Bupati Blora Ajak Warga Lestarikan Gotong Royong

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho mengajak masyarakat Kabupaten Blora agar senantiasa menjaga tradisi kearifan lokal berupa gotong royong. Hal itu dirasa bisa meningkatkan soiditas antarwarga dan mempererat persaudaraan dan kepedulian mesyarakat.

“Dengan gotong royong, dirasa tepat guna optimalisasi potensi lokal. Sehingga, cita-cita menuju Blora yang lebih sejahtera bisa tyerwujud,” ujar Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho saat acara Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo Blora, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, saat ini tardisi gotong royong mulai memudar. Hal itu disebabkan oleh maraknya arus budaya luar yang masuk. Sehingga, kepekaan terhadap sosial dan saling membantu sesama mulai berkurang.

”Gotong royong merupakan budaya bangsa kita. Lestarikan dan jangan ditinggalkan. Bangsa kita bisa merdeka juga karena gotong royong,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak dalam kegiatan bersih-bersih desa. Mereka bergotong royong mensukseskan kegiatan ini dengan didukung oleh anggota TNI. Penebaran 5.000 bibit nila dilakukan di embung desa, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Dalam sarasehan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa Jepangrejo, Djoko Nugroho mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Ke-13.

Tak lupa, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, juga mengintruksikan agar selama Bulan Mei ini mengelar aksi gotong royong di desa-desa. Hal ini menurutnya sangat penting dan besar manfaatnya bagi masyarakat.

Editor: Supriyadi

Gotong-Royong Dinilai Dapat Menjadi Sarana Pembangunan 

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan gotong royong di Desa Pasar Banggi (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan gotong-royong di Desa Pasar Banggi (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebut, jika gotong-royong bisa menjadi salah satu alat atau sarana pembangunan di negara Indonesia. Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat, agar gotong-royong kembali ditingkatkan.

Bupati mengatakan, semangat gotong-royong di Indonesia, khususnya di Rembang memang sempat mengalami pergeseran dari yang dahulunya masih tinggi dan sekarang cukup berkurang. Hal itu karena adanya regulasi-regulasi yang seolah menghilangkan gotong- royong.

“Kita yakin semangat gotong -royong itu akan tumbuh kembali, apalagi dengan adanya peran pemerintah dalam hal ini. Sehingga, masyarakat secara bertahap juga akan kembali memiliki rasa gotong -royong itu. Karena, gotong -royong ini juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk meningkatkan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas  melalui gotong-royong antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam membangun bangsa.

“Misal pemerintah memberikan dana stimulan rehab rumah Rp 10 juta,  tentu dana tersebut tidak cukup. Maka supaya mencukupi ada gotong royong dari warga. Untuk itu, pemerintah mencoba kembali menggerakkan gotong royong agar semua warga yang membutuhkan terbantu,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mencontohkan, seperti halnya kegiatan yang dilakukan hari ini, yakni gotong royong di Desa Pasar Banggi, merupakan salah satu kegiatan yang perlu diapresiasi. Karena, hal tersebut secara tidak langsung juga mencontohkan kepada masyarakat agar semangat gotong royong itu rumbuh. Sebab, dalam kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah dengan masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Semangat Gotong Royong Diminta untuk Terus Dipertahankan

f-gotong royong (e)

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menyerahkan bantuan beras dalam penutupan Karya Bakti TNI Mandiri (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro meminta kepada masyarakat agar terus melestarikan semangat gotong royong. Sebab, kegotong royongan ini merupakan wujud kerukunan masyarakat dan hanya ada di Indonesia.

”Semangat gotong royong ini merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya. Untuk itu, semangat ini harus terus dipertahankan,” ungkap Icek dalam penutupan Program Karya Bakti TNI Mandiri tahap IX 2015 di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, di era globalisasi ini, semangat gotong royong mulai sedikit menurun. Oleh sebab itu, perlu upaya dari semua pihak untuk menggugah dan membangkitkan lagi jiwa gotong royong pada generasi muda.

Oleh sebab itu, melalui Karya Bhakti TNI Mandiri diharap bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjalin kerjasama melalui semangat gotong royong. Dengan begitu semangat dan kepedulian sosial dalam membangun daerah dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Inf Arif Isnawan menambahkan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Karya Bhakti TNI Mandiri tersebut. Antara lain, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 550 meter dan lebar 3 meter, rehab 1 unit musala, rehab 5 rumah tak layak huni, dan rehab 2 unit pos kampling. Selain itu dilaksanakan juga beragam kegiatan penyuluhan.

Setelah acara penutupan, dilanjutkan dengan acara sosial kemasyarakatran berupa pasar murah, pengobatan gratis dan pelayanan KB. Selain itu, ada pula pemberian bantuan beras sebanyak 700 Kg yang diberikan buat 70 warga kurang mampu, serta bantuan peralatan sekolah untuk 35 orang anak. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Budaya Gotong Royong Diharapkan Kembali Bangkit

Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Demokrat Djoko Udjianto menyampaikan agar masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong di Balai Desa Margorejo, Sabtu (16/5/2015) sore. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Budaya gotong-royong yang semakin hilang di daerah perkotaan maupun desa, diharapkan kembali bangkit dan menjadi semangat untuk membangun Indonesia. 

Lanjutkan membaca

BBGRM ke –XII & HKG PKK ke-43 Dicanangkan

Bupati Jepara Ahmad Marzuki membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 tingkat Kabupaten Jepara yang ditandai dengan pemukulan kentongan di lapangan Desa Bendanpete, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Rabu (6/5/2015). (MURIANEWS / WAHYU KZ)

JEPARA – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 tingkat Kabupaten Jepara dicanangkan.

Lanjutkan membaca