Tukang Tambal Ban Ini Ternyata Terduga Teroris Grobogan

Suasana rumah terduga teroris yang ditangkap di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rumah terduga teroris yang ditangkap di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari menangkan tiga terduga teroris di Jateng. Salah satunya di Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono, Siti Maesaroh, juga diamankan.

Suyati (54), ibu mertua Sugiyono mengatakan, menantunya sudah berada di rumahnya sekitar seminggu. Menurutnya, saat tiba di rumah, kondisi menantunya dalam keadaan sakit panas. Selain itu, Sugiyono dikabarkan mengalami ancaman kebutaan akibat ada beberapa biji gotri yang bersarang di kedua matanya.

“Saya tahunya Sugiyono ke sini mau berobat. Saya juga sempat belikan obat-obatan agar panasnya turun. Pada mata sebelah kirinya masih ada satu gotri yang belum diambil. Beberapa gotri sebelumnya sudah di operasi di Jogjakarta,” katanya pada wartawan.

 Baca juga : Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

Suyati menjelaskan, setahunya kebutaan yang menimpa menantunya itu disebabkan adanya gotri yang tertanam di kedua matanya akibat ledakan ban. Menurutnya, pekerjaan sehari-hari Sugiyono yang dia ketahui adalah sebagai tukang vulkanisir ban.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova dalam jumpa pers mengatakan, Polda Jateng telah melakukan proses penangkapan, termasuk di Grobogan.

“Tadi malam (Senin) sekitar pukul 22.00 WIB ditangkap S di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan,” kata Djarod saat konferensi pers di Ruang Humas Mapolda Jawa Tengah.

Penangkapan bermula pada Minggu 11 Desember 2016 lalu, sempat terjadi ledakan bom di rumah kontrakannya. Sugiyono menderita luka di syaraf matanya sehingga mengalami gangguan penglihatan usai bom meledak.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Desa Nampu Grobogan Longsor lagi, Ini Rencana Penanganannya pada 2017

Lokasi jalan penghubung Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan yang masuk wilayah Dusun Cengklik longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lokasi jalan penghubung Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan yang masuk wilayah Dusun Cengklik longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sempat diperbaiki secara darurat, jalan penghubung Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan yang masuk wilayah Dusun Cengklik kembali longsor. Hal ini terjadi setelah sungai yang ada di sebelah jalan kembali meluap.

Selain itu, arus air sungai menggerus tanah yang di atasnya terdapat tumpukan karung penahan longsor. “Karung berisi tanah yang kita pakai untuk penahan longsor secara darurat rusak diterjang derasnya air. Kejadiannya, sekitar lima hari lalu,” kata Camat Karangrayung Hardimin.

Menurutnya, perbaikan darurat sebelumnya dikerjakan secara gotong-royong oleh masyarakat dibantu BPBD Grobogan. Terkait longsor kedua, penanganan akan dilakukan secara permanen pada tahun 2017. Alokasi dana perbaikan sudah dianggarkan lewat dana desa yang diterima Desa Nampu.”Alokasi dana desa 2017 untuk Desa Nampu cukup besar, sekitar Rp 900 juta. Sebagian dana akan disalurkan untuk perbaikan jalan longsor itu,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas warga Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung menuju wilayah Kabupaten Boyolali sedikit terganggu. Penyebabnya, ada ruas jalan utama yang longsor sepanjang 20 meter. Akibat peristiwa ini, kendaraan besar tidak berani melintas. Informasi menyebutkan, ruas jalan tersebut lebarnya sekitar 5 meter. Jalan ini sudah dicor dengan model beton setapak sisi kanan dan kiri serta di tengahnya dilapisi makadam.

Akibat musibah ini, lebar jalan tinggal sekitar 3 meter. Salah satu sisi cor beton setapak bahkan sempat ikut longsor. Lokasi jalan longsor masuk wilayah Dusun Cengklik. “Jalan ini longsor mulai 27 November lalu. Kejadian ini, sudah kita laporkan pada Pak Camat,” kata Kades Nampu Ngatmin.

Longsornya jalan itu disebabkan gerusan Kali Nampu yang ada di sebelah selatannya. Hal ini terjadi lantaran air meluap dalam beberapa waktu terakhir.

Editor : Akrom Hazami