Ini Manfaat Besar Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai yang Diperoleh Kudus

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah Pusat setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda manfaat besar dari penggunaan dana tersebut.

Video yang satu ini, bisa menjelaskan bagaimana dana cukai digunakan Pemkab Kudus. Baik dari sisi aturannya, maupun dari penggunaannya. Dan penggunaan itu, sudah dilaksanakan Pemkab Kudus sebagaimana semestinya.

Dalam video yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus itu, dijelaskan secara rinci apa saja kegunaan dana cukai. Misalnya saja yang terutama adalah bagaimana dana cukai digunakan untuk pengentasan kemiskian.

Dikemas dengan cara yang menarik, yakni dengan teknik animasi, video ini mampu menjelaskan dengan gamblang bagaimana dana cukai digunakan. Salah satunya yang utama adalah digunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Sehingga, video ini bisa dijadikan salah satu referensi untuk mengetahui manfaat besar dari dana cukai.

Video ini adalah bagian dari upaya sosialisasi penggunaan dana cukai, yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus. Tepatnya melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Jadi, kalau penasaran dengan manfaat dana cukai, silakan tonton video animasi yang sangat enak untuk dilihat. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Fahturozi Minta Anak Muda Kudus Bisa Tonton Videonya

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Namanya Fahturozi, salah seorang warga Kabupaten Kudus. Anak-anak muda yang ada di wilayah ini, harusnya bisa mencontoh apa yang dilakukan Fahturozi.

Pasalnya, Fahturozi adalah salah satu contoh anak muda yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang wirausahawan muda. Semuanya, berkat kerja kerasnya untuk berusaha, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Mau tahu bagaimana Fahturozi memulai usahanya sehingga bisa menekuni pekerjaan yang sesuai keingiannya? Ada baiknya, Anda saksikan video yang memperlihatkan bagaimana Fahturozi bisa mendapatkan aneka pelatihan, berkat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Video cukai ini dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Ada banyak hal yang dipelajari Fahturozi saat mengikuti kegiatan di BLK. Karena dana cukai memang dipergunakan untuk siapa saja anak muda di Kudus, yang menginginkan bisa berwiraswasta dengan usahanya sendiri.

Penasaran dengan apa yang dialami dan diikuti Fahturozi, ada baiknya untuk menyimak video ini. Pastinya, akan sangat menginspirasi. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Naik Angkot di Kudus, Ternyata Banyak Sekali Ceritanya, Lho

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Naik angkutan umum yang berbeda itu, rasanya hanya bisa didapatkan di Kabupaten Kudus. Bukan saja akan bisa mengantarmu ke tujuan, namun ada banyak ceritanya juga, lho.

Tidak percaya? Tonton saja video angkot cukai yang dibuat oleh Bagian Humas Setda Kudus ini. Di angkutan itu, ada banyak perempuan-perempuan cantik, yang bercerita soal manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Pastinya kamu akan senang melihat video ini. Video sosialisasi yang dibuat itu, memang berbeda. Sebagai bentuk sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus, Bagian Humas mengemasnya dengan cara yang asyik.

Saat naik angkutan ini, ada banyak cerita bagaimana dana cukai itu digunakan demi kesejahteraan masyarakat. Untuk membuat masyarakat mendapatkan berbagai pelatihan, infrastruktur yang bagus, sampai urusan kesehatan juga diperhatikan.

Pokoknya, jika ingin menikmati angkutan yang beda, tonton saja video ini. Selain bisa sampai tujuan dengan selamat, juga banyak ilmu pengetahuan yang didapat. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Perangkat Desa Sambut Baik Sosialisasi Cukai dengan Pemutaran Film

kudus-iklan cukai-film-gribig-past-(e)

Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, menyaksikan pemutaran film sosialisasi cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, pada Sabtu (23/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemutaran film sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, ternyata mendapat respon positif dari para perangkat desa, di mana pemutaran film dilakukan.

Sambutan positif diberikan para perangkat desa, seiring dengan desa mereka yang menjadi lokasi pemutaran film. Ini tentu saja makin menambah semangat untuk bisa terus menyampaikan sosialisasi mengenai aturan penggunaan dana cukai.

Sebagaimana yang terlihat di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang juga dilakukan sosialisasi pemutaran film cukai pada Sabtu (23/7/2016) malam.

Perangkat desa yang ada di sana, menghadiri kegiatan tersebut. Termasuk juga menyampaikan sambutan bagaimana sosialisasi ini sangat penting dilakukan. Bagaimana warga juga menyambut baik kegiatan tersebut, dengan mendatangi pemutaran film.

Tentu saja ini adalah kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa di bawahnya. Keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat perangkat desa.

”Ini tentu saja hal sangat bagus, ya. Karena kehadiran kegiatan sosialisasi dengan pemutaran film mengenai iklan cukai ini, disambut baik. Artinya, kegiatan ini satu hal yang positif sekali,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Artinya, apa yang ingin disampaikan pemkab supaya warga bisa mengetahui mengenai bagaimana Kudus menerima dana cukai, digunakan untuk apa saja, dan terutama apa manfaatnya bagi masyarakat Kudus itu sendiri. Semua bisa tersampaikan dengan baik,” terang Winarno.

Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. Ditambah lagi, kehadiran warga di setiap lokasi pemutaran film, menjadi salah satu hal penting, karena tujuannya memang agar film bisa ditonton warga.

”Pemerintah bersama-sama dengan warga, saling bahu membahu untuk bisa mewujudkan cita-cita menyejahterakan warga. Itu bagian utama yang perlu dipahami dari pemutaran film ini. arena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Gribig, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 5 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) 7 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Bergaya Khas Kudusan, Film Cukai Bisa Dimengerti Warga dengan Baik

 

kudus-iklan cukai pemkab-video-kalirejo-6 juni 2016

Kegiatan pemutaran film cukai di lapangan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Sabtu (4/6/2016), mendapat sambutan hangat dari masyarakat. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Upaya sosialisasi mengenai aturan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, menggunakan metode yang berbeda. Dan ternyata hal itu bisa dipahami dengan baik oleh warga.

Sosialisasi dengan pemutaran film mengenai ketentuan cukai itu, rupanya memang bisa dipahami dengan baik oleh warga. Termasuk saat pemutaran film cukai di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Sabtu (4/6/2016).

Saat diputarkan film mengenai aturan cukai, filmnya memang mampu membuat warga memahami maksud dari sosialisasi itu. Dengan bahasa yang sederhana ala masyarakat Kudus, film tersebut mengajak warga untuk mengetahui aturan soal cukai dan mematuhinya.

Apalagi dengan hiburan dari grup 4WD yang merupakan binaan dari Camat Undaan Catur Widiatno. Suasana akhir pekan malam itu menjadi semakin semarak. Warga juga sangat terhibur dengan kehadiran acara tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, pembuatan film cukai itu memang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Kudus. ”Kita juga gunakan bahasa yang sehari-hari merupakan bahasa warga Kudus. Sehingga mudah dipahami,” jelasnya.

Dengan begitu, tujuan dari sosialisasi mengenai aturan cukai ini, bisa dimaksimalkan. Pasalnya, pemahaman tentang cukai di kalangan masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak warga Kudus yang belum mengetahui dan memahami ketentuan-ketentuan di bidang cukai.

”Karena itulah, kami senantiasa menggencarkan sosialisasi tentang cukai kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan film mengenai ketentuan cukai untuk masyarakat,” jelasnya.

Putut Winarno mengatakan, pihaknya melakukan sosialiasi tentang ketentuan di bidang cukai dengan beragam cara. ”Salah satunya dengan pemutaran video mengenai ketentuan cukai ini. Supaya masyarakat bisa mengetahui, memahami, dan mematuhi ketentuan di bidang cukai,” jelasnya.

Dengan media film inilah, menurut Putut Winarno, maka akan bisa lebih dipahami dan dimengerti masyarakat. Karena media film adalah salah satu media yang dianggap bisa menjangkau berbagai kalangan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Selain pemutaran video, kegiatan di Lapangan Kalirejo juga akan diisi dengan hiburan lainnya. Termasuk mengajak masyarakat untuk menampilkan kreativitas mereka di bidang seni. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie