Ikut Berduka Atas Meninggalnya Istri Gus Mus, Festival Thong-thong Lek Rembang Diam

Bayu Andriyanto, saat membuka Festival Thong-Thong Lek (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bayu Andriyanto, saat membuka Festival Thong-Thong Lek (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom,Rembang – Peserta Festival Thong-thong Lek tak diperbolehkan memainkan musik khas kentongannya. Hal itu sebagai upaya penghormatan kepada keluarga Gus Mus yang tengah dirundung duka. Yakni meninggalnya istri tercinta Gus Mus, Siti Fatma, Kamis (30/6/2016).

Dari 12 peserta yang mengikuti festival, mereka hanya boleh memainkan musik selama lima menit di depan panggung kehormatan yang terletak di Jalan Dr Soetomo. Setelah itu, peserta diminta untuk mematikan seluruh alat musik tradisional sejak dari perempatan Kempong Jalan Dr Soetomo sampai bundaran Tugu Lilin depan Pasar Rembang.

“Sebelumnya sudah koordinasi dengan pak Bupati. Dan pak Bupati meminta agar peserta tidak memainkan musiknya sampai Tugu Lilin,” ujar AKBP Sugiarto, Kapolres Rembang kepada MuriaNewsCom (30/8/2016) malam.

Karena, katanya, sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga Gus Mus yang saat ini istrinya meninggal dunia.

Bayu Andriyanto, Wakil Bupati Rembang, dalam mengawali sambutannya pun meminta kepada seluruh peserta maupun warga ribuan warga Rembang yang hadir dalam festival itu untuk sejenak mendoakan mendiang istri Gus Mus. “Mari bersama mendoakan ibu Hj Siti Fatma semoga amalnya diterima dan semoga khusnul khatimah,” ajaknya sebelum mengawali sambutan.

Bayu mengajak seluruh kalangan masyarakat Rembang agar senantiasa menjaga budaya kearifan lokal berupa kentongan. Menurutnya, kentongan tidak hanya sebagai alat musik maupun alat komunikasi. Tetapi, lebih dari itu, kentongan merupakan alat pemersatu.

Festival Thong-Thong Lek dengan alat utama berupa kentongan, katanya, merupakan peninggalan budaya yang patut untuk dipertahankan. “Ketika dulu hanya sebagai musik untuk membangunkan sahur, kali ini tidak hanya itu. Karena dari pemkab sendiri menggelar festival setiap tahun. Dan itu bisa menjadi salah satu destinasi wisata,” katanya.

Editor : Akrom Hazami