APTRI Tolak Rencana Pemerintah Impor Gula Kristal Putih

istimewa

istimewa

 

KUDUS – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) secara tegas menolak rencana pemerintah untuk mengimpor gula kristal putih (GKP) sebanyak 200 ribu ton pada tahun 2016. Penolakan tersebut didasarkan pada stok gula nasional yang saat ini masih mencukupi.

Soemitro Samadioen Ketua DPN APTRI mengatakan, dari hasil pantauan APTRI, stok gula nasional sebanyak 1 juta ton pada awal 2016. Stok tersebut dinilai cukup untuk 5 bulan ke depan.

“APTRI menilai tidak cukup alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor. Saat ini kondisi harga gula masih stabil dan tidak terjadi kelangkaan gula di pasar,” ungkapnya.

katanya, kebijakan impor gula akan makin memperparah tata niaga gula nasional, karena kondisi saat ini masih terjadi rembesan gula rafinasi di pasar konsumsi dan masuknya gula ilegal dari daerah perbatasan.

Jika bertolak dari kondisi tersebut, menurutnya, mestinya pemerintah lebih memprioritaskan masalah pengawasan di pasar konsumsi, sehingga tata niaga gula nasional lebih sehat. Pihaknya menilai, kebijakan impor tersebut dipastikan akan menurunkan gairah petani tebu untuk meningkatkan produktivitasnya.

Pihaknya juga menyoroti kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan gula rafinasi untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui distributor. Kebijakan tersebut, dinilai merugikan petani, karena akan menjadi sumber kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi dalam jumlah yang lebih besar lagi.

“Secara tegas kami menolak rencana impor gula kristal putih sebanyak 200 ton melalui Bulog pada 2016 ini. Kemudian kami juga meminta pemerintah membatalkan rencana distribusi gula rafinasi untuk IKM melalui distributor,” pungkasnya. (KHOLISTIONO)