Seniman Grafiti Percantik Tembok Jalan RA Kartini Kudus

grafiti-3

Seniman grafiti sedang menyelesaikan karyanya di tembok Jalan RA Kartini Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Komunitas SRWT Grafiti Crew mengadakan kegiatan membuat grafiti di tembok samping Larissa di Jalan RA Kartini Kudus, Minggu (20/11/2016). Kegiatan para seniman grafiti tersebut bernama 4th Anniversary SRWTCrew Graffiti Jamming.

Ketua SRWT Ahmad Maymun Fadhil Dzil mengatakan, tujuan kegiatan selain menyatukan karakter, juga menyatukan perbedaan para seniman grafiti. Yang mana, perbedaan itu diperlihatkan dalam suatu karya graffiti dan street art.

Adapun tema acara tahun ini adalah ‘Together is Better’. Itu sesuai dengan maksud dari tema. “Yaitu, menyatukan kelebihan, keunikan,dan karakter masing masing seniman graffiti agar menjadi suatu karya graffiti dan street art yang lebih baik,” kata Maymun kepada MuriaNewsCom, Senin (21/11/2016).

Seniman grafiti sedang menyelesaikan karyanya di tembok Jalan RA Kartini Kudus. (Istimewa)

Seniman grafiti sedang menyelesaikan karyanya di tembok Jalan RA Kartini Kudus. (Istimewa)

Tujuan acara adalah memperkenalkan graffiti dan street art kepada masyarakat luas melalui sebuah acara graffiti jamming dan juga dapat mempererat jejaring graffiti dan street art antarkota. Diketahui, kegiatan tidak hanya diikuti oleh seniman garafiti Kudus, tapi juga dari Semarang dan Salatiga. Sekitar 15 seniman turut ambil bagian.

Kegiatan berlangsung meriah sejak awal dimulainya sekitar pukul 09.00 WIb sampai selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan juga menambah wawasan peserta. Sebab saat aksi menggambar dilakukan, peserta kerap berdiskusi soal karya satu sama lain tentang grafiti.

Seniman grafiti sedang menyelesaikan karyanya di tembok Jalan RA Kartini Kudus. (Istimewa)

Seniman grafiti sedang menyelesaikan karyanya di tembok Jalan RA Kartini Kudus. (Istimewa)

Maymun menambahkan, kegiatan juga menjadi lebih berbeda dengan acara serupa sebelumnya, yakni karya grafiti seniman memperlihatkan warna yang sama. “Jadi kelihatan lebih bagus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Bukan Sekadar Corat-coret Tembok, Tapi Ini Seni Bung..

Ahmad Maymun Fadhli Dzil Ikram ketika sedang melukis grafiti (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ahmad Maymun Fadhli Dzil Ikram ketika sedang melukis grafiti (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Asal corat-coret di tembok, memang cukup menyebalkan jika dilihatnya. Namun, lain halnya jika corat-coret tersebut didasari dengan seni.

Ya, inilah yang dinamakan grafiti. Seni corat-coret atau melukis dengan media kanvas yang menggunakan tembok. Seni grafiti memang sudah cukup banyak digemari masyarakat, tak terkecuali di Kudus.

Ahmad Maymun Fadhli Dzil Ikram, (21) misalnya. Anak muda ini memiliki segudang prestasi dalam bidang grafiti.

Bahkan, baru-baru ini, pria yang masih mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Politeknik Semarang tersebut meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah, dalam lomba grafiti pada Januari 2016 silam.

“Saya mengikuti lomba grafiti yang digelar oleh salah satu perusahaan rokok. Tempatnya di Jalan Pemuda Semarang. Lantaran saya juga pernah mengikuti lomba serupa, sehingga saya mengikuti lomba itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria asal Desa Samirejo, RT 4/RW 5, Kecamatan Dawe, Kudus, ini memang beberapa kali mengikuti lomba grafiiti. Misalnya saja pernah ikut lomba pada 2013 lalu, yang menghasilkan karya lukisan disekolah, kamar, kafe, waterboom, dan lainnya. ”Karena itu, saya juga percaya diri waktu ikut lomba di Semarang,” katanya.

Menurutnya, lomba grafiti yang bertemakan Urban Art itu, diikuti peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun kalangan umum.

“Dalam lomba itu, media yang diberikana adalah sebuah papan triplek. Di sana, kita diminta untuk melukis atau mencorat-coret papan triplek itu. Dan ternyata saya menang. Tentu saja saya senang karena mendapatkan hadiah dari sana,” jelasnya.

Karena itu adalah soal keindahan, dirinyajuga berharap kepada masyarakat, supaya tidak serta merta mengartikan bahwa seni grafiti ini hanyalah sebagai aksi corat-coret belaka.

Editor : Kholistiono

Kudus Street Art , Bukan Hanya Wadah Pelukis Grafiti

Lukisan grafiti dari beberapa pelukis dalam ajang Kudus Grafiti Jamming. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Lukisan grafiti dari beberapa pelukis dalam ajang Kudus Grafiti Jamming. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kudus Street Art (KSA), hari ini menggelar kegiatan bertajuk “Kudus Graffiti Jamming” di Perumahan Megawon Indah. Ajang ini memberikan wadah bagi pelukis grafiti untuk menuangkan karyanya di sebuah media tembok yang telah disediakan penyelenggara.

Danang Sukoco, koordinator kegiatan mengatakan, KSA yang merupakan salah satu komunitas berupaya mengenalkan seni grafiti kepada khalayak, khususnya di Kudus. “KSA berharap, seni grafiti ini bisa dikenal lebih luas dan banyak yang tertarik dengan seni ini. Karena, ini bukan hanya sekedar mencorat-coret tembok saja, namun ada nilai seni yang tinggi,” katanya.

KSA sendiri, katanya, bukan hanya sekadar komunitas atau mewadahi pelukis-pelukis grafiti saja, namun, anggotanya juga ada yang alirannya berbeda.

Dalam berbagai kesempatan, komunitas ini melakukan pertemuan rutin, baik secara formal maupun non formal. Banyak, hal-hal yang disharing dalam setiap pertemuan, khususnya mengenai perkembangan seni lukis.

Dirinya berharap, komunitas ini dapat memberikan semangat, khususnya generasi muda yang memiliki minat dalam seni lukis. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Pelukis Asal Yogyakarta dan Jatim Ramaikan ‘Kudus Graffiti Jamming’

Beberapa pelukis saat mengerjakan lukisan grafiti di tembok yang ada di Perumahan Megawon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pelukis saat mengerjakan lukisan grafiti di tembok yang ada di Perumahan Megawon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Puluhan pelukis grafiti tampak berpartisipasi dalam Kudus Graffiti Jamming. Tidak hanya dari Kudus saja, namun, pelukis-pelukis ini datang dari berbagai daerah di luar Kudus. Di antaranya, Semarang, Kebumen, Yogyakarta, Tuban dan Surabaya.

Gelaran acara yang diprakarsai Kudus Street Art (KSA) ini mengambil lokasi di Perumahan Megawon, Kudus. Setidaknya, ada tembok sepanjang 170 meter yang tersedia sebagai kanvas raksasa.

”Kalau dari Kudus terdapat beberapa pelukis, yang sekaligus panitia, dan kali ini banyak yang dari luar Kudus. seperti Semarang, Yogya, Kebumen, bahkan ada juga yang dari Tuban dan Surabaya untuk ikut menuangkan kreatifitas melukis grafiti di tempat ini,” Kata Danang Sukoco, Ketua Panitia Kegiatan kepada MuriaNewsCom.

Dalam even-even melukis grafiti, katanya, pelukis-pelukis dari berbagai daerah seringkali ikut bergabung, bukan hanya di Kudus saja, namun hal itu juga terjadi di luar daerah. ”Kami juga sering datang ke luar kota, begitupun sebaliknya. Biasanya yang datang per kelompoknya ada sekitar lima anggota atau bahkan bisa lebih,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk prosedur pelukisan, katanya, setiap gambar diberikan ruang berupa tembok yang panjangnya empat meter. Sedangkan,  untuk tema lukisan, pihak penyelenggara memberikan kebebasan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Keren Bro! Tembok Sepanjang 170 Meter Dilukis Mural dan Grafiti

Tembok yang berada di Perumahan Megawon menjadi kanvas raksasa untuk melukis grafiti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tembok yang berada di Perumahan Megawon menjadi kanvas raksasa untuk melukis grafiti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Puluhan pelukis grafiti, menyemprotkan pilok dan menggerakkan kuasnya dalam sebuah agenda Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Blok H, Minggu (27/12/2015). Para pelukis grafiti itu menyulap tembok sepanjang 170 meter sebagai kanvas raksasa.

Danang Sukoco, kordinator kegiatan mengatakan, kegiatan seperti ini sudah beberapa kali diselenggarakan. Bahkan untuk lokasi ini, katanya, untuk kali kedua.

“Kegiatan ini salah satunya sebagai ajang untuk menyalurkan hobi dan bakat. Pastinya, ini bukan hanya sekedar corat-coret tembok saja, tapi ini seni grafiti. Kami juga sudah meminta izin dengan perangkat desa setempat terkait kegiatan kami,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, warga juga diuntungkan dengan adanya Kudus Graffiti Jamming ini .Sebab, Kudus Street Art (KSA) yang merupakan penyelenggara tidak meminta biaya pelukisan tembok tersebut kepada warga, karena alat sudah dipersiapkan sendiri dari panitia.

Keuntungan lain, kata dia, adalah lokasi tersebut menjadi lebih indah dan lebih hidup Warga dapat menikmati lukisan yang dihasilkan dari kreatifitas para pelukis.

“Warga juga tidak perlu mengecat ulang tembok 170 meter itu, dan tentunya hasilnya bagus. Lukisan grafiti tersebut, katanya, juga bakal awet, karena menggunakan pilok dan cat khusus,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Menikmati Weekend Ala Street Art

Pelaku Street Art menyelesaikan gambar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Pelaku Street Art menyelesaikan gambar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

KUDUS – Kudus Street Art (KSA) menggelar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015).

Kegiatan diikuti oleh 38 pelaku Street Art dari Kudus, Pekalongan, Yogyakarta, Temanggung, Semarang, Tuban, Purwodadi, Jepara, Tegal, Magelang dan Pati.

Para peserta membuat graffiti dan karakter di tembok perumahan Blok H. Dengan tema Kudus Graffiti Jamming.”Mulai acara jam 9 sampai selesai,” kata Ketua Panitia Danangsu, di lokasi, Minggu.

Tujuan diadakan kegiatan tersebut, katanya, untuk mempererat persaudaraan pelaku Street Art. Acara ini merupakan kegiatan rutin kali ketiga.Biasanya, kegiatan digelar tiap akhir tahun. (AKROM HAZAMI)