Ini Lho Kisah di Balik Keberadaan Patung Kuda di Perbatasan Desa Soco Kudus

Patung kuda yang berada di gapura perbatasan Desa Soco (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Patung kuda yang berada di gapura perbatasan Desa Soco (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan gapura yang terdapat dua patung kuda di perbatasan Desa Soco dan Puyoh,Kecamatan Dawe, Kudus, memiliki kisah yang terkait dengan legenda tokoh di desa setempat.
Menurut Tamsil (42), Warga Dukuh Kuwang, Desa Soco mengatakan, sepengetahuan dirinya, patung kuda yang dibangun di atas gapura perbatasan desa tersebut, sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang cikal bakal desa setempat.

“Ceritanya, dulu di desa ini ada sebuah sendang yang selalu dijadikan sebagai tempat pemandian kuda semberani. Sendang itu sendiri dijuluki sebagai Sendang Centang Buntung,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Katanya, sendang tersebut ditemukan oleh seorang pengembara bernama Sawunggaling. Pengembara inilah yang merupakan pemilik dari kuda semberani, dan Sawunggaling sering memandikan kuda tersebut di sendang tersebut.

Namun katanya, mitos yang hingga kini menjadi cerita di masyarakat, kuda milik Sawunggaling tersebut bukan kuda seperti pada umumnya, tapi makhluk gaib.

“Setahu saya, cerita itu juga turun temurun, dan hinga kini tidak ada yang tahu secara rinci dan pasti. Akan tetapi, patung kuda tersebut mempunyai sejarah dan arti tersendiri. Untuk mengenang hal itu, maka dibangun patung kuda itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, Sendang Centang Buntung yang selalu dijadikan tempat pemandian kuda sembrani itu, katanya, muncul pada masa kerajaan. “Namun rata-rata orang disini juga tidak tahu pasti kerajaan apa,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Kisah Horor ‘Wanita Penunggu’ Patung Kuda di Batas Desa Soco Kudus

Tiap Tahun Warga Potong Kambing untuk Gapura Kuda di Desa Soco Dawe Kudus

Gapura Kuda Dukuh Kuwang, Desa Soco, Kecamatan Dawe yang tepat berada di tikungan tajam, membuat warga setempat melakukan selamatan dengan menyembelih kambing. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gapura Kuda Dukuh Kuwang, Desa Soco, Kecamatan Dawe yang tepat berada di tikungan tajam, membuat warga setempat melakukan selamatan dengan menyembelih kambing. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna mencegah kecelakaan dan menciptakan keselamatan bagi warga, patung yang juga menjadi gapura di Dukuh Kuwang, Desa Soco, Kecamatan Dawe yang berada di tikungan dan turunan tajam tersebut selalu dikirimi doa setiap tahunnya. Pasalnya, patung kuda berada tepat di tikungan dan turunan tajam. Di mana kondisi geografis tersebut selalu membahayakan warga dan pengendara yang melintas.

Salah satu warga Dukuh Kuwang, Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kuwat (62) mengatakan, memang setiap tahun pihak warga Dukuh Kuwang ini menyembelih kambing untuk selamatan. ”Yakni tepatnya di bulan Ruwah hari Jumat Wage atau sebelum ramadan,” paparnya.

Dia menilai, keselamatan itu juga diperuntukan untuk warga Desa Soco dan warga lain. Supaya selamatan itu bisa menolak musibah. Baik itu musibah, bencana alam atau kecelakaan yang ada di desa.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, selamatan yang dilaksanakan sebelum Ramadan tersebut dilakukan di sekitaran patung kuda. Patung tersebut juga sebagai batas Desa Soco dan Desa Puyoh, Kecamatan Dawe.

”Selamatan itu dilakukan di batas desa. Dengan harapan balak bisa kita tolak. Yakni kejadian yang negatif, atau perbuatan yang tidak dikehendaki warga Desa Soco bisa ditolak dengan menggelar selamatan,” ujarnya.
Kuwat melanjutkan, selamatan tersebut juga sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan jika warga yang belum terbiasa melewati jalan tersebut diharapkan mengurangi kecepatan kendaraannya.

Editor : Titis Ayu Winarni