Anak-Anak Ini Rela Nunggu Kedatangan Kades Banjarejo Berhari-Hari, Lho Ada Apa?

Beberapa bocah menunjukkan fosil yang akan diserahkan pada Kades Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa bocah menunjukkan fosil yang akan diserahkan pada Kades Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah anak di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, rela menunggu kedatangan Kadesnya Ahmad Taufik selama beberapa hari.

Mereka ini, menunggu kedatangan Taufik lantaran ada satu keperluan yang dirasa penting. Yakni, menyerahkan beberapa potongan fosil hewan purba yang berhasil ditemukan.

“Selama tiga hari sejak 2 Mei lalu, saya berada di Solo untuk persiapan sekaligus bantu jaga stan pameran di Benteng Vastenburg. Baru hari ini, saya sempat pulang nengok rumah sekaligus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Saat pulang, ternyata ada beberapa anak yang datang untuk menyerahkan fosil,” kata Taufik.

Ada tujuh potongan fosil dari beberapa jenis hewan yang diserahkan bocah-bocah tersebut. Antara lain, fosil potongan tanduk rusa, tanduk banteng, dan iga stegodon atau gajah purba.

Dengan adanya bocah yang menyerahkan fosil, Taufik pun harus menepati janjinya. Yakni, memberikan hadiah pada bocah yang menyerahkan temuan fosil.

“Memang buat anak-anak yang dapat fosil saya janjikan hadiah. Tapi, hadiahnya tidak istimewa kok. Cuma saya kasih ikan lele peliharaan di kolam belakang saja,” cetusnya sembari tertawa.

Menurutnya, kedatangan bocah ke rumahnya untuk menyerahkan fosil memang bukan suatu hal yang mengejutkan. Sebab, dalam sebulan terakhir sudah ada beberapa bocah yang datang sambil menyerahkan benda temuan.

Setelah dicek, ternyata benda yang dibawa adalah potongan tubuh hewan purba. Kebanyakan, fosil potongan tubuh beberapa hewan purba itu ditemukan bocah-bocah itu ketika bermain di pinggiran sawah atau di pekarangan rumah.

“Selain anak-anak, banyak orang tua yang sudah menyerahkan benda temuan kesini. Baik, benda purbakala berupa fosil maupun benda cagar budaya. Kesadaran warga untuk menyerahkan benda temuan sekarang ini makin meningkat dan ini sangat membanggakan,” pungkas bapak tiga anak itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Tidak Hanya Orang Tua, Anak-Anak di Desa Banjarejo Juga Mulai Pandai Temukan Fosil

Anak-anak warga Desa Banjarejo menyerahkan hasil temuan fosilnya di rumah Kades Banjarejo yang berupa fosil hewan purba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anak-anak warga Desa Banjarejo menyerahkan hasil temuan fosilnya di rumah Kades Banjarejo yang berupa fosil hewan purba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Benda purbakala berupa fosil hewan purba di Desa Banjarejo ternyata tidak hanya ditemukan orang tua atau mereka yang memang ahli di bidangnya. Tetapi, anak-anak di sana juga mulai bisa menemukan benda bersejarah yang tidak ternilai harganya itu.

”Dalam sepekan terakhir ada beberapa bocah yang datang sambil menyerahkan benda temuan. Setelah dicek, ternyata benda yang dibawa adalah potongan tubuh hewan purba. Fosil potongan tubuh beberapa hewan purba itu ditemukan bocah-bocah itu ketika bermain di pinggiran sawah,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurut Taufik, selama ini, anak-anak di desanya memang cukup akrab dengan benda purbalaka yang tersimpan di rumahnya. Kebetulan, persis di depan rumahnya ada SDN 2 Banjarejo. Dimana, ketika waktu istirahat atau pulang sekolah, anak-anak sering mampir melihat koleksi benda bersejarah di rumahnya.

”Selama ini, saya juga sering melibatkan anak-anak untuk membersihkan fosil yang baru ditemukan. Langkah ini sebagai salah satu upaya edukasi pada mereka agar peduli dengan benda bersejarah di desanya. Barangkali dari sini mereka akhirnya bisa membedakan benda yang termasuk fosil atau sekedar batuan biasa,” imbuh Taufik.

Taufik pun mengaku sangat bangga dengan langkah anak-anak yang mau menyerahkan benda purbakala yang ditemukan. Sebagai bentuk penghargaan, anak-anak yang menemukan benda purbakala itu dia berikan hadiah khusus.

”Hadiahnya tidak istimewa kok. Cuma saya belikan bakso kelilingan saja,” cetusnya sembari tertawa.

Selama ini, dia pun mengimbau kepada semua warganya agar bersedia menyerahkan benda bersejarah yang ditemukan untuk dikumpulkan jadi satu di ”Museum Purbakala Banjarejo”.

”Selain anak-anak, banyak orang tua yang menyerahkan benda temuan ke sini. Baik, benda purbakala berupa fosil maupun benda cagar budaya. Kesadaran warga untuk menyerahkan benda temuan sekarang ini makin meningkat dan ini sangat membanggakan,” pungkas Taufik.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ratusan Potongan Fosil di Grobogan Teridentifikasi Tim Purbakala Sangiran

Petugas melakukan kegiatan menata potongan fosil di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas melakukan kegiatan menata potongan fosil di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kedatangan 20 ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, untuk melakukan penelitian sejak Selasa (15/3/2016) sudah membuahkan hasil.

Mereka sudah berhasil mengidentifikasi 270 potongan fosil purba yang ditemukan selama beberapa waktu terakhir.

“Kalau boleh saya bilang, kerja tim ahli dari BPSMP ini luar biasa. Sejauh ini sudah ada 270 fosil yang berhasil terdata dengan baik. Masih ada potongan fosil sekitar 200 yang akan diidentifikasi lagi,” ungkap Kades Banjarejo, Ahmad Taufik.

Dari proses identifikasi yang sudah dilakukan, potongan fosil itu berasal dari 17 jenis hewan purba. Antara lain,gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, sapi, hiu, babi, antelop, menjangan dan kerang.
Selain jenis hewan, potongan fosil yang ada juga bisa diidentifikasi berdasarkan bagian tubuhnya. Misalnya, potongan tanduk, ekor, kepala, gigi, kaki atau bagian tubuh lainnya.

Dengan teridentifikasinya fosil tersebut nantinya akan banyak manfaat yang didapat. Seperti memudahkan dalam menata dalam tempat penyimpanan. Yakni, dengan mengelompokkan fosil berdasarkan jenis hewannya.

Semua fosil yang sudah diidentifikasi diberi label khusus. Hal ini nantinya juga akan memudahkan pengunjung yang melihat koleksi-koleksi tersebut.

“Nantinya kalau lihat fosil sudah enak. Dengan lihat labelnya maka akan dapat informasi lengkap. Jadi, saya juga tidak akan kebingungan untuk menjelaskan pada pengunjung seperti yang terjadi selama ini,” imbuhnya.

Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi menyatakan, peneliti yang datang ke Banjarejo akan dibagi jadi tiga tim. Tim pertama akan melakukan penelitian, pengkajian dan mengungkap nilai-nilai penting dari penemuan benda purbakala yang ada di Banjarejo. Misalnya, soal struktur tanah, dan titik penemuan benda purbakala.

Kemudian tim kedua akan melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi benda purbakala yang sudah ditemukan selama ini. Mereka nanti akan melakukan perawatan terhadap benda purbakala agar awet dan tidak rusak. Beberapa potongan fosil juga akan dikumpulkan sesuai jenis hewannya.

Sedangkan, tim ketiga akan fokus pada penataan benda-benda purbakala biar terlihat rapi. Tim ini juga akan membuatkan tulisan singkat berisi cerita tentang benda purbakala tersebut.

“Jadi, personel yang datang ke Banjarejo cukup komplit. Ada, ahli arkelogi, kimia, biologi, hingga desain komunikasi visual. Mereka akan melangsungkan penelitian selama dua minggu,” jelas Sukron.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mantap, Koleksi Fosil yang Ada di Banjarejo Bikin Takjub Ahli Fosil dari Balai Arkeologi 

“Fosil juga Ditemukan di Dalam Rumah Warga Banjarejo Grobogan” 

“Fosil juga Ditemukan di Dalam Rumah Warga Banjarejo Grobogan”

Ahli purbakala melakukan penyelidikan di lokasi penemuan barang fosil Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ahli purbakala melakukan penyelidikan di lokasi penemuan barang fosil Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain menangani benda purbakala yang sudah ditemukan, ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran juga melakukan penyisiran lapangan.

Rencananya, mereka akan menyisir beberapa kawasan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang selama ini sudah pernah ditemukan fosil hewan purba. Seperti di Dusun Nganggil, Ngrunut, Barak, Kuwojo dan Peting.

“Observasi lapangan sudah mulai dilakukan sejak kemarin. Untuk tahap pertama, sasarannya adalah daerah yang sudah ada penemuan fosilnya dulu. Ada sekitar enam ahli yang melakukan aktivitas lapangan ini, sementara yang lain menangani benda purbakala yang sudah ditemukan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, penyisiran yang dilakukan tidak hanya di areal persawahan. Tetapi juga di lahan perkebunan serta pekarangan penduduk. Hal itu dilakukan karena selama ini, benda purbakala yang ditemukan berada pada lokasi yang berlainan.

“Tempat penemuan benda purbakala selama ini memang unik. Ada yang ditemukan di pekarangan, sawah, kebun jati, pinggiran sungai, dan sempat ada yang di dalam rumah penduduk,” imbuh Taufik.

Ia menambahkan, salah satu orang yang paling berjasa dalam menemukan fosil selama ini adalah perangkatnya. Yakni, Kaur Kesra Dusun Kuwojo Budi Setyo Utomo. Hampir semua fosil yang berhasil diangkat, penemunya adalah perangkat desa tersebut.

“Kehebatan Pak Budi dalam masalah fosil sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, beberapa warga memberikan julukan Profesor Fosil padanya. Dalam penelitian ini, Pak Budi juga kita minta untuk ikut membantu tim dari BPSMP karena dia tahu banyak soal ini,” sambungnya.

Sementara itu, saat dimintai komentar masalah ini, Budi bersikap merendah. Pria berusia 35 tahun itu mengaku tidak punya keahlian khusus dalam masalah penemuan fosil.

“Apa yang diceritakan orang itu saya kira terlalu berlebihan. Saya hanya kebetulan saja bisa menemukan fosil-fosil ini. Dalam menemukan fosil ini saya hanya belajar dari alam dan insting,” kata lulusan MTs itu.

Dari pengalaman yang dimiliki, Budi menyatakan jika potensi fosil yang ada di desanya masih cukup banyak. Hampir semua dusun menyimpan kekayaan fosil. Hanya saja, kedalaman fosil yang terpendam dalam tanah itu berbeda-beda.

Meski demikian, untuk bisa mengeluarkan fosil itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, butuh dana untuk penggalian serta peralatan yang lebih memadai. Harapannya, pihak terkait nantinya bisa mengambil alih upaya penggalian dan dia siap membantu untuk memperlihatkan kekayaan purbakala yang tersimpan di bumi Banjarejo.

Editor : Akrom Hazami