Kurban Sapi Seberat 2,7 Ton, Gubernur Ganjar Menginap di Rumah Warga

Sapi yang dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang diserahkan untuk kurban. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menjalankan salat Idul Adha di Masjid Al Mukharom, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017) lusa. Di masjid ini Ganjar akan berkurban sapi seberat 1 ton.

Sapi jenis simental ini akan diserahkan Ganjar langsung usai salat Idul Adha. Ganjar juga juga menyerahkan dua ekor sapi ke panitia kurban DPD PDIP Jateng. Yakni sapi jenis Brahman dengan berat 900 kg dan  sapi jenis Angus dengan berat 860 kg.

Sehingga total berat sapi yang diserahkan Ganjar Pranowo untuk kurban mencapai 2,7 ton.

“Untuk kurban di Pekalongan akan diserahkan Pak Gubernur sendiri karena beliau juga akan salat di sana bersama warga setempat,” kata Kepala Bagian Humas Setda Provinsi Jateng Lilik Henry, Rabu (30/8/2017).

Sebelum mengikuti salat Hari Raya Kurban, malam harinya (Kamis 31/8/2017) Ganjar akan menginap di rumah salah satu warga.

Kegiatan Ganjar ini masuk dalam kunjungan kerja selama tiga hari mulai Rabu hari ini hingga Jumat mendatang. Kunjungan diawali di Batang dengan di antaranya ikut merayakan panen raya, mengajar di SMA 1 Batang.

Ganjar juga melakukan sidak gudag Bulog Kandeman, meninjau pusat galangan kapal Batang, dan ngopi bareng bersama warga Desa Tenggulangharjo Kecamatan Subah, Batang.

“Pak Gubernur malam ini sekalian menginap di rumah warga di Desa Tenggulangharjo,” ujar Lilik.

Sedangkan Kamis besok Ganjar akan berkeliling di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Di Kota Tegal, Ganjar akan mengumpulkan pejabat dan aparatur sipil negara pemerintah kota Tegal. Seperti diketahui, Walikota Tegal Siti Masitha terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Kamis malam juga menginap di rumah warga kemudian setelah salat ied pulang ke Semarang,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Diminta Fokus Turunkan Kemiskinan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo fokus pada penutunan kemiskinan di tahun terakhir kepemimpinanya. Pasalnya, angka kemiskinan di provinsi ini masih cukup tinggi, bahkan melebihi angka nasional.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, pemprov harus membuat program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat kecil. Namun menurutnya, fokus ini tak menjadikan kepentingan pembangunan lain menjadi dikesampingkan.

“Selama ini pembangunan infrastruktur memang diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan dan memutar roda perekonomian. Namun faktanya angka kemiskinan masih tetap tinggi,” ujar politisi PDIP ini.

Per Maret 2017 angka kemiskinan di Jateng masih 13,01 persen (4.450.072.000 jiwa), masih di atas target sebesar 10,40 perse.

Rukma berharap angka kemiskinan bisa ditekan menjadi single digit. Rukma mencontohkan, pemprov bisa membantu memberi stimulant bagi para pelaku UMKM. Sebab selama ini para pedagang kecil belum bisa lepas dari rentenir. Mereka merasa terbantu rentenir meski menerapkan bunga yang tinggi.

“Mengapa pedagang lebih suka dengan bank plecit, karena lebuh mudah, petugas banknya mau turun nemuin masyarakat kecil.s ektor ini bisa dimasuki perbankan maupun Jamkrida, bila masyarakat mengajukan kredit, harus dipermudah,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/8/2017).

Dia menambahkan, para pedagang kecil yang mengajukan kredit hendaknya dipermudah prosesnya. Jangan sampai mereka takut masuk bank.

Sementara itu, Ganjar Pranowo juga mengaku belum puas dengan penurunan angka kemiskinan di Jateng. Meski penurunanya tergolong signifikan dibanding provinsi lain, namun menurutnya masih bisa dimaksimalkan lagi.

Kuncinya adalah menurut dia, adanya ”keroyokan” dalam menanganinya dan dilakukan secara serius.

“Sebenarnya kalau kita ‘keroyok’ benar-benar bisa lebih tinggi lagi lho. Kayaknya begitu. Maka kemudian menurut saya, lho kok anjloke sithik-sithik. Padahal saya butuh anjloke rada banyak,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tak Ingin Semua Warga Jepara Hanya Bercita-cita Sebagai PNS

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin warganya menjadi pengusaha, dan tidak melulu berharap jadi PNS. Hal itu disampaikannya disela peluncuran aplikasi  “Sadewa Market” pada gelaran Pesta Rakyat Jateng 2017 di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017). 

“Pengalaman sudah membuktikan, saat krisis ekonomi yang paling bertahan siapa, ya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).  Hal itu karena bidang tersebut mampu menggerakan sektor perekonomian. Jangan penginnya hanya jadi PNS,” ujarnya. 

Karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui bank Jateng dan aplikasi Sadewa Market, memberikan ruang bagi sektor UMKM untuk bergerak. Melalui perbankan Ganjar mengatakan telah tersedia fasilitas kredit bagi usaha kecil tanpa agunan. Sedangkan melalui aplikasi Sadewa Market, pihaknya memberikan tempat bagi produsen untuk dapat menjangkau konsumen lebih luas lagi. 

Dalam kesempatan itu, ia melakukan test aplikasi dengan memesan sebuah pakaian batik. “Saya tadi memesan sebuah batik, sekarang sudah datang dan diantar. Tapi saya sengaja rahasiakan bagaimana rupanya,” kata Ganjar berseloroh. 

Aplikasi Sadewa Market bisa diakses dengan membuka laman http://sadewamarket.cyberumkm.com/. Pada laman tersebut, selain tersedia pilihan berbelanja, juga ada rujukan terkait pendampingan UMKM secara jarak jauh. 

Editor: Supriyadi

Petani yang Jalan Kaki dari Tawangmangu Diajak Sarapan Ganjar di Gubernuran

Para petani dari Tawangu berjalan kaki menuju Kota Semarang untuk memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang- Setelah jalan kaki selama tiga hari tiga malam, puluhan petani dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8/2017) tiba di Kota Semarang. Para petani ini langsung menuju kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan Semarang, untuk bertemu dan mendukung Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018.

Rombongan petani yang melakukan aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang langsung bersujud sebagai bentuk syukur saat tiba di depan kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya mereka menempuh rute Tawangmangu-Semarang dengan berjalan kaki sejak Senin (14/8/2017).

Ganjar yang tiba di kantor gubernuran bersama istri, Siti Atikoh langsung dikerubuti para petani untuk bersalaman. Setelah bersalaman, Ganjar mengajak berfoto bersama dan sarapan di ruang VVIP kantor gubernur.

Ganjar sendiri mengaku kaget dan terharu mendapat dukungan dari petani dengan jalan kaki. Apalagi beberapa di antara mereka adalah teman sekolah dan tetangga Ganjar di Tawangmangu. Terlebih kedatangan mereka bertepatan dengan momen 17 Agustus.

“Ini sesuatu yang mengharukan sekaligus membahagiakan, ada satu semangat dari kawan-kawan waktu sekolah, tetangga kiri kanan untuk hadir pas 17 Agustus. Kado jugalah buat kita,” kata Ganjar.

Ia mengaku sempat tak percaya dengan kabar yang didapatnya tentang rencana petani yang hendak jalan kaki itu. “Saya pikir itu bercanda, tapi kemarin sore saya dikirimi foto ada gambarnya Pak Wali Kota Solo Rudi dan Bupati Boyolali Seno Samudro yang lagi menyematkan tali putih `sekali putih tetap putih`, tolong dititipkan Mas Ganjar,” ujarnya.

Besari selaku koordinator petani menjelaskan bahwa aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang tersebut adalah nazar atas langkah Ganjar Pranowo yang mendaftar kembali menjadi calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Kami merasa di bawah kepemimpinan Pak Ganjar, Jateng menjadi lebih baik sehingga mendukung lagi pencalonannya untuk yang kedua kalinya,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama perjalanan tidak menemui halangan berarti dan tidak mematok target waktu kedatangan. Selama perjalanan menurut dia, mereka mampir ke kepala daerah yang diusung PDIP dan yidur di masjid atau musala.

Editor : Ali Muntoha

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha

Begini Reaksi Ganjar ketika Ada Siswa SMAN 1 Mlonggo Minta Sekolahannya Diperluas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). Hal ini sebagai bagian dari kegiatan program “Gubernur Mengajar” yang sudah berjalan sejak dirinya menjabat.

Dalam kesempatan ini, Ganjar juga melakukan dialog dan tanya jawab dengan siswa. Ada yang cukup menarik, ketika salah satu siswa mengajukan usulan kepada Ganjar. Yakni terkait dengan perluasan sekolah.

“Sebenarnya saya punya usul, yakni bagaimana caranya untuk melebarkan sekolah ini. Sebab, di sebelah barat gedung SMAN 1 Mlonggo ini masih ada tanah milik desa. Nah, apakah tanah itu bisa dibeli provinsi untuk dihibahkan ke sekolah?, ” tanya Ahmad Baharudin, siswa kelas XI kepada Ganjar.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Ganjar pun tersenyum dan menanggapinya dengan guyonan. “Memangnya Kamu berani ketemu ketemu Pak Kadesnya untuk meminta supaya tanah desa bisa dibeli? Kalau memang Pak Kades membolehkan, maka nantinya bisa dilaporkan ke pihak terkait supaya ditindak lanjuti. Akan tetapi, bila kadesnya tak membolehkan untuk dijual maka ya tidak jadi,”  jawan Ganjar.

Pada kesempatan tersebut, siswa juga merespon positif terkait dengan beberapa hal yang disampaikan oleh Ganjar. Di antaranya terkait dengan berita hoax, yang diminta agar siswa tidak mudah percaya dengan hal tersebut.

“Sebagai siswa yang memang sering mengakses internet, kita harus pintar-pintar menyaring berita dengan cara membuktikan kebenarannya. Kita harus mau bertanya kepada orang yang memang mengerti, agar kita tidak salah menangkap dari isi berita,” ujar Wildan, siswa kelas XII IPA.

Ia juga mengakui, bahwa dengan adanya berita hoax, semua masyarakat bisa dibingungkan. Sehingga, setiap pengguna media sosial harus bisa melihatnya dari berbagai sudut. Tak kalah penting menurutnya adalah, memiliki pikiran positif terhadap sesuatu hal, sehingga tidak terjerumus.

Editor : Kholistiono

Ganjar Imbau Siswa untuk Tidak Percaya Berita Hoax

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Jepara, Kamis (19/1/2017). Dalam kesempatan ini, Ganjar menyampaikan berbagai hal kepada siswa, di antaranya terkait dengan berita hoax atau berita bohong.

Gubernur meminta, agar siswa untuk tidak percaya terhadap berita hoax. “Orang itu harus pintar memilah dan memilih sebuah berita. Dan jangan langsung percaya berita yang ada di media sosial. Kita harus cerdas untuk aktif mencari kebenaran informasi tersebut, supaya tak jadi fitnah,” ucapnya.

Dirinya juga mengakui bahwa dengan adanya teknologi berupa hand phone, maka setiap hari seseorang bisa melihat serta mengakses berita, apakah itu berita hoax atau tidak.

Untuk itu, ketika membaca atau melihat berita, diimbau untuk tidak langsung membagikan ke teman atau publik. Sebab, bisa saja berita itu hoax atau palsu.  Sehingga,harus benar-benar dicermati sebelum dibagikan, karena jika tidak benar, bisa menimbulkan fitnah.

Dalam kesempatan ini, Ganjar juga menyampaikan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. “Jadi, pelajar itu harus bisa berani mencegah adanya narkoba. Sebab bila narkoba itu dikonsumsi, maka akan bisa menghancurkan masa depan. Bahkan bisa membuat gila pemakainya, dan juga bisa memutuskan persahabatan serta pasangan masing-masing,” ujarnya.

Di hadapan siswa, Ganjar juga bercerita bagaimana masa lalunya ketika masih mengenyam pendidikan di SMA. “Ketik saya SMA dulu, tidak punya sepeda motor kayak siswa sekarang ini. Dulu saya masih ngekos, masak sendiri dan masih bekerja sampingan menjual bensin eceran,” bebernya.

Editor : Kholistiono

Curhat ke Ganjar, Nelayan Juwana Mengaku Pernah Ditangkap, Kena Rp 500 Juta dan Ikan Dirampas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) berdialog dengan nelayan Juwana di Kantor Kecamatan Juwana, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) berdialog dengan nelayan Juwana di Kantor Kecamatan Juwana, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nelayan Juwana semakin resah dengan perizinan melaut kapal cantrang yang tidak kunjung ada kejelasan. Sejumlah nelayan cantrang yang nekat melaut di luar Jawa Tengah mengaku pernah ditangkap, kena denda Rp 500 juta, ikan dirampas, hingga masuk jeruji besi.

Hal itu disampaikan Kasmijan, nelayan Juwana ketika curhat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017). “Pengen ada kejelasan, bagaimana perizinannya yang sudah mati. Keamanan laut bagaimana? Di luar provinsi, sekali ditangkap kena uang ratusan juta hingga setengah miliar, ikan  dirampas, ini yang saya takutkan,” kata Kasmijan.

Hal itu diamini Hadi Sutrisno. Dia mengungkapkan fakta, nelayan rawan dikriminalisasi. Akibatnya, ribuan nelayan cantrang saat ini takut melaut. Karena itu, dia membutuhkan toleransi lebih panjang kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, perlindungan, dan pemberdayaan nelayan.

Sulawi, salah satu nahkoda mengaku pernah ditangkap petugas saat melaut di luar provinsi. Dia ditangkap dan dipenjara selama tiga bulan. Saat ini, dia menganggur selama dua bulan karena tidak mengoperasikan kapal lagi.

Mereka sering tertangkap di kawasan Kalimantan Selatan, Makassar, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Kehadiran Ganjar diharapkan bisa memberikan solusi dan bisa menjembatani nelayan dengan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ganjar sadar bahwa keberadaan nelayan butuh pendampingan dari dinas atau petugas negara. Bila tidak, polemik itu akan terus menjadi isu yang tidak ada habisnya. “Pati ini adalah tempat kedua yang saya datangi setelah Kabupaten Batang. Fakta-fakta yang mereka ungkapkan akan kami ajukan ke pemerintah pusat. Kami berharap agar persoalan itu akan segera selesai,” harap Ganjar.

Editor : Kholistiono

Ganjar Temui Puluhan Nelayan di Juwana Terkait Kapal Cantrang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono menemui puluhan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Ganjar mendengarkan berbagai keluhan nelayan terkait dengan pelarangan kapal cantrang yang saat ini diberikan toleransi selama enam bulan.

Hadi Sutrisno, salah satu nelayan yang tergabung dalam komunitas nelayan Jawa Tengah meminta kepada Ganjar agar bisa mendorong pemerintah pusat untuk memperpanjang batas toleransi selama setahun. Perpanjangan toleransi diharapkan bisa dimanfaatkan nelayan untuk mengganti alat tangkap, termasuk modifikasi yang menghabiskan biaya mencapai Rp 3 Miliar.

“Kapal ikan menjadi sumber ekonomi masyarakat banyak, mulai dari bakul-bakul ikan, pekerja freelance, pasar, nahkoda, dan masih banyak lagi sumber ekonomi yang terdampak. Kami minta kepastian dan kejelasan soal masalah yang kami hadapi,” ujar Hadi.

Menurutnya, ada empat opsi utama yang bisa dilakukan nelayan cantrang. Pertama, persoalan peralihan alat tangkap. Di Juwana, hanya 30 persen nelayan yang sanggup beralih alat tangkap.

Kedua, mereka yang punya kapal cantrang dan tidak punya kapal lain terpaksa harus hutang kepada bank. Ketiga, mereka yang tidak bisa hutang bank lantaran terbentur aset atau agunan, satu-satunya cara adalah bekerja sama dengan investor atau nelayan lain.

Keempat, nelayan yang hanya memiliki kapal cantrang harus menjual kapalnya untuk mengganti alat tangkap sesuai dengan spesifikasi. “Pelarangan kapal cantrang berdampak besar pada sumber ekonomi perikanan. Kami berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan nasib kami,” harapnya.

Menjawab keluhan tersebut, Ganjar berjanji akan mendatangkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ke Juwana untuk mencari pemecahan solusi terhadap masalah yang membelit nelayan cantrang. “Saya akan menjembatani dengan menghadirkan KKP di sini,” kata Ganjar.

Editor : Kholistiono

Gubernur Ganjar Ngaku Difitnah Disuap Haryanto Rp 3 Miliar untuk Melantik ASN Pati

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan pesan singkat (SMS) misterius tanpa nama yang menyebut dirinya disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto senilai Rp 3 miliar untuk melantik aparatur sipil negara (ASN) Pati. Pesan itu dinilai sebagai sebuah fitnah besar, sehingga dia merasa dihina oleh pengirim pesan.

“SMS masuk ke nomor saya. Ganjar malam ini nekat melantik para PNS (pegawai negeri sipil), karena disuap Haryanto Rp 3 miliar,” ujar Ganjar menirukan SMS misterius yang dilayangkan kepadanya, di depan ASN Pati usai dilantik pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono, Jumat (6/1/2017) malam.

Ganjar juga mengaku membalas SMS tersebut dengan kalimat, “Panjenengan sinten ndoro?” Namun, pengirim pesan misterius itu tidak mau menyebutkan identitasnya. Karena itu, Ganjar sempat meminta kepada Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo yang hadir untuk melacak dan menyelidiki pelaku SMS fitnah yang ditujukan kepadanya.

“Kalau ada korupsi di sini, bongkar. Kalau ada publik yang tahu, ada suap-menyuap, laporkan. Nanti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saya hadirkan di sini. Saya sedih ada SMS dari pengecut-pengecut, saya tanya tidak mau menyebut nama, ngundang tidak berani, hanya memaki-maki,” tutur Ganjar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga memastikan bila kehadirannya di Pati menyangkut nasib warga Pati dan PNS yang tidak kunjung dilantik Budiyono. Bila tidak segera ditangani, gaji PNS tidak akan turun, sedangkan nasib rakyat juga dipertaruhkan karena tidak segera mendapatkan pelayanan publik.

“Saya difitnah, tidak saya hapus SMS-nya. Untuk proses hukum, saya minta tolong Pak Kapolres untuk menyelidikinya. Saya tersinggung diomongkan dengan orang fitnah dengan kejam. Saya tidak ada urusan apapun di Pati. Urusan saya adalah nasib warga Pati dan nasib PNS,” tandas Ganjar.

Lagipula, pelantikan pada akhirnya dilakukan Budiyono pada Jumat (6/1/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan Ganjar datang untuk memberikan sambutan, usai ASN Pati dilantik Budiyono.

Editor : Kholistiono

Ini Isi Surat Terbuka Ganjar Pranowo Meluruskan Soal Perkembangan Pabrik Semen di Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat surat terbuka untuk meluruskan persoalan perkembangan pabrik semen di Rembang. Berikut isi surat lengkapnya.

Oleh : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Begini.Saya itu sebenarnya menyesal tidak bisa menemui mereka (peserta aksi longmarch Rembang). Pada saat itu saya berada di Riau menghadiri undangan KPK dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2016.

Persoalan ini menjadi membesar saya kira karena miss informasi. Karena kawan-kawan (Pejabat Pemprov yang menemui peserta aksi) seperti ragu menjelaskan secara detil, atau tidak cukup waktu menjelaskan semuanya.

Tapi intinya begini. Beberapa media nggebuki saya. CNN bilang Ganjar bohong dan sebagainya. Tidak, saya tidak keluarkan izin baru (Semen rembang). SK (baru) itu sebenarnya laporan RKL RPL rutin saja.

Jadi PT SI itu dalam perjalanan pembangunan pabrik mengubah beberapa hal. Nama berubah, area penambangan berubah, juga area pengambilan air, perubahan jalan dan lain-lain. Nah, karena ada perubahan lalu dilaporkan ke kita. Otomatis, setiap ada perubahan maka harus ada addendum.

Seperti misalnya kamu mengubah nama, pindah alamat, dari belum kawin jadi kawin dll. Maka kamu kan melapor ke catatan sipil agar dapat akta dan KTP baru. Kalau pihak catatan sipil tidak mengubah, tidak menerbitkan dokumen baru, kan salah. Di dokumen baru itu selain nama tentu juga berubah juga alamat, status dll.

Nah, berdasarkan laporan PT SI itulah kami memberikan addendum. Karena ada addendum, maka izin yang lama otomatis dicabut. JADI ITU BUKAN IZIN BARU, MELAINKAN PERUBAHAN DARI IZIN LAMA.

Nah sekarang karena penjelasan dari asisten saya kurang lengkap, jadi geger. Orang berfikir bahwa saya mencabut izin lama dan menerbitkan izin baru. Dikiranya perkara Semen Rembang sudah selesai dengan izin baru itu. Dikiranya izin baru itulah respon saya atas putusan MA.

Padahal addendum itu kan bersifat administrasi biasa, sesuatu yang otomatis ada karena sistem atau mekanisme yang telah diatur undang-undang. Dan addendum itu terbit sebelum putusan MA saya terima. Addendum terbit tgl 9 November, putusan MA saya terima 17 November. Jadi addendum itu bukan izin baru, addendum itu bukan keputusan final untuk Semen Rembang.

Jadi bukan juga saya diam-diam menerbitkan izin baru. Sekali lagi addendum itu perubahan administrasi saja. Jadi ya memang tidak harus ada sosialiasi publik, regulasinya tidak mengatur itu. Lagipula addendum itu kan dibuka ketika peserta aksi menanyakan, dan boleh dicopy. Jadi siapa yang diam-diam? Tidak ada, semua terbuka.

Baca juga : Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

JADI SEMEN REMBANG INI BELUM SELESAI. SAYA BELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN ATAS PUTUSAN MA. BELUM ADA KEPUTUSAN APAKAH PABRIK AKAN JALAN TERUS ATAU DITUTUP. KITA MASIH PUNYA WAKTU 60 HARI SETELAH PUTUSAN MA.

Maka, pekan ini, mungkin rabu (14 Des) besok. Saya akan memanggil pihak terkait. Saya akan panggil mas Teten (Masduki), kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup, semuanya. Kemarin-kemarin saya telponi mereka semua tidak ada yang bisa bersikap, menghindar semua, akhirnya saya yang digebuki. Maka saya mau undang langsung. Saya mau mereka segera putuskan bagaimana sikap untuk Semen Rembang. Ini penting agar ada kesepakatan bersama. Harus ada kesepakatan bulat berdasarkan kajian berbagai pihak.

Misalnya, apakah putusan MA itu hanya membatalkan izin lingkungan, ataukah sekaligus menutup pabrik. KALAU MEMANG MA PUTUSKAN MENUTUP PABRIK, MAKA SAYA SENDIRI YANG AKAN MENUTUP PABRIK ITU.

Jadi biar clear, ini menyangkut hukum lho. Harus ada kepastian hukum. KALAU DALAM PERTEMUAN ITU JUGA MASIH RAGU-RAGU, SAYA SENDIRI AKAN KE JAKARTA UNTUK TANYAKAN LANGSUNG KE MAHKAMAH AGUNG.

Jadi begitulah, saya tidak masalah kalau sekarang semua geger dan saya dibully di socmed habis-habisan. Pada akhirnya masyarakat akan tahu sendiri bagaimana. Tunggu saja keputusan akhirnya. Semua akan paham nantinya…

Salam

Ganjar Pranowo

Editor : Kholistiono

Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng0

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom,Rembang – Bukti-bukti yang menjadi pertimbangan majelis hakim atas peninjauan kembali (PK) terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, cukup disesalkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut berkaitan dengan identitas sejumlah warga yang masuk daftar penolak keberadaan pabrik semen di kawasan Kendeng. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan terkait identitas penolak pabrik semen tersebut.

Gubernur menyebutkan, dalam daftar 2.501 warga penolak, kata gubernur, beberapa di antaranya terdapat identitas yang janggal. Seperti pada urutan 1.906 tertulis nama Saeful Anwar dengan alamat Manchester, pekerjaan Presiden RI, kemudian urutan 107 atas nama Sudi Rahayu, alamat Amsterdam, pekerjaan menteri, pada nomor 1.914 tercatat Zaenal Muklisin, alamat Rembang, pekerjaan Power Rangers. Adapula nama nomor 1.913 atas nama Bobi Tri S, alamat Rembang pekerjaan Ultraman, serta Fajar Hidayat, alamat Lasem pekerjaan musisi.

“Kalau kita sedang bercanda boleh saja, tetapi ini menjadi bahan pertimbangan oleh hakim, jangan bercandalah pak hakim. Saya ingin sampaikan ke publik bahwa Gunretno ternyata tidak mengenal beberapa nama yang tercantum dalam daftar warga penolak Semen Rembang. Beberapa orang mungkin betul warga setempat, namun sebagian lain fiktif. Masak hakim tidak mempertimbangkan yang seperti ini, ada presiden ada menteri di Amsterdam, ini pasti fiktif, dan kalau fiktif itu penipuan tidak?” ujar Ganjar saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, yang disiarkan beberapa stasiun radio, Selasa (13/12/2016).

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menjelaskan, beberapa pertimbangan majelis hakim dalam peninjauan kembali yang intinya menyatakan, izin penambangan batal karena dokumen Amdal PT Semen Indonesia cacat prosedur. Hal itu antara lain karena adanya penolakan 2.501 warga Rembang, sehingga tidak ada keterlibatan perwakilan masyarakat. Selain itu pada dokumen Amdal tidak ada solusi konkret atau penanggulangan kebutuhan air bersih masyarakat dan kegiatan pertanian.

Editor : Kholistiono

Gubernur Ganjar Jadi Dosen di STAIP Pati

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam stadium general di STAIP Pati, Rabu (21/09/2016), meminta mahasiswa untuk mengeluarkan gadget dan memeriksa negara mana yang membuatnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi dosen dalam agenda stadium general di Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP), Rabu (21/09/2016). Kehadiran Ganjar disambut ribuan mahasiswa yang ingin mengikuti kuliah stadium general.

Dalam mengajar, Ganjar melibatkan mahasiswa untuk aktif berinteraksi. Mereka yang mau maju ke depan dan berdialog diberikan hadiah berupa buku. Bahkan, Ganjar sempat memposisikan diri sebagai murid ketika salah satu mahasiswa diminta jadi guru.

Ahmad Fadoli, salah satu mahasiswa jurusan Tarbiyah diminta untuk menjadi guru dan ribuan audiens di depannya seolah-olah murid. Dia diminta untuk menjelaskan bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Pak guru, saya mau tanya. Ciri-ciri orang yang terkena narkotika itu bagaimana?” tanya Ganjar memposisikan dirinya sebagai murid. Fadoli menjawab, “Ciri-cirinya sakau, ketakutan, suka menggigil. Hindari narkotika, karena berbahaya bagi kesehatan, jiwa, dan masa depan kita.”

Jawaban Fadoli mendapatkan tepuk tangan dari audiens dan Ganjar kembali menjadi dosen. Menurutnya, banyaknya instansi yang dimasuki narkoba. Hal itu dinilai menjadi bagian dari proxy war, perang dunia ketiga yang tidak tampak.

“Perang dunia ketiga melalui cara-cara yang tidak tampak. Maraknya peredaran narkoba di Indonesia tidak lepas dari proxy war. Ini harus kita lawan bersama. Indonesia adalah pasar terbesar peredaran narkoba, dan itu berasal dari Cina,” kata Ganjar.

Selain penyalahgunaan narkoba, perebutan energi disebut bagian dari proxy war. Di dunia, Libya dan Irak menjadi contoh bagaimana proxy war berlangsung dengan latar belakang energi. Indonesia yang kaya akan sumber energi dan pangan harus diwaspadai terhadap kemungkinan proxy war.

Karena itu, partisipasi mahasiswa untuk mengembangkan dan membangun diri dengan semangat nasionalisme diharapkan bisa menjaga Indonesia dari kemungkinan buruk proxy war. “Potensi energi di Indonesia sangat luar biasa. Pertanyaannya, kita mampu mengelolanya atau tidak?” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Gubernur Diwaduli Soal Asap Pembakaran Genting di Ngembal Kulon Kudus yang Ganggu Pernafasan

pembakan genting ngembal e

Asap dengan warna hitam dan pekat terlihat membumbung di langit Desa Ngembal Kulon, Bae, Kudus. (Twitter)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang warga wadul soal pembakaran genting di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, ke Gubernur Ganjar Pranowo. Intinya, asap pembakaran genting sangat mengganggu warga.

Melalui akun media sosial Twitter, warga dengan pemilik akun diladilut

‏@irdaafdlila mengeluh ke gubernur.

“@ganjarpranowo Asap dr pembakaran genteng pak sgt menganggu pernafasan. Kades angkat tangan soal ini.” tulis pemilik akun diladilut @irdaafdlila.

Kicauan itu diungkapkannya pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 07.32 WIB. Mendapati keluhan warganya, Ganjar segera menjawab. “Kadesmu siapa namanya? Ada no telpnya? Lapor ke pemkab ya..”

Rupanya jawaban Ganjar belum membuat warga itu lega. Justru dia menambahkan keluhannya. “@ganjarpranowo kami sudah pernah lapor bpk bupati kudus (Pak Mustofa) tp tidak ada tindakan dr beliau, ibu kades ibu Arimi pun (..).”

Balas membalas kicauan di Twitter itu pun terus terjadi. Ganjar seolah tidak percaya dengan apa yang diwadulkan warga soal bupati maupun kades yang bersikap apatis. “Masak, beliau responsif lho… Nih @MusthofaWardoyo.” begitu Ganjar balik menjawab.

Hingga kini, Sabtu (3/9/2016) pukul 10.33 WIB, tidak ada lagi aksi kicauan lanjutan. Pantauan MuriaNewsCom, asap pembakaran genting di wilayah Ngembal memang terlihat sampai membumbung di langit. Bahkan asapnya terlihat hitam dan pekat. Kondisi tersebut terjadi sejak lama.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara ‘musthofa_forpresident’, Ganjar Komentar

Kanal informasi pribadi milik Musthofa Bupati Kudus yang tersaji di semua screen saat Musrenbang di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kanal informasi pribadi milik Musthofa Bupati Kudus yang tersaji di semua screen saat Musrenbang di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Kudus, Musthofa, rupanya menjadi perhatian khusus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) se-Keresidenan Pati yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (30/3/2016).

Saat Musthofa menyampaikan pemaparannya perihal permasalahan dan juga penyerapan anggaran yang ada di Kudus. Tersaji pada screen, berupa kanal informasi untuk menghubungi Musthofa, berupa nomor handphone, alamat e-mail, facebook, twitter, bbm dan website miliknya. Perhatian Ganjar tertuju pada akun email milik Bupati Kudus itu. Bukan tanpa alasan, alamat akun Bupati Kudus itu terpampang di semua screen yang disajikan pada saat acara Musrenbang. Tertulis jelas musthofa_forpresident@yahoo.com sebagai alamat e-mailnya. “Saya terpukau dengan emailnya pak Mustofa. For Presiden,” ujar Ganjar.

Bupati Kudus itu pun menanggapi hanya dengan senyum simpul. Seketika audiens pun tergelak tawa atas celotehan Gubernur berambut putih itu. “Saya doakan semoga jadi Presiden,” tutur Politisi PDI Perjuangan.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menjelaskan, bahwa saat ini sudah waktunya menerapkan open government, yakni pemerintahan yang terbuka. Saat ini, lanjut Ganjar, pemerintah harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus di informasikan melalui media sosial. “Jadi, pejabat harus punya medsos,” ujar dia.

Saat ini, menurutnya, hampir semua orang mengakses informasi dari media sosial berupa facebook. Jadi, demi keterbukaan informasi, ia meminta semua pejabat agar tidak gaptek (gagap teknologi). Kalau tidak bisa facebook, ya minimal sms. Jangan segan-segan menyebar nomor hp, kalaupun tidak mau ditelepon ya minta di sms saja,” pungkas Ganjar.

Editor : Akrom Hazami

Ini Solusi Ganjar Pranowo untuk Warga Kontrasemen

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah memberikan solusi terkait dengan persoalan warga yang menolak pendirian pabrik semen, Rabu (12/8/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah memberikan solusi terkait dengan persoalan warga yang menolak pendirian pabrik semen, Rabu (12/8/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Kegelisahan warga yang menolak berdirinya pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng akhirnya mendapatkan solusi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal ini disampaikan Ganjar dalam agenda “Ngopi Bareng Mas Ganjar” di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam.

”Saya akan menjaga jarak dengan Bupati Pati untuk memberikan tawaran ini kepada panjenengan semua. Ini boleh disanggah atau didebat, silakan saja. Yang jelas, saya mencoba memberikan tawaran solusi,” ujar Ganjar di hadapan puluhan warga.

Ganjar mengatakan, keputusan layak tidaknya dokumen Amdal saat ini sudah ditangani PTUN Semarang karena sudah digugat perwakilan kontrasemen beberapa bulan yang lalu. Karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara mengumpulkan data-data di lapangan yang menyatakan bahwa dokumen amdal benar-benar tidak layak.

”Sekarang ini prosesnya di PTUN dalam pemeriksaan saksi. Nah, panjenengan harus mengumpulkan keterangan saksi yang menguatkan tuntutan panjenengan, kumpulkan data-data, baik data sosial, lingkungan, dan lain sebagainya. Silakan masalah ini dikawal bersama,” imbau Ganjar.

Ia menambahkan, pola komunikasi yang dengan cara saling tuding, menyalahkan, dan satu arah tidak akan memberikan solusi. Karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk terus mengawal persoalan tersebut dengan menghadirkan saksi-saksi dan data-data yang mematahkan dokumen amdal di PTUN Semarang. (LISMANTO/TITIS W)

Kekeringan, Warga Jati Harus Beli Air Bersih

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi bantuan air di Kecamatan Jati, Blora, kematrin Rabu (13/08/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi bantuan air di Kecamatan Jati, Blora, kematrin Rabu (13/08/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Sri Rahayu mengungkapkan, di wilayah Blora memang saat ini banyak yang terkena dampak musim kekeringan, salah satunya di wilayah Kecamatan Jati. Mereka harus rela berbagi air dengan ternaknya untuk bisa mengkonsumsi air bersih.

”Setiap musim kemarau tiba warga Jati pasti membutuhkan air bersih. Sebab ketika musim kemarau tiba hanya ada satu sumber mata air yang masih ada, yaitu di Dukuh Cerme, Desa Tobo, Kecamatan Jati, dan mereka harus membelinya. Kalau tidak, mereka harus rela ambil dengan jarak yang cukup jauh,” terangnya.

Sehingga pihak BPBD terus berkomunikasi dengan Bakorwil I untuk mengurangi dampak dari kekeringan yang terjadi pada saat ini. ”Paling tidak dengan adanya bantuan air bisa mengurangi dan membantu para masyarakat. Seperti yang telah digalakkan saat ini, adanya bantuan air bersih dari Pemprov Jateng dan Kagama. Semoga hal ini bisa terus berlanjut sampai keadaan kembali normal,” imbuhnya. (PRIYO/TITIS W)

Pemprov Jateng Upayakan 1000 Embung untuk 35 Kabupaten

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi bantuan air di Kecamatan Jati, Blora, kematrin Rabu (13/08/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi bantuan air di Kecamatan Jati, Blora, kematrin Rabu (13/08/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Dampak kekeringan yang terjadi dibeberapa tempat, membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memikirkan bagaimana memanfaatkn sumber air yang ada dengan maksimal. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kekeringan yang terjadi ketika musim kemarau tiba.

”Sumber dan mata air yang ada harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Syukur kalau ada penegakan perda dari pemerintah Kabupaten/Kota bersama DPRD yang mengatur sanksi tegas terutama pada sisi hulu,” jelas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah khususnya di daerah-daerah, tentu perlu dilakukan beberapa skema. ”Skema itu di antaranya berupa wilayah droping air untuk mengatasi kekeringan dalam jangka pendek, untuk jangka menengahnya harus buat sumur dan embung. Sedangkan jangka panjangnya melakukan konservasi sumber mata air,” ungkapnya.

Meski pengprov jateng bersama pemerintah pusat berupaya untuk melakukan program pembangunan 1000 embung untuk 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Tetap diharapkan pemkab setempat juga harus mengantisipasi adanya peringatan kekeringan yang pasti terjadi saat musim kemarau datang.

”Kalau ada anggaran 100 Miliar, tentu sudah membangun embung di Jawa Tengah dan hasilnya tentu bermanfaat ketika musim kemarau datang seperti ini. Pada akhir Agustus nanti juga akan ada konferensi sungai di Serayu Banjarnegara, selain membahaas tetang embung juga membahas bagaimana kita memperlakukan sungai dari hulu sampai hilir. Sehingga bisa digunakan untuk mengatasi krisis air,” imbuhnya. (PRIYO/TITIS W)

Ganjar Pertemukan Bupati Pati dan Warga Kontra-Semen

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah mempertemukan Bupati Pati Haryanto dan warga kontrasemen di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah mempertemukan Bupati Pati Haryanto dan warga kontrasemen di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Gubernur Ganjar Pranowo mempertemukan Bupati Pati Haryanto dengan warga kontrasemen dalam acara “Ngopi Bareng Mas Ganjar” di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam.

Hal tersebut menanggapi warga kontrasemen yang “wadul” ke Ganjar beberapa hari yang lalu, terkait dengan persoalan Bupati tidak mau menemui mereka. Dalam pertemuan tersebut, Ganjar bertindak sebagai penengah yang mencoba mempertemukan bupati dan warga kontrasemen.

Masih dengan statemen yang sama, Haryanto mengatakan, pihaknya tidak bisa mencabut surat izin pendirian pabrik semen. Pasalnya, izin tersebut menjadi kewajiban bupati, setelah Komisi Sidang Amdal memberikan rekomendasi.

”Pemberian izin semen itu sudah melalui mekanisme panjang dan saat ini sudah berada di ranah hukum, yaitu di PTUN Semarang. Karena itu, kami hargai setiap keputusan yang ada di PTUN. Tidak ada yang namanya memaksakan kehendak,” kata Haryanto saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, jika PTUN nantinya memutuskan dokumen amdal tidak layak, maka pendirian semen dibatalkan. ”Kita tunggu saja hasil putusan PTUN bagaimana. Sebagai warga, kita harus patuhi hukum yang berlaku,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Warga Pati Keluhkan Semua Masalah ke Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah berdialog dengan warga Pati di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah berdialog dengan warga Pati di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah warga dari berbagai daerah di Kabupaten Pati mengeluhkan masalah kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara “Ngopi Bareng Mas Ganjar” di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/8/2015) malam.

Semua masalah dibahas bersama dengan cara yang santai dan kepala dingin. Salah satunya, masalah kapal cantrang, Sungai Juwana, perpanjagan izin kapal, lamanya mendapatkan SIM, KTP, STNK, hingga persoalan pendirian pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ganjar mengajak warga Pati untuk berpikir secara intelektual agar setiap permasalahan yang dihadapi tidak berujung pada konflik. ”Gak ono masalah, seng gak iso dirembug,” ujar Ganjar di hadapan warga.

Selain mencoba untuk mengakomodasi setiap keluhan yang ditampung warga, Ganjar membuka dialog dengan dialektis. Artinya, pola komunikasi jagongan yang diterapkan Ganjar tidak searah, tetapi ada proses dialektis yang mengajak warga juga ikut berpikir. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Budiyono, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (LISMANTO/TITIS W)

Gubernur Akui Kelemahannya di Hadapan Siswa di Grobogan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengajar di MA Sunniyyah, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengajar di MA Sunniyyah, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui salah satu kelemahannya di depan siswa Madrasah Aliyah (MA) Sunniyyah Grobogan. Yakni ketidakcakapannya mengajar di kelas.
Hal itu dilakukan saat Ganjar melakukan kegiatan bertajuk Roadshow Gubernur Jawa Tengah.

Dengan temanya adalah Gubernur Mengajar Siswa. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengakui kekurangcakapannya mengajar di sekolah.

“Saya sebenarnya nggak bisa ngajar karena bukan guru. Tapi saya kesini ingin berbagi pengalaman dan memberi motivasi buat adik-adik MA Sunniyyah,” kata Ganjar

Hal itu dilakukan karena makin menurunnya jiwa nasionalisme para pemuda membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo prihatin. Untuk itu pada Momen Hari Kemerdekaan ini Ganjar menggugah semangat generasi muda untuk lebih mencintai dan berkaya buat bangsa Indonesia.

Menurut Ganjar, saat ini Indonesia sudah merdeka 70 tahun lamanya. Namun, hingga saat ini masih banyak masalah yang membelit. Seperti korupsi, kemiskinan, hingga ketergatungan impor beberapa bahan pangan.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga membuka sesi tanya jawab dengan siswa MA yang lokasinya berdampingan dengan makam Ki Ageng Selo itu.

Beragam pertanyaan pun dilontarkan sejumlah siswa. Mulai persoalan sosial, kekeringan, beasiswa, kartu pintar dan program gubernur dalam memajukan pendidikan.

Kepada siswa yang berani maju untuk bertanya, Ganjar pun memberikan hadiah khusus. Yakni, buku motivasi dan bendera merah putih.

“Saya minta kepada adik-adik agar semangat belajar dan banyak-banyak membaca. Sebab, dari membaca ini akan mendapatkan berbagai ilmu untuk membantu menyelesaikan persoalan,” kata Ganjar. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Penetapan Enam Hari Sekolah Butuh Peraturan Bupati

Siti Atiqoh (biru), istri Gubernur Jawa Tengah sekaligus ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan peralatan sekolah kepada siswa di Rembang belum lama ini. Penerapan enam hari sekolah di Kota Garam membutuhkan peraturan bupati sebagai penguat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Siti Atiqoh (biru), istri Gubernur Jawa Tengah sekaligus ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Tengah saat memberikan bantuan peralatan sekolah kepada siswa di Rembang belum lama ini. Penerapan enam hari sekolah di Kota Garam membutuhkan peraturan bupati sebagai penguat. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa penetapan enam hari sekolah harus diperkuat dengan adanya semacam peraturan atau surat keputusan (SK) dari bupati setempat. Dindik berharap agar Pemkab segera merancang peraturan bupati (Perbup) tentang keputusan tetap menerapkan enam hari sekolah. Sehingga, seluruh sekolah di Kota Garam memiliki dasar yang kuat untuk menerapkan kebijakan tersebut. Lanjutkan membaca