VIRAL, Kondisi Ibu Akibat Anaknya jadi TKI dan 12 Tahun Tak Pernah Ngabari

Sudardi (65) menunjukkan ijazah SD Joko Samuel, putranya yang tidak pernah pulang selama 12 tahun terakhir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri, Sudardi (65) dan Kasmi (63), warga Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, saat ini sedang dilanda kesedihan. Karena keduanya sudah hilang kontak dengan anaknya Joko Samuel (27) selama hampir 12 tahun lamanya.

Tidak jelas kabar dari sang buah hati bahkan sempat membuat Kasmi jatuh sakit. Diagnosa medis, Ibunda Joko Samuel ini mengalami gejala stroke.

Akibat sakit ini, Kasmi sehari-hari praktis tidak bisa beraktivitas berat. Untuk pergi ke kamar kecil, ia harus dipapah suaminya.

“Istri saya mulai sakit sejak empat bulan lalu. Semenjak sakit saya tidak bisa kerja jauh-jauh. Untuk sementara kerja apa saja dan makan juga seadanya,” kata Sudardi saat dikunjungi di rumahnya, Senin (14/8/2017).

Pasangan yang tinggal di rumah sederhana dari papan dan berlantai tanah ini memiliki dua orang anak. Anak pertama bernama Daryati sudah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu pada usia 38 tahun. Meninggalnya Daryati yang sudah memiliki dua orang putra ini makin menambah kesedihan kedua orang tua itu.

Sudardi menceritakan, sekitar tahun 2005, Joko Samuel yang saat itu duduk di bangku kelas III SMP dr Soetomo Karangrayung tidak lulus ujian akhir. Karena merasa malu, Joko tidak mau ketika diminta untuk ikut ujian ulang.

Tidak lama kemudian, ada beberapa teman dan tetangganya yang mengajaknya kerja jadi TKI ke Brunei Darussalam. Sebenarnya, Dardi sempat mencegah karena Joko diminta menamatkan sekolahnya dulu. Namun, karena anaknya punya kemauan kuat, akhirnya ia pun menyetujui rencana tersebut. Bahkan, sebagai bekal untuk bisa kerja jadi TKI, Dardi sempat menjual sepetak sawahnya.

“Waktu itu, sawahnya laku Rp 8 juta. Uangnya buat ongkos Joko kerja ke luar negeri,” kenang Dardi.

Beberapa tahun kemudian, teman Joko yang sebelumnya mengajak kerja ke luar negeri sudah pulang ke kampung. Saat ditanyakan kabar anaknya, mereka menyatakan jika Joko masih ada di Brunei dan mau tetap kerja. Selama di Brunei, Joko dan teman-temanya ternyata tidak bekerja dalam satu tempat. Tetapi berpencar lokasi.

Dardi menceritakan, sekitar tahun 2008, sempat kontak dengan anaknya lewat telepon di rumah salah satu perangkat desanya. Saat itu, samar-samar Dardi sempat mendengar kalau Joko posisinya ada di Pontianak dan hendak diajak kerja ke Malaysia oleh teman perempuannya. “Ceritanya, ketika sampai di Pontianak, Joko dapat kenalan. Katanya, mau kerja nanam pohon di Malaysia,” jelas Dardi.

Kedua orang tua itu hanya berharap agar keberadaan anaknya bisa terlacak. Dengan demikian, mereka bisa merasa tenang.

“Saya berharap, Joko bisa segera pulang. Kami sangat merindukannya,” kata Dardi.

Saat diminta menunjukkan foto anaknya, Dardi mengaku tidak punya. Satu-satunya barang yang ada foto Joko adalah ijazahnya saat lulus SD.

“Foto Joko sudah hilang. Dulu sempat ada beberapa. Sebelum tinggal di sini, saya sempat pindah tempat dua kali. Jadi, waktu pindahan banyak barang yang tercecer,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Mangin Budiono yang menemani kunjungan ke rumah Sudardi menyatakan, pihaknya akan mencoba mencari informasi lebih lanjut dengan teman-teman Joko saat awal pergi ke luar negeri. Dengan cara itu diharapkan, jejak untuk mencari keberadaan Joko akan bisa ditelusuri lagi.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Bayi Lahir di Hari Pramuka Diberi Kado Spesial dari Kwarcab Grobogan

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro dan sejumlah pengurus lainnya memberikan bingkisan pada bayi di RSUD R Soedjati Purwodadi yang lahir pada bertepatan dengan Hari Pramuka. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-56 di Grobogan diwarnai dengan aksi sosial unik. Yakni, mengunjungi bayi yang dilahirkan tanggal 14 Agustus atau bertepatan dengan Hari Pramuka.

Acara kunjungan pada bayi lahir ini dilakukan Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro dan sejumlah pengurus lainnya. Lokasi kunjungan dilakukan di RSUD R Soedjati Purwodadi, usai pelaksanaan upacara Hari Pramuka di alun-alun, Sabtu (14/8/2017).

Di rumah sakit milik Pemkab Grobogan ini terdapat tiga bayi lahir pada Hari Pramuka. Terdiri dari 2 laki-laki dan satu bayi perempuan. Masing-masing adalah warga Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan dan warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon serta warga Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh.

“Selain memberikan selamat, kita juga kasih sekedar bingkisan pada tiga bayi yang lahir pada hari istimewa ini. Mudah-mudahan, ketiga bayi ini nantinya jadi penerus gerakan Pramuka di Grobogan,” kata Icek.

Sementara itu, pelaksanaan upacara peringatan Hari Pramuka berlangsung semarak. Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak selaku pembina upacara dalam kesempatan itu.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang selama ini dinilai punya banyak kontribusi pada kegiatan pramuka di Grobogan.

“Sejauh ini, sudah banyak prestasi yang berhasil diraih Kwarcab Grobogan. Semoga ke depan, prestasinya tambah hebat lagi,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Jembatan Ini Membahayakan, Tapi Warga Kedungjati Grobogan Terpaksa Tetap Menggunakannya

Kondisi jembatan penghubung antara Desa Kitikan dan Desa Deras di Kecamatan Kedungjati, Grobogan terlihat melengkung akibat satu pilar penyangganya roboh diterjang banjir bandang tahun 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jalan, Pemkab Grobogan tampaknya perlu menaruh perhatian lebih dengan masalah perbaikan jembatan. Sebab, sejauh ini banyak jembatan yang kondisinya mengenaskan tetapi masih tetap digunakan sebagai akses transportasi warga setempat.

Salah satunya adalah jembatan penghubung antara Desa Deras dan Desa Klitikan, di Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Saat ini, kondisi jembatan terlihat melengkung karena satu pilarnya roboh.

Jembatan sepanjang 30 meter itu memiliki dua pilar penyangga yang dibuat dengan konstruksi beton. Satu pilar terlihat masih kokoh dan satu lagi roboh.

Dari keterangan warga, satu pilar itu roboh diterjang banjir pada tahun 2015 lalu. Agar tetap bisa digunakan, pilar yang roboh ditopang kayu seadanya.

Karena penanganan darurat, kondisi jembatan terlihat melengkung kareda beda tinggi di kedua sisi. Meski begitu, warga tetap berani melintas karena jembatan itu jadi akses terdekat.

“Tiap hari, jembatan ini masih bisa dilalui sepeda motor meski harus hati-hati. Kalau mobil tidak bisa dan harus memutar sekitar dua kilometer,” kata Haryadi, warga setempat.

Jembatan tersebut membentang di atas Kali Temuireng yang merupakan anakan Sungai Tuntang. Kecuali pilar, kayu yang dipakai jembatan sebagain besar kondisinya masih cukup kuat.

Kepala Desa Deras Rusdi mengatakan, tidak lama setelah pilar roboh, pihaknya sudah mengusulkan pada instansi terkait untuk diperbaiki. Tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Upaya yang dilakukan hanya sebatas memasang kayu sebagai penyangga darurat.

“Penanganan jembatan hanya perlu perbaikan pilar yang roboh. Pilar yang satunya masih kuat kondisinya,” jelasnya, Senin (14/8/2017).

Editor : Ali Muntoha

NGERI, Kakek Tewas Terbakar di Grobogan

Polisi melihat kondisi mayat kakek yang tewas terpanggang di Karangrayung, Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Pangkalan, RT 04 RW 02, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Sabtu (12/8/2017). Kebakaran yang menimpa sebuah rumah ini menyebabkan penghuninnya tewas terpanggang.

Korban tewas diketahui bernama Yaspan (75). Saat rumahnya terbakar, ia tidak bisa menyelamatkan diri karena sudah cukup lama mengalami lumpuh.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban di rumah sendirian karena anggota keluarganya sedang beraktivitas di luar rumah.

Sebelum kebakaran terjadi, sempat terdengar bunyi ledakan cukup keras. Adanya ledakan ini membuat warga keluar dari rumah untuk mencari tahu darimana sumber ledakan berasal.

“Tidak lama kemudian, kami mendapati rumah mbah Yaspan sudah terbakar. Sebelumnya, ada suara ledakan keras dan listrik padam,” kata beberapa warga setempat.

Mengetahui ada rumah terbakar, warga kemudian bergegas melakukan pemadaman sebisa mungkin. Konsentrasi warga juga difokuskan untuk menyelamatkan mbah Yaspan yang diketahui masih ada di dalam rumah.

Namun, upaya pemadaman dan penyelamatan gagal dilakukan. Sebab, kobaran api cepat sekali membesar karena banyak barang mudah terbakar dan adanya hembusan angin cukup kencang.

Kebakaran itu akhirnya berhasil dipadamkan setelah tiga unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Meski demikian, upaya pemadaman masih butuh waktu sekitar satu jam.

Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi menjelaskan, hasil penyelidikan sementara, kebakaran itu diduga terjadi karena hubungan arus pendek atau konsleting. “Dalam musibah ini ada satu korban jiwa. Korban diketahui menderita lumpuh. Setelah diperiksa, jenazah sudah kita serahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami 

Puluhan Anggota Pramuka di Grobogan Gelar Aksi Bedah Rumah Tak Layak Huni

Anggota pramuka melakukan kegiatan bakti sosial bedah rumah di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegiatan bakti sosial bedah rumah tidak layak huni dilakukan puluhan pramuka Kwarcab Grobogan, Sabtu (12/8/2017). Rumah yang dipugar para pramuka itu milik Mbah Ngadiyem, warga Dusun Brangkal, Desa Karangranyar, Kecamatan Purwodadi.

“Aksi sosial ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka yang jatuh 14 Agustus mendatang. Ada banyak kegiatan yang kita lakukan. Salah satunya adalah bedah rumah ini,” ungkap Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno.

Dipilihnya acara bedah rumah itu dilakukan secara spontan. Beberapa hari lalu, pihaknya mendapat informasi ada rumah warga di Desa Karanganyar tersebut yang kondisinya nyaris ambruk dan butuh uluran tangan dari banyak pihak. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke tempat tinggal perempuan berusia 73 tahun tersebut.

“Setelah kita cek, kondisi rumah Mbah Ngadiyem memang sangat mengenaskan dan membikin trenyuh saat melihatnya. Selama ini, Mbah Ngadiyem tinggal seorang diri,” jelasnya.

Pascameninjau lokasi itulah akhirnya diputuskan untuk membuat aksi bedah rumah. Setelah rencanya itu menyebar, banyak pihak di luar Kwarcab Grobogan yang memberikan dukungan. Termasuk dari kerabat, tetangga dan pemerintahan desa setempat.

“Setelah semuanya siap, hari ini kita mulai acara bedah rumah. Targetnya, bedah rumah sudah selesai pas peringatan Hari Pramuka nanti. Kami mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang mendukung kegiatan sosial ini,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Miris, Kakek di Taruman Grobogan Ditemukan Gantung Diri 

Polisi memeriksa lokasi gantung diri yang dilakukan warga Dusun Lengki, Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Grobogan. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom,  Grobogan – Peristiwa orang gantung diri terjadi di Dusun Lengki, Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Grobogan, Jumat (11/8/2017). Seorang kakek berusia 83 tahun bernama Rusban ditemukan gantung diri di kamar tidur.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa gantung diri kali pertama diketahui oleh anak korban bernama Ari (39). Ceritanya, menjelang magrib Ari tidak mendapati ayahnya di rumahnya. Sebelumnya, Rusban memang berada di rumahnya sejak siang hari.

Selanjutnya, Ari menuju ke rumah ayahnya yang berada di sebelah utara tempat tinggalnya. Saat dipanggil, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Selanjutnya, ia mencoba mencari ayahnya ke dalam kamar.

Saat membuka tirai, Ari sontak kaget. Sebab, ia mendapati tubuh ayahnya tergantung di bawah pasak rumah dengan leher terjerat tali plastik.

Melihat kenyataan itu, Ari selanjutnya berteriak minta pertolongan warga. Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat diperiksa, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Klambu AKP Asep Priyana menyatakan, saat petugas tiba di lokasi, posisi korban sudah diturunkan dan ditempatkan di meja ruang tamu. Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis Puskesmas Klambu dan inafis Polres Grobogan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri dan tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Pihak keluarga sudah menerima dan jenazahnya sudah kita serahkan untuk dimakamkan,” jelasnya, Sabtu (12/8/2017).

Editor : Akrom Hazami 

Tim Ahli Purbakala Mulai Buatkan Replika Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan

Tim ahli purbakala mulai melakukan tahapan pembuatan replika fosil stegodon di lokasi penemuan di areal sawah di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim ahli purbakala dari sejumlah instansi masih terus melakukan kegiatan penelitian dan penyelamatan temuan fosil stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Setelah melakukan serangkaian penelitian dan pengumpulan data, tim ahli mulai mengerjakan tahapan selanjutnya. Yakni, membuat replika fosil stegodon di lokasi penemuan di areal sawah di Dusun Kuwojo.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, pembuatan replika dilakukan oleh empat tim ahli. Masing-masing, dua orang dari BPSMP Sangiran dan dua orang lainnya dari BPCB Jawa Timur.

“Pembuatan replika juga dibantu beberapa orang dari Komunitas Peduli Fosil Banjarejo.

Diperkirakan butuh waktu 10 hari untuk pembuatan replika fosil sampai jadi,” jelasnya, Jumat (11/8/2017) .

Taufik menyatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam pembuatan replika tersebut. Antara lain, membuat negatif di atas fosil. Setelah itu baru membuat cetakan positifnya dan dilanjutkan pengecatan.

Setelah replika jadi, fosil asli di lokasi penemuan akan diangkat guna dilakukan konservasi. Usai pengangkatan replika gantian ditempatkan di lokasi penemuan yang nantinya akan dijadikan sebagai museum lapangan.

Editor : Akrom Hazami

4 Cabang Olahraga Bakal Gelar Pra-Porprov di Grobogan

Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman saat menggelar rapat persiapan Pra Porprov dengan pengurus cabor tinju. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ajang Pra-Porprov untuk empat cabang olahraga (cabor) bakal dihelat di Grobogan. Hal itu disampaikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman pada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Menurut Facthur, empat cabor tersebut adalah catur, tinju, balap motor dan bola voli. Pelaksanaannya akan dilangsungkan dalam kurun waktu Oktober dan November.

“Tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi. Yang pasti, pada Oktober dan November empat cabor akan melangsungkan Pra-Porprov di Grobogan,” jelasnya.

Terpilihnya Grobogan sebagai tuan rumah Pra-Porprov dinilai cukup membanggakan. Sebab, sejauh ini, belum pernah ada penyelenggaraan Pra Porprov di Grobogan. Terlebih, kali ini ada empat cabor sekaligus.

Terkait dengan rencana itu, Fatchur mengaku sudah menjalin koordinasi dengan pengurus empat cabor di level kabupaten. Tujuannya, untuk mulai mempersiapkan segala sesuatu supaya pelaksanaan Pra-Porprov nanti bisa sukses.

“Kepercayaan jadi tuan rumah Pra-Porprov ini berat tanggungjawabnya. Oleh sebab itu, jauh hari sudah kita harus persiapkan sebaik mungkin. Lebih-lebih ada empat cabor yang bakal melaksanakan Pra-Porprov di sini,” imbuhnya.

Selain dengan pengurus cabor, koordinasi dengan pihak lainnya juga akan dilakukan. Seperti dengan jajaran keamanan, dinas terkait serta pengusaha hotel. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Keberadaan FK Metra Masih Dinilai Efektif Buat Sampaikan Pesan pada Masyarakat Grobogan

Diskominfo Grobogan menggelar acara pembinaan dan reorganisasi pengurus FK Metra di ruang rapat Setda lantai I, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah banyak ragam media, namun keberadaan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dirasakan masih bermanfaat. Yakni, sebagai sarana untuk membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi dengan cara tradisional.

“Selain jadi tontonan, FK Metra juga diharapkan menjadi tuntunan bagi masyarakat lewat pesan-pesan yang dibawakannya. Lewat FK Metra pesan bisa disosialisasikan lewat seni tradisonal, tari, musik, dialog dan lainnya,” kata Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Grobogan Wiku Handoyo dalam acara pembinaan dan reorganisasi pengurus FK Metra di ruang rapat Setda lantai I, Kamis (10/8/2017).

Menurut Wiku, FK Metra ke depan diharapkan dapat menjadi salah satu media diseminasi informasi dari pemerintah ke masyarakat. Diseminasi informasi yang dikemas dalam kesenian lokal dirasakan akan lebih mengena karena ada komunikasi langsung dengan masyarakat.

Untuk bisa mengena pada sasaran, pertunjukan FK Metra sebaiknya dilakukan di tempat terbuka. Dengan demikian, pesan yang akan disampaikan langsung bisa di tangkap oleh masyarakat luas.

“Peran FK Metra ini harus lebih digiatkan agar kesenian ini bisa termanfaatkan. Khususnya oleh OPD untuk menyampaikan berita pada masyarakat,” katanya.

Wiku menambahkan, pada tahun 2017 ini, FK Metra Grobogan berhasil meraih peringkat II saat mengikuti babak seleksi pertunjukkan rakyat Provinsi Jateng yang dilangsungkan di Kudus bulan Mei lalu. Atas keberhasilan ini, FK Metra Grobogan diperkenankan mengikuti seleksi final pertujukkan rakyat Provinsi Jateng bulan depan.

Editor : Akrom Hazami

Sumur Mulai Mengering, Warga Deras Grobogan Ngangsu di Sungai Tuntang

Sejumlah warga Dusun Krajan Desa Deras Kecamatan Kedungjati, Grobogan mengambil air dari Sungai Tuntang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dampak kemarau mulai dirasakan warga Desa Deras, Kecamatan Kedungjati, Grobogan. Minimnya hujan yang mengguyur daerah pelosok itu menyebabkan sumur milik warga mulai mengering.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari Sungai Tuntang yang melintasi desa tersebut. Air dari sungai kebanyakan digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci.

Sebagian warga mengambil air dan selanjutnya dibawa pulang ke rumah untuk persediaan. Beberapa warga ada yang mandi dan mencuci di pinggiran sungai. Jarak sungai dengan perkampungan tidak terlalu jauh, sekitar 200 meter saja.

Untuk mengisi sumur, warga ada yang memanfaatkan jasa mesin sedot. Sekali pengisian sumur, biayanya Rp 35 ribu.

Setelah penuh, air dari sungai yang dimasukkan dalam sumur tidak bisa langsung digunakan. Tetapi harus menunggu dua hari setelah kondisi air menjadi agak jernih, karena sisa lumpurnya sudah mengendap.

Air dalam sumur yang diisi dengan mesin sedot ini bisa digunakan selama sepekan untuk mandi dan mencuci. Buat keperluan masak dan minum, warga membeli air isi ulang.

Dari keterangan warga, kondisi seperti itu sudah biasa terjadi hampir tiap tahun. Saat kemarau tiba, sumur milik warga mulai berkurang airnya.

“Sumur di desa ini kebanyakan tidak ada sumber airnya. Sumur yang dibuat warga lebih berfungsi jadi tampungan air hujan,” kata Kepala Desa Deras Rusdi, Jumat (11/8/2017).

Menurut Rusdi, pihaknya sedang berupaya untuk membangun sistem jaringan air bersih. Namun, biaya dan peralatan pendukung masih jadi kendala.

“Untuk kebutuhan jangka pendek, kami butuh bantuan air bersih. Kami berharap ada bantuan air,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Didatangi Anggota DPRD Jateng, Pembongkaran Bangunan di Sempadan Grobogan  Ditunda

Sejumlah pihak terkait terlibat diskusi penundaan pembongkaran bangunan illegal di Balai PSDS Jragung Tuntang, Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Grobogan, Kamis (10/8/2017).

MuriaNewsCom, Grobogan – Pembongkaran bangunan illegal yang berdiri di sempadan daerah irigasi Glapan, Kecamatan Gubug akhirnya tertunda. Hal ini seiring datangnya anggota komisi B DPRD Jateng Romly Mubarok ke lokasi penggusuran bangunan di Desa Kemiri, Kamis (10/8/2017).

Menurut Romly, dia tergerak turun ke lapangan setelah sebelumnya mendapat aduan dari warga. Wakil Rakyat dari PKB ini merasa tergerak karena kebetulan berasal dari Dapil Grobogan dan sekitarnya.

“Saya berharap pembongkaran ini juga mempertimbangkan aspek sosial. Perlu ada pendekatan-pendekatan,” ungkap Romly, usai melangsungkan pertemuan di Balai PSDA Jragung Tuntang di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug.

Pertemuan dan diskusi itu dihadiri sejumlah pihak. Antara lain dari Balai PSDA Bodri Kuto, BBWS Pemali Juana, dan jajaran Muspika Gubug.

Dalam diskusi terkait penundaan penggusuran ini sempat diwarnai ketegangan. Sebabnya, ada warga yang ikut mengingatkan supaya pembongkaran tetap dijalankan. Soalnya, ratusan bangunan lain telah diratakan.

Akhirnya, diskusi mencapai kesepakatan. Yakni, pembongkaran dilaksanakan 20 hari lagi pada beberapa rumah warga tersebut.

“Kami akan menghormati kesepakatan yang telah dicapai dan tidak ada kompensasi pada pemilik bangunan. Jadi, hal ini hanya soal penundaan saja dan pembongkaran akan tetap dilanjutkan,” kata staf Balai PSDA Bodri Kuto Saripudin.

Editor: Supriyadi

Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Mulai Bertolak ke Mekkah

Sebagian jemaah haji kloter 17 mengikuti pembekalan mengenai teknis pemberangkatan ke Mekkah dan pelaksanaan ibadah umrah di Madinah. (istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah delapan hari berada di Madinah, rombongan jemaah haji asal Grobogan yang tergabung dalam Kloter 17 mulai bergeser ke Mekkah. Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Mekkah setelah menunaikan salat Ashar di Masjid Nabawi.

“Hari ini, jemaah dijadwalkan menuju Mekkah. Jadwalnya, setelah Ashar,” kata Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali, Kamis (10/8/2017).

Jumlah jemaah keseluruhan ada 351 orang. Dari jumlah ini, kemungkinan ada satu jemaah yang terpaksa tertinggal dulu di Madinah karena dirawat di rumah sakit.

“Laporan terakhir, ada satu jemaah kita yang sakit. Mudah-mudahan, kondisinya sudah membaik dan bisa bersama-sama jemaah lainnya berangkat ke Mekkah,” sambung Hambali.

Kasubag Umum Kantor Kemenag Grobogan Ali Ichwan menambahkan, saat ini, semua jemaah sudah melakukan persiapan untuk pindah ke Mekkah.

Kemudian, para ketua rombongan, ketua regu serta petugas juga sudah mendapat pembekalan untuk disampaikan pada anggotanya. Yakni, pembekalan teknis pemberangkatan ke Mekkah serta penjelasan mengenai pelaksanaan ibadah umrah yang akan kita laksanakan.

“Doakan saja, semua jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” kata Ali yang saat ini ada di Madinah sebagai salah satu pendamping haji kloter 17 itu.

Editor : Ali Muntoha

Penanganan Jalan Longsor Lamban, Belasan Rumah di Kelurahan Kunden Grobogan Terancam Roboh

Jalan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan mengalami longsor, dan belum tertangani maksimal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari meminta agar penanganan bencana longsor yang menimpa ruas jalan Nusa Indah segera dikerjakan. Sebab, longsoran jalan itu kondisinya makin parah.

Bahkan, akibat longsoran ini sempat menyebabkan dua rumah yang ada di situ roboh pada Rabu (28/9/2016). Dua rumah yang roboh tersebut milik Witono (57) dan Siti Rohmah (76), warga setempat.

Robohnya rumah tersebut disebabkan tanah di bawah bangunan terkikis derasnya air sungai Tirta yang ada di samping ruas jalan tersebut. Dua rumah yang roboh ini posisinya memang berdekatan dengan pinggiran sungai.

Selain itu, belasan rumah lainnya juga terancam mengalami nasib serupa jika longsornya bahu jalan tidak segera ditangani. Karena kondisinya dirasa mengkhawatirkan, beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi memilih pindah ke tempat lainnya.

“Kami berharap, bencana longsor ini bisa ditangani lebih serius. Sebab, longsornya ruas jalan ini sudah berlangsung lama dan membuat repot warga,” kata Teguh, warga setempat.

Peristiwa longsornya ruas jalan Nusa Indah Kelurahan Kunden itu terjadi 26 April 2014 lalu. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah warga retak dan satu rumah lainnya terpaksa dirobohkan pemiliknya karena khawatir ikut longsor ke dalam sungai yang ada di sebelahnya.

Akibat peristiwa ini, jalan penghubung ke beberapa desa tersebut putus total dan menyebabkan warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. 

Jalan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekitar 9 meter itu sebelumnya sudah pernah diuruk dan dibuatkan talud di pinggir sungai. Namun, tanah yang dipakai menguruk jalan longsor itu tidak berselang lama kembali ambles.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengatakan, longsornya jalan itu memang cukup parah. Penanganan longsor harus dikerjakan dengan pemasangan tiang pancang, sehingga longsor tidak meluas. Untuk penanganan itu butuh biaya sebesar Rp 20 miliar.

“Pemkab belum mampu menangani sehingga  berulang kali minta dukungan ke pemerintah pusat maupun provinsi agar dapat membantu menangani longsoran di Kunden tersebut. Saat ini, desain penanganan sungai sedang dibuat oleh BBWS Pemali Juana. Mudah-mudahan, perhononan yang kita ajukan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Pelajar di Grobogan Perangi Narkoba Lewat Lukisan

Peserta lomba sedang menyelesaikan lukisan berisi pesan sosial pada masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Koran Muria, Grobogan – Suasana halaman pendapa Kabupaten Grobogan dipenuhi ratusan pelajar dari berbagai sekolah, Selasa (8/8/2017). Keberadaan pelajar tersebut dalam rangka mengikuti lomba lukis yang diselenggarakan DP3AKB Grobogan.

Lomba lukis dengan media kanvas tersebut mengusung tema khusus berisi pesan sosial pada masyarakat. Seperti, peringatan tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas, kekerasan terhadap anak maupun rumah tangga.

“Total pesertanya ada 200 an pelajar. Mulai dari siswa PAUD, TK, SD dan SMP,” ungkap Kepala DP3AKB Grobogan Adi Djatmiko.

Selain menyampaikan pesan sosial, pelaksanaan lomba juga dimaksudkan untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki pelajar. Lomba lukis itu digelar menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Forum Anak Grobogan.

Dari pantauan di lokasi, para pelajar terlihat cukup serius membuat lukisan sesuai tema yang diinginkan. Sebagian pelajar ada yang menggunakan cat air dan ada yang memakai cat semprot untuk bikin lukisan.

Saat mengerjakan karyanya, para pelajar boleh bebas memilih lokasi disekitar pendopo. Ada yang berada di areal parkir, dibawah pohon peneduh dan diteras depan kantor wakil bupati.

Pihak panitia menyediakan waktu yang cukup panjang bagi peserta untuk menyelesaikan lomba. Batas waktu menyelesaikan lukisan ditentukan selama 3 jam.

Editor : Ali Muntoha

Pekerja Tertimpa Bangunan saat Pembongkaran Bangunan di Atas Sempadan Irigasi Grobogan

Sebuah alat berat dikerahkan untuk membongkar ratusan bangunan ilegal di sempadan irigasi di Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug, Grobogan, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah melayangkan peringatan, ratusan bangunan yang masih tetap berdiri di atas sempadan saluran sekunder daerah irigasi Bendung Glapan di Kecamatan Gubug, Grobogan, akhirnya dieksekusi, Selasa (8/8/2017). Rencananya, pembongkaran bangunan tersebut akan berlangsung dua hari, hingga Kamis lusa.

Proses pembongkaran bangunan berjalan cukup lancar. Para pemilik bangunan permanen untuk tempat tinggal, maupun toko hanya bisa pasrah saat alat berat dan puluhan pekerja melangsungkan pembongkaran. Usai dirobohkan, pemilik kemudian mengumpulkan puing-puing bangunan yang didalamnya sudah kosong itu.

Puluhan aparat dari kepolisian, TNI dan Satpol PP terlihat mengawal jalannya pembongkaran bangunan. Selain itu, hadir pula pegawai dua instansi terlibat dalam penertiban. Yakni, dari Balai Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Di tengah pembongkaran, sempat terjadi insiden. Seorang pekerja yang terlibat dalam pembongkaran bangunan ilegal di Desa Ginggangtani tertimpa tembok rumah.

Akibat peristiwa ini, pekerja bernama Didin ini mengalami luka di bagian kaki. Oleh petugas lainnya, pria ini langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk memperoleh pengobatan.

Kepala Balai Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto Indah Sulistyowati mengatakan, bangunan yang sempat mengenai pekerjanya itu kondisinya memang sudah rapuh. Peristiwa itu dinilai di luar dugaan.

“Kami akan bertanggungjawab terkait dengan insiden tersebut. Pekerja akan mendapat pengobatan dan kejadian ini di luar dugaan,” katanya pada wartawan di lokasi pembongkaran.

Menurut Indah, jumlah bangunan yang berada di saluran irigasi tersebut sebanyak 246 unit. Sebagian besar telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya, sejak beberapa hari lalu. Bangunan yang tersisa akan dibongkar oleh petugas selama tiga hari menggunakan sebuah alat berat. “Selama ini bangunan itu illegal, kami tidak ada kompensasi. Selama ini, kami juga tidak menarik retribusi apapun,” tegasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Peringatan Kemerdekaan RI di Grobogan Bakal Semarak, Ini Agendanya

Bupati Grobogan Sri Sumarni melepas karnaval kemerdekaan tahun 2016 lalu. Pada perayaan kali ini Grobogan juga akan kembali menggelar karnaval. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam kegiatan bakal digelar Pemkab Grobogan dalam rangka memeringati HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017. Selain upacara resmi, peringatan momen penting ini juga disemarakkan dengan serangkaian lomba, pameran, pengajian dan hiburan.

Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid menyatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan lomba K3 antar SD, SMP dan SMA pada pekan pertama hingga kedua bulan Agustus ini. Kemudian ada lomba gapura antarse-Kecamatan Purwodadi.

Selanjutnya, ada kegiatan jalan sehat yang akan dilangsungkan Sabtu 12 Agustus. Tiga rangkaian acara akan dilaksanakan pada Rabu 16 Agustus. Yakni, mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, tirakatan, dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan.

Sehari berikutnya, ada lima kegiatan sekaligus yang dilaksanakan. Masing-masing, upacara bendera, pemberian remisi, serenade, upacara penurunan bendera dan resepsi.

Kegiatan karnaval masih diadakan pada tahun ini. Jadwalnya, 21 Agustus untuk kelompok PAUD, TK, SD, dan SMP. Sehari berikutnya, karnaval untuk kelompok SMA, instansi swasta  maupun pemerintahan serta masyarakat umum.

“Setelah karnaval hari kedua, malam harinya ada pagelaran wayang kulit di halaman pendapa kabupaten. Dalangnya Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta,” jelas Nursyahid.

Selepas wayang kulit, masih ada dua kegiatan lagi yang disiapkan. Yakni, Grobogan Bersholawat yang dijadwalkan akhir Agustus dan Grobogan Expo pada pertengahan September.

Editor : Ali Muntoha

Pembangunan Jembatan Gantung di Kedungjati Grobogan Diusulkan ke Kementerian 

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat melakukan survei tebing Sungai Tuntang di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keingian warga Desa Ngombak dan Desa Kentengsari di Kecamatan Kedungjati, Grobogan untuk dibuatkan jembatan gantung mendapat respons positif. Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, sebelum mengajukan permohonan, pihaknya sudah menerjunkan tim teknis ke lokasi. Tujuannya untuk melakukan survei awal, mengmpulkan data dan informasi pendukung serta membuat desain jembatan.

Direncanakan jembatan gantung tersebut memiliki panjang 85 meter dengan lebar 1,8 meter. Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Tuntang.

“Segera kami usulkan ke Kementerian PUPR untuk mendapatkan pendanaan. Mudah-mudahan permohonan ini disetujui. Pada tahun ini, pihak kementrian sudah memberikan bantuan jembatan gantung di Kecamatan Pulokulon dan Kradenan,” jelasnya, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan akses jalan di Desa Ngombak menjadi aset desa. Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa menganggarkan karena jadi kewenangan desa.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, untuk mendukung terwujudnya pembangunan jembatan, pihak desa juga sudah melakukan persiapan sesuai kemampuan. Misalnya, membuat akses jalan dengan cor beton ke lokasi yang saat ini digunakan sebagai penyeberangan warga.

Selain itu, pihak desa juga sudah memiliki tanah yang akan dijadikan landasan bagi pembuatan fondasi jembatan. Untuk lahan itu, tidak perlu ada pembebasan tanah.

Menurut Kartini, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang.

Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung. Sebab, keberadaan jembatan dibutuhkan warga desanya dan desa tetangga.

“Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Begini Jurus Petugas Dinkes Grobogan Lakukan Vaksinasi Siswa

Petugas dari Dinas Kesehatan Grobogan melangsungkan kegiatan vaksinasi MR di SMPN 5 Purwodadi, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas Dinkes Grobogan ternyata tidak hanya butuh kemampuan medis saja saat melaksanakan pemberian vaksin measles rubella (MR) pada anak sekolah. Mereka juga dituntut punya jurus lain biar kegiatan vaksinasi berlangsung lancar. Yakni, bisa merayu anak sekolah supaya mau diberi vaksin.

Rayuan ini diperlukan karena tidak semua anak dengan senang hati mau diberikan vaksin. Soalnya, vaksin MR itu diberikan lewat jarum suntik. Kondisi ini menyebabkan sebagian anak merasa takut saat melihat jarum suntik yang dibawa petugas.

“Memang ada anak yang takut dikasih vaksin ketika lihat jarum suntik. Kalau ada yang takut seperti ini maka harus kita rayu dulu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Lely Atasti, usai kegiatan vaksinasi pada siswa SMPN 5 Purwodadi, Senin (7/8/2017).

Menurut Lely, pembarian vaksin MR sudah dilakukan mulai pekan pertama bulan Agustus ini. Sejauh ini, sudah sekitar 3.000 anak yang telah mendapat vaksin.

Pemberian vaksin hanya pada anak usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Sasarannya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Mulai PAUD, SD, SMP dan sebagian siswa SMA.

Target pelaksanaan vaksinasi di Grobogan sebanyak 325.000 anak. Ditargetkan, pelaksanaan vaksinasi MR selesai akhir September mendatang.

Lely menambahkan, bagi anak yang belum divaksinasi pada saat petugas datang sekolah,  diminta untuk datang ke puskesmas terdekat. Pemberian vaksin itu diperlukan guna mencegah anak-anak supaya tidak terkena penyakit campak.

Editor : Akrom Hazami

 

Wow… Petani di Grobogan ini Berani Tanam Padi Saat Musim Kemarau

Sejumlah petani di Desa Gebangan, Kecamatan Tegowanu sedang menanam padi di areal sawahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Areal sawah di Grobogan ternyata tidak didominasi palawija di musim kemarau ini. Di beberapa tempat, justru ada petani yang malah memilih menanam padi. Salah satunya dilakukan petani di Desa Gebangan dan Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu.

Meski musim kemarau sebagian petani berani menanam padi. Sebab, mereka bisa mengandalkan air yang disedot dari sungai.

“Debit air sungai masih mencukupi. Kondisi ini kita manfaatkan untuk tanam padi,” kata Sunarto, salah seorang petani, Senin (7/8/2017).

Petani sengaja menanam padi di luar musim. Sebab, areal sawah biasanya sering kena banjir saat musim penghujan. Hal ini terjadi akibat meluapnya air dari sungai yang sampai menggenangi areal pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, di Kecamatan Tegowanu ditargetkan ada perluasan areal padi sekitar 50 hektare pada musim kemarau ini. Upaya penanaman padi di luar musim ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengamankan stok pangan.

Selain di Tegowanu, ada juga penananam padi di daerah lainnya. Yakni, di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dengan luasan sekitar 25 hektar.

Sebelumnya, penanaman padi lebih dulu juga dilakukan petani di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer. Pada lokasi ini, areal tanam padi mencapai 100 hektar.

“Jadi petani yang menanam padi saat kemarau ini ada di beberapa tempat. Dari tanam musim kemarau ini diharapkan bisa menghasilkan panen sekitar 6 ton per hektar,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Duta Kwarcab Grobogan Juara di Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng

Prestasi membanggakan berhasil diraih utusan Kwarcab Grobogan dalam Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Deretan prestasi yang diraih Kwarcab Grobogan bertambah lagi. Prestasi terbaru adalah keberhasilan meraih juara dalam ajang Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Peraih prestasi tercatat atas nama Sinta Riski Nursafira yang meraih juara Pramuka Garuda Berprestasi golongan siaga putri. Kemudian, satu duta lainnya Latifatur Roziqoh meraih Juara III golongan penegak putri.

“Prestasi yang didapat di even Pramuka Garuda Berprestasi atau “Eagle Scout Award” ini sungguh mengejutkan. Ini adalah prestasi perdana di even Pramuka Garuda,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro, Senin (7/8/2017).

Menurut Icek, dalam even itu ada enam orang yang dikirim jadi duta Kwarcab Grobogan. Masing-masing, Nazil M S dari MI Sunniyyah Selo Tawangharjo dan Sinta Riski Nursafira dari SD Negeri Nambuhan Purwodadi yang mewakili golongan siaga.

Kemudian, Zaidaan Zahir B dari SMPN 1 Tanggungharjo dan Uthama Riri I dari SMPN 1 Kedungjati mewakili golongan penggalang. Dua orang lagi, yakni M. Rizal Akbar dan Latifatur Roziqoh  dari gugus depan MA Sunniyyah Selo Tawangharjo mewakili golongan penegak.

Keenam orang yang dikirim ke tingkat Kwartir Daerah adalah Pramuka pilihan. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi Pramuka Garuda Berprestasi di tingkat kabupaten yang digelar akhir Juli lalu.

“Keenam orang tersebut merupakan juara satu Garuda Berprestasi masing-masing golongan kwarcab. Jadi, kemampuannya sudah diuji dulu sebelum dikirimkan ke level provinsi,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

432 Atlet di Grobogan Ramaikan Kejurkab Bulutangkis 2017

Atlet bulutangkis melakukan pemanasan di GOR Simpanglima, Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Even Kejurkab Bulutangkis tahun 2017 berlangsung semarak. Sebanyak 432 atlet ikut ambil bagian dalam even yang dilangsungkan di GOR Simpanglima, Purwodadi.

Kejurkab dibuka secara resmi oleh Ketua PBVSI Jateng Andy Kridasusila, Senin (7/8/2017). Sebelum membuka kejurkab, Andy terlebih dahulu melangsungkan pelantikan pengurus PBVSI Kabupaten Grobogan. Kejurkab juga dihadiri Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman dan sejumlah pejabat terkait.

Ketua Panitia Kejurkab Joko Sriyono menyatakan, peserta sebanyak 432 atlet tersebut terbagi dalam 21 kelas yang dipertandingkan. Yakni, mulai kelas pra dini hingga veteran.

Even kejurkab dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu lusa. Jumlah pertandingan keseluruhan ada 437 partai. Terdiri 289 partai tunggal dan 58 partai ganda.

“Dalam even kejurkab kali ini ada 25 klub lokal yang ambil bagian. Kejurkab kali ini pesertanya melimpah,” kata Joko.

Ketua PBVSI Kabupaten Grobogan Sumarli menambahkan, olahraga bulutangkis sejauh ini memang masih digemari masyarakat. Selama ini, sudah banyak prestasi yang mulai didapat pebulutangkis Grobogan dalam even provinsi maupun nasional.

“Melalui even kejurkab ini kita harapkan bisa muncul bibit muda yang potensial,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Sudah Ada Palang Pintu, Izin Pelegalan Perlintasan KA di Katong Grobogan Belum Turun

Perlintasan kereta api di Desa Katong, Kecamatan Toroh yang dilengkapi palang dan penjaga masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah ada upaya swadaya masyarakat dengan membangun palang pintu serta penjaga namun izin untuk melegalkan perlintasan kereta di Desa Katong, Kecamatan Toroh belum kunjung turun. Padahal, pihak desa sudah mengirimkan surat permintaan izin kepada Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementrian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, pihaknya juga menerima termbusan surat permohonan izin dari pihak Desa Katong yang dilayangkan ke kementerian. Surat itu dilayangkan beberapa hari setelah digelar pertemuan di Balai Desa Katong pada awal Juli lalu.

“Sejauh ini, izin dari Kementerian Perhubungan belum turun. Untuk mengeluarkan izin ini butuh proses dan pertimbangan. Tetapi, saya optimis kalau permohonan warga Katong bakal diizinkan. Kita tunggu saja, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah keluar izinnya,” jelas Agung.

Menurut Agung, pembuatan palang pintu sederhana di Desa Katong merupakan sebuah upaya supaya perlintasan sebidang itu tidak ditutup. Hal itu dilakukan warga karena perlintasan itu dinilai jadi akses penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Lokasi perlintasan memang dinilai rawan kecelakaan karena tidak ada penjaga dan palang pintunya. Karena alasan ini, perlintasan itu rencananya akan ditutup. Namun, warga berupaya membuat palang secara swadaya dan menempatkan penjaga agar perlintasan itu tidak ditutup dan bahkan bisa dilegalkan,” kata mantan kabag humas itu.

Agung menyatakan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya di Katong sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang. Tetapi, hal itu akan dilakukan setelah izin untuk melegalkan perlintasan tersebut keluar.

Ditambahkan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan

ada 139 titik. 

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

“Dari 139 titik ini, baru 11 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa 

perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. Untuk menekan kecelakaan, salah satu upayanya adalah memasang rambu peringatan di perlintasan dan garis kejut,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Ketajaman Dewangga Diandalkan Saat Persipur Lawan PPSM Magelang

Striker Persipur Albebta Dewangga mendapat pengawalan ketat saat pertandingan dengan PPSM Magelang pada pertemuan pertama, Mei lalu di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur kembali akan turun lapangan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (6/8/2017) besok. Kali ini, tim besutan Wahyu Teguh akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah PPSM Magelang.

Meladeni PPSM, para pemain ditarget bisa memetik poin demi mengamankan posisi di klasemen sementara. “Kita akan berupaya untuk bisa mencuri poin di Magelang. Minimal, harus bisa satu poin ,” cetus Wahyu Teguh.

Dalam laga melawan PPSM, striker Persipur Albebta Dewangga bakal diandalkan untuk mengoyak gawang lawan. Pada pertemuan pertama di Purwodadi, Persipur berhasil menang 2-0. Satu gol kemenangan dicetak striker bernomor punggung 29 itu.

“Kita harapkan Dewangga bisa tampil prima besok. Namun, kontribusi pemain lainnya juga kita harapkan demi mendapatkan poin di Magelang,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, semua anak asuhnya dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan PPSM. Semangat pemain dinilai juga meningkat pascaraih kemenangan 1-0 saat menjamu PSIR Rembang, pekan lalu.

“Kondisi anak-anak tidak ada masalah. Semua pemain siap diturunkan,” katanya.

Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Dinilai Minim, Bantuan Korban Kebakaran di Grobogan Perlu Dinaikkan

Warga saat berada di lokasi kebakaran di Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak meminta agar Pemkab Grobogan menaikkan besarnya bantuan bagi warga yang menjadi korban kebakaran. Hal itu dilontarkan karena bantuan yang diterima saat ini dinilai masih minim.

“Bantuan dari pemkab untuk korban kebakaran maksimal nilainya Rp 2,5 juta. Itupun diberikan untuk rumah yang terbakar habis,” ungkap Ahmadi, warga Purwodadi.

Dengan alokasi dana sebesar itu dirasa belum bisa maksimal meringankan korban kebakaran. Sebab, kerugian material yang akibat kebakaran itu nilainya terkadang bisa mencapai ratusan juta.

“Di daerah lain, bantuan untuk korban bencana nilainya ada yang jauh lebih besar. Saya berharap, kedepan nilai bantuan bisa dinaikkan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono ketika dimintai komentarnya mengakui jika alokasi bantuan untuk korban bencana memang tidak begitu besar. Besarnya bantuan yang diserahkan juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut.

“Kalau rumahnya terbakar habis, bantuan bisa sampai Rp 2,5 juta. Tetapi kalau hanya sebagian, nilai bantuannya juga lebih kecil. Selain uang, kita juga kasih bantuan paket makanan untuk korban kebakaran,” jelasnya.

Untuk memberikan bantuan pada korban kebakaran, pihaknya juga mengajukan ke Pemprov Jateng. Biasanya, bantuan itu diajukan untuk kasus kebakaran luar biasa. Yakni, minimal ada 5 unit rumah yang terbakar habis.

“Untuk kasus kebakaran seperti ini biasanya dapat bantuan dari provinsi Rp 20 juta. Selama ini, ada beberapa kejadian kebakaran yang menimpa banyak rumah,” terangnya.

Agus menyatakan, jika dibandingkan dengan daerah lain, frekuensi kebakaran di wilayah Grobogan boleh dibilang memang jauh lebih tinggi. Khususnya, ketika sudah memasuki musim kemarau.

Setiap tahun intensitas kebakaran ini berkisar 80 hingga 100 kali. Artinya, rata-rata setiap pekan atau empat hari sekali terjadi bencana kebakaran di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Dana Desa Tahap II di Grobogan Dijadwalkan Cair Akhir Agustus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencairan Dana Desa tahap II bakal terealisasi dalam waktu dekat. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Grobogan, Sanyoto menegaskan, informasi yang diterima, pencairan akan dilakukan mulai akhir Agustus 2017.

Menurut Sanyoto, pencairan Dana Desa tahun 2017 dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak 60 persen cair pada tahap I dan sisanya 40 persen dalam tahapan berikutnya.

Untuk tahap I, dana sudah disalurkan ke rekening desa beberapa bulan lalu. Sejak satu bulan lalu, pihak desa sudah mulai mengajukan permohonan pencairan untuk tahap II. Untuk bisa mencairkan pada tahap II, pihak desa harus melampirkan laporan penggunaan Dana Desa tahap I.

“Desa yang belum mengajukan permohonan pencairan untuk tahap II hanya tinggal beberapa saja. Desa-desa ini masih menyelesaikan administrasi laporan penggunaan dana tahap I. Kita harapkan, akhir Agustus sudah cair sehingga bisa digunakan. Pencairan dana desa ini nanti langsung ditransfer ke rekening desa,” jelasnya.

Sanyoto menjelaskan, Pemkab Grobogan mendapat kucuran Dana Desa sebesar Rp 229 miliar lebih, untuk tahun anggaran 2017 ini. Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan.

“Dibandingkan tahun 2016, besarnya Dana Desa yang kita dapat tahun ini naik 27 persen. Tahun lalu, Dana Desa nilainya sekitar Rp 179 miliar,” ungkap mantan Camat Gubug itu.

Besarnya Dana Desa  yang diterima tiap desa berbeda-beda. Paling kecil nilainya sekitar Rp 761 juta. Sedangkan nominal  tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,02 miliar. Jika dirata-rata,Dana Desa yang diterima tiap desa berkisar Rp 800 juta.

Menurut Sanyoto, besarnya Dana Desa untuk masing-masing desa ditentukan dari banyak faktor. Yakni, didasarkan dengan klasifikasi tiap-tiap desa yang dilihat dari beberapa unsur. Antara lain, luas wilayah, kesulitan geografi, angka kemiskinan dan jumlah penduduk.

“Kondisi tiap-tiap desa itu tidak sama. Oleh sebab itu, nominal dana desa yang didapat juga beda-beda. Hal ini sudah tertuang dalam aturan mengenai penyaluran dana desa,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha