Haryanto Dukung Peluang Investasi Pembangunan Pabrik Semen di Pati

uplod saiki berita wingi 2 (e)

Sejumlah narasumber yang berbicara soal investasi di Kabupaten Pati dalam “Dialog Investasi” di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menilai, pro dan kontra pembangunan pabrik semen di Pati sebagai sesuatu yang wajar. Namun, pihaknya akan terus mendukung pembangunan pabrik semen sebagai peluang investasi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi.

“Pro dan kontra itu sudah biasa dan wajar. Kalau sudah paham akan pentingnya investor dalam membangun ekonomi masyarakat, nantinya juga akan tahu sendiri. Mereka nantinya pasti akan menikmati dampak ekonomi yang baik saat pabrik semen dibangun,” kata Haryanto dalam dialog Investasi di Pasar Pragola Pati, Senin (25/4/2016).

Ia mengatakan, kebijakan umum dan program pembangunan Pati saat ini berorientasi pada terbukanya investasi yang diharapkan bisa menopang “multiplier effect” ekonomi masyarakat Pati. Hal itu untuk mendukung kebijakan pembangunan nasional yang pro poor, pro job, pro growth, dan pro environment.

“Pemkab akan menggenjot kombinasi dari upaya pembangunan infrastruktur dan peranan bipartit dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Pati. Efeknya bisa mendongkrak pendapatan daerah dan menjadi stimulasi pertumbuhan ekonomi Pati,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Dirut PT Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, keberadaan pabrik semen di Pati akan meningkatkan ekonomi warga Pati, termasuk pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM). “Berbagai usaha makanan, transportasi, konveksi, laundry dan jasa pendukung industri lainnya akan diserap oleh industri semen,” kata Christian.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Investasi Pabrik Semen di Pati Diklaim Perbaiki Ketergantungan Kebutuhan Semen Jateng

Investasi Pabrik Semen di Pati Diklaim Perbaiki Ketergantungan Kebutuhan Semen Jateng

uplod saiki berita wingi 1 (e)

Dirut PT Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya (kanan) saat menjadi narasumber dalam Dialog Investasi di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati  Kabupaten Pati yang semula dikenal sebagai kota pensiunan saat ini mulai bergeliat menjadi kota pro investasi. Sejumlah industri dan hotel bermunculan dalam beberapa waktu terakhir.

Tak terkecuali perusahaan Semen PT Indocement yang menginvestasikan dananya senilai Rp 7 triliun untuk membangun pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng. Pembangunan pabrik semen itu diharapkan akan memperbaikai ketergantungan kebutuhan semen di Jawa Tengah yang selama ini dipasok dari pabrik semen dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Kegagalan memenuhi kebutuhan semen yang meningkat akan membuat pembangunan Indonesia terhambat, meningkatkan ketergantungan impor terutama dari Tiongkok, dan membuat upaya pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit terlaksana,” ujar Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya dalam Dialog Investasi bertajuk “Membaca Peluang Investasi di Pati” di Pasar Pragola Pati, Senin (25/4/2016).

Ia mengatakan, Kabupaten Pati punya potensi sumber daya alam (SDA) bahan baku semen yang baik dan cukup untuk dikembangkan. Sarana dan prasarana pendukung seperti listrik dan pelabuhan di Pati dinilai cukup memadai.

Selain itu, Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jawa Tengah dan Kabupaten Pati sudah memberikan peluang bagi investasi industri semen, baik dalam konteks penambangan maupun pabrik. Karena itu, pihaknya mengaku sudah siap membangun pabrik semen di Pati dengan persiapan yang sangat matang.

Ditanya soal dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pembangunan pabrik semen, Christian memastikan keberadaan pabrik Indocement tidak akan mengganggu lingkungan. Pihaknya akan membangun pabrik semen berwawasan lingkungan.

“Siapa bilang keberadaan pabrik semen akan menghilangkan air dan sawah. Kita tidak pernah menambang sumber mata air. Itu kebohongan yang luar biasa bila ada yang bilang keberadaan pabrik semen akan menghilangkan air dan sawah. Kami akan bangun pabrik dengan wawasan lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Yusril Sebut Putusan PTUN Semarang Terkait Rencana Pabrik Semen Banyak Kejanggalan

Massa tolak semen memblokade jalur pantura Pati hingga enam jam yang menyebabkan jalan macet total pada Juli 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa tolak semen memblokade jalur pantura Pati hingga enam jam yang menyebabkan jalan macet total pada Juli 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kuasa hukum PT Indocement Yusril Ihza Mahendra menganggap, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang membatalkan izin lingkungan pembangunan pabrik semen di Pati banyak kejanggalan.

Yusril menilai, judex facti yang berwenang memeriksa fakta dan bukti perkara tidak melihat dan mengetahui perundang-undangan secara komprehensif terkait dengan kawasan peruntukan pertambangan, sehingga putusan itu dinilai prematur. Terlebih, judex facti hanya menilai objek sengketa tidak sah, karena tidak sesuai dengan perda yang dinilai lemah.

“Padahal, PT Sahabat Mulia Sakti sudah melaksanakan proses penyusunan analisis dampak mengenai lingkungan (amdal) seperti yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto PP Nomor Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan juncto Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan juncto Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup,” ujar Yusril kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016).

Karena itu, Yusril menilai, judex facti keliru dalam menilai peraturan perundang-undangan dan tidak cermat dalam mempertimbangkan dalil-dalil jawaban pembanding II yang dulu menjadi tergugat II intervensi secara utuh.

“Terjadi penarikan kesimpulan hukum yang keliru atas perkara a quo, sehingga kami ajukan permohonan banding kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya untuk meninjau ulang pertimbangan dan amar putusan PTUN Semarang,” katanya.

Editor : Kholistiono

Gunung Kendeng Bakal Ditanami Ribuan Pohon Bertuah

Kekeringan melanda wilayah pegunungan Kendeng beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kekeringan melanda wilayah pegunungan Kendeng beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Beragam bencana mulai dari kekeringan panjang, banjir bandang, hingga angin puting beliung yang melanda Kabupaten Pati bagian selatan membuat sejumlah kalangan prihatin. Salah satunya, komunitas yang tergabung dalam Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP).

Mereka menilai, penyebab beragam bencana yang melanda Pati bagian selatan ditengarai karena rusaknya hutan di pegunungan Kendeng. Karena itu, sebuah agenda untuk menanam seribu pohon non profit akan dicanangkan di sana pada Minggu (27/12/2015) mendatang.

Koordinator KAAP Nashiruddin kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/12/2015) mengatakan, sedikitnya ada 1.100 pohon non profit yang akan ditanam, seperti pohon beringin, asem, juwar, jambu mete, dan beragam tanaman non profit lainnya.

“Sebelum ditanam, kami bersama dengan penduduk setempat akan menggelar doa bersama agar pohon yang ditanam kelak bisa melindungi warga yang hidup di dalamnya dari beragam bencana seperti banjir bandang, longsor maupun kekeringan. Kami benar-benar berharap pohon-pohon itu kelak bisa mengayomi dan menghidupi,” katanya.

Ia menambahkan, tak ada ritual khusus dalam mendoakan pohon-pohon itu agar bisa menjadi “benteng” atau “pagar” bagi Pegunungan Kendeng. “Tidak ada ritual khusus. Kami hanya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebelum melepas ribuan pohon itu agar menjadi berkah,” imbuhnya.

Ribuan pohon itu didapatkan dari penggalangan dana yang dilakukan KAAP mulai awal Desember hingga 15 Desember 2015. Dana yang terkumpul tersebut dibelanjakan hingga mendapatkan sekitar 1.100 pohon.

“Kami nanti akan bekerja sama dengan masyarakat Sumber Sentul, Dukuh Misik, Sukolilo, Pati, komunitas motor SGRC, dan beberapa SD seperti SD Tambaharjo, Tambakromo, Sukolilo dan Jatiroto. Warga Pati bisa ikut bersama kami untuk mendukung dan menyelamatkan Gunung Kendeng,” Pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Wong Samin Tak Mau Ajaran Leluhur Ditabrakkan Isu Semen

ejumlah penganut ajaran Samin berkumpul di rumah Mbah Sundoyo. Mereka tidak mau ajaran leluhur ditabrakkan dengan isu semen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah penganut ajaran Samin berkumpul di rumah Mbah Sundoyo. Mereka tidak mau ajaran leluhur ditabrakkan dengan isu semen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Polemik pendirian pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng akan menemukan puncaknya pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (17/11/2015) besok.

Dalam perjalanannya, polemik pendirian pabrik semen sempat membawa nama sedulur sikep sebagai salah satu pengikut ajaran Samin Surosentiko yang menolak pendirian pabrik semen. Namun, hal tersebut dibantah wong Samin.

Bantahan itu dilakukan, karena mereka tidak mau ajaran leluhur mereka ditabrakkan dengan polemik pro dan kontra pendirian pabrik semen. “Sebagai sedulur sikep, kami tidak mau dilibatkan dalam politik praktis. Dan, kami juga tidak mau ajaran leluhur dibenturkan dengan kepentingan apapun,” ujar Sumadi, penganut ajaran Samin saat ditanya MuriaNewsCom, Senin (16/11/2015).

Sikap itu dilakukan untuk menyelamatkan warga sedulur sikep yang saat ini berjumlah sekitar 800 orang di Pati. “Kami ingin penganut Samin itu netral dan murni. Jangan paksakan kami untuk ikut pro atau kontra dalam kepentingan industrialisasi pabrik semen,” pungkasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)