Masyarakat Kudus: Mending Nama Pahlawan, Dibanding “Musthofa”

GOR Wergu Wetan Kudus, bakal berubah nama menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

GOR Wergu Wetan Kudus, bakal berubah nama menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait rencana Pemkab Kudus mengubah nama GOR Wergu Wetan menjadi GOR Musthofa Kudus, hal tersebut menimbulkan pertanyaan dan pandangan bervariasi dari kalangan masyarakat Kudus.

Salah satu warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Ahmad Rifai saat ditemui di kawasan Taman Krida mengatakan, meskipun papan nama “GOR Musthofa Kudus” masih tertutup dengan kain berwarna biru dan belum diresmikan. Akan tetapi kedepannya bisa membuat warga semakin bingung.

”Bingungnya itu, kenapa kok tidak dinamakan Pahlawan yang berasal dari Kudus saja? Selain itu, mengapa dinamakan Musthofa? Apakah Musthofa itu sudah izin kepada DPR, tokoh masyarakat, serta apakah sudah mensosialisasikannya ke masyarakat?,” kata Rifai.

Selain itu, lanjut Rifai, bila GOR dinamakan Musthofa, apakah yang bernama Musthofa itu mengeluarkan uang pribadinya untuk membangun GOR?. Toh, GOR tersebut juga dibangun dari uang rakyat yang dihasilkan dari pajak rakyat.

Selain itu, terkait setuju tidaknya dengan nama “GOR Musthofa Kudus” pihaknya lebih memilih, nama tersebut lebih bijaknya dinamakan dari pahlawan asal Kudus.

”Kalau menurut saya, alangkah bijaknya diberi nama Pahlawan atau tokoh dari Kudus. Sebab itu bisa mewakili warga kudus,” ujarnya.

Hal Senada juga diungkapkan Warga Piji, Kecamatan Dawe yang tidak bersedia disebutkan namanya. Dia berkata, jika nama “GOR Musthofa Kudus” itu merujuk Bupati Musthofa, sepertinya kurang bijak.

”Sebab jabatan Bupati itu kan tidak kekal, abadi. Tapi kenapa kok dinamakan semacam itu? Toh nama tersebut juga terbuat dari steennlesteel, yang nantinya sudah paten. Kecuali nama Bupati Kudus Musthofa itu hanya sekadar di papan prasasti hanya untuk tanda tangan peresmian itu wajar. Tapi inikan untuk nama stadion?. Saya yakin nama GOR Musthofa Kudus itu merujuk ke nama salah satu orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika Musthofa ingin dikenang warga Kudus, setidaknya dia bisa mewakafkan atau membangun masjid dari dana pribadi atau bangunan sosial yang dinamakan Nama Musthofa. Maka, warga akan semakin cinta kepadanya. Tapi, tidak pada GOR Kudus. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Waduh! Kawasan GOR Wergu Kudus Kok Semrawut

Kondisi lapak PKL di kawasan GOR Wergu yang roboh dan kini belum ada penanganan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi lapak PKL di kawasan GOR Wergu yang roboh dan kini belum ada penanganan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sudah hampir dua pekan, kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Wergu Wetan, Kudus, kondisinya masih cukup berantakan, pasca angin kencang beberapa waktu lalu merobohkan beberapa pohon dan bangunan yang berada di tempat tersebut.

Hingga sekarang, beberapa bangunan untuk tempat berjualan beberapa PKL masih terlihat berserakan. Hal ini, cukup disayangkan oleh warga, karena belum ada penangan yang serius dari pihak terkait.

Salah satu pengunjung GOR Kudus Zuhri Asnawi, Warga Desa Gondoarum, Kecamatan Jekulo mengatakan, jika kondisi GOR yang berada di kawasan jantung Kota Kudus semakin terlihat kumuh dan semrawut dengan kondisi seperti itu.

”Seharusnya pemerintah atau pihak terkait cepat melakukan penanganan. Jangan seperti ini, masih semrawut. Padalah kan kejadiannya ini sudah terhitung lama lah, tapi kok masih dibiarkan,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, memang beberapa kios pedagang yang ada di kawasan GOR belum teratasi kebersihannya. Sehingga pemandangan yang ada di sekitar GOR menjadi lebih semrawut.

Sementara itu, Djamari, pedagang jagung di kawasan GOR mengatakan, jika pedagang yang menjadi korban adanya angin kencang beberapa waktu lalu, hingga kini juga belum ada pendataan dari instansi terkait.

“Sampai saat ini belum ada kabar tentang pendataan korban. Apakah akan dibantu atau bagaimana, kami belum tahu kabarnya. Selain itu, bila kondisinya tetap seperti ini dan tidak segera dibersihkan, kita juga akan kesulitan menjajakan dagangan,” katanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)