Fosil Gading Gajah Satu Juta Tahun Ditemukan lagi di Banjarejo

Seorang pengunjung Museum Banjarejo sedang mengamati potongan gading gajah purba yang baru ditemukan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Seorang pengunjung Museum Banjarejo sedang mengamati potongan gading gajah purba yang baru ditemukan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah fosil gading gajah purba berhasil ditemukan lagi di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Senin (18/4/2016). Gading yang diperkirakan berusia satu juta tahun itu berhasil ditemukan oleh beberapa anggota Komunitas Fosil Banjarejo secara tidak sengaja.

Ceritanya, selepas hujan deras yang mengguyur Desa Banjarejo pada siang hari, beberapa anggota komunitas mencoba mengecek lokasi tebing di pinggiran kebun jati yang ada di sebelah utara Dusun Barak. Hal itu dilakukan karena setelah hujan biasanya tebing yang di bawahnya ada parit kecil itu sering longsor.

“Nah saat melakukan observasi di situ, memang tebingnya longsor. Di antara longsoran itu ternyata ada gading gajah purba. Setelah ditemukan, gading itu langsung diserahkan pada saya,” kata Kades Banjarejo, Ahmad Taufik.

Sayangnya, gading yang ditemukan ini kondisinya tidak utuh. Kira-kira hanya hanya sepertiga bagian. Yakni dari bagian tengah hingga ujung. Sementara bagian tengah hingga bawah tidak ada.
“Kemungkinan bagian yang lainnya sudah lapuk. Potongan gading ini panjangnya 70 cm, lebar bawah 10 cm dan ujungnya 4 cm,” terangnya.

Menurutnya, sekitar sebulan sebelumnya, tepatnya Senin (21/3/2016) di lokasi yang sama juga berhasil ditemukan gading gajah purba. Gading ini ditemukan tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang saat itu tengah melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo.

“Lokasi penemuan gading oleh tim Sangiran juga sama di situ. Lokasi penemuan hanya berjarak sekitar 3 meteran saja,” sambungnya.

Gading yang ditemukan tim dari itu kondisinya utuh tetapi patah jadi 10 bagian. Panjangnya sekitar 2 meter. Lebar pangkal gading sekitar 15 cm dan dibagian ujungnya 7 cm. Saat ini, gading ini masih berada di Sangiran untuk direkonstruksi.

Taufik menambahkan, pada November tahun 2015 lalu, juga ada penemuan gading gajah purba di Dusun Peting. Meski berhasil diangkat dari dalam tanah, namun fosil gading gajah purba itu juga tidak bisa utuh. Tetapi mengalami patah-patah hingga jadi 13 potong atau bagian. Ukuran fosil gading tersebut hampir sama dengan yang ditemukan tim dari Sangiran.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Penampakan Benda Cagar Budaya di Banjarejo Grobogan yang Baru Ditemukan

Wow, Ini Bentuk Asli Gading Purba di Grobogan Usai Direkonstruksi

uplod jm 2030 fosil (e)

Warga memeriksa gading purba di Desa Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Temuan gading purba berusia sekitar 1 juta tahun akhirnya berhasil direkonstruksi oleh tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, beberapa waktu lalu. Gading gajah yang berhasil disatukan lagi ini ditemukan pada bulan November tahun 2015 lalu.

“Selain melakukan penelitian, tim ahli juga berusaha merekonstruksi fosil gading gajah purba. Sebelum mereka pulang, rekonstruksi ini sudah berhasil diselesaikan dan sekarang bisa kita pajang bersama fosil lainnya,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Fosil gading ini ditemukan di pekarang warga yang ada di Dusun Peting. Meski berhasil diangkat dari dalam tanah, namun fosil gading gajah purba itu juga tidak bisa utuh. Tetapi mengalami patah-patah hingga jadi 13 potong atau bagian.

Ukuran gading purba ini cukup besar. Panjangnya sekitar 2 meter. Kemudian, lebar pangkal gading sekitar 15 cm dan di bagian ujungnya 7 cm. Fosil ini terpendam pada kedalaman 50 cm saja.

Saat melakukan observasi lapangan, Selasa (22/3/2016), tim ahli Sangiran juga berhasil menemukan fosil gading gajah purba lagi. Lokasi penemuan itu berada di sebuah kebun jati di sebelah utara Dusun Barak. Fosil itu ditemukan pada kedalaman sekitar 1,5 meter pada longsoran tanah di pinggiran kebun jati tersebut.

“Tanah di pinggiran kebun berbatasan dengan parit sempat longsor ketika hujan turun dua hari lalu. Saat coba digali pada sore hari setelah hujan, berhasil ketemu fosil gading gajah purba. Kebetulan saya ikut mendampingi tim dari BPSMP saat observasi lapangan,” ujar Taufik.

Meski kondisinya terlihat cukup bagus, namun setelah diteliti lebih lanjut, fosil gading purba itu patah jadi 10 bagian. Patahnya fosil ini bukan karena terkena peralatan saat melakukan penggalian.

Tetapi, kemungkinan karena lokasinya cukup dangkal sehingga barangnya mudah lapuk. Ukuran fosil ini hampir sama dengan benda serupa yang ditemukan sebelumnya.

“Rencananya, fosil gading gajah terbaru juga akan direkonstruksi oleh tim ahli purbakala Sangiran. Namun, rekonstruksinya tidak dikerjakan di Banjarejo tetapi dilakukan di Sangiran. Nanti, setelah selesai akan dikirim,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 Baca juga : 

Tidak Hanya Orang Tua, Anak-Anak di Desa Banjarejo Juga Mulai Pandai Temukan Fosil – See more at: http://www.murianews.com/2016/03/29/76980/tidak-hanya-orang-tua-anak-anak-di-desa-banjarejo-juga-mulai-pandai-temukan-fosil.html#sthash.UTfh6yrz.dpuf