Ini Alasan Kenapa Dana Cukai Begitu Diperlukan

Ilustrasi Animasi

Ilustrasi Animasi

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, bukan semata-mata sebuah dana cuma-cuma dari pemerintah pusat. Namun, ada alasan kenapa dana cukai begitu diperlukan.

Salah satu alasannya adalah bagaimana dana cukai ini, bisa mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kudus. ”Juga bagaimana dana cukai digunakan untuk mengurangi pengangguran di wilayah ini, sehingga masyarakat akan bisa semakin sejahtera,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Menurut Win, tujuan utama penerimaan dana cukai di Kudus ini, selain memang Kudus adalah daerah penghasil cukai terbesar di Indonesia, juga karena untuk bisa menguatkan perekonomian masyarakat.

”Dalam ketentuan penggunaan cukai kan, memang sudah dijelaskan bagaimana penggunaannya itu lebih ditekankan kepada penguatan ekonomi masyarakat. Itu juga yang kita laksanakan saat ini,” jelasnya.

Win mengatakan, tidak sedikit kemudian masyarakat yang sudah berhasil memiliki usaha atau ketrampilan sendiri. Semuanya berkat pelatihan dan pengembangan kemampuan, di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menerima dana cukai.

Masing-masing SKPD, menurut Win, memiliki tanggung jawab untuk bisa menggelar berbagai program, yang tujuan akhirnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

”Ada banyak program dari masing-masing SKPD penerima dana cukai. Misalnya saja di Bagian Humas ini, kami kebagian peran untuk terus melakukan sosialisasi mengenai ketentuan dana cukai. Termasuk manfaatnya bagi masyarakat Kudus ini,” terangnya.

Semua kegiatan yang dilakukan itu, adalah bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Belum lagi banyak kegiatan lainnya, dari mulai pembenahan infrastruktur hingga pelatihan, yang sudah dijalankan selama ini. Sehingga kita semua yakin bahwa dana cukai akan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kudus ke depannya,” imbuhnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Animasi Digadang jadi Pendongkrak Ekonomi

Suasana di studio Animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana di studio Animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf mengatakan adanya studio pembelajaran animasi ini nantinya bisa membuat pendongkrak ekonomi bagi lulusan SMK Raden Umar Said Kudus (RUS) ini.

“Selain bekerja di bidang film animasi, pendidikan animasi ini nantinya juga bisa mendongkrak ekonomi. Yakni mereka bisa bisa membuat aksesoris, pernak pernik, games dan sejenisnya. Sehingga produk tersebut akan bisa menghidupi seseorang,” katanya.

Dia melanjutkan, bila disangkutpautkan dengan ekonomi kreatif, itu memang bisa. Yang mana, kreativitas tersebut dapat memperlancar perekonomian seseorang. Karenanya, kreativitas itu diasah di sekolah.

Dengan adanya kurikulum terhadap perfilman animasi tersebut pihaknya sangat berharap supaya nantinya lulusan SMK Raden Umar Said ini bisa berkreativitas sesuai dengan ilmu yang diajarkan.
“Ya setidaknya dengan ilmu mereka, nantinya ribuan siswa lulusan ini bisa berkreativitas dengan baik. Kreativitas tersebut benilai berharga,” ujarnya.

Dia menambahakn, untuk kelanjutan kreativitas tersebut, maka siswa dibimbing dengan maksimal oleh ahlinya. Supaya siswa saat lulus dapat mengaplikasikan ilmunya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Tunggu Karya Film Animasi Hebat Siswa Kudus, Ya!

Siswa berlatih membuat film animasi di sekolahnya di SMP NU Al Maruf Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Sonny Hartanto, guru Kesenian dan TIK SMP NU Al’Maruf Kudus mengatakan, animasi yang inovatif hasil karyanya bersama siswa terus mengalami perkembangan.

“Kalau bertahan berapa lama nanti tinggal kurikulum dan perkembangannya saja. Saat ini saya ingin memberikan semangat kepada anak-anak agar dengan pembuatan animasi ini, mereka bisa membuat film kartun sendiri. Jangan hanya sering menonton film kartun saja. Tapi sekali-kali juga membuat sendiri,” kata Sonny.

Tak hanya itu, Sonny juga mengaku bangga dengan dukungan kepala sekolah. Menurut dia, kepala sekolah juga memberikan dukungan penuh terhadap pengajaran animasi ini kepada anak-anak. Untuk itu, selama empat tahun ini, Sonny selalu berinovasi dan improvisasi mengikuti perkembangan kurikulum yang ada.

Ke depannya, Sonny berharap anak-anak tidak gagap teknologi. Apalagi materi animasi ini memang cocok mengajarkan anak-anak agar berkreativitas dengan baik. (HANA RATRI/AKROM HAZAMI)

Sekolah di Kudus Siap Buat Film Animasi Sekelas The Incredibles

Siswa berlatih membuat film animasi di sekolahnya di SMP NU Al Maruf Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Siswa di Kudus bersiap membuat film animasi hebat macam The Incredibles dan lainnya. Karenanya, semangat siswa pun diperas agar mampu memberikan karya yang terbaik.

Sonny Hartanto, guru Kesenian dan TIK SMP NU Al’Maruf Kudus selalu memberikan warna baru kepada murid-muridnya. Kepada siswa, Sonny memberikan arahan tentang pentingnya belajar animasi.

“Sejak adanya kurikulum RSBI, ya kurang lebih empat tahun ini, saya mengajarkan animasi kepada anak-anak. Kenapa animasi? Saya ingin anak-anak setelah lulus SMP mampu berkreativitas positif dengan membuat kartun animasi sendiri,” ungkap Sonny, saat ditemui di rumahnya, Rabu (5/8) siang ini.

Guru yang mempunyai intensitas mengajar selama lima hari di sekolahnya, mengaku bangga kepada para anak didiknya. Pasalnya, para murid sangat antusias dengan pelajaran animasi ini. Kepada MuriaNewsCom, ia mencontohkan beberapa ide yang dapat dibuat animasi. Salah satunya ide tentang metamorfosis kupu-kupu.

“Jadi metamorfosis kupu-kupu itu kan dimulai dari telur, ulat, kepompong, terus jadi kupu-kupu. Kita buat itu tetapi keempatnya ini seperti benar-benar hidup. Yaitu kita buat seperti film kartun. Ada efek geraknya,” ungkap Sonny. (HANA RATRI/AKROM HAZAMI)