Jamaah Haji Grobogan Belum Pulang, Jatah Air Zam-zam Sudah Datang

Jatah air zam-zam bagi jamaah haji sudah tersimpan di gudang Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Seluruh jamaah haji dari Grobogan saat ini masih ada di Makkah. Meski demikian, jatah air zam-zam yang diperuntukkan bagi para jamaah haji ternyata sudah tiba, beberapa hari lalu.

Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenang Grobogan Fahrurrozi saat dimintai komentarnya membenarkan jika jatah air zam-zam buat jamaah sudah tiba. Jatah air zam-zam itu dikemas dalam galon ukuran 5 liter.

”Jatah air zam-zam ini jumlahnya sesuai dengan banyaknya jamaah haji kita. Saat ini, jatah air zam-zam kita simpan di gudang Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi dan dibagikan pada jamaah saat mereka pulang nanti,” katanya, Rabu (23/8/2017)

Menurutnya, pada beberapa tahun terakhir, jatah air zam-zam itu didistribusikan ke daerah. Sebelumnya, jatah air zam-zam itu dibagikan pada jamaah berada ketika masih ada di embarkasi Donohudan.

Dengan kebijakan baru ini dinilai lebih efektif karena akan mempercepat proses kepulangan jamaah menuju daerah asal. Sebab, jamaah tidak perlu mengantri untuk mengambil jatah air zam-zam di embarkasi.

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Mulai Bertolak ke Mekkah

Sebagian jemaah haji kloter 17 mengikuti pembekalan mengenai teknis pemberangkatan ke Mekkah dan pelaksanaan ibadah umrah di Madinah. (istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah delapan hari berada di Madinah, rombongan jemaah haji asal Grobogan yang tergabung dalam Kloter 17 mulai bergeser ke Mekkah. Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Mekkah setelah menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.

“Hari ini, jemaah dijadwalkan menuju Mekkah. Jadwalnya, setelah Ashar,” kata Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (10/8/2017).

Jumlah jemaah keseluruhan ada 351 orang. Dari jumlah ini, kemungkinan ada satu jemaah yang terpaksa tertinggal dulu di Madinah karena dirawat di rumah sakit.

“Laporan terakhir, ada satu jemaah kita yang sakit. Mudah-mudahan, kondisinya sudah membaik dan bisa bersama-sama jemaah lainnya berangkat ke Mekkah,” sambung Hambali.

Kasubag Umum Kantor Kemenag Grobogan Ali Ichwan menambahkan, saat ini, semua jemaah sudah melakukan persiapan untuk pindah ke Mekkah.

Kemudian, para ketua rombongan, ketua regu serta petugas juga sudah mendapat pembekalan untuk disampaikan pada anggotanya. Yakni, pembekalan teknis pemberangkatan ke Mekkah serta penjelasan mengenai pelaksanaan ibadah umrah yang akan kita laksanakan.

“Doakan saja, semua jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” kata Ali yang saat ini ada di Madinah sebagai salah satu pendamping haji kloter 17 itu.

Editor : Ali Muntoha

Jumlah Jemaah Haji Grobogan Bertambah 15 Orang

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 15 orang dipastikan masuk dalam daftar tambahan jemaah haji Grobogan tahun 2017. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Senin (29/5/2017).

Menurutnya, tambahan jemaah itu berasal dari masa pelunasan BPIH tahap II mulai 22 Mei hingga 2 Juni mendatang. Pelunasan tahap II ini diperuntukkan bagi beberapa kriteria. Yakni, penggabungan mahrom, lanjut usia, dan jamaah yang sudah pernah berhaji.

“Dari pelunasan tahap II ini, ada 15 jemaah dari Grobogan yang masuk porsi keberangkatan. Terdiri, 7 jemaah yang masuk kriteria penggabungan mahrom, 1 orang sudah pernah berhaji, dan sisanya adalah jemaah usia lanjut beserta pendampingnya,” jelasnya.

Dengan tambahan 15 orang tersebut, jumlah jemaah keseluruhan nantinya ada 980 orang. Sebelumnya, jumlah jemaah haji yang melunasi BPIH tahap I ada 959 orang serta 6 petugas TPHD.

Menurut Hambali, jemaah haji Grobogan nantinya akan tergabung dalam tiga kloter. Yakni, kloter 17 sebanyak 355 orang, kloter 64 diisi 301 orang, dan kloter 65 ada 310 orang.

Mengenai jadwal keberangkatan juga sudah ada kepastian. Di mana, kloter 17 akan berangkat dari pendapa kabupaten pada 1 Agustus. Kemudian, kloter 64 pada 15 Agustus dan kolter 65 berangkat 16 Agustus.

Dijelaskan, untuk kloter 17 seluruhnya berisi jemaah Grobogan. Sedangkan kloter 64 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang . Sementara, kloter 65 bergabung dengan jemaah haji dari Kodya Semarang.

Editor : Kholistiono

896 Calhaj Grobogan Sudah Lunasi BPIH 2017

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Batas akhir pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2017 masih cukup lama. Namun, sejauh ini sudah banyak calon jemaah haji (CJH) Grobogan yang melakukan pelunasan BPIH.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, total CJH Grobogan yang tercatat dalam data Siskohat ada 977 orang. Dari jumlah tersebut, sudah ada 896 orang yang melunasi BPIH. Angka BPIH tahun 2017 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 35.664.700.

“Tingkat pelunasan BPIH jamaah kita cukup bagus. Sampai kemarin, sudah ada 896 yang melakukan pelunasan. Jadi, tinggal 81 orang saja,” jelas mantan Kepala Kakemenag Kudus tersebut.

Menurut Hambali, batas akhir pelunasan BPIH masih cukup lama, yakni sampai 5 Mei mendatang. Dia mengingatkan para CJH agar mengingat batas akhir pelunasan BPIH supaya tidak terlambat.

“Kalau memang dananya sudah siap, sebaiknya langsung disetorkan untuk pelunasan,” katanya. 

Editor : Kholistiono

Proses Pembuatan Paspor Calhaj Grobogan Rampung

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pembuatan paspor bagi calon jemaah haji (CJH) Grobogan tidak mengalami hambatan. Mereka yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2017, sudah selesai mengikuti proses pembuatan paspor.

“Hari ini tadi proses pembuatan paspor terakhir bagi calon jemaah haji Grobogan. Calon jemaah yang mengurus paspor hari ini sekitar 50 orang,” jelas Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (27/4/2017).

Proses pembuatan paspor yang dilangsungkan di Kantor Imigrasi Semarang dan Unit Layanan Paspor di gedung HSBC Semarang. Pembuatan paspor dilakukan bergiliran dengan CJH kabupaten lain di wilayah eks Karesidenan Semarang.

“Proses pembuatan paspor baru sudah dimulai awal Februari lalu. Kemudian, ada sekitar 100 orang yang sudah punya paspor atau bikin secara pribadi,” jelasnya.

Menurut Hambali, jumlah CJH dari Grobogan yang dapat porsi keberangkatan tahun ini sebanyak 977 orang. Jumlah CJH ini ada penambahan sekitar 250 orang seiring adanya tambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

Editor : Kholistiono

Duh, Kolam di Depan Pendapa Kabupaten Grobogan Ini Bikin Risih Penjemput Jemaah Haji

Kondisi kolam yang berada di depan Pendapa Kabupaten Grobogan yang airnya terlihat keruh dan juga berbau, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi kolam yang berada di depan Pendapa Kabupaten Grobogan yang airnya terlihat keruh dan juga berbau, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Salah satu tempat favorit keluarga penjemput jemaah haji untuk menunggu kedatangan, biasanya adalah duduk di pinggiran kolam kecil di depan Pendapa Kabupaten. Namun, saat kedatangan jemaah haji kloter 72 dan 73, Sabtu (15/10/2016) kondisinya berbeda.

Pinggiran kolam yang di atasnya ada tulisan Kantor Bupati Grobogan itu tidak dipakai duduk-duduk keluarga penjemput haji. Ternyata, keengganan penjemput untuk duduk di situ disebabkan air yang ada di kolam tersebut kondisinya agak jorok.

“Air kolam ini jorok banget karena warnanya keruh dan agak berbau. Jadi, agak risih kalau mau duduk-duduk di situ. Biasanya, saya senang sekali duduk di situ kalau kebetulan ada acara di pendapa sini,” ungkap Titik Sofiani, salah seorang keluarga jemaah haji kloter 73.

Beberapa orang lainnya juga menyatakan kaget saat melihat kondisi kolah berukuran sekitar 3 x 1,5 meter itu. Sebab, biasanya airnya berwarna jernih. Termasuk air yang keluar dari pancurannya.

“Lha ini air mancurnya juga keluarnya keruh. Tumben kok hari ini airinya jadi kayak gini. Padahal biasanya jernih. Saya tahu persis karena sering main ke sini kalau sore,” kata Julianto, warga Kuripan yang mengantar sepupunya menjemput jemaah haji.

Dia menyayangkan joroknya kondisi air saat itu. Sebab, ada banyak orang yang melihat karena ada momen kepulangan jemaah haji.“Harusnya tadi dibersihkan dulu kolamnya. Jadi, tidak jadi bahan pembicaraan. Soalnya, lokasinya persis di depan pendapa jadi banyak yang lihat,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Jemaah Haji Grobogan yang Tergabung Dalam Kloter 72 dan 73 Tiba di Kampung Halaman

Jemaah haji asal Grobogan ketika tiba di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jemaah haji asal Grobogan ketika tiba di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dua rombongan jemaah haji Grobogan tiba dengan selamat di Pendapa Kabupaten, Sabtu (15/10/2016). Yakni, jemaah haji yang tergabung dalam kloter 72 dan 73.

Jemaah haji kloter 72 yang hanya diisi 9 orang tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Lantaran jumlahnya hanya sedikit, suasana di pendapa pagi itu tidak terlihat ramai. Kedatangan jemaah ini disambut beberapa pejabat Pemkab Grobogan.

Rombongan kedua, yakni jemaah haji kloter 73, tiba di Pendapa Kabupaten sekitar pukul 14.30 WIB. Jumlah jemaah semula di kloter 73 ada 159 orang. Namun, dari jumlah tersebut hanya 158 orang yang kembali dari Tanah Suci. Sebab, ada satu jemaah yang wafat. Yakni, Mufatakhah, jemaah dari Desa Jeketro, Kecamatan Gubug yang wafat di Makkah Rabu (5/10/2016) lalu.

“Alhamdulillah, dua kloter jemaah kita sudah kembali dengan selamat. Jadwal kedatangan dua kloter tadi tepat waktu. Secara keseluruhan, semua jemaah dalam kondisi sehat. Memang, tadi ada beberapa jemaah yang mengeluh kecapekan dan kita minta istirahat di poliklinik asrama haji,” kata Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan.

Ali menyatakan, jemaah haji dari Grobogan keseluruhan terbagi dalam tiga kloter. Yakni, kloter 46 sebanyak 354 orang yang semuanya jemaah dari Grobogan. Untuk rombongan jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 46 sudah tiba, Jumat (7/10/2016) lalu.

Kemudian, ada 9 orang yang masuk kloter 72 dan bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Kendal. Selanjutnya, ada 159 orang yang masuk kloter 73 dan gabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang.

Kedatangan jemaah kloter 73 disambut langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula, Sekda Grobogan Sugiyanto, Kabag Kesra Moh Arifin dan perwakilan FKPD. “Selamat datang kami ucapkan pada seluruh jemaah haji kloter 46. Semoga semuanya bisa mendapat pahala haji yang mabrur. Jangan lupa, setelah pulang untuk tetap menjaga kesehatan,” kata Sri saat menyambut kedatangan jemaah.

Editor : Kholistiono

Tidak Ada Perubahan Jadwal, Lusa Jemaah Haji Grobogan Kloter 72 dan 73 Tiba di Tanah Air

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Kepulangan dua kloter jemaah haji Grobogan tidak ada perubahan dari jadwal semula. Di mana, kloter 72 dan 73 direncanakan tiba di tanah air pada Sabtu (15/10/2016) lusa.

“Sampai saat ini, jadwal kepulangan jemaah kloter 72 dan 73 tidak ada perubahan. Kedua kloter ini, Insyaallah akan tiba Sabtu lusa,” kata Kepala Kemenag Grobogan Moh Arifin saat ditemui di kantornya, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, kedua kloter tersebut akan tiba dalam hari yang sama tetapi jamnya berbeda. Untuk kloter 72 dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara kloter 73 mendaratnya sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kalau jadwalnya tepat, diperkirakan kloter 72 tiba di Pendapa Kabupaten sekitar pukul 07.00 WIB. Sedangkan kloter 73 tiba siang sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Arifin menyatakan, jemaah haji dari Grobogan keseluruhan terbagi dalam tiga kloter. Yakni, kloter 46 sebanyak 354 orang yang semuanya jemaah dari Grobogan. Untuk rombongan jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 46 sudah tiba, Jumat (07/10/2016) lalu.

Kemudian, ada 9 orang yang masuk kloter 72 dan bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Kendal. Selanjutnya, ada 159 orang yang masuk kloter 73 dan gabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang.

Ditambahkan Arifin, untuk jemaah kloter 73 dipastikan berkurang satu orang karena meninggal dunia. Yakni,  Mufatakhah, jemaah dari Desa Jeketro, Kecamatan Gubug yang wafat di Makkah Rabu (5/10/2016).

Editor : Kholistiono

Tiba Lebih Awal, Banyak Jemaah Haji Grobogan Kloter 46 Terlambat Dijemput Keluarga

Rombongan jemaah haji Grobogan kloter 46 saat tiba di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (07/0/2016)(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rombongan jemaah haji Grobogan kloter 46 saat tiba di Pendapa Kabupaten Grobogan, Jumat (07/0/2016)(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sesuai rencana, rombongan jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 46 tiba di tanah air, Jumat (07/10/2016). Rombongan sebanyak 359 orang tiba di Pendapa Kabupaten sekitar pukul 04.40 WIB.

Kedatangan jemaah haji di pendapa ini lebih awal dari jadwal sebelumnya. Hal ini disebabkan pesawat yang mengangkut para jemaah mendarat lebih awal di Bandara Adi Sumarmo Solo.

Jadwal kedatangan semula, jemaah tiba di bandara pukul 02.15 WIB. Namun, pada pukul 01.05 WIB, pesawat yang mengangkut jemaah dari Madinah sudah mendarat.

Kemudian, pada pukul 01.45, rombongan jemaah sudah tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali dan dimasukkan ke dalam Gedung Muzdalifah. Setelah itu, dilakukan serah terima jemaah haji dari petugas embarkasi pada petugas daerah di dalam gedung tersebut.

Sedianya, jika pesawat mendarat sesuai jadwal sebelumnya, para jemaah akan melaksanakan Salat Subuh di Donohudan. Namun, lantaran pesawat tiba satu jam lebih awal, akhirnya jemaah langsung dipulangkan ke Grobogan.

“Terpaksa kita lakukan perubahan acara karena kedatangan jemaah ternyata lebih awal. Sehingga, Salat Subuhnya dikerjakan di komplek setda Grobogan,” kata Plt Kepala Kemenag Grobogan Ali Ichwan yang memimpin penjemputan jemaah di Asrama Donohudan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, rombongan jemaah haji meninggalkan Asrama Donohudan untuk pulang ke kampung halaman menggunakan delapan bus. Ada pula satu bus lagi yang disiapkan pihak panitia untuk cadangan. Dari rombongan jemaah tersebut, ada dua orang yang terpaksa pulang naik ambulans karena mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.

“Alhamdulillah, dari 359 jemaah yang masuk kloter 46 tidak ada yang tertinggal alias bisa pulang semuanya. Secara keseluruhan, semua jemaah dalam kondisi sehat. Memang, tadi ada beberapa jemaah yang mengeluh kecapekan dan kita minta istirahat di poliklinik asrama haji,” imbuh Ali.

Rombongan jemaah kloter 46 ini akhirnya tiba di Pendapa Kabupaten sekitar pukul 04.30 WIB. Begitu turun dari bus, para jemaah langsung diminta menunaikan Salat Subuh terlebih dahulu sebelum pulang.

Kedatangan jemaah disambut langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula, Sekda Grobogan Sugiyanto dan Kabag Kesra Moh Arifin. “Selamat datang kami ucapkan pada seluruh jemaah haji kloter 46. Semoga semuanya bisa mendapat pahala haji yang mabrur. Jangan lupa, setelah pulang untuk tetap menjaga kesehatan,” kata Sri Sumarni saat menyambut kedatangan jemaah.

Di sisi lain, kedatangan jemaah lebih awal dari rencana itu juga sempat bikin repot. Sebab, banyak jemaah yang terpaksa harus menunggu jemputan cukup lama dari pihak keluarganya.

Hal ini terjadi lantaran dalam pemberitahuan sebelumnya, jemaah haji dijadwalkan tiba di pendapa kabupaten pukul 06.30 WIB. Tetapi, pada kenyataannya, jemaah sudah datang di situ dua jam lebih awal.

Datangnya jemaah lebih awal juga sempat bikin kecele beberapa pejabat. Sebab, ketika datang ke pendapa pukul 06.30 WIB, sesuai dengan undangan tetapi suasana di situ sudah lengang lantaran semua jemaah sudah pulang.

Editor : Kholistiono

Tengah Malam Nanti Jemaah Haji Grobogan Kloter 46 Dijadwalkan Tiba di Solo

Jemaah Haji Grobogan Kloter 46 sedang bersiap pulang menuju tanah air. Mereka sudah berada di pesawat untuk bertolak ke tanah air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jemaah Haji Grobogan Kloter 46 sedang bersiap pulang menuju tanah air. Mereka sudah berada di pesawat untuk bertolak ke tanah air. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kepulangan jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 46 Embarkasi Solo berjalan sesuai rencana semula. Hari ini, rombongan berjumlah 354 orang tersebut sudah bertolak dari Bandara Madinah sekitar pukul 09.45 waktu setempat atau 13.45 WIB.

“Saat ini, kami sudah berada di Bandara Madinah untuk pemeriksaan imigrasi dan menunggu waktu keberangkatan. Mohon doanya, agar perjalanan pulang ke tanah air berjalan lancar,” ungkap Agus Harjito, Ketua Regu Kloter 46 melalui pesan singkatnya, Kamis (06/10/2016).

Sementara itu, Plt Kepala Kemenag Grobogan Ali Ichwan ketika dikonfirmasi menyatakan, perjalanan dari Madinah sampai Solo memakan waktu sekitar 10 jam. Dengan demikian, rombongan jemaah kloter 46 diperkirakan tiba di Solo, Jumat dini hari nanti sekitar pukul 02.00 WIB.

Terkait dengan kepulangan jemaah tersebut, pihaknya sudah menyiapkan panitia penjemputan. Rencananya, malam ini, tim penjemput akan berangkat menuju Solo pukul 22.00 WIB.

“Segala sesuatu yang berkaitan dengan kepulangan jemaah haji kloter 46 sudah kita persiapkan. Kita harapkan, semuanya bisa berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Menurut Ali, setelah tiba di Solo, jemaah tidak langsung dibawa pulang. Tetapi, mereka akan diberangkatkan ke Grobogan setelah menunaikan salat Subuh dulu di sana.

Diperkirakan, jemaah baru tiba di Pendapa Kabupaten Grobogan sekitar pukul 07.00 WIB. Rencananya, Bupati Grobogan Sri Sumarni akan menyambut kedatangan jemaah bersama pejabat lainnya.

Disinggung soal jemaah Grobogan lainnya yang masuk kloter 72 dan 73, Ali menyatakan, semua dalam keadaan sehat. Saat ini, jemaah dua kloter itu sudah berada di Madinah. “Rabu malam kemarin, jemaah kloter 72 dan 73 sudah bergeser ke Madinah. Untuk jemaah dua kloter ini nanti pulangnya pada 15 Oktober,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Rombongan Jemaah Haji Blora Singgah di Masjid Baitul Makmur Purwodadi

Jemaah haji dari Blora meninggalkan Masjid Baitul Makmur Purwodadi setelah menunaikan salat zuhur, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jemaah haji dari Blora meninggalkan Masjid Baitul Makmur Purwodadi setelah menunaikan salat zuhur, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebelum kembali ke kampung halaman, rombongan jemaah haji Blora yang baru pulang dari Tanah Suci sempat singgah sejenak di Kota Purwodadi. Tepatnya, di Masjid Baitul Makmur yang berada di sebelah Alun-alun Purwodadi untuk menunaikan salat zuhur.

“Kalau kita jalan terus sampai Blora, maka akan kehabisan waktu zuhur. Makanya, kita berhenti sebentar untuk salat di sini,” kata Dwiyanto, salah seorang petugas dari Kemenag Blora yang ikut menjemput kepulangan para jemaah haji tersebut.

Rombongan haji yang sudah kembali ini merupakan jemaah yang tergabung dalam kloter 39. Jumlahnya ada 353 orang. Rombongan ini tiba di Embarkasi Solo, Selasa (04/10/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. “Alhamdulillah, semua jemaah dalam kondisi sehat. Beberapa hari lagi, masih ada satu kloter jemaah yang tiba,” imbuh Dwi.

Usai melaksanakan salat, rombongan jemaah bergegas naik ke dalam bus. Sebab, saat itu turun gerimis. Ada delapan kendaraan yang mengangkut jemaah dari Solo hingga Blora.

Beberapa jemaah yang sempat ditemui mengaku sangat bersyukur bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat. Mereka juga mengaku bisa mendapat kemudahan selama menunaikan ibadah haji. “Alhamdulillah, kita bisa beribadah dengan lancar. Mohon doanya agar perjalanan pulang ke rumah tidak ada halangan di jalan,” kata Sarwi, salah satu jemaah yang berasal dari Cepu.

Editor : Kholistiono

Ini Informasi Terkini Kondisi Jemaah Haji Grobogan di Tanah Suci

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto (paling kanan) bersama para jemaah haji sedang bersiap untuk berziarah di kota Makkah. (Istimewa)

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto (paling kanan) bersama para jemaah haji sedang bersiap untuk berziarah di kota Makkah. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Grobogan – Posisi sebagian jemaah haji Grobogan saat ini sudah berpindah tempat. Khususnya, jemaah haji yang tergabung dalam kloter 46. Mereka sudah meninggalkan kota Makkah menuju Madinah, beberapa hari lalu.

“Benar Mas. Jemaah haji Grobogan kloter 46 sudah bergeser ke Madinah sejak Senin (27/09/2016) kemarin,” kata Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto, saat dihubungi lewat pesan singkat, Kamis (29/09/2016).

Menurut Kisbi, untuk jemaah haji Grobogan kloter 72 dan 73 baru akan meninggalkan Makkah menuju Madinah pada 5 Oktober 2016 mendatang. Hal itu terjadi lantaran waktu keberangkatan jemaah haji tidak bersamaan. Rombongan kloter 46 berangkat sepekan lebih awal dari jemaah kloter 72 dan 73.

Disinggung kondisi para jemaah, Kisbi menyatakan, semuanya dalam keadaan sehat wal afiat. Saat ini, para jemaah masih memaksimalkan ibadah selama berada di Makkah. Seperti, melakukan umroh sunnah, salat maktubah 5 waktu, i’tikaf, tawaf sunnah, dan membaca Alquran.

Selain beribadah, jemaah juga memanfaatkan waktu untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota Makkah. Seperti, di Jabal Tsur yang di situ ada gua tempat Nabi Muhammad bersembunyi dari kejaran kaum Quraish.

Tempat lainnya, adalah Jabal Nur yang ada Gua Hira, tempat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali. Selain itu, Jabal Rahmah di Padang Arafah yang jadi tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah turun dari surga juga dikunjungi para jemaah.

“Lokasi lain yang dikunjungi jemaah adalah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Letaknya, di sebelah timur Masjidil Haram dekat tempat sa’i. Rumah tersebut masih terawat dengan baik tetapi sekarang dialihfungsikan sebagai maktabah atau perpustakaan,” jelas Dosen STAIN Kudus yang jadi pendamping jemaah haji Grobogan kloter 73 itu.

Disinggung lokasi pemondokan, Kisbi menyatakan, maktab jemaah ada di Mahbas Jin. Lokasi pemondokan ini jaraknya sekitar 2,5 km dengan Masjidi Haram.“Kalau mau ke masjid, jemaah tinggal naik Bus Salawat yang sudah disediakan di sana. Jumlah bus ini banyak dan gratis,” imbuh Kisbi.

Editor : Kholistiono

Calhaj Grobogan Kloter 72 dan 73 Sudah Tiba di Makkah

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua rombongan terakhir jemaah calon haji Grobogan, yakni kloter 72 dan 73 sudah tiba di Tanah Suci. Saat ini, posisi para jemaah sudah berada di kota Makkah.

Kasubag TU Kemenag Grobogan Ali Ichwan menyatakan, dari laporan yang didapat petugas di tanah suci, jemaah bertolak menuju tanah suci, Senin (05/09/2016) pukul 08.00 WIB. Rombongan ini mendarat di Jeddah sekitar pukul 18.00 WIB pada hari yang sama.

“Seluruh jemaah kloter 72 dan 73 tidak ada yang tertinggal. Semuanya, bisa diberangkatkan dan saat ini sudah berada di Makkah,” kata Ali yang saat ini juga menjabat jadi Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Dikatakan, jumlah jemaah calon haji Grobogan yang masuk kloter 72 hanya sembilan orang saja. Mereka bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Kendal. Sedangkan, jemaah kloter 73 ada 159 orang dan bergabung dengan Kabupaten Semarang.

Beberapa hari sebelumnya, satu rombongan jemaah yang tergabung dalam kloter 46 sudah lebih dulu diberangkatkan. Rombongan sebanyak 354 orang itu dilepas keberangkatannya dari Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (27/08/2016) dinihari. Dalam rombongan kloter 46 ini terdapat pula Kepala Kemenag Grobogan Muh Arifin beserta istri yang berhaji secara pribadi.

Menurut Ali, keberangkatan jemaah calon haji dari Grobogan masuk pada gelombang dua. Artinya, tujuan pertama para jemaah langsung menuju Makkah. Sedangkan, untuk gelombang pertama, para jemaah haji lebih dulu singgah di Madinah sebelum bergeser ke Makkah.

“Kedatangan jemaah kita di tanah suci ini sudah mendekati puncak pelaksanaan ibadah haji. Jadi, waktu adaptasinya cukup singkat. Untuk itu, kami sebelumnya sudah menghimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan dan banyak minum air putih. Sebab, informasinya saat ini kondisi di sana sedang puncak musim panas,” imbuh Ali.

Editor : Kholistiono

2 Calhaj Asal Grobogan yang Sempat Tertahan di Filipina Sudah Kembali ke Kampung Halaman

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Di antara calon haji Indonesia yang sempat ditangkap dan ditahan otoritas Filipina, ternyata ada dua orang yang berasal dari Grobogan. Yakni, pasangan suami istri Susilo dan Murni, warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh.

Setelah tertahan beberapa hari di Filipina, keduanya akhirnya bisa dipulangkan ke tanah air bersama calon haji lainnya. Dan, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB, suami istri ini dikabarkan sudah sampai di kampung halamannya.”Dua warga saya yang sempat jadi rombongan calon haji lewat Filipina sudah pulang tadi pagi. Namun, saya belum sempat menemui mereka,” kata Kades Kenteng Sofwan.

Menurutnya, sebelumnya, dia tidak tahu kalau dua warganya itu akan berangkat haji. Soalnya, selama ini, mereka berdua lebih banyak tinggal di Jakarta, karena punya usaha warung makan di sana. Kemungkinan, warganya itu mendaftar haji lewat biro di ibu kota.

Informasi yang didapat menyebutkan, setelah dijemput pulang oleh pemerintah, rombongan calon haji illegal itu diserahkan ke pemrov masing-masing. Selanjutnya, pagi tadi selepas subuh Pemrov Jateng menyerahkan mereka ke pemkab.

Dari 177 calon haji, disebut ada 18 orang yang dari Jateng. Rinciannya, 14 dari Jepara, 2 dari Grobogan dan 2 lagi dari Blora. Sementara itu, pihak Kemenag Grobogan ketika dikonfirmasi justru tidak tahu jika ada dua warga Grobogan yang jadi bagian calon haji yang tertahan di Filipina tersebut.

“Kita malah baru tahu. Soalnya tidak ada tembusan. Nanti, kita minta pihak KUA Kecamatan Toroh untuk segera ke sana,” ungkap Kasubag TU Ali Ichwan yang saat ini merangkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Editor : Kholistiono

Semua Calhaj Asal Grobogan Sudah Berada di Makkah

Rombongan jemaah calon haji Grobogan kloter 46 saat acara pemberangkatan di halaman Pendapa Kabupaten Grobogan, beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rombongan jemaah calon haji Grobogan kloter 46 saat acara pemberangkatan di halaman Pendapa Kabupaten Grobogan, beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rombongan jemaah calon haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 46, saat ini posisinya sudah berada di kota Makkah. Jemaah haji ini bertolak dari Bandara Adi Sumarmo pada Minggu (28/8/2016) dini hari pukul 02.55 WIB dan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sore harinya. Dari Jeddah, rombongan ini menempuh perjalanan darat menuju Makkah.

“Keberangkatan jemaah kita menuju tanah suci masuk dalam gelombang dua. Jadi, jemaah langsung menuju Makkah terlebih dahulu. Kalau yang gelombang pertama langsung menuju Madinah dulu baru ke Makkah,” terang Kasubag TU Kemenag Grobogan Ali Ichwan yang saat ini juga menjabat jadi Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Senin (29/8/2016).

Dijelaskan, jumlah jemaah kloter 46 ini sebanyak 354 orang. Dari jumlah ini, ada satu jemaah yang tidak bisa diberangkatkan bersama rombongan lantaran sakit saat tiba di Asrama Haji Donohudan, sehari sebelum waktu pemberangkatan ke tanah suci.

Setelah kondisinya membaik, satu jemaah ini akhirnya bisa diberangkatkan ke Tanah Suci, tetapi penerbangannya diikutkan dengan kloter 48. “Ada satu jemaah perempuan yang terpaksa diikutkan dengan penerbangan kloter berikutnya. Satu jemaah ini sekarang sudah berada di Makkah dan bergabung dengan rombongan asalnya,” jelas Ali.

Menurut Ali, selain kloter 46 masih ada dua rombongan jemaah haji lainnya yang menunggu jadwal keberangkatan. Yakni, kloter 72 yang diisi 9 orang, dan kloter 73 ada 162 orang.

Untuk kloter 72 nantinya akan bergabung dengan jemaah calon haji dari Kabupaten Kendal. Sementara, kloter 73 bergabung dengan jemaah calon haji dari Kabupaten Semarang.

“Dua kloter ini akan berangkat dari Pendapa Kabupaten pada waktu bersamaan, pada 4 September. Jadwal keberangkatannya selepas Subuh seperti kloter 46 kemarin,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

354 Calhaj Asal Grobogan Diberangkatkan Menuju Donohudan

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi pimpinan FKPD menyalami ketua regu jemaah calon haji kloter 46 di Pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi pimpinan FKPD menyalami ketua regu jemaah calon haji kloter 46 di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (27/8/2016) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rombongan jemaah calon haji Grobogan kloter 46 diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (27/8/2016). Sebelum diberangkatkan, para jemaah sempat menunaikan salat subuh berjamaah terlebih dulu di Pendapa Kabupaten Grobogan.

Total ada 354 jemaah haji yang dilepas keberangkatannya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta jajaran FKPD dan pejabat terkait. Dalam rombongan kloter 46 ini terdapat pula Kepala Kemenag Grobogan Muh Arifin beserta istri yang berhaji secara pribadi.

Ada delapan bus yang mengangkut jemaah haji kloter 46 menuju Donohudan. Namun, ada satu jemaah pria yang terpaksa diberangkatkan bersama rombongan dengan ambulans lantaran kondisinya sedang sakit.

“Satu jemaah dari Wirosari ini tidak sakit serius, tetapi merasa kurang sehat karena kelelahan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka satu jemaah ini kita naikkan ambulans saja menuju Donohudan,” kata Kasubag TU Kemenag Grobogan Ali Ichwan yang saat ini juga menjabat jadi Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Menurut Ali, jumlah jemaah haji kloter 46 ini sebenarnya ada 355 orang. Namun, ada satu jemaah yang terpaksa tertunda keberangkatannya karena masih dirawat di rumah sakit sampai saat ini.

Ditambahkan, sesampai di Donohudan, seluruh jemaah nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Rencananya, Minggu pukul 03.00 WIB, jemaah haji akan diterbangkan menuju Tanah Suci.

“Sampai sejauh ini, tidak ada kendala yang dialami jemaah kita. Termasuk urusan paspor juga tidak ada yang bermasalah. Doakan saja semua jemaah diberikan kelancaran,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni meminta para jemaah haji untuk selalu bersikap ikhlas selama berada di tanah suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes. Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Mulai sekarang sebaiknya konsentrasi penuh agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di tanah suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar serta jaga persatuan. Tanggal 2 September nanti saya juga berangkat haji dan Insyaallah bisa ketemu lagi di sana,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

1 Calon Haji Asal Grobogan Gagal Berangkat

 Jemaah calon haji Grobogan saat mengikuti acara pamitan haji di Pendapa Kabupaten beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Jemaah calon haji Grobogan saat mengikuti acara pamitan haji di Pendapa Kabupaten beberapa hari lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah jemaah calon haji dari Grobogan yang beberapa hari lagi berangkat ke tanah suci berkurang satu orang. Hal ini menyusul adanya satu orang jemaah perempuan yang menyatakan mengundurkan diri karena tengah mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit di Semarang.

“Identitas jemaah yang mengundurkan diri ini saya lupa. Yang jelas, jemaah perempuan dan kalau tidak salah dari Kecamatan Gubug. Posisi jemaah, saat ini masih opname di rumah sakit,” kata Kepala Kantor Kemenag Grobogan Moh Arifin.

Terkait adanya pengunduran diri itu, Arifin meminta agar dilengkapi pemberitahuan atau pernyataan resmi dan dilampiri surat keterangan sakit dari pihak dokter ataupun rumah sakit. Hal ini diperlukan untuk mempermudah pengurusan administrasinya.

“Bagi jemaah yang mundur, biaya yang sudah disetorkan tidak hilang. Jemaah ini, nantinya akan dapat prioritas keberangkatan tahun berikutnya jika kondisi kesehatannya sudah membaik,” sambungnya.

Arifin menyatakan, Jumlah jemaah kita keseluruhan ada 527 orang. Mereka nanti akan tergabung dalam tiga kloter. Yakni, kloter 46 sebanyak 357 orang, kloter 72 diisi 9 orang, dan kloter 73 ada 162 orang.

Dijelaskan, untuk kloter 46 seluruhnya berisi jemaah Grobogan. Sedangkan kloter 72 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Kendal. Sementara, kloter 73 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang.

Mengenai jadwal keberangkatan, untuk kloter 46 akan berangkat dari Pendapa Kabupaten pada 27 Agustus. Kemudian, kloter 72 dan 73 berangkat dalam waktu bersamaan pada 4 September.“Keberangkatan jemaah Grobogan menuju tanah suci ikut dalam gelombang dua. Jadi, nanti jemaah langsung menuju Makkah terlebih dahulu,” terangnya.

Arifin mengimbau pada semua jemaah untuk selalu menjaga kesehatan. Sebab, pelaksanaan haji membutuhkan fisik yang prima agar semua rangkaian ibadah bisa dilakukan dengan sempurna.

 Editor : Kholistiono

 

Pada Acara Pamitan Haji, Bupati Grobogan Keluarkan Pernyataan yang Bikin Kaget Banyak Orang

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis mengalungkan syal tanda identitas jemaah calon haji dalam acara pamitan haji di Pendapa Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni secara simbolis mengalungkan syal tanda identitas jemaah calon haji dalam acara pamitan haji di Pendapa Kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni ternyata bakal menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun keberangkatannya tidak lewat jalur reguler tetapi melalui ONH Plus. Rencananya, Sri Sumarni bakal bertolak menuju tanah suci pada 2 September mendatang.

“Jika tidak ada halangan, tanggal 2 September nanti saya juga akan berangkat haji. Jadi, nanti kita bisa bertemu di tanah suci,” kata Sri saat menghadiri acara pamitan haji di Pendapa Kabupaten, Sabtu (20/8/2016).

Pernyataan yang dilontarkan Sri Sumarni ini tak ayal sempat membikin kaget banyak orang. Tidak hanya jemaah calon haji saja, namun banyak pejabat yang juga ikut kaget mendengar pernyataan tersebut. Pasalnya, sejauh ini tidak pernah terdengar kabar kalau Sri Sumarni bakal berangkat haji.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat mendoakan agar perjalanan para jemaah calon haji diberi kelancaran dan kemudahan. Sebaliknya, dia juga meminta agar para jemaah juga mendoakan supaya dirinya diberikan pula kemudahan dan kelancaran saat berhaji nanti.

Kepada para petugas haji, Sri juga meminta agar mereka bisa mengemban tugas dengan amanah. Yakni, dengan memberikan pelayanan maksimal pada jamaah selama berada di tanah suci.“Tugas pendamping ini sangat berat. Untuk itu, saya minta agar para petugas ini bisa bersikap sabar dan amanah selama menjalankan tugas,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Moh Arifin menyatakan, jemaah haji Grobogan nantinya akan tergabung dalam tiga kloter. Yakni, kloter 46 sebanyak 357 orang, kloter 72 diisi 9 orang, dan kloter 73 ada 162 orang.“Jumlah jemaah kita keseluruhan ada 527 orang. Keberangkatan jemaah Grobogan menuju tanah suci ikut dalam gelombang dua. Jadi, nanti jemaah langsung menuju Makkah terlebih dahulu,” terangnya.

Mengenai jadwal keberangkatan, untuk kloter 46 akan berangkat dari Pendapa Kabupaten pada 27 Agustus. Kemudian, kloter 72 dan 73 berangkat dalam waktu bersamaan pada 4 September.

Dijelaskan, untuk kloter 46 seluruhnya berisi jemaah Grobogan. Sedangkan kloter 72 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Kendal. Sementara, kloter 73 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang.

Arifin mengimbau pada semua jemaah untuk selalu menjaga kesehatan. Sebab, pelaksanaan haji membutuhkan fisik yang prima agar semua rangkaian ibadah bisa dilakukan dengan sempurna.

Editor : Kholistiono

 

Keberangkatan Sudah Dekat, Calon Haji Grobogan Diimbau Jaga Kesehatan

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Moh Arifin saat membuka pelatihan manasik haji di Masjid Jabalul Khoir Purwodadi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Moh Arifin saat membuka pelatihan manasik haji di Masjid Jabalul Khoir Purwodadi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Grobogan Moh Arifin meminta semua calon haji agar menjaga kesehatan. Sebab, keberangkatan jemaah dari Grobogan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Jadwal keberangkatan tinggal sekitar 20 hari lagi. Untuk itu, jaga kesehatan sebaik mungkin. Kami juga mengimbau kepada keluarga calon haji untuk ikut menjaga kondisi kesehatan saudara atau orang tuanya,” pesannya.

Selain waktunya sudah dekat, imbauan itu juga dilontarkan Arifin terkait adanya laporan beberapa calon haji yang menderita sakit. Bahkan, satu orang ada yang dirawat inap dan menjalani cuci darah.

“Barusan saya dapat laporan ada calon haji yang menjalani cuci darah di Semarang. Mudah-mudahan, calon haji ini segera diberi kesembuhan dan bisa berangkat sesuai jadwal,” katanya.

Menurut Arifin, calon jemaah haji Grobogan nantinya akan tergabung dalam tiga kloter. Yakni, kloter 46 sebanyak 355 orang, kloter 72 diisi 9 orang, dan kloter 73 ada 159 orang.

“Jumlah jemaah kita keseluruhan ada 523 orang. Keberangkatan jemaah Grobogan menuju tanah suci ikut dalam gelombang dua. Jadi, nanti jemaah langsung menuju Makkah terlebih dahulu,” terangnya.

Mengenai jadwal keberangkatan juga sudah ada kepastian. Kloter 46 akan berangkat dari Pendapa Kabupaten pada 27 Agustus. Kemudian, kloter 72 dan 73 berangkat dalam waktu bersamaan pada 4 September.

Dijelaskan, untuk kloter 46 seluruhnya berisi jemaah Grobogan. Sedangkan kloter 72 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Kendal. Sementara, kloter 73 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Semarang.

Editor : Kholistiono

 

Jumlah CJH Grobongan Masih Ada Peluang Bertambah

Jemaah haji asal Grobogan yang berangkat tahun lalu (MuriaNewsCom)

Jemaah haji asal Grobogan yang berangkat tahun lalu (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 519 orang sudah dipastikan masuk dalam daftar calon jemaah haji (CJH) tahun 2016. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Grobogan Moh Arifin saat dikonfirmasi Selasa (12/7/2016).

Jumlah CJH Grobogan, kemungkinan masih bisa bertambah. Sebab, masih ada beberapa orang lagi yang masuk daftar tambahan. Hanya saja, sejauh ini, daftar tambahan ini belum dapat kepastian resmi.“Calon jemaah haji kita yang sudah pasti sebanyak 519 orang. Untuk tambahan kuota memang memungkinkan, tetapi kita masih tunggu kepastiannya,” jelas Arifin.

Disinggung soal jumlah kloter keberangkatan, Arifin menyatakan, untuk sementara CJH dari Grobogan terbagi dalam tiga kloter. Namun, bisa jadi, jumlah kloternya ada dua saja. Hal ini, mengingat jumlah jemaah masih cukup tertampung jika dimasukkan dalam dua kloter.

Mengenai jadwal keberangkatan jemaah pertama, akan dimulai 8 Agustus. Sedangkan, jadwal keberangkatan CJH Grobogan, rencananya dilangsungkan 27 Agustus. ”Yang terpenting saat ini, semua CJH saya minta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Khususnya, menjaga kesehatan, karena waktu keberangkatan sudah dekat,” imbuhnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Sampai Segitunya…! Untuk Dapatkan Air Zam-zam, Jemaah Haji Sampai Rela Mengikatnya di Paha

haji_W

Tasyakuran jemaah haji yang dilakukan di Pendapo Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Salah satu oleh-oleh yang jadi idaman jemaah haji adalah air zam-zam. Meski demikian, untuk mendapatkan tambahan air zam-zam diluar jatah yang sudah diberikan sangat sulit dilakukan. Sebab, pemeriksaan yang dilakukan terhadap para jemaah sangat ketat.

”Untuk itu kami berharap agar pihak Kemenag mengupayakan agar ada kemudahan dalam membawa tambahan air zam-zam bagi jemaah haji. Tidak perlu banyak, satu atau dua liter saja sudah cukup,” kata perwakilan jemaah haji Grobogan KH Rukhani LC dalam acara tasyakuran jemaah haji di pendopo kabupaten, siang tadi.

Pimpinan Ponpes Pelita Danyang itu menyatakan, semua jemaah memang mendapatkan jatah air zam-zam sebanyak 5 liter. Namun, air zam-zam yang jatah itu kesannya biasa saja.

Hal itu dirasa berbeda dengan air zam-zam yang diambil langsung para jemaah dari Masjidil Haram. Makanya, banyak jemaah berusaha dengan berbagai cara untuk bisa membawa pulang air zam-zam yang diambil dari sana.

”Dari cerita para jemaah, air zam-zam itu ada yang ditaruh dalam botol kemasan plastik dan diikatkan dipaha. Dengan trik ini, sebagian bisa lolos membawa pulang sampai tanah air dan banyak pula yang tidak bisa karena diketahui petugas pemeriksa. Untuk itu, agar tidak terjadi seperti ini, sebaiknya ada kelonggaran dalam membawa pulang air zam-zam,” katanya.

Acara tasyakuran jemaah haji ini, dihadiri Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Hadir pula Kakemenag Arifin dan Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo serta beberapa unsur FKPD setempat.

Dalam kesempatan itu, Bambang Pudjiono menyatakan, secara keseluruhan, rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai sudah cukup baik. Yakni, mulai kegiatan pembekalan, pemberangkatan hingga pemulangan. Meski demikian, hendaknya pihak Kemenag tetap melakukan evaluasi terhadap kemungkinan adanya kekurangan atau keluhan yang disampaikan jemaah.

“Proses kepulangan jemaah kloter 56 maupun 57 juga cukup lancar berkat kesigapan panitia dan petugas keamanan yang melakukan langkah antisipasi dengan baik,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Pulang Haji, Jemaah Grobogan Diantar Ambulans

Salah satu jemaah haji Sudarso tampak menjalani perawatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu jemaah haji Sudarso tampak menjalani perawatan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Satu orang jemaah haji Grobogan kloter 57, Payo bin Samad Suro terpaksa tidak bisa dibawa pulang ke Purwodadi karena sakit. Begitu turun di Bandara Adisumarmo Solo, jemaah dari Desa Depok, Kecamatan Toroh itu langsung dilarikan ke RS Muwardi.

Selain itu, ada dua lagi jemaah yang sakit dan masih bisa ikut pulang bersama rombongan. Namun, keduanya terpaksa harus dibawa dengan ambulans hingga sampai di pendapa kabupaten.

Dua jemaah yang sakit ini masing-masing, Darto bin Kasnadi, warga Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan dan Sudarso bin Walisan Radi, warga Desa Telogorejo, Kecamatan Tegowanu.

Dua jemaah yang dibawa ambulans ini tiba di pendapa sekitar pukul 21.30 WIB atau 30 menit lebih dulu dari rombongan bus.

Kedatangan 8 bus yang mengangkut jemaah disambut Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro. Pada sore harinya, Icek juga hadir ditempat yang sama untuk menyambut kepulangan jemaah kloter 56.

Menurut Icek, secara keseluruhan, rangkaian pelaksanaan ibadah haji dinilai sudah cukup baik. Yakni, mulai kegiatan pembekalan, pemberangkatan hingga pemulangan. Meski demikian, hendaknya pihak kemenag tetap melakukan evaluasi terhadap kemungkinan adanya kekurangan atau keluhan yang disampaikan jemaah.

“Proses kepulangan jemaah kloter 56 maupun 57 hari ini juga cukup lancar berkat kesigapan panitia dan petugas keamanan yang melakukan langkah antisipasi dengan baik. Kepada para jemaah saya ucapkan selamat dan semoga jadi haji mabrur,” katanya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Cuaca Mendung Sambut Kedatangan Jemaah Haji Grobogan Kloter 56

Rombongan jemaah haji asal Grobogan saat tiba di pendopo kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rombongan jemaah haji asal Grobogan saat tiba di pendopo kabupaten (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rombongan jemaah haji Grobogan kloter 56 sore tadi sekitar pukul 15.45 WIB akhirnya tiba di pendopo kabupaten. Kepulangan jemaah kloter 56 ini tidak berselisih jauh dari jadwal kedatangan yang diumumkan sebelumnya. Jemaah haji kloter 57 rencananya akan tiba di Purwodadi malam nanti sekitar pukul 22.00 WIB.

Jika hari-hari sebelumnya cuaca panas menyengat, namun hari ini kondisinya lain dari biasanya. Sepanjang hari mendung cukup tebal menyelimuti langit di atas Kota Purwodadi.

Kedatangan 183 jemaah langsung disambut histeris anggota keluarga yang sudah menunggu beberapa jam sebelumnya. Begitu enam bus berhenti di pelataran pendopo, sebagian anggota keluarga jemaah seolah tidak sabar ingin membuka pintu kendaraan.

Namun, petugas yang dikerahkan dalam prosesi kedatangan meminta semua jemaah tetap berada di bus. Sebab, sebelumnya akan dilakukan proses upacara penyambutan kedatangan jemaah yang dilakukan Pemkab Grobogan.

“Alhamdulillah kami bisa kembali dengan selamat. Dari kloter 56 ada dua jemaah yang meninggal di Makkah karena sakit,” kata Kabag Kesra Pemkab Grobogan Moh Arifin yang jadi petugas haji dan pimpinan kloter 56. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jemaah Haji Grobogan Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Besok

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Kepastian kepulangan jemaah haji Grobogan akhirnya mendapat titik terang. Dimana, seluruh rombongan rencananya akan tiba di tanah air, Selasa (20/10) besok.

Hal ini ditegaskan Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi saat dikonfirmasi terkait kepulangan jemaah haji.

“Sampai siang tadi, tidak ada informasi perubahan jadwal. Dengan demikian, Insyaallah besok seluruh jemaah akan tiba di tanah air. Mohon doanya agar semua jemaah kembali dengan selamat,” ungkapnya.

Ia menyatakan, jemaah haji asal Grobogan yang terbagi dua kloter dijadwalkan tiba di Asrama Donohudan dalam hari yang sama, tetapi waktunya berbeda. Untuk kloter 56 dijadwalkan tiba pukul 12.25 WIB. Sedangkan kloter 57 tiba pukul 18.30 WIB.

”Saat ini, para jemaah kita ada di Madihan dan sudah bersiap-siap untuk menunggu waktu kepulangan ke tanah air. Informasinya, jemaah nanti pulangnya langsung dari Bandara Madinah, tidak melalui Jeddah. Kondisi jemaah saat ini dalam keadaan sehat,” katanya.

Ditambahkan, untuk proses penjemputan jemaah, nanti dilakukan di pendopo kabupaten. Sama seperti saat keberangkatan. Sementara untuk pengambilan koper dan jatah air zam-zam di tempatkan di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi.

Untuk memperlancar kepulangan, pihaknya sudah membagikan undangan penjemputan kepada keluarga jemaah serta kartu pengambilan koper dan air zam-zam. Fahrur mengimbau kepada keluarga jemaah yang belum mendapat undangan penjemputan agar segera menghubungi Kantor Kemenag Grobogan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Hilang Beberapa Hari, Jamaah Asal Grobogan Meninggal di Makkah

Cipto Suyono jamaah haji asal Grobogan yang meninggal di Makkah akibat serangan jantung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Cipto Suyono jamaah haji asal Grobogan yang meninggal di Makkah akibat serangan jantung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kabar duka datang lagi dari Tanah Suci Makkah. Satu lagi jamaah haji Grobogan dari Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Cipto Suyono bin Supodo dilaporkan meninggal dunia.

”Dari laporan yang kita terima, Bapak Cipto Suyono meninggal Senin, (11/10). Jamaah ini sebelumnya tergabung dalam kloter 56,” ungkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Menurutnya, dari kabar yang didapat dari ketua kloter, beberapa hari sebelum meninggal, jamaah berusia 56 tahun itu sempat menunaikan ibadah umrah sunnah bersama beberapa orang lainnya. Usai umrah, Cipto pamit mau buang air kecil di toilet yang ada di Masjidil Haram.

Namun, hingga cukup lama Cipto tidak kunjung bergabung bersama rekannya yang menunggu. Akhirnya, rombongan ini mencoba menyusul ke toilet untuk mencari keberadaannya. Hingga beberapa jam, rombongan ini tidak berhasil menemukan Cipto dan memutuskan kembali ke maktab.

”Sesampai di maktab, ternyata juga tidak ada. Saat jemaah bergeser menuju Madinah keesokan harinya, kabar jamaah yang hilang ini tidak berhasil didapat. Setelah jamaah berada di Madinah, baru ada kabar kalau Pak Cipto meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah karena terkena serangan jantung,” jelas Fahrur.

Dengan meninggalnya Cipto Suyono tersebut, berarti total ada tiga jemaah haji Grobogan yang berpulang. Sebelumnya, Jumat (18/9/2015) jamaah asal Kradenan, Siti Khotimah dilaporkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah. Kemudian, satu jamaah lagi yang wafat adalah Siti Khamdanah binti Kasbun Kasmiri. Warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, yang tergabung dalam kloter 56 ini meninggal Senin, (28/9/2015) saat berada di Makkah. (DANI AGUS/TITIS W)