Koper untuk Calhaj Asal Rembang Selesai Terdistribusikan

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Koper calon jemaah calon haji asal Rembang telah terdistribusi secara tuntas oleh pihak Kantor Kementerian Agama setempat.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Kabupaten Rembang Shalehudin mengatakan, bahwa koper yang terakhir kali dibagikan adalah untuk calon jemaah haji yang tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Untuk koper calon haji yang tergabung di KBIH sudah didistribusikan lebih dulu, yakni sebelum Lebaran. Namun yang di luar KBIH, sudah dituntaskan pada Rabu kemarin,” katanya.

Sementara itu, saat menyerahkan koper, pihaknya sembari menyampaikan beberapa imbauan. Di antaranya supaya  memperhatikan batas isi koper seberat 35 kilogram serta larangan agar tidak membawa senjata tajam seperti silet atau gunting.

“Koper yang sudah kami serahkan kepada para calon haji harus sudah siap untuk dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali pada H-1 keberangkatan ke embarkasi. Kami akan ambil koper itu nanti di titik konsentrasi kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengutarakan bahwa nantinya pengangkutan koper ditanggung pemerintah terkait.”Biaya pengangkutan koper dari tingkat kabupaten ke embarkasi ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan biaya pengangkutan koper dari rumah ke titik konsentrasi dan ke tingkat kabupaten, masih menjadi tanggungan dari jemaah calon haji,” bebernya.

Perlu diketahui, para calon haji berasal dari Kabupaten Rembang berjumlah tetap 794 orang dan tergabung dalam tiga kelompok terbang keberangkatan. Kloter 40 akan berangkat pada 8 Agustus, kloter 92 dan 93 akan berangkat pada 24 Agustus 2017.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Minta Petugas Haji Bekerja Secara Profesional

Ratusan calhaj mengikuti pertemuan di Pendopo Museum Kartini Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan ibadah haji semua stake holder tidak boleh saling menyalahkan. Semuanya harus memposisikan diri sesuai tugas dan kepentingannya masing-masing.

Hal itu ditekankan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan pengarahan kepada ratusan calon jemaah haji saat kegiatan bimbingan manasik haji di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (12/7/2017). Jika ada permasalahan, maka sebaiknya didudukkan sesuai porsinya masing-masing.

“Tenaga kesehatan yang ditugaskan juga harus memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada jemaah. Pembimbing yang bertugas juga harus melaksanakan tugasnya dengan baik. Keduanya berhaji ini karena memiliki tugas pokok melayani jemaah haji, jangan sampai melenceng,” tuturnya.

Selain mengingatkan petugas kesehatan dan pembimbing, bupati juga memberikan arahan kepada calon jemaah haji untuk lebih bersabar. Jangan sampai sedikit- sedikit marah kepada petugas kesehatan dan pembimbing.

Lebih lanjut Abdul Hafidz menyebutkan, bahwa biaya ibadah haji di Indonesia terbilang murah jika dibanding dengan negara lain.

“Biaya jemaah haji di Indonesia ini terhitung murah, cuma Rp 35 juta, aslinya Rp 51 juta. Namun karena pemerintah bisa memanfaatkan dana tabungan haji sekian triliun dengan baik, maka dana tersebut digunakan untuk membantu calon jemaah,” bebernya.

Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam membantu rakyat yang berkeinginan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Begitupun pemerintah kabupaten juga ikut andil dalam pembiayaan ibadah haji mulai perjalanan dari rumah sampai ke bandara dan dari bandara sampai ke rumah, bahkan terkait pembawa koper juga akan diback up tahun 2018 mendatang.

“Saya sudah berusaha bagaimana caranya jemaah ini nol pembiayaan dari rumah sampai kembali dari tanah suci. Tetapi ada yang kelewatan yang membawa koper.  Pak Kabag Kesra nanti 2018 jangan sampai kelewatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Rembang Atho’illah menyebutkan, jumlah calon jemaah haji yang akan berangkat sebanyak 794 orang ditambah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sepuluh orang. Mereka tergabung ke dalam kloter 40 yang akan berangkat 8 Agustus , kloter 92 dan 93 berangkat tanggal 24 Agustus 2017. 

Editor : Kholistiono

Kemenag Rembang Buka Rekrutmen Petugas Haji

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kementerian Agama (Kemenag) Rembang telah membuka rekrutmen petugas haji tahun 2017 ini.  Rekrutmen tersebut untuk formasi Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Rembang Shalehuddin mengatakan, nantinya yang akan dibutuhkan yakni ada empat petugas. Di antaranya, dua orang TPHI dan dua orang TPIHI.

“Dalam persyaratan TPHI harus laki-laki. Sedangkan untuk TPIHI boleh laki-laki atau perempuan. Selain itu, untuk TPHI umurnya mulai dari 25 hingga 57 tahun, sedangkan TPIHI berumur 30 hingga 65 tahun. Yang jelas mereka sudah pernah berhaji sebelumnya. Selain itu juga susah lulus sarjana,” paparnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai waktu dan pelaksanaannya, ia mengutarakan bahwa rekrutmen sudah dimulai sejak bulan April 2017 ini.

“Untuk pendaftaran dan seleksi segala administrasi di tingkat kabupaten sudah dilakukan mulai tanggal 18 hingga 21 April 2017. Selain itu, untuk dilanjutkan dengan uji kompetensi di tingkat kabupaten pada 28 April 2017 mendatang,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk hasilnya nanti di serahkan ke  Kemenag Provinsi Jateng pada 2 Mei mendatang. Sedangkan, untuk nama-nama peserta yang berhak ikut seleksi tingkat provinsi akan diumumkan pada 4 Mei 2017 mendatang.

“4 Mei 2017 mendatang sudah ada pengumuman hasil seleksi di tingkat Kemenag Jawa Tengah. Siapa saja yang akan diseleksi. Nantinya mereka akan mengikuti test di Kemenag Jateng, baik tertulis dan wawancara. Nah ujian itu akan diagendakan pada tanggal 10 Mei 2017 mendatang. Sedangkan untuk mengkroscek hasil test akan akan dilakukan pada tanggal 11 Mei. Sehingga nantinya pada 12 Mei bisa diketahui dan diumumkan,” ucapnya.

Dia menambahkan, panitia dari Kemenag Provinsi Jateng akan menyerahkan hasil penetapan dari Kepala Kemenag Jawa Tengah untuk petugas TPHI dan TPIHI. “Sehingga nantinya dapat dilaporkan ke pusat, guna ditetapkan dengan SK Dirjen PHU (penyelenggara haji dan umrah, red.) pada 16 Mei 2017 mendatang,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Kuota Haji Kabupaten Rembang Bertambah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Kuota haji Kabupaten Rembang tahun ini bertambah. Penambahan itu, selain karena kuota haji tahun ini dikembalikan pada kuota semula tahun 2012 lalu, penambahan ini juga karena penambahan kuota haji Jawa Tengah.

“Dengan kebijakan penambahan kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, pengaruhnya kini kuota haji Kabupaten Rembang juga bertambah. Dari jatah semula sebanyak 656 orang, kini bertambah menjadi 808 orang,” kata Shalehuddin, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kemenag Rembang.

Menurutnya, 808 calon jemaah haji itu,nantinya masih akan dilakukan tahap verifikasi untuk memastikan apakah nantinya, berangkat semua atau ada yang gagal berangkat, karena beberapa faktor.

Terkait dengan penggantian celon jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci, nantinya akan diserahkan kepada sistem pendataan haji. “Penggantinya itu akan disesuaikan dengan sistem data naji provinsi. Penggantinya, biasanya diisi oleh pendaftar haji sesuai urutan yang ada di sistem tersebut,” paparnya.

Di sisi lain, mengenai biaya ibadah haji pada tahun 2017 ini, sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari DPR. “Kalau tahun lalu sekitar Rp 35 juta. Namun untuk tahun ini kita belum tahu, karena masih menunggu keputusan DPR. Jika sudah ada putusan, nanti akan kita informasikan kepada calon jemaah pada bulan Mei mendatang atau menjelang pelunasan pembayaran,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2 Ribu Pendaftar Haji di Rembang Bakal Berangkat Tahun 2038 Mendatang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Jumlah pendaftar haji di Kabupaten Rembang terhitung tinggi. Untuk 2016 ini, terhitung hingga awal November ini, jumlah warga yang mendaftar haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang sudah mencapai sekitar dua ribu orang.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama Rembang Shalehuddin mengatakan, diperkirakan, hingga akhir tahun 2016, jumlahnya bisa mencapai sebanyak 2.300 orang. Jika jumlahnya mencapai yang disebutkan tersebut, artinya bisa mengalami peningkatan di banding tahun 2015, yang jumlahnya 2.200 orang.

“Jumlah pendaftar haji di Rembang memang tinggi. Jadi, kalau daftarnya tahun ini, maka masa tunggu keberangkatan bisa mencapai 22 hingga 23 tahun. Yakni, berangkatnya pada tahun 2038 atau 2039 mendatang,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, jika memang nantinya kuota haji untuk Indonesia banyak, bisa jadi jumlah pendaftar tahun ini bisa berangkat semua pada 2038, namun, jika kuoata sedikit, maka kemungkinan sebagian berangkat pada 2039.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kuota keberangkatan ibadah haji di tahun 2017 mendatang, wilayah Rembang mendapatkan kuota sebanyak 600 orang lebih. “Sedangkan untuk saat ini biaya ibadah haji masih sekitar Rp 35 juta per orang. Dan itupun bisa berubah sesuai dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Sempat Dirawat di RS Makkah, Jemaah Haji Asal Sulang Akhirnya Bisa Pulang Bersama Kloter Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Nurhamid, jemaah haji yang tergabung dalam kloter 48 asal Sulang, Rembang yang sempat dirawat di Rumah Sakit King Faisol Makkah beberapa waktu lalu, kini akhirnya sudah bisa pulang.

Pria yang mengalami operasi lantaran pembekuan darah di otak tersebut, harusnya pulang ikut kloter 48 pada 7 Oktober 2016 lalu. Namun karena masih menjalani perawatan, maka kepulangannya dibarengkan dengan kloter 68. Di mana, kloter tersebut merupakan gabungan antara jemaah haji asal Semarang dan Kudus.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengutarakan. “Nurhamid sudah berangkat dari Arab Saudi pada Rabu kemarin (12/10/2016), dan dijadwalkan sore ini tiba di Asrama Haji Donohudan,” katanya.

Diketahui, Nurhamid belum bisa pulang bersama dengan kloter asalnya. Sebab saat itu masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit di Makkah. Sedangkan istrinya yang bernama Sri Dias Setyorini  sudah pulang terlebih dahulu pada 7 Oktober 2016 lalu dengan Kloter 48.

Dia melanjutkan, untuk kepulangan Nurhamid ke Rembang, maka pihak Kemenag akan menyerahkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang bersama keluarga yang akan menjemputnya di Donohudan. “Pihak keluarga dan Dinas Kesehatang yang akan mengurusi itu. Namun kita juga akan terus memantau kepulangannya,” tuturnya.

Pihaknya juga menolak disebut lepas tangan terkait tanggung jawab, karena kepulangan seorang anggota jemaah haji yang sakit; sudah jadi urusan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten dan berlaku demikian tiap tahun jika ada kasus serupa.

Sementara itu, 80 orang jemaah haji Kloter 65 berasal dari Kabupaten Rembang tiba di daerah ini pada Kamis dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB dengan selamat. Mereka diturunkan di tiga titik konstrentasi yaitu Kota Rembang, Pamotan, dan Sarang.

Editor :Kholistiono

Ternyata Ini Penyebab Molornya Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Rembang Kloter 48

Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto saat menyambut kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Donohudan, Jumat (07/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto saat menyambut kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Donohudan, Jumat (07/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Jemaah haji asal Rembang yang tergabung dalam kloter 48 yang semula dijadwalkan tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jumat (07/10/2016) pukul 14.00 WIB, terpaksa harus molor hingga malam pukul 22.00 WIB.

Wahyu Salvana, salah satu jemaah haji asal Kecamatan Kota Rembang mengatakan, molornya jadwal tersebut, karena adanya gangguan teknis. Yakni, ketika pesawat akan melakukan pengisian bahan bakar di Kolombo, namun, ternyata di tengah-tengah landasan ada pesawat yang sedang mengalami gangguan.

“Ketika pesawat yang ktia tumpangi akan transit untuk mengisi bahan bakar di Kolombo, ternyata di tengah landasan bandara itu ada pesawat kecil yang sedang rusak. Kita sempat muter-muter dulu mungkin satu jam, tapi ketika akan melakukan pendaratan pesawat kecil tersebut masih disitu, sehingga pesawat kembali ke India untuk isi bahan bakar, sebelumnya melanjutkan perjalanan ke tanah air,” ujarnya.

Ketika jemaah haji sampai di Asrama haji, terlihat Bupati dan Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Bayu Andrianto sudah menunggu  untuk menyambut kedatangan jemaah haji di pintu masuk gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan. S

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan jika ada salah satu jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit King Faizal di Makkah, yakni atas nama Nur Hamid asal Sulang. Kemudian, juga ada dua jemaah yang sempat mendapatkan perawatan di Klinik Asrama Haji Donohudan sebelum bertolak ke Rembang.

Dirinya juga menyampaikan, jika untuk penjemputan jemaah haji oleh keluarga, dilakukan di masing-masing konsentrasi penurunan jemaah di tujuh kecamatan di Rembang. “Di antaranya di Kecamatan Kota Rembang, Kecamatan Sulang, Kecamatan Kaliori, Kecamatan Sumber, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Kragan dan Kecamatan Lasem,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kedatangan Jemaah Haji Rembang Kloter 48 Molor Hingga Dini Hari

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Kedatangan jemaah haji asal Rembang yang tergabung dalam kloter 48 dikabarkan bakal molor hingga dini hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang Shalehuddin.

Semula, untuk jemaah haji kloter 48 dijadwalkan sudah tiba di Embarkasi Solo pada tanggal 7 Oktober 2016, jam 14.10 WIB dan akan tiba di Rembang sekitar puku 21.00 WIB. Informasi terbaru, kedatangan jemaah haji akan mundur dari jadwal semula.

“Informasi yang kami terima memang begitu. Jemaah akan tiba di Solo kira-kira jam 22.00 WIB, dan kemungkinan tiba di Rembang sudah dini hari, atau mungkin sudah fajar. Kalau penyebab adanya mundurnya jadwal, saya kurang paham,” ujarnya.

Ia katakan, untuk jumlah jemaah haji kloter 48 yang malam nanti tiba, berjumlah 351 orang. “Sebenarnya, untuk kloter 48 tercatat ada 355 orang. Namun ada yang meninggal di Makkah satu orang atas nama Sono Untung Siyo dan 2 orang lainnya pulang terlebih dahulu lantaran sakit . Yakni Muadlomah dan putrinya yang bernama Siti Nur Achuma warga Pamotan. Dan, saat ini juga ada yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Solo. Sedangkan satunya lagi atas nama Nur Hamid warga Sulang menjalani perawatan di rumah sakit di  Madinah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini pihak kemenag masih berkoordiansi dengan para petugas haji yang ada di sana Makkah. “Supaya bisa tahu kapan dan jam berapa jemaah akan tiba di Solo dan di Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

21 Bus Disiapkan Jemput Kepulangan Jemaah Haji Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Sedikitnya 21 armada bus dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk menjemput kepulangan para jemaah haji asal Rembang dari Asrama Haji Donohudan Solo yang dijadwalkan tiba mulai Selasa (04/10/2016).

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengatakan, kepulangan jemaah haji Rembang untuk yang pertama nanti adalah kloter 38 yakni pada Selasa besok. Kemudian disusul kloter 48 pada 7 Oktober dan kloter 65 pada 12 Oktober.

“Untuk kloter 38 ada sebanyak 9 bus, kloter 48 sebanyak 9 bus dan kloter 65 3 bus. Jadwal pemulangan kloter 38 tiba di Embarkasi Solo pada 4 Oktober 2016 sekitar jam 01.40 WIB  dini hari, dan dijadwalkan akan tiba di Rembang sekitar jam 09.00 WIB. Sementara itu, untuk kloter 48 tiba di Embarkasi Solo pada tanggal 7 Oktober 2016, jam 14.10 WIB dan tiba di rembang sekitar jam 21.00 WIB. Dan untuk kloter 65 tiba di Embarkasi Solo pada 12 Oktober 2016 sekitar jam 17.40 WIB, tiba di Rembang jam 24.00 WIB,” terangnya.

Sebelumnya, calhaj asal Rembang tahun 2016 dikelompokkan menjadi tiga kloter dengan rincian yakni kloter 38 sebanyak 355 orang, kemudian Kkoter 48 sebanyak 355 orang dan kloter 65 sebanyak 81 orang.”Untuk pelaksanaan haji maupun kepulangan ini, dari 791 orang berkurang menjadi 786 orang. Yakni dengan rincian, kloter 38 menjadi 352 orang, kloter 48 menjadi 352 orang dan kloter 65 menjadi 80 orang,” imbuhnya.

Berkurangnya jumlah jemaah haji tersebut, lantaran ada beberapa jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci lantaran sakit, meninggal sebelum keberangkatan. Bahkan ada yang meninggal di Tanah Suci. “Kloter 38 asal mulanya 355 menjadi 352 orang. Yakni 1 meninggal dunia sebelum berangkat atas nama Kasni, dan 2 gagal berangkat lantaran sakit atas nama Dasirun dan Sarbani. Sedangkan kloter 48 asalnya berjumlah 355 menjadi 352 lantaran ada yang meninggal di Makkah atas nama Sono Untung Siyo dan 2 orang lainnya pulang terlebih dahulu diikutkan kloter 30 lantaran sakit, kita lupa datanya. Nanti akan kita kroscek dan mereka sudah melakukan ibadah haji dengan tuntas. Dan untuk keloter 65 asal mula berjumlah 81 sekarang menjadi 80 lantaran salah satu jemaah haji meninggal dunia sebelum keberangkatan haji atas nama Farhan Kastam Tompo,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Seorang Jemaah Haji Asal Rembang Alami Cidera saat Melempar Jumrah

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang jemaah haji asal Kecamatan Pamotan, yakni Kusmirah, sempat mengalami cidera tangan ketika melakukan prosesi melempar jumrah. Hal tersebut disampaikan Kasi Penyelenggara Haji Kementrian Agama Rembang Shalehuddin.

“Dari 787 jemaah haji asal Rembang saat ini masih bisa menjalankan ibadah haji dengan baik. Namun demikian, memang satu di antaranya yang bernama Kusmirah binti Kahar asal Kecamatan Pamotan kloter 38 mengalami cidera tangan. Namun dia juga masih bisa menjalankan ibadah dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, Kusmirah mengalami cidera tangan tersebut, lantaran sandal atau alas kakinya terinjak jemaah lain saat melakukan ibadah lempar jumrah pada tanggal 10 Dzuhijjah waktu setempat.

“Karena sandalnya tersebut terinjak, sehingga dia terjatuh yang mengkibatkan cidera di bagian tangan dan dilarikan ke rumah sakit di Mina untuk mendapatkan penangan medis dengan cara dibidai. Mengenai apakah tangan kiri atau kanan, kita juga belum paham. Sebab kita dapat laporan, bahwa salah satu tangan Kusmirah dibidai gitu saja,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi saat ini, pihaknya menuturkan bahwa jemaah haji atas nama Kusmirah itu sudah bisa dibawa ke pemondokan dan diatasi oleh tim medis dari Indonesia.”Ya, Alhamdulillah saat ini Kusmirah sudah dibawa ke pemondokan. Dan bisa menjalankan ibadah selanjutnya. Namun masih dalam pemantauan tim medis,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kemenag Rembang Pastikan Nama Kasrin Tak Ada Dalam Daftar Calon Haji

Jumiati, istri Kasrin menunjukkan foto suaminya pada saat acara pernikahan salah satu kerabatnya. Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun keberangkatannya tersebut memunculkan keanehan-keanehan, apalagi nama Kasrin juga tidak terdaftar di Kemenag (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jumiati, istri Kasrin menunjukkan foto suaminya pada saat acara pernikahan salah satu kerabatnya. Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun keberangkatannya tersebut memunculkan keanehan-keanehan, apalagi nama Kasrin juga tidak terdaftar di Kemenag (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keberangkatan Kasrin (60) warga Dukuh Gembul RT 3 RW 2 Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, untuk menunaikan ibadah haji memunculkan sejumlah misteri. Sebab, Kasrin yang kesehariannya adalah tukang becak, disebut-sebut berangkat haji oleh seseorang yang hingga kini tidak diketahui siapa sosoknya.

Bahkan, proses keberangkatan Kasrin sejak dari rumah pada Selasa (23/08/2016) malam lalu dinilai banyak terjadi keanehan-keanehan di luar logika manusia. Seperti halnya, ketika para keluarga mengantarkan Kasrin berkumpul bersama jemaah lain kloter 38 di Masjid Jami’ Lasem.

Ketika sudah di Masjid Jami’ Lasem dan berkumpul dengan jemaah lain, disebut-sebut Kasrin tiba-tiba sudah tidak ada di rombongan tersebut. Ada salah satu pengantar melihat jika Kasrin sudah berada di dalam bus rombongan lain dan duduk di belakang sopir.

Tak lama kemudian, salah satu keluarganya ditelepon jika Kasrin sudah berada di Gedung Haji Rembang. Tak berapa lama setelah itu, ditelepon lagi jika Kasrin sudah berada di Asrama Haji Donohudan. Keanehan tak berhenti di situ, tak lama kemudian, salah satu keluarganya di telepon jika sudah naik pesawat menuju Makkah.

Baca juga : Kisah Ajaib Tukang Becak Asal Rembang yang Tunaikan Haji Tanpa Mendaftar

Dua hari kemudian, Kasrin mengabarkan salah satu kerabatnya jika di Makkah dalam kondisi sehat, dan akan pulang sebentar karena ada yang menyuruh pulang sebentar. Dan di luar logika, tiba-tiba Kasrin pun tiba Lasem tempat salah satu keluarganya tersebut menunggu. Kasrin ketika itu membawa oleh-oleh khas Timur Tengah. Namun, setelah memberikan barang itu, tiba-tiba juga menghilang. Dan beberapa hari lalu, katanya , juga mengabarkan di Makkah, dan akan berkurban. Ketika salah satu keluarga menghubungi salah satu jemaah di Makkah, katanya, juga sempat melihat Kasrin di Makkah.

Terkait dengan hal ini, pihak Kementerian Agama Rembang, memastikan jika nama Kasrin tak ada dalam daftar calon haji. Hal ini ditegaskan Staf Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Rembang bagian Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Slamet Lestari.

“Untuk jemaah calon haji atas nama Kasrin dari Sumberejo, Pamotan itu memang tidak ada. Memang ada yang dari Desa Sumberejo, dua orang, tapi bukan Kasrin. Mereka itu suami istri,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sudah mendengar adanya Kasrin yang kabarnya ikut berhaji. Namun demikian, jika secara resmi, nama Kasrin tidak terdaftar. “Untuk saat ini calon jemaah kita tidak ada yang namanya Kasrin,” tegasnya.

Baca juga : Indi, Sosok Misterius di Balik Keberangkatan Haji Tukang Becak Asal Rembang

Editor : Kholistiono

Indi, Sosok Misterius di Balik Keberangkatan Haji Tukang Becak Asal Rembang

Istikomah, anak bungsu dari Kasrin menunjukan foto ayahnya saat di pernikan kerabatnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Istikomah, anak bungsu dari Kasrin menunjukan foto ayahnya saat di pernikan kerabatnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kasrin (60) seorang tukang becak asal Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, membuat masyarakat setempat dibikin heboh. Hal ini terkait keberangkatannya menunaikan ibadah haji.

Bukan mengenai profesinya sebagai tukang becak yang bisa tunaikan ibadah haji karena menabung puluhan tahun, namun, hal ini terkait peristiwa-peristiwa aneh yang muncul dari keberangkatan haji dari tukang becak tersebut.

Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun tak pernah mendaftar di instansi terkait, dan tak pernah mengurus administrasi, baik dari desa setempat atau lainnya. Ketika berangkat juga belum memegang paspor dan visa, serta hanya membawa bekal tas kecil. Belum lagi kejadian-kejadian, yang katanya, Kasrin dalam waktu begitu cepat sudah berada Makkah, dan sempat pulang sebentar beberapa hari lalu membawa oleh-oleh teko khas Timur Tengah.

Dari peristiwa-peristiwa ganjil tersebut, disebut-sebut ada sosok Indi, yang merupakan penumpang becak langganan dari Kasrin. Indi disebut putra dari Elsa dan Sutikno, warga Lasem, atau yang bertempat tinggal di depan MTs Negeri Lasem.

Kasrin, ikut menunaikan ibadah haji juga disebut-sebut karena didaftarkan oleh keluarga Indi beberapa tahun sejak 2007 silam. Namun demikian, sosok Indi yang disebut-sebut Kasrin di hadapan keluarganya, hingga kini masih misterius.

“Sekitar sebulan sebelum berangkat haji, dari pihak keluarga, yaitu Pak Lek Rasmin mencoba mencari rumah Indi yang katanya berada di depan MTs Lasem. Namun, Pak Lek tidak menemukam nama Indi maupun keluarganya di sekitar sekolah tersebut. Bahkan warga juga tidak ada yang tahu,” ujar Istikomah, putri dari Kasrin dan Jumiati.

Menurut Istikomah, bapaknya sudah menjadi langganan Indi untuk antarjemput ke sekolah. Hal itu sudah dilakukan selama belasan tahun, yakni mulai Indi TK hingga SMA. Kasrin, katanya tidak mau menerima upah antarjemput dari Indi atau keluarganya selama belasan tahun itu.

Alasan tidak mau menerima upah tersebut, menurut Istikomah, karena bapaknya pernah bermimpi ditemui oleh Eyang Buyut Khasan sebanyak tiga kali. Kejadian itu sekitar 20 tahun silam. “Bapak bercerita, dalam mimpi itu, Eyang Buyung menyarankan agar bapak tidak menerima upah dari langganannya bernama Indi,” katanya.

Pada mimpi pertama, katanya, Kasrin diberitahu jika akan mendapatkan langganan becak dari dua anak kecil. Namun, untuk anak kecil yang satu tersebut, Kasrin tidak diperbolehkan untuk meminta bayaran. Ternyata mimpi itu tak hanya sekali. Satu pekan kemudian, Kasrin bermimpi hal yang sama.

Baca juga :Ini Semakin Aneh, Kasrin Tiba-tiba Muncul Bawa Oleh-oleh Teko Khas Timur Tengah

Bahkan, tak lama setelah itu, Kasrin juga bermimpi lagi ditemui eyang buyutnya. Pada mimpi yang ketiga ini, Kasrin diwanti-wanti, jika nanti ditawari upah dari keluarga Indi apakah mentah atau matang, Kasrin diminta menjawab untuk memilih yang matang saja supaya nantinya mendapatkan kemuliaan.

Setelah mimpi itu, ternyata, Kasrin benar mendapat langganan dari dua anak kecil untuk diantarjemput ke sekolah. Satunya yaitu Indi, warga Lasem. “Setelah antarjemput Indi dari sekolah, orang tua Indi yaitu Elsa dan Sutikno memberikan bayaran. Namun bayaran itu ditolak bapak. Kemudian, orang tua Indi juga berkata, “Bila Pak Kasrin tidak bersedia dibayar, maka akan makan apa nanti, ingin bayaran mentah atau matang?”.Oleh bapak dijawab yang matang saja,” tuturnya.

Menyikapi bapaknya yang saat ini katanya naik haji, pihak keluarga juga masih heran. 8 Bulan lalu, katanya, bapaknya sempat mengatakan jika akan berangkat haji.  “Ketika itu kami heran, lha haji daftar di mana, uang dari mana dan kapan berangkatnya,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, bapaknya menyampaikan jika sudah didaftarkan oleh keluarga Indi pada 2007 lalu. Bahkan, bapaknya juga sempat menunjukkan surat berupa tulisan tangan dari keluarga Indi yang menyatakan jika Kasrin sudah didaftarkan.

Lebih lanjut Istikomah menyatakan, jika, sebelum bapaknya berangkat haji, keluarga juga sempat menemui beberapa orang pintar di Rembang, untuk menanyakan mengenai bapaknya yang akan naik haji. “Dari empat orang pintar yang kami temui, mengatakan jika bapak saya memang benar akan naik haji, tapi bersama jin,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kondisi ibunya, untuk saat ini baik-baik saja. “Dulunya Mak itu tidak makan, sedih. Sebab kepikiran hal itu. Namun setelah saya jelaskan bahwa orang haji itu harus diikhlaskan, orang haji itu didoakan maka akan bisa lancar. Maka kami pun menggelar doa terus, yang dihadiri tetangga,” imbuhnya.

Selain itu, pada saat Kasrin berangkat, pihak keluarga katanya, hanya memberikan uang saku kepada Kasrin sebesar Rp 2 juta untuk keperluan di Makkah. Dan Kamis kemarin, katanya, bapaknya menelepon dan memberi kabar jika di Makkah dalam kondisi sehat, dan akan berkurban di sana, serta nantinya akan pulang pada 27 September mendatang.

Baca juga : Kisah Ajaib Tukang Becak Asal Rembang yang Tunaikan Haji Tanpa Mendaftar

Editor : Kholistiono

Ini Pesan Wabup untuk Calhaj Asal Rembang

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto saat melakukan pelepasan jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 48 di halaman Gedung Haji Rembang, pada Sabtu (27/8/2016).

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto saat melakukan pelepasan jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 48 di halaman Gedung Haji Rembang, pada Sabtu (27/8/2016).

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 355 jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang yang tergabung dalam kloter 48 diberangkatkan dari Gedung Haji Rembang menuju Asrama Haji Donohudan, pada Sabtu (27/8/2016).

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang melepas keberangkatan calon haji tersebut berpesan, supaya tetap menjaga kebersamaan dan membuang jauh-jauh sikap egois, sehingga nantinya ibadah haji yang ditunaikan berjalan lancar.

“Saya juga berharap, supaya Bapak dan  Ibu untuk selalu mendengarkan secara baik setiap informasi, petunjuk dan arahan dari ketua regu maupun petugas pelayanan. Jadi, bila ada permasalahan jangan sungkan untuk disampaikan dan dikonsultasikan dengan petugas pelayanan terkait,” ujarnya.

Wabup juga menyampaikan, agar jemaah juga menjaga kesehatan, yakni dengan memperbanyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, serta istirahat yang cukup.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada jemaah agar bisa menjaga nama baik Kabupaten Rembang. “Saya  berharap Bapak dan Ibu semua dapat menjaga nama baik Kabupaten Rembang, terlebih nama Bangsa  Indonesia,” ungkapnya.

Dia menambahkan, khusus untuk petugas haji, dirinya meminta agar memberikan pelayanan terbaik pada semua jemaah haji asal Rembang. “Jalinlah koordinasi dengan semua pihak, agar pelayanan yang diberikan dapat optimal,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Calhaj Asal Rembang Bakal Dibekali Living Cost 1.500 Riyal

 Ratusan calon jemaah haji asal Rembang saat mengikuti pembekalan haji  beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ratusan calon jemaah haji asal Rembang saat mengikuti pembekalan haji beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

 

MuriaNewsCom, Rembang – Calon jemaah haji, nantinya sebelum diberangkatkan ke Jeddah, akan mendapatkan biaya hidup (living cost) sebesar 1.500 riyal. Hal ini, tak terkecuali calon jemaah haji asal Rembang.

Kasi Penyelenggara Haji Kementrian Agama Rembang Shalehudin mengatakan, setiap calon jemaah haji, nantinya akan diberikan living cost. Pemberian biaya hidup itu akan dilakukan di Asrama Haji Donohudan, yang juga sekalian dengan paspor.

“Pembagian dana biaya hidup bagi para calon jemaah haji (Calhaj) menjadi sebuah komitmen bagi Kementerian Agama RI agar Calhaj Indonesia terjamin kenyamanannya selama di Tanah Suci,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Kemudian, terkait pemberangkatan calon jemaah haji, katanya, untuk kloter pertama yakni kloter 38 bakal berangkat dari Rembang menuju Asrama Haji Donohudan pada Rabu (24/8/2016) dini hari. Jemaah dijadwalkan sampai di Donohudan pada Rabu pagi dan Kamis diberangkatkan ke Tanah Suci.

Editor : Kholistiono

Muhlisudin Pasrah Tunggu Hingga 21 Tahun untuk Bisa Tunaikan Ibadah Haji

 Muhlisudin (39) Warga Karas, Sedan, Rembang saat mendaftar haji di Kemenag Rembang, Senin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Muhlisudin (39) Warga Karas, Sedan, Rembang saat mendaftar haji di Kemenag Rembang, Senin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Calon jemaah haji (calhaj) harus rela untuk menunggu waktu yang cukup lama untuk bisa menunaikan ibadah haji. Jika tahun ini mendaftar, calhaj baru bisa berangkat haji pada tahun 2037 mendatang. Artinya, calhaj harus bersabar hingga 21 tahun.

Salah seorang calon jemaah haji Muhlisudin (39) warga Desa Karas, Kecamatan Sedan, Rembang, mengatakan, mengingat lama antrian atau daftar tunggu haji hingga lebih 20 tahun, dirinya hanya bisa pasrah. Sebab, hal tersebut sudah ketentuan dari pemerintah.

“Saya mendaftar haji tahun ini bersama istri saya, dan jadwalnya, baru bisa berangkat 2037 nanti. Misalkan saja usia saya ini 39 tahun, maka bila berangkat haji tahun 2037, maka saat itu usia saya sudah sekitar 61 tahun. Mudah-mudahan terlaksana,” katanya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai biaya haji, dirinya saat ini sudah membayar di salah satu bank yang ada di Rembang. “Saya tadi sudah membayar sebanyak Rp 51 juta untuk dua orang di salah satu bank di Rembang. Dengan waktu tunggu yang cukup lama itu, kita juga sembari mengumpulkan rezeki dan kebutuhan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Endang (47) istri dari Muhlisudin mengatakan, meski masih lama, dirinya sudah mempersiapkan sejak kini, terutama dengan mengutamakan hidup sehat.”Yang penting bagi saya, daftar saja dulu. Masalah waktu itu biar Allah yang mengatur. Dan kita harus berihtiar dengan cara jaga kesehatan, makan secara teratur dan sebagainya,” ungakapnya.

Editor : Kholistiono

 

Daftar Sekarang, Berangkat Haji Baru Tahun 2037

Beberapa warga sedang mendaftar haji di Kemenag Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa warga sedang mendaftar haji di Kemenag Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menjadwalkan ibadah haji memang membutuhkan waktu lama untuk menunggu. Seperti yang dialami warga Kabupaten Rembang yang mendaftar untuk ibadah haji tahun 2016 ini. Sebab, mereka dijadwalkan baru bisa berangkat pada 2037 dengan perkiraan waktu tunggu 21 tahun.

Slamet Lestari, Staf Kasi Haji Kementrian Agama Rembang mengatakan, untuk tahun 2016 ini, sudah ada 500 orang yang mendaftar haji. Hal itu terhitung sejak 1 Januari hingga 1 Agustus 2016.

“Untuk masa tunggu keberangkatan, calon jemaah haji yang mendaftar di tahun 2016 sekitar 21-22 tahun ke depan. Dan itupun tidak semua pendaftar calon haji pada tahun ini akan berangkat pada 2037 mendatang. Namun, kita juga melihat kuotanya wilayah Jawa Tengah juga. Semisal kuota keberangkatan di tahun 2037 habis, maka pendaftar calon haji ditahun 2016 juga bisa berangkat tahun 2038 maupun seterusnya,” paparnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau supaya para calon haji yang akan berangkat pada tahun 2037, supaya bisa mempersiapkan segala sesuatunya. “Yang penting selalu berusaha menjaga kesehatan, sehingga bisa selalu bugar dan bisa berangkat haji dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Calhaj Diminta Tukarkan Rupiah ke Riyal Sebelum Masuk Asrama

hajid

MuriaNewsCom, Rembang – Ratusan jemaah haji asal Rembang diimbau untuk menukarkan uang Rupiah ke Riyal sebelum masuk asrama dan sembarang tempat. Hal ini untuk mengantispasi adanya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kepala Seksi Haji Kementrian Agama (Kemenag) Rembang Shalehudin mengatakan, jika calon jemaah haji sudah masuk ke asrama di Solo, maka semua perlengkapan haji sudah beres semua.”Termasuk mata uang Riyal yang nantinya akan digunakan saat di Makkah,” katanya.

Dirinya juga menyatakan, calon jemaah haji diharapkan bisa menukarkan Rupiah ke Riyak di tempat penukaran uang (money changer) yang resmi atau bank. “Kalau menukarkan mata uang di sembarang tempat, kami khawatir mata uang dihargai murah. Selain itu juga bisa ditipu dengan cara lainnya,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, meskipun mata uang asing nilainya naik turun, namun untuk saat ini mata uang Riyal di kisaran Rp 4 ribu per Satu Riyal. “Yang penting itu, penukaran uang jangan di sembarang tempat, supaya tidak tertipu,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono