DPRD Jateng Pantau Kesiapan Penyelenggaraan Popnas Gulat di Grobogan

Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan dalam rangka monitoring kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Selasa (11/7/2017). Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari itu dilakukan dalam rangka pantauan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat yang akan dilangsungkan di Grobogan pertengahan September mendatang.

“Beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Kami kesini untuk memantau sejauh mana kesiapannya dan kendala yang dihadapi. Kalau ada kendala nanti dari Pemprov juga akan ikut mencarikan solusi,” kata Hasan.

Rombongan wakil rakyat Jateng diterima Sekda Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat bupati. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono, Sekretaris KONI Grobogan Edi Susanto, perwakilan dari Disporapar Jateng, KONI Jateng dan Pengurus PGSI Jateng maupun Grobogan.

Dalam kesempatan itu, Hasan menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih awal. Sebab, jumlah personel yang terlihat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlit dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

“Pelaksanaan Popnas akan ditempatkan di GOR Purwodadi. Meski waktunya masih sekitar dua bulan lagi namun mulai sekarang harus dipersiapkan dengan baik supaya pelaksanaan Popnas bisa sukses,” jelasnya.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

“Peralatan pertandingan seperti matras dan lainnya tentu harus tersedia. Kemudian, untuk toilet di dalam GOR juga harus kita benahi. Nantinya, untuk kesiapan penyelenggaraan Popnas gulat akan kita bahas lebih lanjut dengan semua instansi terkait. Yang pasti, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar even Popnas gulat terselenggara dengan baik,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

Sabet 12 Medali, Kontingen Grobogan Juara Umum Kejurda Gulat

Kontingen gulat Grobogan meluapkan kegembiraan usai meraih prestasi mengesankan di ajang Kejurda Gulat Kadet dan Remaja di Magelang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih pegulat Grobogan dalam even Kejurda Gulat Kadet dan Remaja yang berakhir Minggu (26/3/2017). Dalam kejurda yang dilangsungkan di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang tersebut kontingen Grobogan mampu meraih juara umum kategori remaja.

“Untuk kategori remaja kita mampu tampil jadi juara umum. Sedangkan di kategori kadet, kita kalah dari Surakarta,” kata pelatih tim gulat Grobogan Ukky Juli Setyawan, di Grobogan, Senin (27/3/2017).

Secara keseluruhan, kontingen Grobogan berhasil meraih 12 medali dalam ajang tersebut. Terdiri 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.

Pada kategori remaja, pegulat Dwi Ayu di kelas 52 kg pada gaya bebas putri dan Yudina Andika di kelas 76 kg pada gaya bebas putra. Kedua pegulat ini akhirnya dinobatkan sebagai atlet terbaik.

Kemudian, dua pegulat gaya bebas, Irfan yang tampil di kelas 69 kg dan Aufa Nonik di kelas 60 kg, berhasil menyumbang medali perak. Sementara Fadel Adimas yang turun di kelas 54 kg pada gaya grego, dan Sarah di kelas 56 kg gaya bebas putri menggondol satu perunggu.

Untuk kategori kadet, pegulat putri Eva Nurhasanah yang turun di kelas 49 kg dan Angga Pangestu di kelas 69 kg pada gaya Grego berhasil meraih medali emas.
Kemudian, Bagas Nur meraih perak di kelas 54 kg pada gaya grego. 
Selanjutnya, tiga pegulat lagi menyumbang medali perunggu. Yakni, Heppy Tridasari kelas 46 kg, dan Cindi Claudia di kelas 60 kg, yang tampil pada gaya bebas putri dan 
Izul di kelas 58 kg pada gaya Grego.

“Untuk kategori remaja, kita dapat 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan di Kadet, meraih 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Prestasi yang diraih pegulat kita sunggung mengejutkan sekaligus membanggakan,” imbuh Ukky yang juga menjabat Sekretaris Pengkab PGSI Grobogan itu. 

Editor : Akrom Hazami

Dulang 9 Medali, Kontingen Gulat Grobogan Raih Peringkat 4 Besar

Kontingen gulat Grobogan foto bareng usai penutupan kejurda Gulat Yunior Jateng 2016, di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kontingen gulat Grobogan foto bareng usai penutupan kejurda Gulat Yunior Jateng 2016, di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kontingen gulat Grobogan berhasil meraih hasil menggembirakan dalam ajang Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 yang berakhir Selasa (20/12/2016). Dalam ajang kejuaraan yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi selama dua hari tersebut, kontingen tuan rumah berhasil menduduki peringkat empat.

Dalam kejurda tersebut, ada 9 medali yang didapat. Terdiri, 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Medali emas disumbangkan Erika pada gaya bebas kelas 96-120 kg. Dua emas lainnya diraih I Gusti Aderai di kelas 60 kg dan Angga Pangestu di kelas 74 kg. Keduanya bertanding di gaya grego.

Satu prestasi perseorangan juga didapat oleh I Gusti Aderai. Yakni, meraih predikat pemain terbaik putra gaya grego.

“Hasil yang didapat pegulat kita memang cukup mengejutkan. Bisa meraih posisi empat besar dalam Kejuda Yunior tingkat Jawa Tengah merupakan prestasi yang saya nilai istimewa. Terutama sekali keberhasilan meraih 3 emas juga diluar dugaan,” kata Ketua PGSI Grobogan Moh Sumarsono yang juga bertindak selaku ketua panitia kejurda tersebut.

Secara keseluruhan, dalam even tersebut, kontingen Kota Surakarta yang berhasil meraih 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu dinobatkan sebagai juara umum. Urutan kedua ditempati kontingen Kudus dengan perolehan 4 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Untuk juara ketiga diraih kontingen Brebes dengan 3 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

Acara penyerahan hadiah utama dilakukan Kajari Grobogan Edi Handojo. Hadir pula, Ketua PGSI Jawa Tengah Andreas Budi Wiroharjo dan Ketua PGSI Grobogan Moh Sumasono serta Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan memperebutkan piala Kajati Jawa Tengah ini. Adapun jumlah kelas yang dipertandingkan ada 26.

Editor : Akrom Hazami

Hari Pertama Kejurda, Pegulat Muda Grobogan Raih 3 Medali

Pertandingan babak final Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 di GOR Simpanglima Purwodadi yang dilangsungkan malam hari berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pertandingan babak final Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 di GOR Simpanglima Purwodadi yang dilangsungkan malam hari berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan -Hasil cukup baik diraih para pegulat muda Grobogan dalam Kejurda gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi sejak Senin (19/12/2016) kemarin. Pada hari pertama, sudah ada tiga medali yang berhasil diraih kontingen tuan rumah.

Pegulat yang sudah berhasil menyumbangkan medali adalah Dwi Ayu dikelas 59 kg dan Eva Nurkhasanah dikelas 51 kg. Kedua pegulat putri ini sama-sama meraih perunggu.

Satu lagi pegulat yang meraih medali adalah Ericka yang tampil di kelas 96-120 kg. Siswa kelas XII SMK Taruna Pulokulon itu berhasil meraih medali emas. Dalam laga final, Ericka berhasil mengalahkan lawannya Alex Hamongan dari Tegal.

“Hari pertama sudah kita pertandingkan 14 babak final. Sedangkan 12 babak final lainnya akan dilangsungkan pada hari kedua. Total kelasnya ada 26,” kata Ketua Panitia Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 Moh Sumarsono.

Pertandingan final pada hari perdana dilangsungkan malam hari. Mengingat banyaknya laga final yang digelar, pertandingan baru selesai pukul 22.30 WIB.

“Peserta kejurda kali ini di luar dugaan. Semua kelas yang dipertandingkan banyak pesertanya. Oleh sebab itu, pertandingannya terpaksa digelar sampai malam,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Kejuaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 resmi dibuka hari ini, Senin (19/12/2016). Pembukaan even gulat yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi ini dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sugeng Pudjianto.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dari jumlah ini, sebanyak 25 pegulat berasal dari Grobogan.

Editor : Akrom Hazami

275 Pegulat Se-Jawa Tengah Ambil Bagian dalam Kejurda Gulat Yunior di Grobogan

Pertandingan gulat dalam Kejuaaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pertandingan gulat dalam Kejuaaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kejuaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 resmi dibuka hari ini, Senin (19/12/2016). Pembukaan even gulat yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi ini dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sugeng Pudjianto.

Pembukaan even gulat juga dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Grobogan Edi Handojo. Hadir pula, Ketua PGSI Jawa Tengah Andreas Budi Wiroharjo dan Ketua PGSI Grobogan Moh Sumasono. Terlihat pula Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman dan para pengurus cabor se-kabupaten.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dari jumlah ini, sebanyak 25 pegulat berasal dari Grobogan.

“Nomor yang dipertandingkan adalah gaya grego romawi dan gaya bebas. Adapun jumlah kelasnya ada 26,” kata Sekretaris PGSI Grobogan Ukky Juli Setyawan.

Kejurda nanti akan memperebutkan piala bergilir Kajati Jawa Tengah. Pelaksanaan kejuaraan direncanakan selama dua hari, sampai Selasa (20/12/2016) besok.

“Pertandingan akan kita gelar juga pada malam hari. Hal ini mengingat jumlah pesertanya diluar dugaan,” jelas pegulat yang pernah meraih medali emas Porprov 2013 di Banyumas itu.

Sementara itu, pelaksanaan kejurda ternyata mendapat sambutan hangat dari banyak pihak. Indikasinya, banyak penonton yang hadir menyaksikan kejuaraan yang termasuk jarang digelar di Grobogan itu.

“Ini merupakan kesempatan langka untuk bisa menyaksikan pertandingan gulat. Soalnya, jarang ada even gulat di Grobogan. Kalau evennya digelar tidak pas masa libur sekolah barangkali penontonnya lebih ramai,” ujar Irawan, salah satu penonton kejurda gulat yunior.

Editor : Akrom Hazami

Ssst… Ada Pelajar Cantik di Grobogan yang Jagoan Gulat, Ini Dia Sosoknya

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto mendampingi siswinya Dwi Ayu Puspitasari yang berhasil jadi juara gulat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto mendampingi siswinya Dwi Ayu Puspitasari yang berhasil jadi juara gulat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski boleh dibilang cukup membanggakan, namun prestasi yang diraih Dwi Ayu Puspitasari, siswi SMKN 1 Purwodadi ini boleh dibilang unik. Sebab, Dwi meraih prestasi di bidang olahraga yang selama ini tidak lazim digeluti kaum perempuan. Yakni, cabang olahraga gulat.

Hebatnya, Dwi tidak sekedar ikut-ikutan menggeluti olahraga tersebut. Tetapi menekuni gulat dengan serius dan hal ini bisa dilihat dari prestasi yang sudah berhasil diraih.

Belum lama ini, Dwi berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Kejurnas Gulat Remaja di Bandung. Dalam event ini, siswi kelas XI-TB1 tersebut turun di kelas 52 kg, gaya bebas.

Beberapa waktu sebelumnya, pelajar yang tinggal di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi tersebut juga berhasil meraih prestasi yang mengesankan. Yakni, meraih medali emas dalam Popda Jateng tingkat SMA dan medali perak dalam kejuaraan gulat di Tegal.

“Selama ini, saya memang serius menekuni gulat. Hampir setiap hari, saya melakukan latihan bersama teman-teman. Di satu sekolahan sini, ada delapan siswi yang ikut gulat. Tempat latihannya di rumah pelatih di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi,” kata Dwi.

Pada awalnya, Dwi sama sekali buta dengan olahraga gulat. Ketertarikannya pada olah raga ini berawal dari ajakan Rika, guru olahraganya di SMKN 1 Purwodadi untuk ikut latihan gulat. Setelah beberapa kali ikut latihan di bawah bimbingan gurunya tersebut, Dwi merasa tertarik dan ingin serius berlatih.

Dwi mengaku sempat dilarang orang tuanya menggeluti olahraga keras tersebut. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan. Setelah berhasil menggapai prestasi, kedua orang tuanya kemudian berbalik memberikan dukungan.

Prestasi yang didapat Dwi tidak hanya bikin bangga orang tua dan pelatihnya saja. Pihak sekolah tempatnya belajar juga mengapresiasi prestasi yang diraihnya.

“Setiap siswa yang dapat prestasi pasti kita kasih reward. Namun, besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan. Hal ini kita terapkan sesuai dengan slogan kami bahwa SMKN 1 Purwodadi adalah ‘Sekolahnya para Juara’,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Sukamto menyatakan, selama ini, pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan positif yang ingin dilakukan para siswa. Baik kegiatan dalam bidang akademisi maupun ekstrakurikuler, termasuk olah raga.

Selain untuk menyalurkan bakat, dukungan itu diberikan supaya siswa punya kesibukan lain yang bermanfaat diluar pelajaran sekolah. Dengan cara ini secara tidak langsung bisa dijadikan upaya untuk mencegah siswa melakukan kegiatan yang negatif.

Editor : Kholistiono

Atlet Gulat Kudus Lakukan Persiapan Pra PON 2016

Atlet gulat Kudus melakukan latihan rutin mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan. (MURIANEWS/M IQBAL NAIMY)

KUDUS – Puluhan pegulat semangat berlatih jelang Kejurprov tingkat senior 29-30 Mei 2015 di Magelang yang sekaligus merupakan ajang seleksi tim Pra PON 2016. Di kediaman Pelatih Gulat Suhartono, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mereka mengikuti setiap sesi latihan dengan seksama.

Lanjutkan membaca