Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh, Santri di Grobogan Ini Gelar Tarian Sufi di Pinggir Jalan

Santri Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo membawakan Tari Sufi dengan iringan musik dari musisi jalanan Purwodadi, Jumat (9/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Santri Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo membawakan Tari Sufi dengan iringan musik dari musisi jalanan Purwodadi, Jumat (9/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Aksi penggalangan dana dilakukan berbagai elemen masyarakat Grobogan seiring musibah gempa yang terjadi di Pidie, Aceh, beberapa hari lalu. Salah satunya, dilakukan oleh santri Pondok Pesantren (PP) Darul Falah Ki Ageng Mbodo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Jumat (9/12/2016).

Lokasi penggalangan dana ditempatkan di Perempatan Kantor Dinas Bina Marga di Jalan R Suprapto Purwodadi mulai sore hingga menjelang petang. Di sini, empat santri dari ponpes tersebut menampilkan pentas tari sufi diiringi alunan musik religi dari musisi jalanan Purwodadi.

Aksi penggalangan dana ini sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Sebagian besar sempat berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukkan tari Sufi sekaligus mengisi kotak amal yang diedarkan pihak panitia.

“Saya mengapresiasi upaya penggalangan dana seperti ini. Meski tidak banyak, namun saya berharap bantuan dari sini nanti bisa sedikit meringankan beban suadara kita di Aceh yang baru saja tertimpa musibah,”  ujar Sumiyati, salah satu warga Purwodadi yang melintas.

Pengurus PP Darul Falah Ahmad Nur Solihin mengatakan, penggalangan dana tersebut rencananya akan berlangsung beberapa hari. Seluruh hasilnya akan dikirim ke lokasi bencana oleh perwakilan santri dan pengurus. 

Anggota Satlantas Polres Grobogan mengumpulkan dana untuk korban gempa Aceh, usai apel pagi, Jumat (9/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan mengumpulkan dana untuk korban gempa Aceh, usai apel pagi, Jumat (9/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Kami menggelar aksi solidaritas ini untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Sementara itu, pada pagi harinya, aksi penggalangan dana juga dilakukan anggota Satlantas usai apel pagi di Mapolres Grobogan. Dari aksi spontanitas ini berhasil terkumpul dana sebanyak Rp 1.375.000. 

“Harapan kami semoga bantuan kecil ini dapat meringankan beban dan memberi semangat kepada korban. Penggalangan dana ini akan dilanjutkan pada hari Minggu (11/12/2016) lusa di acara CFD di sekitar Simpang Lima Purwodadi,” kata Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa.

Editor : Kholistiono

Jemaah di Masjid Maslahatul Ummah Rembang Gelar Salat Gaib untuk Korban Gempa Bumi di Aceh

Jemaah di Maslahatul Ummah Rembang Gelar mengikuti Salah Gaib untuk mendoakan korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jemaah di Maslahatul Ummah Rembang Gelar mengikuti Salah Gaib untuk mendoakan korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ratusan jemaah yang mengikuti Salat Jumat di Masjid Maslahatul Ummah Rembang siang tadi mengikuti Salat Gaib dan berdoa bersama untuk korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh. Salat Gaib dipimpin langsung oleh imam yang sekaligus khatib, Mustafa.

Dalam khutbahnya, Mustafa juga menyampaikan bagaima peristiwa gempa bumi yang terjadi tersebut, ada hikmah yang perlu diambil. Sebab, di balik semua cobaan yang diberikan Allah, ada hikmah yang bisa diambil oleh manusia.

Menurutnya, adanya bencana gemba bumi atau bencana lainnya yang kerap terjadi di Indonesia, juga disebabkan ulah manusia, karena tak bisa merawat alam. Sehingga, kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya bencana alam atau lainnya.

Dirinya juga menyampaikan, jika musibah yang terjadi juga atas kehendak Allah. “Jika ada ahli geologi yang mengungkapkan bahwa kejadian gempa atau bencana di Indonesia merupakan hal wajar, lantaran pergerakan lempeng bumi maka itu sah-sah saja. Namun manusia juga harus percaya bahwa hal itu juga atas kehendak Allah, agar manusia lebih bertakwa,” ungkapnya.

Selain gempa bumi yang terjadi di Aceh, dalam khutbah tersebut juga menyinggung adanya musibah tabrakan kapal yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kita akhir-akhir sudah menghadapi musibah dan berbagai bencana. Baik itu kapal tabrakan yang terjadi di perairan Tuban, banjir bandang, dan gemba bumi. Oleh sebab itu, kita harus selalu mendekatkan diri serta iman kepada Allah,” imbuhnya.

Dirinya juga mengajak jemaah untuk mendoakan korban bencana gempa bumi atau lainnya agar bisa bersabar dan cobaan tersebut bisa menambah kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Kemudian, diharapkan semua umat juga bisa mengambil hikmah di balik adanya musibah.

Editor : Kholistiono