GP Ansor Gemiring Kidul Jepara Gelar Rapat Rancangan Kerja

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seiring dengan semakin bergairahnya Badan Otonom (Banom) NU di Cabang Jepara, GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari, ini pun ikut berpartisipasi dengan menggelar rapat rancangan kerja dalam 3 tahun ke depan yang bertempat di Musala Baitul Ma’ruf, Desa Gemiring Kidul.

Rapat yang dihadiri oleh hampir seluruh pengurus ini berjalan dengan tertib dan khidmat. Rapat tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari kepengurusan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul yang baru melaksanakan reorganisasi sekaligus pelantikan oleh PC GP Ansor Jepara pada Kamis, 8 Januari 2016 lalu.

Masykuri, selaku pimpinan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul mengharapkan apa yang menjadi hasil dalam rapat, nantinya dapat direalisasikan oleh setiap pengurus dalam departemen masing-masing. “Saya berharap, apa yang kita sepakati pada malam ini, nantinya dapat dilaksanakan secara maksimal oleh masing-masing departemen yang ada,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (29/2/2016).

Ia juga menambahkan, program kerja ini nantinya semoga dapat bermanfaat, baik untuk anggota dan organisasi, dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat di desa tersebut, “Dan semoga semua program kerja kita nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh anggota, dan organisasi. Serta hasilnya dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat di sekitar kita,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, Ainun Ni’am selaku sekretaris, juga menjelaskan bahwa program kerja nantinya di samping untuk turut serta mensyi’arkan NU di kalangan remaja, juga harus memberikan pemasukan yang baik, untuk organisasi maupun bagi anggotanya. Pernyataan tersebut pun mendapat respons yang positif dari anggota rapat, terbukti dengan segera diadakannya RT-RW Net di Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan, yang nantinya provit yang dihasilkan dari usaha tersebut dapat dijadikan sumber dana bagi organisasi demi menunjang terlaksananya program kerja di departemen-departemen yang lain seperti, selapanan rutin setiap Kamis Pahing di Departemen Agama dan Dakwah, bakti sosial di Departemen Sosial, dan Lain-lain.

Editor : Akrom Hazami

Perda Karaoke Mandul, GP Ansor Pati Bertindak

Bupati Pati bersama dengan jajaran SKPD dan Ormas Islam berkumpul untuk menyatakan sikap terkait dengan penegakan Perda Karaoke pada Juni 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati bersama dengan jajaran SKPD dan Ormas Islam berkumpul untuk menyatakan sikap terkait dengan penegakan Perda Karaoke pada Juni 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dinilai tak lagi punya “taring” untuk menegakkan Perda yang mengatur karaoke, Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta masyarakat agar merapatkan barisan untuk mengawal Perda yang sudah menjadi produk hukum masyarakat.

“Ini sebagai langkah untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Setiap usaha dan kegiatan yang merusak moral harus dihentikan, baik itu lokalisasi, karaoke, narkoba maupun minuman keras,” ujar Ketua GP Ansor Pati Imam Rifai, Kamis (10/12/2015).

Ia menambahkan, hampir semua tempat hiburan karaoke di Pati saat ini bertentangan dengan Pasal 25 Perda Nomor 8 Tahun 2013. Pasal tersebut mengatur agar semua tempat karaoke di Pati tidak berada di dalam radius 1 kilometer dari tempat ibadah, sekolah, pemukiman, perkantoran, dan rumah sakit, kecuali fasilitas hotel berbintang.

“Karena itu sudah menjadi produk hukum warga Pati, kalau Pemkab Pati sudah tidak menegakkan lagi, ya masyarakat harus terus mengawal dan mendesak agar karaoke tidak merusak moral warga Pati,” tukasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

GP Ansor Pati Desak Perda Karaoke Pati Ditegakkan

GP Ansor Pati bersama dengan Banser dan badan otonom Muhammadiyah menyatakan sikap dukungan terhadap Perda pada Juni 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

GP Ansor Pati bersama dengan Banser dan badan otonom Muhammadiyah menyatakan sikap dukungan terhadap Perda pada Juni 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati kembali mendesak agar Bupati Pati Haryanto tegas dalam memerintahkan SKPD terkait menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang menyangkut soal karaoke.

Karena sejak Idul Adha ketika bupati bersama dengan jajaran SKPD dan ormas Islam menyatakan final menertibkan tempat karaoke yang tidak sesuai dengan perda, tapi sampai saat ini tidak ada tindakan apapun. Tempat karaoke masih melenggang dengan bebasnya.

Keputusan final pun saat ini dinilai masyarakat sebagai isapan jempol belaka. “Masyarakat saat ini masih menunggu aksi nyata dari pemerintah dalam menegakkan produk hukum milik warga Pati itu,” ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pati Imam Rifai kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015).

Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan dan mendesak agar bupati bisa dengan tegas memerintahkan jajarannya, terutama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menindak tempat karaoke di Pati yang melanggar Perda.

“Juni lalu, koalisi NU dan Muhammadiyah bersama Pemkab Pati kan sudah dengan jelas menyatakan sikap secara resmi. Jadi, itu sudah menjadi kewajiban Satpol PP untuk menertibkan karaoke yang masih berada di dalam radius seribu meter dari pemukiman dan fasilitas umum sesuai dengan isi perda,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Nusron Wahid Komentari Gagalnya Pelantikan GP Ansor Pati

Nusron Wahid berbicara di tengah-tengah pengurus PC GP Ansor Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Nusron Wahid berbicara di tengah-tengah pengurus PC GP Ansor Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pelantikan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati gagal, menyusul ketidakhadiran Ketua PC GP Ansor Pati Imam Rifai dan adanya sejumlah protes dari jajaran pengurus, Minggu (7/9/2015).

Kendati begitu, Ketua PP GP Ansor Nusron Wahid tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menilai, penentuan kepengurusan PC GP Ansor adalah hak preogratifnya.

“PC GP Ansor Pati harus secepatnya menjalankan roda organisasi. Ada tiga agenda yang harus diprioritaskan, di antaranya kondolidasi, kaderisasi dan pembedayaan warga,” ujar Nusron kepada MuriaNewsCom.

Ia juga memberikan amanah kepada jajaran pengurus GP Ansor Pati untuk membangun roda organisasi berbasis kelas muda menengah perkotaan dan kalangan profesional. “Saat ini, Ansor di Pati masih didominasi dari agamawan dan aktifis parpol. Kami menghendaki adanya anggota Ansor yang berasal dari golongan muda dan profesional seperti konsultan, pengacara, dokter dan sebagainya,” imbuhnya.

Sampai saat ini, pengurus GP Ansor Pati menolak Surat Kepengurusan (SK) dari PP GP Ansor. Karena, SK yang tidak disertai dengan pelantikan dinilai tidak sesuai dengan aturan dan pengusulan tim formatur yang dibentuk Rakercab pada 31 Desember 2014. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

3000 Kader Ramaikan Harlah GP Ansor Rembang ke-81

3000 Kader (e)

Sekitar 3.000 orang kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Rembang meramaikan peringatan hari lahir (Harlah) ke-81 Ansor yang dikemas dengan istighasah di Pesantren Alhamdulillah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Sebanyak 3.000 orang kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Rembang meramaikan peringatan hari lahir (Harlah) ke-81 Ansor di Pesantren Alhamdulillah Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Selasa (16/6/2015). Peringatan Harlah ini dikemas dengan menggelar istighasah sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah. Lanjutkan membaca