagai anggota dewan pengupahan APINDO ini juga berharap “May Day” ini dijadikan sebagai momentum sinergitas antara pekerja, pengusaha dan pemerintah, supaya menjadikan Rembang semakin maju.

“Mari kita sebagai putra putra daerah supaya dapat mengkondusigkan sosial politik yang ada. Supaya para investor dan pekerja bisa saling melengkapi. Baik itu hak-haknya dan sebagainya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati Rembang Abdul Hafidz  mengutarakan, pihaknya berharap supaya masyarakat harus cerdas menyikapi perkambangan zaman.”Investor bisa suatu saat beralih ke kota lain. Perpindahan investor itu bisa disebabkan dari demonstrasi pekerja dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa belum lama ini, ilmuan dari Thailand pernah meneliti tanah di Rembang. Dari hasil penelitian tersebut, menunjukan bahwa tanah di Indonesia, dalam hal ini Rembang, lebih bagus dibandingkan dengan Thailand.

“Hasil penelitian itu menunjukan bahwa tanah di Indonesia khususnya Rembang, lebih bagus ketimbang di Thailand. Selain itu, sejelek -eleknya tanah di Rembang, itu ukurannya sudah sebagus-bagusnya tanah di Thailand. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa kok Thailand lebih maju,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa saat ini ada sebanyak 306 perusahaan di Rembang yang menampung sekitar 14 ribu pekerja, dan hingga saat ini masih mempunyai kondusif.

“Alhamdulillaj sebanyak 306 perusahaan yang menampung 14 ribu lekerja saat ini masih kondusif. Terlebih para pekerja juga tidak merasa ada kesenjangan upah dengan kota lain. Dengan UMK sekitar Rp 1,4 juta, para pekerja di Rembang tidak ada yang merasa ada kesenjangan upah dengam kota lain,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Buruh Grobogan Diimingi “Angin Segar”

buruh (e)jpg

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat mengikuti acara jalan sehat memperingati Hari Buruh Internasional. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan  – Hembusan “angin segar ” berupa perhatian terhadap kesejahteraan buruh yang ada di Grobogan akan terus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat mengikuti acara jalan sehat memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat (13/5/2016).

“Kesejahteraan ini tidak sekadar masalah upah saja. Namun, hak-hak lain yang menunjang kesejahteraan juga diperhatikan. Seperti, jaminan kesehatan bagi para buruh,” tegas Sri didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Grobogan Andung Sutiyoso.

Ia menyatakan, dalam penetapan upah minimum kabupaten, pihaknya selalu melibatkan perwakilan buruh supaya mereka bisa menyampaikan aspirasinya. Dengan begitu upah yang akan mereka dapatkan dapat sesuai harapannya.

Sri juga meminta agar para pemilik perusahaan ikut memikirkan kondisi pekerjanya. Jika terjadi permasalahan, perusahaan diminta untuk dilakukan koordinasi dan duduk bersama guna mencari solusi. Ada baiknya, penyelesaian persoalan melibatkan dinas terkait.

Menurut Sri, dari hasil verifikasi Dinsosnakertrans pada 2015, di Grobogan terdapat 272 perusahaan. Perusahaan sebanyak ini bisa menyerap 8.620 tenaga kerja. Sebagian pekerja itu merupakan tenaga kerja lokal. Sementara jumlah serikat pekerja dan buruh di Grobogan sebanyak 25 unit.

“Perusahaan yang ada di Grobogan ini sebagian besar masih berskala kecil dan menengah. Meski demikian, keberadaannya sudah bisa mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

HARI BURUH : PRD Kudus Nyatakan Sikapnya

HARI BURUH PRD (e)

Aksi buruh bersama PRD di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pada Hari Buruh 1 Mei (May Day) Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kudus menyerukan beberapa sikapnya. Khususnya berkaitan dengan buruh di kabupaten setempat.

Diketahui, mereka memandang sebagai kota penghasil rokok dan juga industri lainnya, Kudus merupakan penyumbang devisa yang juga besar. Tapi perlindungan terhadap industri itu sendiri tidak pernah ada, bahkan pemerintah cenderung tunduk pada kepentingan asing.

Ketua Pimpinan Kota (KPK) PRD Kudus Agung Setiadi mengatakan,  pada peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini, menyerukan :

Kaum buruh untuk terus memperjuangkan kesejahteraannya, minimal sampai pada tingkat pemenuhan hak-hak normatif oleh pihak perusahaan sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kaum buruh juga harus mendorong sistem pengawasan ketenagakerjaan partisipatif untuk memastikan tidak ada peraturan yang dilanggar oleh pihak perusahaan.

  1. Gerakan buruh harus berada di garda depan dalam perjuangan melawan imperialisme dan mememangkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, yakni masyarakat adil-makmur, yang telah sengaja dilupakan oleh penguasa.
  2. Gerakan buruh mengambil peranan aktif dalam mendorong dan membangun blok politik atau persatuan melawan imperialisme yang seluas-luasnya.
  3. Hapuskan outsorching
  4. Tolak upah murah juga bangun industrialisasi nasional
  5. Laksanakan Pasal 33 UUD 1945

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Sepultura Warnai Aksi Buruh Blora

Ratusan buruh yang tergabung dalam KASBI Blora saat pawai pada hari buruh internasional 2016. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Ratusan buruh yang tergabung dalam KASBI Blora saat pawai pada hari buruh internasional 2016. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Blora turun ke jalan  dan melakukan orasi dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2016, di Blora.

Dalam aksi tersebut, para buruh mengusung Sepuluh Tuntutan Rakyat Pekerja (Sepultura) yang menjadi program perjuangan kaum buruh.

Menurut kordinator aksi, Agung Pudjo Susilo, Sepultura tersebut di antaranya, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, menolak politik upah  murah, menolak PHK dan Union Busting serta kriminalisasi aktivis buruh, laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia, serta tangkap dan adili lalu penjarakan pengusaha nakal.

Dia melanjutkan, buruh juga menuntut pemberlakukan jaminan nasional bukan asuransi sosial, turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, pendidikan dan dan kesehatan gratis bagi rakyat, tolak privatisasi kemudian bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat, dan terakhir tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat.

KASBI menilai, pemerintahan yang ada saat ini adalah pemerintahan yang pro modal dan sebagai antek penjajahan gaya baru yang pasti akan gagal mensejahterakan rakyat. “Hanya dengan menurunkan pemerintah pro modal dan menggantikannya dengan pemerintahan pro rakyat sajalah, maka kesejahteraan rakyat dapat tercapai,” kata Agung.

Menurut dia, KASBI menyimpulkan bahwa saat ini pemerintah gagal menyejahterakan rakyat. Dalam orasinya, Pudjo mengajak kaum buruh di Kabupaten Blora untuk bangkit, melawan dan menuntut hak-hak kaum buruh

Dalam aksi tersebut ratusan buruh berkumpul di Lapangan Tukbuntung Cepu, yang kemudian melanjutkan pawai hingga sampai Kabupaten Blora untuk kembali melakukan orasi.

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Upah Layak jadi Tuntutan Aksi di Kudus

Buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Memperingati Hari Buruh (May Day) 1 Mei, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera  Indonesia (KSBSI) Kudus bersama dengan kader Partai Rakyat Demokratik (PRD), melakukan aksi unjuk rasa di depan pendapa pemkab setempat, Minggu (1/5/2016).

Budi Santos, koordinator aksi mengatakan, upah layak menjadi kebutuhan dasar kaum buruh. Upah Minimum Kabupaten (UMK) hanyalah jaring pengaman bagi buruh yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun.

“Oleh karena itu, UMK bukan standar kelayakan upah. Formulasi UMK diperuntukkan bagi buruh berstatus lajang. Realitasnya, justru UMK seringkali menjadi upah maksimal yang diberikan pengusaha kepada buruh,” katanya saat orasi.

Menurutnya, sesuai dengan angkanya, UMK merupakan upah minimum. Sehingga bukan maksimal yang diberikan perusahaan. Itupun ada syarat untuk memberikan upah minimal tersebut.

Dia mengatakan, pada PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan mewajibkan pengusaha melaksanakan skala dan struktur upah. Bagi buruh yang memiliki masa kerja di atas 1 tahun berhak mendapatkan upah di atas ketentuan UMK. Pelaksanaan skala dan struktur upah mendasarkan pada golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi buruh.

“Kenyataan sekarang masih banyak yang di bawah UMK, bahkan yang lebih dari satu tahun juga diperlakukan sama,” ujarnya. Dia mebambahkan, Saat ini penerapan struktur dan skala upah belum dirasakan oleh kaum buruh. Banyak pengusaha yang masih melakukan diskriminasi upah terhadap para buruh.

Pihak pemerintah sendiri dianggap tidak tegas melaksanakan regulasi terkait kewajiban pengusaha melaporkan skala dan struktur upah baik kepada buruh maupun Dinsosnakertrans.

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Ternyata Seperti Inilah Buruh di Mata Pengusaha Pati

uplod jam 13 00 buruh maning (e)

Sejumlah perwakilan pengusaha di Pati saat berdialog dengan serikat buruh di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 40 perusahaan di Pati yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sementara itu, buruh yang tergabung dalam serikat buruh mencapai 22.000 orang dan 10.000 orang di antaranya tidak tercatat dalam organisasi serikat buruh.

Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Bumi Mina Tani sudah disepakati untuk tidak melakukan kegiatan pengerahan massa atau demo. Sikap serikat buruh tersebut disambut baik dari pengusaha yang tergabung dalam Apindo.

M Ridwan, salah satu anggota Apindo Pati mengaku memposisikan buruh sebagai mitra kerja. Pasalnya, mereka yang bekerja untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan.

“Buruh, termasuk serikat pekerja itu bukan musuh, tetapi mitra. Mitra untuk berembug, diskusi dan komunikasi bila ada hal yang harus dibahas terkait dengan kesejahteraan buruh yang pada akhirnya untuk perusahaan juga. Buruh bukan alat, tetapi mitra manajemen,” ujar Ridwan kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Ia mengatakan, buruh juga harus mengetahui kondisi perusahaan di saat ekonomi nasional tengah terpuruk. Pada 2015, misalnya. Pihaknya harus melakukan efisiensi karyawan karena kondisi ekonomi nasional yang memang sulit.

Hampir semua perusahaan, kata dia, waktu itu banyak yang melakukan efisiensi karyawan, pengurangan tenaga kerja, bahkan ada yang melakukan penutupan. Karena itu, kondisi itu juga harus dipahami buruh.

“Kita memang harus saling sharing dan menghindari gesekan bila tidak terpenuhinya hak dan kewajiban. May Day itu tidak selalu identik dengan demo. Kegiatan positif seperti jalan sehat, bakti sosial, olahgara, diskusi, dan beragam kegiatan positif lainnya bisa menjadi ajang untuk memperingati May Day,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

 

HARI BURUH : Ratusan Polisi Pengendali Massa Disiagakan untuk Pengamanan di Pati

HARI BURUH : Ratusan Polisi Pengendali Massa Disiagakan untuk Pengamanan di Pati

uplod jam 11.30 polisi hari buruh(e)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo tengah menyiagakan sejumlah personil kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto

 

MuriaNewsCom, Pati – Kendati pengusaha dan serikat buruh sudah menyatakan kesepakatannya untuk tidak membuat kegiatan pengerahan massa seperti unjuk rasa, tetapi pihak kepolisian tetap menyiagakan sejumlah personel untuk menyambut May Day atau Hari Buruh pada Minggu (1/5/2016) besok.

Hal itu dikatakan Wakapolres Pati Kompol Nyamin. “Serikat buruh di Pati memang sudah menyatakan tidak melaksanakan kegiatan negatif seperti demonstrasi. Namun, kita tetap bersiaga bila ada kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Nyamin kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Sedikitnya ada satu kompi pasukan pengendali massa (dalmas) dengan jumlah sekitar seratus personel yang akan disiagakan di markas komando. Selain sebagai antisipasi kemungkinan adanya kegiatan pengerahan massa, pasukan tersebut disiagakan bila Polres luar daerah seperti Kudus, Jepara atau Rembang membutuhkan bantuan pengamanan.

“Sampai saat ini, belum ada surat yang disampaikan kepada pihak kepolisian terkait dengan adanya unjuk rasa. Pemberitahuan dan permintaan pengamanan tidak ada. Kami pastikan Pati tidak ada gejolak. Namun, kesiagaan itu perlu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, pertemuan pengusaha dan serikat buruh bersama pihak kepolisian sudah dilakukan dua kali, yaitu pada 27 April dan 29 April. Dengan begitu, pihaknya memastikan tidak ada demo terkait dengan May Day di Pati.

“Kita sudah temukan mereka. Bila ada permasalahan yang mengganjal terkait dengan hak dan kewajiban antara perusahaan dan buruh bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Kalaupun ada kegiatan saat May Day, kami harap kegiatan itu positif,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

HARI BURUH : Pengusaha dan Serikat Buruh di Pati Sepakat Tak Demo

HARI BURUH : Kantor SPSI Kudus Akan Digusur untuk Pusat Perbelanjaan

Foto Kantor SPSI Kudus yang akan digusur. (MuriaNewsCom/Edy Sutryono)

Foto Kantor SPSI Kudus yang akan digusur. (MuriaNewsCom/Edy Sutryono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana penataan kawasan pusat kuliner Taman Bojana Kudus berimbas ke kantor Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus.

Karena hasil rapat di ruang Setda Pemkab Kudus, 23 April 2016 lalu, kantor KSPSI yang berada di Jalan Sunan Muria akan digusur bersamaan dengan penataan pusat kuliner khas, Taman Bojana, untuk dibangun pusat perbelanjaan.

Menurut Wakil Kepala Humas KSPSI Kudus, Nur Khozin, dari hasil rapat Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan tiga pilihan kepada pihak SPSI. Yakni akan dibangunkan gedung baru jika mempunyai tanah, dapat mengunakan gedung pemerintah yang kosong serta yang ketiga yakni tidak akan diberikan apapun jika melakukan perlawanan.

Sejauh ini pihaknya belum menentukan sikap karena masih menunggu rapat internal namun pihaknya merasa diintimidasi dengan opsi ketiga. Dikatakan khozin, gedung yang dipakai sebagai kantor KSPSI sebenarnya bukan milik Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kalau berdasarkan fakta sejarah bahwa gedung tersebut adalah gedung buruh yang sudah ada sejak tahun 1960-an saat terjadi pergolakan buruh yang kemudian muncul peristiwa tahun 1965, dengan status tanah gendom seluas hampir 1 km dari mulai gedung butuh sampai kantor Pengadilan Negeri Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, Khozin menyayangkan jika akhirnya tiba-tiba di tahun 2000-an, Pemkab Kudus mempunyai sertifikat hak guna pakai tanah.

“Harusnya Pemkab Kudus bijaksana karena di gedung seluas 256 meter persegi tersebut ada ratusan ribu buruh tergabung dalam konfederasi SPSI. kondisi seperti ini sangat berpengaruh terhadap kinerja para pengurus SPSI,” tuturnya.

Dia menambahkan, rencana penggusuran tersebut merupakan kado terburuk di Hari Buruh, 1 Mei. Selain itu, itu Asisten Administrasi dan Keuangan Setda Kudus, Mas’ud mengakui akan melakukan penataan kawasan pusat kuliner Taman Bojana termasuk gedung SPSI. Karena kawasan tersebut kumuh.

Namun pihaknya membantah jika melakukan intimidasi terhadap SPSI dengan tidak mengizinkan melakukan perlawanan. Yang mana pihaknya memang memberikan sejumlah opsi serta menunggu jawaban dari pihak SPSI.

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Polres Pati Minta Perusahaan di Pati Pasang Kamera CCTV

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) dan Kabag Ops Kompol Sundoyo berkoordinasi dengan pengusaha dan serikat buruh terkait dengan May Day di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) dan Kabag Ops Kompol Sundoyo berkoordinasi dengan pengusaha dan serikat buruh terkait dengan May Day di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati meminta agar perusahaan di Pati memasang kamera CCTV. Hal itu untuk mengantisipasi bila ada hal-hal yang tidak diinginkan saat peringatan Hari Buruh yang jatuh pada Minggu (1/5/2016).

“Pengusaha tidak usah galau dengan adanya May Day. Kita sudah bertemu dengan serikat buruh dan sepakat untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengerahkan massa. Kita harus bersinergi untuk menciptakan situasi kondusif di Pati,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pihaknya menyarankan kepada perusahaan untuk memasang kamera CCTV. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemungkinan yang tidak diinginkan saat Hari Buruh.

“Kalau setiap perusahaan memasang kamera CCTV, itu bisa dimonitor dengan baik. Jadi, kalau ada yang sesuatu yang tidak diinginkan bisa terpantau. Salah satu perusahaan yang sudah memasangnya, antara lain PT Dua Kelinci,” imbuhnya.

Di Pati, sedikitnya ada 40 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pati. Sementara itu, jumlah buruh di Pati yang tergabung dalam serikat buruh mencapai 22.000 pekerja.

Pekerja di luar serikat buruh di Pati mencapai 32.000 orang. Karena itu, pihaknya berharap agar pengusaha bisa memenuhi hak buruh. Sebaliknya, buruh diharapkan bisa memberikan kewajiban terbaiknya untuk perusahaan.

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Pengusaha dan Serikat Buruh di Pati Sepakat Tak Demo

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) didampingi Kabag Ops Kompol Sundyo bersama pengusaha dan serikat buruh sepakat untuk menjaga kondusivitas Pati saat May Day. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) didampingi Kabag Ops Kompol Sundyo bersama pengusaha dan serikat buruh sepakat untuk menjaga kondusivitas Pati saat May Day. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengusaha dan serikat buruh di Pati sepakat untuk menciptakan suasana kondusif di Pati dan tidak ada unjuk rasa dalam peringatan May Day pada Minggu (1/5/2016) mendatang. Kesepakatan itu dilakukan bersama Wakapolres Pati Kompol Nyamin dan Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo di Mapolres Pati, Jumat (29/4/2016).

M Ridwan, salah satu pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pati kepada MuriaNewsCom mengatakan, kalangan pengusaha di Pati sudah menjalin hubungan dan komunikasi yang positif dengan serikat pekerja. Sejumlah persoalan juga acapkali diselesaikan bersama.

Karena itu, mereka sepakat untuk tidak melakukan aksi demonstrasi saat May Day berlangsung. “Kita sudah koordinasi dengan serikat buruh. Kita sudah komitmen untuk menjaga Pati agar tetap kondusif. Kalau situasi kondusif dan perusahaan semakin meningkat, buruh juga akan sejahtera,” ucap Ridwan.

Senada dengan itu, Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Pati Ahmadi juga menyatakan sepakat untuk tidak turun di jalan saat May Day. Kendati begitu, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa bila ada hak-hak dari buruh yang tidak dipenuhi perusahaan.

“Sepanjang hak dan kewajiban antara perusahaan dan buruh itu tercapai dengan baik, kita sepakat untuk tidak menggelar aksi. Tapi, kalau memang ada hak-hak yang tidak dipenuhi, kita akan menggelar aksi,” ungkapnya.

Kompol Nyamin sendiri meminta kepada kedua pihak untuk menyelesaikan dengan cara damai bila memang ada permasalahan. “Partisipasi dalam May Day itu boleh saja, asal kegiatannya positif. Misalnya, bakti sosial, jalan sehat, kerja bakti atau kegiatan positif lainnya. Jangan ada pengerahan massa, apalagi anarkis. Itu tidak diperbolehkan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Hari Buruh, Polisi Grobogan Latihan Keras Halau Massa

uplod jam 17.30 jelang buruh polisds (e)

Sejumlah pasukan dalmas Polres Grobogan sedang berlatih di halaman Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Momen hari buruh atau lebih dikenal dengan sebutan May Day,1 Mei, ternyata mendapat perhatian dari Polres Grobogan. Indikasinya, dalam beberapa hari terakhir, aparat polres setempat, khususnya pasukan pengendalian massa (Dalmas) giat menggelar latihan.

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan menyatakan, latihan untuk pasukan dalmas itu dilakukan sebagai persiapan menyambut May Day. Hal ini dilakukan sebagai persiapan dalam menghadapi kemungkinan munculnya aksi demo yang melibatkan banyak massa.

“Serangkaian pelatihan buat pasukan dalmas ini selama ini rutin kita lakukan. Namun, menjelang peringatan May Day ini, latihannya kita tingkatkan. Sebanyak 60 personel kita libatkan dalam latihan yang kita langsungkan di halaman Stadion Krida Bhakti,” kata Indra melalui Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Ia menyatakan, pelatihan ini lebih ditekankan pada teknis pengendalian massa dalam berbagai metode. Termasuk pelatihan formasi dalmas dan cara penggunaan alat pendukung dengan tepat.

Selain meningkatkan kemampuan dan ketrampilan individual, pelatihan juga bertujuan untuk membangun kerjasama yang kompak di jajaran peleton dalmas. Diharapkan melalui pelatihan ini, semua personil mampu melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Editor : Akrom Hazami