Wahai Para Istri, Sampaikan ke Suamimu Tidak Usah Merantau

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan suami istri memang harus saling berjuang untuk bisa membangun keluarga yang baik dari sisi apapun. Dukungan satu sama lain, akan membuat sebuah keluarga semakin sejahtera.

Sudah sewajarnya memang seorang suami mencari nafkah bagi istrinya. Hanya saja, bagi para istri di Kabupaten Kudus, ada hal yang perlu disampaikan kepada suaminya, bahwa mencari nafkah tidak perlu harus sampai merantau.

Contoh pasangan suami istri yang ada di video cukai ini. Karena ingin meningkatkan taraf hidupnya, sang suami pergi merantau ke Jakarta dan meninggalkan istrinya di rumah.

Padahal, saat di Jakarta kehidupannya tidak menjadi lebih baik. Bahkan, usaha keras yang dilakukannya, tidak membuahkan hasil yang bisa membuat keluarga muda tersebut meningkat kesejahteraannya.

Karena itu, suami tersebut memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Dan sang istri sudah punya jawaban yang bagus, ketika suaminya hendak mencari kerja di Kudus saja. Terutama menegaskan jika tidak usah merantau kalau kemudian ingin sejahtera. Cukup di Kudus saja.

Apa itu jawabannya, saksikan saja di video sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini.

Sosialisasi ini sebagai bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Semangat Mariatun Ini Dapat Menjadi Teladan untuk Dirimu Bisa Sukses

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Namanya Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Apa yang dilakukannya demi membuat hidupnya lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru.

Ibu satu anak tersebut, mengatakan jika perjalanan hidupnya memang tidak mudah. Keinginannya untuk meraih pendidikan tinggi layaknya teman-temannya yang lain, terhalang kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.

Namun, Mariatun tidak menyerah. Setelah menikah, dia berpikir untuk ikut membantu keluarganya, meningkatkan taraf kesejahteraan. Caranya, dia mendaftar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, dan mendapat beragam pelatihan.

Itulah yang membuatnya bersyukur sekarang ini, karena sudah memiliki usaha sendiri. Bahkan, sangat terbantu dengan segala bentuk pelatihan dan fasilitas yang didapatnya dari BLK Kudus.

Cerita selengkapnya Mariatun ini, bisa disaksikan di video yang satu ini. Sebuah video yang mengungkap bagaimana bermanfaatnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dari Pemerintah Pusat.

Video ini adalah video Bagian Humas Setda Kudus, yang dibuat sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Jadi, inilah kisah Mariatun yang begitu tangguh menjalani hidup, dan terbantu dengan dana cukai. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Pemutaran Film Sosialisasi Cukai di Hadipolo Jadi Ajang Kreatif

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016) (MuriaNewsCom)

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016) (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, menjadi satu dari sekian banyak desa yang disambangi kegiatan pemutaran film video iklan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kegiatan itu berlangsung di lapangan desa setempat, pada Sabtu (13/8/2016) malam kemarin. Dan warga masih saja antusias menyambut kegiatan yang menjadi salah satu kegiatan kreatif dari Bagian Humas Setda Kudus.

Warga Desa Hadipolo menyaksikan pertunjukan yang mengasyikkan sekaligus mengedukasi mereka itu dengan antusias. Pasalnya, kreativitas yang diwujudkan dalam bentuk pemutaran film layar tancap itu, menjadi satu hal yang menarik perhatian warga.

”Lah, saya ini kan sudah tua. Dulu sering menyaksikan film layar tancap di lapangan. Tapi sudah sangat lama sekali tidak ada. Ini malah ada kegiatan yang sama. Yakni mutarkan film kayak dulu kita lihat layar tancap,” kata Muhammad, salah seorang warga Hadipolo.

Muhammad juga senang, karena selain bisa melihat pemutaran film, ada juga keramaian layaknya pasar malam saat kegiatan itu digelar. ”Suasananya sangat bagus. Kita bisa melewatkan malam bersama dengan keluarga juga. Sambil menyaksikan film,” jelasnya.

Kegiatan pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Tidak hanya warga Hadipolo saja yang datang menyaksikan kegiatan itu. Namun banyak juga warga di desa lainnya, yang mendatangi lokasi acara, sehingga menambah semarak kegiatan yang digelar malam itu.

Selain itu, banyak sekali pedagang kaki lima (PKL) yang juga ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka seolah menjadi bagian tidak terpisahkan, karena selalu hadir dalam setiap acara digelar. Bahkan, pedagang berharap jika kegiatan itu bisa digelar secara rutin dan keliling seluruh desa yang ada di Kudus. Pasalnya, mereka juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari kegiatan ini.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, film-film yang diputar di sana, adalah film-film tentang bagaimana dana cukai itu diperoleh Pemkab Kudus, kemudian digunakan untuk apa. ”Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Kudus,” terangnya.

Dana cukai, menurut Winarno, digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Misalnya saja kondisi infrastruktur yang kemudian menjadi lebih baik, karena dibangun salah satunya menggunakan dana cukai. ”Kita ingin warga desa yang ada di seluruh Kabupaten Kudus, mengerti soal ini. Dan sejauh sosialisasi yang kita lakukan, tampaknya memang cukup berhasil. Salah satunya karena kemasan kita yang menarik dengan memutarkan film ini,” paparnya.

Winarno juga mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada warga, karena sudah sangat mengapresiasi kegiatan pemutaran film ini. Kegiatan ini sudah digelar di berbagai desa lainnya di Kudus sebelumnya. Dan respon masyarakat sangat bagus dengan kegiatan ini.

”Mereka merasa terhibur dengan adanya kegiatan ini, karena jarang sekali ada sosialisasi yang dilakukan dengan memutarkan film di lapangan. Banyak warga yang bertanya, giliran desa mana yang akan digelar pemutaran film soal cukai. Katanya mereka ingin datang ke sana dan menonton lagi,” jelasnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016).(MuriaNewsCom)

Pedagang Ini Berterima Kasih pada Bupati Kudus karena Diputarkan Film

Seorang pedagang yang setia mengikuti kemana kegiatan penayangan film video iklan cukai yang diselenggarakan Bagian Humas Setda Kudus, mengaku sangat diuntungkan dengan kegiatan itu (MuriaNewsCom)

Seorang pedagang yang setia mengikuti kemana kegiatan penayangan film video iklan cukai yang diselenggarakan Bagian Humas Setda Kudus, mengaku sangat diuntungkan dengan kegiatan itu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada hal yang menarik dari setiap penyelenggaraan kegiatan pemutaran film video iklan Dan Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus. Salah satunya kehadiran pedagang yang selalu saja mengikuti kemana kegiatan itu dilaksanakan.

Dan pada saat pelaksanaan kegiatan serupa di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, pada Sabtu (13/8/2016) mulai pukul 19.00 WIB nanti, juga bakal kedatangan para pedagang yang ikut serta memeriahkan kegiatan tersebut.

Misalnya saja seorang pedagang arum manis bernama Suryanto. Dia mengaku sudah beberapakali mengikuti kegiatan atau jadwal penayangan kegiatan film video iklan cukai itu.

”Saya memang sengaja bertanya soal jadwal kegiatan ini kepada panitianya. Kemudian ikut ke beberapa desa, di mana film diputar. Dan Alhamdulillah, selalu ramai dan membuat laris dagangan saya,” terangnya, saat ditemui di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, lokasi pemutaran film sebelumnya.

Karena itu, dirinya berterima kasih kepada Bupati Kudus H Musthofa, yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Sehingga dirinya bisa berjualan, sekaligus ikut melihat film yang diputar tersebut.

”Saya maturnuwun kepada Bapak Bupati yang sudah membuat acara keramaian ini. Saya jadi bisa berjualan, dan bisa ramai laris. Laku banyak. Sekaligus bisa ikut melihat film soal cukai ini,” ungkapnya.

Kegiatan pemutaran film video iklan cukai itu, memang bentuk kreativitas dari sosialisasi program pemerintah yang dilaksanakan Pemkab Kudus. Kegiatan penayangan video iklan yang dikemas dengan pemutaran layar tancap dari Bagian Humas Setda tersebut, ternyata mampu menyedot perhatian ribuan warga masyarakat .

Di setiap desa tempat dilaksanakannya kegiatan itu, ribuan warga setempat, termausk dari desa lain, mendatangi lokasi diputarnya film tersebut. ”Memang tujuan kami adalah semoga kegiatan penayangan ini, selain mensosialisasikan aturan cukai dan program pemkab, juga membawa manfaat  untuk warga sekitarnya,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Menurut Winarno, kegiatan yang diadakan ini merupakan kegiatan yang ada di DPA Bagian Humas. Yakni kegiatan penayangan video iklan layanan cukai di desa.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang mensosialisasi ketentuan ataupun aturan di bidang cukai. Hal ini merupakan salah satu kegaiatan dari penggunaan dana cukai yang diatur pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Selain penayangan video cukai, juga dibagikan majalah dan leaflet cukai, serta menayangkan program kegiatan pemkab, yang sudah dilaksanakan dalam bentuk kaleidoskop.

Winarno menyebutkan bahwa tujuannya selain masyarakat mengetahui dan memahami tentang penggunaan dan aturan cukai, juga mengetahui program kegiatan yang sudah dilaksanakan dari Pemkab Kudus.

”Video iklan layanan cukai ini kami kemas dalam penayangan film layar tancap. Selain itu ditayangkan juga program-program dari Pemerintah Kabupaten Kudus, seperti program Kredit Usaha Produktif. Yang merupakan salah satu program peningkatan kesejahteraan masyarakat, di mana Bupati Kudus H Musthofa sebagai inisiator atau penggagas program tersebut,” terangnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Ternyata, Banyak yang Menunggu Sosialisasi Film soal Cukai

 

Kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di beberapa desa di Kudus, selalu saja ramai dikunjungi warga.(MuriaNewsCom)

Kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di beberapa desa di Kudus, selalu saja ramai dikunjungi warga.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan sosialisasi aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui pemutaran film yang digelar Bagian Humas Setda Kudus dari desa-desa, ternyata memang menarik minat banyak orang. Banyak yang menunggu digelarnya pemutaran film ini.

Agenda pemutaran film soal cukai ini, bakal hadir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kegiatan itu akan digelar di lapangan desa setempat, pada Rabu (10/8/2016) mulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, dari setiap kegiatan pemutaran film cukai yang digelar di beberapa desa sebelumnya, ternyata banyak yang menanti-nantikan kegiatan tersebut.

”Banyak warga yang bertanya, giliran desa mana yang akan digelar pemutaran film soal cukai. Katanya mereka ingin datang ke sana dan menonton lagi,” jelasnya.

Ada beberapa kalangan yang kemudian memang selalu mengikuti kegiatan pemutaran film yang digelar Bagian Humas ini. Salah satunya adalah para pedagang kaki lima (PKL), yang ternyata selalu saja menyertai kemana saja pemutaran film ini diadakan.

”Ini kan, satu hal yang bagus. Artinya, dampak bagus dari sosialisasi ini adalah ikut serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagian warga Kudus, benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan kegiatan sosialisasi film ini dengan baik,” terangnya.

Kegiatan pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Selama pemutaran film di beberapa desa sebelumnya, memang disemarakkan dengan para PKL yang ikut menyemarakkan suasana. Mereka seolah menjadi pelengkap, dari kegiatan pemutaran film yang dikemas ala film layar tancap ini. Warga yang datang juga bisa memanfaatkan para pedagang yang ikut serta di dalamnya.

Winarno mengatakan jika pihaknya sangat mengapresiasi bagaimana warga antusias menyambut kegiatan sosialisasi ini. Apalagi, kegiatan ini dikemas dengan cara menghibur layaknya pemutaran film layar tancap. ”Jarang-jarang ada sekarang ini pertunjukan layar tancap. Sehingga kita sangat senang sekali bisa terjun langsung ke masyarakat, guna memberikan pemahaman akan aturan soal penggunaan dana cukai ini,” paparnya.

Selain itu, tujuan dari sosialisasi ini adalah agar warga bisa paham mengenai aturan penggunaan dana cukai. Dan ini bisa tercapai karena sosialisasi yang dilakukan juga dengan cara yang asyik. Yakni melalui pemutaran film-film yang memang sangat menarik.

”Itu sebabnya, kita putarkan film berbagai penggunaan dana cukai. Biar warga bisa paham, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Yakni digunakan untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” paparnya.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Bagian Humas Setda Kudus sendiri menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai aturan pemakaian dana cukai ini. Dan yang terbaru adalah sosialisasi dengan menggunakan metode pemutaran film soal cukai, yang digelar di desa-desa.

Setelah Desa Payaman, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Antusiasme Warga Pladen Tonton Film Cukai, Buat Sosialisasi Makin Efektif

Padatnya lokasi pemutaran film cukai di lapangan Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, oleh warga setempat, saat kegiatan itu digelar pada Sabtu (6/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

Padatnya lokasi pemutaran film cukai di lapangan Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, oleh warga setempat, saat kegiatan itu digelar pada Sabtu (6/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Antusiasme warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, saat berlangsungnya kegiatan pemutaran film mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Sabtu (6/8/2016) malam, benar-benar luar biasa.

Lokasi kegiatan dipenuhi warga yang penasaran dengan kegiatan, yang dilaksanakan dengan metode layaknya pemutaran film layar tancap tersebut. Warga juga sangat menikmati pemutaran film, yang diselingi dengan hiburan musik itu.

Ada banyak sekali film-film yang diputar di sana. Bukan saja soal dana cukai, namun juga film-film yang populer. Tentu saja, ini membuat kegiatan tersebut menjadi lebih semarak dan menyenangkan.

”Kita punya beberapa film yang isinya mengenai penggunaan dana cukai ini. Isinya juga menarik sekali, dan tidak bakal membosankan. Ini yang saya pikir disukai warga,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Dengan adanya pemutaran film ini, warga menjadi paham bahwa Kabupaten Kudus menerima sejumlah dana untuk digunakan demi pembangunan di wilayah ini. Termasuk tujuannya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga Kudus itu sendiri.

”Namun kemasannya juga harus menarik. Film-filmnya juga dibuat dengan bagus dan menarik. Isinya tentu saja berkaitan dengan keseharian dari masyarakat Kudus itu sendiri. Biar lebih mengena,” terangnya.

Dari kegiatan itu, warga menjadi paham bahwa ada berbagai macam kegiatan yang dibuat Pemkab Kudus dari dana cukai ini. Misalnya saja aneka pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BKL), yang selama ini sudah berjalan dan menghasilkan ratusan alumni.

Soal pemahaman mengenai aturan penggunaan dana cukai itu, juga diakui warga setempat. Mereka merasa terhibur dengan aneka film yang diputar tersebut, sekaligus mengetahui bahwa ada dana cukai yang digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan mereka.

”Filmnya tadi ya, lucu-lucu. Cukup menghibur. Ada yang soal pelatihan, ada yang soal tidak boleh menggunakan rokok ilegal, dan beberapa lagi. Jadi, kita paham soal cukai ini, sekaligus terhibur karena filmnya dibuat menarik,” kata Agus, warga Desa Pladen.

Pemutaran film cukai di Pladen ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi ke desa-desa yang ada di wilayah ini. Desa Pladen menjadi satu dari sekian banyak desa yang kita sambangi, untuk diputarkan film mengenai sosialisasi cukai ini.

Pemutaran film iklan cukai ini, berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Setelah Desa Pladen, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Mau Lihat Film Asyik soal Cukai, Warga Pladen Harus Standby Malam Ini

Warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, bakal menyaksikan pertunjukan film sosialisasi mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagaimana warga di desa-desa lainnya, malam ini. (MuriaNewsCom)

Warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, bakal menyaksikan pertunjukan film sosialisasi mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagaimana warga di desa-desa lainnya, malam ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Mau menghabiskan akhir pekan dengan menyenangkan, warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, harus datang malam ini ke lapangan desa mereka, mulai pukul 19.00 WIB.

Ada pertunjukan menarik yang bakal digelar di sana. Yaitu pemutaran film layar tancap, yang bertemakan soal sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Film-film inilah yang akan memperlihatkan kepada warga Desa Pladen bagaimana Pemkab Kudus menerima dana cukai, dan digunakan untuk apa saja dana tersebut.

Warga Pladen menjadi bagian dari desa-desa yang didatangi Bagian Humas Setda Kudus, untuk mendapatkan sosialisasi mengenai aturan penggunaan dana cukai. Sosialisasi yang dikemas dengan cara yang menghibur melalui film itu, sudah digelar di berbagai desa lain di Kudus ini.

”Bagian Humas Setda Kudus adalah salah satu pilar dari sosialisasi mengenai dana cukai ini. Dan kita melakukannya dengan mendatangi desa-desa yang ada di Kudus ini, supaya semua warga bisa terangkul semua untuk upaya sosialisasi ini,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Kedatangan program sosialisasi dana cukai ke desa-desa itu, menurut Winarno, sebagai upaya untuk bisa memahamkan warga mengenai dana cukai. ”Menyasar ke desa-desa adalah bagian terpenting dari kegiatan sosialisasi ini. Warga desa di Kudus juga berhak untuk mengetahui, dana cukai itu digunakan untuk apa saja,” tegas Winarno.

Dari serangkaian kegiatan di desa-desa yang sudah dilaksanakan, terbukti bahwa warga desa memang antusias terhadap program ini. ”Mereka juga kebanyakan baru memahami bahwa dana cukai digunakan untuk kesejahteraan mereka. Nah, dengan begini sasaran sosialisasi menjadi tercapai,” katanya.

Selain pemutaran film soal dana cukai, ada juga hiburan yang dikemas menarik dalam pertunjukan itu. Termasuk pertunjukan musik, yang memang disukai warga. Ini adalah bagian yang memang sengaja ditampilkan, sehingga kegiatan sosialisasi menjadi menarik dan maksimal.

Pengemasan kegiatan yang menghibur, layaknya sebuah pertunjukan layar tancap, membuat kegiatan ini akan sangat menyenangkan. Apalagi, juga ada hiburan lainnya yang bisa dimanfaatkan warga saat datang ke sana.

”Sehingga warga Desa Pladen bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

”Bahkan, dana cukai itu dibuat untuk memperbaiki jalan-jalan di Kudus, yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” papar Winarno.

Setelah Desa Pladen, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Warga Kutuk Saksikan Pemutaran Film Cukai dengan Antusias Sambil Belajar Manfaatnya

 Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, antusias menyaksikan film sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, yang digelar Kamis (4/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)


Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, antusias menyaksikan film sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, yang digelar Kamis (4/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Manfaat dari sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan memutar film iklan cukai, manfaatnya dirasakan oleh warga yang desanya dijadikan lokasi pemutaran film.

Sebagaimana yang dilakukan di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Kamis (4/8/2016) malam kemarin. Warga menyadari bahwa ternyata ada manfaat dari pemutaran film mengenai cukai ini.

”Tadi saya lihat ada film yang memperlihatkan jika di Kudus ada pelatihan-pelatihan yang dibuat untuk warga, dengan menggunakan dana cukai. Pelatihannya cukup banyak juga ternyata,” kata Muhammad, salah seorang warga Desa Kutuk, yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemutaran film ini sangat bagus, karena bisa memperlihatkan kepada warga bahwa dana cukai memang digunakan untuk kesejahteraan warga. ”Kita juga ditunjukkan untuk ikut membantu Pemkab Kudus memberantas cukai ilegal. Jadi, ini adalah sosialisasi yang bagus untuk kita semua,” jelasnya.

Pemutaran film cukai di Kutuk ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi ke desa-desa yang ada di wilayah ini. ”Desa Kutuk menjadi satu dari sekian banyak desa yang kita sambangi, untuk diputarkan film mengenai sosialisasi cukai ini,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Winarno mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bagaimana warga antusias menyambut kegiatan sosialisasi ini. Apalagi, kegiatan ini dikemas dengan cara menghibur layaknya pemutaran film layar tancap. ”Jarang-jarang ada sekarang ini pertunjukan layar tancap. Sehingga kita sangat senang sekali bisa terjun langsung ke masyarakat, guna memberikan pemahaman akan aturan soal penggunaan dana cukai ini,” paparnya.

Selain pemutaran film, warga juga dihibur dengan pertunjukan musik yang dibawa ke sana. Warga bisa menikmati sajian musik yang memang dikhususkan untuk menghibur mereka.

”Dari kegiatan ini, warga Desa Kutuk bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Winarno menganggap penting jika warga Desa Kutuk, menyaksikan film ini. Karena mereka adalah bagian yang berhak untuk memanfaatkan dana cukai, demi peningkatan kesejahteraan mereka.

”Itu sebabnya, kita putarkan film berbagai penggunaan dana cukai. Biar warga bisa paham, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Yakni digunakan untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” paparnya.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

Setelah Desa Kutuk, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Warga Kutuk, Yuk Nonton Film Cukai yang Asyik Ini

 Ramainya kegiatan pemutaran film sosialisasi cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di beberapa desa yang ada di wilayah ini (MuriaNewsCom)


Ramainya kegiatan pemutaran film sosialisasi cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di beberapa desa yang ada di wilayah ini (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Mau tontonan yang menghibur sekaligus memberikan edukasi tersendiri? Nah, bagi warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, datang saja ke lapangan desa setempat, pada Kamis (4/8/2016) mulai pukul 19.00 WIB.

Di sana, warga bisa menyaksikan sendiri berbagai macam film yang menyenangkan, menghibur, sekaligus memberikan pembelajaran bagi warga, akan pentingnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang digelar Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bagian sosialisasi mengenai aturan cukai. Dengan cara memutarkan film soal itu, di desa-desa yanga da di Kudus ini. ”Kita akan datang ke Desa Kutuk, untuk keperluan serupa. Sehingga warga bisa memanfaatkan kesempatan ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus ini. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Warga Desa Kutuk bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Winarno menganggap penting jika warga Desa Kutuk, menyaksikan film ini. Karena mereka adalah bagian yang berhak untuk memanfaatkan dana cukai, demi peningkatan kesejahteraan mereka.

”Itu sebabnya, kita putarkan film berbagai penggunaan dana cukai. Biar warga bisa paham, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Yakni digunakan untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” paparnya.

Bagian Humas Setda Kudus menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai aturan pemakaian dana cukai ini. Dan yang terbaru adalah sosialisasi dengan menggunakan metode pemutaran film soal cukai, yang digelar di desa-desa.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

”Bahkan, dana cukai itu dibuat untuk memperbaiki jalan-jalan di Kudus, yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” papar Winarno.

Setelah Desa Kutuk, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Warga Kirig, Jangan Lupa Saksikan Film Cukai yang Akan Buat Sejahtera

 Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, terus berlanjut.

Rencananya, kegiatan itu akan kembali digelar di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Sabtu (30/7/2016) malam, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Ini adalah kesempatan bagi warga Kirig, untuk bisa melihat secara langsung, sosialisasi mengenai penggunaan dana cukai, yang digunakan demi kesejahteraan masyarakat Kudus. Dari film itu, warga bisa menyaksikan pesan bahwa mereka bisa ikut memanfaatkan dana cukai, melalui berbagai kegiatan yang diprogramkan Pemkab Kudus.

”Warga Kudus supaya paham bahwa dana cukai yang diterima pemkab, memang digunakan untuk kesejahteraan mereka. Melalui program-program yang sudah dibentuk dan dilaksanakan. Nah, tugas kita menyosialisasikan program itu, supaya masyarakat yang belum mengetahuinya, bisa tahu dan paham soal ini,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Tujuan dari berbagai program kerja dari dana cukai ini, menurut Winarno, memang diperuntukkan bagi warga itu sendiri. Misalnya kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, yang terdiri dari berbagai macam jenis pelatihan.

”Ikut saja pelatihan di sana. Dari sana jenis ketrampilan yang bisa dikuasai akan bertambah, karena sudah diajarkan semua. Jenisnya juga menyesuaikan apa kebutuhan dari warga sendiri. Sehingga nanti jika membuka usaha sendiri, akan bisa lebih maksimal,” tuturnya.

Bagian Humas Setda Kudus sendiri menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat desa yang menjadi lokasi pemutaran film. Perangkat desa menyambut hangat kegiatan ini, karena memang sangat bermanfaat bagi warga mereka.

”Tentu saja ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa. Karena keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat desa,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan, keinginan pihaknya agar setiap warga di Kabupaten Kudus mengetahui dan memahami bagaimana Kudus menerima dana cukai, digunakan untuk apa saja, dan terutama apa manfaatnya bagi masyarakat Kudus itu sendiri, bisa diakomodir masing-masing perangkat dengan baik. ”Sehingga semua yang ingin kita sampaikan, tersampaikan dengan baik,” terangnya.

Setelah Desa Kirig, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Tak Perlu Kemana-mana, di Kudus Sudah Bisa Sejahtera

Suasana pemutaran film mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom)

Suasana pemutaran film mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tujuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus saat ini adalah bagaimana membuat warganya semakin sejahtera. Sehingga semua program dan kebijakan yang dibuat, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Itulah yang ingin disampaikan Pemkab Kudus dengan menggelar sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang dilakukan dengan pemutaran film, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, pada Rabu (27/7/2016) malam.

Film iklan cukai yang diputar di sana, memang memperlihatkan bagaimana dana cukai yang diterima Kudus, digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Dalam film digambarkan bagaimana seorang suami yang asal Kudus, harus bersusah payah merantau ke luar kota. Namun karena tidak juga berhasil, maka dia kembali ke Kudus. Oleh sang istri, disarankan untuk mengikuti pelatihan di BLK Kudus saja, demi menambah kesejahteraan.

”Karena memang di BLK disediakan berbagai macam jenis ketrampilan yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Dari sana, warga diharapkan bisa mengembangkannya menjadi salah satu skill untuk meningkatkan kesejahteraan,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Bagian Humas Setda Kudus memang menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai pemakaian dana cukai ini. Sehingga warga Kudus bisa mengetahui jika dana cukai digunakan untuk kesejahteraan mereka.

Kegiatan yang digelar ini, berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” kata Winarno.

Selain untuk melatih ketrampilan warga, Winarno juga mengatakan jika dana cukai digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang ada di Kudus. Misalnya saja jalan dan jembatan.

”Yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Winarno, melalui film itu disampaikan pula pesan bahwa jika ingin sejahtera, tidak usah pergi ke mana-mana. Cukup mengangkat potensi yang ada di Kudus, melalui serangkaian kegiatan yang diprogramkan pemkab. ”Dan yang terpenting adalah bagaimana memahamkan kepada warga, bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Setelah Desa Besito, kegiatan serupa juga akan digelar Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 5 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) 7 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Ada Batman yang Bakal Memberantas Rokok Ilegal, Lho

 Sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus dilaksanakan dengan menyasar warga di desa-desa yang ada di wilayah Kudus. (MuriaNewsCom)


Sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus dilaksanakan dengan menyasar warga di desa-desa yang ada di wilayah Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Masih banyaknya rokok-rokok ilegal yang beredar di kawasan Kabupaten Kudus ini, memang memprihatinkan. Pasalnya, hal itu jelas melanggar aturan dan harus ditindak tegas.

Gambaran mengenai penegakan aturan cukai yang benar itu, tergambar dalam film iklan sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Dalam film tersebut digambarkan seorang superhero seperti Batman, memberantas peredaran rokok ilegal yang ada. Batman dalam film tersebut, memberikan sosialisasi kepada warga bahwa rokok ilegal adalah melanggar aturan.

Ingin menyaksikan film Batman yang memberantas peredaran rokok ilegal tersebut, silakan saja datang ke Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

”Tujuan dari pemutaran film ini adalah mengingatkan warga untuk tidak menggunakan cukai ilegal. Karena itu melanggar aturan. Sudah ada ketentuannya bagaimana cukai itu diatur. Dan termasuk apa konsekuensinya kalau misalnya menggunakan cukai ilegal,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Bagian Humas Setda Kudus memang menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai aturan pemakaian dana cukai ini. Dan yang terbaru adalah sosialisasi dengan menggunakan metode pemutaran film soal cukai, yang digelar di desa-desa.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

Winarno mengatakan, melalui film itu, disampaikan pula pesan bahwa jika ingin sejahtera, tidak usaha pergi ke mana-mana. Cukup mengangkat potensi yang ada di Kudus, melalui serangkaian kegiatan yang diprogramkan pemkab. ”Dan yang terpenting adalah bagaimana memahamkan kepada warga, bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Setelah Desa Besito, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, dan Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016). (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Sosialisasi Pemutaran Film Cukai Jadi Ajang Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

Warga Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus, melihat sosialisasi pemutaran film cukai di lapangan desa setempat, pada Kamis (21/6/2016) malam. Mereka antusias menyaksikan film tersebut sebagai bagian dari pemahaman mengenai dana cukai. (MuriaNewsCom)

Warga Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus, melihat sosialisasi pemutaran film cukai di lapangan desa setempat, pada Kamis (21/6/2016) malam. Mereka antusias menyaksikan film tersebut sebagai bagian dari pemahaman mengenai dana cukai. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada dampak lain yang dirasakan warga Kabupaten Kudus, saat pemutaran film sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima wilayah ini.

Pasalnya, dalam setiap pemutaran film cukai di masing-masing desa, banyak pedagang kaki lima (PKL) yang kemudian menggelar dagangannya di lokasi pemutaran film. Mereka turut memeriahkan kegiatan yang digelar Bagian Humas Setda Kudus tersebut.

Sebagaimana yang terlihat di Lapangan Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus, pada Kamis (21/7/2016) malam. Banyak PKL yang memanfaatkan momen itu, untuk menjual aneka dagangannya. Sehingga suasana menjadi meriah. Warga yang datang, juga banyak yang memanfaatkan momen itu, sambil melihat pemutaran film. “Fenomena ini tentu saja merupakan satu hal yang bagus. Tujuan sosialisasi kita tercapai, juga warga mendapatkan manfaat yang baik dari kegiatan ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Menurut Winarno, kehadiran PKL di lokasi acara, membuktikan jika sosialisasi tersebut diterima dengan baik oleh warga. “Sehingga apa yang kemudian kita inginkan dengan sosialisasi itu, bisa berjalan dengan baik. Sedangkan warga lainnya juga bisa mendapatkan sesuatu yang lain dari kegiatan itu,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sosialisasi pemutaran film atau video iklan cukai ini, adalah bagian dari memahamkan warga Kudus akan dana cukai itu sendiri. Bagaimana penerimaannya, digunakan untuk apa saja, dan bagaimana manfaatnya untuk warga Kudus itu sendiri.

Kegiatan di Desa Tergo, adalah satu dari sekian banyak desa yang disambangi untuk sosialisasi ini. Roadshow ke desa-desa memang menjadi prioritas dalam sosialisasi film cukai ini.

“Karena bagi kami, warga di seluruh wilayah Kudus harus paham akan aturan cukai ini. Termasuk warga di masing-masing desa. Jadilah kami anggap sosialisasi ke desa-desa ini penting. Sehingga sosialisasi akan bisa meluas ke setiap wilayah di Kudus,” terang Winarno.

Setelah Desa Tergo, sosialisasi akan dilaksanakan di Desa Gribig (Kecamatan Gebog) pada 23 Juli 2016, kemudian Desa Besito (Kecamatan Gebog) pada 27 Juli 2016, Desa Kirig (Kecamatan Mejobo) pada 30 Juli 2016, dan Desa Pladen (Kecamatan Jekulo) pada 6 Agustus 2016 mendatang.

“Ada beberapa desa lagi yang akan kita sambangi, namun jadwalnya baru kita tentukan. Yang jelas, kita akan datangi desa-desa yang ada di Kudus, supaya sosialisasi bisa maksimal,” imbuhnya. (HMS/CUK/SOS)

Editor: Merie

 

 

Warga Berugenjang Penuhi Balai Desa Nonton Film Cukai

kudus-iklan cukai-film berugenjang-16 juli 2016-tyg pkl 09 e

Warga Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kudus, menyaksikan pemutaran film sosialisasi soal cukai, di balai desa setempat, pada Jumat (15/7/2016) malam.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Balai Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Jumat (15/7/2016) malam, terlihat ramai dengan kehadiran ratusan warga setempat.

Warga Berugenjang dan sekitarnya, antusias menyaksikan pemutaran film mengenai sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus.

Satu demi satu pesan yang tersampaikan dalam film tersebut, ditonton warga dengan seksama. Apalagi mengenai penjelasan soal darimana dana cukai berasal, kemudian digunakan untuk apa saja, dan hasil-hasil yang sudah diperoleh dari dana cukai.

Terlihat warga secara serius memperhatikan setiap pesan yang tersampaikan di sana. Pasalnya, film tersebut dibuat memang untuk memberikan pemahaman kepada warga, bagaimana dana cukai itu berasal dan digunakan.

Apalagi, sambil menyaksikan pemutaran film soal cukai, warga dihibur dengan penampilan grup band yang memang dihadirkan. Lagu-lagu yang dibawakan juga menghibur warga yang hadir.

”Bagi kami sangat penting untuk warga Kudus memahami aturan penggunaan cukai. Pasalnya, ada banyak manfaat yang bisa didapat warga, dari dana cukai yang diterima Kudus,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Winarno mengatakan, warga bisa mendapatkan manfaat dari dana cukai sebaik-baiknya. Misalnya saja melalui berbagai kegiatan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, yang tentu saja sesuai dengan kebutuhan warga itu sendiri.

”Sudah banyak bukti warga yang memanfaatkan dana cukai, bisa mandiri. Yakni dengan mengoptimalkan pelatihan yang sudah diberikan di BLK misalnya. Itu yang ingin kita sampaikan ke warga,” paparnya.

Apalagi, bagi warga yang ada di desa-desa di Kudus ini. Jika memang ada yang belum memahami manfaat dana cukai, menurut Winarno, sosialisasi dengan pemutaran film iklan cukai ini, adalah satu hal yang tepat dilaksanakan.

”Jika ada yang belum paham, maka bisa paham dengan adanya pemutaran film ini. Dan lagi, konsep yang kita bawakan memang terbilang menyenangkan. Yakni memutar film dan menghadirkan hiburan. Biar bisa dirasakan masyarakat langsung,” paparnya.

Selain Desa Berugenjang, acara serupa juga akan digelar di Desa Jojo (Mejobo) pada 16 Juli 2016, Desa Kedungsari (Gebog) pada 19 Juli 2016, Desa Gribig (Kaliwungu) pada 23 Juli 2016, dan Desa Besito (Gebog) pada 27 Juli 2016.

Kemudian juga bakal digelar di Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. ”Kita juga punya empat desa lagi untuk didatangi. Tapi jadwalnya sedang disusun,” imbuhnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

 

 

Penayangan Film Cukai Disambut Hangat Warga

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Program penayangan film iklan cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di lapangan Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, disambut hangat warga.

Warga yang ada di sekitar lokasi acara, datang langsung ke lokasi, untuk menyaksikan kegiatan tersebut. Mereka penasaran dengan kegiatan yang digelar itu, karena memang seperti nonton bareng.

Film atau video iklan cukai yang diputar itu bersama-sama dengan film-film lainnya yang sudah dipilih. Film menceritakan soal Kabupaten Kudus dengan segala potensi yang dimilikinya.

Dalam video iklan cukai itu, dipaparkan bagaimana penerimaan dana cukai bisa membantu pembangunan di wilayah Kudus. Termasuk jika kemudian ada yang melanggar aturan cukai, maka bisa dikenakan sanksi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, warga menjadi semakin senang dengan kegiatan itu.

Selain penayangan film cukai tersebut, juga ditampilkan pentas kesenian yang diisi oleh warga setempat yang memang kreatif. Sehingga membuat malam itu menjadi semakin hangat.

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, kegiatan ini memang merupakan bagian dari upaya sosialisasi mengenai ketentuan cukai yang dilaksanakan pihaknya.

”Karena kita menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui soal ketentuan cukai ini. Padahal, dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, banyak sekali manfaat yang sudah didapat warga,” terangnya.

Putut mengatakan, pihaknya juga ingin menyadarkan masyarakat bahwa dana cukai yang diperoleh Kabupaten Kudus, memang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

”Masyarakat juga harus paham bagaimana ketentuan soal cukai ini. Termasuk menjelaskan bahwa mereka juga harus mendukung kegiatan yang digelar pemkab terkait dengan dana cukai,” tuturnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie