Satu Calon Jemaah Haji Pati Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Ratusan jemaah haji Pati diberangkatkan dari Pendapa Pati, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu calon jemaah haji (CJH) dari Pati gagal berangkat ke Tanah Suci. Hal itu disebabkan calon yang masuk daftar peserta haji tersebut meninggal dunia.

Dari 355 CJH yang berangkat pada gelombang pertama, Selasa (8/8/2017), ada beberapa yang mengidap penyakit risiko tinggi. Mereka diwajibkan menggunakan kursi roda dan tongkat.

Staf Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Pati Agus Anshori mengatakan, mereka yang mengidap penyakit risiko tinggi mendapatkan pendampingan khusus dari petugas. Dengan begitu, mereka yang kambuh saat melaksanakan ibadah haji bisa langsung ditangani.

“Gelombang pertama ini, ada 355 CJH yang diberangkatkan dalam kloter 39. Berangkat dari Pendapa Pati menuju Wisma Haji Donohudan Boyolali,” tutur Agus.

Di Pati sendiri ada 1.665 CJH yang siap berangkat ke Tanah Suci dibagi dalam beberapa gelombang. Selanjutnya, mereka akan berangkat pada 22, 23 dan 24 Agustus 2017 mendatang.

Sesuai dengan anjuran kesehatan, para jemaah diminta untuk meminum air minimal 500 mililiter per dua jam. Hal itu diharapkan agar kondisi tubuh jemaah tetap fit.

“Ibadah haji ini butuh kesehatan fisik dan mental yang kuat. Kekurangan cairan tentu sangat berpengaruh pada kondisi tubuh, sehingga disarankan untuk tidak kekurangan air,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Tahun Depan, Biaya Transportasi Haji di Pati Dianggarkan Dalam APBD

Peserta bimbingan KBIH IPHI Pati saat mengikuti bimbingan di Gedung Haji Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Usulan anggota Komisi A DPRD Pati Haryono terkait pembebasan biaya transportasi yang dibebankan calon jemaah haji (calhaj) mendapatkan respons yang positif dari eksekutif. Tahun depan, biaya transportasi haji di Pati akan dianggarkan APBD.

“Kami sering mendapatkan laporan dan keluhan mengenai biaya transportasi haji yang dibebankan kepada calhaj. Padahal, amanat UU Nomor 13 Tahun 2008, transportasi calhaj dari daerah asal ke embarkasi dan dari embarkasi ke daerah asal menjadi tanggung jawab pemda,” ujar Haryono, Rabu (19/7/2017).

Tahun ini, masing-masing calhaj dibebankan biaya transportasi Rp 400 ribu, setelah usulan biaya Rp 450 ribu tidak diterima. Tahun lalu, calhaj dibebankan biaya transportasi sebesar Rp 430 ribu.

Kendati biaya transportasi calhaj selama ini sudah mendapatkan bantuan dari pemda, Haryono menilai tidak cukup karena tidak sesuai dengan amanat UU. Meski demikian, dia merasa cukup lega karena eksekutif merespons positif usulannya untuk menganggarkan biaya calhaj ke embarkasi melalui APBD.

“Dalam rapat Kemenag dengan forum komunikasi KBIH kemarin sempat diputuskan biaya transportasi sebesar Rp 450 ribu. Saya angkat tangan, karena itu bukan tanggung jawab calhaj tapi pemda. Akhirnya diputuskan Rp 400 ribu dan kami masih memberikan toleransi,” kata Haryono yang juga Ketua KBIH IPHI Pati.

Selain pembebasan biaya transportasi haji, Haryono juga mengusulkan agar ketentuan pembiayaan transportasi calhaj ditetapkan dengan peraturan daerah (perda). Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 35 ayat 1 dan 2 UU Nomor 13 Tahun 2008.

“Sekarang sudah lega dan bersyukur, karena perjuangan yang cukup panjang akhirnya direspons positif Pak Bupati. Kami berharap, amanat UU segera diimpelementasikan tahun depan dan dibuat perda tahun ini,” harapnya.

Secara terpisah, Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pati menuturkan, pemberangkatan jemaah haji ke embarkasi tahun ini masih ada swadaya dari calhaj. Namun, biaya transportasi itu sudah dianggarkan APBD untuk tahun depan.

Dia berharap, fasilitasi pemda untuk transportasi calhaj dapat meringankan beban jemaah. “Selaku Ketua IPHI dan kepala daerah, memang tahun ini belum bisa memberikan fasilitas sepenuhnya, karena masih ada swadaya. Tapi tahun depan sudah dianggarkan di APBD,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

1.670 Calon Jemaah Haji Pati Bersiap Bertolak ke Tanah Suci

Ketua IPHI Kabupaten Pati Haryanto saat memberikan pesan kepada peserta KBIH IPHI Pati, sebelum bertolak ke Tanah Suci. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 1.670 calon jemaah haji (calhaj) dari kabupaten Pati bersiap bertolak ke Tanah Suci pada 8 Agustus 2017. Mereka yang akan berangkat terbagi ke dalam enam kloter, yakni kloter 39, 88, 89, 90, 91, dan 92.

Kloter 39 berangkat pada 8 Agustus dan kembali pada 19 September, kloter 88 berangkat pada 22 Agustus dan kembali pada 3 Oktober, kloter 89 berangkat pada 23 Agustus dan kembali pada 4 Oktober. Sementara kloter 90 berangkat pada 4 Oktober, kloter 91 berangkat 24 Agustus kembali 5 Oktober, dan kloter 92 berangkat 24 Agustus kembali 4 Oktober.

Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pati mengatakan, Pemkab Pati saat ini belum bisa memberikan fasilitas sepenuhnya. Pemberangkatan masih ada swadaya dari calhaj.

Namun, Pemkab Pati sudah mengalokasikan anggaran dari APBD untuk fasilitasi pemberangkatan calhaj tahun depan. Dia berharap, fasilitasi pemberangkatan calhaj tahun depan bisa meringankan beban calhaj.

“Saya berpesan kepada calhaj agar bisa mengatur waktu selama di Tanah Suci. Jangan hanya buru kesenangan, tapi utamakan bisa melaksanakan wajib, rukun dan sunah-sunahnya. Mungkin yang kurang fit saat di Tanah Suci, harus bisa mengatur,” pesan Haryanto, Senin (17/7/2017).

Sementara itu, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) IPHI Pati Haryono mengungkapkan, ada peningkatan jumlah calhaj yang cukup drastis pada IPHI. Tahun ini, jumlah calhaj di IPHI mencapai 963 orang, setelah tahun sebelumnya hanya 600 orang.

Dalam memberikan bimbingan, KBIH IPHI tidak sekadar membekali dengan pengetahuan sekilas. Namun, Anggota DPRD Pati ini berupaya agar calhaj mampu melaksanakan ibadah secara mandiri dan tidak mengandalkan pengawalan orang lain.

“Kami selalu berupaya membekali calhaj agar bisa melaksanakan kegiatan ibadah, baik wajib, rukun dan sunah-sunahnya dengan sempurna. Tujuannya para calhaj bisa menjadi haji yang mabrur,” tandas Haryono.

Editor : Kholistiono

Calon Jemaah Haji Pati Mulai Melunasi Biaya Haji

Sejumlah calon jemaah haji mengurusi kelengkapan administrasi di Kantor Kemenag Pati, Selasa (18/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon jemaah haji Pati mulai melunasi biaya haji, karena dijadwalkan akan berangkat pada Juli 2017. Sejumlah petugas tampak melayani calon jemah haji di ruang urusan haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Selasa (18/4/2017).

Salah satu yang datang, antara lain Endang, calon jemaah haji asal Pucakwangi RT 1 RW 2. Dia menyetorkan sejumlah persyaratan administrasi, seusai melunasi biaya haji di Bank Muamalat.

“Dulu, pendaftarannya di Bank Muamalat, pelunasannya ya di situ juga. Dari Bank Muamalat, datanya akan disetorkan ke Kemenag. Pelunasannya kurang foto, saya pinjam dari Kemenag, hari ini saya kembalikan. Blanko pelunasan mengharuskan ada fotonya ukuran 3×4,” ujar Endang.

Selama mengurus haji, Endang mengaku lancar dan tidak ada persoalan. Dia berharap, agar diberi kesehatan hingga pelaksanaan ibadah haji yang kemungkinan dijadwalkan pada Juli 2017 mendatang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pati Ahmad Mundzakir menuturkan, saat ini sudah ada 1.670 orang yang bersiap mengikuti ibadah haji. Namun, jumlah itu masih bisa kurang atau tambah.

Hal itu disebabkan adanya faktor kesehatan, kematian atau ibu hamil yang dilarang untuk menunaikan ibadah haji. “Bisa jadi berkurang atau bertambah. Kalau berkurang, bisanya adanya faktor kesehatan, sedangkan bisa bertambah bila ada penggabungan mahrom,” ucap Mundzakir.

Penggabungan mahrom yang dimaksud, misalnya ada pengajuan permohonan penggabungan suami-istri atau orang tua kepada anak. Orang tua yang sudah mulai renta biasanya didampingi anaknya, sehingga kemungkinan penggabungan mahrom diakui bisa saja terjadi.

Editor : Kholistiono

40 Jemaah Umroh Dewangga Gelar City Tour ke Singapura Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 40 jemaah mengikuti manasik umroh di New Merdeka Hotel, Pati, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sebanyak 40 jemaah mengikuti manasik umroh di New Merdeka Hotel, Pati, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 40 jemaah umroh PT Dewangga Lill Haj wal Umroh akan berangkat ke Tanah Suci pada 10-19 Februari 2017. Sebelum bertolak ke Tanah Suci, mereka akan mengikuti city tour ke Singapura selama semalam.

City tour ke Singapura dilakukan untuk memberikan bonus plus kepada jemaah yang telah memilih Dewangga sebagai biro perjalanan umroh dan haji yang tepat. Meski mendapatkan bonus city tour ke Kota Singa, mereka hanya membayar biaya yang sangat hemat, yakni Rp 22 jutaan.

“Jemaah umroh Dewangga yang berangkat Februari 2017 mendapatkan bonus plus untuk singgah di Singapura selama satu malam. Mereka mendapatkan fasilitas untuk menginap di hotel secara gratis, termasuk transportasi di Singapura,” ujar Nur Salim, perwakilan PT Dewangga Lill Haj wal Umroh, Sabtu (14/1/2017).

Sebelumnya, para jemaah juga mendapatkan manasik umroh di New Merdeka Hotel, Pati yang dibimbing KH Abdul Wahid, kiai dari Cluwak. Mereka memperoleh bimbingan teknis umroh, syarat dan rukun umroh, serta pencerahan spiritual supaya bisa melaksanakan umroh dengan baik.

Salim menjelaskan, ada banyak kelebihan bagi warga yang memilih Dewangga sebagai biro perjalanan umroh. Salah satunya, Dewangga selama ini dikenal sebagai mitra ibadah keluarga yang paling “Njawani”.

Sebab, jemaah umroh sebagian besar berasal dari Jawa, terutama Pati dan sekitarnya. Semua pelayanan, termasuk fasilitas makanan seperti di Tanah Air. Dengan begitu, para jemaah bisa melaksanakan ibadah umroh dengan khusyuk tanpa harus berpikir soal makanan yang tidak enak atau pelayanan yang kurang memuaskan.

“Kami jamin, pelayanan kami ramah dan terbaik dengan penyajian makanan khas Tanah Air. Komunikasi kita dengan para jemaah juga sangat baik, sehingga kursi selalu penuh pada pemberangkatan ke Tanah Suci setiap bulannya. Pelayanan terbaik diharapkan bisa memenuhi kebutuhan jemaah selama umroh,” tuturnya.

Terkait dengan perizinan, PT Dewangga sudah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) sejak 2013 sehingga sudah tidak diragukan lagi. Dalam waktu dekat, PT Dewangga juga akan mendapatkan izin resmi sebagai biro perjalanan umroh haji plus.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati Haryanto Lepas Ratusan Calon Haji

Bupati Pati Haryanto tengah bersalaman dengan para jamaah calon haji kloter 37 yang akan berangkat ke Tanah Suci, Selasa (23/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto tengah bersalaman dengan para jamaah calon haji kloter 37 yang akan berangkat ke Tanah Suci, Selasa (23/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto melakukan pelepasan kepada jemaah calon haji (calhaj) yang akan berangkat ke Tanah Suci. Pelepasan itu dilakukan di Halaman Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (23/8/2016) dini hari.

Mereka yang berangkat ke Tanah Suci tergabung dalam kloter 37, berjumlah 335 jemaah calhaj dan semuanya berasal dari Kabupaten Pati. Di antaranya, Kecamatan Jaken, Batangan, Kayen, Sukolilo, Trangkil, Dukuhseti, dan Cluwak.

Dalam pelepasan tersebut, Haryanto memberikan pesan kepada calhaj untuk selalu menjaga kesehatan selama di Tanah Suci. Pasalnya, saat ini cuaca di kawasan Timur Tengah sedang panas.

“Kami berharap agar semua calhaj bisa menjaga kesehatan dengan baik, karena cuaca saat ini sedang panas. Utamakan keselamatan, sehingga bisa menunaikan dengan khusyuk. Dengan demikian, para calhaj benar-benar menjadi haji yang mabrur,” kata Haryanto.

Menurutnya, ada sejumlah ciri-ciri seorang haji bisa dikatakan mabrur. Salah satunya, ibadah haji dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah, berlaku sabar dan tabah selama menunaikan ibadah haji, bersikap khusyuk dan tawaduk, berperilaku baik selama haji, bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya, serta yakin bila hajinya akan diterima Allah.

Selain kloter 37, kloter 62 dengan 355 calhaj dari Kecamatan Wedarijaksa, Tlogowungu, dan KBIH Moch Dahlan akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Kebumen. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu (31/8/2016) pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, kloter 63 dengan 354 calhaj dari Kecamatan Gembong, Jakenan, Tambakromo, Gunungwungkal, KBIH Al Khidmah dan KBIH Zam Zam NU akan diberangkatkan pada Kamis (1/9/2016) pukul 02.30 WIB.

Terakhir, kloter 64 dengan 354 calhaj dari Kecamatan Gabus, Winong, Pucakwangi, Margoyoso, KBIH As Salam, dan KBIH IPHI akan diberangkatkan pada Kamis (1/9/2016) pukul 05.30 WIB, setelah kloter 63.

“Kami berharap semua calhaj dari Pati selalu diberi keselamatan, kesehatan dan kemudahan selama menunaikan ibadah haji. Dan yang paling utama, semoga mereka menjadi haji yang mabrur dan memberikan manfaat kepada masyarakat Pati,” harap Haryanto.

Editor : Kholistiono

 

Ini Jadwal Kepulangan Jamaah Haji dari Pati Semua Kloter

Sejumlah keluarga mengantar keberangkatan haji di depan Pendapa Kabupaten Pati beberapa waktu lalu. Jamaah asal Pati dijadwalkan tiba di Tanah Air dalam tiga hari, yaitu 5 sampai 7 Oktober 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah keluarga mengantar keberangkatan haji di depan Pendapa Kabupaten Pati beberapa waktu lalu. Jamaah asal Pati dijadwalkan tiba di Tanah Air dalam tiga hari, yaitu 5 sampai 7 Oktober 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah jamaah dari Kabupaten Pati memiliki lima kloter. Kloter 18 dan 19 yang berasal dari Kecamatan Gunungwungkal, Gembong, Gabus, Winong, Kayen, Sukolilo dan Margorejo dijadwalkan tiba di Indonesia pada 5 Oktober dan bisa dijemput sekitar pukul 21.00 WIB.

Sementara itu, jamaah kloter 20 dan 21 yang berasal dari Jakenan, Trangkil, Batangan, Jaken, Juwana, Pucakwangi, Tambakromo, Dukuhseti, Tayu, Cluwak, Tlogowungu, KBHIH Assalam, Zam-zam NU dan KBIH Moch Dahlan akan tiba pada Selasa (6/10/2015).

Jamaah paling akhir dijadwalkan tiba pada Rabu (7/10/2015), yakni kloter 22 yang berasal dari Kecamatan Wedarijaksa. ”Untuk masalah tragedi dan musibah yang terjadi, jamaah dari Kabupaten Pati dipastikan aman,” ucap Plt Kasi Haji Kemenag Pati Abdul Khamid kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia mengimbau kepada keluarga untuk tidak khawatir dan bisa melakukan persiapan penjemputan. Karena kurang beberapa hari lagi sudah tiba di Tanah Air. (LISMANTO/TITIS W)

Kabar Gembira! Jamaah Haji Pati Selamat dari Bencana dan Pulang 5 Oktober

Sejumlah keluarga mengantar keberangkatan haji beberapa waktu lalu. Jamaah asal Pati dijadwalkan tiba di Indonesia pada 5 Oktober 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah keluarga mengantar keberangkatan haji beberapa waktu lalu. Jamaah asal Pati dijadwalkan tiba di Indonesia pada 5 Oktober 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Berbagai tragedi yang melanda jamaah haji di Arab Saudi tahun ini, memang menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi keluarga. Namun, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Pati memastikan jamaah haji dari Pati aman dan rencananya tiba di Indonesia pada 5 Oktober mendatang.

”Kami pastikan jamaah haji dari Pati selamat dari tragedi robohnya crane dan musibah di Mina. Sesuai dengan rencana, jamaah haji dari Pati akan tiba di tanah air pada 5 Oktober mendatang,” ujar Plt Kasi Haji Kemenag Pati Abdul Khamid kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, kata dia, jamaah haji juga selamat dari badai gurun, crane, hingga terlambatnya visa. ”Semuanya dipastikan aman dan lancar, tidak ada kendala. Semoga nantinya bisa pulang dengan aman dan selamat,” imbuhnya.

Sebelumnya, rentetan tragedi yang menimpa jamaah haji sempat mengkhawatirkan pihak keluarga. ”Saat Tragedi Crane, jamaah asal Pati sedang ibadah umrah sunnah. Sehingga waktu itu tidak ada yang berada di Masjidil Haram,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Kondisi Jamaah Haji Pati di Makkah Dipastikan Aman

Bupati Pati Haryanto foto bersama usai menyantuni keluarga jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen yang meninggal di Makkah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto foto bersama usai menyantuni keluarga jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen yang meninggal di Makkah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kondisi jamaah haji asal Pati di Makkah dipastikan aman. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Pati Ahmad Mundzakir.

”Kondisinya baik-baik saja, kok. Kalau kemarin ada musibah crane jatuh, jamaah asal Pati dipastikan aman dan tidak ada yang terkena musibah itu,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015).

Terkait dengan penularan penyakit menular yang saat ini marak di Timur Tengah, pihaknya memastikan semua jamaah sudah diimbau untuk memakai masker. ”Tenang saja, soal penyakit menular di sana, jamaah haji sudah dibekali dan dibimbing untuk menghindarinya,” imbuhnya.

Karena itu, ia meminta kepada keluarga jamaah haji di Pati agar tetap tenang dan berdoa untuk keselamatan jamaah haji. ”Doakan saja. Semoga jadi haji yang mabrur,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Jamaah Haji Asal Pati Meninggal Bersamaan Robohnya Crane di Makkah

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke rumah keluarga Misbah yang meninggal di Mekah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke rumah keluarga Misbah yang meninggal di Mekah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Robohnya derek (crane) yang menimpa sejumlah jamaah haji asal Indonesia menimbulkan duka yang mendalam. Bertepatan dengan insiden tersebut, seorang jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen, bernama Misbah bin Karmidi (69) meninggal dunia di tanah suci, lantaran sakit keras.

Misbah tutup usia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit An Nur Makkah. ”Misbah meninggal bertepatan dengan robohnya crane yang menimpa jamaah haji di Makkah. Misbah memang terbilang sudah berusia lanjut,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati Ahmad Mundzakir, Sabtu (12/9/2015).

Ia mengatakan, Misbah memang acapkali sakit-sakitan saat berangkat dari Solo menuju Arab Saudi. Kendati begitu, keinginan Misbah untuk mengikuti haji tidak dapat dibendung.

”Misbah meninggal pada Jumat sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Jenazah beliau langsung dimakamkan di sana,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)