Jepara Darurat Narkoba

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah sebelumnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan tanggapan terkait kasus narkoba di Jepara. Ganti Wakil Bupati Jepara, Subroto juga memberikan tanggapan. Menurut Subroto, Jepara kini sudah darurat narkoba.

“Kini Jepara sudah darurat narkoba. Ini tidak terlepas dari banyaknya kasus narkoba yang ada, baik yang kecil maupun dengan skala besar,” ujar Subroto.

Menurut dia, darurat narkoba tersebut didasari adanya dua peristiwa nasional di Jepara yang sangat menggemparkan, yaitu digerebeknya bandar narkoba di Desa Pekalongan, Batealit pada Rabu 27 Januari 2016 dan pada tahun  2011 terkait hal yang sama di Jalan Cik Lanang Jepara. Maka dengan demikian Kabupaten Jepara menetapkan status Darurat Narkoba.

“Apalagi dilihat data pemakai dan pengedar narkoba yang ada di Polres Jepara yang setiap tahun terus mengalami kenaikan,” katanya, Selasa (2/2/2016)

Pada tahun 2014 yang ditangani Polres Jepara ada 22 kasus narkoba di Kabupaten Jepara dengan 26 orang tersangka. Kemudian tahun 2015 lalu ada 27 kasus dengan 20 tersangka. Adanya hal semacam ini ia menyakini jumlah kasus tersebut mengikuti fenomena gunung es yakni kasus yang tidak terungkap justru lebih besar.

“Maraknya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah menjadi permasalahan global yang mengancam kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali masyarakat di Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan masalah kompleks serta dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat. Khususnya para pemuda dan pelajar. Sehingga dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan di Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Kades Pekalongan: Didit Baik, Buktinya Bisa Jadi Ketua RT

Gudang yang disewa Didit untuk tempat ratusan kilogram sabu masih dijaga polisi dan dipasang garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Gudang yang disewa Didit untuk tempat ratusan kilogram sabu masih dijaga polisi dan dipasang garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Didit atau Didit Riyono salah seorang warga Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara masuk dalam daftar tersangka kasus narkoba. Siapa sangka, Didit yang diamankan aparat bersenjata lengkap itu merupakan ketua RT 07 RW 02 desa setempat.

Kepala Desa atau Petinggi Desa Pekalongan, Mustain mengaku informasi mengenai ditangkapnya salah satu warganya tersebut cukup mengagetkan. Sebab, Didit selama ini dianggap warga yang baik.

”Beliau sebelumnya baik-baik saja, buktinya bisa menjabat ketua RT. Dengan warga sekitar biasa saja,” kata Mustain kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Menurutnya, meskipun tempat tinggal dia dengan tempat tinggal Didit cukup jauh. Namun dari informasi yang dia dengar memang yang bersangkutan seperti warga pada umumnya yang sebelumnya tidak terjerat masalah.

”Rumahnya sampai sekarang masih biasa saja, ada istri dan anak-anaknya. Sepengetahuan saya dia punya tiga anak. Anak paling besar sekitar kelas satu SMA, dan yang paling kecil masih digendong,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejauh ini warga sekitar kediaman Didit tidak begitu heboh dengan kabar tersebut. Terlebih, Didit tinggal di komplek perumahan di desa tersebut. Selain itu, pihaknya memastikan jika kondisi di sekitar masih kondusif.

Editor : Titis Ayu Winarni

Barang Bukti Dikirim ke Jakarta, TKP Penggerebekan Ratusan Kilogram Sabu di Jepara Masih Dipasang Garis Polisi

Gudang yang dijadikan tempat ratusan kilogram sabu sejak digerebek Rabu (27/1/2016) hingga hari ini Jumat (29/1/2016) masih dijaga polisi dan dipasang garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Gudang yang dijadikan tempat ratusan kilogram sabu sejak digerebek Rabu (27/1/2016) hingga hari ini Jumat (29/1/2016) masih dijaga polisi dan dipasang garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menerangkan, pihaknya dalam kasus penggerebekan kasus narkoba jenis sabu dengan berat ratusan kilogram hanya sebagai pembantu petugas Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai. Menurut dia, tersangka bersama barang bukti diserahkan ke Jakarta.

”Semua barang bukti telah kami kirim tadi malam. Tidak hanya barang bukti sabu dan genset saja, tetapi juga semua hal yang ada kaitannya dengan tersangka,” kata Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Menurutnya, meski semua barang bukti yang berada di dalam gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit telah dikirim ke Jakarta. Pihaknya tidak begitu saja membiarkan gudang tersebut diakses oleh semua orang.

”Kami masih memasang police line sampai proses penyidikan yang dilakukan oleh BNN selesai. Selain itu, kami juga mengirimkan anggota untuk berjaga-jaga di sana,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, meski proses penggeledahan telah usai. Di area lokasi kejadian masih saja banyak warga yang ingin datang dan melihat gudang tersebut. Hal itu tidak lepas dari rasa penasaran warga, apalagi kabar penggerebekan ini menjadi berita nasional.

”Di televisi kan menayangkan semuanya bahkan ada yang siaran langsung. Warga tentu saja penasaran, jadi masih ramai,” terangnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Proses Hukum Tersangka Narkoba Jepara Dilakukan di Jakarta

Dua tersangka pemilik ratusan kilogram sabu berhasil di gerebek di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara Rabu (27/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Dua tersangka pemilik ratusan kilogram sabu berhasil di gerebek di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara Rabu (27/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dua tersangka narkoba hasil penggerebekan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara Rabu (27/1/2016), telah diamankan bersama sejumlah barang bukti ke Jakarta, pada Kamis (28/1/2016) malam. Hal itu dilakukan guna proses penyelidikan lebih lanjut oleh BNN.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya dalam batas membantu saja, bukan sebagai penyidik kasus tersebut. Termasuk dalam hal pengamanan barang bukti, pihaknya hanya memfasilitasi pengiriman dan pengamanan untuk sampai di Jakarta.

”Proses hukum nantinya sepertinya dilakukan oleh BNN di Jakarta. Termasuk proses persidangan dan yang lainnya,” ujar Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, proses hukum dilakukan di Jakarta karena kasus narkoba jenis sabu di Jepara hanya rentetan dari jaringan kasus Internasional. Sedangkan markas utama mereka adalah di Jakarta.

”Di Jepara ini hanya dijadikan tempat transit. Nantinya mereka berencana mengedarkan ke kota-kota lain terutama kota besar seperti Jakarta,” ungkap Samsu.

Seperti diberitakan, kedua tersangka yang tertangkap di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit merupakan jaringan narkoba Pakistan. Mereka masuk dalam daftar tersangka lainnya yang ditangkap di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ternyata Tersangka Didit Penyewa Gudang yang Digerebek BNN di Jepara Adalah Ketua RT Desa Setempat

AKBP Samsu Arifin, Kapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

AKBP Samsu Arifin, Kapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengemukakan perihal warga Jepara yang terlibat kasus narkoba jenis sabu yang ditemukan di gudang mebel di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara pada Rabu 27 Januari 2016 kemarin. Berdasarkan informasi yang dia terima, tersangka bernama Didit (40) merupakan ketua RT 07 RW 02 Desa Pekalongan, tepatnya di wilayah perumahan Regency yang berada di desa setempat.

”Informasinya dia adalah ketua RT di perumahan itu,” ucap AKBP Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom di ruang kerjanya, Jumat (29/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, berdasarkan dari data yang ada di Polres Jepara. Selama ini nama Didit yang memiliki nama lengkap Didit Riyono tersebut tidak dikenal dalam setiap pengungkapan kasus narkoba yang ada di Jepara sebelum terbongkarnya kasus narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai.

”Selama ini kami belum mengenalnya. Kemarin, dia diketahui merupakan jaringan internasional. Sejauh ini pengungkapan kasus narkoba di tahun 2015 masih skala kecil, dan tidak ada nama Didit dalam jaringan kecil itu,” kata Samsu.

Dia menambahkan, untuk kasus narkoba selama tahun 2015 sendiri, pihaknya telah mengamankan 20 tersangka, terdiri dari 18 tersangka laki-laki dan dua perempuan. Barang bukti yang ditemukan juga sangat kecil, berkisar 0,5 gram saja. Dibanding kasus penggerebekan kemarin jelas sangat jauh berbeda.

”Yang perlu menjadi perhatian adalah kedepan ini pengawasan harus lebih diperketat. Masyarakat juga diharapkan proaktif mengawasi lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. Dalam penggerebekan gudang mebel di Jepara, dua tersangka ditangkap yakni Didit, dan satu warga negara Pakistan Muhammad Riaz.

Editor : Titis Ayu Winarni

8 Tersangka Narkoba Jaringan Pakistan Terancam Hukuman Mati

Dua tersangka narkoba jaringan internasional yang berhasil diamankan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dua tersangka narkoba jaringan internasional yang berhasil diamankan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus narkoba jenis sabu jaringan internasional yang dikendalikan dari Pakistan dan barang bersumber dari Cina, terbongkar di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Rabu (27/1/2016).

Dari kasus tersebut, dua orang yang berada di Jepara ditetapkan sebagai tersangka yang sekaligus menggenapi enam tersangka lain hasil operasi di Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Total tersangka secara keseluruhan dalam satu jaringan ini ada delapan. Terdiri dari empat warga Negara Pakistan yakni Faiq, Amran Malik, Toriq, dan Raiz. Sedangkan empat lainnya merupakan Warga Negara Indonesia yakni Yulian, Tommy, Kristiadi dan Didit. Untuk tersangka yang ditangkap di Jepara adalah Raiz dan Didit.

Semuanya dikenakan pasal 112, 114, dan 122 Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 serta Undang-undang TPPU dengan ancaman hukuman paling rendah empat tahun dan maksimal hukuman mati.

“Kalau tersangka jelas, ancaman hukuman terberat adalah hukuman mati,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso saat konferensi pers di gudang penyimpanan sabu di Jepara, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, pengungkapan jaringan internasional ini berawal dari penyelidikan selama enam bulan terhadap informasi adanya upaya penyelundupan narkoba dari Guangzho, China ke Indonesia oleh sindikat Pakistan.

Khusus di Jepara, aksi tersebut dikoordinir oleh tersangka Riaz asal Pakistan yang sudah beberapa tahun tinggal di Indonesia, dan juga memiliki istri berkewarganegaraan indonesia.

“Sindikat ini diduga dibiayai oleh seorang berinisial KM warga Negara Pakistan yang terlibat dalam kasus TPPU kejahatan narkoba dengan tersangka BOB (warga Negara Nigeria) yang tertangkap di Jakarta. Sedangkan pengendali adalah NSZ yang berasal dari Karachi, Pakistan.

Editor : Kholistiono

Berikut Kronologi Ratusan Kilogram Sabu Sampai di Jepara

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam acara konferensi Pers di gudang mebel yang menyimpan ratusan kilogram narkoba jenis sabu, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim dari bea cukai kementerian keuangan membeberkan rentetan kronologi diketahuinya kasus tersebut hingga sampai di Jepara.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengungkapkan, sekitar akhir Desember 2015, pihak BNN memberikan informasi awal kepada bea cukai akan terjadi pengiriman narkoba yang diselundupkan di dalam barang impor (dengan kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel angine) dari Cina ke Indonesia dengan pelabuhan bongkar Tanjung Emas Semarang.

”Berdasar informasi itu, pihak BNN berkoordinasi dengan Subdit Narkotika Dit.P2 KP DJBC dan Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY,” kata Heru, Kamis (28/1/2016).

Pada tanggal 04 Januari 2016, tim dari Subdit Narkotika Dit P2 KP DJBC dan BNN mulai melakukan penelusuran. Kemudian pada 14 Januari 2016 dilakukan pemantauan proses penyelesaian kepabeanannya suspect barang impor tersebut. Pada 20 Januari 2016 sekitar pukul 13.30 WIB, peti barang suspect dikeluarkan dari kawasan pabean dan dibongkar di gudang MSA Cargo yang berada di komplek Industri Citra Blok 9 Jalan Arteri Tanjung Emas Semarang, setelah dilakukan pemeriksaan x-ray.

”Pada tanggal 26 Januari 2016 sekitar pukul 11.00 WIB dilakukan pengeluaran barang dengan menggunakan dua truk dari gudang MSA Cargo ke sebuah gudang furniture di daerah Jepara,” lanjutnya.

Kemudian, pada 27 Januari 2015 sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan penindakan oleh BNN dan Bea Cukai di Tempat kejadian Perkara yakni di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

”Dari data yang kami miliki, importer barang tersebut adalah CV BT, yang beralamat di Semarang Indah Blok D1 No.29 Semarang. Sedangkan pemasok atau Shipper adalah Shen Zhen Yang Feng Industrial Co.,Ltd., yang beralamat di South Bidgluofang Road Cina,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Penghuni Gudang Sabu di Jepara Jarang Berinteraksi dengan Warga Sekitar

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni gudang mebel yang digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat lainnya, pada Rabu (27/1/2016), milik Yunpelizar warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Batealit, Jepara, diketahui jarang berinteraksi dengan warga sekitar alias tertutup.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh tetangga yang tinggal tak jauh dari lokasi gudang penyimpan ratusan kilogram sabu, Seripah. Menurut dia, penghuni gudang terutama penyewa dan rekan dari luar negeri yang sering berada di gudang sangat tertutup. Sesekali menyapa namun warga sekitar tidak mengetahui persis aktivitas di dalam gudang tersebut.

”Jarang ngobrol-ngobrol mas, paling sesekali saja. Saat mesin genset (penyimpan sabu) itu diturunkan juga tidak ada yang tahu,” ungkap Seripah, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, warga sekitar yang diajak bekerja di dalam gudang juga hanya segelintir ketika ada barang mebel saja, seperti aktivitas finishing. Selebihnya gudang tersebut cenderung sepi, selain karena tidak banyak penghuni juga bentuk bangunan gudang yang masih setengah jadi.

Sementara itu, pemilik gudang seluas sekitar 1000 meter persegi itu, Yunpelizar alias Ujang mengatakan, gudang tersebut disewa oleh Didit yang diduga tersangka itu sejak bulan Oktober 2015 lalu. Ketika mulai disewa, sejumlah warga sekitar diundang untuk selamatan.

”Warga sekitar saat awal dihuni diundang untuk mengikuti selametan. Ketika itu juga ada bulenya yang katanya teman Didit,” kata Ujang kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, selama disewa dijadikan gudang mebel jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sempat Diamankan Polisi Saat Penggerebekan Sabu di Jepara, Ini Ungkapan Kuli Gudang Mebel

Karim sedang mengemasi barang-barangnya di gudang mebel setelah dinyatakan tidak terlibat oleh pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Karim sedang mengemasi barang-barangnya di gudang mebel setelah dinyatakan tidak terlibat oleh pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penggerebekan narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan Batealit Jepara menggegerkan publik. Dua orang kuli gudang pun tak luput dari pengamanan aparat. Mereka adalah Karim (50), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit dan Sarkadi (71), warga Desa Pekalongan, Batealit, Jepara.

Keduanya diamankan aparat untuk dimintai keterangan. Bahkan, keduanya sempat diamankan dan dibawa ke Mapolsek Batealit Jepara sejak Rabu (27/1/2016). Namun, Kamis (28/1/2016) siang tadi, keduanya telah dibebaskan oleh pihak kepolisian.

”Saya tidak tahu apa-apa, lihat bentuknya narkoba saja saya tidak pernah. Saya hanya lihat ada mesin genset, dan tidak tau di dalamnya ada apanya,” kata Karim kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016), sesaat sebelum dirinya diijinkan pulang oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, dia hanya seorang kuli gudang yang bisa menjaga dan merawat barang-barang mebeler yang ada di dalam gudang. Dia mengaku sebelumnya belum pernah ada barang sejenis genset yang masuk ke dalam gudang.

”Saat itu container membawa banyak mesin kemudian saya diminta bos untuk menurunkannya. Kemudian mesin itu ditimbang. Saya kira hanya menimbang biasa,” ungkap lelaki yang didampingi istrinya itu.

Dia mengaku sangat bersyukur tidak sampai dijebloskan penjara. Sebab sebelum dibebaskan dia khawatir jika sampai disebut terlibat dalam kasus yang tidak dia ketahui itu.

”Saya kerja di sini baru beberapa bulan. Kerjaannya juga jaga gudang, biasanya gantian dengan pak Kadi (Sarkadi),” katanya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, pihaknya membebaskan dua orang tersebut karena status mereka adalah saksi pada kasus ini. Setelah dimintai keterangan, akhirnya kedua orang tersebut untuk sementara ini dinilai tidak terlibat dalam peredaran sabu tersebut.

Editor : Titis Ayu Winarni

Didit: Saya Tidak Tahu Kalau Ada Narkobanya

Didit (baju tahanan biru) dan Riaz (baju tahanan merah) dikawal aparat. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Didit (baju tahanan biru) dan Riaz (baju tahanan merah) dikawal aparat. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ada sedikitnya empat orang terduga tersangka yang diamankan aparat dalam penggerebekan narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Rabu (27/1/2016).

Diantara mereka, dua orang diduga tersangka ditunjukkan dalam konferensi pers yang dipimpin oleh kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso, Kamis (28/1/2016). Di antaranya warga negara Pakistan bernama Riaz alias Jane (45) dan Didit (sebelumnya ditulis Didi).

Meski masih dalam proses pendalaman oleh aparat. Peran Didit dalam kasus ini cukup penting. Dia merupakan penyewa gudang mebel milik Ujang. Selain itu, dia juga salah satu WNI yang membantu aksi Riaz dalam pendistribusian barang haram tersebut dari Cina ke Jepara.

Didit merupakan pemilik mebel berlabel CV Jepara Raya Internasional di RT 04 RW 03 Desa Pekalongan yang digerebek. Meski begitu dari Didit secara eksklusif mengatakan, dirinya sebelumnya mengaku tidak mengetahui jika di dalam genset ada narkoba.

”Biasanya pengiriman barang ke sini barang mebel biasa. Baru kali ini kirim genset. Saya tidak tau kalau di dalam ada narkoba,” kata Didit kepada MuriaNewsCom usai konferensi pers usai, Kamis (28/1/2016).

Dia mengakui kenal dengan Riaz, warga negara Pakistan itu sekitar satu tahun terakhir.

Editor : Titis Ayu Winarni

Buwas Tiba di Gudang Penyimpanan Sabu di Batealit Jepara

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso sudah tiba di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.
Buwas langsung memantau lokasi penggerebekan gudang penyimpanan sabu di gudang CV Jepara Raya Internasional.

Budi Waseso datang bersama Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin sekira pukul 11.20 WIB. Begitu tiba di lokasi, Buwas langsung menuju ke dalam gudang.

Gudang mebel tersebut digerebek BNNpada Rabu (27/1/2016). Dari hasil penggerebekan itu, aparat berhasil mengamankan empat orang, di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan. Petugas juga mengamankan 100 kilogram sabu.

Satu WNA asal Pakistan adalah Muhammad Riaz alias Jane (45), kemudian tiga WNA yakni Didi Triyono sebagai penyewa gudang (40) yang beralamat di Perum Regency, Desa Pekalongan RT 07 RW 02 Kecamatan Batealit, Sarkadi yang merupakan kuli gudang, warga desa setempat dan Karim (50) seorang kuli gudang, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.

Dari gudang mebel tersebut didapati narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam beberapa mesin genset (pompa air) merek Zhuoma, rata- rata tiap mesin genset setelah dibongkar terdapat sabu yang terbungkus plastik dengan berat 1,7 hingga 2 Kilogram. Sedangkan jumlah mesin genset yang berada di gudang sebanyak 192 unit mesin.

Editor : Kholistiono

Ini Identitas Penyewa Gudang Mebel di Batealit Jepara yang Digerebek BNN

Gudang mebel di Batealit Jepara yang digerebek BNN dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Gudang mebel di Batealit Jepara yang digerebek BNN dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah rumah sekaligus gudang mebel yang digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat kepolisian pada Rabu (27/1/2016) adalah milik Yunpelizar alias Ujang warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Sejak Oktober 2015 lalu, gudang tersebut disewa Didi selama dua tahun. Gudang seluas 1000 meter persegi itu ditemukan ratusan kilogram narkoba jenis sabu.

Yunpelizar yang biasa disapa Ujang mengatakan, penyewa gudang bernama Didi, warga Kecamatan Tahunan, Jepara. Sepengetahuannya, gudang tersebut akan dijadikan gudang mebel.

“Dalam menjalankan bisnisnya, Didi tidak sendiri, namun bersama rekan kerjanya warga negara asing,” ujar Ujang kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016).

Lebih lanjut Ujang menceritakan, selama disewa untuk dijadikan gudang mebel, jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Pagi ini, polisi bersenjata masih berjaga di depan gudang mebel CV Jepara Raya International. Garis polisi juga masih terpasang. Puluhan warga masih berkerumun di lokasi.

Editor : Kholistiono