Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas
MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.
Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.
Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.
Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.
Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI. “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.
Editor : Akrom Hazami
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (NU Online)

MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal  Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.

Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.

Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.

Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.

Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI.  “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.

Editor : Akrom Hazami

Karaoke Kudus Bandel, Bersiaplah Lawan GP Ansor

karaoke-e

MuriaNewsCom, Kudus – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kudus bertekad ingin memastikan keberadaan kafe dan karaoke di kota setempat, tak lagi beroperasi. Salah satu bentuk kebulatan tekadnya adalah membentuk tim independen.

Ketua GP Ansor Kudus, Sarmanto Hasyim, mengatakan tim independen yang dibentuk, khusus untuk memantau aktivitas tempat usaha hiburan karaoke. Tim bergerak tiap malam di sejumlah titik di Kudus, khususnya di wilayah yang terdapat tempat karaoke.

“Perda 10/2015 tentang Usaha Hiburan Diskotek, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke sudah jelas. Jadi tinggal menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selanjutnya, GP Ansor akan melakukan pembahasan terkait langkah yang ditempuh. Sejauh ini, berdasarkan pantauan yang dilakukan, masih terdapat tempat karaoke yang nekad buka. Hal itu di antaranya yang akan mereka bahas sebelum melakukan kegiatan.

“Kami akan mengevaluasi bersama dengan tim. Mengenai langkah serta tindakan yang akan kami lakukan, kami akan mengupayakan setelah ada pembahasan,” ujarnya.

Selain evaluasi internal,  GP Ansor juga mengkritisi petugas pemkab, dalam hal ini penegak perda. Diharapkan petugas mampu menegakkan perda. Biar Kudus benar-benar aman dari keberadaan karaoke.

Pihaknya masih menghormati langkah yang diambil Pemkab Kudus. Hanya, jika sampai satu bulan ke depan, tak ada tanda-tanda ketegasan aparat penegak perda, GP Ansor dan Banser akan turun tangan.

“Seperti yang disampaikan sebelumnya, ada waktu sebulan hingga awal bulan depan. Jika sampai batas waktu, tapi tidak efektif, maka kami bisa bergerak. Namun untuk sekarang masih menghormati Satpol beserta tim bentukan pemkab,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Urgensi Aswaja Dibahas di Ponpes Yanbu’ul Qur’an Kudus

aswaja e

 

MuriaNewsCom, Kudus – Majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Kudus mengagendakan peluncuran Sentra Dokumentasi dan Data Kader (Sendok), Aswaja Center, dan dialog interaktif bertajuk ‘’Urgensi Aswaja di Kalangan Pemuda NU dalam Kehidupan Bangsa dan Bernegara’’.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu’ul Qur’an pada Sabtu (20/8/2016). Akan hadir sebagai narasumber KH Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam PBNU) dan KH Nadhif Abdul Mujib LC (instruktur nasional PP GP Ansor). Acara akan dimoderatori KH Sa’aduddin Annasih (pengasuh Ponpes Darul Ulum, Ngembalrejo, Kudus).

Ketua Rijalul Ansor PC GP Ansor Kudus, H M Alamul Yaqin, menjelaskan, ada beberapa tujuan sekaligus manfaat dalam berbagai kegiatan yang diagendakan.

”Aswaja Center, untuk mengaktualisasikan pemahaman umat tentang ke-Islam-an dan Aswaja Nahdlatul Ulama (NU),’’ ujarnya dalam rilis pers ke MuriaNewsCom, Jumat (19/8/2016).

Selain itu, terang pengasuh Ponpes Darul Falah, Jekulo, Kudus itu lebih lanjut, adalah untuk menginternalisasikan nilai-nilai Islam Aswaja NU sebagai perilaku umat dalam kehidupan nyata sehari-hari.

”Adapun tujuannya, yaitu membentuk masyarakat Aswaja NU yang dapat membentengi diri dari paham-paham lain. Yang lebih penting lagi, ini sebagai media silaturahmi dan khidmah bagi para kiai muda di Kudus dan alumni-alumni pesantren, dalam menyebarkan nilai-nilai Islam Aswaja yang ramah,’’ tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

 

GP Ansor Kudus Ikut Cegah Komunisme

Jpeg

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus, Sarmanto saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain isu komunisme, aliran sesat juga masih kental saat ini. Oleh sebab itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap mencegah paham tersebut. Yakni dengan cara ikut memantau wilayah cabang, kecamatan hingga ranting.

Pemantauan tersebut dipraktikan dengan cara memantau spanduk atau bendera, atau juga media lain yang terpasang di pinggir jalan.  Tentunya, spanduk dan sejensinya yang berkaitan dengan paham atau aliran yang dianggap sesat.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus, Sarmanto mengatakan, pihaknya akan selalu mewaspadai gerakan aliran sesat, paham sesat dan sejenisnya dengan cara mengerahkan anggotanya.

“Kita akan ikut memantau. Terlebih kita juga akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah berwenang dan pihak aparat yang ada,” katanya.

Pemantauan itu diklaim bisa memberikan sedikit penangkalan paham dan aliran sesat yang akan berkembanng di daerah tertentu.

Dirinya juga akan terus ikut serta memberikan dukungan pemerintah untuk bisa selalu menggelar diskusi atau juga pelatihan tentang bahayanya paham dan aliran sesat.

“Intinya yakni bila memang paham atau aliran itu tidak dikehandaki, tidak diizinkan berkembang oleh pemerintah, maka kita akan siap siaga ikut serta memberantas itu. Sebab paham dan aliran sesat juga bisa menghancurkan negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pemantaun ini juga tidak serta merta dilakukan oleh GP Ansor sendiri. Tapi, pihaknya akan menggandeng organisasi keagamaan lainnya, tokoh agama, menggandeng aparat yang ada, dan menggandeng masyarakat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

GP Ansor Rembang Tekad Jaga NKRI

gp ansor e

Pemuda Ansor menghadiri apel kesetiaan Pancasila dan NKRI di Alun-alun Rembang, Rabu (1/6/2016). (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

MuriaNewsCom, Rembang – Ada pemandangan berbeda di Alun-Alun Rembang, Rabu (01/6/2016) sore. Sebanyak 874 anggota GPAnsor menghadiri apel kesetiaan Pancasila dan NKRI di Alun-alun Rembang.

Ketua PC GP Ansor Rembang M Hanies Cholil mengatakan bahwa tujuan apel ini adalah untuk mengikrarkan diri bahwa Ansor dan Banser setia pada NKRI.

“Kita masih ada di jalan yang benar. Kita ada di pihak NKRI. Kita masih mempertahankan NKRI sebagai Negara Kesatuan yang sudah final. Pancasila juga final,” ujar pemuda yang akrab disapa Gus Hanies ini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi GP Ansor Rembang yang telah mengadakan apel kesetiaan pancasila ini.

“Globalisasi mengakibatkan semua paham bisa masuk bebas termasuk paham radikalisme. Pancasila harus diperkuat untuk menanggulangi itu,” kata Hafidz dalam sambutannya.

Ia melanjutkan, bangsa Indonesia harus belajar Pancasila dan mengajarkannya kepada generasi penerus. Pancasila juga harus dijadikan referensi dalam pendidikan moral.

Apel ini dihadiri oleh pengurus Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor di tingkat ranting (desa/kelurahan), anak cabang (kecamatan), dan cabang (kabupaten/kota).

Apel ini dimulai sekitar pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Dalam apel tersebut juga ada penggalangan tanda tangan sebagai wujud kesetiaan pada Pancasila dan NKRI.

Editor : Akrom Hazami

Ini Tekad GP Ansor Kudus

pelantikan ansar 2 (e)

Pembacaan deklarasi Kesetiaan Pancasila dan NKRI oeh GP Ansor, aparat dan organisasi lainnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menggelar pelantikan pimpinan baru GP Ansor cabang Kudus periode 2016-2020, acara yang digelar di MA NU Banat juga dilakukan pembacaan deklarasi kesetiaan Pancasila dan Negara Kesataun Republik Indonesia (NKRI).

Katua PW GP Ansor Jawa Tengah Ikhwanudin mengatakan, pembacaan deklarasi kesetiaan Pancasila dan NKRI ini merupakan simbol bahwa GP Ansor siap membantu untuk menangkal paham komunis, maupun radikal.”Sebab, deklarasi ini merupakan tanda bahwa oragnisasi ini cinta terhadap NKRI,” katanya.

Diketahui, isi deklarasi tersebut terdiri dari 7 poin. Di antaranya setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dan perdamaian dunia.

Ketiga, mendukung dan patuh kepada pemerintah yang sah berdasarkan Konstitusi UUD 1945. Empat, menolak secara tegas segala bentuk terorisme, radikalisme, paham ekstrim lainnya yang mengancam dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegera. Lima, menolak secara tegas gerakan dan kegiatan yang merongrong dan mengancam keutuhan NKRI. Enam, bersama sama dengan aparat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menurunkan baliho, spanduk, dan menertibkan media lainnya yang menyuarakan faham radikalisme, terorisme dan komunisme. Tujuh, mempererat hubungan silaturahim antara NU, Pemkab Kudus, Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus serta mendukung langkah strategis yang dilakukan oleh masing masing sesuai dengan kapasitasnya guna tercipta Kudus yang kondusif.

Dari pantauan MuriaNewsCom, deklarasi tersebut telah ditandatangani oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, Polres, Kodim 0722/Kudus serta organisasi Islam lainnya.

“Untuk memantapkan langkah, deklarasi itu ditanda tangani pihak yang berwenang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pimpinan Baru GP Ansor Kudus Dilantik

Kegiatan pelantikan GP Ansor Kudus. (MurianewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan pelantikan GP Ansor Kudus. (MurianewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pimpinan terbaru GP Ansor Kudus periode 2016-2020 resmi dilantik di gedung MA NU Banat Kudus, pada Kamis (5/5/2016). Pelantikan merupakan serangkaian dari hasil konferensi cabang GP Ansor XI Kudus yang sudah dilakukan Minggu (13/3/2016) di Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo. Dalam pelantikan tersebut, pimpinan terbaru GP AnsorSarmanto menggantikan pimpinan sebelumnya, Musyafak.

Sementara itu, dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kudus yang diwakili Sekretariat Daerah Kudus Noor Yasin, jajaran Polres Kudus, jajaran Kodim 0722/Kudus, PCNU Kudus, pimpinan Fatayat NU Kudus, pimpinan Muslimat NU, ISNU Kudus, PMII, IPNU-IPPNU Kudus, LPS Pagar Nusa Kudus.

Dalam pelantikan, Sarmanto menuturkan beberapa hal. Di antaranya soal organisasi GP Ansor itu harus bisa mandiri.”Mandiri dalam hal ideologi, kuat ekonomi, kuat menjaga NKRI, menjaga UUD 1945, dan kuat organisasi guna menjaga negara Indonesia,” paparnya.

Sementara itu dirinya juga berharap adanya kekompakan organisasi untuk selalu mengedepankan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Sehingga organisasi ikut berperan serta dalam pembangunan di negara Indonesia.

“Saya akan berusaha mengembangkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah serta mengedepankan Islam yang santun. Selain itu, Ansor ingin bersama pemerintah dan aparat mengusung NKRI. Terutama mengantisipasi radikal, teroris, komunisme dan sejenisnya” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

GP Ansor Rembang Gelar Diklatsar untuk Calon Banser

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Gerakan Pemuda Ansor Cabang Rembang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) untuk 100 calon Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (25/3/2016).

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, diklatsar digelar untuk menangkal radikalisme agama yang menjalar sampai ke desa. Selain itu, diharapkan juga para peserta bisa memberikan pemahamankepada masyarakat tentang konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser baru yang dihasilkan lewat diklatsar, diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang Islam yang rahmatan lil’alamin, terutama di desa. Diharapkan, mereka mampu memberikan wawasan tentang NKRI,” terangnya.

Hanies menyebut, peserta diklatsar kali ini tembus hingga 100 orang. Peserta berasal dari banyak ranting atau desa dan kecamatan atau anak cabang. Sehingga, diklatsar ini diyakini efektif guna menangkal radikalisme di desa. “Karena banyaknya peserta yang notabene dari desa, kami yakin diklatsar ini efektif untuk menangkal radikalisme,” ujarnya.

Sementara, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Rembang Zaenal Arifin menambahkan, kegiatan diklatsar semakin penting dilakukan karena banyak peristiwa yang berusaha merongrong Aswaja dan NKRI. Menurutnya, dengan diklatsar, segala informasi termasuk situasi nasional terkini bisa dibahas secara bersama.

“Banser perlu meningkatkan kewaspadaan di semua lini agar jangan sampai ada bibit terorisme di desa. Banser akan berusaha membatasi dan membentengi kader dari paham yang tidak jelas, yang merongrong agama dan NKRI,” katanya.

Rangkaian materi tersebut, kata Zaenal, akan diberikan dalam waktu tiga hari,yakni tanggal 25- 27 Maret 2016. Lokasi diklatsar kali ini dipusatkan di Madrasah Al Hidayah. Ia pun menyebutkan bahwa diklatsar kali ini adalah yang keempat sejak 2003. Namun, pendidikan dan pelatihan dasar ini menjadi yang pertama di masa khidmah PC GP Ansor 2015-2019.

Editor : Kholistiono

GP Ansor Gemiring Kidul Jepara Gelar Rapat Rancangan Kerja

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seiring dengan semakin bergairahnya Badan Otonom (Banom) NU di Cabang Jepara, GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari, ini pun ikut berpartisipasi dengan menggelar rapat rancangan kerja dalam 3 tahun ke depan yang bertempat di Musala Baitul Ma’ruf, Desa Gemiring Kidul.

Rapat yang dihadiri oleh hampir seluruh pengurus ini berjalan dengan tertib dan khidmat. Rapat tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari kepengurusan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul yang baru melaksanakan reorganisasi sekaligus pelantikan oleh PC GP Ansor Jepara pada Kamis, 8 Januari 2016 lalu.

Masykuri, selaku pimpinan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul mengharapkan apa yang menjadi hasil dalam rapat, nantinya dapat direalisasikan oleh setiap pengurus dalam departemen masing-masing. “Saya berharap, apa yang kita sepakati pada malam ini, nantinya dapat dilaksanakan secara maksimal oleh masing-masing departemen yang ada,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (29/2/2016).

Ia juga menambahkan, program kerja ini nantinya semoga dapat bermanfaat, baik untuk anggota dan organisasi, dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat di desa tersebut, “Dan semoga semua program kerja kita nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh anggota, dan organisasi. Serta hasilnya dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat di sekitar kita,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, Ainun Ni’am selaku sekretaris, juga menjelaskan bahwa program kerja nantinya di samping untuk turut serta mensyi’arkan NU di kalangan remaja, juga harus memberikan pemasukan yang baik, untuk organisasi maupun bagi anggotanya. Pernyataan tersebut pun mendapat respons yang positif dari anggota rapat, terbukti dengan segera diadakannya RT-RW Net di Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan, yang nantinya provit yang dihasilkan dari usaha tersebut dapat dijadikan sumber dana bagi organisasi demi menunjang terlaksananya program kerja di departemen-departemen yang lain seperti, selapanan rutin setiap Kamis Pahing di Departemen Agama dan Dakwah, bakti sosial di Departemen Sosial, dan Lain-lain.

Editor : Akrom Hazami

Anggota GP Ansor Gebog Kudus Sedih Ada Rumah Tak Layak

Kegiatan bedah rumah dilakukan GP Ansor Ancab Gebog Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Kegiatan bedah rumah dilakukan GP Ansor Ancab Gebog Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Para pemuda yang tergabung dalam GP Ansor Ancab Gebog Kudus mengadakan kegiatan baru. Setelah mengadakan latihan dasar kepemudaan. Kini, GP Ansor mengadakan program bedah rumah. Rumah yang mendapat perhatian penuh GP Ansor yakni milik salah satu anggota banser GP Ansor.
“Kebetulan rumah beliau ini sudah sangat tidak layak. Bangunannya terbuat dari bambu pada tiangnya dan gedek pada temboknya. Nah, kami akan mengadakan pengecoran pada tiang pondasinya supaya kuat,” ungkap perwakilan GP Ansor Dasa Susila.

Kegiatan ini baru diselenggarakan mulai sore. Target penyelesaiannya akan dipusatkan sepuluh hari ke depan. Kegiatan ini, kata Dasa, bertujuan untuk membangun kepedulian para anggota terhadap sesama.

Dana yang dikeluarkan untuk pembedahan rumah ini berdasarkan iuran swadaya dan kas GP Ansor ancab Gebog serta sumbangan anggota banser Ansor.

“Yang terpenting kami akan membuat rumah anggota bansor kami menjadi lebih layak,” pungkas Dasa.
(Hana Ratri/AKROM HAZAMI)

GP Ansor Ancab Gebog Adakan Pelatihan Aswaja

Sejumlah kader Ansor Ancab Gebog foto bersama (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Sejumlah kader Ansor Ancab Gebog foto bersama (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – GP Ansor Anak Cabang (Ancab) Gebog mengadakan pelatihan Aswaja di daerah Kambangan, Gebog. Pelatihan yang diikuti 40 kader ini, dimulai sejak kemarin (3/9/2015) dan berakhir hari ini (4/9/2015).

Dasa Susila, Ketua GP Ansor Ancab Gebog mengatakan, kegiatan ini mempunyai tujuan positif. 40 kader dari 11 desa di Kecamatan Gebog ini diharapkan dapat mencetak kader NU yang siap membela agama, bangsa, dan negara.

“Kami pilih di Kambangan karena memang lokasinya sangat nyaman, dan diharapkan peserta pelatihan bisa fokus mengikuti kegiatan ini,” kata Dasa Susila.
Dirinya juga menyampaikan, jika pelatihan tersebut untuk mempelajari dan memperoleh wawasan mengenai ahlu sunnah wal jamaah. Dengan hal ini, katanya, diharapkan generasi muda NU dapat memahami keorganisasian NU maupun Keindonesiaan. (HANA RATRI/KHOLISTIONO)

PC GP Ansor Rembang Siagakan Empat Posko untuk Pemudik

Salah satu Posko Mudik Lebaran PC GP Ansor Kabupaten Rembang di kawasan dekat Masjid Kaliori Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

Salah satu Posko Mudik Lebaran PC GP Ansor Kabupaten Rembang di kawasan dekat Masjid Kaliori Rembang. (MuriaNewsCom/AHMADFERI)

REMBANG – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rembang turut ambil bagian dalam menyambut mudik lebaran tahun ini. Mereka pun menyiagakan empat posko mudik Lebaran di sepanjang Jalur Pantura Rembang. Lanjutkan membaca