Ini Alasan Kenapa Dana Cukai Begitu Diperlukan

Ilustrasi Animasi

Ilustrasi Animasi

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, bukan semata-mata sebuah dana cuma-cuma dari pemerintah pusat. Namun, ada alasan kenapa dana cukai begitu diperlukan.

Salah satu alasannya adalah bagaimana dana cukai ini, bisa mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kudus. ”Juga bagaimana dana cukai digunakan untuk mengurangi pengangguran di wilayah ini, sehingga masyarakat akan bisa semakin sejahtera,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Menurut Win, tujuan utama penerimaan dana cukai di Kudus ini, selain memang Kudus adalah daerah penghasil cukai terbesar di Indonesia, juga karena untuk bisa menguatkan perekonomian masyarakat.

”Dalam ketentuan penggunaan cukai kan, memang sudah dijelaskan bagaimana penggunaannya itu lebih ditekankan kepada penguatan ekonomi masyarakat. Itu juga yang kita laksanakan saat ini,” jelasnya.

Win mengatakan, tidak sedikit kemudian masyarakat yang sudah berhasil memiliki usaha atau ketrampilan sendiri. Semuanya berkat pelatihan dan pengembangan kemampuan, di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menerima dana cukai.

Masing-masing SKPD, menurut Win, memiliki tanggung jawab untuk bisa menggelar berbagai program, yang tujuan akhirnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

”Ada banyak program dari masing-masing SKPD penerima dana cukai. Misalnya saja di Bagian Humas ini, kami kebagian peran untuk terus melakukan sosialisasi mengenai ketentuan dana cukai. Termasuk manfaatnya bagi masyarakat Kudus ini,” terangnya.

Semua kegiatan yang dilakukan itu, adalah bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Belum lagi banyak kegiatan lainnya, dari mulai pembenahan infrastruktur hingga pelatihan, yang sudah dijalankan selama ini. Sehingga kita semua yakin bahwa dana cukai akan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kudus ke depannya,” imbuhnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Mahasiswa di Kudus Ini Ternyata Fasih Bicara Dana Cukai

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Jangan remehkan mahasiswa di Kabupaten Kudus. Mereka terbilang pintar dan pandai, termasuk dalam urusan kebijakan daerah yang memang harus diketahui banyak pihak.

Contohnya adalah saat menyosialisasikan ketentuan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Coba saja cermati video yang satu ini. Tiga orang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kudus, begitu fasih berbicara mengenai dana cukai. Mereka paham dana cukai itu digunakan untuk apa saja.

Video tersebut adalah video yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, sosialisasi melalui video ini juga merupakan salah satu amanat dari penggunaan dana cukai. Sehingga memang sudah sewajarnya kalau kemudian masyarakat perlu tahu tentang penggunaan dana tersebut.

Mahasiswa-mahasiswa inilah yang juga bisa menjadi salah satu pihak yang bisa menyosialisasikan penggunaan dana cukai tersebut. Sehingga masyarakat bisa mengetahui dan memahaminya dengan baik. Termasuk memperoleh manfaat dari dana ini.

Sebagaimana kata para mahasiswa itu, dana cukai digunakan untuk membangun daerah dan membuat warga semakin sejahtera. Selamat menonton. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Sosialisasi Film Cukai di Gamong, Jadi Pasar Rakyat

 

kudus-iklan cukai-film-gamong-past-tyg 1 agustus 2016

Warga Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, memadati lokasi pemutaran film mengenai sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelar Bagian Humas Setda Kudus, di lapangan desa setempat, Minggu (31/7/2016). (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus melalui pemutaran film, rupanya bisa menjelma menjadi pasar rakyat.

Misalnya saja yang terjadi di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, di mana warga desa setempat dan sekitarnya, tumplek di lapangan, saat diadakannya pemutaran film tersebut, Minggu (31/7/2016) malam kemarin.

Warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pemutaran film yang dikemas seperti pertunjukan layar tancap itu. Bahkan, jalanan desa menjadi cukup tersendat arus lalu lintasnya, karena antusiasme warga ini.

Bukan itu saja. Para pedagang kaki lima (PKL) juga terlihat memadati lokasi acara. Mereka turut memanfaatkan kegiatan itu, untuk menambah penghasilan dengan berjualan aneka macam dagangan.

Ini tentu saja satu hal yang sangat positif dari kegiatan yang digelar dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami sangat terkesan dengan antusiasme warga ini. Jadi apa yang kami inginkan dari kegiatan ini tercapai. Yakni kehadiran warga dalam kegiatan tersebut, menjadi terpenuhi. Karena mereka memang sasaran dari kegiatan ini,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan bahwa dengan kehadiran warga itu, maka tujuan supaya warga bisa memahami jika dana cukai digunakan untuk kesejahteraan mereka, akan bisa terwujud.

Melalui kegiatan ini, menurut Winarno, memberikan kesempatan kepada warga Gamong, untuk menyaksikan film yang bertemakan aturan mengenai penggunaan dana cukai. ”Jadi dana cukai yang diterima Kudus, itu digunakan untuk apa saja. Bisa disaksikan langsung di kegiatan ini. Yakni bagaimana pemkab menyusun aneka program kegiatan melalui dana cukai, yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.

Apalagi dengan melihat respon masyarakat yang bagus, Winarno optimistis jika dana cukai akan benar-benar makin bermanfaat. Warga akan bisa memiliki kesempatan untuk ikut memanfaatkan dana ini, demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

”Di mana melalui dana cukai, Pemkab Kudus sudah mengadakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga. Aneka pelatihan, infrastruktur yang diperbaiki, sampai kemudian aneka manfaat lain yang bisa diambil dari sana. Semuanya bisa dipahami warga,” paparnya.

Bagian Humas Setda Kudus sendiri menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat desa yang menjadi lokasi pemutaran film. Perangkat desa menyambut hangat kegiatan ini, karena memang sangat bermanfaat bagi warga mereka.

”Tentu saja ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa. Karena keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat desa,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Dengan menjalin kerja sama dengan perangkat desa, maka sosialisasi itu tentunya akan lebih mengena. Karena perangkat desa juga merupakan bagian penting untuk sosialisasi ini. ”Diharapkan nantinya perangkat desa bisa lebih dalam menyosialisasikan soal ini kepada warga. Itu sebabnya, peran perangkat juga penting,” jelasnya.

Setelah Desa Gamong, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

 

 

 

 

 

Perangkat Desa Sambut Baik Sosialisasi Cukai dengan Pemutaran Film

kudus-iklan cukai-film-gribig-past-(e)

Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, menyaksikan pemutaran film sosialisasi cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, pada Sabtu (23/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemutaran film sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, ternyata mendapat respon positif dari para perangkat desa, di mana pemutaran film dilakukan.

Sambutan positif diberikan para perangkat desa, seiring dengan desa mereka yang menjadi lokasi pemutaran film. Ini tentu saja makin menambah semangat untuk bisa terus menyampaikan sosialisasi mengenai aturan penggunaan dana cukai.

Sebagaimana yang terlihat di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang juga dilakukan sosialisasi pemutaran film cukai pada Sabtu (23/7/2016) malam.

Perangkat desa yang ada di sana, menghadiri kegiatan tersebut. Termasuk juga menyampaikan sambutan bagaimana sosialisasi ini sangat penting dilakukan. Bagaimana warga juga menyambut baik kegiatan tersebut, dengan mendatangi pemutaran film.

Tentu saja ini adalah kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa di bawahnya. Keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat perangkat desa.

”Ini tentu saja hal sangat bagus, ya. Karena kehadiran kegiatan sosialisasi dengan pemutaran film mengenai iklan cukai ini, disambut baik. Artinya, kegiatan ini satu hal yang positif sekali,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Artinya, apa yang ingin disampaikan pemkab supaya warga bisa mengetahui mengenai bagaimana Kudus menerima dana cukai, digunakan untuk apa saja, dan terutama apa manfaatnya bagi masyarakat Kudus itu sendiri. Semua bisa tersampaikan dengan baik,” terang Winarno.

Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. Ditambah lagi, kehadiran warga di setiap lokasi pemutaran film, menjadi salah satu hal penting, karena tujuannya memang agar film bisa ditonton warga.

”Pemerintah bersama-sama dengan warga, saling bahu membahu untuk bisa mewujudkan cita-cita menyejahterakan warga. Itu bagian utama yang perlu dipahami dari pemutaran film ini. arena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Gribig, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 5 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) 7 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Mau Tahu Manfaat Dana Cukai, Datang Saja ke Lapangan Gribig Malam Ini

kudus-iklan cukai-film-gribig-pre-23 juli 2016

Warga Kudus menyaksikan pemutaran film iklan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelar Bagian Humas Setda Kudus, di beberapa desa yang ada di wilayah ini.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini, masyarakat di Kabupaten Kudus sudah mengetahui jika wilayah ini mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Namun sejauhmana manfaatnya, mungkin banyak yang belum tahu.

Jika ingin mengetahui soal manfaat dana cukai, datang ke saja ke Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (23/7/2016) malam ini, sekitar pukul 19.00 WIB.

Bakal ada pemutaran film mengenai manfaat cukai, yang bisa ditonton warga. Apalagi saat malam minggu seperti ini, maka sangat pas kalau kemudian kegiatan itu menjadi salah satu hiburan warga desa setempat dan sekitarnya.

Layaknya nonton layar tancap, sosialisasi film cukai ini memang terbilang mengasyikkan. Pasalnya, akan ada banyak film yang diputar di sana, dengan pesan-pesan soal cukai yang ringan dan menyenangkan. Sehingga dijamin akan tetap bisa menjadi hiburan tersendiri.

”Konsep inilah yang kemudian membuat kami dari Bagian Humas Setda Kudus, memutar film mengenai dana cukai. Kami sasarannya memang dari desa ke desa yang ada di Kabupaten Kudus ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Ada beberapa film mengenai dana cukai yang akan diputar. Semuanya dikemas dengan cerita-cerita yang menarik, sehingga dijamin tidak akan membosankan. Sehingga cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dengan menonton hiburan yang benar-benar menghibur.

”Meski filmnya soal sosialisasi dana cukai, tapi kemasannya sangat menghibur. Juga dibuat dengan rasa lokal Kudus. Ini film soal Kudus masalahnya. Sehingga tetap menghibur,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno, Selasa (19/7/2016).

Kegiatan ini juga sudah digelar di beberapa desa lainnya. Dan terbukti warga antusias menyaksikan setiap pertunjukan yang digelar. Apalagi di sana juga ditampilkan hiburan lainnya, seperti band-band lokal yang menyuguhkan aneka lagu-lagu populer.

Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. ”Ditambah lagi, kehadiran warga di sana, adalah sebagai bagian utama dari pemutaran film tersebut. Karena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Gribig, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 5 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) 7 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Diputarkan Film soal Cukai, Warga Kedungsari Semangat

iklan cukai-film-kedungsari

Warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menyaksikan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dengan duduk lesehan di lapangan tempat digelarnya pemutaran film, pada Selasa (19/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Suasana malam di lapangan Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus, terlihat semarak pada Selasa (19/7/2016). Pasalnya, malam itu digelar pemutaran film sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di lokasi tersebut.

Tidak kebagian tempat duduk, banyak yang rela duduk di rumput untuk melihat film tersebut. Mereka menyaksikan setiap film yang diputar, yang isinya adalah soal aturan mengenai penggunaan dana cukai yang diterima Kabupaten Kudus.

Bukan hanya menikmati film saja yang diputar, melainkan juga warga menyaksikan hiburan yang ditampilkan dalam kesempatan itu. Sehingga suasana menjadi semakin semarak.

Suasana layaknya menonton layar tancap inilah yang kemudian disukai warga. Mereka antusias, karena merasa sudah lama tidak pernah menyaksikan pemutaran film di lapangan terbuka seperti itu.

”Filmnya juga enak dilihat. Isinya memang soal bagaimana Kudus mendapatkan cukai dari pemerintah pusat. Tapi, filmnya lucu-lucu kemasannya. Saya suka saja melihatnya. Menghibur,” kata Ani, salah seorang warga setempat.

Ya, ada kurang lebih 9 film sosialisasi soal cukai yang diputar di sana. Ceritanya memang dikemas dengan menghibur, sehingga sosialisasi itu bisa dipahami warga.

Sosialisasi dana cukai ini digelar Bagian Humas Setda Kudus. Tujuannya adalah membuat warga bisa memahami bagaimana dana cukai yang diterima Kudus itu, digunakan.

Desa Kedungsari adalah satu dari sekian banyak desa yang dikunjungi dalam pemutaran film ini. Nantinya, sosialisasi ini akan digelar di sejumlah desa lain, yang memang merupakan target pemutaran film.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. ”Ditambah lagi, kehadiran warga di sana, adalah sebagai bagian utama dari pemutaran film tersebut. Karena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Kedungsari, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Tergo (Dawe) pada 21 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya.  (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Film Sosialisasi soal Cukai Ini Penting Diketahui Warga Jojo Kudus

kudus-iklan cukai film-15 juli 2016

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rangkaian kegiatan pemutaran film atau iklan sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHBCHT) Kudus, kembali berlangsung.

Kali ini, akhir pekan warga Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kudus, bakal menjadi lokasi penayangan film ini. Tepatnya di lapangan voli Desa Jojo, yang digelar pada Sabtu (16/7/2016), mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno, pemutaran di Desa Jojo ini adalah bagian dari desa-desa yang didatangi, khusus untuk kegiatan pemutaran film sosialisasi tersebut.

”Beberapa waktu lalu, kami sudah selenggarakan kegiatan ini di beberapa desa. Termasuk juga di Desa Jojo ini. Nantinya juga akan ada di desa-desa yang sudah kita tentukan jadwalnya,” terangnya.

Roadshow ke desa-desa ini, menurut Winarno, merupakan cara yang efektif untuk menyosialisasikan aturan penggunaan dana cukai yang diterima Kabupaten Kudus. ”Dana cukai itu digunakan untuk apa, bagaimana bentuk kegiatannya, dan hasilnya bagaimana, harus diketahui masyarakat. Sehingga salah satu bentuk transparansi yang ada, adalah dengan sosialisasi melalui film ini,” paparnya.

Warga desa yang didatangi sendiri, menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka sangat antusias menyaksikan setiap film yang diputar. Termasuk film iklan sosialiasasi cukai.

Apalagi, Bagian Humas juga memiliki cara tersendiri agar kegiatan itu berlangsung menarik. Yakni dengan mengajak warga setempat untuk menampilkan aneka hiburan, sebagai salah satu penunjang kegiatan pemutaran film.

”Antusiasme warga untuk menyaksikan kegiatan ini, terbilang sangat bagus. Itu sudah kami buktikan di beberapa desa yang digelar kegiatan serupa. Semoga saja di desa-desa selanjutnya, juga terjadi hal yang sama. Warga tetap antusias,” katanya.

Film soal cukai yang disajikan dengan bahasa Kudusan ini, memang enak dilihat atau disaksikan. Warga juga bisa memahami dengan baik, maksud dan tujuan dari sosialisasi tersebut.

Ramainya warga yang datang ke setiap pemutaran film, memang merupakan salah satu bukti bahwa sosialisasi dengan menggunakan media yang berbeda, bisa sangat menarik. ”Kami memang selalu membuat sosialisasi dengan berbagai media, supaya bisa membuat masyarakat paham akan arti penting aturan DBHCHT,” jelas Winarno.

Setelah Desa Jojo, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Kedungsari (Gebog) pada 19 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016. Kemudian Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya.

”Kita juga rencananya akan menyambangi empat desa lainnya. Namun menyesuaikan tanggal yang ada terlebih dahulu. Karena kita ingin kegiatan ini benar-benar bisa memberi manfaat kepada warga yang ada di Kudus,” imbuh Winarno. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie