Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Dimajukan 

Ratusan koper jemaah haji Grobogan kloter 17 dikumpulkan di halaman Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi dan selanjutnya dikirim ke Donohudan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 17 akan diberangkatkan Selasa (1/8/2017) dini hari nanti. Rencananya, jemaah haji akan dilepas menuju asrama Donohudan dari pendapa kabupaten, pukul 02.00 WIB.

Jadwal keberangkatan jemaah haji ini mengalami sedikit perubahan. Yakni, pemberangkatan maju sekitar tiga jam dari jadwal semula.

“Sebelumnya, rencana pemberangkatan dilakukan habis Subuh. Tetapi, ada perubahan sehingga jadwalnya maju jadi pukul 02.00 WIB,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali yang ditemui saat mengecek pengiriman koper jemaah di Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi, Senin (31/7/2017).

Dijelaskan, majunya jadwal keberangkatan itu dilakukan karena 351 jemaah kloter 17 dijadwalkan sudah harus tiba di Donohudan pukul 05.00 WIB. Supaya bisa tepat waktu tersebut maka pihaknya harus menyesuaikan jadwal keberangkatan jemaah.

Menurut Hambali, untuk kloter 64 akan diberangkatkan pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Yakni, kloter 17, 64, 65 dan 66. Jumlah jemaah keseluruhan ada 977 orang,” katanya.

Ditambahkan, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

Disinggung soal pengiriman koper jemaah, Hambali menyatakan, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Koper dikirim lebih awal dari keberangkatan jemaah.

“Koper jemaah haji kloter 17 sudah komplit tidak ada yang ketinggalan. Jumlah koper ada 351,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hamil, Calhaj Asal Lasem Gagal Berangkat

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Dari 794 calon haji, satu orang calon jemah haji (Calhaj) asal Kabupaten Rembang gagal berangkat ke Tanah Suci tahun 2017 ini. Calhaj tersebut bernama Umma Farida, warga RT 13 RW 8 Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang.

Kasi Haji dan Umrah pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Salehudin mengatakan, Umma Farida gagal berangkat pergi berhaji lantaran sedang hamil usia enam pekan. Hal itu diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang belum lama ini, saat yang bersangkutan menjalani tahapan suntik meningitis.

“Saat itu, ada laporan dari Dinas Kesehatan bahwa pihak Kemenag harus mengundurkan satu orang calon jemaah karena hamil usia enam minggu. Informasinya itu dari Dinkes saat yang bersangkutan saat suntik meningitis belum lama ini,” ungkap Salehudin.

Rencananya, calhaj yang gagal berangkat tahun ini akan dialihkan pada pemberangkatan tahun depan. Itupun jika calhaj tersebut sudah dalam kondisi yang memungkinkan untuk berangkat.

“Kalau tahun depan yang bersangkutan sudah siap berangkat, akan kami ikutkan pada periode pemberangkatan tahun depan. Seandainya hamil lagi, nanti akan diundur lagi,” imbuhnya.

Selain Umma, juga terdapat calon jemaah haji asal Sedan yang nyaris gagal berangkat. Yang bersangkutan mengalami insiden yang menyebabkan kakinya patah sehingga mengharuskan menggunakan kursi roda.

“Setelah kami konsultasi dengan pihak Dinkes, calhaj tersebut ternyata masih bisa ikut berangkat tahun ini dengan menggunakan kursi roda. Konsekuensinya harus ikut mengajak suaminya agar bisa mendampingi selama beribadah haji,” ujarnya.

Total calon jemah haji asal Kabupaten Rembang pada tahun 2017 ini berjumlah 794 jamaah. Berkurang satu orang menjadi 793 jamaah. Dibagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 40, kloter 92 dan kloter 93.

Kloter 40 rencananya akan diberangkatkan dari Rembang pada tanggal 8 Agustus 2017 mendatang. Sedangkan kloter 92 dan 93 akan berangkat di hari yang sama, selisih tiga jam, pada tanggal 24 Agustus 2017.

“Seluruh persiapan sudah kami laksanakan, rencananya pada hari Senin besok kami akan kirim surat kepada seluruh calon jamaah haji untuk pemberitahuan tanggal pemberangkatan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Kudus Lepas Calhaj

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada pelepasan calhaj. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.315 calon haji (calhaj) asal Kudus dilepas oleh Bupati Musthofa. Acara pelepasan ini dilangsungkan di gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (19/7/2017). Dengan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Kantor Kemenag Kudus, forkopinda, ulama, dan sejumlah pejabat.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, ada tiga orang calhaj yang batal/tunda berangkat. Seorang meninggal dunia, dua orang tertunda karena sakit dan masih dalam masa iddah. Sehingga jumlah sebelumnya yakni sebanyak 1.318 orang.

Musthofa berpesan bahwa ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT. Sehingga harus diniatkan secara ihlas dengan hati yang bersih. Sehingga jangan terganggu berbagai hal yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

“Lupakan, tinggalkan dulu segala urusan di rumah. Yakni urusan keluarga dan pekerjaan. Percayakan pada keluarga di rumah dan fokus saja pada pelaksanaab ibadah,” kata Musthofa.

Pada acara dengan calhaj termuda berusia 20 tahun dan tertua 85 tahun itu, dia berpesan pada petugas agar melayani setiap jemaah sebaik-baiknya. Jangan sampai menjadi petugas yang eksklusif.

“Ingatlah pesan pak KH Sya’roni. Agar semuanya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi menyampaikan rasa terima kasihnya pada Bupati Kudus. Karena telah mendukung para calhaj dengan pembebasan biaya yang di luar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Semua dikaver oleh Pemkab Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Waktu Keberangkatan Sudah Dekat, Calhaj Grobogan Diminta Jaga Kesehatan

Ratusan calon haji (calhaj) Grobogan melangsungkan manasik massal di Alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para calon haji (calhaj) Grobogan diminta untuk menjaga kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Grobogan Hambali, saat menghadiri manasik massal di Alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017).

“Waktu keberangkatan jemaah haji sudah cukup dekat. Yakni mulai awal Agustus. Untuk itu jaga kondisi kesehatan sebaik mungkin,” jelasnya.

Selain waktu keberangkatan sudah dekat, perlunya menjaga kesehatan itu disebabkan saat ini memasuki masa pancaroba. Pada masa perubahan iklim ini kondisi tubuh cukup rentan mengalami gangguan kesehatan. Hambali menyatakan, keberangkatan jemaah haji Grobogan perdana akan dilangsungkan 1 Agustus mendatang, yakni untuk kloter 17. Kemudian, kloter 64 pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Sedangkan jumlah jemaah keseluruhan ada 980 orang,” katanya.

Menurut Hambali, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Minggu Depan Ribuan Calhaj Asal Jepara Akan Bermanasik  

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Pekan depan ribuan calon haji asal Jepara akan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten. Bila sesuai rencana, kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Haji Jepara pada tanggal 18-19 Juli 2017. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin mengatakan, tahapan tersebut telah didahului dengan manasik di kecamatan. “Sebelumnya (manasik), telah dilakukan pada tingkat kecamatan masing-masing calon haji berasal mulai dari tanggal 3 Juli sampai tanggal 15 Juli. Pada tingkat Kelompok Bimbingah Ibadah Haji (KBIH) juga sudah diselenggarakan 15 kali,” ucapnya, Jumat (14/7/2017).

Ali mengatakan, sesuai dengan program manasik diselenggarakan sebanyak 23 kali. Kegiatan itu diselenggarakan secara bertahap, mulai dari KBIH, tingkat kecamatan dan terakhir di kabupaten. 

“Tujuannya agar calon jemaah haji sewaktu di tanah suci bisa menjalankan ibadah di sana. Sehingga harapannya bisa berhaji dengan benar-benar berkualitas,” tambahnya. 

Disinggung mengenai jumlah calon haji yang berangkat, Ali menyebut ada penyusutan. Hal itu karena ada dua calon haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Mekah. 

“Sampai saat ini jumlah jemaah haji yang akan berangkat ada 1.105 dari sebelumnya 1.107 karena dua di antaranya meninggal dunia,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

39 Calhaj di Jepara Tak Lunasi Biaya Penyelenggaraan Haji

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tak lunasi biaya haji, sebanyak 39 calon jemaah haji, gagal berangkat tahun ini. Kini kursi mereka berpeluang terisi oleh jemaah lain.

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin menjelaskan, 39 calhaj yang tak melunasi kewajiban pembayaran secara otomatis tak bisa berangkat pada tahun ini. Namun mereka masih berkesempatan berhaji di tahun depan.

Dirinya mengatakan, akan ada pengajuan kuota pelunasan calhaj tahap kedua. Tahap itu, menurutnya dikhususkan untuk calon yang gagal sistem, penggabungan mahrom atau lansia. 

“Jadwalnya dimulai pada tanggal 22 Mei 2017 hingga 2 Juni 2017. Namun perlu diketahui, tahap dua bukan kelanjutan dari tahap satu,” ucapnya.

Namun demikian, dirinya belum mengetahui berapa kuota untuk pelunasan tahap dua. Akan tetapi, pihaknya telah mengajukan sekitar 50 calhaj untuk itu. 

“Setelah sampai waktunya, pelunasan nanti nama-nama itu akan muncul kemudian kami hubungi agar melakukan pelunasan,” imbuhnya. 

Adapun, dari kuota calhaj Kabupaten Jepara sebanyak 1.113 orang, dengan kondisi itu baru 1.074 yang telah melakukan pelunasan. 

Editor : Kholistiono

Proses Pembuatan Paspor Calhaj Grobogan Rampung

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pembuatan paspor bagi calon jemaah haji (CJH) Grobogan tidak mengalami hambatan. Mereka yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2017, sudah selesai mengikuti proses pembuatan paspor.

“Hari ini tadi proses pembuatan paspor terakhir bagi calon jemaah haji Grobogan. Calon jemaah yang mengurus paspor hari ini sekitar 50 orang,” jelas Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (27/4/2017).

Proses pembuatan paspor yang dilangsungkan di Kantor Imigrasi Semarang dan Unit Layanan Paspor di gedung HSBC Semarang. Pembuatan paspor dilakukan bergiliran dengan CJH kabupaten lain di wilayah eks Karesidenan Semarang.

“Proses pembuatan paspor baru sudah dimulai awal Februari lalu. Kemudian, ada sekitar 100 orang yang sudah punya paspor atau bikin secara pribadi,” jelasnya.

Menurut Hambali, jumlah CJH dari Grobogan yang dapat porsi keberangkatan tahun ini sebanyak 977 orang. Jumlah CJH ini ada penambahan sekitar 250 orang seiring adanya tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

Editor : Kholistiono

Kemenag Jepara Siapkan Calhaj Cadangan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Menghindari kekosongan kursi haji karena gagal berangkat, Kemenag Jepara telah menyiapkan 66 kursi calon haji cadangan. Adapun, kuota haji reguler yang diterima Kabupaten Jepara tahun 2017 ini berjumlah 1.113 orang. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jepara Ali Arifin mengatakan, saat ini tengah menyelesaikan tahap pelunasan pembayaran haji, dari calon reguler. Hingga Selasa (25/4/2017) lalu telah tercatat 991 calhaj yang menyetor bukti pembayaran dari bank ke seksi haji dan umrah. 

Dirinya menjelaskan, pelunasan untuk calhaj reguler akan berakhir pada hari Selasa (2/5/2017). Setelahnya akan dimulai tahap kedua yang dikhususkan untuk penggabungan mahrom, lansia atau gagal sistem pada 22 Mei sampai 2 Juni. Kemudian dilaksanakan pelunasan untuk calhaj cadangan. 

“Calhaj yang terdaftar sebagai cadangan di Jepara jumlahnya ada 66 jemaah. Namun tidak semuanya siap berangkat tahun ini. Calhaj cadangan yang siap melunasi biaya perjalanan haji dan siap berangkat berjumlah sembilan orang,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ada kasus yang menyebabkan seorang calhaj gagal berangkat, karena sakit. Untuk menghindari kekosongan kursi, maka calhaj cadangan yang akan mengisi tempat mereka. 

Ali menjelaskan, pelunasan biaya haji untuk calhaj cadangan bisa dilakukan sewaktu-waktu jika memang ada jemaah yang urung terbang. Hal itu bergantung dari kesiapan untuk melunasi biaya haji.

Editor : Kholistiono 

494 Calhaj di Jepara Telah Lunasi Biaya Haji

Suasana pelunasan biaya haji tahap I tahun 2017 di Kantor Kemenag Jepara, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 494 calon haji (calhaj) dari 1.113 calhaj di Jepara telah lunasi biaya haji tahap I tahun2017. Adapun, tenggat pelunasan adalah tanggal 5 Mei 2017. 

Dikatakan Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin, proses pelunasan biaya haji dibuka mulai Senin (10/4/2017) lalu. Ia merinci, biaya haji tahun ini adalah sebesar Rp 35.664.700 per orang. 

“Biaya setoran awal di bank sekitar Rp 25 juta. Sedangkan untuk pelunasan biaya haji adalah sekitar Rp 10 juta. Data tersebut merupakan rekap sejak senin (17/8/2017) kemarin. Kalau yang hari ini belum tersedia karena masih berjalan,” ucapnya.

Dirinya menyebut, kuota haji tahun 2017 memang lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 875 jemaah. Hal itu karena adanya tambahan kuota dari Pemerintah Arab yang kemudian didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Jepara. 

Ali menambahkan, untuk tahap I tidak ada perpanjangan tenggat pelunasan. Jika sampai telah sampai waktunya, maka pihaknya akan menutup proses pelunasan. 

“Setelah tahap I selesai akan ada pelunasan tahap kedua. Tahap tersebut dikhususkan untuk lansia, jemaah gagal sistem dan mereka yang sudah pernah berhaji serta penggabungan mahrom. Untuk tahap tersebut, dimulai tanggal 22 Mei hingga 2 Juni,” katanya.

Editor : Kholistiono

Calon Jemaah Haji Pati Mulai Melunasi Biaya Haji

Sejumlah calon jemaah haji mengurusi kelengkapan administrasi di Kantor Kemenag Pati, Selasa (18/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon jemaah haji Pati mulai melunasi biaya haji, karena dijadwalkan akan berangkat pada Juli 2017. Sejumlah petugas tampak melayani calon jemah haji di ruang urusan haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Selasa (18/4/2017).

Salah satu yang datang, antara lain Endang, calon jemaah haji asal Pucakwangi RT 1 RW 2. Dia menyetorkan sejumlah persyaratan administrasi, seusai melunasi biaya haji di Bank Muamalat.

“Dulu, pendaftarannya di Bank Muamalat, pelunasannya ya di situ juga. Dari Bank Muamalat, datanya akan disetorkan ke Kemenag. Pelunasannya kurang foto, saya pinjam dari Kemenag, hari ini saya kembalikan. Blanko pelunasan mengharuskan ada fotonya ukuran 3×4,” ujar Endang.

Selama mengurus haji, Endang mengaku lancar dan tidak ada persoalan. Dia berharap, agar diberi kesehatan hingga pelaksanaan ibadah haji yang kemungkinan dijadwalkan pada Juli 2017 mendatang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pati Ahmad Mundzakir menuturkan, saat ini sudah ada 1.670 orang yang bersiap mengikuti ibadah haji. Namun, jumlah itu masih bisa kurang atau tambah.

Hal itu disebabkan adanya faktor kesehatan, kematian atau ibu hamil yang dilarang untuk menunaikan ibadah haji. “Bisa jadi berkurang atau bertambah. Kalau berkurang, bisanya adanya faktor kesehatan, sedangkan bisa bertambah bila ada penggabungan mahrom,” ucap Mundzakir.

Penggabungan mahrom yang dimaksud, misalnya ada pengajuan permohonan penggabungan suami-istri atau orang tua kepada anak. Orang tua yang sudah mulai renta biasanya didampingi anaknya, sehingga kemungkinan penggabungan mahrom diakui bisa saja terjadi.

Editor : Kholistiono

Biaya Haji di Pati Naik Rp 825 Ribu

Seorang nenek bersiap berangkat haji tahun lalu. Tahun ini, biaya haji naik sebanyak Rp 825 ribu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Biaya haji di Kabupaten Pati naik Rp 825 ribu dari biaya tahun lalu. Hal itu dikatakan salah satu petugas haji, Mohammad Juned.

“Berdasarkan pada hasil keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2017 tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji, biaya embakarsi Solo mengalami kenaikan Rp 825 ribu dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Juned.

Tahun lalu, biaya haji adalah Rp 34.841.414. Tahun ini, biaya haji mencapai Rp 35.666.700. Biaya tersebut dihitung dari biaya penerbangan, biaya hidup, dan penginapan di Tanah Suci.

Ada sejumlah perbedaan dalam biaya penyelenggaraan haji. Bila tahun lalu biaya haji mengikuti kurs dollar Amerika Serikat, tahun ini biaya haji tidak tergantung pada dollar. Ketetapan itu juga mengacu pada Kepres Nomor 8 Tahun 2017.

Saat ini, proses pemberangkatan haji sudah dalam tahap pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Pati. Dari total calon haji sebanyak 1.650 yang siap berangkat, 1.600 orang di antaranya selesai membuat paspor.

Pembuatan paspor diakui membutuhkan waktu yang cukup lama, lantaran Kantor Imigrasi juga melayani pembuatan paspor haji di daerah lain di wilayah Karesidenan Pati. Dia berharap, pemberangkatan calon haji tahun ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

Editor : Kholistiono

Ada Tambahan Kuota, Jumlah Calon Haji Grobogan 977 Orang

Sejumlah warga sedang meminta informasi penyelenggaraan haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia berimbah dengan naiknya jumlah jamaah calon haji dari Grobogan. Berdasarkan data Siskohat, jumlah calon haji dari Grobogan yang dapat porsi keberangkatan tahun ini sebanyak 977 orang.

“Setelah ada penambahan kuota, jumlah calon haji Grobogan bertambah sekitar 228 orang. Sekarang total jamaah kita yang tercatat dalam data Siskohat ada 977 orang,” jelas Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan, Rabu (5/4/2017).

Menurut Ali, saat ini, para calon haji sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dan pembuatan paspor. Proses pembuatan paspor yang dilangsungkan di Kantor Imigrasi Semarang dan Unit Layanan Paspor di gedung HSBC Semarang. Pembuatan paspor dilakukan bergiliran dengan CJH kabupaten lain di wilayah eks Keresidenan Semarang.

“Proses pembuatan paspor sudah dimulai awal Februari lalu. Calon jemaah kita yang sudah melaksanakan pembuatan paspor sampai hari ini ada sekitar 665 orang.

Kemudian, ada 114 orang yang sudah punya paspor atau bikin secara pribadi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Jelas, tapi Waktu Pelunasan Tak Ada Kepastian

Sejumlah warga sedang meminta informasi penyelenggaraan haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah calon jemaah haji Grobogan berharap segera ada kepastian waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2017. Sebab, sejauh ini, belum ada kejelasan mengenai waktu pelunasan biaya haji tersebut dari instansi terkait.

“Besarnya BPIH sudah kita dapat. Cuma waktu pelunasannya yang belum ada. Kami berharap segera diumumkan masa pelunasan ini. Dengan demikian, kami bisa segera setorkan uangnya supaya tidak ada tanggungan lagi,” jelas beberapa orang yang meminta informasi haji di kantor Kemenag Grobogan, Rabu (5/4/2017).

Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini memang belum ada pengumuman waktu pelunasan BPIH tahun ini. “Sampai saat ini belum ada pemberitahuan kapan waktu pelunasan BPIH,” katanya.

Menurut Ali, kemungkinan dalam waktu dekat sudah ada pengumuman kapan pelunasan BPIH bisa dilakukan. Soalnya, BPIH diumumkan beberapa waktu lalu oleh pemerintah. Yakni, besarnya BPIH tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 35.664.700.

Editor : Akrom Hazami

Kuota Haji Kabupaten Rembang Bertambah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Kuota haji Kabupaten Rembang tahun ini bertambah. Penambahan itu, selain karena kuota haji tahun ini dikembalikan pada kuota semula tahun 2012 lalu, penambahan ini juga karena penambahan kuota haji Jawa Tengah.

“Dengan kebijakan penambahan kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, pengaruhnya kini kuota haji Kabupaten Rembang juga bertambah. Dari jatah semula sebanyak 656 orang, kini bertambah menjadi 808 orang,” kata Shalehuddin, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kemenag Rembang.

Menurutnya, 808 calon jemaah haji itu,nantinya masih akan dilakukan tahap verifikasi untuk memastikan apakah nantinya, berangkat semua atau ada yang gagal berangkat, karena beberapa faktor.

Terkait dengan penggantian celon jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci, nantinya akan diserahkan kepada sistem pendataan haji. “Penggantinya itu akan disesuaikan dengan sistem data naji provinsi. Penggantinya, biasanya diisi oleh pendaftar haji sesuai urutan yang ada di sistem tersebut,” paparnya.

Di sisi lain, mengenai biaya ibadah haji pada tahun 2017 ini, sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari DPR. “Kalau tahun lalu sekitar Rp 35 juta. Namun untuk tahun ini kita belum tahu, karena masih menunggu keputusan DPR. Jika sudah ada putusan, nanti akan kita informasikan kepada calon jemaah pada bulan Mei mendatang atau menjelang pelunasan pembayaran,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kuota Kembali Normal, Jatah Calon Jemaah Haji Grobogan Diperkirakan Tambah 200 Orang

Ratusan calon jamaah haji Grobogan tahun 2017 mendengarkan sosialisasi yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Grobogan Muh Arifin di Masjid Simpanglima Purwodadi. (MuriaNewsCom /DaniAgus) 

Ratusan calon jamaah haji Grobogan tahun 2017 mendengarkan sosialisasi yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Grobogan Muh Arifin di Masjid Simpanglima Purwodadi. (MuriaNewsCom /DaniAgus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah calon jemaah haji (CJH) Grobogan yang akan berangkat tahun 2017 diperkirakan ada penambahan. Bertambahnya jumlah CJH ini seiring kembali normalnya jatah kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

Sebelumnya, jatah kuota haji sebanyak 168.800 orang. Namun, mulai tahun ini jumlahnya sebanyak 221.000 orang atau sama dengan kuota tahun 2012 lalu.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Muh Arifin menyatakan, dengan kuota yang kembali normal maka ada penambahan jemaah sebanyak 52.200 orang. Tambahan kuota ini akan dibagi merata ke seluruh daerah di Indonesia. Termasuk di Grobogan.

Dengan adanya penambahan kuota itu maka diperkirakan jumlah CJH Grobogan akan naik. Diperkirakan kenaikannya berkisar 175-200 orang.

“Angka ini masih berdasarkan hitung-hitungan kita sendiri. Untuk kepastian berapa kuota tambahannya, kita tunggu keputusan resmi dari pemerintah,” kata Arifin saat menggelar sosilalisasi penyelenggaraan haji 2017 di Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi, Selasa (17/1/2017).

Dijelaskan, saat ini jumlah CJH yang sudah mendapat kepastian porsi keberangkatan haji tahun 2017 sebanyak 755 orang. Mereka yang masuk porsi keberangkatan ini adalah pendaftar haji sampai tanggal 11 April 2011.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga menyampaikan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji secara umum. Seperti soal pembuatan paspor dan teknis pengisian formulir serta persyaratan yang perlu disiapkan.

“Untuk pembuatan paspor bisa diurus sendiri atau kolektif. Bagi yang mau bikin sendiri nanti kita siapkan rekomendasinya. Nanti, ada penggantian biaya pembuatan paspor dari pemerintah sebesar Rp 360 ribu,” katanya.

Bagi yang sudah punya paspor nanti tidak perlu membuat lagi. Paspor yang dimiliki tinggal diserahkan pada kantor Kemenag. Namun, masa berlaku paspor ini minimal 25 Februari 2018. Kalau masa berlakunya kurang dari tanggal itu harus diperbaharui lagi paspornya,” jelas Arifin.

Arifin meminta kepada jemaah yang sudah mendapat porsi keberangkatan supaya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Terutama dengan menjaga kesehatan karena pemberangkatan jemaah haji direncanakan akan mulai dilakukan akhir Juli mendatang.

“Selain urusan dokumen, menjaga kesehatan juga sangat penting dilakukan. Sebab, dalam pelaksanaan ibadah haji membutuhkan fisik yang prima,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami 

Pemkab Jepara Siapkan Skema Penerimaan Korban “Haji” Filipina

haji 2 e

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri dijadwalkan memulangkan 168 orang yang menjadi korban dari 177 orang kasus “haji” Filipina pada Minggu (4/9/2016) besok. Rencananya, para korban tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing, termasuk Jepara karena ada belasan korban yang berasal dari Kota Ukir.

Pemkab Jepara melalui Kabag Kesra Setda Jepara, Lukito Sudiasmara menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu kepastian nama-nama korban haji Filipina asal Jepara yang dipulangkan. Jika itu sudah jelas, maka pihak keluarga masing-masing akan diberi pemberitahuan.

“Saat ini kami dari Kesra berangkat ke Jakarta untuk mencari tahu lebih jelas mengenai hal itu. Terutama identitas warga Jepara yang akan dipulangkan,” ujar Lukito kepada MuriaNewsCom, Sabtu (3/9/2016).

Menurutnya, skema yang dipersiapkan untuk penerimaan korban haji Filipina tersebut adalah dengan melakukan penjemputan di Semarang kemudian dibawa pulang ke Jepara. Ketika sampai di Jepara akan dikumpulkan di Pendapa Kabupaten Jepara. “Ya nanti akan kami jemput di Bandara Semarang lalu ke Pendapa Kabupaten dan dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga,” terang Lukito.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihak keluarga akan diberitahu setelah pihaknya benar-benar mendapatkan data valid mengenai siapa saja warga Jepara yang akan dipulangkan. Pada prinsipnya, pihaknya akan menerima mereka. “Mengenai siapa yang masih belum bisa dipulangkan kami belum tahu juga. Ya kita lihat besok setelah ada kejelasan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Jateng : Usut Tuntas Calhaj Berpaspor Palsu

MuriaNewsCom, Jepara –  Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur mengatakan, penahanan terhadap calon jamaah haji (calhaj) berpaspor palsu harus ditangani dengan tuntas.  Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) penyalur harus dikenakan sanksi pidana, karena melanggar hukum.

Politikus Partai Nasdem itu mengatakan, para calhaj tersebut merupakan korban. Indikasi tersebut bisa dilihat, lantaran para calhaj yang ditahan sebelumnya mendaftar secara reguler dan memenuhi administrasi kepada KBIH.

“Mereka dimanfaatkan oleh lembaga yang tidak bertanggung jawab.  Tujuh biro travel itu harus dicabut izinnya, harus pada ranah hukum dipidanakan karena melakkuan penipuan,” ungkap anggota Fraksi PDIP DPRD Jateng di rilis persnya.

Berdasarkan pengalaman Ali saat berada di Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Jateng 2015, praktik ilegal tersebut sudah terjadi. Di tengah kerumunan jamaah haji di Mekah, ia menemukan warga Indonesia asal Sulawesi yang mengenakan bendera Filipina. Sebab itulah, pembongkaran praktik tersebut semestinya dilakukan dengan menyeluruh, lantaran dicurigai sudah berlangsung lama.

“Bisa jadi baru tahun ini ketahuan karena jumlah yang diberangkatkan banyak. Ada 177 se-Indonesia yang lewat Filipina dulu. Bahkan 19 orang dikabarkan dari Jateng,” terang Ali.

Dalam mengantisipasi antrean panjang, lanjutnya, Pemerintah Indonesia harus melakukan pengajuan penambahan kuota. Penambahan kuota kepada Kerajaan Saudi Arabia diajukan berdasarkan kuota yang semestinya diterima warga Indonesia.

Data yang dihimpun Ali, sebelum renovasi Masjidil Haram, kuota yang didapatkan Indonesia sebesar 235.000. Namun saat renovasi dikurangi menjadi 165.000. Semeskinya, jika dihitung bersararkan indek rasio (IR) per 1.000 penduduk, jamaah haji yang bisa berangkat mencapai 250.000.

“Ini yang harus segera diupayakan. Karena semua pembangunan sudah selesai, semeskinya nambah kuota lagi. Antrean sampai 17 bahkan 20 tahun bisa menyebabkan hal-hal penipuan ini terjadi. Dimanfaatkan banyak pihak, karena banyak warga yang tidak sabar pengen naik haji,” terang Ali.

Ali menyayangkan, jika sampai ada jamaah haji yang tidak sabar menunggu justru menggunakan jalur singkat.  Agar kejadian tak terulang, Ali mengimbau agar pengawasan terhadap KBIH terus dilakukan. Perizinan harus diperketat, agar performa pelayanan haji tidak menurun. Masyarakat juga hendaknya banyak mengakses informasi agar tidak dirugikan.

Seperti diketahui, dari 158 calhaj yang ditahan di Filipina, 19 di antaranya berasal dari Jateng. Mereka dirincikan 11 dari Jepara, lima dari Kota Semarang, dan tiga dari Pati.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Anak di Kudus Doakan Korban Tragedi Mina

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengikuti praktik manasik haji di Alun- alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/10/2015) pagi, melakukan doa bersama untuk korban tragedi Mina.

Arie Widiana Listiani, panitia penyelenggara mengatakan, para muridnya diajari mendoakan sesama, khususnya untuk kaum muslim yang mendapatkan cobaan saat menjalankan ibadah haji

“Kita sampaikan kepada mereka bahwa segalanya itu kehendak Allah, jadi tragedi waktu itu di Mina juga atas kekuasaan Allah, dan mereka mengerti hal itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebagai anak yang usianya masih di bawah lima tahun, tentunya tidak begitu tahu soal tragedi tersebut.Untuk itu, pihak sekolah memberi tahu mengenai bencana yang menimpa jemaah haji disana dan menjelaskannya.

Dia menambahkan, doa bersama juga baru ada untuk tahun ini, sebab pada tahun sebelumnya tidak pernah ada acara doa bersama. ” Bagi korban yang meninggal, semoga di terima amal ibadahnya semua, sedangkan yang sakit dapat diberikan kesembuhan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ratusan Murid TK di Kudus Ikuti Manasik Haji

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TKIT) yang berasal dari sembilan lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus, mengikuti praktik haji di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/10/2015).

Koordinator Pelatihan Manasik Haji, Santi Suwardi mengatakan, jumlah anak yang ikut praktik manasik haji tersebut sebanyak 751 siswa. Kegiatan pelatihan manasik haji ini bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak didik sejak dini.

Ia katakan, sepuluh lembaga pendidikan yang dalam praktik manasik haji, di antaranya KB IT Umar Bin Khathab, PAUD IT Utsman Bin Affan, PAUD IT Mutiara Bunda, TPA Hanifa, KB Syamsa Auladina dan beberapa sekolah yang berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).

“Apalagi, bagi umat Islam ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan persiapan secara mental dan fisik yang cukup, sehingga sejak usia dini perlu diperkenalkan serta dipersiapkan,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, anak-anak dikenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji, termasuk para orangtua yang ikut mendampingi anaknya.

Dirinya juga menyampaikan, jika kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat para anak untuk melakukan ibadah haji sedini mungkin, melainkan juga ikut menumbuhkan semangat masyarakat. “Khususnya umat Muslim, bagi yang mampu untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut,” ugnkapnya.

Dalam pelatihan manasik haji tersebut, ratusan anak terlihat antusias mempelajari tata cara
menjalankan ibadah haji, meskipun berlangsung di tengah lapangan dengan cuaca agak panas. Keceriaan anak terlihat ketika praktik berlari-lari kecil antara bukit safa dan marwah serta mencukur rambut layaknya haji sebenarnya.

Dalam praktik ibadah haji tersebut, para peserta mengenakan pakaian ihram dengan mendapatkan bimbingan dari guru sekolah masing-masing, guna memudahkan anak mengikuti seluruh kegiatan yang ada dalam rukun haji. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Keluarga Jemaah Haji Diminta Tenang

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Tragedi Mina, yakni terinjak-injaknya jemaah haji pada saat melempar jumroh dan mengakibatkan ratusan jemaah haji meninggal, membuat kekhawatiran dari keluarga jemaah haji. Apalagi, pada musim haji tahun ini sudah terjadi dua kali tragedi yang mengakibatkan banyak jemaah meninggal,

Terkait hal ini, pihak Kemenag Blora meminta agar para keluarga jemaah haji untuk tetap tenang dan banyak berdoa, agar nantinya keluarga yang sedang berangkat haji bisa selamat dan kembali ke rumah.

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin menegaskan, jika jemaah haji asal Blora semua selamat dari tragedi tersebut.

”Alhamdulillah semua selamat, jemaah haji yang berangkat dari kloter 15 dan 16 selamat dari kejadian itu dan semua baik-baik saja sertadalam kondisi yang sehat,” ujarnya.

Dalam hal ini, dirinya juga menyampaikan, agar jemaah haji tetap fokus menjalankan ibadahnya. Begitupun dengan pihak keluarga juga diharapkan memberikan support berupa doa, agar ibadah haji berjalan lancar. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Putra Sulung Budiyono Jadi Peserta Haji Termuda

Rizki Goratama (kiri) ditemani ayahnya, Wakil Bupati Pati Budiyono saat ditemui murianews.com di kediamannya, Kamis (11/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Rizki Goratama (19), putera sulung Wakil Bupati Pati Budiyono menjadi peserta haji termuda yang akan berangkat tahun ini. Dengan ikut haji, pria kelahiran 1996 yang saat ini masih belajar di Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini berharap bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.

Lanjutkan membaca

93 Orang di Pati Batal Mendaftar Haji, Mengapa?

Bupati Pati Haryanto membuka acara pembukaan manasik Calon Jamaah Haji (CJH) Tahun 2015, di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (4/6/2015). Pada awal semester 2015, 93 orang membatalkan pendaftaran haji. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Sebanyak 93 orang di Pati membatalkan pendaftaran haji pada awal semester 2015. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Mudakir.

Lanjutkan membaca