Polres Grobogan Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menunjukkan posko pengaduan korban First Travel yang ditempatkan di kantor Satreskrim. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus ribuan warga yang gagal diberangkatkan umrah oleh perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU) First Travel ternyata mendapat perhatian cukup serius dari Polres Grobogan.

Indikasinya, bisa dilihat dengan dibukanya posko pengaduan di ruang Satreskrim bagi warga Grobogan yang ikut jadi korban First Travel, Kamis (31/8/2017).

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, pembukaan posko pengaduan bertujuan untuk menampung keluhan atau aduan dari warga. Pembukaan posko dilakukan karena dari informasi yang diterima, ada ratusan waga Grobogan yang mendaftarkan umrah lewat First Travel tetapi belum kunjung diberangkatkan.

”Sejauh ini memang belum ada aduan dari masyarakat yang jadi korban First Travel. Jika nanti ada laporan masuk, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Grobogan yang jadi korban First Travel sempat mengadu ke kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jateng di Semarang. Jumlah pendaftar yang mengadu ke AMPHURI ini mencapai 160 orang. Dalam pengaduannya mereka menuntut uangnya dikembalikan atau segera diberangkatkan umrah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

”Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor : Supriyadi

Dua Kloter Asal Jepara Diberangkatkan Lebih Awal 

Salah satu jemaah haji asal Jepara terpaksa dibopong karena keterbatasan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kelompok jemaah haji yang tergabung dalam kloter 93 dan 94 diberangkatkan ke Embarkasi Donohudan, Kamis (24/8/2017) siang. Total ada 457 orang yang diberangkatkan ke pemondokan haji, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. 

Adapun kloter selanjutnya yang berangkat adalah 95 yang berjumlah 292 orang, akan diberangkatkan pada Jumat dini hari. 

Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Jepara Lutfiyah mengatakan, dua kloter yakni 94 dan 95 diberangkatkan lebih awal dari jadwal. Rencana awal, dua kelompok terbang itu akan diberangkatkan pada Jumat pagi pada pukul 02.00 dan 06.00.

“Hal itu karena permintaan dari maskapai penerbangan. Mengingat jumlah keberangkatan kini semakin longgar. Selain itu, jemaah dari Jepara digabungkan dengan jemaah dari daerah lain atau sapu jagad,” katanya. 

Ia mengatakan, tergabung dalam kloter sapu jagad jemaah haji asal Jepara akan diberangkatkan dengan kloter lain. Termasuk di antaranya mereka yang sebelumnya sakit dan sebagainya. 

“Jemaah haji asal Jepara akan diberangkatkan dengan mereka yang mungkin masih belum berangkat karena sakit dan sebagainya,” imbuh Lutfiyah. 

Pantauan MuriaNewsCom, beberapa jemaah yang tergabung dalam kloter 94 ada yang mengalami keterbatasan gerak. Lutfiyah mengatakan hal itu tak memengaruhi kegiatan jamaah karena dibantu oleh kursi roda. 

Sementara itu Totok petugas dari Dinkes Jepara mengatakan, pihaknya telah melakukan screening kesehatan sebelum pemberangkatan. Pihaknya mengatakan hal tersebut tidak lantas mengugurkan kesempatan mereka untuk dapat berhaji. 

“Selain di Jepara, pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan di Donohudan. Namun secara garis besar hal itu tidak berpengaruh karena disana mereka menggunakan kursi roda,” jelasnya. 

Adapun, jumlah jemaah haji asal Jepara yang diberangkatkan berhaji tahun ini ada 1.104 orang.

Editor: Supriyadi

Kabar Duka, Satu Jamaah Haji Kloter 17 Asal Grobogan Meninggal di Tanah Suci

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabar duka datang dari tanah suci. Satu jamaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 17 Embarkasi Solo dikabarkan wafat saat berada di Makkah.

Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Grobogan Fahrurrozi menjelaskan, jamaah yang wafat ini seorang pria bernama Sudarto (59). Jamaah ini dari Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Jamaah yang wafat tersebut berangkat haji bersama dengan istrinya.

“Satu jamaah kita ini dilaporkan wafat saat menjalani perawatan di RS An Noor Makkah. Jadi, satu jamaah ini meninggalnya disebabkan sakit. Informasi yang kita dapat, jamaah yang wafat sudah dimakamkan di Makkah,” katanya.

Menurut Fahrur, kabar yang diterima dari petugas di Makkah, satu jamaah itu wafat pada hari Rabu (23/8/2017) sekitar pukul 05.30 waktu Makaah. Jamaah yang meninggal merupakan seorang pegawai Kemenag Grobogan yang bertugas sebagai Pengawas Pendidikan Agama SD di Kecamatan Pulokulon.

“Pihak keluarga sudah kita kasih tahu kabar duka ini. Semoga almarhum meninggalnya khusnul khatiman dan keluarganya diberikan ketabahan,” jelasnya.

Fahrur menyatakan, untuk kondisi jamaah lainnya dikabarkan sehat. Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai jamaah yang dirawat di rumah sakit. 

Editor: Supriyadi

160 Warga Grobogan Jadi Korban First Travel

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah warga Grobogan yang jadi korban perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU) First Travel ternyata cukup banyak. Jumlah pendaftar umroh yang belum bisa diberangkatkan mencapai 160 orang.

Beberapa hari lalu, korban First Travel ini bahkan sempat mengadu ke kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jateng di Semarang. Dalam pengaduannya mereka menuntut uangnya dikembalikan atau segera diberangkatkan umrah.

Informasi yang didapat menyebutkan, warga Grobogan yang tersebar di sejumlah kecamatan ini mendaftar lewat seorang koordinator bernama Adroi. Jumlah pendaftarnya sempat mencapai angka 380 orang. Namun, sebanyak 220 orang sudah diberangkatkan bertahap sejak tahun 2015.

Saat dihubungi wartawan, Adroi menyatakan, seluruh pendaftar sudah menyetorkan uang nilainya sekitar Rp 15 juta. Pemberangkatan 160 orang itu semua direncanakan April 2017. Namun, rencana itu akhirnya tertunda sampai sekarang.

Ia mengaku akan bertanggungjawab pada para pendaftar. Sebab, sejak awal memang menjembatani biro tersebut.

Saat ini, dia mengaku mengikuti perkembangan kasus tersebut. Terlebih ada 160 orang pendaftar yang belum berangkat.

“Sebelumnya, saya sempat bolak-balik ke Jakarta untuk menanyakan kepastian pemberangkatan pendaftar. Bulan Juni lalu, saya ke rumah pemilik First Travel Andika Surachman di Jakarta. Tapi rumahnya sudah kosong,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

“Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor: Supriyadi

Duh, Korban First Travel Ternyata Ada yang Berasal dari Grobogan

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga yang jadi korban Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umroh (PPIU) First Travel ternyata tidak hanya berasal dari kota besar saja. Sejumlah warga dari Grobogan dikabarkan juga ikut jadi korbannya, meski jumlahnya tidak signifikan.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, informasi yang didapat memang ada warga dari Grobogan yang sempat menadaftar ibadah umroh lewat PPIU tersebut. Hanya saja, jumlah pastinya belum diketahui karena belum ada yang laporan resmi ke kantornya.

”Memang ada orang Grobogan yang ikut jadi korban First Travel. Mereka langsung mengurus sendiri ke pusat dan tidak laporan ke sini,” kata Hambali, saat ditemui di kantornya, Senin (21/8/2017).

Hambali berharap, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

”Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Grobogan Diminta Jangan Banyak Protes, Bupati : Harus Ikhlas

Beberapa jemaah haji terpaksa harus dibantu kursi roda saat diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Banyaknya jemaah haji lanjut usia (lansia) yang berangkat tahun ini mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terkait kondisi itu, Sri Sumarni berpesan pada petugas pendamping, ketua rombongan dan ketua regu supaya menaruh perhatian lebih.

Pesan itu disampaikan saat Sri Sumarni melepas keberangkatan jemaah haji Grobogan Kloter 65 menuju Donohudan, Rabu (16/8/2017) dinihari.

“Tugas pendamping haji ini sangat berat. Untuk itu, saya minta agar para petugas ini bisa bersikap sabar dan amanah selama menjalankan tugas. Terutama, pada jemaah yang sudah usia lanjut,” pesannya.

Dari pantauan di lokasi pemberangkatan, memang cukup banyak jemaah haji yang masuk kategori lansia. Sebagian ada yang berangkat bersama keluarganya. Namun, ada pula yang berangkat sendirian. Jumlah jemaah Kloter 65 totalnya ada 353 orang.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta para calon haji (calhaj) untuk bersikap ikhlas selama berada di Tanah Suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes. Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Keberangkatan ke Tanah Suci ini untuk melaksanakan ibadah. Jadi, sebaiknya konsentrasi penuh agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di Tanah Suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar. Kalau ada yang diperlukan langsung hubungi petugasnya,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Sementara itu, setelah Kloter 65 berangkat, sekitar pukul 09.00 WIB dilangsungkan lagi pemberangkatan jemaah haji. Yakni, rombongan jemaah haji Grobogan terakhir yang tergabung dalam Kloter 66.

Jumlah jemaah Kloter 66 ini totalnya ada 353 orang. Pemberangkatan jemaah haji Kloter 66 dipimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

“Jumlah kloter Grobogan ada empat. Yakni, Kloter 17, 64, 65 dan 66. Jumlah jemaah keseluruhan ada 977 orang,” jelas Kepala Kakemenag Grobogan Hambali.

Ditambahkan, jemaah haji Kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk Kloter 64 dan 221 orang ikut Kloter 66. Untuk Kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan Kloter 66 gabung Kota Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Jemaah Haji dari 2 Kecamatan di Grobogan Dilepas Menuju Donohudan

Jemaah haji termuda Ainun Ni’am Zanjabila (berkalung kamera) yang usianya baru 20 tahun jadi bagian rombongan kloter 64.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemberangkatan jemaah haji dari Grobogan kembali dilangsungkan, Selasa (15/8/2017) petang. Jemaah haji yang diberangkatkan bersamaan dengan kumandang azan magrib ini merupakan rombongan kloter 64.

Jumlah rombongan jemaah haji ini sebanyak 136 orang yang kebetulan hanya berasal dari dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Godong 120 orang dan 16 orang dari Kecamatan Pulokulon.

“Pemberangkatan jadwalnya kebetulan bersamaan dengan waktu magrib. Nanti, jemaah akan menunaikan salat jamak takhir di Donohudan,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali.

Dalam rombongan kloter 64 ini, ada satu jemaah haji termuda. Yakni, Ainun Ni’am Zanjabila yang usianya baru 20 tahun.

Ainun yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester 3, fakultas Psikologi UMS Surakarta tersebut berangkat bersama tiga anggota keluarganya. Yakni, kedua orang tuanya, Muzazin dan Tutwuri Hanjarwani serta kakaknya Ahmad Arwani Salsabila.

Warga Desa Sambung, Kecamatan Godong tersebut sudah didaftarkan haji tahun 2010 lalu.

“Alhamdulillah, saya bisa berangkat bersama orang tua dan kakak tahun ini. Mohon doanya, supaya bisa lancar menunaikan ibadah haji,” kata Ainun, sesaat sebelum upacara pemberangkatan.

Upacara pemberangkatan jemaah haji ini dipimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono. Hadir pula, perwakilan dari FKPD serta sejumlah pejabat terkait.

Editor : Akrom Hazami

 

Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Mulai Bertolak ke Mekkah

Sebagian jemaah haji kloter 17 mengikuti pembekalan mengenai teknis pemberangkatan ke Mekkah dan pelaksanaan ibadah umrah di Madinah. (istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah delapan hari berada di Madinah, rombongan jemaah haji asal Grobogan yang tergabung dalam Kloter 17 mulai bergeser ke Mekkah. Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Mekkah setelah menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.

“Hari ini, jemaah dijadwalkan menuju Mekkah. Jadwalnya, setelah Ashar,” kata Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (10/8/2017).

Jumlah jemaah keseluruhan ada 351 orang. Dari jumlah ini, kemungkinan ada satu jemaah yang terpaksa tertinggal dulu di Madinah karena dirawat di rumah sakit.

“Laporan terakhir, ada satu jemaah kita yang sakit. Mudah-mudahan, kondisinya sudah membaik dan bisa bersama-sama jemaah lainnya berangkat ke Mekkah,” sambung Hambali.

Kasubag Umum Kantor Kemenag Grobogan Ali Ichwan menambahkan, saat ini, semua jemaah sudah melakukan persiapan untuk pindah ke Mekkah.

Kemudian, para ketua rombongan, ketua regu serta petugas juga sudah mendapat pembekalan untuk disampaikan pada anggotanya. Yakni, pembekalan teknis pemberangkatan ke Mekkah serta penjelasan mengenai pelaksanaan ibadah umrah yang akan kita laksanakan.

“Doakan saja, semua jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” kata Ali yang saat ini ada di Madinah sebagai salah satu pendamping haji kloter 17 itu.

Editor : Ali Muntoha

Satu Calon Jemaah Haji Pati Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Ratusan jemaah haji Pati diberangkatkan dari Pendapa Pati, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu calon jemaah haji (CJH) dari Pati gagal berangkat ke Tanah Suci. Hal itu disebabkan calon yang masuk daftar peserta haji tersebut meninggal dunia.

Dari 355 CJH yang berangkat pada gelombang pertama, Selasa (8/8/2017), ada beberapa yang mengidap penyakit risiko tinggi. Mereka diwajibkan menggunakan kursi roda dan tongkat.

Staf Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Pati Agus Anshori mengatakan, mereka yang mengidap penyakit risiko tinggi mendapatkan pendampingan khusus dari petugas. Dengan begitu, mereka yang kambuh saat melaksanakan ibadah haji bisa langsung ditangani.

“Gelombang pertama ini, ada 355 CJH yang diberangkatkan dalam kloter 39. Berangkat dari Pendapa Pati menuju Wisma Haji Donohudan Boyolali,” tutur Agus.

Di Pati sendiri ada 1.665 CJH yang siap berangkat ke Tanah Suci dibagi dalam beberapa gelombang. Selanjutnya, mereka akan berangkat pada 22, 23 dan 24 Agustus 2017 mendatang.

Sesuai dengan anjuran kesehatan, para jemaah diminta untuk meminum air minimal 500 mililiter per dua jam. Hal itu diharapkan agar kondisi tubuh jemaah tetap fit.

“Ibadah haji ini butuh kesehatan fisik dan mental yang kuat. Kekurangan cairan tentu sangat berpengaruh pada kondisi tubuh, sehingga disarankan untuk tidak kekurangan air,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

354 Jemaah Haji Kloter 37 Asal Kudus Berangkat ke Tanah Suci

Sejumlah bus jemaah haji berjajar di Pendapa Kudus, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 354 jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang tergabung dalam kloter 37 berangkat ke Tanah Suci, Senin (7/8/2017) hari ini. Ratusan jemaah tersebut berangkat menuju Embarkasi Solo pukul 11.00 WIB dengan menggunakan sembilan bus.

Kepala Kemenag Kudus Noor Badri mengatakan, total jamaah haji asal Kudus tahun ini berjumlah 1.314 jamaah. Mereka terbagi menjadi empat kloter.

Keempat kloter tersebut adalah kloter 37 dengan 354 jemaah, kloter 38 dengan 355 jemaah yang berangkat 21 Agustus, kloter 39 dengan 355 jemaah, dan sisanya kloter 40 akan berangkat 23 Agustus mendatang.

”Kloter 37 ini kloter pertama. Mereka berangkat dari Pendapa Kudus yang dilepas langsung Bupati Kudus Musthofa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, sebelum berangkat, para calon jamaah haji sudah dibekali dengan sejumlah persiapan. Mulai namasik haji, imunisasi dan latihan-latihan fisik agar sehat selama menjalani ibadah haji nantinya. Pihaknya yakin calon jamaah sudah tertib dengan mempersiapkan fisiknya.

Sementara itu, Suhadi panitia jemaah haji menambahkan, kalau pada pemberangkatan kloter ini terdapat seorang jamaah yang gagal berangkat. Ini lantaran yang bersangkutan masuk pada masa Iddah, lantaran suaminya meninggal beberapa waktu sebelum berangkat.

”Semula jumlahnya 355. Tapi karena sedang masa idah mau gimana lagi. Rencananya akan kami usulkan tahun berikutnya,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Begini Tips Menjaga Kesehatan Selama Berhaji

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Menjaga kesehatan selama berhaji penting dilakukan untuk menunjang aktivitas ibadah agar tetap khusyuk. Mengonsumsi banyak air dan menghindari paparan sinar mentari terlalu lama sangat dianjurkan, karena saat ini temperatur Kota Suci Mekkah bisa mencapai 45 derajat celcius. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Jepara dr. Vita Ratih Nugraheni, Jumat (4/8/2017). Menurutnya, calon jamaah haji harus bisa mengenali kesehatan diri terlebih dahulu.

“Bagi yang memiliki penyakit kronis, diharapkan membawa stok obat yang akan dikonsumsi sendiri. Harus betul-betul disiapkan dan dikonsumsi secara teratur serta disiplin. Jangan lupa pula mengonsumsi makanan bergizi, sering minum air putih meskipun tidak haus dan olahraga ringan,” ucapnya. 

Dirinya berujar, saat ini cuaca di tempat berhaji bisa mencapai 45 derajat celcius. Disamping itu kondisi Mekah tidak memiliki banyak tumbuhan rindang, sehingga kondisi udara kering, tidak lembab seperti di Indonesia. 

Baca Juga : Tiga Calon Jamaah Haji Asal Jepara Meninggal Dunia

Dirinya juga mengimbau calon haji asal Jepara untuk memakai masker guna mengantisipasi paparan virus yang menyebar di udara, seperti influenza. Selain itu jika bepergian, Vita menyarankan agar membasahi masker untuk menjaga kelembapan. 

“Kalau di Jepara sebelum calon jamaah haji berangkat sudah mendapatkan imunisasi meningitis (radang selaput otak). Hal itu karena sudah menjadi aturan dari pemerintah Arab Saudi, karena di daerah tersebut penyakit tersebut ada terus. Seperti kalau disini ada penyakit demam berdarah,” tutur dia.

Disinggung mengenai calon jamaah berisiko tinggi, ia tidak menampiknya. Faktor risiko tinggi dilihat satu di antaranya dari umur jamaah, jika yang bersangkutan telah berumur 60 tahun lebih maka dapat dikategorikan risiko tinggi. 

Namun demikian, ia mengatakan tidak perlu khawatir akan hal tersebut selama calon haji berdisiplin akan kesehatan dirii sendiri.

Terkait makanan, Vita menyampaikan agar jamaah haji meneliti keterangan yang ada pada kotak makanan. “Biasanya kan ada peringatan, bainya dimakan sebelum jam berapa pada kotak makanan, jangan disimpan, namun segera dimakan. Sebab kalau tidak bisa basi,” tambahnya. 

Terakhir, ia mengimbau agar dalam salat berjamaah dapat memanfaatkan waktu dengan maksimal. Sehingga jamaah tidak terpapar sinar matahari terlalu lama. 

“Yang terpenting bagaimana agar tubuh jangan kelelahan, dan asupan makanan yang seimbang serta teratur,” tutup Vita.

Editor: Supriyadi

Tiga Calon Jamaah Haji Asal Jepara Meninggal Dunia

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Jumlah calon jamaah haji dari Jepara menyusut menjadi 1.104 orang. Hal itu karena tiga calon haji meninggal dunia, sebelum pemberangkatan. 

“Tiga orang calon jamaah haji meninggal dunia, dua karena sakit sedangkan satu orang lagi mengalami kecelakaan,” ujar Kasi Haji dan Umrah Kemenag Jepara Ali Arifin, Jumat (4/8/2017). 

Ia mengungkapkan, sebelumnya jumlah haji asal Jepara adalah 1.107 orang. Mereka tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yakni 41, 93, 94, dan 95, yang mulai diberangkatkan pada Selasa (8/8/2017). 

Untuk itu, Ali berpesan supaya para calon jamaah selalu menjaga kesehatan sebelum hari pemberangkatan.

Saat ini, lanjut Ali, pantauan kesehatan jemaah haji bukan saja dilakukan oleh Kemenag, namun melibatkan instansi terkait yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. 

Hanya saja, hingga hari ini, pihaknya belum menerima daftar calon jamaah haji yang terlalu berisiko hingga dibatalkan pemberangkatannya. 

“Kami selalu mengimbau calon haji untuk menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup. Untuk Ketua Rombongan dan Ketua Regu juga sudah diberikan informasi terkait penjagaan kesehatan. Penaganan haji dilakukan lintas instansi bukan hanya Kemenag,” tambahnya. 

Ali menguraikan, tidak ada perubahan jadwal pemberangkatan haji. Setelah kloter 41 berangkat pada tanggal 8 Agustus, kloter 93 akan berangkat pada tanggal 24 Agustus 2017 dan dua kloter 94 dan 95 pada keesokan harinya. 

“Di sini (Jepara) pada pemberangkatan kloter 41 akan dilepas oleh Bupati dari Pendapa Kabupaten Jepara. Setelah sampai di Embarkasi Donohudan Solo pukul 18.00 umpamanya, maka akan diberangkatkan pada jam yang sama keesokan harinya,” tutupnya. 

Adapun, pada rencana pemberangkatan awal pemberangkatan terdapat 355 pada kloter 41, sementara pada kloter 93 ada 103 jamaah. Sedangkan untuk kelompok terbang 94 355 jamaah dan 95 terdapat 294 calon jamaah haji. 

Editor: Supriyadi

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Dimajukan 

Ratusan koper jemaah haji Grobogan kloter 17 dikumpulkan di halaman Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi dan selanjutnya dikirim ke Donohudan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 17 akan diberangkatkan Selasa (1/8/2017) dini hari nanti. Rencananya, jemaah haji akan dilepas menuju asrama Donohudan dari pendapa kabupaten, pukul 02.00 WIB.

Jadwal keberangkatan jemaah haji ini mengalami sedikit perubahan. Yakni, pemberangkatan maju sekitar tiga jam dari jadwal semula.

“Sebelumnya, rencana pemberangkatan dilakukan habis Subuh. Tetapi, ada perubahan sehingga jadwalnya maju jadi pukul 02.00 WIB,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali yang ditemui saat mengecek pengiriman koper jemaah di Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi, Senin (31/7/2017).

Dijelaskan, majunya jadwal keberangkatan itu dilakukan karena 351 jemaah kloter 17 dijadwalkan sudah harus tiba di Donohudan pukul 05.00 WIB. Supaya bisa tepat waktu tersebut maka pihaknya harus menyesuaikan jadwal keberangkatan jemaah.

Menurut Hambali, untuk kloter 64 akan diberangkatkan pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Yakni, kloter 17, 64, 65 dan 66. Jumlah jemaah keseluruhan ada 977 orang,” katanya.

Ditambahkan, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

Disinggung soal pengiriman koper jemaah, Hambali menyatakan, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Koper dikirim lebih awal dari keberangkatan jemaah.

“Koper jemaah haji kloter 17 sudah komplit tidak ada yang ketinggalan. Jumlah koper ada 351,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hamil, Calhaj Asal Lasem Gagal Berangkat

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Dari 794 calon haji, satu orang calon jemah haji (Calhaj) asal Kabupaten Rembang gagal berangkat ke Tanah Suci tahun 2017 ini. Calhaj tersebut bernama Umma Farida, warga RT 13 RW 8 Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang.

Kasi Haji dan Umrah pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Salehudin mengatakan, Umma Farida gagal berangkat pergi berhaji lantaran sedang hamil usia enam pekan. Hal itu diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang belum lama ini, saat yang bersangkutan menjalani tahapan suntik meningitis.

“Saat itu, ada laporan dari Dinas Kesehatan bahwa pihak Kemenag harus mengundurkan satu orang calon jemaah karena hamil usia enam minggu. Informasinya itu dari Dinkes saat yang bersangkutan saat suntik meningitis belum lama ini,” ungkap Salehudin.

Rencananya, calhaj yang gagal berangkat tahun ini akan dialihkan pada pemberangkatan tahun depan. Itupun jika calhaj tersebut sudah dalam kondisi yang memungkinkan untuk berangkat.

“Kalau tahun depan yang bersangkutan sudah siap berangkat, akan kami ikutkan pada periode pemberangkatan tahun depan. Seandainya hamil lagi, nanti akan diundur lagi,” imbuhnya.

Selain Umma, juga terdapat calon jemaah haji asal Sedan yang nyaris gagal berangkat. Yang bersangkutan mengalami insiden yang menyebabkan kakinya patah sehingga mengharuskan menggunakan kursi roda.

“Setelah kami konsultasi dengan pihak Dinkes, calhaj tersebut ternyata masih bisa ikut berangkat tahun ini dengan menggunakan kursi roda. Konsekuensinya harus ikut mengajak suaminya agar bisa mendampingi selama beribadah haji,” ujarnya.

Total calon jemah haji asal Kabupaten Rembang pada tahun 2017 ini berjumlah 794 jamaah. Berkurang satu orang menjadi 793 jamaah. Dibagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 40, kloter 92 dan kloter 93.

Kloter 40 rencananya akan diberangkatkan dari Rembang pada tanggal 8 Agustus 2017 mendatang. Sedangkan kloter 92 dan 93 akan berangkat di hari yang sama, selisih tiga jam, pada tanggal 24 Agustus 2017.

“Seluruh persiapan sudah kami laksanakan, rencananya pada hari Senin besok kami akan kirim surat kepada seluruh calon jamaah haji untuk pemberitahuan tanggal pemberangkatan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Kudus Lepas Calhaj

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada pelepasan calhaj. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.315 calon haji (calhaj) asal Kudus dilepas oleh Bupati Musthofa. Acara pelepasan ini dilangsungkan di gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (19/7/2017). Dengan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Kantor Kemenag Kudus, forkopinda, ulama, dan sejumlah pejabat.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, ada tiga orang calhaj yang batal/tunda berangkat. Seorang meninggal dunia, dua orang tertunda karena sakit dan masih dalam masa iddah. Sehingga jumlah sebelumnya yakni sebanyak 1.318 orang.

Musthofa berpesan bahwa ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT. Sehingga harus diniatkan secara ihlas dengan hati yang bersih. Sehingga jangan terganggu berbagai hal yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

“Lupakan, tinggalkan dulu segala urusan di rumah. Yakni urusan keluarga dan pekerjaan. Percayakan pada keluarga di rumah dan fokus saja pada pelaksanaab ibadah,” kata Musthofa.

Pada acara dengan calhaj termuda berusia 20 tahun dan tertua 85 tahun itu, dia berpesan pada petugas agar melayani setiap jemaah sebaik-baiknya. Jangan sampai menjadi petugas yang eksklusif.

“Ingatlah pesan pak KH Sya’roni. Agar semuanya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi menyampaikan rasa terima kasihnya pada Bupati Kudus. Karena telah mendukung para calhaj dengan pembebasan biaya yang di luar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Semua dikaver oleh Pemkab Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Waktu Keberangkatan Sudah Dekat, Calhaj Grobogan Diminta Jaga Kesehatan

Ratusan calon haji (calhaj) Grobogan melangsungkan manasik massal di Alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para calon haji (calhaj) Grobogan diminta untuk menjaga kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Grobogan Hambali, saat menghadiri manasik massal di Alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017).

“Waktu keberangkatan jemaah haji sudah cukup dekat. Yakni mulai awal Agustus. Untuk itu jaga kondisi kesehatan sebaik mungkin,” jelasnya.

Selain waktu keberangkatan sudah dekat, perlunya menjaga kesehatan itu disebabkan saat ini memasuki masa pancaroba. Pada masa perubahan iklim ini kondisi tubuh cukup rentan mengalami gangguan kesehatan. Hambali menyatakan, keberangkatan jemaah haji Grobogan perdana akan dilangsungkan 1 Agustus mendatang, yakni untuk kloter 17. Kemudian, kloter 64 pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Sedangkan jumlah jemaah keseluruhan ada 980 orang,” katanya.

Menurut Hambali, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Minggu Depan Ribuan Calhaj Asal Jepara Akan Bermanasik  

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Pekan depan ribuan calon haji asal Jepara akan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten. Bila sesuai rencana, kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Haji Jepara pada tanggal 18-19 Juli 2017. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin mengatakan, tahapan tersebut telah didahului dengan manasik di kecamatan. “Sebelumnya (manasik), telah dilakukan pada tingkat kecamatan masing-masing calon haji berasal mulai dari tanggal 3 Juli sampai tanggal 15 Juli. Pada tingkat Kelompok Bimbingah Ibadah Haji (KBIH) juga sudah diselenggarakan 15 kali,” ucapnya, Jumat (14/7/2017).

Ali mengatakan, sesuai dengan program manasik diselenggarakan sebanyak 23 kali. Kegiatan itu diselenggarakan secara bertahap, mulai dari KBIH, tingkat kecamatan dan terakhir di kabupaten. 

“Tujuannya agar calon jemaah haji sewaktu di tanah suci bisa menjalankan ibadah di sana. Sehingga harapannya bisa berhaji dengan benar-benar berkualitas,” tambahnya. 

Disinggung mengenai jumlah calon haji yang berangkat, Ali menyebut ada penyusutan. Hal itu karena ada dua calon haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Mekah. 

“Sampai saat ini jumlah jemaah haji yang akan berangkat ada 1.105 dari sebelumnya 1.107 karena dua di antaranya meninggal dunia,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

39 Calhaj di Jepara Tak Lunasi Biaya Penyelenggaraan Haji

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tak lunasi biaya haji, sebanyak 39 calon jemaah haji, gagal berangkat tahun ini. Kini kursi mereka berpeluang terisi oleh jemaah lain.

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin menjelaskan, 39 calhaj yang tak melunasi kewajiban pembayaran secara otomatis tak bisa berangkat pada tahun ini. Namun mereka masih berkesempatan berhaji di tahun depan.

Dirinya mengatakan, akan ada pengajuan kuota pelunasan calhaj tahap kedua. Tahap itu, menurutnya dikhususkan untuk calon yang gagal sistem, penggabungan mahrom atau lansia. 

“Jadwalnya dimulai pada tanggal 22 Mei 2017 hingga 2 Juni 2017. Namun perlu diketahui, tahap dua bukan kelanjutan dari tahap satu,” ucapnya.

Namun demikian, dirinya belum mengetahui berapa kuota untuk pelunasan tahap dua. Akan tetapi, pihaknya telah mengajukan sekitar 50 calhaj untuk itu. 

“Setelah sampai waktunya, pelunasan nanti nama-nama itu akan muncul kemudian kami hubungi agar melakukan pelunasan,” imbuhnya. 

Adapun, dari kuota calhaj Kabupaten Jepara sebanyak 1.113 orang, dengan kondisi itu baru 1.074 yang telah melakukan pelunasan. 

Editor : Kholistiono

Proses Pembuatan Paspor Calhaj Grobogan Rampung

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pembuatan paspor bagi calon jemaah haji (CJH) Grobogan tidak mengalami hambatan. Mereka yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2017, sudah selesai mengikuti proses pembuatan paspor.

“Hari ini tadi proses pembuatan paspor terakhir bagi calon jemaah haji Grobogan. Calon jemaah yang mengurus paspor hari ini sekitar 50 orang,” jelas Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (27/4/2017).

Proses pembuatan paspor yang dilangsungkan di Kantor Imigrasi Semarang dan Unit Layanan Paspor di gedung HSBC Semarang. Pembuatan paspor dilakukan bergiliran dengan CJH kabupaten lain di wilayah eks Karesidenan Semarang.

“Proses pembuatan paspor baru sudah dimulai awal Februari lalu. Kemudian, ada sekitar 100 orang yang sudah punya paspor atau bikin secara pribadi,” jelasnya.

Menurut Hambali, jumlah CJH dari Grobogan yang dapat porsi keberangkatan tahun ini sebanyak 977 orang. Jumlah CJH ini ada penambahan sekitar 250 orang seiring adanya tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

Editor : Kholistiono

Kemenag Jepara Siapkan Calhaj Cadangan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Menghindari kekosongan kursi haji karena gagal berangkat, Kemenag Jepara telah menyiapkan 66 kursi calon haji cadangan. Adapun, kuota haji reguler yang diterima Kabupaten Jepara tahun 2017 ini berjumlah 1.113 orang. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jepara Ali Arifin mengatakan, saat ini tengah menyelesaikan tahap pelunasan pembayaran haji, dari calon reguler. Hingga Selasa (25/4/2017) lalu telah tercatat 991 calhaj yang menyetor bukti pembayaran dari bank ke seksi haji dan umrah. 

Dirinya menjelaskan, pelunasan untuk calhaj reguler akan berakhir pada hari Selasa (2/5/2017). Setelahnya akan dimulai tahap kedua yang dikhususkan untuk penggabungan mahrom, lansia atau gagal sistem pada 22 Mei sampai 2 Juni. Kemudian dilaksanakan pelunasan untuk calhaj cadangan. 

“Calhaj yang terdaftar sebagai cadangan di Jepara jumlahnya ada 66 jemaah. Namun tidak semuanya siap berangkat tahun ini. Calhaj cadangan yang siap melunasi biaya perjalanan haji dan siap berangkat berjumlah sembilan orang,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ada kasus yang menyebabkan seorang calhaj gagal berangkat, karena sakit. Untuk menghindari kekosongan kursi, maka calhaj cadangan yang akan mengisi tempat mereka. 

Ali menjelaskan, pelunasan biaya haji untuk calhaj cadangan bisa dilakukan sewaktu-waktu jika memang ada jemaah yang urung terbang. Hal itu bergantung dari kesiapan untuk melunasi biaya haji.

Editor : Kholistiono 

494 Calhaj di Jepara Telah Lunasi Biaya Haji

Suasana pelunasan biaya haji tahap I tahun 2017 di Kantor Kemenag Jepara, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 494 calon haji (calhaj) dari 1.113 calhaj di Jepara telah lunasi biaya haji tahap I tahun2017. Adapun, tenggat pelunasan adalah tanggal 5 Mei 2017. 

Dikatakan Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin, proses pelunasan biaya haji dibuka mulai Senin (10/4/2017) lalu. Ia merinci, biaya haji tahun ini adalah sebesar Rp 35.664.700 per orang. 

“Biaya setoran awal di bank sekitar Rp 25 juta. Sedangkan untuk pelunasan biaya haji adalah sekitar Rp 10 juta. Data tersebut merupakan rekap sejak senin (17/8/2017) kemarin. Kalau yang hari ini belum tersedia karena masih berjalan,” ucapnya.

Dirinya menyebut, kuota haji tahun 2017 memang lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 875 jemaah. Hal itu karena adanya tambahan kuota dari Pemerintah Arab yang kemudian didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Jepara. 

Ali menambahkan, untuk tahap I tidak ada perpanjangan tenggat pelunasan. Jika sampai telah sampai waktunya, maka pihaknya akan menutup proses pelunasan. 

“Setelah tahap I selesai akan ada pelunasan tahap kedua. Tahap tersebut dikhususkan untuk lansia, jemaah gagal sistem dan mereka yang sudah pernah berhaji serta penggabungan mahrom. Untuk tahap tersebut, dimulai tanggal 22 Mei hingga 2 Juni,” katanya.

Editor : Kholistiono

Calon Jemaah Haji Pati Mulai Melunasi Biaya Haji

Sejumlah calon jemaah haji mengurusi kelengkapan administrasi di Kantor Kemenag Pati, Selasa (18/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon jemaah haji Pati mulai melunasi biaya haji, karena dijadwalkan akan berangkat pada Juli 2017. Sejumlah petugas tampak melayani calon jemah haji di ruang urusan haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Selasa (18/4/2017).

Salah satu yang datang, antara lain Endang, calon jemaah haji asal Pucakwangi RT 1 RW 2. Dia menyetorkan sejumlah persyaratan administrasi, seusai melunasi biaya haji di Bank Muamalat.

“Dulu, pendaftarannya di Bank Muamalat, pelunasannya ya di situ juga. Dari Bank Muamalat, datanya akan disetorkan ke Kemenag. Pelunasannya kurang foto, saya pinjam dari Kemenag, hari ini saya kembalikan. Blanko pelunasan mengharuskan ada fotonya ukuran 3×4,” ujar Endang.

Selama mengurus haji, Endang mengaku lancar dan tidak ada persoalan. Dia berharap, agar diberi kesehatan hingga pelaksanaan ibadah haji yang kemungkinan dijadwalkan pada Juli 2017 mendatang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pati Ahmad Mundzakir menuturkan, saat ini sudah ada 1.670 orang yang bersiap mengikuti ibadah haji. Namun, jumlah itu masih bisa kurang atau tambah.

Hal itu disebabkan adanya faktor kesehatan, kematian atau ibu hamil yang dilarang untuk menunaikan ibadah haji. “Bisa jadi berkurang atau bertambah. Kalau berkurang, bisanya adanya faktor kesehatan, sedangkan bisa bertambah bila ada penggabungan mahrom,” ucap Mundzakir.

Penggabungan mahrom yang dimaksud, misalnya ada pengajuan permohonan penggabungan suami-istri atau orang tua kepada anak. Orang tua yang sudah mulai renta biasanya didampingi anaknya, sehingga kemungkinan penggabungan mahrom diakui bisa saja terjadi.

Editor : Kholistiono

Biaya Haji di Pati Naik Rp 825 Ribu

Seorang nenek bersiap berangkat haji tahun lalu. Tahun ini, biaya haji naik sebanyak Rp 825 ribu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Biaya haji di Kabupaten Pati naik Rp 825 ribu dari biaya tahun lalu. Hal itu dikatakan salah satu petugas haji, Mohammad Juned.

“Berdasarkan pada hasil keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2017 tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji, biaya embakarsi Solo mengalami kenaikan Rp 825 ribu dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Juned.

Tahun lalu, biaya haji adalah Rp 34.841.414. Tahun ini, biaya haji mencapai Rp 35.666.700. Biaya tersebut dihitung dari biaya penerbangan, biaya hidup, dan penginapan di Tanah Suci.

Ada sejumlah perbedaan dalam biaya penyelenggaraan haji. Bila tahun lalu biaya haji mengikuti kurs dollar Amerika Serikat, tahun ini biaya haji tidak tergantung pada dollar. Ketetapan itu juga mengacu pada Kepres Nomor 8 Tahun 2017.

Saat ini, proses pemberangkatan haji sudah dalam tahap pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Pati. Dari total calon haji sebanyak 1.650 yang siap berangkat, 1.600 orang di antaranya selesai membuat paspor.

Pembuatan paspor diakui membutuhkan waktu yang cukup lama, lantaran Kantor Imigrasi juga melayani pembuatan paspor haji di daerah lain di wilayah Karesidenan Pati. Dia berharap, pemberangkatan calon haji tahun ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

Editor : Kholistiono

Ada Tambahan Kuota, Jumlah Calon Haji Grobogan 977 Orang

Sejumlah warga sedang meminta informasi penyelenggaraan haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia berimbah dengan naiknya jumlah jamaah calon haji dari Grobogan. Berdasarkan data Siskohat, jumlah calon haji dari Grobogan yang dapat porsi keberangkatan tahun ini sebanyak 977 orang.

“Setelah ada penambahan kuota, jumlah calon haji Grobogan bertambah sekitar 228 orang. Sekarang total jamaah kita yang tercatat dalam data Siskohat ada 977 orang,” jelas Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan, Rabu (5/4/2017).

Menurut Ali, saat ini, para calon haji sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dan pembuatan paspor. Proses pembuatan paspor yang dilangsungkan di Kantor Imigrasi Semarang dan Unit Layanan Paspor di gedung HSBC Semarang. Pembuatan paspor dilakukan bergiliran dengan CJH kabupaten lain di wilayah eks Keresidenan Semarang.

“Proses pembuatan paspor sudah dimulai awal Februari lalu. Calon jemaah kita yang sudah melaksanakan pembuatan paspor sampai hari ini ada sekitar 665 orang.

Kemudian, ada 114 orang yang sudah punya paspor atau bikin secara pribadi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Jelas, tapi Waktu Pelunasan Tak Ada Kepastian

Sejumlah warga sedang meminta informasi penyelenggaraan haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah calon jemaah haji Grobogan berharap segera ada kepastian waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2017. Sebab, sejauh ini, belum ada kejelasan mengenai waktu pelunasan biaya haji tersebut dari instansi terkait.

“Besarnya BPIH sudah kita dapat. Cuma waktu pelunasannya yang belum ada. Kami berharap segera diumumkan masa pelunasan ini. Dengan demikian, kami bisa segera setorkan uangnya supaya tidak ada tanggungan lagi,” jelas beberapa orang yang meminta informasi haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017).

Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini memang belum ada pengumuman waktu pelunasan BPIH tahun ini. “Sampai saat ini belum ada pemberitahuan kapan waktu pelunasan BPIH,” katanya.

Menurut Ali, kemungkinan dalam waktu dekat sudah ada pengumuman kapan pelunasan BPIH bisa dilakukan. Soalnya, BPIH diumumkan beberapa waktu lalu oleh pemerintah. Yakni, besarnya BPIH tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 35.664.700.

Editor : Akrom Hazami