Kartu Jateng Sejahtera Diharapkan Sampai Ke Pelosok Daerah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kartu Jateng Sejahtera (KJS) tahun 2017 diluncurkan bersamaan dengan Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017).

Dengan program tersebut, diharapkan masyarakat berkategori miskin, lansia, dan berkebutuhan khusus yang belum di-cover layanan kesehatan atau sosial lain dapat terbantu.

“Dengan kartu ini diharapkan bisa membantu terutama mereka yang dalam kondisi tua, dan sebagainya namun belum tercover bantuan apapun, dapat kita bantu,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Ia menjelaskan, tahun ini program tersebut disokong oleh pemerintah provinsi. Sebelumnya, program tersebut didukung sepenuhnya oleh Bank Jateng. 

Terpisah Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari berharap program tersebut dapat menyentuh mereka yang berada di pelosok wilayah Jawa Tengah. Karena, secara riil banyak sekali mereka yang membutuhkan akan tetapi tidak mendapatkan haknya. 

“Banyak sekali terutama mereka yang berkategori orang dengan kecacatan berat, di setiap kelurahan banyak yang tidak tercover (bantuan kesehatan atau sosial). Hal itu seringkali disebabkan karena pemerintahan setempat dalam hal ini RT, Lurah ataupun TKSK yang kurang responsif. Sehingga akhirnya mereka tak mendapatkan, padahal mereka berhak,” kata dia. 

Namun demikian, ia menyambut baik upaya pemprov Jateng tersebut. Akan tetapi ia menginginkan agar informasi ini disebar, agar warga didaerah pelosok mengetahui terkait program tersebut. Selain itu, dirinya juga ingin agar program ini dilaksanakan tepat sasaran. 

“Pemerintah sudah melaunching program ini, sekarang tugas kita sebagai warga adalah menyebarkan informasi ini. Agar masyarakat mengetahui dan setelahnya turut berpartisipasi, sehingga mereka mendapatkan haknya,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Dai Perempuan Jateng Sepakat Dukung Musthofa jadi Gubernur 

Ketua Dai perempuan Jateng Rajimah Putri Sukandar (kacamata) saat menyatakan dukungan kepada Musthofa sebagai Gubernur Jateng kelak. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dai Perempuan Jawa Tengah menyatakan dukungannya kepada Musthofa, maju sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023. Diketahui, Musthofa berniat mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi ini. 

Rajimah Putri Sukandar, Ketua Dai Perempuan Jateng, menyatakan, pihaknya sepakat mendukung Musthofa maju menjadi gubernur.  Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya Dai Perempuan Jateng menggelar rapat.

“Rapat sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, tidak ada nama lain yang kami dukung selain nama Musthofa. Akhirnya kami mendukungnya,” kata Rajimah saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Kudus. Senin (14/8/2017).

Pihaknya juga meyakini jika dukungannya tersebut akan berbuah nyata. Menilik pilgub dulu, Dai perempuan pernah mendukung Bibit-Rusti. Dan nyatanya, Bibit-Rustri jadi. Kini, pihaknya ingin mendukung Musthofa. Pihaknya berharap, Musthofa mendapat rekomendasi dari dari DPP PDI Perjuangan.

Pihaknya optimistis jika dukungannya amat besar. Ditunjang dari jumlah anggota Dai Perempuan yang tersebar di Jateng. Jumlah anggotanya mencapai ribuan orang. Dai Perempuan Jawa Tengah saat ini tersebar di 26 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia sendiri melihat sosok Musthofa merupakan sosok pas jadi gubernur. Rajimah yang merupakan asli warga Jati, Kudus, telah merasakan kepemimpinan dua periode Musthofa.

“Pernah bupati datang ke kampung saya saat ada acara, beliau langsung menemui saya. Saat itulah, saya terharu lantaran mau menemui saya yang hanya warga kampung biasa,” ungkap dia.

Sementara, Putuanah, Sekretaris Dai Perempuan Kudus meengatakan, pihaknya memang sepakat mendukung Musthofa.

 

Editor : Akrom Hazami

Gubernur Dapat Penjelasan Cara Pembuatan Garam di Jono Grobogan

Kades Jono Eka Winarna (baju putih) menerangkan proses pembuatan garam pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni saat mengunjungi desanya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Saat berkeliling, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Grobogan sempat mendapat penjelasan singkat proses pembuatan garam dari Kades Jono Eka Winarna, Rabu (2/8/2017).

Dalam proses pembuatan garam itu ada beberapa tahapan. Sebelum memulai pembuatan garam, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan lebih dulu.

Pertama, mengisi bak penampungan air terlebih dahulu sampai penuh. Bak penampungan ini letaknya di bawah gubuk yang ada di sentra pembuatan garam.

Bak penampungan ini dibuat dengan cara menggali tanah di bawah gubuk tersebut. Ukurannya sekitar 2 x 3 meter dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.  

Bak ini diisi air dari sumber utama yang ada di sebelah timur sentra pembuatan garam. Dari sumber utama, air dialirkan lewat pipa ke bak penampungan. Dengan sudah adanya pipa ini, para petanigaram bisa mengisi bak penampungan tiap saat.

Setelah bak penampungan terisi, persiapan lain yang dilakukan adalah membuat sarana pembuatan garam. Kebutuhan utama adalah membuat klakah (bambu yang dibelah) sebagai media pembuatan garam. Klakah ini rata-rata panjangnya 2 meter.

Proses pembuatan garam diawali dengan menata klakah diatas bak penampungan. Klakah ini disusun berjajar dan bertumpuk tetapi tidak sampai menutup seluruh bak. Masih terlihat ada sedikit celah yang digunakan untuk mengambil air dengan gayung.

Setelah tertata rapi, klakah pada tumpukan paling atas, satu persatu diisi air dari bak penampungan hingga penuh. Selanjutnya, tumpukan klakah paling atas dipindahkan ke lahan penjemuran di depan atau di belakang gubuk.

Untuk memindahkan klakah yang sudah terisi air ke lahan penjemuran harus dilakukan dua orang. Masing-masing mengangkat ujung klakah dan membawanya dengan hati-hati ke lahan penjemuran. “Untuk mindah klakah ke lokasi jemur sulit dilakukan satu orang saja. Soalnya, klakah harus dijaga jangan sampai airnya tumpah,” jelas Eka.

Proses pengisian air dan pemindahan ke lahan penjemuran ini terus diulang sampai tumpukan klakah habis. Setiap produksi, rata-rata ada 300-400 klakah yang disiapkan.

Pengisian air ke dalam klakah hingga memindahkan ke lahan penjemuran sepanjang 20 meter ini memerlukan waktu 3-4 jam. Lamanya waktu ini tergantung berapa banyaknya klakah yang akan diisi. Proses pengisian klakah ini biasanya dilakukan pagi-pagi. Tujuannya, supaya klakah yang sudah diisi air bisa dapat sinar matahari secepat mungkin.

Setelah seharian terkena panas matahari, klakah tersebut kemudian dipindahkan lagi ke dalam gubuk satu persatu dan ditata seperti semula. Saat memindahkan ini, klakah juga dicek kondisinya. Jika ada ruas klakah yang airnya berkurang langsung diisi lagi sampai penuh.

Keesokan harinya, klakah ini dipindahkan lagi ke lokasi penjemuran dan sore hari kembali dimasukkan ke tempat semula. Proses ini diulang-ulang hingga beberapa hari. Saat musim kemarau, proses pembuatan garam ini butuh waktu sekitar lima hari. Tetapi saat musim hujan, prosesnya jadi lebih lama, bisa makan waktu 10-15 hari.

“Cepat atau lamanya pembuatan garam tergantung sinar matahari. Kalau cuaca panas bisa cepat dan sebaliknya kalau sering mendung atau hujan maka pembuatan garam lebih lama,” katanya.

Masa panen garam dilakukan setelah kondisi klakah terlihat penuh butiran berwarna putih. Garam yang sudah terlihat pada klakah ini kemudian dikeruk berikut air yang tersisa dan dimasukkan dalam ember.

Garam yang sudah dipanen kemudian dimasukkan dalam karung yang sudah disiapkan sebelumnya. Sedangkan sisa air dalam klakah yang tidak ikut mengkristal jadi garam, tidak dibuang tetapi juga ditaruh dalam jeriken maupun gentong plastik atau tanah liat.

Oleh petani garam dan warga setempat, sisa air yang tidak jadi garam ini dinamakan bleng. “Jadi hasil panen di sini ada dua macam. Yakni, garam dan bleng yang biasa dipakai untuk bahan membuat kerupuk,” jelas Eka.

Dari tiap lahan, para petani bisa menghasilkan garam sekitar 10 kg dan bleng sekitar dua jeriken bleng (40 liter). Harga jual garam saat ini Rp 10.000 per kilogram. Sedangkan cairan bleng laku Rp 17 ribu per jeriken kapasitas 20 liter.

Garam dan bleng yang dihasilkan di situ biasanya dibeli warga setempat dan warga desa sekitar. Jika masih ada sisa, biasanya disetorkan pada pengepul yang jadi langganan petani garam. “Wah, proses pembuatannya ternyata butuh waktu lama. Tetapi, sentra garam di sini memang sangat menarik dan unik,” kata Ganjar, sebelum meninggalkan lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Ganjar Pranowo Dukung Pendirian Museum Purbakala di Banjarejo Grobogan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melangsungkan kunjungan ke  lokasi penemuan fosil gajah purba jenis stegodon di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung upaya pendirian museum purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Hal itu disampaikan Ganjar saat melangsungkan kunjungan ke  lokasi penemuan fosil gajah purba jenis stegodon di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Rabu (2/8/2017).

Sebelum ke lokasi penemuan fosil, Ganjar sempat singgah sebentar di rumah Kades Ahmad Taufik. Tujuannya, untuk melihat ratusan koleksi benda purbakala dan cagar budaya yang sudah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Alunan musik tradisional berupa kotekan lesung menyambut kedatangan Ganjar bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni.

“Potensi purbakala di Desa Banjarejo ini luar biasa sekali. Saya selaku gubernur akan mendorong agar di Banjarejo bisa berdiri sebuah museum purbakala. Jadi, nanti kita punya museum Sangiran dan Banjarejo,” tegasnya.

Ganjar menyatakan, dia sudah menjalin komunikasi intensif dengan bupati dan balai purbakala supaya kawasan Banjarejo ditetapkan sebagai sebuah situs. Tujuannya, agar potensi yang ada bisa dilindungi dan diselamatkan.

Menurut Ganjar, dengan adanya museum nantinya Desa Banjarejo akan bisa jadi destinasi wisata baru di Jawa Tengah. Selain itu, dengan potensi purbakala yang luar biasa diharapkan bisa jadi tempat penelitian oleh banyak pihak.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Gubernur Penasaran dengan Produksi Garam Darat di Jono Grobogan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni mengunjungi sentra pembuatan garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai menghadiri penutupan TMMD Reguler ke-99 tahun 2017 di lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melangsungkan agenda lain bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, mengunjungi sentra pembuatan garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo.

Sejak beberapa waktu lalu, Ganjar sudah mengetahui adanya pembuatan garam yang bahan bakunya bukan diambilkan dari air laut tersebut. Hal itu membuatnya merasa penasaran dan ingin melihat langsung proses pembuatan garam tersebut.

“Kabupaten Grobogan punya potensi luar biasa yang belum tentu dimiliki daerah lain. Pembuatan garam dari air sumur tanah inilah keunikan yang dimiliki Grobogan,” katanya.

Saat berada di lokasi, Ganjar sempat berdialog dengan petani garam. Setelah itu dilanjutkan melihat hamparan pembuatan garam yang sudah berlangsung ratusan tahun tersebut.

Ganjar menyatakan, adanya garam di Jono ini bisa jadi salah satu solusi mengatasi kelangkaan garam yang terjadi saat ini. Untuk itu produksi garam di Jono harus perlu ditingkatkan dan dibantu pemasarannya.

“Pembuatan garam di sini saya rasa luar biasa sekali. Soalnya, dari air tanah bisa diproses jadi garam. Bahkan, rasa garam dari Jono ini cukup gurih dan agak beda dengan garam laut. Potensi ini harus terus dikembangkan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Tinjau Lahan Agro Ekspo Dinas Pertanian Grobogan, Ganjar : Keren Banget!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memetik buah melon di lahan pameran agro ekspo Dinas Pertanian Grobogan (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sempat dikabarkan batal datang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya bisa hadir untuk membuka acara Agro Ekspo yang digelar Dinas Pertanian Grobogan, Sabtu (25/3/2017). Acara pembukaan dihadiri para bupati dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Selain pameran, dalam kesempatan itu Ganjar sekaligus juga membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah dan Jambore Penyuluh Pertanian se-Jawa Tengah. Selain itu, Ganjar juga didaulat untuk meresmikan Rumah Kedelai Grobogan.

Dalam kesempatan itu, Ganjar sempat melontarkan pujian saat meninjau lahan pameran yang berada di samping kantor Dinas Pertanian Grobogan. “Hebat, pameran ini keren banget. Kalau bikin pameran kayak gini, orang bisa lihat langsung beragam komoditas pertanian,” katanya.

Saat meninjau lahan, Ganjar sempat mampir di beberapa demplot tanaman. Kemudian, Ganjar didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni serta beberapa pejabat lainnya juga sempat memetik buah melon di lahan tersebut.

Di lahan seluas 3 hektare itu terdapat berbagai jenis komoditas pertanian. Mulai tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan. Selain itu, ada pula puluhan stan pameran di bagian tengah lahan pameran.

“Bagus sekali. Semoga pameran ini bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” imbuh Ganjar.

Sri menambahkan, pameran pertanian sudah digelar enam kali. Yakni, tiap tiga tahun sekali. Terakhir digelar pada tahun 2014 lalu.

Menurutnya, arena gelar teknologi pertanian itu dibuka untuk umum. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat beragam produk pertanian yang ada di tempat itu.

”Harapan selanjutnya, masyarakat nantinya akan tertarik untuk mencoba menanam tanaman yang disukai. Dan, dari acara ini, masyarakat bisa tahu langsung kelebihan dari masing-masing produk serta melakukan konsultasi masalah pertanian,” ujar Sri.

Editor : Akrom Hazami

Sowan ke KH Sya’roni, Gubernur Diceritakan Kekompakan Tim Sepak Bola Brazil

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sowan ke KH Sya’roni Ahmadi di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelum datang ke pendapa Pemkab Kudus, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlebih dahulu sowan ke kediaman kiai setempat, KH Sya’roni Ahmadi, Selasa (14/3/2017).

Kedatangan Ganjar didampingi langsung oleh Bupati Kudus, Musthofa. Adapun maksud kedatangannya adalah memohon restu dan doa agar Jateng tambah sejahtera. Rupanya, Kiai Sya’roni malah bercerita tentang sepak bola.

“Saya itu niatnya sowan, namun beliau bercerita tentang sepak bola. Yakni tim kesebelasan Brazil dengan Italia tahun 1994,” kata Ganjar.

Dijelaskan, pada tahun 1994, Brazil berhasil menjadi juara usai mengalahkan Italia dalam drama adu penalti dengan skor 3-2.

Saat itu, Brazil menggunakan formasi 4-4-2. Hal itu berkat kekompakan Brazil. Menurut Ganjar, penjelasan kiai mudah dicerna. Yakni kekompakan satu sama lain menjadi kunci kesuksesan.

 

Editor : Akrom Hazami

Super Unik, Penampakan Warung Berdinding Botol Plastik Bekas di Grobogan, Mengagumkan!

Pujianto alias Mas Din, pemilik warung makan berdinding botol plastik bekas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Botol plastik bekas ternyata bisa dipakai buat dinding tempat usaha. Contohnya, di warung makan yang ada di jalan Siswa, Purwodadi, Grobogan.

Warung makan berukuran 17 x 9 meter ini semua dindingnya ditutup dengan botol plastik bekas air minum ukuran 1,5 liter. Botol tersebut disusun sederhana dengan diuntai menggunakan tali pada tiap lajur.

Untuk menutup dinding warung ini butuh banyak botol bekas. Melihat sekilas, jumlah botol yang digunakan mencapai ribuan.

“Jumlah botol bekas yang saya pasang buat dinding memang ribuan. Tepatnya, 5.500 botol bekas yang jenisnya sama,” ungkap Pujianto, pemilik warung makan dengan menu utama ceker ayam tersebut.

Ribuan botol itu sebagian merupakan koleksi pribadi yang sengaja dikumpulkan di rumahnya. Sebagian lagi sumbangan dari teman dan pelanggan serta didapat dari membeli di pengepul barang bekas.

Pujianto atau yang lebih dikenal dengan nama Mas Din itu sengaja memilih botol bekas untuk dinding warungnya dengan beberapa alasan. Antara lain, memanfaatkan barang bekas yang sudah menumpuk di rumah.

Kemudian, dengan memakai botol buat dinding membuat suasana dalam warung menjadi lebih terang karena sinar matahari bisa menerobos botol plastik. Selain itu, dibuatnya dinding dari bahan botol bekas dilakukan sebagai pembeda dari warung makan lainnya.

“Pada intinya, saya ingin memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk dipakai di warung ini. Tidak hanya botol saja. Tetapi, saya juga ingin bikin kursi dan perabot dari bahan bekas,” jelas pria berusia 25 tahun itu.

Gubernur Ganjar Pranowo saat singgah di warung makan berdinding botol plastik bekas di Grobogan, Rabu (8/3/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain menunya yang khas, keunikan warung makan berdinding botol bekas itu memang mengundang daya tarik banyak orang. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih warung unik ini untuk acara makan siang dengan wartawan. Yakni, saat melangsungkan acara roadshow ke berbagai tempat di Grobogan, Rabu (8/3/2017) lalu.

“Terus terang waktu itu saya tidak percaya ketikda dapat order kalau Pak Gubernur mau makan di sini. Soalnya, tempatnya cuma kayak gini. Setelah dapat order, saya jadi sulit tidur karena merasa bangga dan juga tidak percaya dapat pembeli istimewa,” kata mantan atlet tinju Grobogan itu.

Menurutnya, warung makan tersebut baru berdiri diatas lahan yang disewanya, sekitar tiga bulan lalu. Sebelumnya, Mas Din membuka usaha di pinggir jalan. Lokasinya, tepat di seberang warungnya saat ini.

“Dua tahun saya jualan di pinggir jalan. Setelah punya modal, saya sewa tanah kosong ini untuk bikin warung permanen. Lahan ini saya sewa tiga tahun,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Miskin dan Jalan Jelek Disinggung Gubernur saat Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang di Grobogan

Ini Catatan Ganjar Pranowo Saat Buka Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang di Pendapa Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Agenda Musrenbangwil eks Keresidenan Semarang resmi dimulai, Kamis (9/3/2017). Acara yang dilangsungkan di pendapa kantor Pemerintah Kabupaten Grobogan ini dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Acara pembukaan Musrenbangwil dihadiri bupati/wali kota serta pejabat dari enam wilayah di eks Keresidenan Semarang. Yakni, Kabupaten Grobogan, Semarang, Demak, Kendal serta Kota Semarang dan Salatiga.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan beberapa hal ketika memberikan sambutan sebelum membuka acara Musrenbangwil. Antara lain, soal pegentasan kemiskinan yang perlu dilakukan lebih serius dan melibatkan berbagai instansi terkait lainnya.

Kemudian, soal kondisi jalan yang masih jelek juga menjadi catatan khusus. Ganjar meminta agar penanganan jalan juga jadi prioritas utama karena fungsinya sangat dibutuhkan masyarakat.

“Soal jalan ini harus benar-benar jadi perhatian serius. Sebab, penilaian masyarakat itu sederhana. Kalau jalannya bagus maka pemimpinnya dinilai bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Beberapa masalah lain juga sempat disinggung Ganjar. Misalnya, soal rencana pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang butuh dukungan sosialisasi dalam hal pembebasan lahan.

Selanjutnya, soal harga gabah yang anjlok juga jadi catatan yang disampaikan. Untuk mengatasi masalah ini, Ganjar meminta agar kepala daerah mengajak bulog turun ke lokasi panen untuk membeli gabah petani.

Usai membuka Musrenbangwil, dilakukan acara peluncuran aplikasi berbasis android dengan titel ‘Lapor Gub’. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa menyampaikan masukan langsung pada Gubernur dengan mudah dan cepat.

Editor : Akrom Hazami

Ini Reaksi Gubernur Jateng Lihat Warga Sedang Tambali Jalan Berlubang di Grobogan

 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengamati aktivitas warga yang sedang menambal jalan berlubang sendiri di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi aktivitas seorang warga yang sedang menambal jalan berlubang dengan batu-batu kecil. Hal itu disampaikan Ganjar saat mau meninjau kondisi jalan dan jembatan rusak di Kecamatan Pulokulon, Rabu (8/3/2017).

Saat melakukan perjalanan dari Purwodadi menuju lokasi, ada salah seorang warga yang sedang menambal jalan. Tepatnya, di jalan Danyang-Kuwu km 10 di Dusun Gatak, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon.

Ganjar kemudian berhenti di lokasi tersebut dan sempat mengamati aktivitas yang dilakukan warga bernama Sudarto alias Totok tersebut. Selanjutnya, Ganjar sempat ngobrol sejenak dengan pria berusia 46 tahun tersebut. Bahkan, Ganjar juga sempat memberikan kenang-kenangan berupa kaos pada pria yang memiliki tiga anak tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan satu buah kaos untuk pria penambal jalan berlubang sendiri di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

“Saya mengapresiasi tindakan yang dilakukan Pak Totok ini. Meski demikian, tindakan bagus ini di sisi lain merupakan sebuah kritik terhadap pemerintah. Sebab, tanggung jawab perbaikan jalan pada prinsipnya jadi tanggung jawab pemerintah,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan, ke depan memang perlu adanya petugas khusus sebagai pemantau jalan. Dengan demikian, kondisi jalan bisa selalu diketahui dengan tepat dan jika ada kerusakan bisa ditangani dengan cepat.

 

Editor : Akrom Hazami