Begini Kronologi Kasus Pencabulan yang Menimpa Gadis ABG Asal Nalumsari Jepara

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di wilayah hukum Polsek Nalumsari Jepara. Korban berinisial SPA (16), warga Kecamatan Nalumsari, Jepara menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda dan satu pemuda lainnya diduga turut terlibat dalam kasus pelecehan seksual tersebut.

Kapolsek Nalumsari AKP Sugiono membeberkan kronologi kejadian tersebut. Jumat (27/5/2016) malam, korban diketahui pergi, namun sampai Sabtu (28/5/2016) pagi tak kunjung pulang. Kemudian pihak keluarga melaporkan hilangnya korban tersebut ke Polsek Nalumsari.

Selanjutnya dilakukan upaya pencarian, dan ada kabar beredar di masyarakat atau tetangga korban bahwa korban sempat pergi bersama dengan AS (17).Ketika AS pulang ke rumahnya, di Desa Bategede, Nalumsari, tak jauh dari kediaman korban, AS pun diinterogasi oleh keluarga korban dan warga sekitar.

“Ternyata betul, korban sempat bersama AS, lalu AS dibawa ke Balai Desa pada Senin (30/5/2016) siang. Sore harinya, AS diserahkan ke kami. Dari situ, kami melakukan interogasi kepada AS lalu diketahui bahwa korban tengah bersama teman AS lainnya di Pecangaan,” terang Sugiono.

Pada Senin (30/5/2016) malam, jajaran Polsek Nalumsari melakukan pencarian korban. Ternyata ditemukan di dekat pasar Pecangaan. Tak hanya ditemukan korban seorang diri, tetapi juga bersama dua tersangka lainnya.

“Dari keterangan dari para pelaku juga ada satu pelaku yang diduga turut terlibat, kemudian kami juga melakukan penangkapan. Sehingga ada empat pemuda yang kami amankan dalam kasus ini,” ungkapnya.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), Buruh bangunan, warga Desa Bategede 4/5 Nalumsari Jepara. Aris adi santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo 4/9 Nalumsari Jepara. Moh Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo 2/9 Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede 1/2 Nalumsari Jepara.

”Korban dicabuli tidak hanya sekali. Tetapi dilakukan beberapa kali di tiga tempat yakni di hutan sreni, di kediaman salah satu pelaku, dan di kawasan pasar Pecangaan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara 

BACA JUGA : Sebelum Gadis ABG Dicabuli Ramai-Ramai di Jepara, Ternyata Dicekoki Miras

 

Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Empat pemuda diamankan Polsek Nalumsari Jepara. Mereka diduga terlibat di peristiwa pencabulan terhadap gadis di bawah umur. Kini keempatnya diserahkan ke pihak unit PPA Polres Jepara.

Kapolsek Nalumsari, AKP Sugiono menjelaskan, dari empat pemuda yang diamankan, tiga di antaranya diketahui melakukan pencabulan. Sedangkan satu pelaku lainnya belum sempat melakukan pencabulan lantaran telah diamankan pihak kepolisian lebih dulu.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), buruh bangunan, warga Desa Bategede Nalumsari Jepara, Aris Adi Santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, Moh. Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede RamaNalumsari Jepara. Sedangkan korban berinisial SPA (16), warga Nalumsari Jepara.

“Laporan awal dari pihak keluarga korban pada Sabtu (28/5/2016), hanya hilangnya korban sejak hari Jumat (27/5/2016). Kemudian pada Senin (30/5/2016) sore sekitar pukul 16.00 WIB, ada penyerahan pemuda bernama AS oleh warga Desa Bategede. Mulai dari situ kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa korban telah dicabuli,” ujar Sugiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Menurutnya, dugaan tindakan pencabulan berawal dari pengakuan pelaku AS. Kemudian diketahui ada beberapa temannya yang juga terlibat dalam kasus pencabulan tersebut dan akhirnya ditangkap ketiga pelaku lainnya tersebut.

“Dugaannya dilakukan pencabulan beberapa kali. Lokasinya ada di beberapa tempat, di antaranya di hutan sreni, di rumah pelaku dan di Pecangaan. Beberapa pelaku lainnya juga diamankan di kawasan pasar Pecangaan,” terangnya.

Dia menambahkan, proses hukum selanjutnya diserahkan ke unit PPA Polres Jepara. Termasuk upaya penyembuhan trauma dari korban, serta proses hukum bagi para pelaku.

Editor : Akrom Hazami