Wow…Ternyata Bibit Waluyo Masih Diharapkan jadi Gubernur Jateng

Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo menunjukkan piala penghargaan saat masih menjabat sebagai gubernur. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Data cukup mengejutkan muncul dari survei yang digelar PDI Perjuangan terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Nama mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo masuk dalam hasil survei dan mendapatkan hasil tertinggi kedua setelah gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Meskipun selisih elektabilitas antara Ganjar dengan Bibit Waluyo cukup lebar. Namun ini membuktikan jika ada warga Jateng yang masih menginginkan Bibit Waluyo kembali memimpin provinsi ini sebagai gubernur.

Tingkat elektabilitas tertinggi berdasar survei PDIP yakni Ganjar Pranowo sebesar 46,1 persen. Urutan kedua yakni Bibit Waluyo dengan angka hanya 7 persen.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto menyebut, meski petahana masih menduduki posisi elektabilitas paling tinggi, tidak menutup kemungkinan calon lain bisa menyalip. Semua tergantung pergerakan mereka di lapangan untuk mengejar elektabilitas.

“Dulu Bibit Waluyo (pada Pilgub Jateng 2013) elektabilitasnya 62 persen saat Ganjar hanya satu digit. Semua bisa dilompati tergantung pergerakan di lapangan,” katanya.

Ia pun mempersilahkan seluruh bakal calon yang mendaftar di PDIP untuk berlomba-lomba meningkatkan elektabilitas. Terlebih masih ada cukup waktu untuk mengenalkan diri kepada masyarakat Jateng.

“Silakan meningkatkan elektabilitasnya. Semuanya masih satu digit (di bawah 10%). Tertinggi ke-dua Bibit Waluyo, itu pun cuma 7 persen,” ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut mengaku masih membuka kran komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi.

Baca : Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Hanya saja, jika parpol lain meminta posisi calon wakil, maka komunikasi harus dialamatkan ke DPP PDIP. Karena menurutnya, seluruh keputusan soal pilgub menjadi kewenangan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

”Kalau hanya dengan DPD tidak akan membuahkan hasil. Terlebih, rekomendasi yang biasa turun dari PDIP sepaket gubernur serta wakilnya,” terangnya.

Survei tentang elektabilitas ini nantinya yang akan menjadi salah satu dasar DPP PDIP untuk menentukan siapa pasangan yang bakal diusung.

Sementara itu, meski masuk dalam survei PDIP, namun hingga kini belum ada kabar kepastian Bibit Waluyo akan kembali mencalonkan diri.

Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, Bibit Waluyo yang berpasangan dengan Sudijono Sastroatmodjo (mantan rektor Unnes) kalah telak oleh pasngan Ganjar-Heru Sudjatmoko dengan perolehan 48,82 persen.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Diminta Fokus Turunkan Kemiskinan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo fokus pada penutunan kemiskinan di tahun terakhir kepemimpinanya. Pasalnya, angka kemiskinan di provinsi ini masih cukup tinggi, bahkan melebihi angka nasional.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, pemprov harus membuat program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat kecil. Namun menurutnya, fokus ini tak menjadikan kepentingan pembangunan lain menjadi dikesampingkan.

“Selama ini pembangunan infrastruktur memang diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan dan memutar roda perekonomian. Namun faktanya angka kemiskinan masih tetap tinggi,” ujar politisi PDIP ini.

Per Maret 2017 angka kemiskinan di Jateng masih 13,01 persen (4.450.072.000 jiwa), masih di atas target sebesar 10,40 perse.

Rukma berharap angka kemiskinan bisa ditekan menjadi single digit. Rukma mencontohkan, pemprov bisa membantu memberi stimulant bagi para pelaku UMKM. Sebab selama ini para pedagang kecil belum bisa lepas dari rentenir. Mereka merasa terbantu rentenir meski menerapkan bunga yang tinggi.

“Mengapa pedagang lebih suka dengan bank plecit, karena lebuh mudah, petugas banknya mau turun nemuin masyarakat kecil.s ektor ini bisa dimasuki perbankan maupun Jamkrida, bila masyarakat mengajukan kredit, harus dipermudah,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/8/2017).

Dia menambahkan, para pedagang kecil yang mengajukan kredit hendaknya dipermudah prosesnya. Jangan sampai mereka takut masuk bank.

Sementara itu, Ganjar Pranowo juga mengaku belum puas dengan penurunan angka kemiskinan di Jateng. Meski penurunanya tergolong signifikan dibanding provinsi lain, namun menurutnya masih bisa dimaksimalkan lagi.

Kuncinya adalah menurut dia, adanya ”keroyokan” dalam menanganinya dan dilakukan secara serius.

“Sebenarnya kalau kita ‘keroyok’ benar-benar bisa lebih tinggi lagi lho. Kayaknya begitu. Maka kemudian menurut saya, lho kok anjloke sithik-sithik. Padahal saya butuh anjloke rada banyak,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Soal Agama Masih Sensitif, Tapi Tak Bakal Laku Dijual di Pilgub Jateng

Foto : Merdeka.com

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 dinilai tak akan seperti Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang begitu kuat berhembus dalam Pilkada DKI Jakarta, dinilai tak akan laku dijual di pesta demokrasi warga Jateng.

Pengamat politik dari Undip yang juga Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Semarang, M Yulianto menyebut, meski persoalan agama dan keyakinan masih cukup sensitif, namun isu SARA tak bakal begitu mencuat.

Hal ini menurutnya, berdasar dari nama-nama yang muncul dalam kontestasi pilgub. Di mana sebagian besar figur yang muncul ke publik adalah tokoh-tokoh yang mempunyai keyakinan agama yang sama.

“Isu SARA sulit diangkat, terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun wakil gubernur karena memiliki keyakinan yang sama,” katanya.

Dari hasil survei yang dilakukan LPSI mengenai pemetaan perilaku pemilih, 46,6 persen menganggap agama dan keyakinan sebagai landasan memilih calon pemimpin.

Menurut dia, hal tersebut bisa jadi karena efek perilaku politik Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. “Pilkada DKI kemarin itu membunuh moral demokrasi sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan,” ujarnya.

Ia berharap, jika memang para kandidat nantinya tak membawa isu tentang SARA. Semisal, persoalan lingkungan, infrastruktur publik, dan kemiskinan. “Jangan soal keyakinan,” pintanya.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro juga mengharapkan hal serupa. Ia meminta semua parpol ikut mendorong agar pesta demokrasi lima tahunan bisa berjalan dengan baik, tanpa ada isu SARA.

“Sebaiknya kita bertarung secara sehat dan `fair` karena pilkada adalah sarana pesta demokrasi. Saya kira gak perlu membawa isu SARA, apalagi masyarakat Jateng juga sudah cerdas, gak bisa dikompor-kompori,” harapnya.

Ganjar Pranowo yang berencana maju kembali sebagai petahana berharap Pilgub Jateng mendatang tidak diwarnai isu SARA.

“Mudah-mudahan sih tidak ada isu SARA, terutama mereka yang trauma dengan di Pilkada Jakarta,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Editor : Ali Muntoha

Bilang Pengen Jadi Hacker, Santri di Jepara Ini Diberi Jam Tangan Spesial dari Ganjar

Fikri Muhammad Yusuf (kiri) menunjukkan jam tangan pemberian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berfoto bersama orang nomor satu di Jateng itu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Fikri Muhammad Yusuf, santri mahasiswa di Pondok Pesantren Mahat Ali Balekambang, Jepara, Sabtu (26/8/2017) mendapat hadiah spesial dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Spesial karena, hadiah yang diberikan yakni jam tangan koleksi Ganjar yang saat itu dikenakannya. Jadi bukan jam tangan doorprize, melain jam digital bermerk Garmin. Penyebabnya, karena Fikri menyatakan ingin jadi hacker.

Ini terjadi ketika Ganjar melontarkan pertanyaan kepada Yusuf tentang bagaimana seorang santri seperti Yusuf melawan berkembangnya ujaran kebencian dan ajakan radikalisme yang merebak di sosial media.

Jawaban Yusuf justru kocak, dan membuat orang yang hadir di sarasehan pondok pesantren itu tertawa terbahak-bahak.

“Pertama-tama sebelum berbuat saya akan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Kedua saya akan meminta masukan pada para sesepuh dan juga pak Ganjar,” ujarnya yang kembali disambut tawa.

Ganjar pun menimpali. “Lho maksudku kamu, apa yang menurutmu bisa dilakukan,” kata Ganjar.

Beberapa sat Yusup berpikir, dan kemudian berteriak lantang ingin jadi hacker. “Dengan jadi hacker saya akan melawan dan menghancurkan situs dan akun penyebar berita hoax dan radikalisme,” tegasnya.

Berikutnya, Yusuf akan menggalang teman-temannya menjadi pasukan penyebar ujaran baik dan sopan di dunia maya. “Kalau ada yang bertengkar, kami akan menengahi dengan kalimat-kalimat islami dan sopan,” kata dia.

Ganjar mengacungi jempol. Ia meminta Yusuf berjanji benar-benar melakukan apa yang diucapkannya itu. “Yawes ini tak kasih jam, pas nggak bawa hadiah ya sudah ini saja,” kata Ganjar seraya mencopot jam tangan dari lengan kirinya.

Suasana berubah menjadi riuh. Ribuan santri bersorak dan bertepuk tangan. Yusuf senang bukan kepalang. Ia menerima jam digital merk Garmin berwarna hitam itu kemudian langsung mengenakannya di pergelangan tangan kiri. “Terimakasih pak gubernur,” katanya berulang-ulang.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Terperanjat Lihat Ukiran Wajahnya di Sandal Jepit

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menunjukkan sandal ukir bergambar wajahnya yang dibuat pemuda Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo cukup terperanjat mengetahui wajahnya tergambar di sandal jepit. Bahkan orang nomor satu di Jateng itu harus menghentikan langkahnya untuk melihat sandal itu, saat mengunjungi Pameran Desain Kreatif Pesta Rakyat HUT Jateng di Jepara, Sabtu (26/8/2017).

Dan ternyata, Ganjar bukan marah justru sangat girang. Ia bahkan memuji ukiran di sandal karya pemuda Jepara tersebut yang dipamerkan di stan Sandal Carving Jepara (Sacaje) itu. “Ha ha ha apik iki, kreatif. Sandal diukir,” seloroh Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu pun penasaran bagaimana cara membuatnya. Ia pun mendekat bertanya dengan M Nur Fawaid, perajin yang membuat sandal ukir tersebut.

Selain wajah Ganjar, Nur juga mengukir logo Jateng Gayeng. Satu desain lagi yang membuat Ganjar juga tertawa adalah sebuha sandal berukir tulisan “Sandal Gubernur”. Ganjar tertarik dan membeli beberapa pasang sandal tersebut.

“Tuku, tuku, kanggo souvenir,” kata gubernur berambut putih itu. 

Ganjar Pranowo memuji Nur sebagai perajin yang mampu melihat peluang dan berkreativitas tinggi. “Ini perlu didukung, mengerjakan barang yang tak disangka-sangka hingga memiliki nilai ekonomi,” ucapnya.

Nur mengaku untuk membuat ukiran di sandal tak butuh waktu lama. Untuk ukiran sederhana, hanya dibutuhkan waktu tiga jam saja, sementara jika ukirannya rumit bisa sampai lima jam.

Untuk sepasang sandal, Nur menjual dengan harga Rp 25 ribu. Pembeli bisa memilih sandal yang sudah jadi atau memesan desain dan tulisan sendiri.

Karya Nur bukan saja unik tapi juga menggelitik. Simak misalnya sandal bertuliskan “Bojoku Ketikung”, “Ngopi Ngaji”, atau “Colong Mati”.

Ada juga produk dari beberapa sandal digabung menjadi jam dinding, papan nama, dan lambang klub sepakbola. Untuk jam dan hiasan dinding, Nur membanderol Rp 75 ribu.

“Harga bergantung kesulitan serta kerumitan ukiran. Tentu harga sandal ukir wajah beda dengan ukir tulisan,” terang Nur.

Ia mengaku, ide sandal ukir muncul ketika nyantri di sebuah pondok pesantren. Nur yang jengkel karena sandal jepitnya berkali-kali hilang, kemudian mengukir sandalnya sehingga beda dari milik teman-temannya.

“Awalnya asal bikin, asal beda agar mudah mengingat sandal saya. Pertama kali saya mengukir nama di sandal. Ternyata teman-teman suka dan minta diukirkan juga,” tuturnya.

Ketika permintaan semakin banyak, Nur mulai memasang tarif. Sejak 2013 ia membuka workshop bernama Sacaje.

“Itu setelah saya rasa ukiran sandal tersebut cukup rapi dan layak dijual,” terang warga Jalan Krajan RT 08/02 Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara ini.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Tak Ingin Semua Warga Jepara Hanya Bercita-cita Sebagai PNS

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membuka Pesta Rakyat Jateng di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin warganya menjadi pengusaha, dan tidak melulu berharap jadi PNS. Hal itu disampaikannya disela peluncuran aplikasi  “Sadewa Market” pada gelaran Pesta Rakyat Jateng 2017 di Alun-alun Jepara, Jumat (25/8/2017). 

“Pengalaman sudah membuktikan, saat krisis ekonomi yang paling bertahan siapa, ya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).  Hal itu karena bidang tersebut mampu menggerakan sektor perekonomian. Jangan penginnya hanya jadi PNS,” ujarnya. 

Karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui bank Jateng dan aplikasi Sadewa Market, memberikan ruang bagi sektor UMKM untuk bergerak. Melalui perbankan Ganjar mengatakan telah tersedia fasilitas kredit bagi usaha kecil tanpa agunan. Sedangkan melalui aplikasi Sadewa Market, pihaknya memberikan tempat bagi produsen untuk dapat menjangkau konsumen lebih luas lagi. 

Dalam kesempatan itu, ia melakukan test aplikasi dengan memesan sebuah pakaian batik. “Saya tadi memesan sebuah batik, sekarang sudah datang dan diantar. Tapi saya sengaja rahasiakan bagaimana rupanya,” kata Ganjar berseloroh. 

Aplikasi Sadewa Market bisa diakses dengan membuka laman http://sadewamarket.cyberumkm.com/. Pada laman tersebut, selain tersedia pilihan berbelanja, juga ada rujukan terkait pendampingan UMKM secara jarak jauh. 

Editor: Supriyadi

Mantap, Kwarcab Grobogan Raih 3 Penghargaan Tingkat Jawa Tengah

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Kwarcab Grobogan pada tahun 2017 ini. Yakni, mendapat tiga predikat juara atau tergiat tingkat Jawa Tengah.

Ketiga penghargaan yang diterima masing-masing adalah juara III bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana. Kemudian Juara I Pramuka Peduli Award. Dua prestasi ini merupakan penilaian kinerja Kwarcab Grobogan yang dilakukan pada tahun 2016 lalu.

Sedangkan satu prestasi lagi adalah Juara 1 Garuda Berprestasi Golongan Siaga Putri. Peraih prestasi ini adalah Sinta Riski Nursafira dari SDN 1 Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.

Penghargaan untuk Kwarcab Grobogan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Kamis (24/8/2017). Penyerahan penghargaan dirangkai dengan upacara puncak peringatan HUT ke-56 Pramuka tingkat Jawa Tengah.

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro menyatakan, penghargaan yang diraih dinilai sangat membanggakan. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Kwarcab Grobogan selalu bisa meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah.

”Saya bangga dengan prestasi ini. Apa yang kita dapat adalah hasil kerja dan dukungan banyak pihak. Semoga prestasi yang kita dapat bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” kata Icek.

Icek menyatakan, sesuai pesan dari Gubernur, pramuka merupakan sebuah pendidikan karakter. Dengan demikian, semua anggota Pramuka harus ikut ambil bagian dalam menangkal hal hal yang negative.

”Pramuka harus waspada dan menjadi tameng terhadap ujaran kebencian, dan penangkal radikalisme. Pramuka harus punya semangat yang luar biasa untuk ikut andil membangun negeri dan ikut serta mengatasi persoalan bangsa,” pesannya. 

Editor: Supriyadi

Gubernur Ganjar Akui Cukup Sulit Wujudkan Provinsi Layak Anak

Keceriaan anak-anak saat foto bersama di Banjarejo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui cukup sulit untuk mewujudkan provinsi layak anak. Penyebabnya, tingkat kekerasan terhadap perempuan maupun anak masih cukup tinggi.

Oleh karenanya, Ganjar menyebut harus melakukan berbagai persiapan strategis, termasuk masalah penganggaran untuk mewujudkan hal ini. Apalagi menurut dia, tahun depan Jateng ditunjuk sebagai pilot project provinsi layak anak.

“Sehingga kita mesti menyiapkan anggaran, program, dan sistemnya agar kemudian minimum layak anak itu bisa tercapai,” kata Ganjar Pranowo, baru-baru ini.

Data dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) kabupaten/kota di Provinsi Jateng pada 2011-2015, kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan tren yang fluktuatif.

Pada 2015 tercatat sebanyak 2.466 orang korban kekerasan, dan 1.385 orang di antaranya anak-anak.

Melihat kondisi tersebut, Ganjar mengatakan bahwa prioritas investasi perlindungan anak ditekankan pada pencegahan kekerasan terhadap anak. “Tentunya, perwujudan provinsi layak anak tidak dapat tercapai tanpa dukungan masyarakat, termasuk para aktivis anak,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah kabupaten/kota juga diminta mendukung terwujudnya Jawa Tengah sebagai provinsi layak anak. Salah satunya, bupati wali kota mendorong investasi perlindungan anak agar pencegahan dan penanganan kasus kekerasan anak dapat berjalan optimal.

Ganjar menjelaskan, pembekalan anak mengenai budi pekerti dan tepa selira yang merupakan nilai-nilai kebhinekaan Indonesia, mesti dilakukan baik di keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi kejadian kekerasan terhadap anak karena anak sudah dilatih menghormati kepada yang tua, yang muda dan sebaya mereka. Sebaliknya, orang tua pun akan menghargai dan mencintai anak,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Beri Kejutan Ulang Tahun Pasien Kanker di RSUP Kariadi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Suroso, pasien kanker usus yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Ganjar Pranowo memberi kejutan kepada Suroso (21), pemuda asal Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017).

Sejak 2016 lalu Suroso, didiagnosa mengidap kanker usus. Dan hari ini Ganjar memberi kejutan, karena bertepatan dengan ulang tahun pasien itu yang ke 21 tahun.

Orang nomor satu di Jateng itu, mengajak Suroso bernyanyi bersama, sehingga melupakan penyakit yang dideritanya.

Mendapat kunjungan dari Ganjar, semangat untuk sembuh kembali terpancar dari raut wajah Suroso yang sebelumnya sering menangis meratapi penyakitnya.

“Aku ketemu Pak Gubernur, Pak Ganjar. Saya nanti akan dikemo (kemoterapi) yang ke-12 kali, semoga ada hasil bagi saya. Harapan di ulang tahun saya ini, saya bisa sembuh kembali,” ujar Suroso dengan wajah tersenyum.

Di hadapan Ganjar, pemuda omo lantas menyanyikan sebuah lagu berjudul Jangan Menyerah dari D’Masiv yang langsung disambut tepuk tangan oleh Ganjar.

Anak dari pasangan Sutaswi dan Suhadi tersebut, saat ini menjalani pengobatan di RSUP dr Kariadi dengan bantuan sejumlah pihak. Mereka terketuk hatinya untuk membantu pengobatan Suroso, setelah kabar tentang penyakit yang ia derita tersebar melalui grup Facebook MIK Semar.

Hadir dalam kesempatan pagi itu Dalang MIK Semar Rahmulyo Adiwibowo dan sejumlah punggawa. Sejumlah orang juga secara bergantian menjaga Suroso selama dirawat di RSUP Dr Kariadi. “Saya ingin menemani masa tua ibu saya, saya sangat sayang mereka,” ucap Suroso.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menjelaskan, saat ini Suroso tengah mendapat perawatan dari rumah sakit untuk proses penyembuhan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

“Dokter berusaha, kamu harus bersemangat dan berdoa, dengan doa Allah akan memudahkan. Supaya lekas nikah,” kata Ganjar memberi semangat.

Menurutnya, pihak rumah sakit cukup responsif menangani kasus ini, sehingga pasien kembali semangat dan cepat sembuh. Ia juga mengapresiasi warga yang berinisiatif menggalang donasi melalui media sosial.

“Gotong-royong seperti sangat baik, dan bisa ditularkan kepada komunitas yang lain,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Siswi SMP 4 Demak yang Lumpuh Setelah Imunisasi Sudah Bisa Gerakkan Kaki

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Niken Angelia, siswi SMP yang lumpuh setelah menjalani imunisasi campak rubella. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah tiga hari mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang, Niken Angelia, siswi SMP di Demak, yang lumpuh setelah imunisasi campak rubella, Jumat (18/8/2017) dijenguk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Saat mengetahui orang nomor satu di Jateng masuk ke ruang bangsal untuk menjenguknya, Niken terlihat langsung tersenyum. Ganjar dan Niken tampak berbincang-bincang.

Ibu Niken, Yuli Suryaningsih mengatakan, kondisi niken mulai membaik. Walaupun hingga saat ini pinggulnya belum kuat menopang, sehingga belum bisa duduk.

“Belum bisa duduk, masih sakit. Alhamdulillah sudah ada perkembangan. Makan sudah banyak,” kata Yuli kepada Ganjar.

Kemajuan kondisi Niken ditunjukkan gadis itu sendiri dengan mulai menggerakkan dan menggoyangkan kakinya. “Oh sudah bisa gerak, Alhamdulillah,” kata Ganjar saat melihat kaki Niken bisa digerakkan.

Mantan Anggota DPR RI ini mengapresiasi pihak rumah sakit yang melakukan penanganan dengan intensif terhadap Niken. Ia berharap masyarakat tidak langsung menghakimi musibah yang dialami Niken berhubungan dengan imunisasi yang dilakukannya.

“Dokter mendalami intens sampai tungkai sudah bisa digerakkan. Ini ditangani baik. Jangan sampai kemudian orang buat judgment itu karena imunisasi. Tidak ada, (kelumpuhan Niken) itu bawaan sebelumnya, maka kita rawat,” ujarnya.

Konsultan Spesialis Anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Wistiani juga mengatakan kejadian yang menimpa Niken bukan disebabkan karena vaksin, melainkan sakit bawaan. Pihak rumah sakit sudah melakukan penelusuran termasuk menerjunkan tim ke tempat Niken imunisasi di Kabupaten Demak.

“Ketika dilakukan penelusuran, ternyata terbukti tidak ada hubungan kelemahan tungkai dengan imunisasi. Anak ini memang ada kelemahan kedua tungkai sejak kecil,” terang Wistiani.

Wistiani meminta untuk pasien yang memiliki penyakit bawaan atau sedang sakit, sebaiknya disampaikan kepada dokter sebelum imunisasi.

“Kalau mau diimunisai, anak kondisi sehat tidak demam. Kalau ada hal-hal yang membuat ibu cemas, tanyakan ke dokter. Misal punya penyakit kronis, bisa diberitahukan ke petugas atau konsultasi dulu,” terang Wistiani.

Sebelumnya diberitakan, badan bagian bahwah Niken lemas tidak bisa digerakkan setelah imunisasi MR di sekolahannya. Niken sempat ditangani rumah sakit di dekat tempat tinggalnya hingga akhirnya dirujuk ke Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Petani yang Jalan Kaki dari Tawangmangu Diajak Sarapan Ganjar di Gubernuran

Para petani dari Tawangu berjalan kaki menuju Kota Semarang untuk memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang- Setelah jalan kaki selama tiga hari tiga malam, puluhan petani dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8/2017) tiba di Kota Semarang. Para petani ini langsung menuju kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan Semarang, untuk bertemu dan mendukung Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018.

Rombongan petani yang melakukan aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang langsung bersujud sebagai bentuk syukur saat tiba di depan kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya mereka menempuh rute Tawangmangu-Semarang dengan berjalan kaki sejak Senin (14/8/2017).

Ganjar yang tiba di kantor gubernuran bersama istri, Siti Atikoh langsung dikerubuti para petani untuk bersalaman. Setelah bersalaman, Ganjar mengajak berfoto bersama dan sarapan di ruang VVIP kantor gubernur.

Ganjar sendiri mengaku kaget dan terharu mendapat dukungan dari petani dengan jalan kaki. Apalagi beberapa di antara mereka adalah teman sekolah dan tetangga Ganjar di Tawangmangu. Terlebih kedatangan mereka bertepatan dengan momen 17 Agustus.

“Ini sesuatu yang mengharukan sekaligus membahagiakan, ada satu semangat dari kawan-kawan waktu sekolah, tetangga kiri kanan untuk hadir pas 17 Agustus. Kado jugalah buat kita,” kata Ganjar.

Ia mengaku sempat tak percaya dengan kabar yang didapatnya tentang rencana petani yang hendak jalan kaki itu. “Saya pikir itu bercanda, tapi kemarin sore saya dikirimi foto ada gambarnya Pak Wali Kota Solo Rudi dan Bupati Boyolali Seno Samudro yang lagi menyematkan tali putih `sekali putih tetap putih`, tolong dititipkan Mas Ganjar,” ujarnya.

Besari selaku koordinator petani menjelaskan bahwa aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang tersebut adalah nazar atas langkah Ganjar Pranowo yang mendaftar kembali menjadi calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Kami merasa di bawah kepemimpinan Pak Ganjar, Jateng menjadi lebih baik sehingga mendukung lagi pencalonannya untuk yang kedua kalinya,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama perjalanan tidak menemui halangan berarti dan tidak mematok target waktu kedatangan. Selama perjalanan menurut dia, mereka mampir ke kepala daerah yang diusung PDIP dan yidur di masjid atau musala.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Ajak Keroyok Kemiskinan di Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani deklarasi antiradikalisme dan terorisme usai upacara HUT ke-67 Provinsi Jateng, Selasa (15/8/2017). (Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Jateng untuk lebih serius menurunkan angka kemiskinan. Pasalnya, jumlah warga miskin di provinsi ini masih sangat banyak, dan angkanya jauh lebih tinggi dari angka nasional.

“Saya sampaikan di pidato saya tadi, kemiskinan masih tinggi, mesti dikeroyok bersama-sama,” kata Ganjar usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Pancasila (Simpang Lima) Semarang, Selasa (15/8/2017).

Angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada pada angka 13,19 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 10,70 persen. Ganjar mengaku, kondisi ini menjadi perhatian serius.

Karena, meski tiap tahunnya angka kemiskinan selalu mengalami penurunan namun angkanya masih belum terlalu signifikan.

Menurutnya, peran serta dan partisipasi kabupaten/ kota sangat penting untuk mengoptimalkan penurunan kemiskinan. Karena data yang ada selama ini selalu berubah dan berbeda-beda.

”Sehingga perlu keberanian melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki kekurangan yang ada di birokrasi, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain kemiskinan, masih ada beberapa hal yang harus terus didorong dan dioptimalkan. Di antaranya pemberantasan pungli, peningkatan integritas, dan antikorupsi.

Karenanya, pemerintah harus mau berhijrah menjadi pemerintah yang responsif dan cepat merespon persoalan yang ada di masyarakat. “Inilah perbaikan yang sebenarnya kita harapkan dan masyarakat menunggu itu,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha

Siap Head to Head di Pilgub Jateng, Golkar Tutup Pintu Koalisi dengan PDIP?

Foto : Golkar

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Golkar tampaknya sudah sangat percaya diri untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Bahkan Golkar berharap bisa tanding head to head dengan PDI Perjuangan, sebagai pemenang dalam pemilu lalu.

Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.

Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. “Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Penasaran dengan Produksi Garam Darat di Jono Grobogan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni mengunjungi sentra pembuatan garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai menghadiri penutupan TMMD Reguler ke-99 tahun 2017 di lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melangsungkan agenda lain bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, mengunjungi sentra pembuatan garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo.

Sejak beberapa waktu lalu, Ganjar sudah mengetahui adanya pembuatan garam yang bahan bakunya bukan diambilkan dari air laut tersebut. Hal itu membuatnya merasa penasaran dan ingin melihat langsung proses pembuatan garam tersebut.

“Kabupaten Grobogan punya potensi luar biasa yang belum tentu dimiliki daerah lain. Pembuatan garam dari air sumur tanah inilah keunikan yang dimiliki Grobogan,” katanya.

Saat berada di lokasi, Ganjar sempat berdialog dengan petani garam. Setelah itu dilanjutkan melihat hamparan pembuatan garam yang sudah berlangsung ratusan tahun tersebut.

Ganjar menyatakan, adanya garam di Jono ini bisa jadi salah satu solusi mengatasi kelangkaan garam yang terjadi saat ini. Untuk itu produksi garam di Jono harus perlu ditingkatkan dan dibantu pemasarannya.

“Pembuatan garam di sini saya rasa luar biasa sekali. Soalnya, dari air tanah bisa diproses jadi garam. Bahkan, rasa garam dari Jono ini cukup gurih dan agak beda dengan garam laut. Potensi ini harus terus dikembangkan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Ganjar Pranowo Ingatkan Warga Rembang Agar Waspadai Hoax dan Narkoba

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada acara pengajian di Pesantren Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang kemarin. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan berbagai bentuk ancaman yang bisa menghancurkan bangsa Indonesia. Peringatan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan di acara pengajian umum dalam rangka tahlil tahunan KH. Ahmad Syahid dan temu mutakhorijin mutakhorijat Pondok Pesantren Kemadu, Kecamatan Sulang, Sabtu (15/4/2017) sore.

Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Rembang Abdul Khafidz, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Ketua DPRD Majid Makil MZ dan Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiyadi.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan, setiap harinya berita hoax dan peredaran narkoba merupakan suatu ancaman yang nyata. Ancaman tersebut telah menyasar anak-anak oknum pejabat hingga melibatkan oknum TNI dan Polri.

“Narkoba dan hoax ini dari anak-anak, oknum pejabat, oknum TNI- Polri sudah ada yang terlibat, bahkan ponpes pun harus waspada. Saya titip tolong anak dan keluarga kita jangan sampai terjeremus narkoba, karena mengakibatkan fisik dan mentalnya pasti rusak,” tegasnya seperti dilansir dari rembangkab.go.id.

Ganjar menambahkan, kemajuan teknologi saat ini juga perlu diwaspadai. Anak-anak bisa mengakses berbagai berita dan film porno melalui handphone, untuk itu peran orang tua sangat penting dalam memantau pergaulan atau perilaku anak.

“Belum lagi faham radikalisme yang ternyata ada orang-orang Indonesia sudah ikut faham tersebut di Negara Timur Tengah. Maka kita harus teguhkan hati dan pelihara NKRI, anak-anak kita harus diketahui kegiatan dan kebiasaannya , jangan sampai disepelekan tiba-tiba terpengaruh perbuatan dan faham negatif,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Begini Reaksi Ganjar ketika Ada Siswa SMAN 1 Mlonggo Minta Sekolahannya Diperluas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). Hal ini sebagai bagian dari kegiatan program “Gubernur Mengajar” yang sudah berjalan sejak dirinya menjabat.

Dalam kesempatan ini, Ganjar juga melakukan dialog dan tanya jawab dengan siswa. Ada yang cukup menarik, ketika salah satu siswa mengajukan usulan kepada Ganjar. Yakni terkait dengan perluasan sekolah.

“Sebenarnya saya punya usul, yakni bagaimana caranya untuk melebarkan sekolah ini. Sebab, di sebelah barat gedung SMAN 1 Mlonggo ini masih ada tanah milik desa. Nah, apakah tanah itu bisa dibeli provinsi untuk dihibahkan ke sekolah?, ” tanya Ahmad Baharudin, siswa kelas XI kepada Ganjar.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Ganjar pun tersenyum dan menanggapinya dengan guyonan. “Memangnya Kamu berani ketemu ketemu Pak Kadesnya untuk meminta supaya tanah desa bisa dibeli? Kalau memang Pak Kades membolehkan, maka nantinya bisa dilaporkan ke pihak terkait supaya ditindak lanjuti. Akan tetapi, bila kadesnya tak membolehkan untuk dijual maka ya tidak jadi,”  jawan Ganjar.

Pada kesempatan tersebut, siswa juga merespon positif terkait dengan beberapa hal yang disampaikan oleh Ganjar. Di antaranya terkait dengan berita hoax, yang diminta agar siswa tidak mudah percaya dengan hal tersebut.

“Sebagai siswa yang memang sering mengakses internet, kita harus pintar-pintar menyaring berita dengan cara membuktikan kebenarannya. Kita harus mau bertanya kepada orang yang memang mengerti, agar kita tidak salah menangkap dari isi berita,” ujar Wildan, siswa kelas XII IPA.

Ia juga mengakui, bahwa dengan adanya berita hoax, semua masyarakat bisa dibingungkan. Sehingga, setiap pengguna media sosial harus bisa melihatnya dari berbagai sudut. Tak kalah penting menurutnya adalah, memiliki pikiran positif terhadap sesuatu hal, sehingga tidak terjerumus.

Editor : Kholistiono

Ganjar Imbau Siswa untuk Tidak Percaya Berita Hoax

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Kamis (19/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar di SMAN 1 Mlonggo, Jepara, Kamis (19/1/2017). Dalam kesempatan ini, Ganjar menyampaikan berbagai hal kepada siswa, di antaranya terkait dengan berita hoax atau berita bohong.

Gubernur meminta, agar siswa untuk tidak percaya terhadap berita hoax. “Orang itu harus pintar memilah dan memilih sebuah berita. Dan jangan langsung percaya berita yang ada di media sosial. Kita harus cerdas untuk aktif mencari kebenaran informasi tersebut, supaya tak jadi fitnah,” ucapnya.

Dirinya juga mengakui bahwa dengan adanya teknologi berupa hand phone, maka setiap hari seseorang bisa melihat serta mengakses berita, apakah itu berita hoax atau tidak.

Untuk itu, ketika membaca atau melihat berita, diimbau untuk tidak langsung membagikan ke teman atau publik. Sebab, bisa saja berita itu hoax atau palsu.  Sehingga,harus benar-benar dicermati sebelum dibagikan, karena jika tidak benar, bisa menimbulkan fitnah.

Dalam kesempatan ini, Ganjar juga menyampaikan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. “Jadi, pelajar itu harus bisa berani mencegah adanya narkoba. Sebab bila narkoba itu dikonsumsi, maka akan bisa menghancurkan masa depan. Bahkan bisa membuat gila pemakainya, dan juga bisa memutuskan persahabatan serta pasangan masing-masing,” ujarnya.

Di hadapan siswa, Ganjar juga bercerita bagaimana masa lalunya ketika masih mengenyam pendidikan di SMA. “Ketik saya SMA dulu, tidak punya sepeda motor kayak siswa sekarang ini. Dulu saya masih ngekos, masak sendiri dan masih bekerja sampingan menjual bensin eceran,” bebernya.

Editor : Kholistiono

Curhat ke Ganjar, Nelayan Juwana Mengaku Pernah Ditangkap, Kena Rp 500 Juta dan Ikan Dirampas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) berdialog dengan nelayan Juwana di Kantor Kecamatan Juwana, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua dari kiri) berdialog dengan nelayan Juwana di Kantor Kecamatan Juwana, Rabu (18/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nelayan Juwana semakin resah dengan perizinan melaut kapal cantrang yang tidak kunjung ada kejelasan. Sejumlah nelayan cantrang yang nekat melaut di luar Jawa Tengah mengaku pernah ditangkap, kena denda Rp 500 juta, ikan dirampas, hingga masuk jeruji besi.

Hal itu disampaikan Kasmijan, nelayan Juwana ketika curhat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017). “Pengen ada kejelasan, bagaimana perizinannya yang sudah mati. Keamanan laut bagaimana? Di luar provinsi, sekali ditangkap kena uang ratusan juta hingga setengah miliar, ikan  dirampas, ini yang saya takutkan,” kata Kasmijan.

Hal itu diamini Hadi Sutrisno. Dia mengungkapkan fakta, nelayan rawan dikriminalisasi. Akibatnya, ribuan nelayan cantrang saat ini takut melaut. Karena itu, dia membutuhkan toleransi lebih panjang kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, perlindungan, dan pemberdayaan nelayan.

Sulawi, salah satu nahkoda mengaku pernah ditangkap petugas saat melaut di luar provinsi. Dia ditangkap dan dipenjara selama tiga bulan. Saat ini, dia menganggur selama dua bulan karena tidak mengoperasikan kapal lagi.

Mereka sering tertangkap di kawasan Kalimantan Selatan, Makassar, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Kehadiran Ganjar diharapkan bisa memberikan solusi dan bisa menjembatani nelayan dengan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ganjar sadar bahwa keberadaan nelayan butuh pendampingan dari dinas atau petugas negara. Bila tidak, polemik itu akan terus menjadi isu yang tidak ada habisnya. “Pati ini adalah tempat kedua yang saya datangi setelah Kabupaten Batang. Fakta-fakta yang mereka ungkapkan akan kami ajukan ke pemerintah pusat. Kami berharap agar persoalan itu akan segera selesai,” harap Ganjar.

Editor : Kholistiono

Ganjar Temui Puluhan Nelayan di Juwana Terkait Kapal Cantrang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono menemui puluhan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Ganjar mendengarkan berbagai keluhan nelayan terkait dengan pelarangan kapal cantrang yang saat ini diberikan toleransi selama enam bulan.

Hadi Sutrisno, salah satu nelayan yang tergabung dalam komunitas nelayan Jawa Tengah meminta kepada Ganjar agar bisa mendorong pemerintah pusat untuk memperpanjang batas toleransi selama setahun. Perpanjangan toleransi diharapkan bisa dimanfaatkan nelayan untuk mengganti alat tangkap, termasuk modifikasi yang menghabiskan biaya mencapai Rp 3 Miliar.

“Kapal ikan menjadi sumber ekonomi masyarakat banyak, mulai dari bakul-bakul ikan, pekerja freelance, pasar, nahkoda, dan masih banyak lagi sumber ekonomi yang terdampak. Kami minta kepastian dan kejelasan soal masalah yang kami hadapi,” ujar Hadi.

Menurutnya, ada empat opsi utama yang bisa dilakukan nelayan cantrang. Pertama, persoalan peralihan alat tangkap. Di Juwana, hanya 30 persen nelayan yang sanggup beralih alat tangkap.

Kedua, mereka yang punya kapal cantrang dan tidak punya kapal lain terpaksa harus hutang kepada bank. Ketiga, mereka yang tidak bisa hutang bank lantaran terbentur aset atau agunan, satu-satunya cara adalah bekerja sama dengan investor atau nelayan lain.

Keempat, nelayan yang hanya memiliki kapal cantrang harus menjual kapalnya untuk mengganti alat tangkap sesuai dengan spesifikasi. “Pelarangan kapal cantrang berdampak besar pada sumber ekonomi perikanan. Kami berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan nasib kami,” harapnya.

Menjawab keluhan tersebut, Ganjar berjanji akan mendatangkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ke Juwana untuk mencari pemecahan solusi terhadap masalah yang membelit nelayan cantrang. “Saya akan menjembatani dengan menghadirkan KKP di sini,” kata Ganjar.

Editor : Kholistiono

Gubernur Ganjar Ngaku Difitnah Disuap Haryanto Rp 3 Miliar untuk Melantik ASN Pati

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku difitnah disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto Rp 3 miliar melalui SMS misterius terkait pelantikan ASN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan pesan singkat (SMS) misterius tanpa nama yang menyebut dirinya disuap Bupati Pati nonaktif Haryanto senilai Rp 3 miliar untuk melantik aparatur sipil negara (ASN) Pati. Pesan itu dinilai sebagai sebuah fitnah besar, sehingga dia merasa dihina oleh pengirim pesan.

“SMS masuk ke nomor saya. Ganjar malam ini nekat melantik para PNS (pegawai negeri sipil), karena disuap Haryanto Rp 3 miliar,” ujar Ganjar menirukan SMS misterius yang dilayangkan kepadanya, di depan ASN Pati usai dilantik pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono, Jumat (6/1/2017) malam.

Ganjar juga mengaku membalas SMS tersebut dengan kalimat, “Panjenengan sinten ndoro?” Namun, pengirim pesan misterius itu tidak mau menyebutkan identitasnya. Karena itu, Ganjar sempat meminta kepada Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo yang hadir untuk melacak dan menyelidiki pelaku SMS fitnah yang ditujukan kepadanya.

“Kalau ada korupsi di sini, bongkar. Kalau ada publik yang tahu, ada suap-menyuap, laporkan. Nanti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saya hadirkan di sini. Saya sedih ada SMS dari pengecut-pengecut, saya tanya tidak mau menyebut nama, ngundang tidak berani, hanya memaki-maki,” tutur Ganjar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga memastikan bila kehadirannya di Pati menyangkut nasib warga Pati dan PNS yang tidak kunjung dilantik Budiyono. Bila tidak segera ditangani, gaji PNS tidak akan turun, sedangkan nasib rakyat juga dipertaruhkan karena tidak segera mendapatkan pelayanan publik.

“Saya difitnah, tidak saya hapus SMS-nya. Untuk proses hukum, saya minta tolong Pak Kapolres untuk menyelidikinya. Saya tersinggung diomongkan dengan orang fitnah dengan kejam. Saya tidak ada urusan apapun di Pati. Urusan saya adalah nasib warga Pati dan nasib PNS,” tandas Ganjar.

Lagipula, pelantikan pada akhirnya dilakukan Budiyono pada Jumat (6/1/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Sedangkan Ganjar datang untuk memberikan sambutan, usai ASN Pati dilantik Budiyono.

Editor : Kholistiono

Ini Isi Surat Terbuka Ganjar Pranowo Meluruskan Soal Perkembangan Pabrik Semen di Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat surat terbuka untuk meluruskan persoalan perkembangan pabrik semen di Rembang. Berikut isi surat lengkapnya.

Oleh : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Begini.Saya itu sebenarnya menyesal tidak bisa menemui mereka (peserta aksi longmarch Rembang). Pada saat itu saya berada di Riau menghadiri undangan KPK dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2016.

Persoalan ini menjadi membesar saya kira karena miss informasi. Karena kawan-kawan (Pejabat Pemprov yang menemui peserta aksi) seperti ragu menjelaskan secara detil, atau tidak cukup waktu menjelaskan semuanya.

Tapi intinya begini. Beberapa media nggebuki saya. CNN bilang Ganjar bohong dan sebagainya. Tidak, saya tidak keluarkan izin baru (Semen rembang). SK (baru) itu sebenarnya laporan RKL RPL rutin saja.

Jadi PT SI itu dalam perjalanan pembangunan pabrik mengubah beberapa hal. Nama berubah, area penambangan berubah, juga area pengambilan air, perubahan jalan dan lain-lain. Nah, karena ada perubahan lalu dilaporkan ke kita. Otomatis, setiap ada perubahan maka harus ada addendum.

Seperti misalnya kamu mengubah nama, pindah alamat, dari belum kawin jadi kawin dll. Maka kamu kan melapor ke catatan sipil agar dapat akta dan KTP baru. Kalau pihak catatan sipil tidak mengubah, tidak menerbitkan dokumen baru, kan salah. Di dokumen baru itu selain nama tentu juga berubah juga alamat, status dll.

Nah, berdasarkan laporan PT SI itulah kami memberikan addendum. Karena ada addendum, maka izin yang lama otomatis dicabut. JADI ITU BUKAN IZIN BARU, MELAINKAN PERUBAHAN DARI IZIN LAMA.

Nah sekarang karena penjelasan dari asisten saya kurang lengkap, jadi geger. Orang berfikir bahwa saya mencabut izin lama dan menerbitkan izin baru. Dikiranya perkara Semen Rembang sudah selesai dengan izin baru itu. Dikiranya izin baru itulah respon saya atas putusan MA.

Padahal addendum itu kan bersifat administrasi biasa, sesuatu yang otomatis ada karena sistem atau mekanisme yang telah diatur undang-undang. Dan addendum itu terbit sebelum putusan MA saya terima. Addendum terbit tgl 9 November, putusan MA saya terima 17 November. Jadi addendum itu bukan izin baru, addendum itu bukan keputusan final untuk Semen Rembang.

Jadi bukan juga saya diam-diam menerbitkan izin baru. Sekali lagi addendum itu perubahan administrasi saja. Jadi ya memang tidak harus ada sosialiasi publik, regulasinya tidak mengatur itu. Lagipula addendum itu kan dibuka ketika peserta aksi menanyakan, dan boleh dicopy. Jadi siapa yang diam-diam? Tidak ada, semua terbuka.

Baca juga : Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

JADI SEMEN REMBANG INI BELUM SELESAI. SAYA BELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN ATAS PUTUSAN MA. BELUM ADA KEPUTUSAN APAKAH PABRIK AKAN JALAN TERUS ATAU DITUTUP. KITA MASIH PUNYA WAKTU 60 HARI SETELAH PUTUSAN MA.

Maka, pekan ini, mungkin rabu (14 Des) besok. Saya akan memanggil pihak terkait. Saya akan panggil mas Teten (Masduki), kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup, semuanya. Kemarin-kemarin saya telponi mereka semua tidak ada yang bisa bersikap, menghindar semua, akhirnya saya yang digebuki. Maka saya mau undang langsung. Saya mau mereka segera putuskan bagaimana sikap untuk Semen Rembang. Ini penting agar ada kesepakatan bersama. Harus ada kesepakatan bulat berdasarkan kajian berbagai pihak.

Misalnya, apakah putusan MA itu hanya membatalkan izin lingkungan, ataukah sekaligus menutup pabrik. KALAU MEMANG MA PUTUSKAN MENUTUP PABRIK, MAKA SAYA SENDIRI YANG AKAN MENUTUP PABRIK ITU.

Jadi biar clear, ini menyangkut hukum lho. Harus ada kepastian hukum. KALAU DALAM PERTEMUAN ITU JUGA MASIH RAGU-RAGU, SAYA SENDIRI AKAN KE JAKARTA UNTUK TANYAKAN LANGSUNG KE MAHKAMAH AGUNG.

Jadi begitulah, saya tidak masalah kalau sekarang semua geger dan saya dibully di socmed habis-habisan. Pada akhirnya masyarakat akan tahu sendiri bagaimana. Tunggu saja keputusan akhirnya. Semua akan paham nantinya…

Salam

Ganjar Pranowo

Editor : Kholistiono

Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng0

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom,Rembang – Bukti-bukti yang menjadi pertimbangan majelis hakim atas peninjauan kembali (PK) terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, cukup disesalkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut berkaitan dengan identitas sejumlah warga yang masuk daftar penolak keberadaan pabrik semen di kawasan Kendeng. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan terkait identitas penolak pabrik semen tersebut.

Gubernur menyebutkan, dalam daftar 2.501 warga penolak, kata gubernur, beberapa di antaranya terdapat identitas yang janggal. Seperti pada urutan 1.906 tertulis nama Saeful Anwar dengan alamat Manchester, pekerjaan Presiden RI, kemudian urutan 107 atas nama Sudi Rahayu, alamat Amsterdam, pekerjaan menteri, pada nomor 1.914 tercatat Zaenal Muklisin, alamat Rembang, pekerjaan Power Rangers. Adapula nama nomor 1.913 atas nama Bobi Tri S, alamat Rembang pekerjaan Ultraman, serta Fajar Hidayat, alamat Lasem pekerjaan musisi.

“Kalau kita sedang bercanda boleh saja, tetapi ini menjadi bahan pertimbangan oleh hakim, jangan bercandalah pak hakim. Saya ingin sampaikan ke publik bahwa Gunretno ternyata tidak mengenal beberapa nama yang tercantum dalam daftar warga penolak Semen Rembang. Beberapa orang mungkin betul warga setempat, namun sebagian lain fiktif. Masak hakim tidak mempertimbangkan yang seperti ini, ada presiden ada menteri di Amsterdam, ini pasti fiktif, dan kalau fiktif itu penipuan tidak?” ujar Ganjar saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, yang disiarkan beberapa stasiun radio, Selasa (13/12/2016).

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menjelaskan, beberapa pertimbangan majelis hakim dalam peninjauan kembali yang intinya menyatakan, izin penambangan batal karena dokumen Amdal PT Semen Indonesia cacat prosedur. Hal itu antara lain karena adanya penolakan 2.501 warga Rembang, sehingga tidak ada keterlibatan perwakilan masyarakat. Selain itu pada dokumen Amdal tidak ada solusi konkret atau penanggulangan kebutuhan air bersih masyarakat dan kegiatan pertanian.

Editor : Kholistiono

Ganjar : Kembangkan Wisata di Jepara Dengan Hati dan Ide

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir dalam sarasehan Ngopi Bareng membahas tempat wisata di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir dalam sarasehan Ngopi Bareng membahas tempat wisata di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir di sarasehan bertajuk Ngopi Bareng Ganjar dengan para pegiat wisata Jepara di halaman parkir pantai Bandengan, Kamis (6/10/2016) petang.

Dalam obrolannya, Ganjar meminta agar wisata di Jepara dikembangkan melalui hati dan ide yang kreatif. “Kembangkan wisata di Jepara ini melalui hati dan ide yang kreatif. Tidak mengandalkan tuntutan dan perbaikan infrastruktur saja,” kata Ganjar.

Ia mencontohkan salah satu daerah yang berhasil mengembangkan potensi wisata demikian, yakni di salah satu desa di wilayah NTB. Di sana, kata Ganjar, menguatkan karakter pedesaannya. Beberapa aktivitas masyarakat desa dijadikan objek wisata, seperti aktivitas mengaji di sore hari, panjat pohon kelapa dan beberapa aktivitas masyarakat desa lainnya.

“Semua aktivitas desa itu ditulis sedemikian rupa kemudian dipublikasikan dengan baik. Hasilnya luar biasa, mampu menarik banyak wisatawan asing. Sampai-sampai ketika wisatawan ikut kegiatan masyarakat desa itu diberi tarif yang mahal. Kemudian mewajibkan wisatawan mengenakan sarung, dan itu justru semakin menarik minat turis,” terang Ganjar.

Ia mengatakan, itu yang dimaksud menggunakan hati dan ide kreatif. Pikiran para turis itu justru banyak yang ingin berwisata di tempat dan suasana yang tenang, alami dan menyediakan kegiatan yang asing bagi mereka.

“Sekarang eranya tehnologi. Banyak sekali media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan promosi potensi wisata. Semuanya bisa dikemas dengan baik. Semisal aktivitas di pedesaan mengaji, itu bisa dipromosikan sedemikian rupa dengan visualisasi yang bagus. Itu justru bisa menarik minat wisatawan asing untuk datang,” jelasnya.

Selain memberikan masukan itu, Ganjar juga mendengarkan banyak keluhan dan gambaran mengenai potensi wisata di Kabupaten Jepara. Ganjar juga meminta agar wisata kuliner seperti kopi khas juga bisa dikembangkan melalui kemasan yang lebih menarik.

“Jepara ini menjadi salah satu dari empat daerah yang menjadi konsen saya dalam mengembangkan sektor pariwisata. Sebab Jepara memiliki Karimunjawa. Selain itu ada Borobudur dan Dieng. Saya harap ke depan dapat semakin maju dengan pesat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Gubernur Ajak Mahasiswa Unisnu Jepara Kreatif dan Kurangi Keinginan jadi PNS

ganjar

Gubernur Ganjar Pranowo saat memberikan kuliah di kampus Unisnu Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi dosen di Unisnu Jepara dalam kuliah perdana bagi mahasiswa baru, Rabu (21/9/2016). Dalam kesempatan, Ganjar mengajak para mahasiswa untuk selalu kreatif dan inovatif.

“Harus selalu kreatif dan inovatif, agar kalian bisa bersaing. Jangan lupa, terus belajar agar ide kreatif dan inovatif itu muncul,” kata Ganjar Pranowo dihadapan ribuan mahasiswa Unisnu Jepara, Rabu (21/9/2016).

Menurut Ganjar, kuliah merupakan proses pendidikan untuk melatih konsistensi dan mengasah ide kreatif mahasiswa. Banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari proses pendidikan. Dibanding yang berpendidikan rendah, kata Ganjar, jauh lebih banyak yang berpendidikan tinggi dalam turut serta membangun bangsa ini.

“Yang hanya sekolah tingkat dasar, bisa menjadi orang sukses, tetapi itu tidak banyak. Yang paling banyak adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi,” kata Ganjar.

Mengenai kreativitas, Ganjar menyinggung soal penggunaan teknologi informasi yang terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sebagai mahasiswa, ia meminta agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya. Misalnya digunakan untuk mengembangkan keahliannya maupun digunakan untuk berwirausaha.

“Selain itu juga harus mampu berinovasi, seperti mengembangkan potensi daerah. Contohnya menjual barang dengan kemasan yang ciamik, agar dapat meningkatkan harga jual. Semakin menarik, harga suatu barang jelas akan semakin tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, paradigma mengenai mahasiswa nantinya menjadi pegawai negeri harus dikurangi. Saat ini sudah era di mana seseorang justru dapat sukses melalui jalan sebagai seorang pengusaha.

Editor : Akrom Hazami