Warga Kudus Meninggal saat Haji, Dimakamkan di Tanah Suci

Sulti Sanaji Ngadiman, jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang meninggal dunia di Arab Saudi. (Group WA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka datang dari pelaksanaan haji tahun 2017. Satu jemaah haji asal Kabupaten Kudus meninggal dunia, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Sulti Sanaji Ngadiman (61), warga Desa Temulus, RT 1 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kabar yang diterima Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, jenazah Sulti langsung dimakamkan di Arab Saudi.

Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi mengaku mengetahui ada warga Kudus yang meninggal dunia saat haji, melalui informasi yang beredar di aplikasi WhatsApp (WA). Ia kemudian melakukan pengecekan, dan memastikan kabar tersebut benar.

“Itu kabar yang kami terima, dan panitia penyelenggara haji sudah mengurus pemakaman jenazah juga. Jadi kini jenazahnya suudah dimakamkan di sana,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (30/8/2017).

Menurut dia, kabar tersebut baru sebatas informasi lewat handphone saja. Kini, pihak Kemenag masih menunggu surat resmi dari panitia haji di Arab Saudi.

Surat keterangan tersebut, kata dia, akan dijadikan dasar bagi Kemenag Kudus untuk memberikan kabar secara resmi kepada keluarganya di Temulus.

Meski demikian, pihaknya sudah berkordinasi dengan KUA Kecamatan Mejobo, untuk memberi kabar kepada keluarga jemaah haji tersebut. Nantinya, setelah surat resmi datang akan disampaikan secara resmi pula.

“Mendapatkan surat keterangan membutuhkan waktu hingga beberapa hari, sebelum suratnya sampai. Karena memang prosesnya lama dan panjang,” imbuhnya.

Ia berharap pihak keluarga bisa menerima kabar ini dengan tabah. Ia juga berpesan kepada jemaah haji lainnya untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibdah haji, karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup berat.

Editor : Ali Muntoha

354 Jemaah Haji Kloter 37 Asal Kudus Berangkat ke Tanah Suci

Sejumlah bus jemaah haji berjajar di Pendapa Kudus, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 354 jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang tergabung dalam kloter 37 berangkat ke Tanah Suci, Senin (7/8/2017) hari ini. Ratusan jemaah tersebut berangkat menuju Embarkasi Solo pukul 11.00 WIB dengan menggunakan sembilan bus.

Kepala Kemenag Kudus Noor Badri mengatakan, total jamaah haji asal Kudus tahun ini berjumlah 1.314 jamaah. Mereka terbagi menjadi empat kloter.

Keempat kloter tersebut adalah kloter 37 dengan 354 jemaah, kloter 38 dengan 355 jemaah yang berangkat 21 Agustus, kloter 39 dengan 355 jemaah, dan sisanya kloter 40 akan berangkat 23 Agustus mendatang.

”Kloter 37 ini kloter pertama. Mereka berangkat dari Pendapa Kudus yang dilepas langsung Bupati Kudus Musthofa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, sebelum berangkat, para calon jamaah haji sudah dibekali dengan sejumlah persiapan. Mulai namasik haji, imunisasi dan latihan-latihan fisik agar sehat selama menjalani ibadah haji nantinya. Pihaknya yakin calon jamaah sudah tertib dengan mempersiapkan fisiknya.

Sementara itu, Suhadi panitia jemaah haji menambahkan, kalau pada pemberangkatan kloter ini terdapat seorang jamaah yang gagal berangkat. Ini lantaran yang bersangkutan masuk pada masa Iddah, lantaran suaminya meninggal beberapa waktu sebelum berangkat.

”Semula jumlahnya 355. Tapi karena sedang masa idah mau gimana lagi. Rencananya akan kami usulkan tahun berikutnya,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Menunggu Hingga Puluhan Tahun, Ratusan Calon Jamaah Haji Mundur

Manasik haji para calon jamaah haji 2015 lalu. Setiap tahun ada saja calon jamaah yang mengundurkan diri, salah satu penyebabnya karena waktu menunggu terlalu lama. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Manasik haji para calon jamaah haji 2015 lalu. Setiap tahun ada saja calon jamaah yang mengundurkan diri, salah satu penyebabnya karena waktu menunggu terlalu lama. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan calon jamaah haji yang sudah terdaftar di Kudus, tiap tahun ada yang mundur. Hal itu disebabkan lamanya waktu menunggu pemberangkatan, yang bahkan sampai 20 tahun.

Baca juga : Daftar Haji Sekarang, 20 Tahun Lagi Baru Berangkat

Daftar Tunggu Haji Kudus Capai 19 Ribu Orang

Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, rata-rata tiap tahun yang mengundurkan diri mencapai ratusan. Dan dari Kemenag juga memperbolehkan hal itu lantaran itu hak dari calon jamaah.

”Seperti 2015 misalnya, terdapat kisaran 200 calon jamaah yang mundur. Begitu pun pada 2014 yang juga terdapat ratusan jamaah yang mundur,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, calon jamaah yang masuk dalam daftar tunggu mundur memiliki alasan berbeda-beda. Seperti halnya terdapat alasan yang merasa menunggu terlalu lama, sehingga dialihkan ke dalam haji mandiri.

Bagi Kemenag, hal itu diperbolehkan lantaran itu merupakan hak bagi masyarakat dalam memilih. Khususnya bagi yang sudah berusia lanjut namun masih harus menunggu dalam waktu yang relatif lama.

Alasan lain adalah mereka para calon jamaah haji yang meninggal. Dengan demikian maka otomatis yang bersangkutan harus dicoret dari daftar tunggu.

Untuk yang meninggal, kata dia, tidak dapat digantikan oleh siapapun. Namun pihak keluarga tidak perlu khawatir lantaran biaya haji yang sudah dimasukkan akan dikembalikan kepada keluarga.

”Kalau ada yang mundur, apapun alasannya akan dialihkan pada nomor urut belakangan. Apapun alasan mundur,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Daftar Haji Sekarang, 20 Tahun Lagi Baru Berangkat

Calon jamaah haji melakukan manasik haji 2015 lalu. Jika mendaftar haj tahun ini, maka akan berangkat 20 tahun mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Calon jamaah haji melakukan manasik haji 2015 lalu. Jika mendaftar haj tahun ini, maka akan berangkat 20 tahun mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya calon jamaah haji yang menunggu pemberangkatan, membuat lama pula masyarakat yang mendaftar untuk berangkat. Seperti halnya sekarang di 2016, jika mendaftar haji sekarang maka masyarakat baru dapat terbang ke tanah suci 20 tahun mendatang.

Baca juga : Daftar Tunggu Haji Kudus Capai 19 Ribu Orang

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Kemenag Kudus Hambali. Menurutnya, waiting list atau daftar tunggu setiap tahun dipastikan bertambah. Seperti sekarang, daftar tunggu sampai dengan 20 tahun.

”Kalau di 2016 memang 20 tahun mendatang baru bisa berangkat. Jadi kalau sekarang daftar, 2036 baru bisa berangkat haji. Jadi sebaiknya lebih cepat daftar supaya tidak semakin lama menunggu pemberangkatan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Mengenai tren yang semakin lama menunggu tiap tahun, dimungkinkan akan terjadi pula pada tahun depan. Hal itu berkaitan dengan jumlah pemberangkatan yang relatif dikurangi, namun pendaftar haji semakin banyak.

Hal itu terlihat dari pendaftar haji yang banyak. Dengan rata-rata tiap tahun ada 900 hingga ribuan pendaftar calon jamaah haji. Bahkan jumlahnya bisa semakin bertambah.

”Dengan ribuan pendaftar, maka semakin lama berangkat hajinya. Sebab tiap tahun pemberangkatan juga dapat dikurangi atau ditambah. Seperti tahun ini yang 898 pemberangkatan, 2017 ada 988 orang, dan pada 2018 terdapat 1039 orang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Kudus. Melainkan juga terjadi di daerah lain karena ini merupakan nasional.

Editor : Titis Ayu Winarni

Daftar Tunggu Haji Kudus Capai 19 Ribu Orang

haji_01

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pendaftar calon haji untuk wilayah Kabupaten Pati terbilang masih cukup tinggi. Hingga saat ini saja, untuk calon haji asal Kabupaten Pati yang masuk dalam daftar tunggu mencapai 19.288 orang.Dengan jumlah itu, maka pendaftar haji harus bersiap menunggu untuk waktu yang cukup lama.

“Jumlah itu merupakan jumlah yang sudah mendaftarkan, dan jumlah itu akan terus bertambah, sebab data itu per 8 November 2015,” ujar Hambali, Kepala Kemenag Kudus kepada MuriaNewsCom.

Sedangkan untuk tahun 2016 ini, katanya, calon haji yang bakal diberangkatkan sebanyak 898 orang. Jumlah itu lebih sedikit, karena adanya pengurangan jemaah sejumlah 20 persen semenjak 2013 lalu. Dengan pengurangan 20 persen, maka akan semakin molor pula waktu pemberangkatan. Namun, Kemenag memastikan pemberangkatan sesuai dengan nomor urut pendaftaran.

Di tingkat Jawa Tengah, Kota Semarang memegang jumlah tertinggi pendaftar haji. Tercatat per Nopember 2015 jumlahnya mencapai 26.509 jiwa yang sudah mendaftar.

Setelah Semarang, Demak juga banyak masyarakat yang mendaftar haji, dengan jumlah mencapai 25.181 orang, dan disusul dengan Pati dengan jumlah 21.843 orang.

“Semakin banyak masyarakat yang mendaftar haji, maka semakin lama pula pemberangkatan. Karena, kuotanya terbatas untuk per tahunnya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Baru Tiba di Kudus, Jemaah Haji Sudah Pingin Balik ke Makkah

Jemaah haji yang tiba di Kudus disambut keluarga (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jemaah haji yang tiba di Kudus disambut keluarga (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS –Rombongan jemaah haji asal Kudus sudah sampai di tanah air secara bergantian, berdasarkan kloter. Rasa rindu terhadap keluarga langsung ditumpahkan, ketika anggota keluarga menyambut rombongan jemaah haji.

Meski baru saja tiba di tanah air, namun, beberapa jemaah haji ada yang pingin balik lagi ke Makkah. Seperti halnya Muhnadi, warga Kaliwungu ini kepingin dirinya bisa kembali beribadah tanah suci. “Saya ingin kembali lagi ke sana, mudah-mudahan diberikan kesempatan ke tanah suci,” katanya.

Meski masim haji pada tahun ini ada beberapa tragedi, namun, dirinya bersyukur masih diberikan keselamatan. ”Mudah-mudahan mereka yang meninggal di sana, amal ibadahnya diterima, dan yang sakit segera sembuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Anas Lirianto, jemaah haji asal Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, mengaku ketika kembali menginjakkan kakinya di Kudus, selain rindu keluarga, juga rindu dengan berbagai hal khas Kudus.  “Kudus sudah mendarah daging bagi saya, jadi semuanya pasti saya rindukan. Mulai makanan hingga kebiasaan,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kloter Terakhir, Jemaah Haji Dijadwalkan Tiba di Kudus Pada Hari Minggu

Jemaah haji asal Kudus yang sudah tiba pagi tadi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jemaah haji asal Kudus yang sudah tiba pagi tadi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sebagian jemaah haji asal Kudus, Jumat (2/10/2015) pagi sudah tiba di Kudus. Sedangkan sisanya baru akan pulang di Kudus malam ini dan besok pagi serta Minggu pagi.

Hal itu diungkapkan Kepala Kemenag Kudus Hambali. Menurutnya para jemaah haji asal Kudus akan sampai di Kudus semua Minggu pagi, yang bertempat di Gedung JHK Kudus.

“Jemaah yang pulang Jumat pagi adalah kloter sembilan, sedangkan yang pulang malam ini merupakan kloter 10,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Jika dalam kloter sembilan jumlah jemaah yang sudah sampai rumah sejumlah 215, maka malam ini yang pulang sejumlah 260 jemaah. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kloter yang digunakan.

Sementara, sisa jemaah Kudus yang bakal pulang selanjutnya, yakni pada kloter 11 dan 12. Kedua kloter tersebut bakal pulang secara terpisah yakni kloter 11 di pagi hari dan 12 pada sore hari menjelang Maghrib.”Untuk kloter terakhir yakni kloter 14, akan datang pada Minggu pagi,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Jemaah Haji Kudus Pulang, Keluarga Sambut Haru

Jemaah haji asal Kudus yang sudah tiba pagi tadi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jemaah haji asal Kudus yang sudah tiba pagi tadi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Jemaah haji asal Kabupaten Kudus, kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran, dan sampai di Kudus pada Jumat (2/10/2015) pagi.

Kedatangan rombongan haji 2015 asal Kudus tersebut disambut haru oleh anggota keluarga dan kerabat. Suasana haru dan senang nampak dari keluarga yang menunggu jemaah.Para jemaah ditunggu keluarga dari luar Gedung JHK Kudus, dan setelah gerbang dibuka, keluarga langsung berhamburan mendatangi jemaah yang berada di dalam gedung.

Seperti diketahui, berbagai peristiwa yang terjadi selama musim haji 2015, membuat para anggota keluarga dan kerabat jemaah haji Kudus dibuat was-was.

Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, para jemaah haji Kudus yang pulang pagi tadi merupakan jemaah yang tergabung dalam kloter IX. Para jemaah yang pulang, disambut di gedung JHK Kudus.”Kali ini yang datang kloter sembilan, total jemaah yang pulang berjumlah 215 orang,” katanya kepada MuriaNewsCom. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Keluarga Jemaah Haji Diminta Perbanyak Doa

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Tragedi Mina, yakni insiden terinjak-injaknya jemaah haji pada saat melempar jumroh dan mengakibatkan ratusan jemaah meninggal, membuat khawatir keluarga jemaah. Namun demikian, pihaknya meminta keluarga jemaah haji asal Kudus tidak usah terlalu khawatir, karena, hingga saat ini jemaah aman dari tragedi tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Hambali mengatakan, jika hingga sore ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya korban yang menimpa jemaah haji asal Kudus. Untuk itu, keluarga diminta untuk tidak cemas.

”Kabar dari daerah aman. Berarti tidak ada yang jadi korban dari Kudus. Untuk itu, keluarga yang ditinggal haji jangan sampai berfikir yang tidak-tidak. Perbanyak berdoa saja, semoga sampai kembali ke rumah tetap selamat, ” katanya saat dihubungi kepada MuriaNewsCom. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bagaimana Nasib Jemaah Haji Asal Kudus Terkait Tragedi Mina? Ini Informasi Terbaru

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Tragedi Mina yang menewaskan ratusan jemaah haji menambah daftar deretan musibah pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ratusan jemaah haji tewas terinjak-injak, saat berebutan untuk melempar jumroh.

Lalu, bagaimana nasib jemaah haji asal Kudus? Kakan Kemenag Kudus Hambali menyatakan, jika jemaah haji asal Kudus dipastikan aman. Kepastian ini, katanya, setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada petugas yang ada di sana.

”Saya sudah mendapatkan kabar mengenai tragedi tersebut, yakni banyaknya jemaah yang menjadi korban pada saat melempar jumroh. Saya juga sudah melakukan konfirmasi terkait tragedi ini, mengenai nasib jemaah haji kita,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, Kemenag Kudus akan terus memantau dan mengupdate mengenai informasi terbaru mengenai tragedi ini. Secepatnya, dirinya juga akan memberikan informasi kepada masyarakat. “Masih aman, tidak ada apa-apa. Itu adalah informasi yang saya terima terkahir,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Adakah Jemaah Haji Kudus jadi Korban Crane Jatuh di Masjidil Haram?

jemaah-haji-kudus

Mukhasiron, (tengah) salah satu petugas pendamping haji Kudus yang saat ini berada di Mekah sedang foto bersama. (FOTO TPHD KUDUS)

 

KUDUS – Musibah melanda jemaah haji pada Jumat (11/9) petang. Masyarakat di seluruh dunia dibuat tertegun. Karena di Mekah, Arab Saudi, masjid suci umat Islam di seluruh dunia, Masjidil Haram mengalami musibah. Yaitu  jatuhnya crane konstruksi pembangunan pada sore kemarin. Setidaknya dalam laporan terakhir menyebutkan ada 107 jamaah tewas.

Lantas, apakah ada warga Kudus yang menjadi korban? Mukhasiron, salah satu petugas pendamping haji Kudus yang saat ini berada di Mekah memberikan informasi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015) siang.

“Alhamdulilah nggak ada,” kata Mukhasiron via pesan BBM.

Dia menceritakan, saat kejadian melanda, jemaah haji asal Kudus sedang melakukan umrah dan ada pula yang sedang menunaikan Salat Magrib.

Selain itu, ada juga jemaah haji yang sedang umrah. Terutama dari jemaah yang berasal dari KBIH Arwaniyah.  “Kita tahap di maktap sampe badai mereda. Setelah kejadian baru berangkat umrah,” terangnya.

Sedangkan jemaah haji Kudus dari KBIH NU batal umrah. Mereka dialihkan kegiatannya mengikuti barzanji di Ponpes Syarat.  “Yaitu Ponpes Syayid Abas yang jau dari tempat kejadian,” tambahnya. (AKROM HAZAMI)