Kurban Sapi Seberat 2,7 Ton, Gubernur Ganjar Menginap di Rumah Warga

Sapi yang dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang diserahkan untuk kurban. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menjalankan salat Idul Adha di Masjid Al Mukharom, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017) lusa. Di masjid ini Ganjar akan berkurban sapi seberat 1 ton.

Sapi jenis simental ini akan diserahkan Ganjar langsung usai salat Idul Adha. Ganjar juga juga menyerahkan dua ekor sapi ke panitia kurban DPD PDIP Jateng. Yakni sapi jenis Brahman dengan berat 900 kg dan  sapi jenis Angus dengan berat 860 kg.

Sehingga total berat sapi yang diserahkan Ganjar Pranowo untuk kurban mencapai 2,7 ton.

“Untuk kurban di Pekalongan akan diserahkan Pak Gubernur sendiri karena beliau juga akan salat di sana bersama warga setempat,” kata Kepala Bagian Humas Setda Provinsi Jateng Lilik Henry, Rabu (30/8/2017).

Sebelum mengikuti salat Hari Raya Kurban, malam harinya (Kamis 31/8/2017) Ganjar akan menginap di rumah salah satu warga.

Kegiatan Ganjar ini masuk dalam kunjungan kerja selama tiga hari mulai Rabu hari ini hingga Jumat mendatang. Kunjungan diawali di Batang dengan di antaranya ikut merayakan panen raya, mengajar di SMA 1 Batang.

Ganjar juga melakukan sidak gudag Bulog Kandeman, meninjau pusat galangan kapal Batang, dan ngopi bareng bersama warga Desa Tenggulangharjo Kecamatan Subah, Batang.

“Pak Gubernur malam ini sekalian menginap di rumah warga di Desa Tenggulangharjo,” ujar Lilik.

Sedangkan Kamis besok Ganjar akan berkeliling di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Di Kota Tegal, Ganjar akan mengumpulkan pejabat dan aparatur sipil negara pemerintah kota Tegal. Seperti diketahui, Walikota Tegal Siti Masitha terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Kamis malam juga menginap di rumah warga kemudian setelah salat ied pulang ke Semarang,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Buka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara, Begini Kemeriahannya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memukul bedug sebagai tanda Pesta Jateng telah dibuka di Alun-alun Jepara, Jumat  (25/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pesta Rakyat Jateng 2017 resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017). Secara simbolis dilakukan pemukulan bedug sebanyak 67 buah, sesuai dengan usia provinsi tersebut.

Sebelum pembukaan acara, didahului dengan peluncuran Kartu Jateng Sejahtera (KJS) dan Program E-Commerse “Sadewa Market”.

“Tahun pertama saya dan Pak Heru (Ultah Jateng) diadakan di Semarang, Banyumas dan Magelang. Kini di Jepara tahun depan kelihatannya sudah diminta oleh Pati. Kalau bisa berkeliling harapannya tidak Semarang Centris namun Jawa Tengah Centris. Dengan begitu masyarakat bisa memamerkan potensi dan meningkatkan penghasilan,” kata Ganjar.

Selain itu, ia mengajak peran serta jajaran pemerintahannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ganjar meminta layanan kepada masyarakat memangkas ruwetnya birokrasi hingga dapat mencapai pemerintahan yang mudah, murah dan cepat.

Terkait KJS ia mengatakan, program dari Pemprov Jateng itu bertujuan memberi bantuan kepada masyarakat berkebutuhan khusus dan lansia, yang belum tercover bantuan sosial apapun. Ganjar menyebut di Jateng ada sekitar 13 ribu orang yang belum mendapatkan jaminan sosial atau kesehatan.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meluncurkan Sadewa Market, yakni sebuah platform E-Commerce yang menampung berbagai produk pengusaha mikro, kecil dan menengah.

Pada acara tersebut juga ditampilkan stan produk UMKM, Job Fair dan beberapa stan lain yang memadati Alun-alun Jepara hingga Minggu (27/8/2017). 

Setelah dibuka secara resmi, Pada Jumat malam nanti, , akan digelar Parade Seni Jateng yang diikuti 35 kontingen seni budaya se-Jateng dengan menampilkan beragam tari dan seni di sepanjang alun-alun.

Editor : Ali Muntoha

Siswi SMP 4 Demak yang Lumpuh Setelah Imunisasi Sudah Bisa Gerakkan Kaki

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Niken Angelia, siswi SMP yang lumpuh setelah menjalani imunisasi campak rubella. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah tiga hari mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang, Niken Angelia, siswi SMP di Demak, yang lumpuh setelah imunisasi campak rubella, Jumat (18/8/2017) dijenguk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Saat mengetahui orang nomor satu di Jateng masuk ke ruang bangsal untuk menjenguknya, Niken terlihat langsung tersenyum. Ganjar dan Niken tampak berbincang-bincang.

Ibu Niken, Yuli Suryaningsih mengatakan, kondisi niken mulai membaik. Walaupun hingga saat ini pinggulnya belum kuat menopang, sehingga belum bisa duduk.

“Belum bisa duduk, masih sakit. Alhamdulillah sudah ada perkembangan. Makan sudah banyak,” kata Yuli kepada Ganjar.

Kemajuan kondisi Niken ditunjukkan gadis itu sendiri dengan mulai menggerakkan dan menggoyangkan kakinya. “Oh sudah bisa gerak, Alhamdulillah,” kata Ganjar saat melihat kaki Niken bisa digerakkan.

Mantan Anggota DPR RI ini mengapresiasi pihak rumah sakit yang melakukan penanganan dengan intensif terhadap Niken. Ia berharap masyarakat tidak langsung menghakimi musibah yang dialami Niken berhubungan dengan imunisasi yang dilakukannya.

“Dokter mendalami intens sampai tungkai sudah bisa digerakkan. Ini ditangani baik. Jangan sampai kemudian orang buat judgment itu karena imunisasi. Tidak ada, (kelumpuhan Niken) itu bawaan sebelumnya, maka kita rawat,” ujarnya.

Konsultan Spesialis Anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Wistiani juga mengatakan kejadian yang menimpa Niken bukan disebabkan karena vaksin, melainkan sakit bawaan. Pihak rumah sakit sudah melakukan penelusuran termasuk menerjunkan tim ke tempat Niken imunisasi di Kabupaten Demak.

“Ketika dilakukan penelusuran, ternyata terbukti tidak ada hubungan kelemahan tungkai dengan imunisasi. Anak ini memang ada kelemahan kedua tungkai sejak kecil,” terang Wistiani.

Wistiani meminta untuk pasien yang memiliki penyakit bawaan atau sedang sakit, sebaiknya disampaikan kepada dokter sebelum imunisasi.

“Kalau mau diimunisai, anak kondisi sehat tidak demam. Kalau ada hal-hal yang membuat ibu cemas, tanyakan ke dokter. Misal punya penyakit kronis, bisa diberitahukan ke petugas atau konsultasi dulu,” terang Wistiani.

Sebelumnya diberitakan, badan bagian bahwah Niken lemas tidak bisa digerakkan setelah imunisasi MR di sekolahannya. Niken sempat ditangani rumah sakit di dekat tempat tinggalnya hingga akhirnya dirujuk ke Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Hebat, 2 Kelompok Tani di Grobogan Berhasil jadi Juara Tingkat Provinsi

Ketua Poktan Maju Desa Winong, Kecamatan Penawangan Guseri berfoto dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai penyerahan penghargaan. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua kelompok tani (poktan) di Grobogan berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Yakni, meraih juara I dalam lomba penyuluhan bidang pertanian tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kedua kelompok yang berprestasi masing-masing, Poktan Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi. Poktan ini meraih juara I dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas kedelai.

Satu lagi adalah Poktan Maju Desa Winong, Kecamatan Penawangan. Poktan ini meraih juara I dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas padi.

Atas keberhasilan tersebut, kedua Poktan tersebut mendapat penghargaan dan hadiah yang diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat upacara HUT ke-67 Provinsi Jateng, di lapangan Simpanglima Semarang, Selasa (15/8/2017).

Penghargaan dari gubernur diterima langsung oleh ketua kelompok berprestasi tersebut. Yakni, Guseri selaku Ketua Poktan Maju dan Ketua Poktan Ngudi Rejeki I Darwoto.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, prestasi yang diraih kedua poktan itu dinilai sangat membanggakan. Sebab, untuk bisa jadi juara dalam lomba itu banyak aspek penilaiannya.

Antara lain mengenai, teknis budidaya mulai awal sampai panen, administrasi, unit usaha dan Kemitraan dengan pihak lain, pengelolaan hasil, aset atau modal, pola tanam, serta kegiatan yang sudah dilakukan.

Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah dan petugas juga menjadi aspek penting dalam penilaian tersebut.

“Jadi, untuk bisa meraih juara tingkat provinsi ini tidak mudah. Oleh sebab itu, keberhasilan ini kita rasa sangat membanggakan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha