Muskitnas Gelar Pameran Keliling “Sisi Lain Kartini”

Seorang petugas dari Muskitnas sedang menjelaskan tentang pameran Sisi Lain Kartni. Pameran ini berlangsung di area Museum Kartini, Senin-Sabtu (17-22/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) mengadakan pameran keliling bertajuk “Sisi Lain Kartini” di Museum Kartini Jepara Senin-Sabtu (17-22/4/2017). Kegiatan ini menyasar kawula muda untuk mengenalkan pemikiran tokoh emansipasi itu. 

Kartini yang lahir pada 21 April 1879 itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional atas perjuangannya terhadap hak asasi perempuan.

Kasi Pengkajian Koleksi Muskitnas Isnudi mengatakan, pameran itu menitikberatkan pada kajian pemikiran Kartini. Hal itu didasarkan atas fakta bahwa pemikiran tokoh tersebut menjadi titik berat perjuangan putri Jepara tersebut. 

“Kami tidak membawa barang-barang Kartini, karena di Museum Kartini sudah banyak dipamerkan. Akan tetapi tidak banyak yang dinarasikan oleh karenanya kami pemikiran tokoh tersebut. Hal itu didasari bahwa ide dan semangat juang melalui pendidikan adalah titik tolak perjuangan Kartini,” ucapnya, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikirian Kartini, di antaranya pandangannya tentang poligami. Saat masih kecil, diceritakan Kartini tidak menyukai adat tersebut, namun pada akhirnya ia menjadi bagian dari adat itu.

Di samping itu, diceritakan pula kegigihannya dalam mencapai cita-cita. Diceritakan Isnudi, tokoh tersebut sempat akan memasuki sekolah kedokteran, namun hal itu urung karena sistem pendidikan yang tak memihak perempuan. 

“Pernah suatu kali, Kartini hendak menjadi seorang dokter, namun cita-citanya pupus karena sekolah kedokteran saat itu tidak menerima murid wanita,” imbuhnya. 

Ia mengatakan, untuk memasuki  pameran tersebut pengunjung tidak dikenakan biaya. Muskitnas juga menyediakan pemandu yang akan mengungkap terkait sisi lain Kartini. 

Plt Bupati Jepara Sholih dalam sambutannya, mengapresiasi pameran tersebut. Dalam keterangan tertulisnya mengatakan, agar pameran tersebut dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat dan pada akhirnya memberi semangat nasionalisme kepada pemuda.

Editor : Kholistiono

Video – Jepara Carnival Terganggu Soundsystem

Penampilan salah satu peserta Jepara Carnival 2016, Minggu (17/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

Penampilan salah satu peserta Jepara Carnival 2016, Minggu (17/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan Jepara Carnival 2016 berlangsung meriah, di Alun-alun Jepara, Minggu (17/4/2016). Sayangnya, di tengah-tengah acara, terganggu soundsystem yang mendadak mati.

Ratusan peserta karnaval tengah memeragakan pakaian beraneka ragam, mendadak terhenti aksinya, karena alunan musik yang sedang mengalun mengiringi acara, mendadak mati.

Tidak ayal, gerak langkah peserta menjadi terhenti. Ada yang masih terus melangkah, ada yang berhenti menunggu musik hidup kembali.

Sayangnya, setelah menanti sekian lama, musik belum bisa dimainkan kembali. Pihak yang mengurus soundsystem ternyata tidak berhasil menghidupkan peralatan tersebut.

Akhirnya, pelaksanaan karnaval yang menampilkan aneka busana dari bahan kain batik dan tenun itu tetap berlanjut. Dengan suasana yang sepi tanpa iringan musik.

Hanya saja, tidak lama kemudian acara karnaval terpaksa berhenti sementara. Menunggu hingga soundsystem kembali berfungsi.

“Wah, bagaimana ini. Kenapa soundsystem bisa mati begini. Bisa merusak acara soalnya,” kata Erni, warga Kecamatan Jepara yang menyaksikan acara tersebut.

Tidak lama kemudian, acara benar-benar selesai. Panitia tidak lagi melanjutkan acara, meski masih ada beberapa peserta yang belum tampil. Ada kurang lebih 80 peserta yang ikut dalam acara karnaval tersebut.

Editor : Merie