Peringati Satu Abad Qudsiyyah, Al-Mubarok Ciptakan 2 Album

Jpeg

Jam’iiyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jamiah Ad-Dufuf Al-Mubarok Qudsiyyah, kelompok musik rebana yang diisi santri aktif dan alumni memperingati Satu Abad Qudsiyyah dengan menciptakan dua album lagu sejak 10 tahun lalu.

Pengurus jamiah, Gus Apank mengatakan, pihaknya telah mengonsep penampilan peringatan 100 tahun Qudsiyyah, sejak sepuluh tahun lalu. “Kami tampil pada puncak acara satu abad, Sabtu (6/8/2016) malam,” katanya.

Diketahui, album selawat yang bakal dilantunkan telah dibuat di dua buah album mereka. Total lagu ada 15. “Kedua album ini melengkapi kedelapan album Al-Mubarok yang sudah tercipta sebelumnya. Sebab kedelapan album itu ada 85 lagu. Sedangkan kedua album yang terbaru untuk menyambut satu abad Qudsiyyah ini ada 15 lagu. Dengan rincian Album Khudz Badala ada 7 lagu dan Isy Ghotthi ada 8 lagu. Bila ditotal ada 100 lagu. Dan itu bisa klop dengan usia madrasah Qudsiyyah ini yang sudah menginjak 100 tahun,” paparnya.

Dia melanjutkan, kedua album ini diberi judul Khudz Badala dan Isy Ghotthi. Nama album tersebut mengandung arti dan filosofi tersendiri. Terutama di ruang lingkup Qudsiyyah ini. Dari sumber yang dihimpun MuriaNewsCom, nama album Khudz Badala tersebut berarti Carilah Penggantiku yang mempunyai makna mendidik dan meluluskan santri dengan baik serta tersirat filosofi dari tahun kelahiran madrasah Qudsiyyah yang didirikan keturunan Sunan Kudus, KH R Asnawi.

Sedangkan untuk album Isy Ghotthi yang bermakna Hiduplah, Lindungi Kami merupakan album yang mengisahkan dari tokoh pendiri Qudsiyyah KH R Asnawi. “Bila kita runut, kata Khudz Badala itu menunjukan tahun 1337. Tahun itu merupakan berdirinya Qudsiyyah. Yakni bila diurai, maka huruf Kho itu berangka 600, huruf dzal mempuyai arti 700, ba mempunyai angka 2, huruf dal mempunyai angka 4, lam angka 30 dan lam berangka 1. Bila dijumlah maka akan ketemu angka 1337 tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, namun untuk yang album Isy Ghotthi ini merupakan filosofi dari tahun wafatnya KH R Asnawi. Sebab kata Isy Ghotthi itu bila ditotal ada sejumlah 1379. Nah angka itu merupakan tahun wafatnya KH R Asnawi. Selain mendiang KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi sering menyebut kata itu. Yang berarti KH R Asnawi harus dilindungi ilmunya, serta dijadikan contoh.

Editor : Akrom Hazami