Dua Kloter Asal Jepara Diberangkatkan Lebih Awal 

Salah satu jemaah haji asal Jepara terpaksa dibopong karena keterbatasan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kelompok jemaah haji yang tergabung dalam kloter 93 dan 94 diberangkatkan ke Embarkasi Donohudan, Kamis (24/8/2017) siang. Total ada 457 orang yang diberangkatkan ke pemondokan haji, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. 

Adapun kloter selanjutnya yang berangkat adalah 95 yang berjumlah 292 orang, akan diberangkatkan pada Jumat dini hari. 

Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Jepara Lutfiyah mengatakan, dua kloter yakni 94 dan 95 diberangkatkan lebih awal dari jadwal. Rencana awal, dua kelompok terbang itu akan diberangkatkan pada Jumat pagi pada pukul 02.00 dan 06.00.

“Hal itu karena permintaan dari maskapai penerbangan. Mengingat jumlah keberangkatan kini semakin longgar. Selain itu, jemaah dari Jepara digabungkan dengan jemaah dari daerah lain atau sapu jagad,” katanya. 

Ia mengatakan, tergabung dalam kloter sapu jagad jemaah haji asal Jepara akan diberangkatkan dengan kloter lain. Termasuk di antaranya mereka yang sebelumnya sakit dan sebagainya. 

“Jemaah haji asal Jepara akan diberangkatkan dengan mereka yang mungkin masih belum berangkat karena sakit dan sebagainya,” imbuh Lutfiyah. 

Pantauan MuriaNewsCom, beberapa jemaah yang tergabung dalam kloter 94 ada yang mengalami keterbatasan gerak. Lutfiyah mengatakan hal itu tak memengaruhi kegiatan jamaah karena dibantu oleh kursi roda. 

Sementara itu Totok petugas dari Dinkes Jepara mengatakan, pihaknya telah melakukan screening kesehatan sebelum pemberangkatan. Pihaknya mengatakan hal tersebut tidak lantas mengugurkan kesempatan mereka untuk dapat berhaji. 

“Selain di Jepara, pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan di Donohudan. Namun secara garis besar hal itu tidak berpengaruh karena disana mereka menggunakan kursi roda,” jelasnya. 

Adapun, jumlah jemaah haji asal Jepara yang diberangkatkan berhaji tahun ini ada 1.104 orang.

Editor: Supriyadi

Kloter Pertama Jemaah Haji Asal Jepara Diberangkatkan

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi (dua dari kanan) saat melepas calon jemaah haji asal Jepara yang masuk kloter 41. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Calon jemaah haji asal Jepara yang tergabung pada kelompok terbang (kloter) 41, diberangkatkan ke Embarkasi Donohudan untuk selanjutnya terbang ke Tanah Suci, Selasa (8/8/2017). Sebanyak 355 orang ikut dalam rombongan yang menumpang delapan bus. 

Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Nor Rosyid menguraikan, nantinya kloter 41 menempati maktab Aziziyah. “Selain calon haji, adapula tim pemandu haji daerah (TPHD) sebanyak tiga orang yang ikut dalam rombongan,” tutur dia.

Ia menyatakan, tahun 2017 ada 1104 calon haji asal Jepara yang berangkat ke tanah suci. Mereka terbagi dalam empat kloter, yakni 41, 93,94 dan 95. Setelah keberangkatan kloter pertama, kloter selanjutnya akan menyusul pada tanggal 24 Agustus untuk rombongan 93 yang akan digabung dengan calhaj asal Rembang. Sementara keesokan harinya, kloter 94 dan 95  baru diberangkatkan. 

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi berpesan agar jemaah haji menjaga kesehatan selama di tanah suci. Hal itu lantaran, saat ini cuaca di Arab Saudi sedang mengalami musim panas. Hal itu menyebabkan temperatur suhu bisa mencapai 40 derajat celcius lebih. 

“Jaga kesehatan agar bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Selain itu harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan jangan melanggar,” ujarnya. 

Editor: Supriyadi

Begini Tips Menjaga Kesehatan Selama Berhaji

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Menjaga kesehatan selama berhaji penting dilakukan untuk menunjang aktivitas ibadah agar tetap khusyuk. Mengonsumsi banyak air dan menghindari paparan sinar mentari terlalu lama sangat dianjurkan, karena saat ini temperatur Kota Suci Mekkah bisa mencapai 45 derajat celcius. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Jepara dr. Vita Ratih Nugraheni, Jumat (4/8/2017). Menurutnya, calon jamaah haji harus bisa mengenali kesehatan diri terlebih dahulu.

“Bagi yang memiliki penyakit kronis, diharapkan membawa stok obat yang akan dikonsumsi sendiri. Harus betul-betul disiapkan dan dikonsumsi secara teratur serta disiplin. Jangan lupa pula mengonsumsi makanan bergizi, sering minum air putih meskipun tidak haus dan olahraga ringan,” ucapnya. 

Dirinya berujar, saat ini cuaca di tempat berhaji bisa mencapai 45 derajat celcius. Disamping itu kondisi Mekah tidak memiliki banyak tumbuhan rindang, sehingga kondisi udara kering, tidak lembab seperti di Indonesia. 

Baca Juga : Tiga Calon Jamaah Haji Asal Jepara Meninggal Dunia

Dirinya juga mengimbau calon haji asal Jepara untuk memakai masker guna mengantisipasi paparan virus yang menyebar di udara, seperti influenza. Selain itu jika bepergian, Vita menyarankan agar membasahi masker untuk menjaga kelembapan. 

“Kalau di Jepara sebelum calon jamaah haji berangkat sudah mendapatkan imunisasi meningitis (radang selaput otak). Hal itu karena sudah menjadi aturan dari pemerintah Arab Saudi, karena di daerah tersebut penyakit tersebut ada terus. Seperti kalau disini ada penyakit demam berdarah,” tutur dia.

Disinggung mengenai calon jamaah berisiko tinggi, ia tidak menampiknya. Faktor risiko tinggi dilihat satu di antaranya dari umur jamaah, jika yang bersangkutan telah berumur 60 tahun lebih maka dapat dikategorikan risiko tinggi. 

Namun demikian, ia mengatakan tidak perlu khawatir akan hal tersebut selama calon haji berdisiplin akan kesehatan dirii sendiri.

Terkait makanan, Vita menyampaikan agar jamaah haji meneliti keterangan yang ada pada kotak makanan. “Biasanya kan ada peringatan, bainya dimakan sebelum jam berapa pada kotak makanan, jangan disimpan, namun segera dimakan. Sebab kalau tidak bisa basi,” tambahnya. 

Terakhir, ia mengimbau agar dalam salat berjamaah dapat memanfaatkan waktu dengan maksimal. Sehingga jamaah tidak terpapar sinar matahari terlalu lama. 

“Yang terpenting bagaimana agar tubuh jangan kelelahan, dan asupan makanan yang seimbang serta teratur,” tutup Vita.

Editor: Supriyadi

Tiga Calon Jamaah Haji Asal Jepara Meninggal Dunia

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Jumlah calon jamaah haji dari Jepara menyusut menjadi 1.104 orang. Hal itu karena tiga calon haji meninggal dunia, sebelum pemberangkatan. 

“Tiga orang calon jamaah haji meninggal dunia, dua karena sakit sedangkan satu orang lagi mengalami kecelakaan,” ujar Kasi Haji dan Umrah Kemenag Jepara Ali Arifin, Jumat (4/8/2017). 

Ia mengungkapkan, sebelumnya jumlah haji asal Jepara adalah 1.107 orang. Mereka tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yakni 41, 93, 94, dan 95, yang mulai diberangkatkan pada Selasa (8/8/2017). 

Untuk itu, Ali berpesan supaya para calon jamaah selalu menjaga kesehatan sebelum hari pemberangkatan.

Saat ini, lanjut Ali, pantauan kesehatan jemaah haji bukan saja dilakukan oleh Kemenag, namun melibatkan instansi terkait yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. 

Hanya saja, hingga hari ini, pihaknya belum menerima daftar calon jamaah haji yang terlalu berisiko hingga dibatalkan pemberangkatannya. 

“Kami selalu mengimbau calon haji untuk menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup. Untuk Ketua Rombongan dan Ketua Regu juga sudah diberikan informasi terkait penjagaan kesehatan. Penaganan haji dilakukan lintas instansi bukan hanya Kemenag,” tambahnya. 

Ali menguraikan, tidak ada perubahan jadwal pemberangkatan haji. Setelah kloter 41 berangkat pada tanggal 8 Agustus, kloter 93 akan berangkat pada tanggal 24 Agustus 2017 dan dua kloter 94 dan 95 pada keesokan harinya. 

“Di sini (Jepara) pada pemberangkatan kloter 41 akan dilepas oleh Bupati dari Pendapa Kabupaten Jepara. Setelah sampai di Embarkasi Donohudan Solo pukul 18.00 umpamanya, maka akan diberangkatkan pada jam yang sama keesokan harinya,” tutupnya. 

Adapun, pada rencana pemberangkatan awal pemberangkatan terdapat 355 pada kloter 41, sementara pada kloter 93 ada 103 jamaah. Sedangkan untuk kelompok terbang 94 355 jamaah dan 95 terdapat 294 calon jamaah haji. 

Editor: Supriyadi

Sebanyak 29 Calhaj di Jepara Lunasi Biaya Haji Tahap 2

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 29 calon jemaah haji telah melunasi biaya haji di tahap kedua. Mereka adalah calon haji yang masuk dalam kategori penggabungan mahrom, pendamping lansia maupun gagal sistem. 

“Hingga senin (22/5/2017), telah ada 29 orang yang melunasi kewajiban mereka. Dengan demikian, sudah semua calon haji yang melunasi, karena kuota yang kita dapatkan adalah sejumlah itu,” kata Ali Arifin Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jepara. 

Ia menyebutkan, dari kuota Jepara yang memperoleh 1.113 calon jemaah haji, sebanyak 1.074 calhaj telah melunasi biaya perjalanan haji pada tahap pertama. Kemudian, Ali menjelaskan, sisa sebanyak 39 kursi yang tak dilunasi dikembalikan lagi ke Kanwil Kemenag Jateng untuk menjadi kuota tingkat provinsi, yang digabungkan dengan kabupaten lain. 

Setelah menjadi kuota provinsi Jawa Tengah, lantas dibagi-bagikan pada kabupaten yang ada di provinsi itu. Adapun untuk Jepara yang memenuhi syarat sebanyak 29 calhaj, untuk periode pelunasan tahap kedua.

“Jadi mereka sebelum tenggat waktu telah menyelesaikan kewajiban mereka semua. Batasnya sampai tanggal 2 Juni 2017,” ujarnya.

Dirinya menyebut, pada pelunasan tahap dua, terdiri dari lansia sebanyak 10 orang, pendamping lansia 5 orang dan penggabungan mahrom 14 orang. 

Adapun setelah prosesi tersebut, para jemaah akan melalui proses manasik haji. Diperkirakan tahapan tersebut diadakan seminggu selepas Idul Fitri. “Belum kita rapatkan, namun rancangannya sesudah hari raya,” tutup Ali.

Editor : Kholistiono

Kemenag Jepara Imbau Warga Waspadai Tawaran Paket Umrah Murah

Suasana pelayanan di kantor Kementerian Agama Jepara pada bagian Seksi Haji dan Umrah. Saat ini, Kemenag Jepara melakukan pengawasan ketat terhadap penyelenggara jasa umrah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara terus mengawasi penyelenggara umrah di kabupaten tersebut. Di samping itu, calon jemaah juga diminta waspada dengan tawaran paket umrah yang tak wajar. 

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jepara Ali Arifin menyebut, saat ini di Bumi Kartini hanya terdapat satu penyelenggara resmi umrah. Jika warga ingin melaksanakan ibadah tersebut, ia meminta agar lebih teliti sebelum berangkat. 

“Saat ini baru satu penyelenggara umrah di Jepara yang terdaftar secara resmi. Ada satu lagi di Kecamatan Kembang yang mengajukan izin. Nah jika ingin berangkat umrah sebaiknya mengecek apakah perusahaan penyelenggara umrah itu valid atau tidak,” katanya, Kamis (1/6/2017).

Menurutnya, kroscek terhadap data perusahaan penyelenggara umrah kian mudah. Hal itu karena adanya fasilitas berbasis telepon pintar bernama Umroh Pintar. 

Dengan aplikasi itu, kata Ali, calon jemaah umrah bisa mengecek keabsahan penyelenggara. Jika resmi, maka data perusahaan jasa perjalanan umrah akan tertera pada sistem. 

Di samping itu, Kemenag juga semakin dimudahkan dalam memonitor penyelenggara umrah dan jemaahnya. Hal itu karena, setiap kali pembuatan paspor diharuskan melapor ke instansi tersebut, lebih dahulu. “Sekarang kalau bikin atau memeroleh rekomendasi paspor untuk umrah harus lewat sini (Kemenag) dahulu,” tuturnya.

Dengan pola seperti itu, petugas langsung mengetahui apakah jemaah menggunakan layanan resmi atau bodong. Jika penyelenggara tak menyertakan izin perusahaan, maka Kemenag tak bisa melakukan validasi terkait pembuatan paspor untuk keperluan umrah.

Ali menyatakan, pola tersebut dibuat untuk melindungi para jemaah dari penyelenggara umrah tak bertanggungjawab. Hal itu mencegah adanya penelantaran jemaah.

Di samping itu, pihaknya meminta warga agar mewaspadai ongkos berumrah yang terlalu murah.”Paling minim biaya yang dibutuhkan untuk umrah itu sekitar Rp 19 juta. Nah jika ada penyelenggara umrah yang mempromosikan di bawah angka tersebut, katakanlah Rp 15 juta, hal itu perlu diwaspadai,” tutup Ali.

Editor : Kholistiono

39 Calhaj di Jepara Tak Lunasi Biaya Penyelenggaraan Haji

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tak lunasi biaya haji, sebanyak 39 calon jemaah haji, gagal berangkat tahun ini. Kini kursi mereka berpeluang terisi oleh jemaah lain.

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin menjelaskan, 39 calhaj yang tak melunasi kewajiban pembayaran secara otomatis tak bisa berangkat pada tahun ini. Namun mereka masih berkesempatan berhaji di tahun depan.

Dirinya mengatakan, akan ada pengajuan kuota pelunasan calhaj tahap kedua. Tahap itu, menurutnya dikhususkan untuk calon yang gagal sistem, penggabungan mahrom atau lansia. 

“Jadwalnya dimulai pada tanggal 22 Mei 2017 hingga 2 Juni 2017. Namun perlu diketahui, tahap dua bukan kelanjutan dari tahap satu,” ucapnya.

Namun demikian, dirinya belum mengetahui berapa kuota untuk pelunasan tahap dua. Akan tetapi, pihaknya telah mengajukan sekitar 50 calhaj untuk itu. 

“Setelah sampai waktunya, pelunasan nanti nama-nama itu akan muncul kemudian kami hubungi agar melakukan pelunasan,” imbuhnya. 

Adapun, dari kuota calhaj Kabupaten Jepara sebanyak 1.113 orang, dengan kondisi itu baru 1.074 yang telah melakukan pelunasan. 

Editor : Kholistiono

Kemenag Jepara Siapkan Calhaj Cadangan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Menghindari kekosongan kursi haji karena gagal berangkat, Kemenag Jepara telah menyiapkan 66 kursi calon haji cadangan. Adapun, kuota haji reguler yang diterima Kabupaten Jepara tahun 2017 ini berjumlah 1.113 orang. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jepara Ali Arifin mengatakan, saat ini tengah menyelesaikan tahap pelunasan pembayaran haji, dari calon reguler. Hingga Selasa (25/4/2017) lalu telah tercatat 991 calhaj yang menyetor bukti pembayaran dari bank ke seksi haji dan umrah. 

Dirinya menjelaskan, pelunasan untuk calhaj reguler akan berakhir pada hari Selasa (2/5/2017). Setelahnya akan dimulai tahap kedua yang dikhususkan untuk penggabungan mahrom, lansia atau gagal sistem pada 22 Mei sampai 2 Juni. Kemudian dilaksanakan pelunasan untuk calhaj cadangan. 

“Calhaj yang terdaftar sebagai cadangan di Jepara jumlahnya ada 66 jemaah. Namun tidak semuanya siap berangkat tahun ini. Calhaj cadangan yang siap melunasi biaya perjalanan haji dan siap berangkat berjumlah sembilan orang,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ada kasus yang menyebabkan seorang calhaj gagal berangkat, karena sakit. Untuk menghindari kekosongan kursi, maka calhaj cadangan yang akan mengisi tempat mereka. 

Ali menjelaskan, pelunasan biaya haji untuk calhaj cadangan bisa dilakukan sewaktu-waktu jika memang ada jemaah yang urung terbang. Hal itu bergantung dari kesiapan untuk melunasi biaya haji.

Editor : Kholistiono 

494 Calhaj di Jepara Telah Lunasi Biaya Haji

Suasana pelunasan biaya haji tahap I tahun 2017 di Kantor Kemenag Jepara, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 494 calon haji (calhaj) dari 1.113 calhaj di Jepara telah lunasi biaya haji tahap I tahun2017. Adapun, tenggat pelunasan adalah tanggal 5 Mei 2017. 

Dikatakan Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin, proses pelunasan biaya haji dibuka mulai Senin (10/4/2017) lalu. Ia merinci, biaya haji tahun ini adalah sebesar Rp 35.664.700 per orang. 

“Biaya setoran awal di bank sekitar Rp 25 juta. Sedangkan untuk pelunasan biaya haji adalah sekitar Rp 10 juta. Data tersebut merupakan rekap sejak senin (17/8/2017) kemarin. Kalau yang hari ini belum tersedia karena masih berjalan,” ucapnya.

Dirinya menyebut, kuota haji tahun 2017 memang lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 875 jemaah. Hal itu karena adanya tambahan kuota dari Pemerintah Arab yang kemudian didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Jepara. 

Ali menambahkan, untuk tahap I tidak ada perpanjangan tenggat pelunasan. Jika sampai telah sampai waktunya, maka pihaknya akan menutup proses pelunasan. 

“Setelah tahap I selesai akan ada pelunasan tahap kedua. Tahap tersebut dikhususkan untuk lansia, jemaah gagal sistem dan mereka yang sudah pernah berhaji serta penggabungan mahrom. Untuk tahap tersebut, dimulai tanggal 22 Mei hingga 2 Juni,” katanya.

Editor : Kholistiono

Kemenag Jepara Tunggu Surat Edaran Terkait Tambahan Kuota Jemaah Haji

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tambahan kuota jemaah haji Indonesia 2017 sebanyak 52.200 jemaah dari 168 ribu menjadi 221 ribu berdampak positif terhadap pengurangan daftar tunggu jemaah. Termasuk daftar tunggu jemaah haji dari Jepara yang saat ini hingga 23 tahun. 

Jumlah kuota tambahan ini, juga ditunggu-tunggu masyarakat Jepara yang sedang antre untuk berangkat ke Mekkah. Namun, sejak pengumuman penambahan kuota itu disampaikan Presiden Joko Widodo, Rabu (11/1/2017) malam dengan Menteri Agama, hingga Kamis (12/1/2017) ini Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara belum mendapat surat edaran terkait hal tersebut. 

”Kami masih menunggu. Kami juga sudah menghubungi Kantor Wilayah (Kanwil) tapi edaran memang belum turun,” kata Kasi Haji dan Umroh pada Kemenag Jepara Ali Arifin.

Jumlah jemaah haji yang dijadwalkan berangkat dari Jepara tahun ini sebanyak 852 jemaah sesuai dengan porsi yang diberikan Kanwil. Dengan adanya pengembalian kuota dari 80 persen menjadi 100 persen, secara otomatis Jepara juga akan mendapat bagian. 

“Sejauh ini kita belum tahu tambahan untuk Jepara. Penambahan ini akan berdampak pula pada daftar atrean. Daftar anterean untuk Jepara saat ini sampai 23 tahun,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, penambahan kuota positif untuk pengurangan daftar antrean. Namun, pihaknya belum bisa memprediksi sejauh mana penambahan kuota ini berpengaruh. Apakah nantinya hanya satu tahun, dua tahun, atau sampai di bawah 20 tahun masa antrean. ”Kalau sudah turun nanti dari Kanwil akan ada rincian perkiraan daftar tunggu. Kita tunggu saja penambahan ini,” ujarnya. 

Sementara itu, saat disinggung mengenai biaya haji 2017, pihaknya mengatakan bahwa, saat ini masih di kisaran Rp 35 juta per jemaah. “Hal itu belum bisa dipastikan karena biaya haji mengikuti naik turun nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kalau berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya ya ada yang hanya Rp 32 juta, Rp 34 juta sampai 37 juta,” ucapnya. 

Selain itu, terkait antisipasi jemaah yang berangkat melaui jalur luar negeri, pihaknya sudah mensosialisikannya pada pihak-pihak terkait.”Kita mengimbau agar masyarakat tak menggunakan jalur tersebut. Karena itu di luar jalur yang sudah ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

43 Calon Jemaah Haji di Jepara Gagal Berangkat Tahun ini

Latihan manasik haji beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Latihan manasik haji beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 43 calon jemaah haji yang semestinya berangkat tahun ini dipastikan gagal, lantaran tidak melunasi biaya haji sampai batas akhir yang telah ditentukan. Hal itu disampaikan Kasi Pelaksana Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara Ali Arifin.

Menurutnya, kuota jemaah haji Kabupaten Jepara, tahun ini sebanyak 857 orang. Dari jumlah tersebut, baru 814 calon jemaah yang sudah melunasi pembayaran biaya haji. Sedangkan sisanya tidak melakukan pelunasan, sehingga terpaksa kuota bagi mereka diganti dengan calon jemaah cadangan.

“Calon jemaah haji yang sudah masuk kuota berangkat yang tidak melunasi pembayaran, maka pemberangkatannya ditunda tahun depan. Sedangkan, sisa kuota akan diisi oleh calon jemaah haji yang sudah masuk daftar tunggu pemberangkatan tahun depan,” ujar Ali Arifin, Selasa (21/6/2016).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kuota yang kosong akibat calon jemaah tak melunasi pembayarn akan diisi calon jemaah cadangan yang sudah melakukan pelunasan pembayaran ibadah haji. Dari 43 calon jemaah haji cadangan, baru 26 orang yang sudah melakukan pelunasan pembayaran. “Kalau calon jemaah cadangan, misal tahun ini tidak melakukan pelunasan, tahun depan pasti berangkat asalkan melakukan pelunasan,” terangnya.

Dia juga mengemukakan, untuk calon jemaah haji yang masuk dalam kategori tahap dua, yaitu lansia, penggabungan suami istri anak dan orang tua, batas akhir pelunasan pembayaran ibadah haji pada 30 Juni 2016. Tahun ini, Kantor Kemenag Jepara mengusulkan 100 orang yang masuk dalam kategori tahap dua.  Namun yang lolos seleksi dari pusat hanya 35 jemaah.

 “Meski biaya haji tahun ini sama dengan tahun lalu, fasilitas akomodasi tahun ini malah bagus-bagus. Ada penambahan makan. Kalau di makan biasanya hanya mendapat jatah makan sekali, tahun ini dapat dua kali,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ikuti perkembangan berita terbaru melalui media sosial kami :

Fanpage : Muria News Com

Twitter : @Muria News Com

Youtube : Muria Channel

 

Tunggu Surat Resmi Pusat, Kemenag Jepara Emoh Ngira-ngira Besaran Biaya Haji Tahun Ini

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriNewsCom, Jepara – Beredarnya kabar turunnya biaya haji tahun ini  ternyata belum sepenuhnya dibenarkan pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan, Kepala Kemenag Jepara, Muhdi mengaku balum mendapatkan informasi resmi dari pusat mengenai kabar tersebut.

”Memang lewat media massa ada informasi itu, tetapi secara resmi belum dapat pemberitahuan dari pusat,” ujar Muhdi kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan adanya penurunan biaya haji. Sebab, setiap tahun ada pembaruan beberapa hal, khususnya  mengenai biaya. Untuk itu, dia saat ini masih menunggu pengumuman resmi mengenai kabar tersebut.

”Kalau untuk biaya awal masih biasa, Rp 25 juta. Mengenai pelunasan dibayar diakhir menjelang pemberangkatan,” katanya.

Dia mengemukakan, mengenai dana atau biaya tersebut, urusannya ada di pusat. Pihaknya hanya mengetahui angkanya saja. Termasuk mengenai kuota atau jatah haji yang berangkat untuk masyarakat Jepara.

Hanya, tahun ini yang dipastikan bakal berangkat pad Agustus nanti ada sekitar 857 orang saja. Kuota tersebut berkurang dibanding kuota tahun lalu yang mencapai 997 orang.

“Tahun ini jadwal pemberangkatan untuk Jawa Tengah dimulai tanggal 8 Agustus 2016. Untuk kuota pertahunnya itu dari pusat, bukan dari kami,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam mengatur jatah kuota yang berangkat duluan ketika ada kuota tambahan, maka yang diutamakan adalah yang berusia tua alias lansia. Sedangkan mengenai jamaah haji yang sudah haji, tidak diperbolehkan berangkat lagi.

Editor: Supriyadi

Duh, Daftar Haji di Jepara Sekarang, Berangkatnya Masih Nunggu Tahun 2037

Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara, Muhdi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara, Muhdi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Antusiasme masyarakat Kabupaten Jepara untuk beribadah haji sangat tinggi. Faktanya, daftar antrean untuk ibadah haji tahun 2016 ini sudah mencapai 20 ribu orang. Sehingga, ketika daftar sekarang, dapat dipastikan bakal berangkat pada tahun 2037.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Jepara, Muhdi. Menurutnya, setiap tahun jumlah masyarakat yang daftar haji memang semakin banyak. Padahal setiap tahunnya, kuota haji untuk Kabupaten Jepara hanya berkisar antara 800 hingga seribu orang saja.

”Saat ini antrean sudah sampai 20 ribu lebih. Jadi nunggu sampai 20 tahun. Ini membuktikan antusias masyarakat sangat tinggi,” ujar Muhdi kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, tahun ini yang dipastikan bakal berangkat pada Agustus nanti ada sekitar 857 orang saja. Kuota tersebut berkurang dibanding kuota tahun lalu yang mencapai 997 orang.

”Tahun ini jadwal pemberangkatan untuk Jawa Tengah dimulai tanggal 8 Agustus 2016. Untuk kuota pertahunnya itu dari pusat, bukan dari kami,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, dalam mengatur jatah kuota yang berangkat duluan ketika ada kuota tambahan, maka yang diutamakan adalah yang berusia tua alias lansia. Sedangkan mengenai jamaah haji yang sudah haji, tidak diperbolehkan berangkat lagi.

”Kalau pengen haji lagi, harus nunggu 10 tahun kemudian baru boleh daftar dan mengantre,” katanya.

Editor: Supriyadi

Manasik Haji ini Pertama Kali Digelar di Jepara

Tampak siswa melakukan manasik haji di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tampak siswa melakukan manasik haji di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Manasik haji yang digelar oleh Yayasan Ismailiyah dan diikuti sedikitnya 700 siswa dan guru MTs – MA Ismailiyah pada Kamis (29/10/2015), ternyata merupakan manasik haji pertama dengan peserta siswa MTs dan MA di Kabupaten Jepara. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara Muhdi saat membuka acara manasik haji tersebut.

Dia mengaku tidak menyangka kalau manasik yang dilakukan sekolah tersebut dilakukan siswa MTs dan MA.

“Saya tidak menyangka manasik ini selain baru pertama kali di Jepara. Karena biasanya manasik hanya untuk anak-anak PAUD, TK, dan para calon jemaah haji saja. Tapi saya juga tidak menyangka manasik ini persis seperti yang ada di sana,” ujar Muhdi.

Muhdi sangat mengapresiasi dengan adanya manasik haji tersebut. Edukasi semcam itu, menurutnya, perlu dilakukan setiap tahunnya. Dan Ia megaku salut dengan kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah satu jamaah manasik haji dari rombongan kelas X MA Ismailiyyah Siti Kholilur Hajaroh mengaku senang mengikuti kegiatan manasik haji yang diadakan sekolahnya. Dan itu menjadi pengalaman pertamanya.

“Bayangan saya melakukan ibadah haji itu saya pikir sulit. Tapi setelah mengikuti manasik haji ini ternyata haji itu mudah,” ungkapnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)