Pasar Wergu Kudus Disidak Gubernur

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan sidak di Pasar Wergu di Kabupaten Kudus, Selasa (14/3/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan sidak pasar baru Wergu Kudus, Selasa (14/3/2017). Ganjar masih menemukan beberapa bagian pasar yang perlu pembenahan sebelum nantinya diresmikan akhir Maret 2017. 

Kondisi lantai keramik yang sudah pecah di Pasar Wergu. (ISTIMEWA)

 

Proyek senilai Rp 25 miliar dari Bantuan Keuangan Pemprov Jateng, tersebut menyisakan masalah berupa tembok retak dan lantai keramik pecah. Kondisi demikian tampak menyebar di gedung pasar. “Kontraktor harus tanggung jawab ini. Harus perbaiki yang rusak-rusak ini. Sebenarnya pasarnya bagus tapi listriknya pating crantol (semrawut),” kata Ganjar.

Tembok yang sudah retak di Pasar Wergu Kudus. (ISTIMEWA)

 

Pantauan di lokasi, tembok yang retak ada di kios pasar nomor 23, 25, 28, 31,32,  35, 36, 119, 133, dan 135. Sedangkan lantai keramik pecah terlihat di beberapa bagian, baik bagian depan maupun belakang. Tidak berhenti di situ, toilet pasar juga kotor. Di toilet itu, saluran air dan keran juga belum terpasang. “Baunya pesing,” ungkap Ganjar.

Kondisi pasar masih sepi aktivitas. Belum semua pedagang memindahkan barang. Hanya sejumlah pedagang sedang menambahkan pintu dan dasaran. Dalam kesempatan itu, Ganjar menuturkan, tahun 2016 Pemprov memberi bantuan pada Pemkab Kudus untuk revitalisasi tiga pasar tradisional. Tiga pasar itu adalah Pasar Piji, Pasar Wergu, dan Pasar Jekulo. Untuk dua pasar yakni Pasar Piji, mendapat bantuan provinsi Rp 15 miliar dan Pasar Wergu Rp 14,2 miliar.

“Tadi saya juga ngecek Pasar Piji belum jadi, yang di Pasar Wergu katanya sudah jadi tapi menurut saya belum karena masih ada banyak PR untuk kontraktor,” katanya.

Ini kondisi toilet baru yang tak layak pakai di Pasar Wergu Kudus. (ISTIMEWA)

 

Ganjar mendesak kontraktor Pasar Wergu untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ada. Bahkan, seharusnya kontraktor memperbaiki sebelum aktivitas pasar resmi dimulai.

Tercatat, pasar di Kelurahan Wergu Wetan itu nantinya bisa menampung sekitar seribu orang pedagang. Pasar yang berdiri di area sekitar 22.000 meter persegi itu diproyeksikan jadi pasar induk atau grosir sayur dan beras.

Editor : Akrom Hazami

 

Ganjar Emoh Jika Bendungan Logung Kudus Hanya Asal Jadi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ikut mengunjungi lokasi pembangunan Waduk Logung, Kabupaten Kudus, bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi lokasi proyek Waduk Logung Kudus,  mengatakan, dalam pembangunan Logung jangan hanya asal jadi. Tapi juga harus lebih melihat jauh ke depan yaitu dalam hal aspek penggunaanya bagi masyarakat

Hal itu disampaikannya di lokasi, Jumat (17/2/2017). Saat itu dia bersama dengan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Dia mengatakan, kalau aspek fungsinya adalah hal yang sangat penting.

“Infrastruktur sangat diutamakan. Selain jalan juga pembuatan bendungan semacam ini. Jadi dalam pembangunan juga dilihat seberapa penting atau keuntungan masyarakat yang dapat memanfaatkan seperti apa,” kata Ganjar.

Daerah pembuatan Logung merupakan daerah yang tandus. Dengan adanya tampungan air, maka masyarakat bisa melihat manfaatnya. Seperti halnya pertanian, yang harapannya setiap tahun bisa terus meningkat.

Apalagi, kata dia, biaya pembangunannya tidak sedikit yakni sekitar Rp 600 miliar. Maka praktis, manfaatnya juga harus besar. Jika itu tercapai maka berarti tepat sasaran pula penggunaan anggaran dari negara, atau APBN.

“Semakin tahun beban APBN selalu meningkat, untuk itu dalam pembuatan progam harus melihat sisi manfaat yang lebih baik dan juga fokus. Jadi APBN akan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan melihat pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Bupati Kudus Musthofa menuturkan keinginannya yakni Waduk Logung bisa selesai tahun ini. Mengingat dia ingin melihat manfaatnya. Terutama saat masih menjabat bupati. “Saya tinggal sebentar lagi (menjabat), jadi saya tidak mau jika peresmiannya, saya hanya penonton saja,” ungkap dia saat pemaparan pembangunan Logung.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Menteri Keuangan dan Menteri PUPR Datang ke Logung Kudus